HASIL DAN PEMBAHASAN Gambaran Umum Kelompok Tani di Daerah Penelitian
2. Tingkat partisipasi petani dalam penerapan pertanian padi organik di daerah penelitian
Partisipasi adalah peran serta anggota kelompok tani dalam suatu secara sadar. Partisipasi petani dalam penerapan pertanian padi organik adalah mencakup sumbangan (ide/pemikiran, uang, tenaga, waktu), kehadiran petani dalam mengikuti penyuluhan, keikutsertaan petani dalam menerapkan berbagai kegiatan dalam tahap penerapan pertanian padi organik, keterlibatan petani dalam mengikuti kegiatan yang dilakukan oleh kelompok tani, dorongan petani dalam mengikuti penerapan pertanian padi organik.
Tingkat partisipasi petani dalam penerapan pertanian padi organik diuraikan sebagai berikut:
a. Tingkat partisipasi dalam pemberian sumbangan ide/pemikiran Pemberian sumbangan ide/pemikiran merupakan pemberian pendapat atau saran dalam hal penanaman, irigasi, pemupukan, dan sebagainya. Tingkat partisipasi dalam pemberian ide/pemikiran dapat dilihat pada tabel 12 berikut ini : Tabel 12. Frekuensi Jumlah Petani dalam Pemberian Ide/Pemikiran pada
Penerapan Pertanian Padi Organik
No pemberian ide/pemikiran anggota kelompok tani
1 selalu memberi ide 7(23,3%)
2 Kadang-kadang 13(43,3%)
3 Tidak pernah 10(33,4%)
Jumlah 30(100%)
Sumber : Diolah dari lampiran 2
Dari Tabel 12 dapat diketahui bahwa persentase petani yang selalu memberi ide/pemikiran dalam setiap pertemuan yaitu 23,3% , persentase yang memberi ide kadang-kadang yaitu 43,3% dan yang tidak pernah memberi ide/pemikiran yaitu 33,4%. Dalam hal ini petani merespon apa yang sedang dibahas didalam rapat anggota.
b. Tingkat partisipasi dalam pemberian sumbangan tenaga
Pemberian sumbangan tenaga merupakan keikutsertaan petani secara sukarela untuk bergotong royong dalam hal perbaikan saluran irigasi dan sebagainya. Tingkat partisipasi dalam menyumbangkan tenaga dapat dilihat pada tabel 13 yaitu;
Tabel 13. Frekuensi Jumlah Petani dalam Menyumbangkan Tenaga pada Penerapan Pertanian Padi Organik
No sumbangan tenaga anggota kelompok tani
1 selalu menyumbangkan tenaga 18(60%)
2 Kadang-kadang 9(30%)
3 Tidak pernah 3(10%)
Jumlah 30(100%)
Sumber: diolah dari lampiran 2
Tabel 13 menunjukkan bahwa petani selalu memberikan tenaga pada kegiatan kelompok tani sebesar 60%, sementara kadang-kadang sebesar 30%, dan tidak pernah sebesar 10%. Dalam hal ini petani aktif dalam kegiatan kelompok tani.
c. Tingkat partisipasi dalam pemberian sumbangan uang
Pemberian sumbangan uang merupakan keikutsertaan petani secara sukarela untuk memberi uang atau material dalam hal perbaikan saluran irigasi dan sebagainya. Tingkat partisipasi dalam menyumbangkan uang dapat dilihat pada tabel 14 yaitu;
Tabel 14. Frekuensi Jumlah Petani dalam Menyumbangkan Uang pada Penerapan Pertanian Padi Organik
No sumbangan uang anggota kelompok tani
1 selalu menyumbangkan uang 8(26,6%)
2 Kadang-kadang 11(36,7%)
3 Tidak pernah 11(36,7%)
Jumlah 30(100%)
Sumber: diolah dari lampiran 2
Tabel 14 menunjukkan bahwa petani lebih sedikit yang selalu menyumbangkan uang yaitu sebesar 26,6%, sementara yang kadang-kadang yaitu 36,7% dan yang tidak pernah 36,7%. Adanya petani yang tidak pernah menyumbangkan uang, menyebabkan kekurangan dana pada kelompok tani.
d. Tingkat partisipasi dalam pemberian sumbangan waktu
Pemberian sumbangan waktu merupakan keikutsertaan petani secara sukarela untuk menghadiri kegiatan yang dilakukan dalam hal diskusi dan
sebagainya. Tingkat partisipasi dalam menyumbangkan waktu dapat dilihat pada tabel 15 yaitu :
Tabel 15. Frekuensi Jumlah Petani dalam Menyumbangkan Waktu pada Penerapan Pertanian Padi Organik
No sumbangan waktu anggota kelompok tani
1 selalu menyumbangkan waktu 3(10%)
2 Kadang-kadang 23(76,6%)
3 Tidak pernah 4(13,3%)
Jumlah 30(100%)
Sumber: diolah dari lampiran 2
Tabel 15 menunjukkan bahwa petani lebih sedikit yang selalu menyumbangkan waktu yaitu sebesar 10%, sementara yang kadang-kadang yaitu 76,6% dan yang tidak pernah 13,3%. Adanya petani yang tidak pernah menyumbangkan uang, menyebabkan kekurangan dana pada kelompok tani.
e. Tingkat partisipasi dalam mengikuti kegiatan pertemuan/penyuluhan Kegiatan pertemuan yang dilakukan oleh penyuluh merupakan suatu kegiatan yang membahas tentang kapan penanaman, waktu irigasi, dan sebagainya.tingkat partisipasi petani dalam mengikuti petemuan dapat dilihat pada tabel 16 berikut ini :
Tabel 16. Frekuensi Jumlah Petani dalam Mengikuti Pertemuan/Penyuluhan No mengikuti penyuluhan anggota kelompok tani 1 selalu mengikuti penyuluhan 17(56,7%)
2 Kadang-kadang 10(33,3%)
3 Tidak pernah 3(10%)
Jumlah 30(100%)
Sumber: diolah dari lampiran 2
Tabel 16 menunjukkan bahwa petani kebanyakan selalu hadir dalam kegiatan penyuluhan yaitu sebesar 56,7%, sementara yang kadang-kadang hadir yaitu sebesar 33,3% dan yang tidak pernah datang sebesar 10%. Adanya petani
yang tidak pernah datang dalam kegiatan penyuluhan karena petani beralasan kepentingan yang bersifat kekeluargaan, menghadiri acara undangan dan sebagainya.
f. Tingkat partisipasi dalam mengikuti kegiatan dalam tahap penerapan pertanian padi organik
Keikutsertaan petani dalam mengikuti kegiatan dalam tahap penerapan pertanian padi organik karena petani sadar akan pentingnya tahap-tahap mulai dari penanaman sampai panen. Tingkat partisipasi dalam mengikuti tahap penerapan tersebut dapat dilihat pada tabel 17 yaitu:
Tabel 17. Frekuensi Jumlah Petani dalam Mengikuti Kegiatan dalam Tahap Penerapan Pertanian Padi Organik
No mengikuti tahap penerapan anggota kelompok tani 1 selalu mengikuti tahap penerapan 11(36,7%)
2 Kadang-kadang 16(53,3%)
3 Tidak pernah 3(10%)
Jumlah 30(100%)
Sumber : Diolah dari lampiran 2
Tabel 17 menunjukkan bahwa petani tidak semua mengikuti tahap penerapan pertanian padi organik karena ada sebesar 36,7% yang selalu mengikuti tahap, sementara yang kadang-kadang yaitu sebesar 53,3% dan yang tidak pernah sebesar 10%. Adanya petani yang tidak mengikuti tahap penerapan karena adanya sifat petani yang merasa sudah mengerti akan penerapan tersebut.
g. Tingkat partisipasi dalam mengikuti kegiatan yang dilakukan oleh kelompok tani
Keikutsertaan petani dalam mengikuti kegiatan yang dilakukan oleh kelompok tani seperti gotong royong dan sebagainya. Tingkat partisipasi dalam mengikuti tahap penerapan tersebut dapat dilihat pada tabel 18 yaitu;
Tabel 18. Frekuensi Jumlah Petani dalam Mengikuti Kegiatan yang Dilakukan Oleh Kelompok Tani
No mengikuti kegiatan anggota kelompok tani
1 selalu mengikuti kegiatan 0
2 Kadang-kadang 30(100)
3 Tidak pernah 0
Jumlah 30(100%)
Sumber: diolah dari lampiran 2
Tabel 18 menunjukkan bahwa kebanyakan petani kadang-kadang mengikuti kegiatan kelompok tani yaitu 100%, sementara yang selalu dan tidak pernah yaitu 0. Dalam hal ini petani dapat dikatakan aktif dalam kegiatan kelompok tani karena petani tidak ada yang tidak pernah ikut dalam mengikuti kegiatan kelompok tani.
h. Dorongan petani terlibat dalam Kegiatan penerapan pertanian padi organik
Tingkat partisipasi petani dapat juga dilihat dari dorongan petani terlibat dalam penerapan pertanian padi organik, dapat dilihat pada tabel 19 yaitu;
Tabel 19. Frekuensi Jumlah Dorongan Petani Terlibat dalam Kegiatan Penerapan Pertanian Padi Organik
No Dorongan petani anggota kelompok tani
1 Kebutuhan 18(60%)
2 Diajak 12(40%)
3 Ikut-ikutan 0
Jumlah 30(100%)
Sumber: diolah dari lampiran 2
Tabel 19 menunjukkan bahwa kebanyakan petani menerapkan pertanian padi organik karena kebutuhan yaitu 60%, sementara yang diajak oleh orang lain ada 40% dan yang ikut-ikutan yaitu 0. Dalam hal ini petani dapat dikatakan telah menyadari pentingnya kesehatan karena sudah membuat pertanian padi organik menjadi suatu kebutuhan.
Berdasarkan frekuensi-frekuensi partisipasi petani, dapat disimpulkan bahwa tingkat partisipasi petani adalah sedang. Hal ini disebabkan oleh banyaknya petani kadang-kadang memberikan partisipasi, seperti yang kadang- kadang menyumbangkan ide/pemikiran 43,3%, menyumbangkan uang 36,7%, menyumbangkan waktu 76,6%, petani yang mengikuti tahap penerapan 53,3%, dan petani yang kadang-kadang mengikuti kegiatan kelompok tani 100%. Sehingga diperoleh hasil rata-rata dari semua skor tingkat partisipasi petani dalam penerapan pertanian padi organik sebesar 17,533, dimana skor tersebut berada antara 14-19 yaitu tingkat partisipasi sedang.
3. Hubungan karakteristik sosial ekonomi petani pelaksanaan