• Tidak ada hasil yang ditemukan

I. PENDAHULUAN

4. PANDUAN ASCOT: INDIKATOR BUDAYA KESELAMATAN DAN

4.2. ORGANISASI PELAKSANA

4.2.2. Tingkat instalasi

4.2.2.6. Training

Pertanyaan INSAG Dasar: Apakah semua training dan training ulang berakhir dengan pengkajian formal dan dihargai sebagai tugas? Bagaimana catatan keberhasilan atau kegagalan? Bagaimana proporsi staf operasi yang ditraining dan bagaimana bila dibandingkan dengan operator instalasi nuklir lainnya?

Pertanyaan Panduan:

‰ Training-training pekerjaan apakah yang pernah Anda terima sejak bergabung sebagai karyawan?

‰ Training spesifik apa yang pernah Anda terima dalam bidang:

o Praktik keselamatan perorangan/industri; o Proteksi terhadap radiasi;

o Keselamatan instalasi tenaga nuklir;

o Training khusus pekerjaan untuk fungsi/aktivitas/pekerjaan Anda?

o Kegawatdaruratan?

‰ Bagian training mana yang penting dalam program pelatihan Anda dan bagian manakah yang dimaksud?

Catatan: Pertanyaan pertama akan menjawab apakah seseorang telah atau tidak mengenali instruksi dengan baik mengenai persoalan utama dan akan membantu dalam menilai relatif pentingnya training berorientasi keselamatan terhadap produksi.

‰ Praktik baik keselamatan industri yang diharapkan dalam setiap industri.

‰ Kontrol dan praktik radiologi kesehatan tertentu.

‰ Bagian terpenting prinsip-prinsip operasi instalasi nuklir serta aspek keselamatan;

‰ Bagaimana kaitan pekerjaan mereka terhadap keselamatan instalasi;

‰ Apa yang diharapkan untuk mereka lakukan dalam keadaan emergensi.

Pertanyaan Panduan:

‰ Sertifikasi atau lisensi apa yang Anda terima untuk setiap training tersebut? Apakah merupakan sertifikasi internal (contoh: oleh perusahaan/instalasi, badan pengawasan)?

‰ Apakah Anda diharuskan untuk, atau apakah Anda mempunyai jadwal training ulang berkala dan sertifikasi ulang untuk setiap training yang berhubungan dengan pekerjaan.

Catatan: Tujuan pertanyaan tersebut adalah untuk menentukan tingkat formalisme dan kontrol training di atas persyaratan pengawasan dan menentukan apakah instalasi tersebut mendukung dan membutuhkan training ulang di setiap persoalan keselamatan.

Indikator Kunci: Satu indikator komitmen manajemen dalam mendukung budaya keselamatan adalah terciptanya kondisi untuk selalu memperkuat training melampaui kualifikasi wajib dari operator ruang kontrol, misal: staf

diperbolehkan mengikuti training dalam bidang lainnya, namun semua pekerja utama juga harus mengerti akan maksud dan pentingnya training tersebut.

Q2 (CMI)

Pertanyaan INSAG Dasar: Sumber daya apa yang dialokasikan bagi pelaksanaan training? Bagaimana bila hal ini dibandingkan dengan alokasi pada operator instalasi nuklir lainnya?

Pertanyaan Panduan:

‰ Berdasar apakah alokasi sumber daya bagi training dilakukan?

‰ Pernahkah tingkat sumber daya ditinjau terhadap instalasi sejenis lainnya?

Indikator Kunci:

‰ Komitmen di tingkat korporasi dan manajemen dalam menyediakan sumber daya yang cukup untuk mencapai training yang efektif.

Q3 (CM)

Pertanyaan INSAG Dasar: Apakah kualitas program training dikaji di tingkat korporasi dan manajemen instalasi?

Pertanyaan Panduan: Di tingkat manakah kualitas program training dikaji? Seberapa sering program training dikaji?

Dikaji terhadap apakah program training?

Indikator Kunci: Adanya kebijakan training, fasilitas, staf, dan budget yang memuaskan.

Q4 (RMI)

Pertanyaan INSAG Dasar: Apakah ada tinjauan berkala atas penerapan, keakuratan dan hasil dari penyelenggaraan kursus training? Apakah tinjauan ini mempertimbangkan umpan balik pengalaman operasi? Dapatkah staf training menyebutkan contoh kesalahan operasi yang mengakibatkan perubahan dalam program training?

Pertanyaan Panduan:

‰ Bagaimana substansi penyelenggaraan training bagi staf Anda? Bagian mana yang diatur oleh persyaratan pengawas dan mana yang diatur melalui kebijakan keselamatan instalasi? Apakah ada tambahan umpan balik dari persoalan yang muncul selama operasi instalasi?

‰ Seberapa seringkah substansi training ditinjau keakuratannya? Oleh Anda? Oleh lainnya (contoh: manajemen senior)?

‰ Siapakah pengajarnya dan bagaimana mereka diseleksi? Apakah mereka perlu mengikuti pelatihan ulang secara berkala? Apakah ada pertukaran staf antara departemen training dan operasi?

Catatan: Pertanyaan tersebut dapat menjelaskan sikap manajer dalam memberikan cukup training untuk mendukung kebijakan keselamatan melalui staf yang sangat trampil dan tidak terbatas pada hanya mencapai apa yang disyaratkan oleh pengawas.

Indikator Kunci:

‰ Isi training yang baik dan peninjauan rutin agar tetap relevan.

‰ Tambahan pengetahuan instalasi.

‰ Mempertahankan relevansi.

‰ Seleksi dan qualifikasi pengajar.

‰ Bukti bahwa isi dan bentuk training tersebut masih relevan dan baru, contoh: rotasi pengajar melalui operasi atau bekerja secara shift.

‰ Sesi evaluasi yang berkesinambungan antara instruktur dan pelajar.

‰ Umpan balik positif dari staf dalam diskusi mengenai pengalaman operasi dan pembaharuan. Pertanyaan Panduan:

‰ Bagaimanakah jadwal penyelenggaraan training agar dapat mempertahankan status kualifikasi Anda?

‰ Bagaimana persiapan yang harus Anda lakukan sebelum Anda melaporkan ke sesi training? Sebagai contoh: apakah Anda mencatat isu-isu yang mungkin timbul saat shift sehingga Anda dapat membahasnya dengan pengajar?

Mungkin untuk merencanakan suatu pelatihan atau demonstrasi?

Catatan: Tujuan dari pertanyaan ini adalah untuk mengetahui apakah staf bersikap aktif dalam training dan apakah mereka berusaha mendapatkan training.

Indikator Kunci:

‰ Adanya sikap untuk melakukan lebih dari yang disyaratkan, misal: tidak sekadar hadir karena merasa wajib.

‰ Persiapan – umpan balik operasi – input.

‰ Memengaruhi substansi oleh staf.

‰ Proposal training juga diusulkan dari penilaian kinerja staf.

Q5 (MI)

Pertanyaan INSAG Dasar: Seberapa seringkah persyaratan produksi diperbolehkan menunda jadwal training?

Pertanyaan Panduan:

‰ Bagaimana cara Anda menangani peristiwa tak terduga yang membutuhkan lebih banyak staf dalam waktu singkat?

‰ Prosedur apa yang tersedia bagi staf untuk mengejar training yang terlewatkan?

‰ Masukan apa yang dimiliki departmen training dalam perencanaan aktivitas produksi?

‰ Berapa kali terjadi penjadwalan ulang training oleh karena tekanan produksi?

Indikator Kunci:

‰ Jadwal training menyeluruh dan rencana alternatif. Instruksi manajemen saat terjadi konflik produksi untuk tetap menyelenggarakan training.

‰ Umpan balik positif dari staf instalasi mengenai komitmen manajemen terhadap training meski timbul tekanan produksi.

‰ Rencana pemanfaatan staf tambahan sebagai instruktur, misal penasihat teknis, staf instalasi lainnya, konsultan.

‰ Bukti terselenggaranya sesi training dan shift.

‰ Semua staf menerima kursus training ulang yang cukup.

Q6 (MI)

Pertanyaan INSAG Dasar: Apakah staf memahami pentingnya batasan dalam pengoperasian instalasi sesuai tanggung jawab masing-masing? Apakah staf mengetahui akibat malfungsi bagian-bagian instalasi terhadap keselamatan?

Pertanyaan Panduan:

‰ Peringatan khusus atau batasan keselamatan apakah yang mesti diperhatikan dalam pekerjaan Anda? (misalnya, tekanan, suhu, ketinggian tangki yang harus Anda kontrol atau diwaspadai?) Apa yang akan terjadi bila batasan tersebut dilanggar? Apakah ada sesuatu yang harus diperhatikan di antara hal tersebut di atas, sehingga Anda tidak melebihi batasan tersebut tanpa sengaja.

‰ Pernahkah instalasi, sepanjang yang Anda ketahui, dioperasikan melampaui batasan-batasan operasi? Catatan: Tujuan pertanyaan ini adalah menggali kedalaman pengetahuan seseorang mengenai hubungan aktivitas pekerjaan terhadap keselamatan instalasi dan pekerja.

Indikator Kunci: Dialog harus memperoleh berbagai respon yang mencakup:

‰ Memahami batasan keselamatan yang berhubungan dengan pekerjaan mereka;

‰ Contoh teladan dan bagaimana pekerjaan spesifik mereka berhubungan dengan keselamatan instalasi;

‰ Akibat yang mungkin terjadi pada diri sendiri dan instalasi bila mereka membuat kesalahan dalam pekerjaan mereka, misal: apa yang mungkin terjadi, seberapa cepat sebuah krisis berkembang;

‰ Kedalaman pemahaman mengenai dasar-dasar batasan operasi dan cakupan keselamatan.

Q7 (MI)

Pertanyaan INSAG Dasar Apakah staf dilatih dalam tujuan tertentu sesuai dengan prosedur berikutnya? Apakah mereka diingatkan secara rutin? Apakah mereka ditraining dalam prosedur yang berdasar atas keselamatan.

Pertanyaan Panduan:

‰ Prosedur operasi tertulis seperti apa yang Anda gunakan dalam kerja harian Anda?

‰ Apakah Anda merasa bahwa operasi tertulis harus terbuka di depan Anda untuk melakukan tindakan yang benar dalam urutan yang sesuai? Untuk operasi normal?

‰ Menurut Anda, seberapa mudah penggunaan prosedur tersebut?

‰ Mengenai apa sajakah training yang pernah Anda peroleh mengenai prosedur operasi darurat:

Bagaimana bimbingan para pengajar terhadap Anda mengenai dasar-dasar prosedur operasi emergensi? Seberapa baik Anda diharapkan untuk tetap mengingatnya?

‰ Bagaimana kebijakan manajemen dalam hal prosedur berikutnya? Di setiap kasus?

‰ Apakah Anda diberikan otoritas untuk mengambil alih prosedur?

‰ Pernahkah Anda berperan dalam prosedur proses validasi? Bagaimana hasilnya?

‰ Pernahkah Anda atau kolega Anda menyarankan peningkatan atau menemukan kesalahan dalam prosedur?

Catatan: Prinsip dasarnya adalah bahwa prosedur resmi yang terencana baik akan meminimalkan kemungkinan terjadinya kesalahan operator dan operator harus belajar mempercayai prosedur tersebut. Bagaimanapun, training tersebut harus memberi penekanan pada operator tentang perlunya sikap untuk selalu bertanya, khususnya ketika terjadi situasi yang berbeda dari yang diharapkan. Operator sepatutnya merasakan adanya sikap memiliki prosedur tersebut. Pertanyaan ini harus pula diajukan pada staf kunci lainnya, contohnya dalam perawatan atau proteksi radiasi, disertai cukup penyesuaian.

‰ Pengetahuan dasar-dasar prosedur diserta pemahaman bahwa prosedur mungkin tidak dapat menjawab semua kemungkinan yang akan terjadi.

‰ Rekomendasi operator untuk perbaikan atau peningkatan prosedur disatukan dalam cara yang tepat.

‰ Operator dilibatkan dalam prosedur proses validasi.

‰ Pemahaman yang jelas mengenai kebijakan untuk mematuhi prosedur.

‰ Keyakinan operator dalam hal akurasi prosedur dan format.

Q8 (RMI)

Pertanyaan INSAG Dasar: Bagi operator ruang kontrol, apakah sesi training ulang mengenai simulator mempertimbangkan berbagai kesulitan yang pernah dialami staf serta bermacam pertanyaan yang pernah timbul. Apakah penyesuaian simulator training dibuat segera setelah instalasi berubah?

Pertanyaan Panduan:

‰ Jelaskan bagaimana Anda menggunakan simulator ruang kontrol dalam mendukung kebijakan keselamatan korporasi dan instalasi?

‰ Membahas jumlah dan durasi training simulator bagi tiap operator? Langkah apa yang Anda ambil dalam memastikan bahwa operator menerima simulator dan training lainnya yang terjadwal?

‰ Panduan apa yang Anda pakai untuk menentukan isi simulator training? Sebagai contoh, berapa

banyak waktu dihabiskan untuk mempertahankan keahlian dalam mengatasi operasi normal singkat dengan berbagai tipe dan kemungkinan simulasi kecelakaan? Bagaimana Anda memastikan bahwa masalah operasi atau kekhawatiran operator instalasi Anda atau instalasi sejenis ditangani dalam simulator?

‰ Apakah Anda dapat menghadiri dan mengamati simulator training operator?

‰ Apakah yang Anda lakukan selama sesi simulator untuk membantu meningkatkan kinerja tim kru operator, khususnya saat skenario kecelakaan?

‰ Apakah Anda mampu mempertahankan agar model simulator tetap sesuai dengan perubahan instalasi?

‰ Tambahan apa yang ada pada simulator yang disediakan untuk operator peralatan: staf perawatan, dll.?

Catatan: Tujuan pertanyaan ini adalah untuk menentukan seberapa besar manajer memberikan prioritas dan nilai pada simulator dan peningkatan training. Kegagalan dalam memastikan kebermaknaan dan ketepatan simulator training atau keberlangsungan komitmen akan memengaruhi sikap operator terhadap simulator training. Hal yang ideal adalah menyediakan simulator yang spesifik terhadap suatu instalasi dalam banyak sesi, walaupun hal ini tidak mungkin dilaksanakan di setiap instalasi. Meskipun tingkat operator dan manajer hanya beberapa kali berkunjung ke lokasi

simulator, manajemen tersebut harus memberikan sebanyak mungkin simulator dan menekankan pentingnya hal tersebut dengan ikut hadir dan mengamati.

Indikator Kunci:

‰ Frekuensi penggunaan simulator.

‰ Isi: termasuk umpan balik dari operasi dan permintaan operator.

‰ Mempertahankan kesesuaian simulator dengan instalasi.

‰ Penggunaan sesi simulator untuk meningkatkan kinerja tim operator.

‰ Penggunaan bantuan training lainnya bagi peratalan operator dan staf.

‰ Cakupan simulasi yang baik beserta berbagai kesalahan.

‰ Keterlibatan manajemen dalam sesi training. Pertanyaan Panduan:

‰ Seberapa sering Anda berlatih dalam simulator? Apakah Anda mengikutinya sendiri atau dengan anggota shift lainnya?

‰ Kejadian atau event apa saja yang tercakup ke dalamnya, contoh: pola kecelakaan dasar? Kejadian dari instalasi lainnya, melebihi ragam kecelakaan dasar?

‰ Bila simulator tidak spesifik terhadap instalasi tertentu, apakah Anda mampu memakai prosedur terkini di instalasi Anda?

‰ Apakah Anda dan kolega mempunyai pendapat untuk dicantumkan, contoh: berdasar atas pengalaman operasi?

Catatan: Tujuan dari bahasan ini adalah menentukan sumber daya dan prioritas yang diberikan pada training simulator serta besarnya eksistensi operator dan kontribusinya terhadap training. Kesempatan bagi pelaksanaan training tim harus diperhatikan.

Indikator Kunci:

‰ Simulator yang spesifik terhadap instalasi tersedia bagi operator (dimiliki atau ada di tempat lainnya).

‰ Frekuensi kehadiran mereka.

‰ Komitmen manajemen terhadap training.

‰ Keseimbangan antara operasi normal dan respon emergensi.

‰ Perasaan memiliki dan partisipasi oleh operator.

‰ Training bagi tim/shift.

‰ Evaluasi hasil training oleh operator.

Q9 (MI)

Pertanyaan INSAG Dasar: Bagi pekerja bagian perawatan, apakah sesi training menggunakan model dan rekaman video sebelum melakukan aktivitas perawatan yang kompleks?

Pertanyaan Panduan:

‰ Metode apa yang digunakan staf bagian perawatan untuk mempersiapkan pekerjaan kompleks?

‰ Bagaimana catatan tingkat dosis instalasi dibandingkan dengan instalasi lainnya di dunia?

‰ Berapa besar budget dialokasikan untuk peralatan khusus, model, dan peralatan video per tahun?

‰ Apakah ada on the job training? Bagaimana pelaksanaannya?

‰ Apakah Anda mendapatkan cukup waktu persiapan sebelum melakukan aktivitas perawatan?

Indikator Kunci:

‰ Latihan menghadapi keadaan sesungguhnya dan peralatan yang digunakan.

‰ Waktu persiapan yang disatukan ke dalam jadwal kerja.

‰ Referensi prosedural untuk persiapan training.

‰ Umpan balik laporan kejadian untuk persiapan kerja.

‰ Tingkat dosis rendah dicatat untuk pekerjaan perawatan.

‰ Rekaman video yang sedang berjalan mengenai pekerjaan perawatan untuk penggunaan masa yang akan datang.

‰ Replikasi atau tiruan instalasi dan komponen pengganti untuk pelatihan.

‰ Keselamatan yang diperkuat dalam dokumentasi dan sesi training.

Q10 (MI)

Pertanyaan INSAG Dasar: Apakah program training membahas budaya keselamatan?

Pertanyaan Panduan:

‰ Konsekuensi terjadinya kesalahan disampaikan ke semua tingkat staf.

‰ Basis-basis dan penggunaan prosedur tertulis ditekankan secara terus-menerus dalam training dan operasi.

‰ Sesi peningkatan budaya keselamatan khusus.

‰ Penerimaan total mengenai validitas prosedur.

‰ Pengakuan oleh manajer mengenai kinerja keselamatan yang baik.

Dokumen terkait