• Tidak ada hasil yang ditemukan

Tindakan Represif yang dilakukan Sekolah dalam Menanggulangi

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

C. Pembahasan

4. Tindakan Represif yang dilakukan Sekolah dalam Menanggulangi

yang dilakukan sekolah dalam menanggulangi kenakalan remaja

Kepala Sekolah Bagaimanakah tindakan represif yang dilakukan

sekolah dalam

menanggulangikenakalan remaja?

Bidang Kesiswaan represif yang dilakukan

sekolah dalam

menanggulangikenakalan remaja?

Guru Bimbingan Konseling kelas VII

Bagaimanakah tindakan represif yang dilakukan

sekolah dalam

menanggulangi kenakalan remaja?

Guru Bimbingan Konseling kelas VIII

Bagaimanakah tindakan represif yang dilakukan

sekolah dalam menanggulangi kenakalan remaja? Guru Bimbingan Konseling kelas IX Bagaimanakah tindakan represif yang dilakukan

sekolah dalam

menanggulangi kenakalan remaja?

Guru Mata Pelajaran Bagaimanakah tindakan represif yang dilakukan

sekolah dalam

menanggulangi kenakalan remaja?

Siswa/siswi Apa sajakah sanksi yang diberikan sekolah kepada anda (siswa/siswi) setelah melakukan kenakalan? 5. Tindakan Kuratif

(penanggulangan)

Kepala Sekolah Bagaimanakah tindakan represif yang dilakukan

yang dilakukan sekolah dalam menanggulangi kenakalan remaja sekolah dalam menanggulangi kenakalan remaja?

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan

Bagaimanakah tindakan represif yang dilakukan

sekolah dalam

menanggulangi kenakalan remaja?

Guru Bimbingan Konseling kelas VII

Bagaimanakah tindakan represif yang dilakukan

sekolah dalam

menanggulangi kenakalan remaja?

Guru Bimbingan Konseling kelas VIII

Bagaimanakah tindakan represif yang dilakukan

sekolah dalam menanggulangi kenakalan remaja? Guru Bimbingan Konseling kelas IX Bagaimanakah tindakan represif yang dilakukan

sekolah dalam

menanggulangi kenakalan remaja?

Guru Mata Pelajaran Bagaimanakah tindakan represif yang dilakukan

menanggulangi kenakalan remaja?

Satpam/Keamanan Bagaimanakah tindakan represif yang dilakukan

sekolah dalam

menanggulangi kenakalan remaja?

Office Boy (OB) Bagaimanakah tindakan represif yang dilakukan

sekolah dalam

menanggulangi kenakalan remaja?

Siswa/siswi Bagaimana

penanggulangan yang dilakukan sekolah setelah

anda melakukan

kenakalan? 6. Kendala sekolah

dalam menanggulagi kenakalan remaja

Kepala Sekolah Apa sajakah kendala

sekolah dalam

menanggulangi kenakalan remaja?

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan

Apa sajakah kendala

sekolah dalam

menanggulangi kenakalan remaja?

Guru Bimbingan Konseling kelas VII

Apa sajakah kendala

sekolah dalam

menanggulangi kenakalan remaja?

Konseling kelas VIII sekolah dalam menanggulangi kenakalan remaja?

Guru Bimbingan Konseling kelas IX

Apa sajakah kendala

sekolah dalam

menanggulangi kenakalan remaja?

Guru Mata Pelajaran Apa sajakah kendala

sekolah dalam

menanggulangi kenakalan remaja?

Satpam/Keamanan Apa sajakah kendala

sekolah dalam

menanggulangi kenakalan remaja?

Office Boy (OB) Apa sajakah kendala

sekolah dalam

menanggulangi kenakalan remaja?

3. Dokumentasi

Dokumen atau dokumentasi adalah segala sesuatu materi dalam bentuk tertulis yang dibuat oleh manusia. Dokumen yang dimaksud adalah segala catatan baik berbentuk catatan (hardcopy) dalam kertas maupun elektronik (softcopy). Dokumen dapat berupa buku, artikel media massa, catatan harian, manifesto, undang-undang, notulen, blog, halaman web, foto, dan lainnya.10

Dokumen yang dapat digunakan dalam penelitian dapat dijabarkan melalui tabel sebagai berikut:

10

Tabel 3.5

Pedoman Dokumentasi

E.Teknik Analisis Data

Analisis data dalam kualitatif, dilakukan pada saat pengumpulan data berlangsung, dan setelah selesai pengumpulan data dalam periode tertentu. Pada saaat wawancara, peneliti sudah melakukan analisis terhadap jawaban yang diwawancarai. Bila jawaban yang diwawancarai setelah dianalisis terasa belum memuaskan, maka peneliti akan melanjutkan pertanyaan lagi, sampai tahap tertentu, diperoleh data yang dianggap kredibel. Milles and Huberman (1984) mengemukakan bahwa aktifitas dalam analisis data kualitatif dilakukan secara interakttif dan berlangsung secara terus menerus sampai tuntas, sehingga datanya sudah jenuh. Aktifitas dalam analisis data, yaitu reduction, data

display, dan conclusion drawing/verification.11

11

Sugiyono, Metodologi Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R & D, (Bandung: Alfabeta, 2011), h. 246.

No Dokumen Sumber Data Ket

1 Buku agenda hitam/buku anak nak bermasalah

Guru Bimbingan Konseling

2 Buku peraturan dan tata tertib sekolah

Staf Tata Usaha

Langkah-langkah analisis ditunjukkan pada gambar berikut 3.1 berukut:

Gambar 3.1 Teknik Analisis Data

1. Data reduction (reduksi data)

Mereduksi data berarti merangkum, memilih hal-hal yang pokok, memfokus pada hal-hal penting, dicari tema dan polanya. Dengan demikian data yang telah direduksi akan memberikan gambaran yang lebih jelas, dan mempermudah peneliti untuk melakukan pengumpulan data selanjutnya, dan mencarinya bila diperlukan. Reduksi data dapat dibantu dengan peralatan elektronik seperti komputer mini, dengan memberika kode pada aspek-aspek tertentu.12

Tahapan reduksi data merupakan bagian kegiatan analisis sehingga pilihan-pilihan peneliti tentang bagian data yang mana dikode, dibuang, pola-pola mana yang meringkas sejumlah bagian yang tersebut, cerita-cerita apa saja yang dikembangkan, meripakan pilihan-pilihan analisis. Dengan begitu proses reduksi data dimaksudkan untuk lebih menajamkan, menggolongkan, mengarahkan, membuang bagian data yang tidak diperlukan, serta mengorganisasi data sehingga memudahkan

12

untuk dilakukan penarikan kesimpulan yang kemudian akan dilanjutkan dengan proses verifikasi.13

2. Data Display (penyajian data)

Setelah data direduksi, maka langkah selanjutnya adalah mendisplaykan data. Dalam penelitian kualitatif penyajian data dapat dilakukan dalam bentuk uraian singkat, bagan, hubungan antar kategori,

flowchart dan sejenisnya. Dalam hal ini Milles and Huberman (1984)

dalam sugiyona menyatakan yang paling sering digunakan dalam penyajian data dalam penelitian kualitatif adalah dengan teks yang bersifat naratif.14

3. Verifikasi dan penarikan kesimpulan

Tahap akhir dari pengumpulan data adalah verifikasi dan pengambilan kesimpulan, yang dimaknai sebagai penarikan arti data yang telah ditampilkan. Pemberian makna ini tentu saja sejauh pemahaman peneliti dan interprestasi yang dibuatnya. Beberapa cara yang dapat dilakukan dalam proses ini adalah dengan melakukan pencatatan untuk pola-pola dan tema yang sama, pengelompokan dan pencarian kasus-kasuk negatif (kasus khas, berbeda, mungkin pula penyimpangan dari kebiasaan yang ada dimasyarakat).

Milles and Huberman (1992) dalam Idrus menyatakan bahwa dari permulaan pengumpulan data, seorang penganalisis kualitatif mulai mencari arti benda-benda, mencatat keteraturan, pola-pola penjelasan, konfigurasi-konfigurasi yang mungkin ada, alur sebab akibat, dan proposisi.

Dalam penelitian kualitatif ini, penarikan kesimpulan dapat saja berlangsung saat proses pengumpulan data berlangsung, baru kemudian melakukan reduksi dan penyajian data. hanya saja ini perlu disadari bahwa kesimpulan yang dibuat itu bukanlah hasil dari kesipulan final.

13

Muhammad Idrus, Metode Penelitian Ilmu sosial, (Yogyakarta: Erlangga, 2009), h 150. 14

Hal ini karena setelah proses penyimpulan tersebut, peneliti dapat saja melakukan verifikasi hasil temuan ini kembali kelapangan.

Proses verifikasi hasil temuan ini dapat saja berangsung singkat dan dilakukan oleh peneliti tersendiri, yaitu dilakukan secara selintas dengan mengingat hasil-hasil temuan terdahulu dan melakukan cek silang (cross check) dengan temuan lainnya.15

F. Pengecekan Keabsahan data

Dalam bahasa sehari-hari tringulasi dikenal dengan istilah cek dan ricek yaitu pengecekan data menggunakan beragam sumber, teknik, dan waktu.16

1) Tringulasi Sumber

Tringulasi sumber untuk menguji kredibilitas data dilakukan dengan cara mengecek data yang telah diperoleh melalui beberapa sumber. Data yang telah dianalisis oleh peneliti sehingga menghasilkan suatu kesimpulan selanjutnya dimintakan kesepakatan (member check) dengan beberapa sumber data tersebut.17

2) Tringulasi Teknik

Tringulasi teknik untuk menguji kredibilitas data dilakukan dengan cara mengecek data kepada sumber yang sama dengan teknik yang berbeda. Data yang diperoleh dengan wawancara, observasi dan dokumentasi. Bila dengan tiga teknik pengujian kredibilitas data tersebut, menghasilkan data yang berbeda-beda maka peneliti melakukan diskusi lebih lanjut kepada sumber data yang bersangkutan atau yang lain, untuk memastikan data mana yang dianggap benar. Atau mungkin semuanya benar, karena sudut pandangnya berbeda-beda.

15

Muhammad Idrus, op. cit., h. 151-152. 16

Nusa Putera, Penelitian Kualitatif: Proses & Aplikasi, (Jakarta: Indeks, 2011), h. 189.

17

Sugiyono, Metodologi Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R & D, (Bandung : Alfabeta, 2011). h. 274.

3) Tringulasi waktu

Waktu juga mempengaruhi kredibilitas data. untuk itu dalam rangka pengujian kredibilitas data dapat dilakukan dengan cara melakukan pengecekan dengan wawancara, observasi atau teknik lain dengan dalam waktu atau situasi yang berbeda. Bila hasil uji meghasilkan data yang berbeda, maka dilakukan secara berulang-ulang sehingga sampai ditemukan kepastian datanya.18

18

63 BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A.Gambaran Umum MTs Negeri 3 Jakarta

Dari analisis dokumen (content analysis) yang ada di MTs Negeri 3 Jakarta dapat diungkap data atau informasi mengenai sejarah berdirinya MTs Negeri 3 Jakarta, letak geografis MTs Negeri 3 Jakarta, visi dan misi sekolah, sarana dan prasarana, keadaan jumlah guru, keadaan jumlah siswa, program kegiatan ekstrakulikuler, dan prestasi siswa. Data atau informasi dimaksud dipaparkan sebagai berikut:

1. Sejarah MTs Negeri 3 Jakarta

Madrasah Tsanawiyah Negeri 3 adalah sekolah setingkat SMP dengan kurikulum Pengetahuan umum yang sama dari Departemen Pendidikan Nasional, ditambah dengan kurikulum agama dari Kementerian Agama. Madrasah Tsanawiyah Negeri 3 Jakarta berdiri sejak 1979 berdasakan Surat Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 48 Tahun 1978.

Madrasah Tsanawiyah Negeri 3 merupakan pemisahan dari Pendidikan Guru Agama Negerii (PGAN) 6 (enam) tahun Pondok Pinang. Pada tahun 2004 Madrasah Tsanawiyah Negeri 3 Jakarta yang semula lokasinya dekat dengan Jalan Tol Pondok Pinang menempati gedung baru yang terletak di Jalan Pupan ex Madrasah Aliyah Negeri 4 Pondok Pinang.

Gedung MTS Negeri 3 terdiri dari 3 lantai dengan jumlah ruang sebanyak 40 ruang dengan rombongan belajar 23 Kelas. Hingga saat ini MTS Negeri 3 telah dipimpin oleh Kepala Madrasah Sebanyak 9 (sembilan) orang, dan yang menjabat sebagai Kepala Sekolah periode 2016-sekarang adalah Bapak Jumanto.

Madrasah Tsanawiyah Negeri 3 Jakarta terletak di Jalan Pupan Kelurahan Pondok Pinang, Kecamatan Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Provinsi DKI – Jakarta

3. Visi dan Misi MTs Negeri 3 Jakarta 1) Visi Madrasah

MTs Negeri 3 Jakarta Berkualitas, Berkarakter, Sehat, dan Kompetitif 2) Misi Madrasah

a. Standar Isi

1. Melaksanakan Kurikulum Tiga Belas (Kurtilas).

2. Meningkatkan kegiatan ekstrakurikuler yang sesuai dengan minat dan bakat peserta didik untuk mencapai kejuaraan dan kebanggaan sekolah.

b. Standar Proses

1. Menggunakan pendekatan, metodologi & strategi pembelajaran yang bervariasi, yaitu Pembelajaran Parsitipatif, Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan (PAIKEM).

2. Melaksanakan Pembelajaran dengan sistem mastery learning (pembelajaran tuntas)

3. Mengaitkan nilai-nilai Islam pada setiap mata pelajaran dan mengaplikasikan nya dalam sikap serta perilaku sehari-hari. 4. Melaksanakan pembelajaran berbasis Teknologi Informasi. 5. Menerapkan keterampilan bahasa Inggris/Arab di lingkungan

Madrasah c. Standar Kelulusan

1. Mengusahakan tercapainya kelulusan seratus persen yang berkualitas

2. Menanamkan kesadaran peserta didik akan pola hidup sehat d. Tenaga pendidik dan kependidikan

1. Melaksanakan pelatihan bagi tenaga pendidik dan tenaga kependidikan secara berkala

2. Melaksanakan supervisi, bimbingan dan kontrol terhadap kinerja tenaga pendidik dan kependidikan

e. Standar Sarana dan Prasarana

1. Melengkapi dan memperbaharui sarana dan prasarana sesuai dengan kebutuhan

2. Menciptakan lingkungan madrasah yang bersih, sehat, dan nyaman

f. Standar Pengelolaan

1. Melaksanakan manajemen madrasah yang akuntabel, profesional dan demokratis.

2. Menjalin kerjasama dengan madrasah yang berkualitas

3. Menciptakan suasana yang harmonis sesama warga madrasah. g. Standar Pembiayaan

Menjalin kerjasama dengan komite madrasah untuk mendukung program madrasah

h. Standar Pembiayaan

Melaksanakan evaluasi belajar secara berkala, terencana, efektif dan efisien serta mandiri

4. Sarana dan Prasarana Mts Negeri 3 Jakarta

Untuk mengetahui sarana fisik MTsN 3 Jakarta peneliti melakukan penggalian data observasi secara langsung dilokasi penelitian dan didukung dengan data dokumentasi yang penulis peroleh sebagai berikut:

1) Ruang kelas untuk kegiatan belajar mengajar yang ada sebanyak 24 kelas, untuk kelas VII terbagi menjadi 8 kelas, kelas VIII ada 8 kelas, Demikian juga dengan kelas IX terdapat 8 kelas. Di setiap kelas dilengkapi dengan AC, kipas angin, TV LCD 32 inchi, LCD proyektor,

whitebord, lemari, dan kamera CCTV.

2) Ruang laboratorium yang terdiri dari laboraterium komputer, IPA, IT, matematika, dan bahasa.

3) Ruang perpustakaan, ruang UKS, ruang tata usaha, ruang koperasi, dan beberapa ruang lainnya terletak di lantai dasar

4) Masjid MTs N 3 Jakarta ini masih di dalam area madrasah yang digunakan untuk melakukan kegiatan-kegiatan keagamaan dalam rangka pembentukan moral siswa secara Islami tepatnya di samping lapangan olahraga. Lapangan olahraga juga di gunakan untuk upacara setiap dua minggu sekali di hari senin.

5) Setiap lantai terdapat beberapa toilet yang cukup bersih, ada toilet siswa laki-laki, siswa perempuan, guru, dan tata usaha.

Adapun sarana dan prasarana yang dimiki MTs Negeri 3 Jakarta secara rinci dapat dilihat pada tabel sebagai berikut :

Tabel 4.1

Sarana dan Prasarana Mts Negeri 3 Jakarta

No Ruang Jumlah

1 Kepala Madrasah 1

2 Tata Usaha 1

3 Guru 1

4 Bimbingan Konseling (BK) 1

5 Unit Kesehatan Siswa (UKS) 1

6 OSIS 1 7 Perpustakaan 1 8 Ruang Rapat 1 9 Kelas Belajar 24 10 Laboratorium : a. IPA 1 b. Komputer 1 c. IT 1 d. Matematika 1 e. Bahasa 1 11 Ruang Komite 1 12 Ruang Mekanik 1 13 Ruang Makan 1 14 Dapur 1 15 Masjid 1 16 Toilet 10

17 Koperasi 1

18 Lapangan Olahraga 1

19 Satpam 1

20 Kantin 6

21 Multimedia 1

(Sumber : Mts Negeri 3 Jakarta Thn Ajaran 2015-2016) 5. Guru dan Tenaga Kependidikan MTs Negeri 3 Jakarta

Guru dan tenaga kependidikan di MTs Negeri 3 Jakarta terdiri dari PNS Kemenag, PNS Non Kemenag, dan Non PNS yang berjumlah total 78 orang.

Guru di Mts Negeri 3 Jakarta secara singkat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 4.2

Jumlah Guru MTs N 3 Jakarta

Pendidik/Guru Laki – Laki Perempuan Jumlah

PNS KEMENAG 16 30 47

PNS NON KEMENAG 1 0 1

NON PNS 5 1 6

Jumlah 22 31 53

6. Siswa/ siswi Mts Negeri 3 Jakarta

Di MTs Negeri 3 Jakarta terdapat 24 kelas, jumlah siswa pada masing-masing tingkatan kelas bervariasi, berdasarkan hasil data yang diperoleh melalui dokumentasi kelas VII berjumlah 285 siswa, kelas VIII berjumlah 266 siswa, sedangkan kelas IX terdapat 269 siswa. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel berikut ini:

Tabel 4.3

Siswa MTs N 3 Jakarta 2015/2016

Kelas Rombongan Belajar Laki-laki Perempuan Jumlah

VII 8 121 159 280

VIII 8 125 155 280

IX 8 107 153 260

7. Program-program MTs Negeri 3 Jakarta a. Program Unggulan :

1) Sister School dengan Macarthur Anglican School,

Sydney-Australia

2) Bahasa, untuk penyelenggaraan Program Unggulan Bahasa (Bahasa Inggris)

3) IT, untuk mendukung program informasi dan teknologi computer 4) Kesehatan, untuk mendukung program Sekolah Sehat dan

pelayanan kesehatan seluruh warga madrasah 5) Psikotes, untuk seleksi peserta didik baru 6) Tahsinul Qur’an

7) Program Hifzil Qur’an Juz 30 dan 29

8) Program Pembiasaan muhadhoroh semua kelas.

9) Program Pembelajran Bahasa Inggris di Pare Kediri Jawa Timur untuksiswa kls VII bagi yang berminat.

b. Program Kerjasama Pendidikan dan Internasional

1) Macarthur Anglican School (MAS) Sydney – New South Wales, Australia

2) Lembaga Bimbingan Belajar “Boston” dalam Program Unggulan Bahasa (PUB).

3) Lembaga Kesehatan GESIT

4) Lembaga Bimbingan Belajar Indonesia-Turki “OCEAN” 5) Native speaker Bahasa Inggris

6) Lembaga Tahsinul Qur’an Rumah Qur’an Darussalam c. Prestasi MTs Negeri 3 Jakarta

Prestasi yang diraih oleh MTs Negeri 3 Jakarta terbagi pada 2 kategori, yaitu prestasi akademik dan prestasi non akademik, rincian prestasi yang telah diraih mulai tahun 2015 sebagai berikut :

1. Prestasi Akademik

a) Juara I dalam Puitisasi Al-Qur’an Pelajar Tingkat MTs/SMP dalam rangka Bulan syiar Maulid Nabi Muhammad SAW 1436 H

di Masjid Istiqlal, BPMI dan Kanwil Kemenag Prop. DKI Jakarta. Januari 2015.

b) Juara II dalam Peragaan Manasik Haji Pelajar Tingkat MTs/SMP dalam rangka Bulan syiar Maulid Nabi Muhammad SAW 1436 H di Masjid Istiqlal, BPMI dan Kanwil Kemenag Prop. DKI Jakarta. Januari 2015

c) Harapan III dalam Tari Saman Pelajar Tingkat MTs/SMP dalam rangka Bulan syiar Maulid Nabi Muhammad SAW 1436 H di Masjid Istiqlal, BPMI dan Kanwil Kemenag Prop. DKI Jakarta. Januari 2015

d) Juara Regu Terbaik Lomba Keterampilan Pramuka Tingkat SMP di ajang Smart scout competition SMP ANNISAA, 2015.

2. Prestasi Non Akademik

a) Juara 2 Lomba Marawis TK MTs/SMP “Bulan Syiar Maulid Nabi Muhammad SAW Istiqlal Jkt, 2014.

b) Juara Harapan 1 Lomba Tari Saman “Bulan Syiar Maulid Nabi Muhammad SAW Istiqlal Jkt, 2014.

c) Juara Harapan 2 Lomba Pidato B.Indonesia Tk Mts/SMP “Bulan Syiar Maulid Nabi Muhammad SAW Istiqlal Jkt, 2014.

d) Juara 1 Hifzil Aqur’an Juz 30 di SMP Al’Azhar Tahun 2014 e) Juara 1 Lomba Kaligrafi di SMP Al-Azhar Tahun 2014

B.Hasil Penelitian

1. Gambaran Bentuk-bentuk Kenakalan Remaja di MTs Negeri 3 Jakarta

Berdasarkan analisis hasil transkip wawancara dan observasi dengan sebelas informan, yaitu: (1) Bapak Jumanto M.Pd selaku kepala sekolah, (2) Ibu Hunainah, M.Pd selaku wakil kepala sekolah bidang kesiswaan, (3) Bapak H. Faqih Khairul Fikri, S.Psi selaku guru bimbingan konseling kelas VII, (4) Ibu Yeti Nurhayati, S.Psi selaku guru bimbingan konseling kelas VIII dan (5) Ibu Latifah, S.Pd selaku guru bimbingan konseling kelas IX. (6) Bapak Riza Fahlevi selaku guru mata pelajaran, (7) Bapak Rizal selaku

keamanan MTsN 3 Jakarta, (8) Bapak Andri selaku OB. Disamping itu juga berdasarkan hasil wawancara dengan tiga orang siswa sebagai informan, yaitu: (1) M. Fatih A.N, (2) Azmy dan (3) M. Adenito Fakhriza serta hasil analisis observasi tentang gambaran bentuk kenakalan remaja di MTs Negeri 3 Jakarta.

Dalam kaitannya dengan isu kenakalan remaja dan bentuk kenakalan yang ada di MTs Negeri 3 Jakarta, menurut penjelasan Bapak Jumanto, M.Pd selaku kepala sekolah MTs Negeri 3 Jakarta dalam wawancara dikemukakan sebagai berikut:

Untuk bentuk kenakalan remaja di MTs Negeri 3 Jakarta bentuknya membolos sekolah, berkelahi, pacaran, bullying dan usil.1

Untuk melengkapai penjelasan kepala MTs Negeri 3 Jakarta diperoleh hasil wawancara oleh Ibu Hunainah, M.Pd wakil kepala kesiswaan, sebagai berikut:

Ya, saya melihat ketika saya menjadi kesiswaan, sebenarnya saya menjadi wakasek kesiswaan baru satu tahun tapi paling tidak saya tahu. Sebenarnya ini masih kenakalan anak-anak dimana anak masih mencari perhatian seperti tidak tertib, tidak disiplin dalam berpakaian seragam, kemudian kehadiran suka masih terlambat, kemudian ada satu-dua anak ketika jam pelajaran mereka keluar dan ada lagi yang mungkin masih kita berantas itu seperti organisasi tapi organisasi ilegal dan yang memegang adalah alumni yang tidak bertanggung jawab namanya resisten awalnya organisasi itu bagus tapi karena yang memegang itu sudah sibuk setelah turun yang kebawah-bawah akhirnya dimanfaatkan oleh anak-anak yang tidak bertanggung jawab itu untuk menjual striker tetapi memaksa dan anak-anak kita itu sipatnya masih ikut-ikutan.2

Untuk melengkapi penjelasan wakil kepala bidang kesiswaan MTs Negeri 3 Jakarta tersebut, dan untuk memperoleh gambaran lebih jelas kaitannya dengan kenakalan remaja diperoleh penjelasan dari hasil wawancara dengan Bapak Faqih Khairul Fiqri, S.Psi selaku guru BP kelas VII sebagai berikut:

1

Wawancara, 16 September 2016, “Bentuk-bentuk kenakalan remaja di MTs Negeri 3

Jakarta”

2 Ibid.,

Kalau bentuknya mungkin karena mereka secara teknik masih masa transisi dari SD ke MTs, mungkin keisengan,usilin temen, kenakalan kaya ngata-ngatain orang tua, terus ditambah lagi mungkin mulai ada keingintahuan tentang lingkungan sekitar sekolah yang sifatnya kaya geng-geng gitu, seperti itu sih biasanya.3

Selanjutnya menurut ibu Yeti Nurhayati, S.Psi selaku guru BK kelas VIII , menjelaskan:

Kenakalan yang terjadi biasanya nongkrong di warung pada jam sekolah/setelah pulang sekolah, biasanya nongkrong diikuti dengan merokok dan sering jadi ajang untuk melakukan hal-hal negatif lain, semisal jual sticker ilegal (biasanya tentang geng) dengan cara biasa atau dipaksa atau mungkin juga tersusun rencana untuk merekrut anggota baru untuk ikut geng ilegal dan mungkin ada rencana untuk tawuran karena dihasut. Selain itu cabut jam pelajaran entah untuk nongkrong/kabur dari sekolah, meminta uang dengan paksa ke adik kelas, melakukan bulliying dan melanggar aturan sekolah.4

Berikutnya nya menurut ibu Latifah, S.Pd selaku guru bimbingan konseling kelas IX, menjelaskan:

Kalau untuk anak-anak remaja bentuknya dalam kedisiplinan, diantaranya berpakaian yang tidak memenuhi standar kalau cowo itu celananya street atau kecil, selain itu juga merokok ada suka berkelompok kaya geng, tidak mengikuti KBM atau meninggalkan kelas saat jam pelajaran.5

Selanjutnya menurut Bapak Riza Fahlevi, MT selaku guru mata pelajaran, sebagai berikut:

Untuk kenakalan paling membuat geng-geng diluar dari sekolah , terus apalagi ya. Ya paling yang kita pahami seperti itu.6

Berikutnya nya menurut Bapak Rizal selaku penjaga keamanan MTsN 3 Jakarta, menjelaskan:

3

Ibid., 4

Wawancara, 29 Agustus 2016, “Bentuk-bentuk kenakalan remaja di MTs Negeri 3

Jakarta”

5

Wawancara, 26 Agustus 2016, “Bentuk-bentuk kenakalan remaja di MTs Negeri 3

Jakarta”

6

Wawancara, 05 Desember 2016, “Bentuk-bentuk kenakalan remaja di MTs Negeri 3

Ya biasalah anak sekolah gitu kenakalan biasa aja, seperti melanggar peraturan aja, kalau sampai tawuran sih Alhamdulilah engga.7

Selanjutnya menurut Bapak Andri selaku Office Boy (OB) yang bekerja di MTsN 3 Jakarta menjelaskan sebagai berikut:

Ya paling buang sampah sembarangan, itu aja sih kalau menyangku kebersihan.8

Selanjutnya di sisi lain diperoleh gambaran bentuk kenakalan siswa dari hasil wawancara dengan tiga orang siswa yang bermasalah atau melakukan tindak kenakalan. Mereka masing-masing menuturkan tentang kasus atau permasalahannya sebagaimana dikutip dalam wawancara sebagai berikut:

M. Fatih A.N (VIII.8) Kalau kenakalan yang pernah saya lakukan paling keluar pada saat KBM, lalu mengikuti organisasi ilegal atau resisten/geng, tidak sopan terhadap guru, bulliying.9

Lain halnya dengan Azmy (SW2), siswa kelas VIII.6 yang mengemukakan, yaitu:

Kenakalan yang saya perbuat kaya tidak masuk kelas/meninggalkan kelas pada jam KBM, tidak mengikuti ekstrakulikuler, telat masuk kelas, melawan orang tua, dan berantem dengan teman.10

Berikutnya disusul M. Adenito Fakhriza (SW3), siswa kelas IX.1 menceritakan mengenai kasusnya sebagai berikut:

Kenakalan yang saya lakukan adalah keluar kelas pada jam belajar, pernah ikut tawuran karena ikut-ikutan teman, dan jajan ke kantin pada jam belajar.11

Sedangkan mengenai data bentuk kenakalan remaja dan jumlah siswa yang melakukan pelanggaran cara berpakaian di MTs Negeri 3 Jakarta pada

Dokumen terkait