• Tidak ada hasil yang ditemukan

TIADA DAYA DAN UPAYA KECUALI MILIK-MU, YA ALLAH” “SUBHANALLAH;

Dalam dokumen kebun makrifat (Halaman 74-171)

WA ALHAMDULILLAH; WA LA ILAHA ILALLAH; WA ALLAHU AKBAR;

LA HAWLA WALA QUWWATA ILLA BILLAH” TAULADAN YANG SEDIA ADA:

Thawus Al-Yamani mengatakan: “Aku melihat Imam ‘Ali bin Husayn di Baytullah, dan sibuk beribadah sejak Isya` hingga waktu sahur. Ketika tempat itu mulai sepi dan tidak ada seorang pun di situ, beliau mulai menghadap ALLAH Azza Wa Jalla dengan mengatakan: ‘Duhai Tuhanku, bintang-gemintang telah tiada, begitu juga seluruh mata telah lelap, tetapi pintu-pintu-Mu tetap terbuka bagi mereka yang meminta…’ “ Thawus mengutip munajat panjang pertanda ketundukan ini, dan beliau berkata bahawa Imam ‘Ali bin Husayn berkali-kali air matanya berderai, menangis tersedu-sedu dan terus sujud di atas tanah. Thawus mengatakan: “Aku pun mendekatinya, aku angkat kepalanya dan aku letakkan di pangkuanku. Aku turut menangis dan air mataku membasahi wajah beliau, sehingga

menyedarkan beliau. Lalu beliau berkata: ‘Siapakah gerangan yang

menggangguku berzikir kepada Tuhanku?’ Aku menjawab: “Aku… Thawus, wahai cucu Rasulullah. Mengapa engkau meronta dan menangis? Bukankah semestinya yang berbuat demikian itu kami yang pendosa dan keras hati? Belum cukupkah ayah engkau… Husayn bin ‘Ali, ibu engkau… Fathimah Al-Zahra, dan kakek engkau… Rasulullah saw [sebagai jaminan]? Mengapa engkau begitu takut dan berduka seperti ini, padahal kemuliaanmu tak akan tertandingi oleh kemuliaan orang lain?” Imam ‘Ali Zainal Abidin menoleh kepadaku dan berkata: ‘Sungguh jauh… Sungguh jauh… Wahai Thawus. Jangan kau katakan kepadaku tentang ayahku, ibuku, dan kakekku. ALLAH Azza Wa Jalla menciptakan syurga bagi yang taat dan berbuat baik kepada-Nya, sekalipun ia seorang budak hitam dan ALLAH Azza Wa Jalla ciptakan neraka bagi siapa yang memaksiati-Nya, sekalipun ia seorang penghulu Quraisy. Tidakkah engkau dengar Firman ALLAH Azza Wa Jalla: “… Apabila sangkakala telah ditiup, putuslah hubungan keturunan di antara mereka pada hari itu dan mereka tidak akan saling bertanya…” Demi ALLAH! Tidaklah akan bermanfaat bagimu untuk esok harimu, selain amal sholeh yang engkau persembahkan.’ “

RENUNGAN:

Kau maksiati ALLAH Azza Wa Jalla, tetapi kau tampakkan cinta kepada-Nya. Sungguh ini merupakan perilaku yang unik. Kalaulah cintamu jujur, sungguh

Dia akan kau taati kerana pecinta akan selalu taat kepada yang dicintainya. KHUTBAH RASULULLAH saw PADA AKHIR HAYATNYA:

“Wahai manusia, sesungguhnya antara ALLAH Azza Wa Jalla dan seseorang itu tidak ada nasab. Tidak ada sesuatu yang dapat mendatangkan kebaikan dan kejahatan kepada-Nya selain amal. Ingatlah! Jangan sekali-kali

seseorang mengaku-aku dan mengharap-harap. Demi Yang mengutusku dengan benar, tidak akan ada yang dapat menyelamatkan selain amal yang disertai dengan rahmat [pakaian takwa]; Dan sekiranya aku berbuat

maksiat, nescaya aku akan binasa. Ya ALLAH, bukankah aku telah menyampaikan?”

FIRMAN ALLAH Azza Wa Jalla BERMAKSUD:

“Katakanlah: Semua syafaat itu milik ALLAH… “ [QS 39: 44] mahukah anda mendapatkannya?

SABDA RASULULLAH saw:

“Sungguh rahmat itu telah dihembuskan ke dalam hatiku, namun aku tetap memohon ampun tujuh puluh kali setiap hari.”

“Sesungguhnya aku adalah Rasulullah yang diutus kepada kalian. Sungguh aku mencemaskan kalian. Janganlah kalian mengatakan bahawa Muhammad dari kami. Demi ALLAH, bukanlah wali-waliku itu, baik yang dari kalian mahupun selain kalian, kecuali orang-orang yang bertakwa?! Dan aku tidak ingin kalian kelak, pada Hari Kiamat mendatangi aku dengan membawa dunia di atas pundak-pundak kalian, sementara orang lain membawa akhirat. Ketahuilah bahawa aku telah memaafkan hal-hal yang terjadi di antaraku dengan kalian, dan yang terjadi di antara ALLAH Azza Wa Jalla dengan kalian. Dan sesungguhnya bagiku, amalku dan bagi kalian, amal kalian.” [KHUTBAH RASULULLAH saw]

FIRMAN ALLAH Azza Wa Jalla BERMAKSUD:

“… Tidaklah mereka (manusia) diperintah, kecuali untuk menyembah ALLAH dengan memurnikan keikhlasan kepada-Nya… “ [QS 98: 5]

RASULULLAH saw BERSABDA:

“Sesungguhnya segala perbuatan itu bergantung kepada niatnya.” “Setiap orang akan menerima apa yang diniatkannya.”

“Tidak ada perbuatan, kecuali disertai niat.” Keterangan:

Sesungguhnya segala perbuatan itu bergantung kepada niatnya; Dan sesungguhnya setiap orang itu akan menerima sesuai dengan yang

diniatkannya; Barangsiapa yang hijrahnya kerana ALLAH Azza Wa Jalla dan Nya; Maka, hijrahnya adalah kepada ALLAH Azza Wa Jalla dan rasul-Nya; Dan barangsiapa yang hijrahnya kerana dunia [kesenangan dan kebanggaan] yang ingin didapatkannya, atau kerana perempuan yang mahu dinikahinya; Maka, hijrahnya adalah kepada yang dihijrahinya.

RENUNGAN:

“Persembahkanlah amal-amal itu untuk ALLAH Azza Wa Jalla, bukan untuk manusia (ataupun segala sesuatu yang lain). Kerana setiap yang

setiap yang diperuntukkan bagi manusia tidak akan naik kepada-Nya.” FIRMAN ALLAH Azza Wa Jalla BERMAKSUD:

“… kepada-Nyalah perkataan yang baik dan keyakinan yang bersih naik, dan oleh-Nyalah diangkat amal sholeh… “ [QS 35: 10]

[WASPADALAH PADA APA YANG BAIK; JANGANLAH PRASANGKA PADA APA YANG BURUK] Disebalik segala sesuatu itu ada yang mutlak bagi-Nya, yang tidak berhak bagi makhluk-makhluk-Nya perolehi. Walaupun sebesar zarah sekalipun.

….WASALAM SAUDARAKU SEKELIAN….

P E R K H A B A R A N " M A ' R I F A T A D A L A H M O D A L K U , A K A L F I K I R A N A D A L A H S U M B E R A G A M A K U , C I N T A A D A L A H D A S A R H I D U P K U , R I N D U . . K E N D E R A A N K U , B E R Z I K I R K E P A D A A L L A H A D A L A H K A W A N D E K A T K U , K E T E G U H A N . . P E R B E N D A H A R A A N K U , D U K A A D A L A H K A W A N K U , I L M U A D A L A H S E N J A T A K U , K E T A B A H A N A D A L A H P A K A I A N K U , K E R E L A A N . . S A S A R A N K U , F A Q R A D A L A H K E B A N G G A A N K U , M E N A H A N D I R I A D A L A H P E K E R J A A N K U , K E Y A K I N A N . . M A K A N A N K U , K E J U J U R A N . . P E R A N T A R A A N K U , K E T A A T A N A D A L A H U K U R A N K U , B E R J I H A D . . P E R A N G A I K U D A N H I B U R A N K U A D A L A H D A L A M S E M B A H Y A N G . "

“SETIAP ORANG YANG TELAH DEWASA (AKIL BALIGH) PASTI ADA KAITANNYA DENGAN AL-QURAN YANG DITURUNKAN ALLAH Azza Wa Jalla.”

PERKHABARAN

Dengan nama ALLAH Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang; Segala puji bagi ALLAH, Tuhan semesta alam; Maha Pemurah lagi Maha

Penyayang; Yang menguasai hari pembalasan; Hanya Engkaulah yang kami sembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan; Tunjukilah kami jalan yang lurus; Jalan orang-orang yang telah Engkau anugerahkan nikmat kepada mereka; Bukan jalan mereka yang dimurkai dan bukan jalan mereka yang sesat.

Sesungguhnya orang-orang kafir (ingkar/derhaka), sama sahaja bagi mereka; Kamu beri peringatan atau tidak kamu beri peringatan; Mereka tidak juga akan beriman; ALLAH Azza Wa Jalla telah mengunci mata hati dan pendengaran mereka dan penglihatan mereka ditutup; Dan bagi mereka seksa yang amat berat; Di antara manusia ada yang mengatakan: “Kami beriman kepada ALLAH dan Hari kemudian.” Padahal mereka hanya menipu dirinya sendiri sedang mereka tidak sedar; Dalam hati mereka ada penyakit; Dan bagi mereka seksa yang pedih disebabkan mereka berdusta; Dan bila dikatakan kepada mereka: “Janganlah kamu membuat kerosakan di

mukabumi.” Mereka menjawab: “Sesungguhnya kami orang-orang yang mengadakan perbaikan.” Ingatlah! Sesungguhnya itulah orang-orang yang membuat kerosakan, tetapi mereka tidak sedar; Mereka itulah orang yang membeli kesesatan dengan petunjuk, maka tidaklah beruntung

perniagaannya dan tidaklah mereka mendapat petunjuk. Perumpamaan mereka adalah seperti orang yang menyalakan api, maka setelah api itu menerangi sekelilingnya ALLAH Azza Wa Jalla hilangkan cahaya (yang menyinari) mereka dan membiarkan mereka dalam kegelapan (tidak dapat melihat); Mereka tuli, bisu dan buta, maka tidaklah mereka akan kembali (ke jalan yang benar); Hampir-hampir kilat menyambar penglihatan mereka; setiap kali kilat itu menyinari mereka; Mereka berjalan di bawah sinar itu dan bila gelap menimpa mereka; Mereka berhenti. Jika ALLAH Azza Wa Jalla menghendaki, nescaya Dia melenyapkan pendengaran dan penglihatan mereka; Sesungguhnya ALLAH Azza Wa Jalla berkuasa atas segala sesuatu.

Sesungguhnya ALLAH Azza Wa Jalla tiada segan membuat perumpamaan berupa nyamuk atau lebih rendah dari itu; Adapun orang-orang yang beriman, maka mereka yakin bahawa perumpamaan itu benar-benar dari Tuhan (Yang Maha Agung) mereka; Tetapi mereka yang kafir mengatakan: “Apakah maksud ALLAH menjadikan ini untuk perumpamaan?” Dengan perumpamaan itu banyak orang disesatkan (mengikuti hawa nafsu) dan dengan perumpamaan itu banyak orang yang diberi-Nya petunjuk; Dan tiada yang disesatkan ALLAH Azza Wa Jalla kecuali orang-orang yang fasik. Jadikanlah sabar dan sholat sebagai penolongmu; Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat kecuali bagi orang-orang yang Khusyu’; (yakni) Orang-orang yang meyakini bahawa mereka akan menemui Tuhannya (Yang Maha Agung) dan bahawa mereka akan kembali kepada-Nya. Syaitan menjanjikan (menakut-nakuti) kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat kejahatan (mungkar/kikir); Sedang ALLAH Azza Wa Jalla menjanjikan untukmu ampunan daripada-Nya dan kurnia; Dan ALLAH Maha Luas (kurnia-Nya) lagi Maha Mengetahui; ALLAH Azza Wa Jalla memberikan hikmah kepada siapa yang dikehendaki-Nya; dan barangsiapa yang diberi hikmah, sungguh telah diberi kebajikan yang banyak; Dan tiada yang dapat mengambil pelajaran kecuali orang-orang yang berakal.

Sesungguhnya orang-orang kafir (ingkar/derhaka), harta benda dan anak-anak mereka sedikit pun tidak dapat menolak (seksa) ALLAH Azza Wa Jalla dari mereka; Dan mereka itu adalah bahan bakar api neraka; Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini iaitu wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternakan dan sawah ladang; Itulah

kesenangan hidup di dunia; Dan di sisi ALLAH Azza Wa Jalla adalah tempat kembali yang baik (syurga); Dan janganlah sekali-kali orang-orang kafir (ingkar/derhaka) menyangka bahawa pemberian tangguh (umur panjang dan tiada azab pada diri) daripada ALLAH Azza Wa Jalla kepada mereka adalah lebih baik bagi mereka; Sesungguhnya ALLAH Azza Wa Jalla

memberi tangguh kepada mereka hanyalah supaya bertambah-tambah dosa mereka; Dan bagi mereka azab yang menghinakan. Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati; Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah

disempurnakan pahalamu; Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan

dimasukkan ke dalam syurga, maka sungguh ia telah beruntung; Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan; Janganlah

sekali-kali kamu menyangka bahawa orang-orang yang gembira dengan apa yang telah mereka kerjakan; Dan mereka suka supaya dipuji terhadap perbuatan yang belum mereka kerjakan. Janganlah kamu menyangka bahawa mereka terlepas dari seksa; Dan bagi mereka seksa yang pedih. Wahai sekelian manusia! Bertakwalah kamu kepada Tuhan kamu (Yang Maha Agung) yang telah menjadikan kamu (bermula) daripada diri yang satu (Adam); Dan yang menjadikan daripada (Adam) itu pasangannya (isterinya: Hawa); Dan yang membiakkan diri keduanya (zuriat keturunan) lelaki dan perempuan yang ramai; Dan bertakwalah kepada ALLAH Azza Wa Jalla yang kamu selalu meminta dengan menyebut-nyebut nama-Nya; Dan peliharalah hubungannya (silaturrahim) kaum kerabat kerana sesungguhnya ALLAH Azza Wa Jalla sentiasa memerhati (mengawasi) kamu; Segala hukum yang tersebut (dalam Al-Quran) adalah batas-batas (syariat) ALLAH Azza Wa Jalla; Dan sesiapa yang taat kepada ALLAH Azza Wa Jalla dan rasul-Nya akan dimasukkannya ke dalam syurga yang mengalir dari

bawahnya beberapa sungai. Mereka kekal di dalamnya dan itulah kejayaan yang amat besar; Dan sesiapa yang derhaka kepada ALLAH Azza Wa Jalla dan rasul-Nya; Dan melampaui batas-batas syariat-Nya akan

dimasukkannya ke dalam api neraka. Berkekalanlah ia di dalamnya dan baginya azab seksa yang amat menghinakan. Sesungguhnya penerimaan taubat itu disanggup oleh ALLAH Azza Wa Jalla hanya bagi orang-orang yang melakukan kejahatan disebabkan (sifat) kejahilan; Kemudian mereka segera bertaubat. Maka (dengan adanya dua sebab itu) mereka diterima ALLAH Azza Wa Jalla taubatnya; Dan (ingatlah) ALLAH Azza Wa Jalla Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana; Dan tiada gunanya taubat itu kepada orang-orang yang selalu melakukan kejahatan (dosa) hingga apabila salah seorang (daripada) mereka hampir mati; Berkatalah ia: “Sesungguhnya aku bertaubat sekarang ini.” (sedang taubatnya itu sudah terlambat); Dan (demikian juga halnya) orang-orang yang mati sedang mereka tetap kafir (ingkar/derhaka). Orang-orang yang demikian, ALLAH Azza Wa Jalla telah sediakan bagi mereka azab seksa yang tidak terperi sakitnya; ALLAH Azza Wa Jalla menghendaki (dengan apa yang telah diharamkan dan dihalalkan dari kaum perempuan itu) ialah untuk menerangkan (syariatnya) kepada kamu; Dan untuk menunjukkan kepada kamu jalan-jalan aturan orang-orang yang dahulu daripada kamu (nabi-nabi dan orang-orang-orang-orang yang sholeh supaya kamu mengikutinya); Dan juga untuk menerima taubat kamu; Dan (ingatlah) ALLAH Azza Wa Jalla Maha Mengetahui lagi maha Bijaksana; Dan ALLAH Azza Wa Jalla hendak (membersihkan kamu dari dosa dengan) menerima taubat kamu; Sedang orang-orang (yang fasik); Yang menurut keinginan hawa nafsu (yang diharamkan oleh ALLAH Azza Wa Jalla) hendak (mendorong kamu) supaya kamu menyeleweng (dari kebenaran) dengan penyelewengan yang besar bahayanya.

ALLAH Azza Wa Jalla (sentiasa) hendak meringankan (bebanan hukum-Nya) daripada kamu kerana manusia itu dijadikan berkeadaan lemah; Jika kamu menjauhkan dosa-dosa besar yang dilarang kamu melakukannya; ALLAH Azza Wa Jalla akan mengampunkan kesalahan-kesalahan (dosa-dosa kecil) kamu; Dan ALLAH Azza Wa Jalla akan masukkan kamu ke tempat yang mulia (syurga); Dan janganlah kamu terharap-harap (ingin mendapat) akan (limpah kurnia) yang ALLAH Azza Wa Jalla berikan kepada sebahagian daripada kamu (untuk menjadikan mereka) melebihi sebahagian yang lain (tentang harta benda, ilmu pengetahuan atau pangkat kebesaran). (Kerana

telah tetap) Orang-orang lelaki ada bahagian dari apa yang mereka usahakan dan orang-orang perempuan pula ada bahagian dari apa yang mereka usahakan; ( Maka berusahalah kamu) dan pohonkanlah kepada ALLAH Azza Wa Jalla akan limpah kurnianya. Sesungguhnya ALLAH Azza Wa Jalla sentiasa mengetahui akan tiap-tiap sesuatu.

Kaum lelaki adalah pemimpin dan pengawal yang bertanggungjawab terhadap kaum perempuan oleh kerana ALLAH Azza Wa Jalla telah

melebihkan orang lelaki (dengan beberapa keistimewaan) atas orang-orang perempuan; Dan juga kerana orang-orang-orang-orang lelaki telah membelanjakan (memberi nafkah) sebahagian dari dari harta mereka. Maka perempuan-perempuan yang sholeh itu ialah yang taat (kepada ALLAH Azza Wa Jalla dan suaminya); Dan yang memelihara (kehormatan dirinya dan apa jua yang yang wajib dipelihara) ketika suami tidak hadir bersama dengan pemeliharaan ALLAH Azza Wa Jalla dan pertolongan-Nya; Dan perempuan-perempuan yang kamu bimbang melakukan derhaka (nusyuk’) hendaklah kamu menasihati mereka; Dan (jika mereka berdegil) tinggalkanlah

(pulaukanlah) mereka di tempat tidur; Dan (kalau juga mereka masih degil) pukullah mereka (dengan pukulan ringan yang bertujuan mengajarkannya). Kemudian jika mereka taat kepada kamu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkan mereka. Sesungguhnya ALLAH Azza Wa Jalla Maha Tinggi lagi Maha Besar; Dan hendaklah kamu beribadat kepada ALLAH Azza Wa Jalla; Dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apa jua; Dan hendaklah kamu berbuat baik kepada kedua ibubapa dan kaum kerabat; Dan anak-anak yatim; Dan orang-orang miskin; Dan jiran tetangga yang dekat; Dan jiran tetangga yang jauh; Dan rakan sejawat; Dan orang-orang musafir yang terlantar; Dan juga hamba sahaya yang kamu miliki. Sesungguhnya ALLAH Azza Wa Jalla tidak suka kepada orang-orang yang sombong takbur dan membangga-banggakan diri; Dan juga orang-orang yang membelanjakan hartanya dengan menunjuk-nunjuk kepada manusia (riak); Dan mereka tidak pula (beriman) kepada hari akhirat; Dan sesiapa yang (mengambil) syaitan itu menjadi kawannya, maka seburuk-buruk kawan ialah syaitan; Sesungguhnya ALLAH Azza Wa Jalla tidak sekali-kali menganiaya (seorang) sekalipun seberat zarah (debu); Dan kalau pula (amal yang seberat zarah) itu amal kebajikan. Nescaya akan menggandakannya dan akan memberi dari sisi-Nya pahala (balasan) yang amat besar.

Pada hari itu orang-orang yang kafir (ingkar/derhaka) dan menderhaka kepada rasul ALLAH. Suka jika sekiranya mereka disamaratakan dengan bumi (ditelan bumi); Dan (pada ketika itu) mereka tidak dapat

menyembunyikan sepatah kata pun dari pengetahuan ALLAH Azza Wa Jalla; Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu menghampiri

sembahyang (mengerjakannya) sedang kamu dalam keadaan mabuk hingga kamu sedar dan mengetahui akan apa yang kamu katakan; Dan janganlah pula (masuki masjid) sedang kamu dalam keadaan junub (berhadas besar) kecuali kamu hendak melintas sahaja hingga kamu mandi bersuci; Dan jika kamu sakit; Atau sedang dalam musafir; Atau salah seorang di antara kamu datang dari tempat buang air (tandas); Atau kamu bersentuh perempuan kemudian kamu tidak mendapat air (untuk mandi ataupun berwuduk). Maka hendaklah kamu bertayammum dengan tanah (debu yang suci) iaitu

sapukanlah kemuka kamu dan kedua tangan kamu. Sesungguhnya ALLAH Maha Pemaaf lagi Maha Pengampun. Tidakkah engkau memerhatikan orang-orang yang telah diberikan sebahagian dari kitab (pesanan/peringatan).

Mereka memilih kesesatan (dengan meninggalkan petunjuk Tuhan Yang Maha Mengetahui) dan mereka (pula) berkehendak supaya kamu (juga) sesat jalan; Dan ALLAH Azza Wa Jalla lebih mengetahui berkenaan dengan musuh-musuh kamu, (oleh itu awasilah akan angkara musuh kamu itu); Dan cukuplah ALLAH Azza Wa Jalla sebagai Pengawal yang melindungi; Dan cukuplah ALLAH Azza Wa Jalla sebagai Penolong (yang menyelamatkan kamu dari angkara mereka); Sesungguhnya orang-orang yang kufur

(ingkar) kepada ayat-ayat (keterangan) ALLAH Azza Wa Jalla. ALLAH Azza Wa Jalla akan membakar mereka dalam api neraka. Tiap-tiap kali kulit mereka masak hangus, ALLAH Azza Wa Jalla gantikan untuk mereka kulit yang lain supaya mereka dapat rasakan azab sengsara itu; Dan (ingatlah) sesungguhnya ALLAH Maha Kuasa lagi Maha Bijaksana; Sesungguhnya ALLAH Azza Wa Jalla menyuruh kamu menyerahkan segala jenis amanah kepada ahlinya (yang berhak menerimanya) dan apabila kamu menjalankan hukum di antara manusia; (ALLAH Azza Wa Jalla menyuruh) kamu

menghukum dengan adil. Sesungguhnya ALLAH Azza Wa Jalla dengan (suruhan-Nya) itu memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepada kamu. Sesungguhnya ALLAH Maha Mendengar lagi Maha Melihat.

Tidakkah engkau (hairan) melihat orang-orang (munafik) yang mendakwa bahawa mereka telah beriman kepada Al-Quran yang telah diturunkan kepadamu dan kepada (kitab-kitab) yang telah diturunkan dahulu

daripadamu? Mereka suka hendak berhakim kepada taghut (hawa nafsu); Padahal mereka telah diperintahkan supaya kufur ingkar kepada (taghut) itu; Dan syaitan pula sentiasa hendak menyesatkan mereka dengan kesesatan yang sejauh-jauhnya; Dan apabila dikatakan kepada mereka: “Marilah berhakim kepada Hukum Al-Quran yang telah diturunkan oleh ALLAH Azza Wa Jalla dan kepada hukum rasul ALLAH.” Nescaya engkau melihat orang-orang munafik itu berpaling serta menghalang (manusia) dengan bersungguh-sungguh daripada menghampirmu; Mereka itulah orang-orang yang ALLAH Azza Wa Jalla mengetahui akan apa yang ada di dalam hati mereka. Oleh itu berpalinglah engkau daripada mereka; Dan nasihatilah mereka serta katakanlah kepada mereka kata-kata yang boleh memberi kesan pada hati mereka. Sesungguhnya, kalau ALLAH Azza Wa Jalla wajibkan kepada mereka (dengan perintah): “Bunuhlah diri kamu sendiri atau keluarlah dari tempat kediaman kamu.” Nescaya mereka tidak akan melakukannya kecuali sedikit di antara mereka; Dan sesungguhnya, kalau mereka mengamalkan nasihat pengajaran (meliputi suruh dan tegah) yang telah diberikan kepada mereka. Tentulah yang demikian itu lebih baik kepada mereka dan lebih meneguhkan (iman mereka); Dan tentulah ALLAH Azza Wa Jalla pimpin mereka ke jalan yang betul (lurus).

Yang demikian itu adalah limpah kurnia dari ALLAH Azza Wa Jalla dan cukuplah ALLAH Maha Memberi (akan balasan pahalanya); Oleh itu, orang-orang (yang beriman) yang mengutamakan kebahagiaan akhirat daripada (kesenangan) kehidupan dunia hendaklah mereka berperang (jihad) pada jalan ALLAH Azza Wa Jalla (untuk membela Islam); Dan sesiapa yang berjuang pada jalan-Nya lalu ia mati (gugur syahid) atau beroleh kemenangan. Maka ALLAH Azza Wa Jalla akan memberikan kepadanya pahala yang besar; Orang-orang yang beriman (dan takwa) berjuang (jihad) pada jalan ALLAH Azza Wa Jalla dan orang-orang kafir (ingkar/derhaka) pula berperang pada jalan taghut (syaitan). Oleh sebab itu, perangilah kamu akan pengikut-pengikut syaitan itu kerana sesungguhnya tipudaya syaitan

itu adalah lemah (walaupun indah). Di mana jua kamu berada, maut akan mendapatkan kamu (bila sudah sampai ajal). Sekalipun kamu berada dalam benteng-benteng yang tinggi lagi kukuh; Dan kalau mereka beroleh

kebaikan (kemewahan hidup). Mereka berkata: “Ini adalah dari sisi ALLAH.” Dan kalau pula mereka ditimpa bencana. Mereka berkata: “Ini adalah dari (sesuatu nahas) yang ada padamu.” Katakanlah: “Semuanya itu (kebaikan dan bencana) adalah (berpunca) dari sisi ALLAH Azza Wa Jalla.” Maka apakah yang menyebabkan kaum itu hampir-hampir tidak memahami perkataan (nasihat dan pengajaran)? Apa jua kebaikan (nikmat kesenangan) yang engkau dapati maka ia adalah dari ALLAH Azza Wa Jalla; Dan apa jua bencana yang menimpamu maka ia adalah dari (kesalahan) dirimu sendiri; Dan ALLAH Azza Wa Jalla telah mengutuskan engkau sebagai seorang rasul (pengingat yang membawa rahmat); Dan cukuplah ALLAH Azza Wa Jalla menjadi saksi (yang membuktikan kebenaran hakikat ini); Patutkah mereka (bersikap demikian), tidak mahu memberikan isi Quran? Kalaulah Al-Quran itu (datangnya) bukan dari sisi ALLAH Azza Wa Jalla. Nescaya mereka akan dapati perselisihan yang banyak di dalamnya; Oleh itu, berjihadlah pada jalan ALLAH Azza Wa Jalla (untuk membela Islam dari pencerobohan musuh). Tidaklah engkau diberati selain daripada

(kewajipanmu) sendiri; dan berikanlah perangsang kepada orang-orang yang beriman (sampai turut berjuang dengan gagah berani). Mudah-mudahan ALLAH Azza Wa Jalla menahan bahaya serangan orang-orang yang kafir (ingkar/derhaka) itu; Dan (ingatlah) ALLAH Azza Wa Jalla Maha Besar kekuatan-Nya dan amat berat pula balasan azab seksa-Nya.

ALLAH Azza Wa Jalla, tiada tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia. Sesungguhnya Dia akan menghimpunkan kamu pada hari kiamat yang tiada syak pada-Nya; Dan siapakah pula yang lebih benar perkataannya daripada ALLAH Azza Wa Jalla? Maka apakah yang menyebabkan kamu (berpecah) menjadi dua golongan terhadap kaum munafik itu; Padahal ALLAH Azza Wa Jalla telah menjerumuskan mereka (ke dalam kekufuran) disebabkan apa yang telah mereka usahakan? Adakah kamu pula hendak memberi petunjuk kepada orang-orang yang telah disesatkan oleh ALLAH Azza Wa Jalla. Maka engkau tidak sekali-kali akan mendapat jalan untuk (menyelamatkan) dia. Mereka suka kalau kamu pula menjadi kafir (ingkar/derhaka) sebagaimana mereka telah menjadi kafir. Maka (dengan yang demikian) menjadilah kamu sama seperti mereka. Oleh itu janganlah kamu mengambil (seorang pun) di antara mereka menjadi teman rapat (kamu) hingga mereka berhijrah pada jalan ALLAH Azza Wa Jalla. Kemudian kalau mereka sengaja berpaling ingkar, maka tawanlah mereka dan bunuhlah mereka di mana sahaja kamu menemui mereka; Dan janganlah sekali-kali kamu mengambil (seorang pun)

Dalam dokumen kebun makrifat (Halaman 74-171)