HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Penelitian 1. Sejarah Perusahaan
13. Tersedianya kebutuhan pegawai yang memadai
14.Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh atasan. g, Teller
Fungsinya :
1. Melaksanakan kegiatan-kegiatan sesuai dengan ketentuan dan SOP yang telah ditetapkan
2. Mangambil box Teller dan kartu Contoh Tanda Tangan(CTT) setiap pagi hari( dari kluis/khasanah) dan menyimpan kembali ke kluis./khasanah pada sore hari setelah kegiatan operasional Teller selesai.
3. Bersama-sama dengan Operation Officer/pegawai lain yang ditunjuk oleh Kepala Capem/UPS, menghitung persediaan
uang yang ada pada awal/akhir hari membuka/menutup box Teller.
4. Melayani penyetoran/penarikan tunai maupun non tunai dengan benar dan cepat sesuai dengan wewenangnya.
5. Membuku (posting) mutasi kas secara benar melalui terminalnya.
6. Memastikan kesesuaian jumlah penyetoran/penarikan nasabah, antara jumlah menurut huruf dan jumlah menurut angka; dan jumlah uang tunai/warkat setoran serta data yang direkam dalam komputer Capem/UPS.
7. Memastikan kesesuaian tanda tangan nasabah pada bukti penarikan dengan Contoh Tanda Tangan (CTT) nasabah.
8. Menjaga keamanan dan kerahasiaan CTT nasabah.
9. Menyerahkan cek/bilyet giro, slip penarikan serta bloter kepada Operation Officer Teller untuk diperiksa.
10.Menyortir dan mempersiapkan bundelan uang tunai yang akan dilabel (diikat dengan kertas vignet BSM).
11.Menghitung saldo kas akhir hari dan mencocokkan dengan jumlah fisik saldo uang tunai yang ada dalam box-nya sendiri. 12.Menyediakan uang tunai pada ATM yang berada dibawah
13.Melaksanakan sign-on dan sign-off secara tertib pada pagi hari dan setiap akan mengakhiri pekerjaan pada terminal (work station).
14.Mencetak mutasi kas pada sore hari melalui AS-400 dan mencocokkan dengan tiket-tiketnya.
h, Account Officer Fungsinya :
1. Membantu Kepala Cabang Pembantu dalam menyusun Rencana Kerja (RKAP) Tahunan Bidang Pemasaran baik pembiayaan, pendanaan, maupun jasa-jasa bank.
2. Melaksanakan strategi pemasaran produk Bank guna mencapai volume/sasaran yang telah ditetapkan dan melakukan survei/pengamatan langsung terhadap kondisi/potensi bisnis daerah serta membuat perencanaan solisitasi nasabah maupun investor, untuk memperoleh nasabah/investor yang baik.
3. Melaksanakan solisitasi nasabah/ investor sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan dan memonitor realisasi pengajuan permohonan pembiayaan dan/atau penyimpanan dana atas nasabah-nasabah/investor-investor yang telah disolisit dan kesuksesan dalam pemberian pembiayaan
4. Memastikan bahwa calon nasabah-nasabah yang direkomendasikan untuk diproses pemberian pembiayaannya merupakan calon nasabah yang tergolong baik.
5. Melayani permohonan pembiayaan nasabah, baik baru maupun perpanjangan :
a. Memberikan informasi kepada nasabah mengenai persyaratan pembiayaan yang harus dipenuhi sehubungan dengan permohonan pembiayaan nasabah.
b. Menerima dan memeriksa kebenaran dan kelengkapan berkas permohonan pembiayaan nasabah.
c. Melakukan investigasi melalui wawancara, bank checking, pemeriksaan setempat, trade & market checking.
6. Membuat Nota Analisa Pembiayaan (pendekatan 5 C atau 7 A atau pendekatan lainnya) dan mengusulkan prasyarat dan syarat pembiayaan.
7. Bersama-sama dengan anggota Komite Pembiayaan lainnya memutuskan pembiayaan sesuai dengan batas wewenangnya. 8. Membuat Surat Penegasan Persetujuan Pembiayaan (SP-3). 9. Membuat surat penolakan atas permohonan pembiayaan
nasabah yang ditolak.
10.Melakukan pengawasan, membina dan kunjungan nasabah berikut laporannya sehubungan dengan fasilitas pembiayaan yang sedang dinikmati.
11.Melaksanakan penagihan rutin atas kewajiban nasabah yang jatuh tempo.
12.Menyelesaikan fasilitas pembiayaan nasabah yang tergolong kolektibilitas kurang lancar, diragukan, dan macet.
13.Melakukan pemantauan terhadap Kualitas Aktiva Produktif dan mengupayakan pencapaian kolektibilitas lancar minimal sama dengan target yang ditetapkan Direksi
14.Memberikan bantuan terhadap pelaksanaan audit intern/ekstern, khususnya yang berkaitan dengan bidang pemasaran/pembiayaan.
15.Memonitor dan memastikan wewenang limit transaksi operasional yang digunakan oleh pegawai Dibawahnya dilakukan sesuai dengan ketentuan yang berlaku di BSM(DMR).
16.Menggunakan wewenang limit transaksi operassional sesuai dengan ketentuan BSM.
4. Profil Responden Bank Syariah Cabang Padangsidempuan
Responden pada penelitian ini adalah karyawan Bank Syariah Mandiri dan Bank Muamalat Indonesia yang telah bekerja selama lebih dari 2 tahun dan memiliki tugas terkait operasional bank,yang berjumlah 32 orang. Adapun profil tersebut dapat dilihat dari gender, usia, jenjang pendidikan, dan masa kerja pada tabel di bawah ini:
Tabel 4.1 Responden berdasarkan Usia Usia Jumlah <30 30-40 >40 17 14 1 Jumlah 32
Sumber : Bank Syariah Mandiri dan Bank Muamalat Indonesia (Tahun : 2010) Tabel 4.1 menunjukkan profil responden berdasarkan usia. Responden yang berusia di bawah 30 tahun berjumlah 17 orang, yang berusia antara 30- 40 adalah 14 orang, dan yang berusia diatas 40 tahun adalah 1 orang.
Tabel 4. 2 Responden berdasarkan gender
Jenis Kelamin Jumlah
Pria Wanita
9 23
Jumlah 32
Sumber : Bank Syariah Mandiri dan Bank Muamalat Indonesia (Tahun: 2010)
Tabel 4.2 menunjukkan terdapat 9 orang responden pria dan 23 orang responden wanita .
Tabel 4.3 Responden berdasarkan jenjang pendidikan
Jenjang Pendidikan Jumlah
S1 D3
27 5
Jumlah 32
Sumber : Bank Syariah Mandiri dan Bank Muamalat Indonesia (Tahun : 2010) Tabel 4.3 menunjukkan terdapat 27 orang responden yang berpendidikan S1 dan 5 orang responden yang berpendidikan D3.
Tabel 4.4 Responden berdasarkan lama bekerja
Jenjang Pendidikan Jumlah
>2-4 tahun 5-7tahun >7 tahun 18 13 1 Jumlah 32
Sumber : Bank Syariah Mandiri dan Bank Muamalat Indonesia (Tahun : 2010)
Tabel 4.3 menunjukkan terdapat 18 orang responden bekerja >2 sampai 4 tahun, 13 orang responden bekerja 5 sampai 7 tahun dan 1 orang responden bekerja diatas 7 tahun.
B. PEMBAHASAN
1. Uji Validitas dan Reabilitas Stres Kerja a. Uji validitas
Uji validitas digunakan untuk mengetahui kelayakan butir butir dalam suatu daftar konstruk pertanyaan dalam mendefinisikan suatu variabel. Daftar pertanyaan ini biasanya mendukung suatu kelompok variabel tertentu, berikut ini dapat dilihat nilai untuk nilai variabel X1 pada tabel 4.5 di bawah ini:
Tabel. 4.5 Uji Validitas Pertama Variabel Stres Kerja ( X1 ) Item-Total Statistics Scale Mean if Item Deleted Scale Variance if Item Deleted Corrected Item-Total Correlation Cronbach's Alpha if Item Deleted P1 135.8750 179.919 .249 .751 P2 136.4375 180.383 .175 .752 P3 136.4062 174.636 .714 .741 P4 136.4688 177.676 .435 .747 P5 136.1562 182.072 .072 .755 P6 136.2500 178.194 .387 .748 P7 136.3750 178.952 .251 .750 P8 136.3125 172.673 .689 .739 P9 136.6875 181.706 .101 .754 P10 136.4375 166.319 .846 .728 P11 136.5625 167.093 .793 .729 P12 136.6875 167.706 .772 .730 P13 136.4375 165.996 .815 .727 P14 136.4062 167.023 .791 .729 P15 136.5625 170.254 .779 .734 P16 136.5625 163.996 .861 .724 P17 136.6562 165.136 .756 .727 PSK 70.2812 45.822 1.000 .897
Berdasarkan hasil analisis pada tabel 4.5, dengan data pada corected item
total corellation, disimpulkan pada variabel stres kerja X1 ada 7 butir pertanyaan
yang tidak valid karena nilainya lebih kecil dibanding r tabel, dimana r tabel dapat dicari dengan df = n- k, k merupakan butir pertanyaan dalam satu variabel. Jadi 32-17= 15, maka r- tabel 0,4821,maka pertanyaan yang tidak valid adalah 1,2,4,5,6,7 dan 9,dengan r masing masing adalah 0,249 ; 0,175 ; 0,435; 0,072 ;0,387 ;0,251 dan 0,101. Oleh karena, semua butir pertanyaan tidak valid maka dilakukan uji validitas kedua setelah mengeluarkan butir tidak valid tersebut dengan hasil sebagai berikut:
Tabel. 4.6 Uji Validitas Kedua Variabel Stres Kerja ( X1 ) Tampilan 1 Item-Total Statistics Scale Mean if Item Deleted Scale Variance if Item Deleted Corrected Item-Total Correlation Squared Multiple Correlation Cronbach's Alpha if Item Deleted P1 36.4375 33.609 .644 .553 .953 P2 36.3438 32.749 .628 .566 .953 P3 36.4688 29.160 .915 .919 .941 P4 36.5938 29.475 .858 .861 .943 P5 36.7188 30.015 .798 .850 .946 P6 36.4688 29.160 .860 .878 .943 P7 36.4375 29.673 .825 .862 .945 P8 36.5938 31.475 .758 .754 .948 P9 36.5938 28.507 .882 .935 .942 P10 36.6875 28.738 .796 .789 .947
Dengan melakukan uji validitas ke dua maka semua pertanyaan valid terbukti r -hitung lebih besar dari r- tabel dimana r – tabelnya adalah n-k, 32-10= 20, maka r – tabel = 0,4227.
b. Uji reabilitas
Uji reabilitas yaitu dengan melihat apakah alat yang digunakan menunjukkan konsistensi didalam mengukur gejala yang sama. Hasila uji ini akan mencermikan dapat atau tidaknya suatu instrumen penelitian, berdasrkan kemantapan dan ketepatan alat ukur.Berikut ini output SPSS untuk melihat tingkat reabilitas pada variabel Stres kerja ( X1 ) digambarkan pada tabel 4.7.
Tabel. 4.7 Uji Reabilitas Reliability Statistics
Cronbach's Alpha
Cronbach's Alpha Based on
Standardized Items N of Items
.951 .952 10
Sumber : Diolah dari SPSS 16
Beradasarkan nilai Alpha pada pada kolom Cronbach's Alpha di tabel 4.7 dimana basr reliabelnya 0,951 dinyatakan sangat reliabel karena berada diantara 0,80 – 1,00.
2. Uji Validitas dan Reabilitas Motivasi a. Uji validitas
Uji validitas digunakan untuk mengetahui kelayakan butir butir dalam suatu daftar konstruk pertanyaan dalam mendefinisikan suatu variabel. Daftar
pertanyaan ini biasanya mendukung suatu kelompok variabel tertentu, berikut ini dapat dilihat nilai untuk nilai variabel X1 pada tabel 4.5 di bawah ini:
Berikut ini dapat dilihat nilai validitas untuk nilai variabel X2 pada tabel 4.8 di bawah ini:
Tabel. 4.8 Uji Validitas Variabel Motivasi ( X2 )
Item-Total Statistics Scale Mean if Item Deleted Scale Variance if Item Deleted Corrected Item-Total Correlation Squared Multiple Correlation Cronbach's Alpha if Item Deleted P1 42.3750 13.081 .597 .654 .845 P2 42.5312 13.483 .437 .482 .856 P3 42.7188 12.531 .445 .807 .862 P4 42.5938 12.636 .706 .891 .837 P5 42.6562 12.491 .621 .629 .842 P6 42.6875 12.931 .528 .674 .850 P7 42.5625 12.964 .692 .863 .839 P8 42.5000 13.226 .577 .789 .846 P9 42.5938 13.668 .490 .779 .852 P10 42.7188 13.564 .674 .630 .844 P11 42.8125 12.609 .521 .564 .852
Sumber : Diolah dari SPSS 16
Berdasarkan hasil analisis pada tabel 4.8, dengan data pada corected item total
corellation, disimpulkan pada variabel motivasi (X2) semua pertanyaan valid
karena nilainya lebih besar dibanding r tabel, dimana r tabel dapat dicari dengan df = n- k, k merupakan butir pertanyaan dalam satu variabel. Jadi 32-11= 21, maka r- tabel 0,4132.
b. Uji reabilitas
Uji reabilitas yaitu dengan melihat apakah alat yang digunakan menunjukkan konsistensi didalam mengukur gejala yang sama. Hasila uji ini akan mencermikan dapat atau tidaknya suatu instrumen penelitian, berdasrkan kemantapan dan ketepatan alat ukur. Berikut ini dapat dilihat nilai reabilitas untuk nilai variabel X2 pada tabel 4.9 di bawah ini:
Tabel. 4.9 Uji Reabilitas Variabel Motivasi ( X2 ) Reliability Statistics Cronbach's Alpha Cronbach's Alpha Based on Standardized Items N of Items .860 .873 11
Sumber : Diolah dari SPSS 16
Beradasarkan nilai Alpha pada pada kolom Cronbach's Alpha di tabel 4.8 dimana basr reliabelnya 0,860 dinyatakan sangat reliabel karena berada diantara 0,80 – 1,00.