TINJAUAN TEORITIS
2.1 Komunikasi dan Perkembangan Teknologi Komunikasi
Manusia sebagai makhluk hidup dan makhluk sosial dituntut untuk dapat berinteraksi dengan satu sama lainnya. Hal ini dikarenakan manusia tidak bias hidup tanpa bantuan orang lain.sehingga didalam kesehariannya dibutuhkan proses interaksi, yakni salah satunya melalui komunikasi. Layaknya makhluk sosial yang tidak bias hidup tanpa orang lain, manusia juga tidak bias untuk tidak berkomunikasi baik itu secara interpersonal ataupun intrapersonal.
Adapun pengertian Komunikasi menurut para ahli, seperti Bernard dan Gary A. Steiner (dalam Mulyana, 2007), bahwa komunikasi merupakan proses transmisi informasi, gagasan, emosi, keterampilan, dan sebagainya, dengan menggunakan simbol-simbol, kata-kata, gambar, figure, grafik, dan sebagainya. Tindakan atau proses transmisi itulah yang biasanya disebut komunikasi. Selain itu Theodore M. Newcomb (2001) (dalam Mulyana, 2007) juga berpendapat yang sama bahwa setiap tindakan komunikasi dipandang sebagai suatu transmisi informasi, terdiri dari rangsangan deskriminatif, dari sumber kepada penerima. Dalam perkembangan zaman, komunikasi juga beriringan perkembangan teknologi.
Menurut Kamus Sosial Edisi Baru, istilah Teknologi yaitu : (1) Penerapan ilmu pengetahuan; (2) Pola praktek menggunakan semua sumber daya untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu; serta (3) Semua ciri untuk mencapai tujuan organisasi. Sedangkan menurut Johannesen (1996) teknologi diartikan sebagai aktivitas budaya yang khas ketika manusia membentuk dan mengubah realitas alami demi tujuan-tujuan praktis. Setiap langkah kemajuan teknologi menyebabkan serangkaian perubahan yang
berinteraksi dengan perubahan lainnya yang timbul dari sistem teknologi secara keseluruhan.
Menurut Gouzali Saydam (2005), teknologi komunikasi pada hakikatnya adalah penyaluran informasi dari satu tempat ke tempat lain melalui perangkat telekomunikasi (kawat, radio atau perangkat elektromagnetik lainnya). Informasi tersebut dapat berbentuk suara (telepon), tulisan dan gambar (telegraf), data (komputer), dan sebagainya. Sedangkan Shiroth dan Amin (1998) mengemukakan teknologi komunikasi merupakan teknologi yang cepat berkembang, seiring dengan berkembangnya industri elektronika dan komputer. Trend teknologi ini semakin kearah teknologi wireless (tanpa kabel).
Bentuk-bentuk teknologi komunikasi menurut Kadir dan Triwahyuni (2003) mencangkup telepon, radio, dan televisi. Sedangkan dalam buku Human Communication (Tubbs dan Moss, 2001), bentuk-bentuk teknologi komunikasi ditampilkan dalam tingkat antarpesona, kelompok, organisasional, dan publik. Pada tingkat antarpersona yaitu telepon, telepon genggam (handphone), surat elektronik, dan
voicegram. Pada tingkat kelompok yaitu konferensi telepon, telekomunikasi komputer, dan surat elektronik. Pada tingkat organisasional yaitu interkom, konferensi telepon, surat elektronik, manajemen dengan bantuan komputer, sistem informasi, dan faksimili. Sedangkan pada tingkat publik yaitu televisi, radio, film, videotape, vidoedisc, TV kabel, TV satelit langsung, video dengan teks, teleteks, dan sistem informasi digital. Pada saat ini telepon merupakan alat komunikasi yang banyak ditemukan dalam dunia bisnis. Bahkan setiap hari sekitar lebih dari 500 juta panggilan telepon dilakukan diseluruh dunia (Morey, 2004). Menurut Gouzali Saydam (2005), istilah telepon pada awalnya merupakan suara dari jarak jauh. Selain itu keberadaan telepon itu sendiri dibagi menjadi dua, yaitu telepon biasa (fixtelephone) dan telepon bergerak.
2.2 Pengertian Teknologi Komunikasi dan Informasi
Teknologi komunikasi adalah alat yang dapat membantu untuk memproses dan mengirim data dari satu perangkat ke perangkat lainnya. Teknologi komunikasi merupakan alat yang juga menambah kemampuan seseorang dalam berkomunikasi antar sesama. Komunikasi sangat berkaitan dengan perkembangan teknologi . Karena teknologi berperan sebagai teknis yang digunakan untuk memproses dan menyampaikan informasi. Teknologi informasi sendiri adalah hasil dari pemanfaatan teknologi yang membantu manusia dalam membuat, menyimpan atau menyebarkan suatu informasi. (Abdul Kadir & Terra CH. Triwahyuni 2003, h. 5 ).
2.2.1 Sejarah Teknologi Komunikasi
Tahun 1809 Samuel Thomas von Sommering menemukan telegram. Masa sebelum ditemukannya telepon telegram sangat populer digunakan untuk mengirim pesan. Tahun 1876 Alexander Grahambell menemukan penemuan baru yaitu telepon dan berkembang menjadi jaringan komunikasi menggunakan kabel. Setelah ditemukannya telepon, telegram sudah hampir tidak dipergunakan lagi. Tahun 1940 teknologi telepon terus berkembang pesat hingga muncul teknologi baru yaitu transmisi audio visual melalui siaran televisi. Saat itu siaran televisi masih berwarna hitam putih namun sudah bersuara. Tahun 1950 saat teknologi televisi sudah berkembang pesat lalu muncul teknologi terbaru yaitu tv kabel di Amerika Serikat. Tahun 1958 Chester Carlson menemukan mesin fotokopi yang sangat populer digunakan dunia perkantoran hingga saat ini. Tahun 1969 Departemen Pertahanan Amerika mengadakan riset tentang bagaimana cara menghubungkan sejumlah komputer sehingga membentuk sebuah jaringan. Sejak dikembangkannya riset tersebut, munculah media internet yang merupakan media yang modern hingga saat ini. Tahun 1989 Tim Berners Lee dan Robert Cailiau menemukan system prototype yang menjadi World Wide Web (WWW) di CERN. WWW yang biasa
berada di awal nama domain website. Tahun 1994 Neil Papworth mengirimkan pesan singkat pertama di dunia atau yang biasa disebut SMS. Tahun 1999 penggunaan telepon genggam atau handphone sangat popular di kalangan masyarakat dunia dalam berkomunikasi. (Abdul Kadir & Terra CH. Triwahyuni 2003, h. 8 ).
2.2.2 Jenis-Jenis Teknologi Komunikasi 1. Telegram
Telegram adalah mesin atau alat yang digunakan untuk mengirim pesan jarak jauh. Kata telegram pada saat ini sering disebut sebagai telegram elektrik yang ditemukan oleh negara Amerika Serikat. Penggunaan telegram tersebut dikirimkan melalui operator telegraf atau telegrafer yang dihubungkan melalui kode morse. Biasanya sering disebut sebagai pesan kabel atau kawat.
2. Telepon
Telepon merupakan salah satu alat komunikasi yang dipergunakan untuk membantu manusia dalam menyampaikan pesan suara, terutama dalam bentuk pecakapan dengan orang lain. Pada dasarnya telepon beroperasi dengan menggunakan transmisi sinyal listrik dalam suatu jaringan telepon. Dengan adanya hal tersebut memungkinkan suatu komunikasi dapat terbentuk antar satu individu dengan individu lain.
3. Radio
Radio adalah alat komunikasi yang menggunakan gelombang elektromagnet atau berupa isyarat-isyarat radio yang dapat menghantarkan elektronik dari suatu tempat ke tempat lain tanpa menggunakan kawat. Dalam proses penggunaan radio, alat ini membutuhkan penghantar yang biasa disebut sebagai pemancar. Melalui bantuan pemancar inilah gelombang elektromagnetik dapat tersalurkan ke tempat lain.
4. Televisi dan Tv Kabel
Tahun 1920 Paul Nipkow menemukan sebuah piringan metal kecil yang berputar-putar didalamnya, dan akhirnya terciptalah suatu sistem untuk penangkapan gambar, transmisi serta penerimaannya. Sistem tersebut dibuat berdasarkan sistem gerakan mekanik. Setelah televisi sudah menjadi barang elektronik yang hampir selalu ada di setiap rumah, maka munculah televisi kabel. Ini adalah sistem penyiaran acara televisi lewat sinyal frekuensi radio yang ditransmisikan melalui serat optik yang tetap dan bukan lewat udara seperti siaran televisi biasa yang harus ditangkap antena.
Tahun 1972, sebuah sistem kabel dalam Wilkes-Barre, PA, dimulai dengan menawarkan sistem channelpay-per-view pertama kali. Mereka menamai servis baru ini dengan nama Home Box Service atau HBO. Yang akhirnya sampai dengan sekarang bertambah terus sehingga jumlahnya mencapai 91 channel yang bisa dinikmati di seluruh dunia.
5. Satelit
Satelit merupakan teknologi komunikasi yang memiliki sistem yang canggih. Salah satu satelit yang dikembangkan oleh manusia untuk pertama kali adalah Sputnik 1, yang diluncurkan oleh Uni Soviet tepat pada tanggal 4 Oktober 1957. Satelit merupakan sebuah benda yang mengorbit benda lain dengan periode revolusi dan rotasi tertentu. Satelit komunikasi adalah satelit buatan yang dipasang di angkasa dengan tujuan telekomunikasi menggunakan radio pada frekuensi gelombang mikro.
6. Internet
Internet adalah suatu jaringan komputer yang terhubung secara internasional dan jaringan tersebut tersebar di seluruh dunia. Semua jaringan pada komputer tersebut memungkinkan berbagai aplikasi yang dilaksanakan antar komputer dalam suatu jaringan
internet berupa software dan hardware yang setidaknya dibutuhkan dalam pengerjaannya. (Abdul Kadir & Terra CH. Triwahyuni 2003, h. 14 ).
2.3 Perkembangan Media Teknologi Komunikasi Telepon Genggam
Cellphone (telepon genggam atau telepon seluler) merupakan telepon yang termasuk dalam sambungan telepon bergerak, dimana yang menghubungkan antar sesama ponsel tersebut adalah gelombang-gelombang radio yang dilewatkan dari pesawat ke BTS (Base Tranceiver Station) dan MSC (Mobile Switching Center) yang bertebaran di sepanjang jalur perhubungan kemudian diteruskan ke pesawat yang dipanggil (Gouzali Saydam, 2005).
Ponsel merupakan bentuk yang dianggap paling fenomenal dan juga unik. Dalam pemakaian ponsel, besarnya tagihan bergantung pada lama waktu percakapan serta jarak atau zona jangkau (SLJJ) percakapan yang telah dilakukan dalam percakapan. Terdapat tiga hal penting mengenai biaya yang dikeluarkan bagi pelanggan ponsel, yaitu biaya airtime, biaya bulanan dan biaya pulsa atau pemakaian (Kadir dan Triwahyuni, 2003). Semakin maraknya penggunaan ponsel saat ini, muncul ide untuk menciptakan kebergantungan pemilik ponsel tersebut pada kartu telepon prabayar (voucher). Perkembangan produk kartu prabayar dalam waktu yang singkat dapat menyaingi penggunaan sistem abonemen (pascabayar). Salah satu yang paling menarik pada prabayar adalah layanan transfer pulsa (Kadir dan Triwahyuni, 2003). Layanan ini menyediakan solusi bagi para pengguna prabayar yang membutuhkan pulsa dalam waktu cepat atau berada dalam keadaan darurat serta kesulitan mencari pulsa isi ulang. Perkembangan handphone tidak hanya sampai dalam tahap tersebut, bahkan pada saat ini perkembangan handphone sudah masuk pada tahapan generasi IV (Subarkah, 2011). Dan pada saat ini di kalangan masyarakat banyak yang menggunakan jenis handphone
generasi III (Subarkah, 2011). Generasi ini disebut juga 3G yang memungkinkan operator jaringan untuk memberi pengguna mereka jangkauan yang lebih luas, termasuk internet sebaik video call berteknologi tinggi. Dalam 3G terdapat 3 standar untuk dunia telekomunikasi yaitu Enhance Datarates for GSM Evolution (EDGE), Wideband-CDMA, dan CDMA 2000. Kelemahan dari generasi 3G ini adalah biaya yang relatif lebih tinggi, dan kurangnya cakupan jaringan karena masih barunya teknologi ini. Tapi yang menarik pada generasi ini adalah mulai dimasukkannya sistem operasi pada ponsel sehingga membuat fitur ponsel semakin lengkap bahkan mendekati fungsi PC. Sistem operasi yang digunakan antara lain Symbian, Android, Windows mobile, RIM Blackberry, dan IOS. ( Subarkah, 2011).
2.4 Computer Mediated Communication
Computer-Mediated Communication (CMC) adalah berbagai jenis program aplikasi yang digunakan untuk melakukan komunikasi antar dua orang atau lebih yang dapat saling berinteraksi melalui komputer yang berbeda. Yang dimaksud di sini bukanlah bagaimana dua mesin atau lebih dapat saling berinteraksi, namun bagaimana dua orang atau lebih dapat berkomunikasi satu dengan lainnya dengan menggunakan alat bantu komputer melalui program aplikasi yang ada pada komputer tersebut. (Fulk & collins-jarvis 2001).
Dalam memasuki era globalisasi, dimana CMC menjadi suatu gebrakan baru di dunia teknologi komunikasi, partisipan CMC harus mempunyai keahlian dalam menggunakan komputer, dan mengetahui tentang settingan aplikasi dari media yang digunakan, kita ambil contoh Instant Messenger yaitu Yahoo Messenger. Dalam Yahoo Messenger, terdapat berbagai macam fitur-fitur yang berguna, seperti webcam (video camera), voice mail, yahoo talk, dan sebagainya. Minimal, para partisipan harus mengetahui bagaimana cara menggunakan fitur-fitur yang disediakan oleh Yahoo
Messenger. Hal ini dianggap sangat penting, apalagi ketika kita sedang melakukan bisnis lintas budaya dengan orang lain. Jika kita tidak mengerti hal-hal kecil seperti itu, maka lawan bisnis kita akan menganggap kita kurang mempunyai kredibilitas yang baik. Hal ini akan merusak reputasi kita sebagai seorang partisipan CMC. Dalam CMC, kita juga harus mengenal psikologis komunikan.
Computer-mediated communication (CMC) ialah suatu transaksi komunikasi yang terjadi melalui penggunaan dua atau lebih komputer jaringan. Istilah tersebut secara tradisional disebut komunikasi yang terjadi melalui-dimediasi format computer, misalnya, pesan instan , e-mail , chat room. Format tersebut diterapkan pada bentuk-bentuk lain dari interaksi berbasis teks seperti pesan teks. Penelitian CMC berfokus pada dampak sosial yang berbeda yang didukung teknologi komunikasi-komputer. Banyak studi yang melibatkan internet berbasis jaringan sosial yang didukung oleh perangkat lunak sosial. Mediation ini mengacu pada proses pertukaran pesan dimana pesan disampaikan melalui perantaraan media bentuk teknologi dari teknologi paling sederhana hingga teknologi canggih seperti computer internet. Dalam perkembangannya komunikasi melalui media komputer terjadi peleburan antara komunikasi Mediation (perantara) dan Immediate (langsung). Rice (2001) menyatakan Computer Mediated Communication (CMC) mempelajari bagaimana perilaku manusia dibentuk melalui pertukaran informasi menggunakan media komputer khususnya komputer internet. Internet sebagai sebuah jaringan komputer yang memungkinkan adanya transfer data atau informasi melalui bentuk protocol transmisi menurut sistem pengalamatan global.
2.5 Interaksi Sosial
Menurut Soekanto (2002), interaksi sosial adalah bentuk-bentuk yang tampak apabila orang-orang perorangan ataupun kelompok-kelompok manusia mengadakan
hubungan satu sama lain terutama dengan mengetengahkan kelompok serta lapisan sosial sebagai unsur pokok struktur sosial. Interaksi sosial dapat dipandang sebagai dasar proses-proses sosial yang ada, menunjuk pada hubungan-hubungan sosial yang dinamis. Interaksi sosial adalah suatu hubungan antar dua atau lebih individu manusia, dimana kelakuan individu yang satu mempengaruhi, mengubah, atau memperbaiki kelakuan individu yang lain (Gerungan, 2004). Kelangsungan interaksi sosial ini, sekalipun dalam bentuknya yang sederhana, tenyata merupakan proses yang kompleks. Sedangkan Tubbs dan Moss dalam bukunya Human Communication (2001), suatu interaksi sosial diartikan sebagai suatu sistem sosial dua orang atau lebih yang dilengkapi dengan beberapa aturan dan harapan, serta beberapa ganjaran dan hukuman yang berlaku diantaranya.
Gea, Wulandari, dan Babari (2003) melihat suatu kebutuhan berinteraksi manusia dimana setiap orang membutuhkan hubungan sosial dengan orang-orang lainnya. Kebutuhan ini terpenuhi melalui pertukaran pesan yang berfungsi sebagai jembatan untuk mempersatukan manusia yang satu dengan lainnya, yang tanpa berkomunikasi akan terisolasi. Mengenai interaksi yang terjalin tersebut, yang dianggap paling ideal adalah secara tatap muka (langsung). Interaksi tatap muka lebih memungkinkan suatu proses yang bersifat dinamis dan timbal balik secara langsung. Selain itu menurut Morey (2004), pertukaran informasi secara tatap muka dapat mempercepat proses saling mempengaruhi antara pihak-pihak yang berinteraksi didalamnya. Sedangkan menurut Soekanto (2002), suatu interaksi sosial tidak akan mungkin terjadi apabila tidak memenuhi dua syarat, yaitu: 1) Adanya kontak sosial (social-contact) dan 2) Adanya komunikasi
2.5.1 Kontak dan Komunikasi Dalam Interaksi Sosial
Kata kontak berasal dari bahasa Latin con atau cum (yang artinya bersamasama) dan tango (yang artinya menyentuh), jadi artinya secara harafiah adalah bersama-sama
menyentuh (Soekanto, 2002). Tetapi secara gejala sosial, kontak tidak perlu berarti suatu hubungan badaniah. Seperti pada perkembangan teknologi dewasa ini orang-orang dapat berhubungan satu dengan yang lainnya melalui telepon, telegrap, radio, surat, dan seterusnya (Soekanto, 2002). Kontak dapat bersifat primer maupun sekunder. Kontak primer terjadi apabila yang mengadakan hubungan langsung bertemu dan berhadapan muka atau face-to-face (berjabat tangan, saling senyum, dll). Sebaliknya, kontak sekunder memerlukan suatu perantara. Hubungan-hubungan sekunder tersebut dapat dilakukan melalui perantara seperti telepon, telegrap, radio, surat dll.
Mengenai komunikasi dapat dilihat secara bahasa, yakni berasal dari kata Latin
kommunicatio yang artinya hal memberitahukan, hal memberi bagian dalam, atau pertukaran (Gea, Wulandari, dan Babari, 2003). Secara lebih sempit dapat diartikan sebagai pesan yang dikirimkan seseorang kepada satu atau lebih penerima dengan maksud sadar untuk mempengaruhi tingkah laku si penerima (Gea, Wulandari, dan Babari, 2003). Menurut Soekanto (2002), bahwa komunikasi adalah ketika seseorang memberikan tafsiran pada perilaku orang lain (yang berwujud pembicaraan, gerak-gerik badaniah atau sikap), perasaan-perasaan apa yang ingin disampaikan oleh orang tersebut. Dengan begitu orang yang bersangkutan kemudian akan memberikan reaksi terhadap perasaan yang ingin disampaikan oleh orang lain tersebut.
Gea, Wulandari, dan Babari (2003) menggambarkan suatu komunikasi yang efektif apabila si penerima pesan menginterpretasikan pesan yang diterimanya sebagaimana dimaksudkan oleh pengirim pesan. Salah satu cara terbaik untuk memastikan bahwa pesan yang diberikan benar-benar diterima secara tepat sebagaimana yang dimaksud adalah dengan mendapatkan umpan balik pesan tersebut. Umpan balik adalah proses yang memungkinkan seorang pengirim mengetahui bagaimana pesan yang dikirimkannya telah ditangkap oleh si penerima atau tidak. Selain itu cara seseorang
mendengarkan dan menanggapi lawan bicara juga sangatlah penting dalam berkomunikasi. Memberikan tanggapan penuh pemahaman dalam mendengarkan dapat menghindari kecenderungan kesalahpahaman komunikasi antara pihak terkait. Menurut Sarwono (2002) dari berbagai jenis komunikasi yang ada, komunikasi antar manusia yang langsung (bertatap muka) adalah yang efektif serta paling lengkap mengandung berbagai aspek psikologis. Aspek tersebut antara lain :
a. Tatap muka itu sendiri yang membedakannya dengan komunikasi jarak jauh atau komunikasi menggunakan alat. Dalam komunikasi tatap muka ada peran yang harus dijalankan oleh masing-masing pihak (pemberi informasi-penerima informasi, ibu-anak, ayah-ibu-anak, suami-istri, guru-murid dan lain-lain) dan ditunjukkan dengan jelas. b. Adanya hubungan dua arah secara langsung
Dengan adanya pertukaran pesan dalam komunikasi tatap muka, terjadi saling pengertian akan makna atau arti pesan. Jadi dalam komunikasi ini yang penting bukanlah pesannya semata, melainkan arti (meaning) dari pesan tersebut.
c. Adanya niat, kehendak, atau intensi dari kedua belah pihak Hal tersebut akan mempercepat proses adanya saling pengertian secara kognitif dalam komunikasi antar manusia.
Komunikasi yang dilakukan secara tidak langsung (memerlukan perantara, seperti telepon, telegrap, radio, surat dll.) mempunyai dampak yang berbeda dengan komunikasi secara langsung (tatap muka). Menurut Gea, Wulandari, dan Babari (2003), komunikasi tidak langsung dapat menyebabkan timbulnya kegagalan untuk saling berkomunikasi (hambatan-hambatan), dalam arti si penerima menangkap makna pesan berbeda dari yang dimaksud oleh si pengirim. Hambatan-hambatan tersebut antara lain : 1. Gagal menangkap maksud konotatif di balik maksud seseorang
2. Hanya mengartikan kata atau kalimat secara murni dan tidak mengembangkan pemahamannya
3. Kesalahpahaman atau distorsi dalam komunikasi
4. Adanya gangguan fisik, misalnya gangguan suara pada telepon, hasil cetakan yang tidak baik, tampilan layar yang kurang jelas (kabur), desain format yang tidak baik, dan lain-lain.
Dalam menilai kualitas komunikasi antar manusia, DeVito (2007) mengatakan bahwa komunikasi antar manusia dapat berbeda-beda. Hal ini dapat dilihat menurut keluasannya atau breadth (banyaknya atau jenis-jenis topik yang dibicarakan) dan kedalamannya atau depth (derajat “kepersonalan” atau inti dalam membicarakan topik itu).
Sedangkan menurut penelitian Mardiyanti (1996), secara garis besar terdapat beberapa hal yang dapat dilihat dalam kaitannya dengan kontak sosial dan komunikasi sebagai pengukuran dari interaksi secara langsung (tatap muka), antara lain adalah minat, frekuensi, ruang lingkup rekan-rekan, jenis dan banyaknya topik pembicaraan, tempat melakukan kegiatan, kedalaman komunikasi serta pola dari interaksi itu sendiri (asosiatif dan disosiatif). Terdapat lima indikator terciptanya interaksi sosial diantaranya ;Imitasi, dublikasi (tindakan meniru, mengcopy orang lain. baik sikap maupun life style). Sugesti
(suatu proses penerimaan pedoman sikap dari orang lain tanpa kritikan terlebih dahulu, sebab dapat dipercaya). Identifikasi (suatu keinginan terhadap sesuatu yang dianggap memiliki keistimewaan seperti ; ketika ada orang dewasa yang dianggap memiliki kelebihan, dan kita menganggap diri kita sudah dewasa apabila kita sudah bisa melakukan seperti apa yang dilakukan oleh orang dewasa tadi). Simpati, kagum (proses kejiwaan dimana seseorang tertarik pada orang lain. baik sikap, wibawa dan perbuatannya).
Motivasi (suatu dorongan yang diberikan oleh seseorang pada orang lain. baik melalui sikap, perkataan) dan lain-lain.
2.6 Persahabatan Anak Muda
Menurut Rubin (2004, h. 28), persahabatan adalah multidimensi dalam sifat dan melayani manusia dalam berbagai cara (seperti kesenangan, harapan dan ketakutan, menyediakan afeksi, dukungan dan keamanan emosi). Persahabatan adalah hubungan dimana dua orang menghabiskan waktu bersama, berinteraksi dalam berbagai situasi, dan menyediakan dukungan emosional. (Baron & Bryne, 2006). Teman dekat didefinisikan sebagai seseorang untuk berbicara, untuk bergantung, dan menyandarkan diri untuk mendapatkan pertolongan, dukungan, dan kepedulian, dan bersenang-senang dalam melakukan sesuatu (2003 Rawlins, h. 11).
Menurut Weiss (2003 h. 11), teman itu datang dan berkumpul bersama karena adanya kesenangan, rasa akan kebersamaan, dan afiliasi emosional. Persahabatan menurut Rawlins dalam persahabatan Tillmann-Healy (2003 h. 13) ”menunjukkan tali afektif (implies affective ties)”. Pada teman, kita mencari trust (kepercayaan), kejujuran, hormat, komitmen, keamanan, dukungan, kedermawanan, kesetiaan, kebersamaan, keteguhan, pengertian, dan penerimaan. (Rubin dalam Tillmann-Healy). Dalam buku Child and Adolescent Development, Owens (2002 h.4) mengartikan persahabatan sebagai hal berkenaan dengan dibangunnya hubungan dyadic antara dua anak yang dikarakteristikkan dengan perasaan saling suka yang kuat. Menurut Hartup (2005), persahabatan diartikan sebagai sebuah hubungan yang kuat dan bertahan lama antara dua individu yang dikarakteristikkan dengan kesetiaan, kekariban, dan saling menyayangi. Persahabatan adalah suatu bentuk hubungan yang dekat yang melibatkan kesenangan, penerimaan, percaya, respek, saling membantu, menceritakan rahasia, pengertian, dan spontanitas (Santrock, 2002 h.2)
Pada anak usia di bawah 8 tahun, prinsip dasar untuk persahabatan adalah common activity (aktivitas bersama), dimana anak-anak memandang teman adalah seseorang yang menyukai mereka dan senang dengan aktivitas bermain yang sama. Pada anak usia 8-10 tahun, sudah ada kemampuan role-taking skill (keahlian mengambil peran), mulai melihat teman sebagai individu yang mempunyai psikologis yang mirip dengannya, dapat dipercaya, setia, baik, kooperatif, dan sensitif terhadap perasaan dan kebutuhan satu sama lain (Santrock, 2002).
Walaupun pemikiran mengenai kesetiaan dan atribut psikologis yang sama yang ditunjukkan kepada teman juga terdapat pada remaja, tapi konsepsi remaja mengenai persahabatan lebih fokus pada reciprocal emotional commitment (saling berkomitmen secara emosional). Teman dipandang sebagai teman karib yang benar-benar memahami kekuatan satu sama lain, dapat menerima kelemahan satu sama lain, dan bersedia berbagi pemikiran dan perasaan mereka (Santrock, 2002). Walaupun anak-anak mempunyai banyak teman, tapi sedikit dari pertemanan ini yang menjadi teman dekat. Dalam observasi Kail & Cavanaugh (2000), beliau menemukan beberapa perbedaan penting ketika bermain antara eventual friends (sahabat) dan nonfriends (bukan teman). Pertama, walaupun sahabat tidakselalu setuju terhadap permainan mana yang akan dimainkan, tapi mereka dapat mengatasi konflik dengan