• Tidak ada hasil yang ditemukan

MUARA DI PROVINSI PAPUAPrinsip

3. Dukungan para pihak pada keberhasilan dan keberlanjutan progam pembesaran buaya

4.3. Metode Pengolahan dan Analisis Data

4.3.2. Tingkat Keberhasilan Penangkaran

Kecepatan pertumbuhan buaya mencapai ukuran badan komersial untuk masa pembesaran ekonomis merupakan keberhasilan kegiatan pembesaran dalam penangkaran. Kondisi ini dapat dicapai karena adanya kemampuan teknis dalam pengelolaan penangkaran serta dukungan sosial atas kehadiran unit usaha penangkaran buaya terutama dari lingkungan sekitar lokasi unit usaha penangkaran. Oleh karena itu tingkat keberhasilan penangkaran dinilai berdasarkan susunan kriteria dan indikator dibangun berdasarkan acuan standar kualifikasi penangkaran, kriteria keberhasilan pengembangan komoditi penangkaran dan pedoman audit penangkaran reptil (Dephut 2006; Alikodra 2010; Kemenhut 2011).

Adapun tahapan kerja yang dilakukan dalam rangka penilaian tersebut adalah sebagai berikut:

1. Pengumpulan data penilaian keberhasilan penangkaran:

Kegiatan pengolahan dan analisa data dilakukan pada beberapa tahapan:

a. Tahapan persiapan yaitu memeriksa kelengkapan daftar pertanyaan sebagai instrumen pelaksanaan kegiatan dan memeriksa data yang diperoleh dari dokumen pelaporan serta pemeriksaan kondisi fisik obyek pemeriksaan di penangkaran.

b. Tahap tabulasi yaitu mengelompokkan data dalam tabel frekuensi guna mempermudah dalam menganalisa data. Kegiatan ini berupa: (1) pemeriksaan data terkait kelengkapan kriteria teknis kegiatan penangkaran

dalam menunjang kecepatan pertumbuhan buaya (teknik pengelolaan dan sarana prasarana fisik penangkaran), (2) pemeriksaan data kondisi biologis dalam penilaian kriteria biologis, (3) pemeriksaan data terkait dukungan lingkungan atas kehadiran unit usaha penangkaran dalam kriteria sosial. c. Tahapan analisa data yaitu melakukan analisis data yang digunakan berupa

analisa data kualitatif dan kuantitatif deskriptif dengan menggunakan teknik tabulasi dan menyajikan hasil analisis berupa deskriptif. Tujuannya untuk memberikan deskripsi mengenai keberhasilan kegiatan pembesaran berdasarkan data dari kriteria dan indikator penilaian.

2. Penetapan kriteria dan indikator penilaian keberhasilan penangkaran:

Penilaian keberhasilan kegiatan penangkaran ini terbagi pada dua prinsip yaitu keberhasilan kegiatan pembesaran buaya dalam penangkaran dan prinsip penilaian keberhasilan pengembangan pengelolaan penangkaran buaya. Masing- masing prinsip ini memiliki kritera penilaian yaitu ada empat kriteria yang memiliki indikator penilaian beserta parameter penilaian yang dibangun menggunakan acuan dari peraturan-peraturan, pedoman dan dokumen terkait pengelolaan penangkaran buaya muara dan standar kualifikasi penangkaran. Tiap kriteria memiliki indikator penilaian yang dibangun oleh pengukur yang menunjukkan suatu kondisi diinginkan dari suatu indikator dengan pemberian skoring mulai dari angka terbesar (nilai 5) dan sebagai kondisi tidak diinginkan hingga angka terkecil (nilai 1).

Pada penilaian prinsip pertama yakni keberhasilan kegiatan pembesaran buaya, keriteria penilaian tertuju pada kemampuan mempercepat pertumbuhan buaya mencapai ukuran badan komersial pada umur potong ekonomis. Kriteria penilaian tersebut adalah kriteria teknis yang mendukung pelaksanaan kegiatan untuk mempercepat pertumbuhan buaya dan kriteria biologis. Untuk penilaian prinsip kedua yakni keberhasilan pengembangan pengelolaan penangkaran buaya dinilai dari kriteria sarana prasarana dan kriteria sosial.

Tiap kriteria memiliki indikator penilaian, dan diberi pembobotan yang kemudian disebut sebagai bobot indikator. Penetapan bobot indikator sebagai angka yang diberikan untuk tiap indikator penilaian didasarkan pada tingkat kepentingannya didalam menentukan keberhasilan penangkaran buaya muara.

Indikator merupakan atribut kuantitatif dan kualitatif dan atau deskriptif yang apabila diukur atau dipantau secara periodik menunjukkan arah perubahan. Bobot indikator pada kriteria paling penting yaitu kriteria biologis mendapat bobot paling tinggi, hingga pada bobot indikator pada kriteria sosial. Tiap indikator diberikan penilaian atas skoring yang telah dibangun. Skoring merupakan nilai yang diberikan untuk masing-masing indikator penilaian berdasarkan tingkat kelengkapan dan persyaratan yang harus dipenuhi oleh unit usaha penangkaran buaya. Pemberian nilai skoring terdiri atas penilaian angka atas kesesuaian persyaratan yang dipenuhi dalam tiap indikator penilaian (Kemenhut 2011). Bobot dan skoring pada penilaian tingkat keberhasilan penangkaran buaya muara dengan pola pembesaran disajikan pada Tabel 4.

Tabel 4 Penilaian tingkat keberhasilan penangkaran buaya muara dengan pola pembe- besaran di Provinsi Papua

No Indikator Bo- bot Pengukur Skor Kriteria Teknis 1. Indikator 1. Manajemen penangkapan anakan buaya untuk keperluan pembesaran di penangkaran (penangkapan anakan, pengelolaan di penampungan plasma, pengiriman ke penangkaran inti)

0.17 a. Menangkap anakan buaya pada zone tangkap pada ukuran panjang badan 50- 80 cm, pengelolaan di penampungan terlaksana baik

b. Menangkap anakan buaya pada zone tangkap pada ukuran panjang badan 50- 80 cm, pengelolaan di penampungan tidak terlaksana dengan baik

c. Menangkap anakan buaya pada zone tangkap pada ukuran panjang badan <50 cm, pengelolaan di penampungan terlaksana baik

d. Menangkap anakan buaya pada zone tangkap pada ukuran panjang badan >80 cm, pengelolaan di penampungan terlaksana baik

e. Menangkap anakan buaya pada zone tangkap pada ukuran panjang badan <50 cm, pengelolaan di penampungan tidak terlaksana dengan baik

5 4 3 2 1 2. Indikator 2. Pengelolaan pakan

0.13 a. Pakan memenuhi prinsip kecukupan, keberlanjutan, ekonomis

b. Pakan memenuhi 2 persyaratan prinsip pakan

c. Pakan memenuhi 1 persyaratan prinsip pakan

d. Pakan tidak memenuhi semua persya- ratan prinsip pakan

e. Tidak ada pilihan

5 4 3 2 1

Tabel 4 Lanjutan No Indikator Bo- bot Pengukur Skor 3. Indikator 3. Pengelolaan kesehatan

0.10 a. Melaksanakan pemeriksaan kesehatan pada awal masuk penangkaran dan berkala selama pembesaran dan pembersihan kandang kontinu

b. Melaksanakan pemeriksaan kesehatan awal masuk penangkaran tetapi tidak melakukan pemeriksaan berkala selama pembesaran, melakukan pembersihan kandang

c. Tidak melaksanakan pemeriksaan kese- hatan awal masuk penangkaran, tetapi melakukan pembersihan kandang d. Tidak pengelolaan kandang masa

pembesaran e. Tidak ada pilihan

5 4 3 2 1 Kriteria Biologis 4. Indikator 4. Tingkat prosentase kematian dari anakan hingga umur panen (data time seriestiga tahun)

0.15 a. Tingkat kematian buaya <10 % b. Tingkat kematian buaya 10-<30 % c. Tingkat kematian buaya 30-<40 % d. Tingkat kematian buaya 40–50 % e. Tingkat kematian buaya >50%

5 4 3 2 1 5. Indikator 5. Lama pemeliharaan /pembesaran dari anakan hingga umur panen (data time series tiga tahun)

0.13 a. Masa pembesaran anakan 3-4 tahun b. Masa pembesaran anakan 4-5 tahun c. Masa pembesaran anakan 5-6 tahun d. Masa pembesaran anakan 6-7 tahun e. Masa pembesaran anakan >7 tahun

5 4 3 2 1 6. Indikator 6. Ukuran Panjang badan buaya dan lebar kulit pada usia panen (data time seriestiga tahun)

0.12 a. Jumlah buaya yang dipanen 100% berukuran panjang badan rata-rata buaya > 200 cm atau lebar kulit rata-rata 37.8 cm

b. Jumlah buaya yang dipanen 80% berukuran panjang badan rata-rata buaya >200 cm atau lebar kulit rata-rata 37.8 cm

c. Jumlah buaya yang dipanen 100% berukuran panjang badan rata-rata buaya 100-200 cm atau lebar kulit rata-rata 37.8 cm

5

4

3

d. Jumlah buaya yang dipanen 80% berukuran panjang badan rata-rata buaya 100-200 cm atau lebar kulit rata-rata 37.8 cm

e. Jumlah buaya yang dipanen <80% berukuran panjang rata-rata buaya <101 cm atau lebar kulit rata-rata perekor/tahun 30-35 cm

2

Tabel 4 Lanjutan

No Indikator Bo-

bot

Pengukur Skor

Kriteria Sarana Prasarana

7 Indikator 7.

Kelayakan sarana prasarana

0.07 a. Memiliki kelayakan komponen utama infrastruktur kandang (kandang karan- tina, kandang pembesaran pada tiap kelompok ukuran panjang badan, dan kandang isolasi)

b. Hanya memiliki kandang karantina dan kandang pembesaran pada tiap ke- lompok ukuran panjang badan tetapi belum memenuhi persyaratan ukuran panjang badan.

c. Hanya memiliki kandang pembesaran untuk anakan dan dewasa

d. Hanya memiliki satu kandang tanpa ada kandang pemisahan antar KU

e. Tidak ada pilihan

5 4 3 2 1 8 Indikator 8. Ketersediaan tenaga inti penangkaran

0.07 a. Memiliki semua persyaratan keterse- diaan tenaga inti (tenaga ahli, tenaga teknis dan administrasi)

b. Hanya memiliki tenaga teknis dan tenaga administrasi

c. Hanya memiliki tenaga teknis d. Tidak ada tenaga inti

e. Tidak ada jawaban

5 4 3 2 1 9 Indikator 9. Penandaan dan pelaporan

0.04 a. Semua kandang ditandai, spesimen tangkar ditandai, memiliki kelengkapan isi buku induk/harian sesuai fisik penangkaran, & melaksanakan pela- poran scr lengkap

b. Tidak semua kandang ditandai, sebagian isi buku induk/harian sesuai fisik penangkaran, & hanya memenuhi salah satu bentuk laporan.

c. Hanya memenuhi kewajiban pembuatan laporan

d. Hanya memenuhi sebagian dari kewajiban pembuatan laporan

e. Tidak melaksanakan penandaan, buku harian/buku induk dan semua pelaporan tidak dilaksanakan. 5 4 3 2 1 Kriteria Sosial/lingkungan 10 Indikator 10. Prosentase serapan tenaga kerja dari masyarakat sekitar lokasi penangkaran (data time series 3 tahun)

0.06 a. Memiliki >50 % serapan tenaga kerja masyarakat lokal

b. Memiliki 40-50 % serapan tenaga kerja masyarakat lokal

c. Memiliki 20-30 % serapan tenaga kerja masyarakat lokal

d. Hanya 10% serapan tenaga kerja masyarakat lokal

e. Tidak memiliki serapan tenaga kerja masyarakat lokal 5 4 3 2 1

Tabel 4 Lanjutan No Indikator Bo- bot Pengukur Skor 11 Indikator 11. Dukungan lingkungan pada penangkaran berupa dukungan keamanan lingkungan unit usaha penangkaran (data time series3 tahun)

0.04 a. Masyarakat sangat mendukung dan berpartisipasi aktif menjaga keamanan. b. Masyarakat mendukung dan berparti-

sipasi aktif menjaga keamanan.

c. Masyarakat kurang mendukung dan berpartisipasi aktif menjaga keamanan. d. Masyarakat tidak mendukung dan

berpartisipasi aktif menjaga keamanan. e. Masyarakat sangat tidak mendukung

dan berpartisipasi aktif menjaga keamanan. 5 4 3 2 1 12 Indikator 12. Prosentase terbukanya lapangan kerja di lingkungan sekitar lokasi penangkaran (time series)

0.02 a. Terbukanya >10 usaha baru sekitar lokasi unit usaha penangkaran

b. Terbukanya 8–10 usaha baru sekitar lokasi unit usaha penangkaran

c. Terbukanya 5- 8 usaha baru sekitar lokasi unit usaha penangkaran

d. Terbukanya <5 usaha baru sekitar lokasi unit usaha penangkaran

e. Tidak ada usaha baru yang tumbuh di sekitar lokasi unit usaha penangkaran

5 4 3 2 1

3. Perhitungan penilaian tingkat keberhasilan penangkaran:

Penilaian keberhasilan penangkaran buaya muara pola pembesaran menggunakan perhitungan indeks keberhasilan kegiatan pembesaran buaya. Indeks keberhasilan penangkaran menggunakan penilaian berdasarkan bobot dan skoring kepentingan dengan membandingkan penilaian pada beda kondisi yakni kondisi pengelolaan penangkaran maksimum dan kondisi pengelolaan penangkaran yang saat penilaian.

Adapun langkah-langkah penilaiannya sebagai berikut:

1. Memberikan penilaian berdasarkan kondisi aktual pengelolaan penangkaran berdasarkan skor tingkat pemenuhan persyaratan setiap indikator. Tingkat pemenuhan persyaratan ini sebagai parameter penilaian. Ada lima pengukur tiap indikator yakni pengukur dengan tingkat pemenuhan kelengkapan dan persyaratan sangat lengkap atau baik diberi skoring angka 5, pengukur dengan tingkat pemenuhan kelengkapan dan persyaratan lengkap skoringnya angka 4, pengukur dengan tingkat pemenuhan kelengkapan dan persyaratan cukup lengkap skoringnya angka 3, pengukur dengan tingkat pemenuhan

kelengkapan dan persyaratan kurang lengkap skoringnya angka 2, dan skoring paling rendah yakni pengukur dengan tingkat pemenuhan kelengkapan dan persyaratan sangat kurang lengkap skoringnya angka 1. 2. Penetapan skoring pada langkah 1, di hitung dengan bobot indikator menjadi

penilaian bobot dikalikan dengan skor untuk tiap indikator. Ada 3 (tiga) penilaian bobot indikator pada tiap kriteria.

3. Total bobot pada penilaian keberhasilan adalah 1 (satu) yang dibagikan dengan jumlah responden yang terlibat dalam penilaian untuk mendapatkan rata-rata penilaian indeks keberhasilan.

4. Untuk mendapatkan kategori keberhasilan maka indeks keberhasilan pada langkah 4 dibuat nilai prosentase dengan mengalikannya dengan 100%. Prosentase tersebut kemudian disesuaikan berdasarkan kelompok prosentase keberhasilan yang telah dibuat. Adapun kategori tersebut adalah yaitu: (1) Baik (huruf A) apabila Indeks Keberhasilan Penangkaran (IKP) 80-100%, (2), Cukup (huruf B) apabila IKP 60-80%, (3) Kurang (huruf C) apabila IKP <60%. Kategori keberhasilan penangkaran pada kategori keberhasilan “Baik dan Cukup”, bahwa penangkaran tersebut dianggap sudah berhasil melakukan pengelolaan penangkaran buaya muara dengan pola pembesaran dan sudah dapat memanfaatkan hasil penangkarannya. Untuk Kategori keberhasilan penangkaran pada kategori keberhasilan “Kurang” maka penangkaran tersebut dianggap belum dapat melaksanakan pengelolaan penangkaran buaya muara dengan pola pembesaran. Artinya penangkaran belum berhasil dan belum dapat memanfaatkan hasil penangkaran.

5. Formula yang digunakan dalam penilaian keberhasilan pembesaran adalah :

Indeks KPP = ∑(Bi x Si)n

Keterangan : Indeks KPP Spi Bi n : : : :

Indeks Keberhasilan Penangkaran Pembesaran Skor yang dicapai pada indikator ke-i

Bobot indikator ke-i Jumlah responden

4.3.3. Dukungan Parapihak bagi Keberhasilan dan Keberlanjutan Penang-