• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V PEMBAHASAN

5.4. Perilaku

Pengetahuan yaitu hasil dari tahu, dan ini terjadi setelah orang melakukan penginderaan terhadap suatu objek tertentu. Informasi dapat berasal dari berbagai bentuk termasuk pendidikan formal maupun non formal, percakapan harian, membaca, mendengar radio, menonton televisi dan dari pengalaman hidup lainnya.

Pengetahuan yang didapatkan akan menjadi sikap sebagai reaksi atau respon yang masih tertutup dari seseorang terhadap stimulus atau objek (Notoatmodjo, 2012).

Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa sebagian besar pengetahuan responden tentang Program Jampersal berada pada kategori kurang yaitu sebesar 57,0%, sementara pengetahuan kategori baik hanya sebesar 16,3%. Hasil tersebut

senada dengan Rasyid, dkk., (2012), skor pengetahuan responden tentang Jampersal rata-rata 65,21, yang artinya rata-rata responden memiliki tingkat pengetahuan cukup.

Qomariyah (2012), dalam penelitiannya menunjukkan bahwa ibu yang mempunyai pengetahuan baik tentang jaminan persalinan, yaitu sebesar 6,3%, pengetahuan cukup 29,4%, dan pengetahuan kurang 66,3%. Sehingga Qomariyah menyimpulkan bahwa sebagian besar ibu mempunyai pengetahuan kurang terhadap program jaminan persalinan dan seluruh ibu bersikap menerima program jaminan persalinan. Informasi dan sosialisasi program jaminan persalinan oleh tenaga kesehatan terhadap masyarakat sangatlah penting sehingga masyarakat lebih tahu terhadap program jaminan persalinan. Hasil penelitian tersebut berbeda dengan Febrianti (2012), dimana tingkat pengetahuan masyarakat sebagian besar berada pada kategori tinggi, hal tersebut menunjukkan bahwa pengetahuan ibu-ibu tentang pesan dari iklan layanan masyarakat Jampersal sepenuhnya memahami dan mengerti.

Banyaknya responden yang memiliki tingkat pengetahuan kategori kurang dikarenakan sebagian besar pertanyaan tentang Jaminan Persalinan (Jampersal), sasaran dari program jaminan persalinan, jenis pelayanan jaminan persalinan di tingkat pertama (puskesmas), dan jenis pelayanan Jaminan persalinan di tingkat lanjutan (Rumah Sakit) tidak ada yang tahu secara lengkap. Hal ini menunjukkan rendahnya pengetahuan responden tentang Program Jampersal, yang bisa terjadi karena kurangnya penyuluhan yang mereka terima, meskipun kebanyakan responden mengaku memperoleh informasi tentang Program Jampersal dari perawat /bidan.

Dari penelitian yang dilakukan sosialisasi pihak Puskesmas dengan masyarakat tidak berjalan dengan baik. Ini dikarenakan tidak adanya pertemuan

formal dan rutin antara pihak Puskesmas dengan masyarakat terkait tentang sosialisasi program Jampersal. Puskesmas sendiri tidak melakukan sosialisasi mengenai program Jampersal langsung kepada masyarakat atau dalam hal ini langsung kepada ibu hamil.

Diterapkannya program Jampersal haruslah memperoleh tanggapan positif dari para pelaksananya. Dibutuhkannya pelaksana yang ramah dan terbuka untuk menyampaikan setiap informasi tentang program Jampersal dan pelayanan yang akan diberikan akan menjamin pelaksanaan program yang berjalan maksimal. Pelaksana program Jampersal dapat mengkreasikan cara mereka untuk melakukan pendekatan dan promosi tentang adanya program Jampersal. Sikap seperti ini sangat diharapkan karena membuktikan komitmen dari aparat Dinas Kesehatan, tenaga kesehatan di Puskesmas, dan pihak-pihak terkait lainnya bersama-sama berusaha mensukseskan program Jampersal.

Rendahnya tingkat pengetahuan responden tentang Program Jampersal juga dapat dikarenakan tingkat pendidikan formal yang pernah ditempuh responden tergolong rendah yaitu tamat SD dan bahkan masih ada yang tidak sekolah /tidak tamat SD. Pernyataan tersebut senada dengan Notoatmodjo (2012) pengetahuan akan berpengaruh pada perilaku sebagai hasil dari pendidikan. Konsep dasar pendidikan adalah suatu proses belajar yang berarti di dalam pendidikan itu terjadi pertumbuhan, perkembangan, atau perubahan kearah yang lebih dewasa, lebih baik, dan lebih matang pada diri individu, kelompok, atau masyarakat. Pendidikan akan mempengaruhi pola piker terhadap pelayanan kesehatan, sehingga akan mempengaruhi pemanfaatan fasilitas kesehatan.

5.4.2. Sikap

Sikap merupakan kecenderungan dan kesediaan untuk bertindak dan disertai dengan perasaan-perasaan yang dimiliki oleh individu tersebut. Dengan dasar pengetahuan dan pengalaman masa lalu maka timbul sikap dalam diri manusia dengan perasaan-perasaan tertentu, dalam menanggapi suatu objek yang menggerakkan untuk bertindak. Sikap adalah cara mengkomunikasikan suasana hati dalam diri sendiri kepada orang lain. Bila merasa optimis dan memperkirakan akan berhasil, hal ini menimbulkan sikap positif. Bila merasa pesimis dan menduga hal-hal yang buruk, hal ini bisa menimbulkan sikap negatif (Notoatmodjo, 2012).

Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa sebagian besar responden memiliki sikap kategori sedang yaitu sebesar 51,2%. Dengan sikap sedang tersebut sangat berpengaruh dalam hal tindakan, karena sikap sedang bisa menjadi sikap tertutup dan cenderung tidak bertindak sehingga penggunaan program Jaminan Persalinan (Jampersal) dalam melakukan persalinan tidak terlaksana. Hasil penelitian tersebut sejalan dengan Rasyid, dkk., (2012), bahwa sebanyak 53,1% responden bersikap negatif terhadap Jampersal sedangkan 46,9% responden bersikap positif terhadap Jampersal.

Ajzen (1994), berpendapat bahwa sikap tumbuh karena adanya suatu kecenderungan untuk merespon suka atau tidak suka terhadap suatu obyek, orang lembaga, atau peristiwa tertentu. Mueller (1996), juga mengatakan bahwa sikap ditunjukkan oleh luasnya rasa suka atau tidak suka terhadap sesuatu. Hal ini sesuai dengan pernyataan Berkowitz, “sikap seseorang terhadap objek adalah perasaan

mendukung atau memihak (favorabel) ataupun perasaan tidak mendukung (tak-favorabel) terhadap objek,” (Saifuddin, 1998). Dengan kata lain, sikap dapat bersifat

positif dan negatif.

Agar responden tidak memiliki persepsi salah terhadap program Jampersal, maka program Jampersal harus lebih disosialisaikan lagi. Menurut Edward III dalam Tangilisan (2005), dimensi kemunikasi sangat menentukan dalam berhasilnya suatu program. Oleh karena itu penyampaian pesan merupakan hal yang mutlak harus diperhatikan. Persyaratan utama bagi implementasi yang efektif adalah bahwa para pelaksana kebijakan harus mengetahui apa yang harus mereka lakukan, keputusan kebijakan harus disalurkan. Komunikasi kebijakan memiliki beberapa macam dimensi, antara lain dimensi transformasi, kejelasan, dan konsistensi. Dimensi transformasi menghendaki agar kebijakan dapat ditransformasikan kepada para pelaksana, kelompok sasaran, dan pihak lain yang terkait dengan kebijakan. Dimensi kejelasan menghendaki agar kebijakan yang ditransmisikan kepada para pelaksana, target grup, dan pihak lain yang berkepentingan langsung maupun tidak langsung terhadap kebijakan dapat diterima dengan jelas sehingga diantara mereka mengetahui apa yang menjadi maksud, tujuan, dan sasaran serta substansi dari kebijakan publik tersebut.

Jampersal berlaku untuk semua kalangan, baik kaya maupun miskin. Untuk mendapatkan pelayanan program tersebut cukup gampang, masyarakat cukup memberikan KTP saja dan tidak perlu memberikan keterangan surat kurang mampu, karena program tersebut berlaku untuk semua masyarakat baik kaya maupun miskin.

Menurut responden, seharusnya Jampersal khusus untuk para ibu yang tidak mampu.

Sehingga bagi para ibu yang berkecukupan secara ekonomi, rasanya kurang tepat bila melayani pasien persalinan orang kaya menggunakan Jampersal, apalagi banyak permintaan.

5.4.3. Tindakan

Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa sebagian besar tindakan responden terhadap penggunaan program Jaminan Persalinan (Jampersal) dalam melakukan persalinan pada kategori kurang yaitu sebesar 52,3%%, sementara tindakan kategori baik hanya sebesar 26,7%.

Masih banyaknya tindakan responden kategori kurang dikarenakan pada umumnya ibu masih banyak yang belum memanfaatkan pelayanan dari Program Jampersal, yaitu sebanyak 38,4% ibu memeriksakan kehamilan di Puskesmas dan menggunakan Jampersal, 38,4% ibu melakukan persalinan di Puskesmas dan menggunakan Jampersal 38,4% ibu memanfaatkan pelayanan Nifas di Puskesmas dan menggunakan Jampesal, dan sebanyak 36,0% ibu ikut dalam pelayanan KB paska persalinan di Puskesmas dan menggunakan Jampesal. Ibu yang tidak melakukan persalinan dengan menggunakan Jampersal karena masih adanya persepsi bahwa segala sesuatu yang berbau gratis itu terkesan kualitas pelayananannya relatif kurang baik. Sedangkan bagi yang tidak memanfaatkan pelayanan nifas dan KB kemungkinan karena responden tidak mengetahui bahwa kalau Jampersal juga memberikan layanan gratis terhadap pelayanan nifas dan KB bagi masyarakat.

Dengan demikian dibutuhkan sosialisasi mengenai program Jampersal secara rutin dan menyeluruh, sehingga masyarakat dapat memahami seperti apa program

Jampersal tersebut, dengan melibatkan seluruh pihak kelurahan, ketua RT/RW atau kader-kader untuk ikut hadir dalam sosialisasi tersebut.

Dari hasil diketahui bahwa tindakan responden lebih rendah bila dilihat dari sikapnya, dimana hasil tersebut senada dengan Notoatmodjo (2012), bahwa suatu sikap belum otomatis terwujud dalam tindakan. Untuk mewujudkan sikap menjadi suatu perbuatan nyata diperlukan faktor pendukung atau suatu kondisi yang memungkinkan. Perubahan perilaku atau tindakan baru itu terjadi melalui tahap-tahap atau proses perubahan yaitu pengetahuan, sikap dan tindakan. Namun, beberapa penelitian juga membuktikan bahwa proses tersebut tidak selalu melalui tahap-tahap tersebut, bahkan dalam praktek sehari-hari terjadi sebaliknya, artinya seseorang berperilaku baik meskipun pengetahuan dan sikapnya masih negatif.

KESIMPULAN DAN SARAN

6.1. Kesimpulan

1. Sebagian besar responden dalam penelitian ini didominasi oleh responden dengan usia ≥ 29 tahun yaitu berjumlah 47 orang (54,7%). Dilihat dari sisi latar belakang pendidikan, bahwa responden dalam penelitian ini didominasi oleh responden dengan latar belakang pendidikan menengah yaitu sebanyak 64 orang (74,4%).

Berdasarkan jenis pekerjaan, sebanyak 40 orang (46,5%) responden bekerja sebagai petani/buruh tani, dan memiliki penghasilan keluarga kategori tinggi (55,8%).

2. Perilaku terhadap penggunaan program Jaminan Persalinan (Jampersal) dalam melakukan persalinan di Puskesmas Namorambe Kabupaten Deliserdang yang diukur melalui pengetahun, sikap, dan tindakan. Diperoleh sebagian besar responden memiliki pengetahuan kategori kurang yaitu sebesar 57,0%, sikap kategori sedang yaitu sebesar 51,2%, dan tindakan kategori kurang yaitu sebesar 52,3%.

3. Pengetahuan baik, tetapi tindakan kurang dikarenakan masih banyak ibu yang tinggal atau bertempat tinggal di satu lingkungan dengan orang tua atau mertuanya, sehingga dalam pengambilan keputusan dalam memanfaatkan pelayanan Jampersal masih dipengaruhi oleh anggota keluarga lainnya.

4. Salah satu hal yang membuat beberapa responden memiliki sikap kurang baik terhadap penggunaan program Jampersal dalam melakukan persalinan masyarakat enggan memanfaatkan Jampersal karena selalu ada persepsi bahwa segala sesuatu yang berbau gratis itu terkesan kualitas pelayananannya relatif kurang baik

6.2. Saran

1. Pihak puskesmas dan pemerintah desa perlu memberikan informasi tentang program Jampersal secara rutin dan menyeluruh kepada masyarakat pada saat posyandu atau dipengajian ibu-ibu.

2. Untuk peneliti selanjutnya perlu meneliti aspek lain yang berkaitan dengan program Jampersal melalui pendekatan kualitatif. Melalui pendekatan kualitatif dapat memahami lebih mendalam tentang alasan masyarakat tidak memanfaatkan pelayanan Jampersal.

DAFTAR PUSTAKA

Ajzen, Icek, 1994. Encyclopedia of psychology. John Wiley dan Sons. New York Arikunto, Suharsimi. 2009. Manajemen Penelitian. Jakarta : Rineka Cipta.

Azwar, S. 2007. Sikap Manusia Teori dan Pengukurannya, adisi 2, Pustaka Pelajar, Yogyakarta.

Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (BAPPENAS), 2010. Laporan Pencapaian Tujuan Pembangunan Milenium Indonesia 2010.

Badan Pusat Statistik, 2012. Profil Kemiskinan Di Indonesia Maret 2012. No.

45/07/Th. XIV, 1 Juli 2012

Becker MH, Maiman LA. Model-model perilaku kesehatan. Dalam: Muzaham F, penyunting. Memperkenalkan sosiologi kesehatan. Jakarta:UI-Press, 1995. h. 43-92.

Febrianti Ayu Wulan, 2012. Tingkat Pengetahuan Ibu Rumah Tangga Di Surabaya Tentang Iklan Layanan Masyarakat “Jampersal” Di Televisi (Studi Deskriptif Tingkat Pengetahuan Ibu Rumah Tangga Di Keluruhan Sawahan Surabaya Tentang Iklan Layanan Masyarakat

“Jampersal” Di Televisi, Skripsi Universitas Pembangunan Nasional

“Veteran” Jawa Timur Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik Program Studi Ilmu Komunikasi Surabaya

Gunarsa S.,, 1991. Psikologi Praktis. Anak, Remaja dan Keluarga. Jakarta:

Gunung Agung

Green, LW .1980. Health Education Planning : a diagnosis approach (1st edition).

California. Mayfield Publishing Company

Ilyas, Yaslis, 2003. Mengenal Asuransi Kesehatan: Review Utilisasi, Manajemen Klaim, dan Fraud (Kecurangan Asuransi Kesehatan), Depok:

Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia.

Lemeshow, Stanley. 1997. Besar Sampel Pada Penelitian Kesehatan. UGM press, Yogyakarta

Mueller, Daniel. 1992. Mengukur sikap sosial: Pegangan untuk peneliti dan praktisi. Penerbit Bumi Aksara. Jakarta.

Notoatmodjo, Soekidjo. 2012. Promosi Kesehatan dan Perilaku Kesehatan (Edisi Revisi 2012). Penerbit Rineka Cipta. Jakarta.

Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 2562/MENKES/

PER/XII/2011. Tentang Petunjuk Teknis Jaminan Persalinan.

Rasyid AL Harun, Diadjeng Setya Wardanai, Ayu Solehati Agustina. 2012. Sikap Ibu Hamil Terhadap Jampersal Di Wilayah Kerja Puskesmas Kendal Kerep Kota Malang. Skripsi Program Studi S1 Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas), 2010. Badan Penelitian Dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI Tahun 2010.

Saifuddin Azwar, 1998. Sikap Manusia: teori dan Pengukurannya. Penerbit Liberty. Yogyakarta.

Sarlito Wirawan Sarwono, 1998. Pengantar Psikologi Umum dan Perkembangan.

Pedoman Ilmu Jaya. Jakarta.

Siregar, Henny Sahriani, 2012. Pengaruh Faktor Psikologis dan Organisasi terhadap Kinerja Bidan dalam Pelaksanaan Program Jaminan Persalinan di Kota Padangsidimpuan. Tesis program studi S2 IKM FKM USU Medan.

Qomariyah, 2012. Gambaran Pengetahuan Dan Sikap Ibu Terhadap Program Jampersal (Jaminan Persalinan) Di Dusun Kedung Desa Leran Gresik Karya Tulis Ilmiah Kebidanan STIKES YARSIS

http://share.stikesyarsis.ac.id/elib/main/dok/00800/gambaran- pengetahuan-dan-sikap-ibu-terhadap-program-jampersal-jaminan-persalinan-di-dusun-kedung-desa-leran-gresik

Tangilisan H. 2005. Implementasi Kebijakan Publik. YPAPI. Yogyakarta.

Thabrany H, ed. 2005. Dasar-dasar Asuransi Kesehatan Bagian A. Persatuan Ahli Manajemen Pembiayaan Kesehatan (Pemjaki), Jakarta.

KUESIONER

GAMBARAN PERILAKU MASYARAKAT TERHADAP PEMANFAATAN PROGRAM JAMINAN PERSALINAN (JAMPERSAL) DALAM

MELAKUKAN PERSALINAN DI PUSKESMAS 4. Pekerjaan : a. Berdagang/wiraswasta

b. Petani/Buruh tani c. Ibu Rumah Tangga

5. Penghasilan : Rp. ...

Sumber Informasi

Dari mana Ibu mendapatkan informasi tentang Program Jampersal (jawaban boleh lebih dari satu)?

a. Media Elektronik (TV, radio) b. Media Cetak (surat kabat, brosur) c. Dokter

d. Perawat/bidan e. Kader kesehatan f. Keluarga

g. Tetangga/teman

PENGETAHUAN

PENGETAHUAN

1. Pilihlah jawaban “Ya” atau “Tidak” pada pernyataan di bawah ini tentang Jaminan Persalinan (Jampersal) ?

a. Jampersal merupakan program pemerintah sebagai jaminan persalinan bagi ibu bersalin Ya (1) Tidak (0)

b. Jaminan persalinan hanya diperuntukkan bagi masyarakat yang miskin Ya (0) Tidak (1)

c. Jampersal merupakan program kesehatan dari puskesmas dan Rumah Sakit Ya (0) Tidak (1)

d. Jampersal bertujuan untuk meningkatnya akses terhadap pelayanan persalinan yang dilakukan oleh tenaga kesehatan

Ya (1) Tidak (0)

2. Pilihlah jawaban “Ya” atau “Tidak” pada pernyataan di bawah ini tentang sasaran dari Program Jaminan Persalinan

e. Sasaran dari Program Jampersal adalah Ibu Hamil Ya (1) Tidak (0)

f. Sasaran dari Program Jampersal adalah Ibu Bersalin Ya (1) Tidak (0)

g. Sasaran dari Program Jampersal adalah seluruh masyarakat umum Ya (0) Tidak (1)

h. Sasaran dari Program Jampersal adalah seluruh ibu yang memiliki penyakit-penyakit tertentu

Ya (0 Tidak (1)

i. Sasaran dari Program Jampersal adalah Ibu nifas Ya (1) Tidak (0)

j. Sasaran dari Program Jampersal adalah bayi baru lahir Ya (1) Tidak (0)

3. Pilihlah jawaban “Ya” atau “Tidak” pada pernyataan di bawah ini tentang Jenis pelayanan Jaminan persalinan di tingkat pertama (puskesmas)

k. Pelayanan pemeriksaan kehamilan (ANC) Ya (1) Tidak (0)

l. Tempat melakukan deteksi dini ada tidaknya komplikasi Ya (1) Tidak (0)

m. Pertolongan persalinan dengan operasi atau cesar Ya (0) Tidak (1)

n. Pertolongan persalinan dengan komplikasi Ya (1) Tidak (0)

o. Pelayanan Nifas (PNC)

Ya (1) Tidak (0)

p. Pelayanan KB paska persalinan Ya (1) Tidak (0)

q. Pelayanan rujukan terencana sesuai indikasi medis Ya (1) Tidak (0)

4. Pilihlah jawaban “Ya” atau “Tidak” pada pernyataan di bawah ini tentang Jenis pelayanan Jaminan persalinan di tingkat lanjutan (Rumah Sakit)

r. Pemeriksaan kehamilan dengan risiko tinggi Ya (1) Tidak (0)

s. Pertolongan persalinan yang tidak mampu dilakukan di Puskesmas.

Ya (1) Tidak (0)

t. Penanganan komplikasi

Ya (1) Tidak (0)

u. Pemeriksaan paska persalinan dengan risiko tinggi.

Ya (1) Tidak (0)

v. Penatalaksanaan KB paska persalinan dengan metode kontrasepsi jangka panjang Ya (1) Tidak (0)

S I K A P

SS = Sangat Setuju; S = Setuju ; TS = Tidak Setuju; STS = Sangat Tidak Setuju

Jawaban

No. Pernyataan

SS S TS STS 1. Bagaimana menurut Anda dengan diberlakukannya kebijakan

program Jampersal (Jaminan Persalinan)

2. Bagaimana menurut Anda agar setiap Ibu tidak hanya memanfaatkan program Jampersal hanya pada saat persalinan tetapi dimanfaatkan juga untuk pelayanan kehamilan, nifas, bayi baru lahir dan KB pasca persalinan

3. Bagaimana menurut Anda dengan Program Jampersal yang diberlakukan bagi seluruh ibu yang membutuhkan pelayanan kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir dan KB pasca persalinan tanpa membedakan status sosial ekonomi mereka 4. Bagaimana menurut Anda agar bidan di Puskesmas menarik

biaya tambahan kepada pengguna program Jampersal di luar tarif yang ditentukan dengan alasan tertentu.

5. Bagaimana menurut Anda agar bidan di Puskesmas diberi sanksi apabila bidan tidak memberikan fasilitas dan pelayanan kesehatan sesuai yang berlaku

6. Bagaimana menurut Anda agar bidan diberi sanksi apabila bidan tidak melakukan prosedur pelayanan sesuai petunjuk teknis Jampersal

7. Program Jampersal, tidak akan dapat menanggulangi pelayanan kesehatan Ibu terutama pertolongan persalinan di Puskesmas

8. Petugas kesehatan terutama bidan membeda-bedakan pasien pengguna Jampersal dengan pasien umum

9. Bidan dan tenaga kesehatan lainnya di puskesmas, sudah melakukan tugas dengan baik dan berbicara dengan sopan

10. Menurut Ibu, fasilitas yang diberikan melalui program Jampersal belum sesuai dengan kondisi kesehatan Ibu saat menggunakan kartu Jampersal

TINDAKAN

Pilihlah salah satu jawaban sesuai dengan apa yang anda rasakan atau yang telah anda lakukan berhubungan dengan Penggunaan Jampesal dalam Persalinan, dengan memberikan tanda silang (X) pada kolom jawaban yang telah disediakan :

Jawaban

No. Pernyataan Ya Tidak

1. Apakah Ibu mengajak ibu yang lain untuk ikut serta dalam pelaksanaan program Jampersal.

2. Apakah Ibu ikut dalam sosialisasi program Jampersal yang diberikan oleh Puskesmas

3. Apakah Ibu memberitahukan suami atau anggota keluarga lainnya agar melakukan persalinan di puskesmas dengan menggunakan Jampersal.

4. Apakah Ibu hanya melakukan rujukan ke rumah sakit apabila ada hal yang menghawatirkan pada ibu.

5. Apakah Ibu hanya melakukan rujukan ke rumah sakit apabila ada hal yang menghawatirkan pada Janin

6. Apakah Ibu melakukan pemeriksaan kehamilan di Puskesmas dan menggunakan Jampersal

7. Apakah Ibu melakukan persalinan di Puskesmas dan menggunakan Jampersal ?

8. Apakah Ibu memanfaatkan pelayanan Nifas di Puskesmas dan menggunakan Jampesal.

9. Apakah Ibu ikut dalam pelayanan KB paska persalinan di Puskesmas dan Menggunakan Jampesal ?

10. Apakah Ibu melakukan pemeriksaan kehamilan di Rumah Sakit dengan alasan bahwa Ibu mengalami risiko tinggi

Karakteristik Pengetahuan

No. Umur Didik Kerja Penghasilan Klrg P1 P2 P3 P4 P5 P6 P7 P8 P9 P10 P11 P12 P13 P14 P15 P16 P17 P18 P19 P20 P21 P22 Total

1 27 4 2 1050000 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 0 1 0 1 1 0 1 1 1 1 18

2 26 2 2 950000 0 0 1 0 1 1 1 1 0 0 0 0 0 1 0 1 1 1 1 0 1 0 11

3 23 2 1 1150000 1 0 1 1 1 1 1 1 1 0 1 0 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1 17

4 26 1 2 1450000 0 1 1 1 1 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 1 0 1 0 13

5 23 2 3 1650000 0 1 1 0 1 1 1 0 0 0 0 1 0 1 0 1 1 0 1 0 1 0 11

6 30 3 1 950000 0 0 1 0 1 1 1 0 0 0 0 1 0 1 0 1 1 1 0 0 1 0 10

7 30 2 3 1150000 1 1 0 0 1 1 1 0 1 1 1 0 1 0 0 0 1 0 0 1 0 0 11

8 32 1 3 1080000 1 0 0 1 1 0 0 1 0 0 0 0 1 0 1 0 1 0 1 0 0 1 9

9 30 1 3 1150000 1 0 0 0 0 1 0 0 1 0 0 1 1 0 0 1 0 0 1 0 0 0 7

10 34 2 2 1150000 0 1 0 0 1 1 0 1 1 1 0 1 0 0 0 0 1 0 0 1 0 0 9

11 25 2 3 950000 0 1 0 0 0 1 0 1 1 1 0 1 1 0 0 0 1 0 0 1 0 0 9

12 25 3 3 1350000 1 0 1 1 0 1 0 0 1 1 0 0 1 1 0 0 1 1 1 1 1 0 13

13 35 1 3 1080000 0 0 1 0 1 0 0 0 0 1 0 1 0 0 0 1 0 0 1 0 1 0 7

14 34 3 2 1950000 0 1 0 0 0 0 1 0 1 1 1 0 1 0 0 1 1 0 0 1 0 0 9

15 32 2 2 950000 1 1 0 0 0 0 1 0 1 1 0 0 1 0 1 1 0 0 0 1 0 1 10

16 25 2 1 2250000 1 1 0 0 1 0 0 1 0 1 0 0 1 1 0 0 1 0 0 0 1 0 9

17 35 1 3 1150000 0 0 0 1 1 0 1 1 0 1 0 0 1 0 1 0 0 0 1 0 0 1 9

18 21 1 2 1250000 0 0 0 1 0 1 0 0 0 0 1 0 1 1 0 1 0 0 1 0 1 0 8

19 36 2 1 1350000 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 1 0 1 0 0 0 1 0 0 1 1 0 6

20 27 2 3 1450000 0 1 0 0 0 0 1 0 1 1 1 0 1 0 0 0 1 1 0 1 0 0 9

21 26 2 2 1950000 0 0 0 1 1 1 0 0 1 0 0 0 1 0 0 0 0 0 1 0 1 0 7

22 25 2 2 1250000 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 1 1 1 0 0 0 1 0 0 0 0 0 5

23 31 1 2 1450000 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 1 0 1 0 1 1 0 0 0 1 0 6

24 35 2 3 1950000 0 0 1 0 0 0 0 1 1 1 0 1 1 0 1 1 1 0 0 1 0 1 11

25 28 2 1 1650000 1 0 1 1 0 0 0 1 0 1 0 1 1 0 0 0 0 1 0 0 1 0 9

26 27 1 2 2150000 1 1 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 1 0 1 0 6

57 30 1 1 950000 1 1 1 1 0 0 0 0 0 0 1 0 1 0 0 0 0 0 1 0 0 0 7

M A S T E R D A T A

27 2 1 1 2 1 1 0 1 2 3 3 17 0 1 0 0 0 0 0 1 0 1 3

58 2 1 2 2 1 1 2 0 2 3 3 19 1 0 0 0 0 0 0 0 1 0 2

Dokumen terkait