• Tidak ada hasil yang ditemukan

Tips: Membantu Anak Untuk Tidak Berbohong

Dalam dokumen publikasi e-binaanak (Halaman 113-116)

Orangtua dan guru harus tahu bagaimana bersikap dalam pelbagai situasi yang membantu anak mengatasi masalah perilakunya yang tidak benar, yaitu suka berbohong. di bawah ini disampaikan beberapa usulan:

1. Menjadi contoh.

Anak berbohong biasanya belajar dari orang dewasa; jadi buanglah kebiasaan suka mengkritik orang lain di belakang supaya jangan menjadi orang yang tidak dapat dipercaya.

2. Memuaskan kebutuhan.

Ada sebagian anak yang suka berbohong karena ingin diterima dan diakui. Orangtua atau guru harus dengan cepat memuaskan kebutuhan mereka ini. Usahakan agar mereka menikmati kehangatan kasih dalam keluarga dan rasa aman yang puas.

3. Memperbaiki cara mendidik.

Orangtua dan guru harus mengubah cara dalam menjatuhkan hukuman. Bila terlalu keras dan diktatoris akan membuat anak suka berbohong supaya terhindar dari hukuman. Apabila anak mengetahui bahwa dengan berbohong bisa menghindarkan mereka dari hukuman daripada dengan jujur, maka mereka akan lebih suka berbohong. Selayaknya anak diampuni bila telah mengakui kesalahannya, namun kebohongan mereka harus dihukum. Dengan demikian mereka belajar untuk jujur dan tidak bohong.

4. Tidak berlebihan dalam menuntut.

Tuntutan yang berkelebihan dari orangtua akan membuat anak memilih untuk lebih baik berbohong demi membela atau melindungi dirinya. Orangtua dan guru harus dapat mengenal batas kemampuan dan bakat anak, supaya anak tidak mengalami suatu tekanan yang berat. Apabila ia mengalami kesulitan, berikanlah pertolongan dan dukungan kepadanya agar tidak perlu berbohong untuk

menghindar dari tuntutan. 5. Memberikan penjelasan.

Jika kita mengetahui bahwa anak kita ternyata berbohong, terlebih dahulu cari masalahnya mengapa anak itu berbohong, setelah itu baru berikan nasihat. Jelaskan kepada mereka apa kerugiannya jika mereka berbohong dan apa keuntungannya jika mereka berkata jujur. Serta peringatkan mereka bahwa apabila mereka berbohong, mereka akan mendapat hukuman.

6. Mengadakan usaha bersama.

Pendapat anak perlu diminta supaya dari diri mereka sendiri tercetus suatu tindakan nyata yang akan dilakukan untuk membuang kebiasaan bohong. Usahakan untuk terus mengingatkan, membantu, dan mendorong mereka supaya berkata jujur. Jika perlu mintalah agar seisi keluarga dan sanak saudara bekerja sama membantu mereka.

7. Mengajarkan kebenaran.

Mengajarkan isi perintah firman Allah adalah prinsip dasar pengajaran. Tuhan berfirman, "Jangan kamu berbohong dan janganlah kamu berdusta seorang kepada sesamanya" (Imamat 19:11), dan lagi firman-Nya, "Jangan kamu saling mendustai, karena kamu telah menanggalkan manusia lama serta kelakuannya,

114

dan, telah mengenakan manusia baru yang terus-menerus diperbarui untuk memperoleh pengetahuan yang benar menurut gambar khaliknya" (Kolose 3:9-10). Allah membenci dusta dan Iblis adalah bapak pendusta, "Iblis yang menjadi bapamu ... Apabila ia berkata dusta ia berkata atas kehendaknya sendiri, sebab ia adalah pendusta dan bapa segala dusta" (Yohanes 8:14).

Jika anak telah berbohong, bantulah mereka untuk mengatasi dosa bohong itu, kemudian ajarkan dan peringatkan bahwa berbohong itu dosa yang akan menghilangkan kepercayaan orang lain terhadap mereka. Namun beritahukan pula hal berikut ini: "Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga la akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan" (1Yohanes 1:9). Pimpin mereka untuk berdoa dan berikan jaminan bahwa Allah akan mengampuni dosa mereka, peringatkan untuk tidak berdusta lagi serta bimbinglah untuk menerima Yesus sebagai Juruselamat dan hidup yang baru.

Bahan diedit dari sumber:

Judul Buku : Menerobos Dunia Anak

Judul Artikel Asli: Anak yang Suka Berbohong Penulis : Dr. Mary Go Setiawan

Penerbit : Yayasan Kalam Hidup, Bandung, 1993 Halaman : 62 - 64

Mutiara Guru

Rencana pelajaran mingguan saya: Hari ini saya akan berusaha

untuk menghubungkan pokok bahasan saya dengan kehidupan murid-murid saya

Dari Anda Untuk Anda

Dari: "Gpps Tambakboyo" <gpps_tambakboyo@>

>Terima kasih untuk masukan yang anda berikan tentang Mengajar >dengan Gambar, saat-saat ini beberapa tips yang anda berikan telah >kami coba untuk menerapkan di dalam SM kami. Selama ini kami >memakai buku terbitan Gandum Mas.

Redaksi:

Puji syukur untuk berkat yang Anda dapatkan dalam e-BinaAnak! Kami berharap berkat tersebut akan Anda bagikan ke rekan-rekan guru Sekolah Minggu yang lain. Namun akan lebih bagus lagi kalau Anda sharekan pengalaman Anda menggunakan bahan-bahan dalam e-BinaAnak ini kepada rekan-rekan pembaca semua. Kami yakin akan banyak menjadi berkat bagi mereka juga. Nah, mari kita terus belajar melayani lebih baik lagi, supaya dunia pelayanan anak di Indonesia dapat lebih maju lagi!

115

e-BinaAnak 169/Maret/2004: Disiplin

Salam dari Redaksi

Salam dalam kasih Tuhan Yesus Kristus,

Pembahasan kita mengenai "Menanamkan Sikap Positif pada Anak" masih kita

lanjutkan minggu ini. Setelah kita membicarakan tentang bagaimana mengajarkan anak memiliki sikap bersyukur dan jujur, minggu ini kita akan membicarakan tentang sikap disiplin.

Disiplin sering diartikan dengan "ketegasan" dan "kekerasan". Banyak yang

menganggap bahwa satu-satunya cara untuk mendisiplin seorang anak adalah dengan menggunakan "rotan" atau dengan kata-kata kasar yang keras. Mungkin itu bisa

berhasil, tapi cara menanamkan disiplin seperti itu bisa menimbulkan luka batin dalam hati anak-anak kita. Akibatnya bukan rasa disiplin yang tumbuh dalam diri mereka tetapi malah menimbulkan jiwa pembrontakan atau gangguan emosi lainnya.

Dalam edisi ini kita akan belajar tentang bagaimana seharusnya kita sebagai orangtua maupun pelayan anak menanamkan disiplin dalam diri anak-anak. Kapan kita dapat menggunakan "rotan" atau kekerasan dan kapan kita harus menggunakan kata-kata yang lemah lembut? Bagaimana mendidik anak disiplin dengan cara Alkitab? Untuk mendapatkan jawaban-jawabannya, simaklah seluruh sajian kami minggu ini dan dapatkan wawasan baru di dalamnya.

Selamat mengajar dan menjadi teladan! Tim Redaksi

"Didiklah orang muda menurut jalan yang patut baginya, maka pada masa tuanyapun ia tidak akan menyimpang

dari pada jalan itu." (Amsal 22:6)

116

Dalam dokumen publikasi e-binaanak (Halaman 113-116)