B. Hakikat Kepala Sekolah 1. Pengertian Kepala Sekolah
2. Tugas, Peranan dan Tanggung Jawab Kepala Sekolah
Dalam satuan pendidikan, kepala sekolah menduduki dua jabatan penting untuk bisa menjamin kelangsungan proses pendidikan sebagaimana yang telah digariskan oleh peraturan perundang-undangan. Pertama, kepala sekolah adalah pengelola pendidikan di sekolah secara keseluruhan. Kedua,
kepala sekolah adalah pemimpin formal pendidikan di sekolahnya.
Moch. Idochi Anwar (2003: 75) juga menjelaskan kepala sekolah sebagai pengelola pendidikan yang bertangung jawab terhadap keberhasilan penyelenggaraan kegiatan pendidikan dengan melaksanakan administrasi sekolah dan seluruh substansinya. Kepala sekolah juga bertanggung jawab dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia yang ada agar mereka mampu menjalankan tugasnya dengan baik. Sebagai pemimpin formal, kepala sekolah bertanggung jawab terhadap tercapainya tujuan pendidikan melalui upaya menggerakkan para bawahan ke arah pencapaian tujuan
pendidikan yang telah ditetapkan. Ini berarti kepala sekolah juga menjalankan fungsi kepemimpinan yang berhubungan dengan pencapaian tujuan pendidikan maupun penciptaan iklim sekolah yang kondusif dan terlaksananya proses belajar mengajar yang efektif dan efisien.
Kepala sekolah merupakan personel sekolah yang bertanggung jawab terhadap seluruh kegiatan-kegiatan sekolah (Daryanto, 2006: 80). Hal ini berarti kepala sekolah tidak hanya bertanggung jawab atas kelancaran jalannya sekolah secara teknis akademis saja, akan tetapi segala kegiatan yang ada pada lingkungan sekolah yang dipimpinnya termasuk menjalin hubungan dengan masyarakat sekitar sekolah. Fungsi kepala sekolah menurut Daryanto (2006: 81-82) yaitu:
a. Merumuskan tujuan kerja dan pembuat kebijaksanaan (policy) sekolah. b. Pengatur tata kerja (mengorganisasi ) sekolah, yang mencakup:
1) Mengatur pembagian tugas dan wewenang. 2) Mengatur petugas pelaksana.
3) Menyelenggarakan kegiatan (mengkoordinasi). c. Pensupervisi kegiatan sekolah, meliputi:
1) Mengawasi kelancaran kegiatan. 2) Mengarahkan pelaksanaan kegiatan.
3) Mengevaluasi (menilai) pelaksanaan kegiatan.
4) Membimbing dan meningkatkan kemampuan pelaksana dan sebagainya.
Kepala sekolah yang efektif dalam mengelola program dan kegiatan pendidikan adalah yang mampu memberdayakan seluruh potensi kelembagaan dalam menentukan kebijakan, pengadministrasian dan inovasi kurikulum di sekolah yang dipimpinnya. Mulyasa (2003: 98-121) menjelaskan peran dan tanggung jawab kepala sekolah sebagai berikut: a. Kepala Sekolah Sebagai Edukator (Pendidik)
Kepala sebagai Pendidik harus memiliki strategi yang tepat untuk meningkatkan profesionalisme tenaga kependidikan di sekolahnya, menciptakan iklim sekolah yang kondusif, memberikan nasehat kepada warga sekolah, memberikan dorongan pada seluruh tenaga kependidikan, serta melaksanakan model pembelajaran yang menarik. Upaya yang dapat dilakukan kepala sekolah dalam meningkatkan kinerja sebagai pendidik, khususnya dalam meningkatkan kinerja tenaga kependidikan (guru) yaitu dengan memberikan kesempatan kepada guru untuk mengikuti berbagai pendidikan dan pelatihan secara teratur, memberikan kesempatan pada guru untuk berpartisipasi aktif dalam perkumpulan guru seperti Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP), memberi kesempatan pada guru untuk mengikuti seminar, diskusi, lokakarya, penyediaan sumber belajar, melakukan Penilaian Kinerja Guru (PKG) sekurang-kurangnya 2 (dua) kali setahun, yaitu pada awal tahun dan akhir tahun ajaran.
b. Kepala Sekolah Sebagai Manajer
Kepala sekolah sebagai seorang manajer di sekolah harus memiliki strategi yang tepat untuk memberdayakan tenaga pendidikan melalui kerjasama, memberi kesempatan kepada guru untuk meningkatkan profesinya, dan mendorong keterlibatan seluruh tenaga kependidikan dalam berbagai kegiatan yang menunjang program sekolah.
c. Kepala Sekolah Sebagai Administrator
Kepala sekolah sebagai administrator harus memiliki kemampuan untuk mengelola kurikulum, mengelola administrasi personalia, mengelola administrasi peserta didik, mengelola administrasi sarana dan prasarana, mengelola administrasi kearsipan, dan mengelola administrasi keuangan. Kegiatan tersebut perlu dilakukan secara efektif dan efisien agar dapat menunjang produktivitas sekolah.
d. Kepala Sekolah Sebagai Supervisor
Supervisi merupakan suatu proses yang dirancang secara khusus untuk membantu para guru dan supervisor dalam mempelajari tugas sehari-hari di sekolah, agar dapat menggunakan pengetahuan dan kemampuannya untuk memberikan layanan yang lebih baik pada orang tua peserta didik dan sekolah, serta berupaya menjadikan sekolah sebagai masyarakat belajar yang lebih efektif.
Kepala sekolah sebagai supervisor harus mewujudkannya dalam kemampuan menyusun dan melaksanakan program supervisi pendidikan serta memanfaatkan hasilnya. Kemampuan menyusun program supervisi
harus diwujudkan dalam penyusunan program supervisi kelas, pengembangan program supervisi untuk kegiatan ekstrakulikuler, pengembangan program supervisi perpustakaan, laboratorium, dan ujian. Kemampuan melaksanakan diwujudkan dalam program supervisi klinis dan nonlkinis, dan program supervisi kegiatan ekstrakulikuler. Sedangkan kemampuan memanfaatkan hasil supervisi pendidikan harus diwujudkan dalam pemanfaatan hasil supervisi untuk meningkatkan kinerja tenaga pendidikan seperti Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) dan pemanfaatan hasil supervisi untuk mengembangkan sekolah.
e. Kepala Sekolah Sebagai Leader
Kepala sekolah sebagai leader harus mampu memberikan petunjuk dan pengawasan, meningkatkan tenaga kependidikan, membuka komunikasi dua arah, dan mendelegasikan tugas. Kemampuan yang harus diwujudkan kepala sekolah sebagai leader dapat dianalisis dari kepribadian, pengetahuan terhadap tenaga kependidikan, visi dan misi sekolah, kemampuan mengambil keputusan, dan kemampuan berkomunikasi.
f. Kepala Sekolah Sebagai Innovator
Kepala sekolah sebagai innovator harus memiliki strategi yang tepat untuk menjalin hubungan yang harmonis dengan lingkungan, mencari gagasan baru, mengintegrasikan setiap kegiatan, memberikan
teladan kepada seluruh tenaga kependidikan di sekolah, dan mengembangkan model-model pembelajaran yang inovatif.
g. Kepala Sekolah Sebagai Motivator
Kepala sekolah sebagai motivator harus memiliki strategi yang tepat untuk memberikan motivasi kepada para tenaga kependidikan dalam melakukan berbagai tugas dan fungsinya. Motivasi ini dapat ditumbuhkan melalui pengaturan lingkungan fisik, pengaturan suasana kerja, disiplin, dorongan, penghargaan secara efektif, dan penyediaan berbagai sumber belajar.
Teknik-teknik yang dapat digunakan kepala sekolah untuk menjalankan fungsinya yaitu dengan teknik yang bersifat kelompok dan individu (Syaiful Sagala, 2010: 174-191)
a. Teknik Bersifat Kelompok 1) Pertemuan Orientasi 2) Rapat Guru
3) Studi Kelompok Antar Guru 4) Diskusi
5) Lokakarya
6) Tukar Menukar Pengalaman 7) Diskusi Panel
8) Seminar 9) Simposium b. Teknik Individual
1) Kunjungan Kelas 2) Observasi Kelas 3) Intervisitasi
4) Menilai Diri Sendiri 5) Demontrasi Mengajar 6) Buletin Supervisi
Jadi dapat disimpulkan bahwa penilaian kepala sekolah adalah proses dan pemberian nilai dari kepala sekolah sebagai pemimpin sekolah terhadap kinerja guru berdasarkan kriteria tertentu dalam melaksanakan tugas-tugas kependidikan di sekolah.
C.Hakikat Kinerja Guru IPS