3. Jelaskan pernyataan obyektif dan subyektif yang terkandung dalam Alenia Pertama Pembukaan UUD 1945!
Jawab: ...
...
4. Sebutkan dan jelaskan sifat UUD 1945 sebagai sumber hukum!
Jawab: ...
...
5. Apa tujuan negara Indonesia sesuai dengan Pembukaan UUD 1945 Alenia Keempat
Jawab: ...
...
Tugas Kelompok
Kerjakan kegiatan ini secara kelompok!
Bentuklah kelompok kerja yang terdiri atas enam siswa. Setiap kelompok mencari informasi tentang sejarah ditetapkannya UUD 1945 sebagai sumber hukum di Indonesia. Tulis informasi yang telah kalian peroleh dikertas folio, kemudian presentasikan di depan kelas.ketika kelompok satu mempresentasikan , kelompok lain hendaknya memberikan tanggapan.mintalah Bapak/ Ibu guruuntuk memberikan bimbingan.
B. Kedudukan dan Fungsi UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945
1. Kedudukan UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945
Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, atau disingkat UUD 1945 adalah hukum dasar tertulis,dan juga konstitusi pemerintahan negara Republik Indonesia saat ini..
Kedudukan Undang-undang Dasar 1945 adalah: Hukum dasar yang tertulis. Hukum dasar yang tertulis di samping itu masih ada hukum dasar yang tidak tertulis, yaitu Konvensi.
Sebagai (norma) hukum
• UUD bersifat mengikat terhadap: Pemerintah, setiap Lembaga Negara/ Masyarakat, setiap warga Negara Indonesia dan penduduk di Republik Indonesia..
• Berisi norma-norma: sebagai dasar dan garis besar hukum dalam penyelenggaraan negara harus dilaksanakan dan ditaati.
Sebagai hukum dasar
1. UUD merupakan sumber hukum tertulis (tertinggi) Setiap produk hukum (seperti UU, PP, Perpres, Perda) dan setiap kebijaksanaan Pemerintah berlandaskan UUD 1945.
2. Sebagai Alat Kontrol Yaitu mengecek apakah norma hukum yang lebih rendah sesuai dengan ketentuan UUD 1945.
2. Sifat dan Fungsi UUD Negara Republik Indonesia a) Sifat UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945
• UUD 1945 bersifat Supel (elastis),
Hal ini didasarkan pada kenyataan bahwa masyarakat itu terus berkembang dan dinamis.
Negara Indonesia akan terus tumbuh dan berkembang seiring dengan perubahan zaman.
Oleh karena itu, bangsa Indonesia harus tetap menjaga supaya sistem Undang-Undang Dasar tidak ketinggalan zaman.
• Rigid (kaku)
Mempunyai kedudukan dan derajat yang lebih tinggi dari peraturan perundang-undangan yang lain, serta hanya dapat diubah dengan cara khusus dan istimewa.
• Tertulis
Rumusannya jelas, merupakan suatu hukum yang mengikat pemerintah sebagai penyelenggara negara, maupun mengikat bagi setiap warga negara.
• Singkat, Hanya memuat aturan-aturan pokok serta HAM b) Fungsi UUD 1945
Di atas telah dibahas tentang apa yang dimaksud dengan UUD 1945. Dari pengertian tersebut dapatlah dijabarkan bahwa UUD 1945 mengikat pemerintah, lembaga-lembaga negara, lembaga masyarakat,dan juga mengikat setiap warga negara Indonesia dimanapun mereka berada danjuga mengikat setiap penduduk yang berada di wilayah Negara Republik Indonesia. Sebagai hukum dasar, UUD 1945 berisi norma-norma, dan aturan-aturan yangharus ditaati dan dilaksanakan oleh semua komponen tersebut di atas.
Undang-undang Dasar bukanlah hukum biasa, melainkan hukum dasar, yaitu hukum dasar yang tertulis. Dengan demikian setiap produk hukum seperti undang-undang, peraturan pemerintah, peraturan presiden, ataupun bahkan setiap tindakan atau kebijakan pemerintah haruslah berlandaskan dan bersumber pada peraturan yang lebih tinggi, yang pada akhirnya kesemuanya peraturan perundang-undangan tersebut harus dapat dipertanggungjawabkan sesuai dengan ketentuan UUD 1945, dan muaranya adalah Pancasila sebagai sumber dari segala sumber hukum negara. Dalam kedudukan yang demikian itu, UUD 1945 dalam kerangka tata urutan perundangan atau hierarki peraturan perundangan di Indonesia menempati kedudukan yang tertinggi.
Dalam hubungan ini, UUD 1945 juga mempunyai fungsi sebagai alat kontrol, dalam pengertian UUD 1945 mengontrol apakah norma hukum yang lebih rendah sesuai atau tidak dengan norma hukum yang lebih tinggi, dan pada akhirnya apakah norma-norma hukum tersebut bertentangan atau tidak dengan ketentuan UUD 1945. Selain itu UUD 1945 juga memiliki fungsi sebagai pedoman atau acuan dalam penyelenggaraan kehidupan berbangsa dan bernegara.
Dalam UUD 1945 juga terkandung :
1. Materi pengaturan sistem pemerintahan, termasuk pengaturan tentang kedudukan, tugas, wewenang dan hubungan antara lembaga-lembaga negara
2. Hubungan negara dengan warga negara baik dibidang politik, ekonomi, sosial dan budaya maupun hankam.
Dalam kedudukan yang demikian itu, UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 memiliki fungsi sebagai berikut:
a. Alat Kontrol
UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 sebagai alat kontrol apakah aturan hukum yang lebih rendah sesuai atau tidakdengan norma hukum yang lebih tinggi, yaitu UUd Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
b. Pengatur
UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 juga berperan sebagai pengatur bagaimana kekuasaan Negara disusun, dibagi, dan dilaksanakan.
c. Penentu
UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 juga berfungsi sebagai penentu hak dan kewajiban Negara, aparat Negara, dan warga Negara.
Tugas Mandiri
Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan benar!
1. Apa landasan ideology dan konstitusional sistemhukum nasional di Indonesia?
Jawab: ...
...
2. Sejak kapan Indonesia memiliki Undang- Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 sebagai hukum dasar tertulis?
Jawab: ...
...
3. UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 mempunyai fungsi sebagai alat kontrol, jelaskan pernyataan tersebut!
Jawab: ...
...
4. Sebutkan dua kedudukan pokok UUd 1945!
Jawab: ...
...
5. Tuliskn fungsi Undang- Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945!
Jawab: ...
...
Tugas Kelompok
Kerjakan Kegiatan berikut dengan teman ssebangkumu!
Pada kurun waktu tahun 1999 – 2002, UUD 1945 mengalami 4 kali perubahan (amandemen). Diskusikan dengan teman semejamu tentang hal- hal yang berkaitan dengan amandemen UUD 1945 seperti berikut ini.
1. Apa alasan melakukan amandemen UUD 1945?
2. Bagaimana tahapan amandemen UUD 1945?
3. Hal pokok apa saja yang menjadi isi konstitusi Negara RI berdasarkan UUD 1945 yang telah di amandemen?
4. Ketika melakukan amandemen, mengapa Pembukaan UUD 1945 tidak ikut diubah? Jelaskan!
Tulis hasil diskusi kalian di buku tugasmu, kemudian presentasikan di depan kelas!
C. Peraturan Perundang- Undangan dalam Sistem Hukum Nasional
1. Makna Peraturan Perundang-Undangan para ahli menyebut UUD dengan istilah Konstitusi. Konstitusi berasal dari bahasa Inggris “Constitution”, sedangkan dalam bahasa Belanda disebut “Constitute” yang artinya Undang-Undang atau hukum dasar. Konstitusi dibagi menjadi dua, yaitu: tertulis dan tidak tertulis.
Sistematika UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945, terdiri dari : 1. Pembukaan, terdiri atas 4 alenia.
2. Pasal-Pasal, terdiri atas:
a. Sebelum diubah 16 Bab, setelah diubah menjadi 21 bab.
b. Sebelum diubah terdiri dari 37 pasal, setelah diubah menjadi 73 pasal.
c. Sebelum diubah terdiri dari 49 ayat, setelah diubah menjadi 172 ayat.
d. Sebelum diubah terdiri dari 4 pasal Aturan Peralihan, setelah diubah menjadi 3 pasal Aturan Peralihan.
e. 2 ayat Aturan Tambahan, berubah menjadi 2 pasal Aturan Tambahan.
2. Dasar Peraturan Perundang- Undangan RI a. Landasan Idiil, yaitu: Pancasila
Pancasila sebagai dasar negara Indonesia merupakan sumber dari segala sumber hukum yang berlaku di NKRI.
b. Landasan Konstitusional, yaitu: UUD 1945.
UUD 1945 merupakan perwujudan dari tujuan Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945.
Peraturan Perundang- Undangan, merupakan alat atau sarana unntuk tercapainya cita-cita dan tujuan negara yaitu kesejahteraan masyarakat.
3. Asas Peraturan Perundangan
Beberapa asas dalam peraturan perundang-undangan, antara lain sbb:
a. UUD 1945 adalah bentuk peraturan perundangan yang tertinggi, sehingga semua peraturan perundangan dibawahnya tidak boleh bertentangan dengannya.
b. Setiap peraturan perundangan harus berdasar dan bersumber dengan tegas pada peraturan perundangan yang berlaku, yang lebih tinggi tingkatnya.
c. Peraturan perundangan yang lebih rendah harus tunduk dan tidak boleh bertentangan dengan peraturan yang lebih tinggi.
d. Peraturan perundangan pada asasnya tidak dapat berlaku surut, kecuali apabila dinyatakan dengan tegas dan demi kepentingan umum.
e. Peraturan perundangan oleh pejabat yang lebih tinggi mempunyai kedudukan yang lebih tinggi pula.
f. Peraturan perundangan yang dibersifat khusus mengesampingkan undang-undang yang bersifat umum.
g. Peraturan perundangan hanya boleh dicabut, diganti, atau dibatalkan oleh peraturan yang sama atau lebih tinggi tingkatannya.
4. Jenis-Jenis dan Fungsi Peraturan Perundang-Undangan Jenis-jenis peraturan perundang-undangan:
1. Perundang- Undangan di pusat, yaitu:
a) UUD / Ketetapan MPR(S) b) UU
c) PERPPU d) PP e) KEPRES f) KEPMEN
g) Keputusan Kepala Lembaga Pemerintah nondepartemen h) Keputusan direktur jenderal departemen
2. Perundang-Undangan di daerah, yaitu:
a) Perda Propinsi b) Keputusan Gubernur c) Perda Kabupaten/ Kota d) Keputusan Bupati / Wali kota
Tugas Mandiri
Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan benar!
1. Apakah yang disebut Peraturan Perundang-Undangan menurut Undang- Undang No. 12 Tahun 2011?
Jawab: ...
...
2. Jelaskan fungsi Peraturan Perundang-Undangan sebagai norma hukum!
Jawab: ...
...
3. Sebutkan kedudukan Peraturan Perundang-Undangan sebagai hukum dasar!
Jawab: ...
...
4. Mengapa Undang-Undang Dasar 1945 mempunyai kedudukan yang istimewa dibandingkandengan Undang- Undang Lainnya?
Jawab: ...
...
5. Tuliskan fungsi Peraturan Perundang-Undangan dalam kehidupanberbangsa dan bernegara!
Jawab: ...
...
D. Melaksanakan dan Mempertahankan UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945
UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945, memiliki dua sifat, yaitu: dapat diubah dan tidak dapat diubah. UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dapat digolongkan sebagai konstitusi yang dapat diubah. Hal ini dapat terlihat dalam pasal 37 UUD 1945 yang mensyaratkan bahwa untuk mengubah UUD 1945 : 2/3 anggota MPR harus hadir dan disetujui oleh sekurang-kurangnya 50 persen ditambah 1 anggota dari seluruh anggota MPR.
Dalam melakukan perubahan UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945, ada lima kesepakatan dasar, yaitu :
1. Tidak mengubah Pembukaan UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
2. Tetap mempertahankan NKRI.
3. Mempertegas sistem Pemerintahan Presidensial.
4. Penjelasan UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang memuat hal-hal normative akan dimasukkan ke dalam pasal-pasal (batang tubuh).
5. Melakukan perubahan dengan cara adendum.