• Tidak ada hasil yang ditemukan

Tips: Tahap-Tahap Dukacita

Dalam dokumen publikasi e-binaanak (Halaman 145-149)

Pada jaman dahulu untuk mempelajari kematian seseorang yang dicintai, seseorang melalui tahap-tahap berikut ini: terkejut, kebingungan, harapan, dan akhirnya

penerimaan. Tahap-tahap tersebut ditandai dengan sifat-sifat yang dapat diprediksikan sebagai berikut:

1. Terkejut

Mati rasa, tidak mempunyai tujuan. Tanda-tanda fisik termasuk kelemahan, sakit kepala, tubuh terasa sakit, dan mungkin pingsan.

2. Kebingungan

Marah, rasa bersalah, takut, rasa ketidakpastian, tawar menawar dengan Tuhan, menangis, panik, keasyikan pada kenangan dan kenangan dengan orang yang sudah meninggal. Tanda-tanda fisik termasuk insomia, tidak nafsu makan, dan rasa gugup.

3. Harapan

Awal dari pikiran yang positif. 4. Penerimaan

Penyesuaian diri, rekonstruksi, membuka diri terhadap pekerjaan, dan berinteraksi.

Pada setiap tahap, orang-orang yang mendukung mereka yang berkabung, perlu menerima perasaan yang mereka rasakan dan memberikan dukungan yang positif dan dukungan spiritual. Namun hampir selalu sekumpulan pendengar yang diam lebih mengobati, daripada menjadi guru yang bermaksud baik. Kita diharapkan untuk bersedih tetapi disarankan untuk tidak bersedih seperti orang yang beristirahat yang tidak mempunyai harapan (1Tesalonika 4:13). Pekerjaan orang yang berdukacita adalah bersedih, dan pekerjaan keluarga gereja adalah memberi dukungan yang membesarkan hati. Karena kesedihan adalah bagian/tahap dalam sebuah proses perbaikan ke keadaan yang normal, dimana hal ini benar-benar merupakan kesedihan yang "baik".

Para guru dapat memberi dukungan pada murid yang bersedih dengan: 1. Mendengarkan.

2. Membantu mereka untuk menerima kenyataan rasa kehilangan mereka. 3. Mendorong mereka untuk mengekspresikan perasaan berkabungnya dengan

cara yang baik.

4. Menganjurkan/mendorong mereka untuk makan makanan yang bergizi, tidur, berolahraga, dan mengadakan sosialisasi dengan masyarakat seperti biasanya. 5. Memberikan kenangan yang baik akan orang yang disayangi yang sudah

meninggal.

6. Menjadi tanda untuk menyangkal kesedihan, kemarahan yang lama, tanda-tanda fisik, atau melanjutkan untuk menarik diri dari teman-teman. Mungkin juga

146

Tidak semua orang yang meninggal akan masuk ke surga. Sangat sulit bagi kita menerima kenyataan bahwa orang yang kita cintai meninggal sebelum menjadi orang yang percaya. Satu hal yang pasti diketahui bahwa orang yang suka menyembah berhala akan masuk kedalam neraka. Tetapi kemungkinan orang yang kita sayangi, sebaik apapun dia juga menghadapi siksaan kekal, karena tidak ada seorang pun yang mengetahui status rohani pribadi orang lain, sedekat apapun kita dengan mereka. Orang-orang yang berdukacita hanya dapat mengharapkan yang terbaik untuk mereka yang sudah meninggal.

Dalam kasus orang-orang yang tidak percaya, kita hanya dapat menyediakan jawaban alkitabiah dan rasa simpati yang tulus. Allah itu penuh dengan rasa belas kasihan, tetapi Dia juga adil.

Banyak orang dewasa berpikir bahwa anak-anak lebih cepat menyesuaikan diri terhadap rasa kehilangan daripada mereka, tetapi lebih tergantung pada kehilangan yang terjadi secara tiba-tiba, tingkat persiapan, dan umur serta kepekaan anak. Walaupun tingkat-tingkat kesedihan dapat diprediksikan, tetapi waktunya bervariasi antara orang yang satu dengan yang lainnya. Jika anak itu kehilangan saudara kandungnya, orangtua bisa menarik diri dari yang lainya, dan melimpahi anak yang masih ada dengan kasih sayang. Ini adalah saat yang tepat bagi Gereja untuk melayani seluruh keluarga.

Bahan diterjemahkan dari sumber:

Judul Buku : Children's Ministry: How To Reach and Teach the Next Generation Judul Artikel Asli : The Grieving Process

Pengarang : Dr. Robert J. Choun and Michael S. Lawson Penerbit : Thomas Nelson Publishers, USA, 1993

Halaman : 158 - 159

[Red.: Untuk belajar lebih dalam tentang "Grief Process" dan 5 langkahnya dipandang dari perspektif kristiani, Anda bisa membaca edisi e-Konsel 037/2003 yang akan terbit pada tanggal 1 April 2003. Temanya adalah "Konseling Bagi Mereka yang Berkabung (2)". Untuk subscribe

[email protected]

http://www.sabda.org/publikasi/e-konsel/ ]

Dari Anda Untuk Anda

Dari: Joko Tri Mulyono <jacknated@>

>Salam sejahtera dalam kasih Tuhan Yesus Kristus,

>saya sangat begitu tertarik tentang artikel-artikel/segala sesuatu >dalam site ini karena, saat ini di komisi anak kami sangat

147

>ataupun guru-guru sekolah miggunya, >terimakasih tuhan memberkati.

Redaksi:

Surat dari Saudara Joko mewakili beberapa netters yang sudah mengunjungi Situs PEPAK (Pusat Elektronik Pelayanan Anak Kristen). Apakah Anda juga ingin

mendapatkan berkat dari Situs PEPAK? Silakan kunjungi Situs PEPAK dan temukan banyak hal yang menarik dan berguna seputar guru Kristen, anak, murid, dan orangtua. Jangan lupa untuk memberitahukan tentang situs ini kepada handai taulan Anda :) Alamat Situs PEPAK ==> http://www.sabda.org/pepak/

148

e-BinaAnak 120/April/2003: Doktrin: Allah

Salam dari Redaksi

Salam dalam Kasih Tuhan Yesus Kristus,

"Mengajarkan Doktrin pada Anak-anak" (lihat Ulangan 6:4-9; Amsal 1-9) merupakan tema yang akan kami sajikan sepanjang bulan April ini. Adapun doktrin-doktrin yang akan kami ulas adalah sebagai berikut:

1. Allah (Edisi 120) 2. Manusia dan Dosa (Edisi 121) 3. Yesus Kristus (Edisi 122) 3. Roh Kudus (Edisi 123) 4. Alkitab (Edisi 124)

Bertepatan dengan perayaan PASKAH maka pada minggu ketiga bulan April (Edisi 122), e-BinaAnak juga akan hadir dengan tema "PASKAH".

Topik bahasan pertama yang kami bahas pada minggu ini, adalah doktrin "Allah". Dua artikel yang kami sajikan dari topik ini terutama diperuntukkan bagi guru-guru. Artikel yang pertama akan menolong guru-guru untuk tahu lebih jelas dasar beberapa doktrin Kristen. Hal ini penting supaya guru memiliki dasar pengetahuan teologia yang lebih sistematis dan mendalam. Artikel kedua adalah tentang "Tritunggal". Mungkin ini adalah doktrin yang paling sulit untuk kita mengerti, dan jarang diajarkan kepada anak-anak. Jika Anda sendiri belum jelas, memang lebih baik Anda tidak tergesa-gesa

mengajarkannya kepada anak-anak. Namun bukan berarti guru-guru tidak perlu belajar/mengajar tentang Tritunggal. Semoga melalui artikel ini guru mendapat penjelasan yang akurat untuk menjadi bekal jika ada anak-anak yang bertanya. Kolom Tips Mengajar akan menolong guru mendapatkan beberapa poin penting bagaimana anak dapat memiliki hubungan dengan Allah. Sedangkan Bahan Mengajar akan berisi materi pelajaran yang akan sangat menolong anak untuk mengenal

kebenaran tentang Allah. Kami yakin materi pelajaran ini akan sangat menolong guru dalam mengajarkan doktrin Allah kepada anak-anak dengan cara yang sangat kreatif. Selamat mengajar!

Tim Redaksi

"Kita telah mengenal dan telah percaya akan kasih Allah kepada kita. Allah adalah kasih,

dan barangsiapa tetap berada di dalam kasih, ia tetap berada di dalam Allah dan Allah di dalam dia."

(1Yohanes 4:16)

149

Dalam dokumen publikasi e-binaanak (Halaman 145-149)