BAB I PENDAHULUAN
E. Tujuan dan Manfaat Penelitian
Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka maksud serta tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana peranan pekerja sosial medis terkait pelayanan sosial bagi pasien skizofrenia di Rumah Sakit Jiwa Islam Klender serta tujuan dari pelayanan sosial yang dilakukan oleh pekerja sosial medis.
2. Manfaat Penelitian
Manfaat penelitian terbagi 2 yaitu a. Manfaat Teoritis
Manfaat penelitian secara teoritis diharapkan dapat memberikan kontribusi untuk pengembangan Ilmu Kesejahteraan Sosial khususnya mata kuliahaPekerjaan Sosial Medis, Analisis Masalah Sosial dan Psikologi Sosial. Selain itu penelitian ini dapat dijadikan bahan perbandingan bagi pihak yang ingin melakukan penelitian sejenis
b. Manfaat Praktis
11
1. Manfaat penelitian diharapkan dapat menjadi bahan referensi bagi studi penelitian lebih lanjut mengenai peranan yang dilakukan pekerja sosial medis terkait pelayanan sosial bagi pasien pengidap skizofrenia di Rumah Sakit Jiwa Islam Klender.
2. Bagi penulis dapat menambah wawasan yang luas terutama terkait pelayanan sosial pekerja sosial medis khususnya peranan pekerja sosial medis dalam pelayanan sosial terhadap pasien skizofrenia
3. Bagi pihak yang bergerak di bidang kesehatan, diharapkan penelitian ini dapat memberikan sumbangan pemikiran dan pengetahuan yang berguna dalam pelayanan sosial pasien pengidap skizofrenia.
4. Bagi masyarakat, penelitian ini dapat meningkatkan pemahaman masyrakat akan pentingnya saling membantu satu sama lain terkhususnya pasien yang mengidap skizofrenia. Pasien skizofrenia sangat membutuhkan dukungan dan bantuan dari masyarakat agar dapat kembali pulih dan bergabung dengan lingkungan sosialnya.
5. Bagi pekerja sosial, diharapkan penelitian ini dapat menjadi bahan pertimbangan dan masukan terkait dengan pelayanan pasien skizofrenia di rumah sakit serta dapat membuat hubungan kerjasama dengan profesi lain agar pelayanan yang diberikan dapat bermanfaat bagi pasien skizofrenia.
12 F. Tinjauan Kajian Terdahulu
Tinjuan kajian yang menjadi rujukan sekaligus perbandingan terkait permasalahan yang peneliti selidiki adalah sebagai berikut
Musfikirrohman dan Atik dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Jurusan Kesejahteraan Sosial, Universitas Jember tahun 2014 mengeluarkan Jurnal dengan judul Pelayanan Sosial Pekerja Sosial Medis di Rumah Sakit Dr. Soetomo Surabaya. Dalam jurnal ini membahas bagaimana bentuk pelayanan sosial yang dilakukan oleh pekerja sosial medis di Rumah Sakit Dr. Soetomo Surabaya. Pekerja sosial medis memberikan pelayanan sosial baik di rumah sakit maupun di luar rumah sakit yang biasanya disebut dengan home visit atau kunjungan rumah kepada pasien cacat (amputasi), pasien stadium akhir (lumpuh) dan pasien muda yang kurang mampu (produktif). Persamaan dalam penelitian ini terletak pada pembahasan pelayanan sosial di rumah sakit yang dilakukan oleh pekerja sosial medisPerbedaan dalam penelitian ini yaitu objek penelitian berbeda, untuk jurnal ini subjeknya adalah pasien yang mengalami cacat tubuh sedangkan dalam penelitian ini subjeknya adalah pasien skizofrenia
Selanjutnya skripsi Intan Sofia Putri dari Fakultas Dahwah dan Komunikasi, Jurusan Pengembangan Masyarakat Islam, Universitas Agama Islam Negeri Ar-Raniry tahun 2017 dengan judul Pelayanan Sosial Bidang Kesehatan pada Pasien Bedah Tulang di Rumah Sakit Umum Derah Zainoel Abidin Banda Aceh. Dalam skripsi ini menjelaskan
13
apa saja bentuk pelayanan sosial bidang kesehatan yang diberikan oleh petugas medis terhadap pasien bedah tulang.
Pasien mendapatkan pelayanan berupa bantuan dana apabila kurang mampu seperti pembelian alan bantu jalan atau biaya operasi. Persamaan dalam penelitian ini dengan penelitian yang dilakukan terdapat pada bahasan pelayanan sosial yang dilakukan oleh pekerja sosial medis. Sedangkan untuk perbedaan dalam penelitian ini adalah objek penelitian. Untuk skripsi dari Intan Sofia Putri objeknya adalah pasien patah tulang yang sedang melakukan perawatan di rumah sakit umum sedangkan dalam penelitian ini objeknya adalah pasien skizofrenia di rumah sakit jiwa
Selanjutnya skripsi dari Muhammad Hikmah Nikmatullah dari Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi, Jurusan Kesejahteraan Sosial, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta tahun 2017. Judul skripsinya adalah Peran Pekerja Sosial Medis Terhadap Pasien Rawat Inap di Rumah Sakit Kanker Dharmais Jakarta. Dalam skripsi ini menjelaskan tentang peran pekerja sosial medis sebagai advokasi dalam pemberian pelayanan kepada pasien yang ada di rumah sakit Kanker Dharmais Jakarta dimana pekerja sosial medis membantu memecahkan masalah serta mencai alternatif dalam penyelesaiannya.
Persamaan dalam penelitian ini terdapat pada bahasan peranan pekerja sosial medis dalam pelayanan sosial. Sedangkan perbedaanya terletak pada tempat dan subyeknya dimana skripsi dari Muhammad Hikmah Nikmatullah lebih berfokus
14
kepada advokasi. Untuk penelitian ini berfokus kepada apa saja peran pekerja sosial medis dalam melakukan pelayanan sosial di RSJIK
Terakhir ada Adhitya Endar Perdana dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Jurusan Kesejahteraan Sosial, Universitas Jember tahun 2013 dimana membuat skripsi dengan judul Peran Pekerja Sosial Medis dalam Upaya Peningkatan Pelayanan Kesehatan (Studi Deskriptif pada Pekerja Sosial Medis di Rumah Sakit Dr. Saiful Anwar Malang). Isi dari Penelitian ini adalah membahas bagaimana peran pekerja sosial medis dalam meningkatkan pelayanan kesehatan. Pelayanan yang diberikan oleh pekerja sosial medis harus sesuai dengan standard yang telah ditentukan oleh rumah sakit. Untuk mengetahui bagaimana kualitas pelayanan yang diberikan oleh pekerja sosial medis kepada pasiennya penelitian ini menanyakan langsung kepada pasien maupun rekan beda profesi yang berada di rumah sakit Dr. Saiful Anwar. Persamaan dalam penelitian ini adalah kesamaan terkait peranan pekerja sosial medis dalam pelayanan sosial bidang kesehatan di rumah sakit. Untuk perbedaannya dalam penelitian ini terletak pada topik bahasan utama penelitiannya.
Adhitiya Endar Perdana lebih menfokuskan permasalahan bagaimana peran pekerja sosial medis dapat meningkatkann pelayanan kesehatan di rumah sakit. Sedangkan penelitian ini membahas bagaimana peran pekerja sosial dalam pelaksanaan pelayanan sosial bagi pasien skizofrenia di rumah sakit jiwa.
15 G. Metode Penelitian
1. Metode Penelitian dan Pendekatan Penelitian
Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif. Metode penelitian kualitatif menurut Creswell (2007) adalah suatu penelitian dimana pemahamannya berdasarkan metodologi yang meneliti suatu kegiatan sosial maupun permasalahan yang dihadapi oleh manusia. Dan untuk pendekatan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus.
Pendekatan studi kasus atau case study menurut Sutedi (2009:61) adalah sebuah penelitian dimana berfokus kepada suatu kasus atau peristiwa tertentu untuk diamati dan kemudian dianalisa agar mendapatkan hasil yang maksimal. Alasan kenapa memilih pendekatan studi kasus dikarenakan dalam penelitian ini mengkaji bentuk pelayanan sosial yang dilakukan oleh pekerja sosial medis bagi pasien skizofrenia dan itu membutuhkan sejumlah data lapangan agar lebih aktual dan terkonsep. Dengan pendekatan ini, peneliti bisa masuk ke dalam objek dan mendapatkan data secara langsung sehingga titik permasalahan dapat ditemukan dan bisa segera dianalisis.
2. Jenis Penelitian
Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data kualitatif karena dalam penelitian ini data yang dicari berupa kata-kata atau gambaran tentang sesuatu yang kemudian dinyatakan dalam bentuk tulisan atau kata-kata.
Setelah semua data telah terkumpul maka peneliti akan
16
mengolah dengan menggunakan analisis secara deskriptif-kualitatif.
Penelitian deskriptif-kualitatif menurut pemaparan Sukmadinata (2011:73) adalah menggambarkan berbagai fenomena baik nyata maupun rekayasa yang mana lebih memperhatikan kualitas serta karakteristik fenomena tersebut. Penelitian kualitatif deskriptif tidak memberikan suatu perlakukan kepada subjek maupun objek penelitiannya, namun lebih menggambarkan suatu kondisi dengan apa adanya.
Jadi berdasarkan pemaparan para ahli diatas, bahwa penelitian kualitatif deskriptif hanya untuk memperoleh keadaan sebenarnya dari objek maupun subyek penelitian.
Jadi penelitian yang dilakukan ini adalah untuk mengetahui bagaimana bentuk peranan pekerja sosial medis dalam kepada pasien skizofrenia serta bentuk dan tujuan yang dilakukan oleh pekerja sosial medis dalam pelayanan sosial tersebut.
3. Subyek, Objek, Tempat dan Waktu Penelitian a. Subyek
Subyek menurut Arikunto (2010:45) adalah suatu hal yang ingin diteliti baik itu orang, tempat maupun lembaga sebagai vatiabel penelitian. Jadi dalam penelitian ini subyek penelitiannya adalah manusia, lebih khususnya kepada pekerja sosial medis yang berada di RSJIK, profesi lain yang ada di rumah sakit dan pasien skizofrenia yang melakukan pengobatan di RSJIK.
17
Untuk pasien skizofrenia sendiri, terdapat beberapa syarat agar bisa menjadi subyek dalam penelitian ini.
1. Pasien yang mana emosi serta perilakunya yang stabil dan halusinasinya sudah berkurang.
2. Sudah bisa berkomunikasi dan paham akan pertanyaan yang nanti diberikan oleh peneliti
3. Sedang melakukan pengobatan di RSJIK dan secara aktif bertemu dengan pekerja sosial medis RSJIK
Dan untuk memilih pasien tersebut, peneliti akan meminta saran dari pekerja sosial medis terkait siapa yang cocok untuk dijadikan subyek dalam penelitian ini
b. Objek
Objek menurut Sugiono (2012) adalah suatu atribut dari orang atau kegiatan yang mempunyai variasi tertentu yang kemudian kesimpulannya ditarik oleh peneliti. Objek dalam penelitian ini adalah bagaimana bentuk peranan pekerja sosial medis dalam pelayanan sosial yang diberikan kepada pasien skizofrenia di RSJIK. Meliputi: (1) bentuk pelayanan sosial pekerja sosial medis (2) kaitan antara peran pekerja sosial medis dan pelayanan sosial
c. Tempat
Lokasi penelitian merupakan tempat dimana peneliti melakukan penelitiannya. Lokasinya adalah Rumah Sakit Jiwa Islam Klender yang berada di Jl. Bunga Rampai X, Perumnas Klender, Kel. Malaka Jaya, Kec.
18
Duren Sawit, Jakarta. Khususnya di ruangan Rehabilitasi Psikososial RSJIK.
d. Waktu Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan selama kurang lebih 6 (enam) bulan dimulai dari bulan Januari sampai Juli.
Tabel 1.1
Timeline Rancangan Waktu Penelitian
NO KEGIATAN
Januari Februari Maret April 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 Pembuatan
proposal skripsi
V
2 Seminar proposal skripsi
V
3 Revisi proposal skripsi
V
4 Penyerahan surat ke dosen
pembimbing
V
5 Bimbingan V
19 pertama bab
1
6 Penyerahan surat izin penelitian ke RSJIK
V
7 Turun lapangan
V
No Kegiatan Mei Juni Juli Agustus
1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 8 Proses
penyajian data
V
9 Analisis data
V
10 Kesimpulan data
V
11 Sidang Skripsi
V
Sumber: Olahan Data Pribadi
4. Sumber Data
Dalam penelitian ini terdapat dua sumber data yaitu data primer dan data sekunder.
a. Data Primer
20
Data primer adalah data langsung yang didapatkan oleh peneliti. Karena data ini didapatkan langsung maka peneliti harus bertemu langsung dengan hal yang berkaitan dengan penelitiannya. Peneliti menggunakan data ini untuk mendapatkan data secarang langsung tentang peranan terkait pelayanan yang diberikan pekerja sosial medis kepada pasien pengidap skizofrenia dengan menggunakan teknik wawancara langsung.
b. Data Sekunder
Data sekunder adalah data-data yang didapat dari berbabagai macam sumber bacaan baik itu buku harian, catatan perjalanan, biografi, surat-surat pribadi bahkan data-data dari instasi pemerintahan. Peneliti menggunakan data sekunder dalam penelitian untuk memperkuat penemuan dan menambah informasi yang telah didapatkan dari wawancara langsung dengan narasumber penelitian.
5. Teknik Pengumpulan Data
Dalam mengumpulkan data, peneliti harus mengetahui serta menguasai teknik dalam pengumpulan data agar data yang didapat tepat dan valid sehingga data yang disampaikan dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
a. Wawancara
Wawancara menurut Arikunto (2010: 155) adalah sebuah percakapa atau dialgo yang dilakukan dimana untuk memperoleh informasi pewawancara bertemu dan
21
langsung bertanya kepada terwawancara atau narasumber.
Jadi wawancara menurut kesimpulan peneliti merupakan sebuah teknik dalam pengumpulan data dimana adanya pewawancara yang memberikan pertanyaan kepada terwawancara dengan harapan bisa mendapatkan data penelitian yang benar serta terpercaya.
b. Observasi
Observasi menurut Sukmadinata (2011: 220) adalah proses pengamatan yang merupakan salah satu metode pengumpulan data dimana dengan mengamati suatu objek atau kegiatan yang sedang berlangsung.
Metode observasi mungkin menjadi metode yang paling mudah dilakukan oleh peneliti karena bisa dilakukan sambil mengerjakan kegiatan lain. Namun perlu diingat observasi tidak hanya mengamati saja tapi memahami apa yang diihat oleh seorang peneliti. Maka itu diperlukan juga pengetahuan terkait dalam observasi.
Menurut Tjejep Rohendi Rohidi (2011:184) terdapat 3 metode dalam observasi yaitu:
1. Observasi Biasa
Metode biasa menjelaskan dimana peneliti tidak melakukan komunikasi atau kontak dengan yang diamati, tetapi hanya mengumpulkan informasi dari mengamati atau melihat saja.
2. Observasi Terkendali
22
Dalam metode ini, peneliti tidak terlibat langsung dengan pelaku yang diamati namun untuk tempat dimana pelaku berada dikendalikan oleh peneliti.
3. Observasi Terlibat
Dalam observasi ini peneliti memiliki keterlibatan langsung dengan pelaku atau dunia sosial yang ingin dia teliti. Jadi observasi ini peneliti mendapatkan peluang yang sangat besar dalam penglihatan, pendengaran, dan yang dirasakan oleh pelaku
Dari metode observasi diatas, peneliti menggunakan metode observasi terlibat karena dengan metode ini peneliti bisa ikut serta turun dalam emosi dan prilaku pelaku yang diamati.
c. Studi Dokumentasi dan Pustaka
Teknik studi dokumentasi atau pustaka berarti mencari data dalam berbagai karya baik tulisan maupun non tulisan. Diantaranya ada buku, pamphlet, leaflet, foto, video, otobiografi, surat kabar dan lainnya yang mendukung data penelitian.
6. Teknik Pemilihan Informan
Teknik yang peneliti gunakan dalam pemilihan informan adalah teknik purposive sampling. Purposive sampling adalah teknik yang digunakan dalam pemilihan sampel dengan syarat dan pertimbangan tertentu (Sugiyono, 2012:85)
23
Kenapa teknik ini peneliti pilih karena untuk informannya harus memenuhi beberapa kriteria yang sekiranya informan tersebut dapat memberikan data yang tepat terkait pertanyaan yang peneliti berikan.
7. Teknik Analisis Data
Untuk mengenalisa data yang didapat, menurut Bogdan dan Biden dalam Moleong, analisis data deskriptif adalah dengan mendapatkan data, mengelompokkan dan memilah data menjadi satu kesatuan yang dapat diolah, diteliti, dan dapat diceritakan kepada orang lain (Moleong 1999: 103)
8. Teknik Keabsahan Data
Untuk menentukan keabsahan data, peneliti mengggunakan teknik triangulasi. Triangulasi data menurut Sugiyono (2012: 72) adalah menggabungkan berbagai teknik pengumpulan data guna untuk mencari keabsahan atau kebenaran data.
Untuk mencari keabsahan data, peneliti akan menggabungkan semua data yang didapat di RSJIK maupun sumber lain yang terpercaya dan melakukan pengecekan satu-persatu.
9. Pedoman Penulisan Skripsi
Pedoman dalam penulisan skripsi mengacu kepada Keputusan Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Nomor 507 Tahun 2017 tentang pedoman penulisan karya ilmiah (skripsi, tesis, disertasi) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
24 H. Sistematika Penulisan
Dalam penulisan skripsi ini disajikan dalam bentuk enam bab. Yaitu:
BAB I PENDAHULUAN
Pada bab ini peneliti akan menjelaskan terkait latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan dan manfaat penelitian, kajian terdahulu, metodologi penelitian serta sistematika penulisan.
BAB II LANDASAN TEORI
Dalam bab ini berisi terkait teori yang digunakan dalam pembahasan peranan pekerja sosial medis dalam pelayanan sosial bagi pasien skizofrenia BAB III GAMBARAN UMUM LATAR PENELITIAN
Dalam bab ini berisi terkait profil lembaga yang menjadi tempat penelitian. Yaitu Rumah Sakit Jiwa Islam Klender Jakarta Timur.
BAB IV DATA DAN TEMUAN PENELITIAN
Dalam bab ini berisi uraian dari data yang didapatkan sesuai dengan judul penelitian ini yaitu Peranan Pekerja Sosial Medis Dalam Pelayanan Sosial Bagi Pasien Skizofrenia Di Rumah Sakit Jiwa Islam Klender.
BAB V PEMBAHASAN
Dalam bab ini berisi tentang analisa terkait Peranan Pekerja Sosial Medis Dalam Pelayanan Sosial Bagi Pasien Skizofrenia Di Rumah Sakit Jiwa Islam Klender.
25 BAB VI PENUTUP
Merupakan bab terakhir yang berisi kesimpulan, implikasi dan saran sebagai hasil penelitian dari Peranan Pekerja Sosial Medis Dalam Pelayanan Sosial Bagi Pasien Skizofrenia Di Rumah Sakit Jiwa Islam Klender.
26 BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A. Konsep Pekerja Sosial Medis 1. Pengertian Pekerja Sosial Medis
Pekerja sosial medis menurut Baker (1987) dikutip dari BBPPKS (Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial) Bandung (2004: 43) adalah sebagai berikut
“the social work practice that occurs in hospital and others healths helath care setting to facilitate good helath, prevent illness, and aid physically patient and their families to resolve the social and psychological problems related to the illness”
“Praktek pekerja sosial yang terjadi di rumah sakit dan tempat perawatan kesehatan lainnya untuk memfasilitasi kesehatan baik untuk mencegah penyakit, dan membantu pasien secara fisik dan keluarganya untuk menyelesaikan masalah sosial dan psikologis yang berkaitan dengan penyakit”
Uraian diatas menurut BBPPKS Bandung (2004: 43-44) menjelaskan bahwa pekerja sosial medis mengandung lima unsur utama yaitu sebagai berikut
a. Pekerja sosial medis adalah bagian dari praktik pekerjaan sosial karena dalam pelaksanaan tugasnya terdapat intervensi penyembuhan terhadap pasien yang mana sesuai dengan nilai dan norma pekerjaan sosial
27
b. Setting pekerjaan sosial medis berada di rumah sakit maupun di lembaga yang berkaitan dengan kesehatan.
Berarti pekerja sosial medis tidak hanya ditempatkan di rumah sakit saja namun juga berbagai tempat lain seperti panti sosial, rumah jompo, tempat rehabilitasi NAPZA, dan sebagainya.
c. Intervensi yang dilakukan oleh pekerja sosial medis adalah memberikan pelayanan sesuai dengan apa yang dibutuhkan oleh pasien
d. Sasaran dari pekerja sosial medis adalah klien, keluarga, masyarakat serta lingkungan sekitar
e. Tujuan utama dari pekerja sosial medis adalah meningkatkan kehidupan pasien agar lebih baik dan mencegah berbagai penyakit yang mengakibatkan adanya permasalahan sosial dan psikologis.
Berdasarkan penjelasan diatas pekerja sosial medis merupakan sebuah profesi dimana memberikan pelayanan sosial berbasis kesehatan kepada pasiennya. Latar dalam pekerja sosial medis tidak hanya di rumah sakit namun juga lembaga kesehatan lainnya yang mana profesi pekerja sosial medis harus bisa bekerja sama dengan profesi lain dengan harapan dapat membantu permasalahan kesehatan yang dialami oleh klien. Dan untuk kedepannya pekerja sosial medis berupaya mencegah penyakit serupa datang dengan memberikan penjelasan dan pemahaman kepada pasien tersebut.
28
Sedangkan menurut Skidmore (1991: 161) pengertian dari pekerja sosial medis adalah:
“Medical social work is social work responsible collaboration with medicine. It is practiced in hospitals and clinis and other setting thath commonly are identified with practice medice. The clientele of medical social work are those whose need are social and psicological and whose functioning has been or in danger of becoming impaired because of illness descase, or disability”
“Pekerjaan sosial medis adalah pekerja sosial yang bertanggung jawab bekerjasama dengan kedokteran.
Dipraktekkan di rumah sakit dan dan lingkungan lain yang biasanya diidentifikasikan dengan praktek pengobatan. Klien pekerjaan sosial medis adalah mereka yang kebutuhannya bersifat sosial dan psikologis yang fungsinya telah atau dalam bahaya dan menjadi terganggu karena penyakit, atau cacat.”
Pekerja sosial medis yang bertempat di rumah sakit yang dalam pekerjaannya memberikan pelayanan sosial maupun kejiwaan pasien. Tugas dari pekerja sosial medis adalah membantu agar klien mampu mengatasi masalah sosial yang diakibatkan oleh penyakit yang dideritanya sehingga dirinya mampu dalam mengatasi masalah dan kembalinya keberfungsian sosial diri klien. Awal mulanya pekerja sosial medis lahir karena perkembangan dari ilmu pengetahuan pekerja sosial dan dibutuhkannya profesi pekerja sosial di rumah sakit. (Zastrow, 1992:42)
Berdasarkan uraian diatas pekerja sosial medis merupakan pekerjaan yang bekerjasama dengan profesi dokter atau profesi di bidang kesehatan dan bertempat di
29
rumah sakit. Unit pelayanan yang diberikan oleh pekerja sosial medis adalah psikososial yang berfungsi mencegah dan memberikan perawatan dengan harapan dapat meningkatkan keberfungsian sosialnya.
2. Peran dan Fungsi Pekerja Sosial medis
Peran pekerja sosial medis menurut Johnston (1988:
46-47) terdapat 5 peran pekerja sosial medis diantaranya yaitu:
a. Pembimbing perseorang dan kelompok. Dalam bimbingan perseorang pekerja sosial medis membantu klien dalam mengatasi masalah yang disebabkan oleh penyakitnya tersebut. Hal yang dapat dilakukan dengan kunjungan pasien atau room visit untuk memberikan dukungan, semangat dan bimbingan kepada klien agar lebih memahami kondisi yang dialaminya. Dan dengan bimbingan perseorangan pekerja sosial medis juga dapat menggali informasi yang bergunan dalam menentukan treatment yang diterimanya. Dalam bimbingan kelompok, pekerja sosial medis bersama dengan keluarga membantu bagaimana klien dapat menerima dukungan dan support selalu dari keluarga.
Keluarga harus paham apa yang dilakukan agar proses penyembuhan klien tetap berjalan meskipun berada di rumah.
30
b. Pendorong. Dalam peran ini pekerja sosial medis harus mendorong kliennya agar menceritakan masalah yang dialaminya sehingga dapat merumuskan solusi dalam masalahnya tersebut.
Dalam merumuskan masalah pekerja sosial medis harus menemukan jalan alternatif untuk mengatasi masalah klien. Tidak hanya masalah yang diderita oleh klien namun keluarga juga mendapatkan masalah, diantaranya penerimaan keluarga atas anggota keluarganya yang mengidap skizofrenia dan masalah pembiayaan. Pekerja sosial medis setidaknya dapat sedikit meringankan masalah yang dialami oleh keluarga. Selain itu pekerja sosial medis juga memberikan dorongan semnagat kepada pasien dan keluarga pasien agar lebih kuat dalam mengatasi permasalahan yang dialami.
c. Penghubung. Dalam peran ini pekerja sosial medis harus mampu menghubungkan semua sumber daya dalam membantu mengatasi masalah pasien. Pekerja sosial medis harus memberikan pemahaman kepada profesi di rumah sakit tentang kapan dia harus membantu klien. Saat klien mengalami perasaan yang naik turun atau saat klien tidak pernah membeli obat, juga klien tidak pernah dikunjungi oleh keluarganya saat masa-masa pemulihan. Oleh karena itu semua
c. Penghubung. Dalam peran ini pekerja sosial medis harus mampu menghubungkan semua sumber daya dalam membantu mengatasi masalah pasien. Pekerja sosial medis harus memberikan pemahaman kepada profesi di rumah sakit tentang kapan dia harus membantu klien. Saat klien mengalami perasaan yang naik turun atau saat klien tidak pernah membeli obat, juga klien tidak pernah dikunjungi oleh keluarganya saat masa-masa pemulihan. Oleh karena itu semua