TUGAS DAN WEWENANG DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSI
8. IDR650,000,000,00 0 Term Loan Facility
Fasilitas pinjaman bergulir Rp350 Miliar dan Fasilitas Treasury USD10 Juta.
Ketentuan Lain Terkait Dengan Rencana Penawaran Umum Obligasi Baik Berupa Persetujuan/Pemberitahuan:
8. IDR650,000,000,00 0 Term Loan Facility Agreement JAK/190635/C/190 916, tanggal 29 November 2019 (“Perjanjian Kredit”).
- Perseroan (“Debitur”);
dan
- PT Bank HSBC Indonesia
Fasilitas pinjaman berjangka sebesar Rp650 Miliar .
Kewajiban Debitur
- Debitur wajib menjaga ketentuan Financial Covenant (“Financial Covenant”):
♦ Debt Service Coverage Ratio berdasarkan consolidated basis harus lebih besar dari 1,30 setiap saat; dan
♦ Net Debt untuk EBITDA berjalan selama setiap 12 bulan berakhir pada hari akhir dari periode kuartal keuangan, harus tidak melebihi 5,00 banding 1,00.
- Debitur wajib memberitahukan secara tertulis kepada Kreditur segera setelah Utang Keuangan Yang Diperbolehkan timbul dan setelah itu, Kreditur harus segera memberikan suatu salinan dari pemberitahuan tersebut kepada Kreditur. Adapun salah satu Definisi Utang Keuangan Yang Diperbolehkan sebagaimana diatur dalam Perjanjian Kredit adalah, antara lain, setiap Utang Keuangan yang diadakan oleh Debitur yang tidak mengakibatkan pelanggaran Financial Covenant.
Catatan:
Berdasarkan Surat Pernyataan Perseroan tertanggal 28 Mei 2020, Rencana Penawaran Umum Obligasi Berkelanjutan II Perseroan Tahap I tidak melanggar Financial Covenant sebagaimana diatur dalam Perjanjian Kredit.
Berlaku sampai tanggal 29 November 2022.
9. Perjanjian Kredit Modal Kerja No.
CRO.KP/0112/KMK/
2019 No. 05, tanggal 22 April 2019 sebagaimana
- Perseroan (“Debitur”);
Keperluan modal kerja atau kebutuhan umum Debitur.
Nilai Fasilitas
Fasilitas pinjaman berjangka sebesar Rp500
Berlaku sampai tanggal 5 Desember 2020.
102
No. Nama Perjanjian Para Pihak Ketentuan Jangka Waktu
diubah terakhir kali dengan Addendum
I No.
TIO.CRO/CCL.725/A DD/2019, tanggal 4 Desember 2019 (“Perjanjian Kredit”).
(“Kreditur”). Miliar.
Jaminan
Jaminan perusahaan dari Iforte.
Kewajiban Debitur
- Debitur wajib menjaga ketentuan Financial Covenant (“Financial Covenant”):
♦ Debt Service Coverage Ratio berdasarkan consolidated basis harus lebih besar dari 1,30 setiap saat; dan
♦ Net Debt untuk EBITDA berjalan selama setiap 12 bulan berakhir pada hari akhir dari periode kuartal keuangan, harus tidak melebihi 5,00 banding 1,00.
- Debitur wajib memberitahukan secara tertulis kepada Kreditur segera setelah Utang Keuangan Yang Diperbolehkan timbul dan setelah itu, Kreditur harus segera memberikan suatu salinan dari pemberitahuan tersebut kepada Kreditur. Adapun salah satu Definisi Utang Keuangan Yang Diperbolehkan sebagaimana diatur dalam Perjanjian Kredit adalah, antara lain, setiap Utang Keuangan yang diadakan oleh Debitur yang tidak mengakibatkan pelanggaran Financial Covenant.
Catatan:
Berdasarkan Surat Pernyataan Perseroan tertanggal 28 Mei 2020, Rencana Penawaran Umum Obligasi Berkelanjutan II Perseroan Tahap I tidak melanggar Financial Covenant sebagaimana diatur dalam Perjanjian Kredit.
10. Akta Perjanjian
Fasilitas Pinjaman Transaksi Khusus No.
CRO.KP/146/PTK/2 018 No. 15, tanggal 30 Mei 2018, dibuat oleh dan antara KIN dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. serta dinovasikan kepada Perseroan
berdasarkan Akta Perjanjian Novasi No. 09, tanggal 18
Juli 2019
(“Perjanjian Novasi”), hal mana,
- Perseroan (“Debitur”);
Tranche A: novasi fasilitas kredit Tranche A KIN dan Tranche B: novasi fasilitas kredit Tranche B KIN..
Nilai Fasilitas
Fasilitas pinjaman transaksi khusus A:
Rp782.852.545.592,20 dan Fasilitas pinjaman
- Debitur wajib menjaga ketentuan Financial Covenant (“Financial Covenant”):
♦ Debt Service Coverage Ratio berdasarkan consolidated basis
Berlaku sampai tanggal 30 Mei 2023.
103
No. Nama Perjanjian Para Pihak Ketentuan Jangka Waktu
berdasarkan Perjanjian Novasi, telah
ditandatangani Akta Perjanjian Fasilitas Term Loan No.
CRO.KP/0261/TLN/
2019 No. 10, tanggal 18 Juli 2019 antara Perseroan dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (“Perjanjian Kredit”).
harus lebih besar dari 1,30 setiap saat; dan
♦ Net Debt untuk EBITDA berjalan selama setiap 12 bulan berakhir pada hari akhir dari periode kuartal keuangan, harus tidak melebihi 5,00 banding 1,00.
- Debitur wajib memberitahukan secara tertulis kepada Kreditur segera setelah Utang Keuangan Yang Diperbolehkan timbul dan setelah itu, Kreditur harus segera memberikan suatu salinan dari pemberitahuan tersebut kepada Kreditur. Adapun salah satu Definisi Utang Keuangan Yang Diperbolehkan sebagaimana diatur dalam Perjanjian Kredit adalah, antara lain, setiap Utang Keuangan yang diadakan oleh Debitur yang tidak mengakibatkan pelanggaran Financial Covenant.
Catatan:
Berdasarkan Surat Pernyataan Perseroan tertanggal 28 Mei 2020, Rencana Penawaran Umum Obligasi Berkelanjutan II Perseroan Tahap I tidak melanggar Financial Covenant sebagaimana diatur dalam Perjanjian Kredit.
11. Akta Perjanjian
Kredit No.
CRO.KP/0385/TLN/
2019 No. 12,
tanggal 30
September 2019 (“Perjanjian Kredit”).
- Perseroan dan Iforte (“Debitur”);
- Fasilitas A: term loan facility sebesar Rp 3 triliun terdiri dari (i) Tranche 1: Rp2 Triliun dengan limit secara khusus untuk Iforte dengan tidak lebih dari Rp1 Triliun berdasarkan Tranche 1; dan (ii) Tranche 2: Rp3 Triliun hanya kepada Perseroan; dan
- Fasilitas B: uncommitted loan sebesar Rp500 Miliar.
Kewajiban Debitur
- Debitur wajib menjaga ketentuan Financial Covenant (“Financial Covenant”):
♦ Debt Service Coverage Ratio berdasarkan consolidated basis harus lebih besar dari 1,30 setiap saat; dan
♦ Net Debt untuk EBITDA berjalan selama setiap 12 bulan berakhir pada hari akhir dari periode kuartal keuangan, harus tidak melebihi 5,00 banding 1,00.
- Debitur wajib memberitahukan secara tertulis kepada Kreditur segera setelah
- Fasilitas A (Term Loan Facility): jatuh
tempo 30
September 2024
- Fasilitas B:
Revolving Loan:
jatuh tempo 5 Desember 2020
104
No. Nama Perjanjian Para Pihak Ketentuan Jangka Waktu
Utang Keuangan Yang Diperbolehkan timbul dan setelah itu, Kreditur harus segera memberikan suatu salinan dari pemberitahuan tersebut kepada Kreditur. Adapun salah satu Definisi Utang Keuangan Yang Diperbolehkan sebagaimana diatur dalam Perjanjian Kredit adalah, antara lain, setiap Utang Keuangan yang diadakan oleh Debitur yang tidak mengakibatkan pelanggaran Financial Covenant.
Catatan:
Berdasarkan Surat Pernyataan Perseroan tertanggal 28 Mei 2020, Rencana Penawaran Umum Obligasi Berkelanjutan II Perseroan Tahap I tidak melanggar Financial Covenant sebagaimana diatur dalam Perjanjian Kredit.
12. Perjanjian Kredit
Pinjaman Transaksi
Khusus No.
CRO.KP/095/PTK/2 017, tanggal 20 Juni 2017 sebagaimana telah diubah dan dinyatakan kembali dengan Perubahan dan Pernyataan Kembali atas Perjanjian Kredit tertanggal 10 September 2018 dan diubah dengan Surat Persetujuan Penurunan Marjin No.
CBG.CB5/053/2020, tanggal 20 Januari 2020 (“Perjanjian Kredit”).
- Perseroan (“Debitur”);
Pembayaran terhadap kewajiban yang terhutang berdasarkan satu atau lebih perjanjian fasilitas-fasilitas bank atau perjanjian fasilitas bank lainnya (apabila ada) melalui skema pembiayaan kembali (refinancing) dan/atau pembambilalihan (take over); dan (ii) membiayai belanja modal
- Debitur wajib menjaga ketentuan Financial Covenant (“Financial Covenant”):
♦ Debt Service Coverage Ratio berdasarkan consolidated basis harus lebih besar dari 1,30 setiap saat; dan
♦ Net Debt untuk EBITDA berjalan selama setiap 12 bulan berakhir pada hari akhir dari periode kuartal keuangan, harus tidak melebihi 5,00 banding 1,00.
- Debitur wajib memberitahukan secara tertulis kepada Kreditur segera setelah Utang Keuangan Yang Diperbolehkan timbul dan setelah itu, Kreditur harus segera memberikan suatu salinan dari pemberitahuan tersebut kepada Kreditur. Adapun salah satu Definisi Utang Keuangan Yang Diperbolehkan sebagaimana diatur dalam Perjanjian Kredit adalah, antara lain, setiap Utang
Berlaku sampai tanggal 19 Juni 2022.
105
No. Nama Perjanjian Para Pihak Ketentuan Jangka Waktu
Keuangan yang diadakan oleh Debitur yang tidak mengakibatkan pelanggaran Financial Covenant.
Catatan:
Berdasarkan Surat Pernyataan Perseroan tertanggal 28 Mei 2020, Rencana Penawaran Umum Obligasi Berkelanjutan II Perseroan Tahap I tidak melanggar Financial Covenant sebagaimana diatur dalam Perjanjian Kredit.
13. Perjanjian Treasury
Line No.
WCO.KP/050/TL/20 20, tanggal 11
Maret 2020
(“Perjanjian Kredit”).
- Perseroan (“Debitur”); lindung nilai risiko kerugian akibat fluktuasi valuta asing.
Nilai Fasilitas
Treasury Line – Global Line sebesar USD100 Juta yang dapat digunakan oleh beberapa entitas anak Perseroan.
Ketentuan Lain Terkait Dengan Rencana Penawaran Umum Obligasi Baik Berupa Persetujuan/Pemberitahuan:
N/A
Berlaku sampai tanggal 27 November 2024
14. Perjanjian Treasury
Line No.
CRO.KP/022/TL/202 0, tanggal 18 Februari 2020 (“Perjanjian Kredit”).
- Perseroan (“Debitur”); lindung nilai risiko kerugian akibat fluktuasi valuta asing.
Nilai Fasilitas
Treasury Line – Global Line sebesar USD67.500.000 yang dapat digunakan oleh beberapa entitas anak Perseroan.
Ketentuan Lain Terkait Dengan Rencana Penawaran Umum Obligasi Baik Berupa Persetujuan/Pemberitahuan:
N/A
Berlaku sampai tanggal 31 Agustus 2024
15. Perjanjian
Pemberian Fasilitas Bank Garansi No.
CR.KP/225/NCL/20 17, tanggal 6 Desember 2017 sebagaimana diubah terakhir dengan Addendum
II No.
TIO.CRO/CCL.724/A DD/2019, tanggal 4 Desember 2019 (“Perjanjian Kredit”).
- Perseroan (“Debitur”);
Keperluan jaminan pembayaran, jaminan penawaran atau jaminan pelaksanaan atas kegiatan usaha Debitur dan/atau anak perusahaan Debitur.
Wajib menjaga financial covenant (a) rasio penutupan pembayaran utang dari Perusahaan, secara konsolidasi, harus selalu lebih besar dari 1,30; dan (b) rasio utang bersih terhadap EBITDA berjalan dari Debitur, secara konsolidasi, tidak boleh melampaui 5,00.
Berlaku sampai tanggal 5 Desember 2020
106
No. Nama Perjanjian Para Pihak Ketentuan Jangka Waktu
16. Perjanjian Fasilitas tanggal 19 Juli 2018 (“Perjanjian Kredit”).
- Perseroan (“Debitur”);
Fasilitas pinjaman bergulir sebesar Rp750 Miliar.
- Debitur wajib menjaga ketentuan Financial Covenant (“Financial Covenant”):
♦ Debt Service Coverage Ratio berdasarkan consolidated basis harus lebih besar dari 1,30 setiap saat; dan
♦ Net Debt untuk EBITDA berjalan selama setiap 12 bulan berakhir pada hari akhir dari periode kuartal keuangan, harus tidak melebihi 5,00 banding 1,00.
- Debitur wajib memberitahukan secara tertulis kepada Kreditur segera setelah Utang Keuangan Yang Diperbolehkan timbul dan setelah itu, Kreditur harus segera memberikan suatu salinan dari pemberitahuan tersebut kepada Kreditur. Adapun salah satu Definisi Utang Keuangan Yang Diperbolehkan sebagaimana diatur dalam Perjanjian Kredit adalah, antara lain, setiap Utang Keuangan yang diadakan oleh Debitur yang tidak mengakibatkan pelanggaran Financial Covenant.
Catatan:
Berdasarkan Surat Pernyataan Perseroan tertanggal 28 Mei 2020, Rencana Penawaran Umum Obligasi Berkelanjutan II Perseroan Tahap I tidak melanggar Financial Covenant sebagaimana diatur dalam Perjanjian Kredit.
Berlaku sampai tanggal 19 Juli 2023
17. IDR750,000,000,00