• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV DATA DAN HASIL TEMUAN

A. Pelayanan Sosial Pekerja Sosial Medis

7. Home Visit (Kunjungan Rumah)

7. Home Visit (Kunjungan Rumah)

Home visit atau kunjungan rumah merupakan salah satu pelayanan sosial yang dilakukan pekerja sosial medis kepada pasien skizofrenia di rehabilitasi psikososial. Home visit berarti mengunjungi rumah pasien dengan tujuan mengetahui kondisi keluarga pasien, aktivitas pasien di rumah dan cara keluarga menyikapi anggota keluarganya yang mengidap skizofrenia.

“Home visit wajib kita lakukan, home visit tujuannya rumah pasien buat mengetahui kondisi pasien dan keluarganya dirumah. Kan biasanya ada beberapa keluarga yang masih sulit menerima kalau keluarganya yang mengidap sakit jiwa. Nah tugas kita memberikan pemahaman kepada mereka agar lebih menerima keadaan yang yang, dan kita unit rehabilitasi psikososial juga akan berusaha membantu pasien agar bisa pulih. Selain itu saya selama home visit juga menanyai keabsahan data yang didapat selama assessment dengan pasien, mungkin keluarga juga lebih mengetahui bagaimana kebenaran yang terjadi pada diri pasien.” (Rinaldi, Pekerja Sosial Medis, 2021)

Pekerja sosial menilai apakah keluarga paham atau tidak dalam mengurus anggota keluarganya yang mengidap skizofrenia. Jika tidak maka pekerja sosial medis dapat memberikan konseling dan penyuluhan dengan harapan keluarga dapat lebih menerima keadaan pasien dan selalu mendukung pasien agar cepat pulih.

89

8. Perencanaan Aktivitas Daily Living (Kegiatan Sehari-hari)

Perencanaan aktivitas daily living dilakukan oleh pekerja sosial medis untuk membuat rancangan kegiatan sehari-hari kepada pasien skizofrenia sekaligus memantau apakah pasien melaksanakannya atau tidak. Perencanaan ini diberikan kepada pasien agar lebih aktif, sehingga menghindari pasien dari melamun atau bengong yang mengakibatkan halusinasinya muncul.

Perencanaan aktivitas daily living juga membantu pasien agar lebih teratur dalam melakukan aktivitasnya, seperti menentukan kapan waktunya makan, istirahat, beribadah kepada YME, bekerja, membantu orang tua atau keluarga, membersihkan diri dan lainnya. Jadi pasien bisa lebih mandiri dan hafal terhadap kegiatan beserta jam dalam melakukannya.

Untuk kegiatan harian di rehabilitasi psikososial RSJIK juga merupakan bagian dari perencaan aktivitas daily living. Dengan jadwal yang sudah ada tersebut pasien bisa lebih bertanggung jawab terhadap jadwal yang sudah tertera di rehabilitasi psikososial RSJIK.

9. Penyuluhan Terkait Kesehatan Jiwa

Penyuluhan merupakan salah bentuk pengabdian RSJIK kepada masyarakat dalam rangka menjaga kesehatan jiwa. Dalam penyuluhan pekerja sosial medis akan

90

menjelaskan bagaimana cara menjaga kesehatan jiwa.

Selain itu pekerja sosial medis memberikan penyuluhan terkait cara anggota keluarga menerima apabila salah satu anggota keluarga mengidap penyakit jiwa. Menurut pekerja sosial medis selama bekerja di RSJIK masih terdapat beberapa keluarga yang belum siap menerima kenyataan bahwa anggota keluarganya mengidap penyakit jiwa khusunya skizofrenia.

Saya juga melakukan sosialisasi kesehatan jiwa di luar, pernah di kelurahan, arisan ibu-ibu bahkan di sekeloah sebelah. Menurut saya sekarang orang-orang lebih mudah stress, dikit-dikit stress dikit-dikit sampai badan sama otak capek mikirin stress jadinya ya jiwanya terganggu. Disini saja banyak pasien dari mahasiswa karena stress akan kuliah atau masalah hubungan dengan pacarnya. Karena itu RSJIK sebagai rumah sakit yang bergerak pada kejiwaan harus selalu mengingatkan kepada masyraka akan pentingnya kesehatan jiwa. (Rinaldi, Pekerja Sosial Medis, 2021)

Penyuluhan biasanya dilakukan di lembaga atau instansi pemerintah, sekolah maupun perkumpulan masyarakat. Beberapa tim dari rumah sakit termasuk pak Renaldi selaku pekerja sosial medis juga diturunkan dalam mengalakkan penyuluhan kesehatan jiwa. Menurut penuturan Pak Renaldi orang yang pada umumnya mengikuti kegiatan penyuluhan ini hanya ibu-ibu saja.

Anak-anak, remaja, atau bapak-bapak sedikit yang ikut, padahal semua orang beresiko mengalami permasalahan dalam kesehatan jiwanya. Penyuluhan rutinan dari rumah sakit hanya 8x dalam setahun dan waktunya menyesuaikan.

91

Namun bagi pihak luar yang ingin menggunakan jasa RSJIK dalam menyuarakan penyuluhan kesehatan jiwa tetap bisa namun harus bikin janji dan atur jadwal terlebih dahulu.

B. Jenis dan Fungsi Pelayanan Sosial Pekerja Sosial Medis bagi Pasien Skizofrenia

Dalam melakukan pelayanan sosial, berdasarkan pengamatan peneliti terdapat jenis dan fungsi tertentu yang dilakukan oleh pekerja sosial medis RSJIK terhadap pasien skizofrenia. Jenis dan fungsi yang dilakukan oleh pekerja sosial medis harus sesuai dan bermanfaat bagi pasien sehingga dapat mempercepat penyembuhan diri pasien.

Dalam memberikan pelayanan sosial, pekerja sosial medis RSJIK lebih berfokus kepada pelayanan sosial berbasis konsultasi dan kesehatan. Untuk pelayanan sosial berbasis konsultasi, peneliti sering melihat pekerja sosial medis memberikan konsultasi kepada pasien dan dilakukan setiap hari senin sampai kamis pada saat kelas rehabilitasi psikososial. selain itu memberikan keterampilan dan membantu dalam berkomunikasi juga merupakan bagian dari pelayanan sosial konsultasi. Hal itu sesuai dengan apa yang disampaikan oleh pekerja sosial medis RSJIK sebagai berikut:

“ya disini pelayanan yang diberikan pasti dan harus sesuai sama pasien, pasien mau ini kita ngasih yang beda maka bisa salah dan malah memperlambat penyembuhan pasien. Jadi ya dibutuhkan konsultasi, konsultasi bukan hanya mendengarkan masalah pasien

92

saja namun juga memberikan solusi. Dia konsul karena ngak ada pekerjaan, ya kiita beri bekal keterampilan, dia konsul karena masalah keluarga atau temen ya kita sebagai peksos yang berusaha membantunya” (Rinaldi, Pekerja Sosial Medis, 2021)

Selanjutnya pekerja sosial medis juga memfokuskan diri pada pelayanan sosial berbasis kesehatan karena pekerja sosial medis akan berupaya mengembalikan keberfungsian sosialnya akibat penyakit yang diderita oleh pasien skizofrenia. Pekerja sosial medis RSJIK bersama dengan rekan profesi yang ada di rehabilitasi psikososial akan berusaha untuk membantu dalam menangani pasien. Karena dalam pelayanan berbasis kesehatan tidak bisa dilakukan sendiri oleh pekerja sosial medis namun harus bekerja sama dengan profesi lainnya.

Dalam penyembuhan pasien skizofrenia tidak hanya tekad dari pasien saja yang dibutukan namun keluarga dan tenaga ahli diperlukan agar pasien skizofrenia benar-benar bisa pulih. Maka daripada itu salah satu yang dapat dilkakukan oleh pekerja sosial medis adalah memberikan pelyanan sosial berbasis konsultasi dan kesehatan.

Untuk fungsi, berdasarkan pengamatan peneliti terhadap pekerja sosial medis RSJIK bahwa semua pelayanan sosial yang diberikan berfungsi sebagai penyembuh dan rehabilitasi bagi pasien skizofrenia. Pasien skizofrenia pasti mengalami kesulitan karena penyakit yang dideritanya, mulai masalah sosial, ekonomi dan keluarga. Oleh pekerja sosial medis akan berusaha memberikan pelayanan sosial rehabilitasi dan

93

penyembuhan kepada pasien agar penyakit yang dideritanya bisa sembuh dan keberfungsian sosialnya kembali.

Sebagai pekerja sosial medis khususnya di RSJIK, pak Dedi dalam observasi peneliti selalu berusaha memberikan pelayanan sosial yang terbaik bagi pasien skizofrenia.

Pelayanan yang diberikan harus disesuaikan dengan apa yang dibutuhkan oleh pasien dan juga keluarga. Selain itu pelayanan sosial yang diberikan juga harus sesuai dengan standard dan ketentuan dari rumah sakit agar tetap menjaga nama baik rumah sakit khususnya di bidang pelayanan sosial.

C. Peran Pekerja Sosial Medis dalam Pelayanan Sosial

Peran yang terdapat pada bab ini merupakan hasil data yang peneliti dapatkan selama melakukan wawancara kepada pekerja sosial medis RSJIK terkait peran yang ia lakukan di unit rehabilitasi psikososial.

1. Peran Penghubung

Peran penghubung merupakan salah satu dari peran pekerja sosial medis di RSJIK. Salah satu bentuk pelayanan yang berkaitan dengan peran penghubung adalah menguhubungkan pasien dengan sumber daya yang dibutuhkannya. Dalam hal ini pekerja sosial membantu pasien agar bisa terhubung dengan lembaga yang dibutuhkannya, seperti BPJS Kesehatan dan LAZISMU.

Berdasarkan hasil wawancara peneliti dengan pekerja sosial medis RSJIK, bahwa peran penghubung menjadi salah satu peran yang sangat penting dalam memberikan

94

pelayanan sosial kepada pasien skizofrenia. Karena ada beberapa persyaratan yang sulit bagi keluarga pasien dalam mengurus administrasi di lembaga yang dituju. Jadi karena hal tersebut banyak pasien yang telat dalam menerima pelayanan. Dari permasalahan tersebut pekerja sosial medis harus begerak dan memanfaat semua koneksi yang ada agar kendala yang dialami oleh pasien maupun keluarganya dapat diselesaikan.

“Saya sudah beberapakali menemui pasien yang kesulitan dalam membayar biaya pengobatan, yang pertama saya lakukan adalah menghubungi lembaga yang sudah bekerjasama dengan dengan RSJIK.

Apabila persyaratan pasien lengkap dan memenehui ketentuan dari lembaga tersebut ya langsung saya urus sama keluarga pasien karena biasanya cukup memakan waktu hingga bantuan tersebut bisa cair.

Kalau misalkan lembaga tersebut tidak bisa memprosesnya maka saya akan menyuruh pihak keluarga untuk meminta bantuan pada sanak saudara, dan saya sendiri juga berusaha mencari lembaga lain yang mungkin bisa membantu pasien tersebut”

(Rinaldi, Pekerja Sosial Medis, 2021)

Dalam peran ini berdasarkan pengamatan dari peneliti, pekerja sosial medis benar-benar membantu pasiennya agar bisa berobat ataupun yang membutuhkan bantuan. Apabila lembaga seperti BPJS Kesehatan dan LAZISMU tidak bisa membantu maka pekerja sosial medis akan menyarankan pasien dan keluarganya meminta bantuan ke lembaga lain yang memungkinkan dapat memberikan bantuan.

95 2. Peran Pendidik

Selama peneliti melakukan penelitian di RSJIK, peneliti melihat bahwa banyak ilmu yang sudah diberikan pekerja sosial medis kepada pasien skizofrenia.

Memberikan pengetahuan kepada pasien merupakan tugas paling utama pekerja sosial medis di RSJIK, karena selama penglihatan peneliti di RSJIK hampir semua pelayanan sosial yang diberikan oleh pekerja sosial medis adalah transfer ilmu yang bermanfaat bagi pasien skizofrenia.

Bentuk pekerja sosial medis RSJIK sebagai pendidik dapat dilihat dalam beberapa pelayanan sosialnya, seperti mengajarkan cara bersosialisasi dengan lingkungan sekitar pasien skizofreni dengan menggunakan terapi sosial.

Pelatihan kemampuan yang didapatkan dari terapi vokasi seperti menjahit, tata rias, anyaman, cleaning services, tata boga, telur asin dan perkantoran untuk bekal bagi pasien skizofrenia selepas dari RSJIK.

“Gini ya Yoga, pekerja sosial tugasnya bukan sekedar menyelesaikan masalah pasien, tapi juga membuat diri pasien bisa menyelesaikan masalah dia sendiri. Jadi kita mengajarkan bagaimana dia kedepannya bisa survive. Disini dia sulit berkomunikasi kita bantu, dia tidak mempunyai skill untuk kerja kita bantu juga. Jadi pekerja sosial medis sebenarnya memiliki andil yang besar juga dalam membantu pasien.” (Rinaldi, Pekerja Sosial Medis, 2021)

96

Selain itu pekerja sosial medis juga memberikan menjelaskan kepada masyarakat sekitar RSJIK terkait pentingnya kesehatan jiwa dan bagaimana cara dalam menjaga kesehatan jiwa. Dan pelayanan ini juga sudah masuk kedalam peran pekerja sosial medis sebagai pendidik karena memberikan ilmu atau pengetahuan kepada orang dan juga bermanfaat untuk kedepannya.

Harapan dari pekerja sosial medis RSJIK sebagai pendidik kepada pasien skizofrenia adalah mereka dapat kembali dalam kehidupan sosialnya dan sudah mampu mengatasi masalah yang datang pada dirinya dengan berbekal keterampilan dan pengetahuan yang telah mereka peroleh selama rehabilitasi psikososial di RSJIK.

3. Peran Pendorong

Pekerja sosial medis RSJIK selagi memberikan pelayanan sosial kepada pasien skizofrenia, selalu menyelipkan kata-kata pujian dan penyemangat agar mereka lebih bersemangat dalam melakukan kegiatan mereka sendiri. Pasien skizofrenia di RSJIK dalam penglihatan peneliti sangat menyukai kata-kata pujian.

Mereka akan berusaha melakukan yang terbaik agar dipuji dan disukai oleh teman dan tenaga kerja yang ada di rehabilitasi sosial, sekecil apa pun itu pujiannya mereka tetap senang menerimanya.

“pasien disini sangat menyukai pujian, sekecil apapun itu pujian mereka senangnya kayak nerima

97

duit Cuma-Cuma dari orang, semoga saja pujian yang saya atau teman-teman berikan disini dapat memberikan semangat kepada pasien yang ada disini” (Rinaldi, Pekerja Sosial Medis, 2021)

Selain sebagai penyemangat, pekerja sosial medis juga memberikan dorongan kepada pasien agar dirinya terbuka dan mau menceritakan masalah yang dialaminya.

Karena kebanyakan pasien yang datang ke RSJIK pertama kali sering menyembunyikan masalah yang dialaminya, dengan dorongan agar lebih percaya terhadapa pekerja sosial medis maka dengan sendirinya pasien tersebut akan menceritakan masalahnya.

Berdasarkan pengamatan peneliti, semua pelayanan sosial yang diberikan oleh pekerja sosial medis akan dikerjakan dan diterapkan oleh pasien skizofrenia karena ada dorongan yang membuat dirinya lebih bersemangat dan terbuka.

4. Peran Pembimbing

Dalam hal pelayanan sosial, pekerja sosial medis RSJIK sering mengatakan kepada peneliti bahwa pasien disini sebenarnya adalah orang yang sama seperti kita, tidak ada perbedaan, sama-sama manusia, namun karena semasa hidupnya tidak dibimbing baik dikala susah maupun senang akhirnya mereka berakhir disini.

Selama di rehabilitasi psikososial, pasien skizofrenia mendapat perhatian khusus karena mood mereka sangat

98

labil atau mudah terguncang. Karena hal tersebut pasien skizofrenia selalu didampingi oleh tenaga kerja yang ada di rehabilitasi psikososial. Kegiatan yang dilakukan oleh pasien skizofrenia di RSJIK selalu dipantau tanpa terkecuali.

Pekerja sosial medis RSJIK selalu berupaya membimbing pasien agar kembali sembuh. Dimulai dari cara berkomunikasi, bertata krama yang baik, pendampingan dalam melatih skill untuk bekerja, mendengarkan curhatan pasien sekaligus mencarikan solusi semua itu dilakukan melalui bimbingan pekerja sosial medis.

5. Peran Konsultan

Saat bekerja dalam satu tim, pekerja sosial medis memberikan masukan dan saran kepada psikolog dan perawat terkait pelayanan yang harus dilakukan demi mempercepat kesembuhan diri pasien. Begitu sebaliknya psikolog maupun perawat juga memberikan saran dan masukan kepada pekerja sosial medis.

Di rehabilitasi psikososial, peneliti melihat bahwa semua profesi saling memberikan informasi terkait pelayanan masing-masing sesuai dengan profesinya.

Biasanya masukan dan saran diberikan saat rapat evaluasi mingguan yang dilaksanakan setiap hari senin setelah semua pasien balik ke rumah. Dalam rapat tersebut masing-masing dari pekerja sosial medis, tenaga kerja sosial,

99

perawat dan dokter saling berbagi argumen dan masukan terkait progress pasien selama di rehabilitasi psikososial.

Semua masukan tersebut diterima dan dicari titik penyelesaian yang terbaik demi kesembuhan pasien.

100 BAB V PEMBAHASAN

Pada bab V, peneliti akan memaparkan analisis dari hasil penelitian yang telah didapatkan yaitu menentukan peran-peran pekerja sosial medis dalam pelayanan sosial dan bentuk pelayanan sosial yang dilakukan pekerja sosial medis bagi pasien skizofrenia. Hasil analisis ini merupakan kajian peneliti terhadap data-data yang didapat melalui wawancara, obseravsi dan dokumentasi dengan teori-teori yang terdapat pada bab II.

Dalam penelitian yang peneliti lakukan di RSJIK selama 1 bulan lebih, peneliti menemukan beberapa bentuk pelayanan sosial yang dilakukan pekerja sosial medis kepada pasien skizofrenia di rehabilitasi psikososial RSJIK. Diantaranya pelayanan sosial yang dilakukan oleh pekerja sosial medis RSJIK untuk pasien skizofrenia adalah penerimaan dan penghubung pasien dengan sumber daya, terapi sosial, terapi okupasi, terapi okupasi, konseling tim profesi, home visit, perencanaan daily living dan penyuluhan kesehatan jiwa. Pelayanan sosial tersebut peneliti analisis untuk mengetahui peran pekerja sosial medis di RSJIK.

Pelayanan sosial bagi pasien skizofrenia tersebut peneliti analisis untuk mengetahui apa saja bentuk peran pekerja sosial medis dalam pelayanan tersebut. Berdasarkan data awal yang peneliti dapatkan terdapat 5 (lima) peran yaitu penghubung, pendidik, pendorong, pembimbing dan konsultan. Peran tersebut akan peneliti analisis lebih dalam lagi pada bab ini.

101

Selain membahas peran dan bentuk pelayanan sosial pekerja sosial medis namun juga membahas tujuan dari pelaksanaan pelayanan sosial tersebut. Dalam hal ini terdapat tiga tujuan yaitu dapat kembali ke masyarakat, job club dan aktivitas daily living.

A. Pelayanan Sosial Pekerja Sosial Medis bagi Pasien Skizofrenia

Sebelumnya di Bab II pelayanan sosial menurut Edi Suharto adalah pelayanan yang bertujuan untuk menggembalikan apa yang jadi milik manusia, mempertahakankan dan meningkatkan kesejateraan manusia dalam aspek-aspek sosial.

Sedangkan pekerja sosial medis menurut BBPPKS Bandung pada Bab II merupakan pekerjaan yang bersetting di rumah sakit atau lembaga kesehatan lainnya yang bertujuan untuk membantu meningkatkan kualitas hidup pasien yang diakibatkan oleh penyakit yang dideritanya sehingga timbulnya masalah baik itu sosial maupun psikologis. Dari hal tersebut sesuai dengan pelayanan yang diberikan oleh pekerja sosial medis di rehabilitasi psikososial RSJIK.

Pelayanan sosial yang dilakukan oleh pekerja sosial medis di rehabilitasi psikososial RSJIK sesuai dengan fungsi dari pelayanan sosial yang diutarakan oleh Muhidin (bab II) yaitu pelayanan sosial yang membantu pasien dalam penyembuhan, rehabilitasi dan perlindungan. Pelayanan sosial tersebut dilakukan oleh pekerja sosial medis dengan harapan

102

dapat membantu pasien dalam mengatasi masalahnya sekaligus membuat diri pasien menjadi kuat dalam menghadapi sesuatu yang menimpanya.

1. Penerimaan Pasien

Pekerja sosial medis RSJIK akan memberikan pelayanan kepada pasien yang mendaftar di rehabilitasi psikososial RSJIK. Dalam proses penerimaan, pekerja sosial medis melakukan assessment untuk mengetahui permasalahan yang dialami oleh pasien sehingga dapat memberikan gambaran terkait pelayanan yang diberikan kepada pasien. Pada saat melakukan assessment, pekerja sosial medis tidak hanya mencari tahu riwayat masalah sosial dan medis dari pasien namun juga dari segi keagamaan karena di RSJIK sendiri pelayanannya berbasis keagamaan.

Untuk pasien skizofrenia, pekerja sosial medis akan melakukan assessment terkait awal mula munculnya tanda-tanda penyakit yang dialami oleh pasien, hubungan dengan keluarga dan lingkungan sosial, penyakit yang pernah dialami, dan berbagai pertanyaan yang nanti dibutuhkan untuk mengetahui penyebab sekaligus cara perawatan yang harus diterima oleh pasien.

Menurut analisa peneliti, layanan sosial yang dilakukan oleh pekerja sosial medis RSJIK sudah sesuai dengan apa yang disampaikan BBPPKS Bandung yang merujuk pada bab II (hal 36) dimana pekerja sosial medis

103

membantu pasien skizofrenia dan keluarga dalam menggali dan memahami penyakit yang diderita melalui assessment.

Disamping itu pekerja sosial medis juga mengamati pasien skizofrenia untuk menentukan pelayanan yang cocok demi mempercepat kesembuhan diri pasien. Berdasarkan observasi peneliti, pekerja sosial medis melakukannya dengan sangat baik dan menjelaskan semua bentuk pelayan dengan jelas kepada pasien dan keluarganya.

2. Penghubung Pasien dengan Sumber Daya

Bagi pasien yang mengalami kesulitan dalam pembayaran biaya pengobatan maka pekerja sosial medis bisa memberikan surat rekomendasi kepada BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) Kesehatan ataupun lembaga zakat untuk membantu pasien dalam masalah tersebut.

Semua jenis penyakit jiwa di kelas rehabilitasi sosial bisa membayar tagihan rumah sakit dengan menggunakan BPJS Kesehatan.

Tidak hanya soal biaya saja namun untuk pasien yang membutuhkan bantuan sosial, beasiswa maupun santunan kematian dapat juga dibantu oleh pekerja sosial medis sebagai perantara ke lambaga sosial maupun zakat.

Pekerja sosial medis dalam pengamatan peneliti sudah sesuai dengan peran serta tugas pekerja sosial medis di rumah sakit yang terdapat dalam Pedoman Pelayanan Rehabilitasi Medik di Rumah Sakit Kelas A, B, C oleh Departemen Kesehatan. Dalam pedoman tersebut

104

dijelaskan bahwa pekerja sosial medis harus mampu menjalin hubungan dengan badan atau lembaga luar demi membantu pasien dalam mengatasi masalah yang dialaminya.

Tidak hanya soal biaya perawatan rumah sakit namun beberapa pasien baik dari rehabilitasi psikososial ataupun tidak bisa meminta bantuan pekerja sosial medis untuk merekomendasikan mereka ke lembaga amil zakat Muhammadiyah yang ada di RSJIK. Bantuan yang biasa diminta berupa beasiswa maupun santunan sosial dan kematian. Dengan menjadi penghubung antara pasien dengan lembaga amal, pekerja sosial medis sudah membantu meringankan beban yang dialami oleh pasien.

3. Terapi Sosial

Terapi sosial yang dilakukan pekerja sosial medis kepada pasien skizofrenia yang bertujuan untuk mengembalikan kemampuan adaptasi diri terhadap lingkungan sosialnya. Terapi sosial menjadi salah satu layanan andalan pekerja sosial medis di rehabilitasi psikososial.

Untuk pasien skizofrenia, bentuk terapi sosial yang diberikan berupa group therapy, personality dan komunikasi interpersonal. Berdasarkan pengamatan peneliti, terapi sosial yang digunakan tersebut bisa memberikan perubahan yang signifikan bagi pasien skizofrenia. pasien menjadi lebih aktif dan percaya diri

105

dalam bersosialisasi dengan sesama pasien yang ada rehabilitasi psikososial.

Terapi sosial yang dilakukan oleh pekerja sosial medis RSJIK berdasarkan analisa peneliti sudah sesuai dengan fungsi pekerja sosial medis menurut Jonhston pada bab II hal 34 dimana pekerja sosial medis harus bisa dan mampu mengatasi masalah emosional dan sosial dari pasien skizofrenia. Bukan hanya mampu mengatasi namun juga bisa menemukan akar masalah penyakit pasien yang disebabkan oleh lingkungan sosialnya.

Namun karena pekerja sosial medis di rehabilitasi psikososial RSJIK hanya ada satu orang sedangkan pasien berkisar 30-40 dalam sehari, berdasarkan pengamatan peneliti, terapi sosial yang diberikan tidak terlalu maksimal.

karena pasien yang ada rehabilitasi psikososial tidak hanya pasien skizofrenia namun juga pasien penyakit jiwa yang lain sehingga terdapat beberapa pasien tidak terperhatikan.

Dalam mengatasi hal tersebut pekerja sosial medis RSJIK memanfaatkan mahasiswa magang untuk membantu beliau dalam pelaksanaan terapi sosial. Sehingga semua pasien bisa melakukan terapi sosial dengan baik.

Dalam mengatasi hal tersebut pekerja sosial medis RSJIK memanfaatkan mahasiswa magang untuk membantu beliau dalam pelaksanaan terapi sosial. Sehingga semua pasien bisa melakukan terapi sosial dengan baik.