• Tidak ada hasil yang ditemukan

ASET TETAP (lanjutan) FIXED ASSETS (continued) Pada tanggal 31 Maret 2013 dan 31 Desember

Dalam dokumen PT Indomobil Sukses Internasional Tbk. (Halaman 87-89)

3 SUMBER ESTIMASI KETIDAKPASTIAN (lanjutan)

9. ASET TETAP (lanjutan) FIXED ASSETS (continued) Pada tanggal 31 Maret 2013 dan 31 Desember

2012, hak atas tanah di Pondok Pinang, Jakarta, yang dimiliki oleh WW digunakan sebagai jaminan atas pinjaman WW yang diperoleh dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (Catatan 12).

As of March 31, 2013 and December 31, 2012, landrights in Pondok Pinang, Jakarta, owned by

WW were used as collateral for WW’s loan

obtained from PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (Note 12).

Pada tanggal 27 Maret 2013, WW telah melunasi seluruh utangnya, dengan demikian PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. melepaskan seluruh jaminan tersebut.

On March 27, 2013, WW has fully paid its loan, therefore PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. released the collateral as stated above.

Pada tanggal 31 Desember 2011, hak atas tanah di Tangerang, Banten, yang dimiliki oleh IMT digunakan sebagai jaminan atas pinjaman IMT yang diperoleh dari PT Bank CIMB Niaga Tbk. (Catatan 12).

As of December 31, 2011, landrights in Tangerang, Banten, owned by IMT were used as collateral for

IMT’s loan obtained from PT Bank CIMB Niaga

Tbk. (Note 12).

Pada tanggal 28 Februari 2012, IMT telah melunasi seluruh utangnya, dengan demikian PT Bank CIMB Niaga Tbk. melepaskan seluruh jaminan tersebut.

On February 28, 2012, IMT has fully paid its loan, therefore PT CIMB Niaga Tbk. released the collateral as stated above.

Pada tanggal 31 Desember 2011, hak atas tanah dan bangunan di Sunter, Jakarta Utara, yang dimiliki oleh UPM digunakan sebagai jaminan atas pinjaman IBAR yang diperoleh dari PT Bank Maspion Indonesia (Catatan 12).

As of December 31, 2011, landrights and buildings in Sunter, North Jakarta, owned by UPM were

used as collateral for IBAR’s loan obtained from PT

Bank Maspion Indonesia (Note 12).

Pada tanggal 11 April 2012, IBAR telah melunasi seluruh utangnya, dengan demikian PT Bank Maspion Indonesia melepaskan seluruh jaminan tersebut.

On April 11, 2012, IBAR has fully paid its loan, therefore PT Bank Maspion Indonesia released the collateral as stated above.

Pada tanggal 31 Desember 2011, hak atas tanah di Jl. Hayam Wuruk No. 6, Jakarta Pusat, yang dimiliki oleh GUNSA digunakan sebagai jaminan atas pinjaman kredit investasi V CSM yang diperoleh dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (Catatan 16).

As of December 31, 2011, landrights in Jl. Hayam Wuruk No. 6, Jakarta Pusat, owned by GUNSA

were used as collateral for CSM’s investment

credit V obtained from PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (Note 16).

Pada tanggal 2 Juli 2012, CSM telah melunasi utang kredit investasi V, dengan demikian PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. melepaskan seluruh jaminan tersebut pada tanggal 24 Juli 2012.

On July 2, 2012, CSM has paid the investment credit V, therefore PT Mandiri (Persero) Tbk. released the collateral as stated above on July 24, 2012.

Pada tanggal 30 Juni 2013 dan 31 Desember 2012, hak atas BPKB Kendaraan yang dimiliki oleh CSM digunakan sebagai jaminan atas pinjaman CSM yang diperoleh dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk., PT Bank Central Asia Syariah, PT Bank Mutiara Tbk., PT Bank Pan Indonesia Tbk., PT Bank Resona Perdania, PT Bank Victoria International Tbk., PT Bank Mayora Tbk. dan PT Bank Mega Tbk. (Catatan 12 dan 16).

As of June 30, 2013 and December 31, 2012, vehicle registration rights owned by CSM were

used as collateral for CSM’s loan obtained from PT

Bank Mandiri (Persero) Tbk., PT Bank Central Asia

Syariah, PT Bank Mutiara Tbk.,

PT Bank Pan Indonesia Tbk., PT Bank Resona Perdania, PT Bank Victoria International Tbk.,

PT Bank Mayora Tbk. and PT Bank Mega Tbk.

9. ASET TETAP (lanjutan) 9. FIXED ASSETS (continued) Pada tanggal 30 Juni 2013 dan 31 Desember

2012, hak atas tanah CSM di Jl. Solo Km. 8,5, Dusun Kalongan, Sleman – Yogyakarta dan Jl. Siliwangi no. 378, Semarang digunakan sebagai jaminan atas pinjaman kredit jangka panjang CSM yang diperoleh dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (Catatan 16).

As of June 30, 2013 and December 31, 2012, landrights of CSM in Jl. Solo Km. 8,5, Dusun Kalongan, Sleman - Yogyakarta and Jl. Siliwangi no. 378, Semarang were used as collateral for

CSM’s loan facility obtained from PT Bank Mandiri

(Persero) Tbk. (Note 16).

Pada tanggal 30 Juni 2013 dan 31 Desember 2012, hak atas tanah dan bangunan di Kutai, Balikpapan, Samarinda, Batu Kajang-Paser, Kalimantan Timur dan Barito Timur, Kalimantan Tengah, yang dimiliki oleh EDJS digunakan sebagai jaminan atas pinjaman EDJS yang diperoleh dari PT Bank UOB Indonesia (Catatan 12 dan 16).

As of June 30, 2013 and December 31, 2012, landrights and buildings in Kutai, Balikpapan, Samarinda, Batu Kajang-Paser, East Kalimantan and East Barito, Central Kalimantan, owned by

EDJS were used as collateral for EDJS’s loan

obtained from PT Bank UOB Indonesia (Notes 12 and 16).

Pada tanggal 30 Juni 2013, hak atas tanah NA di Jl. Raya Bekasi Km. 18, Cakung dan tanah ITN di Cikampek digunakan sebagai jaminan atas pinjaman kredit WW yang diperoleh dari PT Bank DBS Indonesia. (Catatan 12 dan 16).

As of June 30, 2013, landrights of NA in Jl. Raya

Bekasi Km. 18, Cakung and landrights of ITN in

Cikampek were used as collateral for WW’s loan

facility obtained from PT Bank DBS Indonesia. (Notes 12 and 16).

Pada tanggal 30 Juni 2013, hak atas tanah WSMS di Jl. Setiabudi No. 144, Semarang digunakan sebagai jaminan atas pinjaman kredit WSMS yang diperoleh dari PT Bank Central Asia Tbk. (Catatan 12 dan 16).

As of June 30, 2013, landrights of WSMS in Jl.

Setiabudi No. 144, Semarang were used as

collateral for WSMS’s loan facility obtained from

PT Bank Central Asia Tbk. (Notes 12 and 16).

Aset tetap diasuransikan terhadap risiko kebakaran dan risiko lainnya berdasarkan suatu paket polis tertentu dengan nilai pertanggungan berjumlah Rp3.276.933.331.556 pada 30 Juni 2013; Rp3.109.708.957.498 dan AS$2.834.186 pada 31 Desember 2012, di mana manajemen berpendapat bahwa nilai pertanggungan tersebut cukup untuk menutupi kemungkinan kerugian atas aset yang dipertanggungkan (Catatan 29e).

Fixed assets are covered by insurance against fire and other risks under a policy package with insurance coverage totalling Rp3,276,933,331,556

dan US$2,834,186 as of June 30, 2013;

Rp3,109,708,957,498 as of December 31, 2012, which in management's opinion, were adequate to cover possible losses that may arise from the aforesaid insured risks (Note 29e).

Pada tanggal 28 Juni 2012, ITN dan ISM menandatangani Akta Jual Beli No. 305/2012 dan No. 306/2012 dihadapan Ahmad Bangsali, SH, PPAT, dengan objek jual beli berupa Sertifikat Hak Guna Bangunan No. 30/Desa Dangdeur dan No. 81/Desa Dangdeur atas dua bidang tanah tersebut (Catatan 29h).

On June 28, 2012, between ITN and ISM has signed Sale Purchase Deed No. 305/2012 and No. 306/2012 of Ahmad Bangsali, SH., PPAT, for Certificate of Right to Build No. 30/Desa Dangdeur and No. 81/Desa Dangdeur for both land above (Note 29h).

Pada tanggal 29 April 2013, PT Wahana Wirawan (WW), Entitas Anak IWT, mengadakan transaksi Jual Beli Tanah dengan PT Altron Niagatama Nusa (ANN), Pihak Berelasi, untuk membeli tanah milik ANN di Jl. Raya Jakarta Bogor, Cimanggis, Jawa Barat seluas 5.030 m2 dengan Sertifikat Hak Guna Bangunan No. 57/Sukamaju dan harga beli sebesar Rp20.120.000.000. Atas transaksi ini kedua belah pihak telah menandatangani Akta Jual Beli no. 66/2013 dihadapan Rahyu Minarti, SH., PPAT.

On April 29, 2013, PT Wahana Wirawan (WW), Subsidiary of IWT, entered into Sale and Purchase of Land with PT Altron Niagatama Nusa (ANN), Related Party, to buy land owned by ANN on Jl. Raya Jakarta Bogor, Cimanggis, West Java with an area of 5,030 m2 with Certificate of Right to Build No. 57/Sukamaju and purchase price of Rp20.120.000.000. For this transaction, both parties has signed Sale Purchase Deed No. 66/2013 of Rahyu Minarti, SH., PPAT.

9. ASET TETAP (lanjutan) 9. FIXED ASSETS (continued)

Dalam dokumen PT Indomobil Sukses Internasional Tbk. (Halaman 87-89)