• Tidak ada hasil yang ditemukan

Uji Asumsi Klasik

Dalam dokumen Dhevita Sulistya Murti R0107064 (Halaman 41-52)

HASIL PENELITIAN

A. Hasil Penelitian

2. Uji Asumsi Klasik

Menurut Tommi asumsi dasar dalam metode regresi digunakan uji asumsi klasik, yaitu meliputi: uji normalitas data dan heteroskedastisitas.

a. Uji Normalitas Data

Uji normalitas dilakukan untuk mengetahui apakah distribusi data terdistribusi normal atau tidak. Berdasarkan hasil uji normalitas dengan kolmogorov smirnov maka diperoleh hasil sebagai berikut:

commit to user

Tabel 4.1 Uji Normalitas

No. Variabel Nilai Normalitas

1. Kemandirian .514

2 Motivasi .791

3 Prestasi .653

Sumber: Data Primer, diolah 2011

Dari tabel di atas menunjukkan bahwa nilai KS-Z dari ketiga variabel tersebut mempunyai p-value > 0.05, dimana pada variabel kemandirian menunjukkan 0,514 > 0,005, variabel motivasi yaitu 0,791 > 0,05, dan variabel prestasi yaitu 0,653 > 0,05 yang berarti data berdistribusi normal.

b. Heteroskedastisitas

Uji heteroskedastisitas dilakukan untuk mengetahui keadaan dimana seluruh faktor pengguna tidak memiliki varians yang sama untuk seluruh pengamatan atas seluruh independen. Heteroskedasitas berarti penyabaran titik data populasi pada bidang regresi tidak konstan. Pemeriksaan asumsi heteroskedastisitas dengan meng-gunakan melihat hasil scatter plot. Gambar scatter plot menunjukkan pencaran data menyebar secara acak, sehingga dapat disimpulkan tidak ada heteros-kedastisitas pada residual.

commit to user 3. Pengujian Hipotesis

Pada penelitian ini digunakan metode analisis regresi linier berganda untuk mengukur pengaruh variabel independent terhadap variabel dependen.

a. Analisis Regresi Linear Berganda

Analisis regresi linear berganda dengan variabel dependen prestasi belajar dengan variabel independen motivasi belajar dan kemandirian belajar dengan hasil sebagai berikut:

Tabel 4.2 Hasil Pengujian Regresi Linear Berganda

Varibel independen Koefisien

Beta

thitung P-value Keterangan

Konstanta 0,525 2,155 0,033

Kemandirian 0,020 4,645 0,000 Signifikan

Motivasi 0,015 3,129 0,002 Signifikan

Variabel dependen = Prestasi belajar F hitung = 59,504

Sig = 0,000 R2= 0,522

Sumber: Data Primer, diolah 2011

Dari tabel 4.2 yang merupakan hasil pengujian regresi liner berganda dengan menggunakan bantuan komputasi SPSS 17 dengan variabel dependen prestasi belajar di atas, diperoleh hasil persamaan regresi berganda sebagai berikut:

commit to user Y = α + β1x1+ β2x2 + e

Y = 0,525 + 0,20x1 + 0,015x2 Keterangan:

Y = variabel prestasi belajar

α = konstanta regresi berganda 1

X = variabel Kemandirian

2

X = variabel Motivasi

e = error (faktor residu)

Berdasarkan persamaan regresi di atas dapat dibuat interpretasi sebagai berikut:

α = 0,525

Nilai konstanta untuk persamaan regresi adalah 0,525 dengan parameter positif. Hal ini berarti tanpa adanya variabel variabel independen kemandirian belajar dan motivasi belajar maka prestasi belajar sebesar 0.525.

1

b = 0,020

Besar koefisien regresi untuk variabel kemandirian belajar adalah 0,020 dengan parameter positif. Hal ini berarti bahwa setiap penambahan (tanda +) variabel kemandirian belajar maka prestasi belajar akan meningkat.

2

b = 0,015

Besar koefisien regresi untuk variabel motivasi belajar adalah 0,015 dengan parameter positif. Hal ini berarti bahwa setiap penambahan

commit to user

(tanda +) variabel motivasi belajar maka prestasi belajar akan meningkat.

Berdasarkan interpretasi data di atas, menunjukkan variabel kemandirian mempunyai koefisien beta lebih besar yaitu 0.020 dibandingkan dengan variabel motivasi belajar, yaitu sebesar 0,015, hal ini menunjukkan variabel kemandirian merupakan variabel yang paling dominan berpengaruh terhadap prestasi belajar.

1) Uji t

Uji t digunakan untuk pengujian pengaruh masing-masing variabel independen (kemandirian dan motivasi) terhadap variabel dependen (prestasi belajar) dengan langkah – langkah pengujian hipotesis sebagai berikut :

a) Pengaruh Variabel X1 (Kemandirian) dengan Variabel Y (Prestasi).

(1) Hipotesis

Ho:b1= 0, artinya variabel kemandirian tidak

berpengaruh signifikan terhadap variabel prestasi belajar.

Ha:b1≠ 0, artinya variabel kemandirian berpengaruh signifikan terhadap variabel prestasi belajar. (2) Menentukan nilai signikansi

Untuk mengetahui pengaruh antara variabel independen terhadap variabel dependen secara individu dengan cara

commit to user

membandingkan thitung dengan ttabel, dengan nilai signikansi, α = 0,05, adapun nilai t tabel adalah:

tabel t = α/2; n-k-1 = 0,05/2; 112-3-1 = 0,025; 108 = 1,960 (3) Kriteriapengujian

Ho diterima apabila: -1,960 ≤ thitung ≤ 1,960

Ho ditolak apabila: thitung>1,960 atau thitung < - 1,960 (4) Hasil perhitungan

Hasil perhitungan didapatkan nilai thitung sebesar 4,645 (5) Kesimpulan

Hasil perhitungan t statistik untuk variabel kemandirian diperoleh nilai thitung sebesar 4,645, sedangkan ttabel

sebesar 1,960, karena thitung 4,645 > ttabel 1,960 maka Ho ditolak, artinya variabel kemandirian berpengaruh signifikan terhadap prestasi belajar.

b) Pengaruh Variabel X2 (motivasi) dengan Variabel Y

(prestasi belajar). (1) Hipotesis

Ho:b2= 0, artinya variabel motivasi tidak berpengaruh signifikan terhadap variabel prestasi belajar

commit to user

Ha:b2≠ 0, artinya variabel motivasi berpengaruh signifikan terhadap variabel prestasi belajar. (2) Menentukan nilai signikansi

Untuk mengetahui pengaruh antara variabel independen terhadap variabel dependen secara individu dengan cara membandingkan thitung dengan ttabel, dengan signikansi, α = 0,05, adapun nilai t tabel adalah:

tabel t = α/2; n-k-1 = 0,05/2; 112-3-1 = 0,025; 108 = 1,960 (3) Kriteriapengujian

Ho diterima apabila: -1,960 ≤ thitung ≤ 1,960

Ho ditolak apabila: thitung>1,960 atau thitung < - 1,960 (4) Hasil perhitungan

Hasil perhitungan didapatkan nilai thitung sebesar 3,129 (5) Kesimpulan

Hasil perhitungan t statistik untuk variabel motivasi diperoleh nilai thitung sebesar 3,129, sedangkan ttabel

sebesar 1,960, karena thitung 3,129 > ttabel 1,960 maka Ho ditolak, artinya variabel motivasi berpengaruh signifikan terhadap prestasi belajar.

commit to user 2) Uji F

Uji F digunakan untuk menyatakan ada tidaknya pengaruh variabel independen kemandirian belajar dan motivasi belajar secara bersama-sama (keseluruhan) terhadap variabel dependen (prestasi belajar). Adapun langkah-langkah pengujian hipotesis sebagai berikut:

a) Hipotesis

Ho: b1=b2=0, artinya variabel independen kemandirian

belajar dan motivasi belajar secara

bersama-sama tidak berpengaruh terhadap prestasi belajar.

Ha: b1=b2≠ 0, artinya variabel independen kemandirian

dan prestasi secara bersama-sama ber-pengaruh terhadap prestasi belajar.

b) Menentukan nilai signifikansi

Untuk mengetahui pengaruh antara variabel independen terhadap variabel dependen secara individu dengan cara membandingkan Fhitung dengan Ftabel, dengan nilai signifikansi, α = 0,05, adapun nilai Ftabeladalah:

tabel

F = α; (k); n-k-1

= 0,05; 2; 112-2-1 = 0,05; 2;109 = 3,07

commit to user c) Kriteriapengujian

Ho diterima apabila: Fhitung≤ 3,07

Ho ditolak terima: Fhitung> 3,07 d) Hasil perhitungan

Hasil perhitungan didapatkan nilai Fhitung sebesar 59,504

e) Kesimpulan

Hasil perhitungan F statistik untuk variabel kemandirian dan motivasi diperoleh nilai Fhitung sebesar 59,504 sedangkan Ftabel sebesar 3.07, karena Fhitung (59,504) <Ftabel (3,07) maka Ho ditolak, artinya variabel independen (kemandirian dan motivasi) secara bersama-sama ber-pengaruh terhadap variabel dependen (prestasi belajar). 3) Koefisien Determinasi (R square)

Koefisien determinasi ini digunakan untuk mengetahui berapa besar variasi Y yang dapat dijelaskan oleh variasi , dengan menggunakan komputer program SPSS versi 17.00 diperoleh hasil koefisien determinasi (R square) sebagai berikut: Tabel 4.3 Hasil Pengujian Koefisien Determinasi (R square)

Model R R Square Adjusted R

Square

Std. Error of the Estimate

1 .722 .522 .513 .14700

commit to user

Hasil perhitungan koefisien determinasi (R2) diperoleh nilai sebesar 0,522. ini dapat diartikan bahwa 52,20% perubahan/ variasi Y (prestasi) dikarenakan oleh adanya perubahan/variasi variabel X (kemandirian dan motivasi) sedangkan sisanya 47,80% dijelaskan oleh variabel lain diluar model.

commit to user BAB V PEMBAHASAN

A. Karakteristik Responden

Umur responden pada penelitian ini berkisar antara 19-23 tahun. Menurut Stanley Hall (dalam Santrock, 2003) usia remaja berada pada rentang 12-23 tahun. Pada usia ini dikategorikan sebagai masa dewasa muda, menurut Dhona (2004) kemampuan seseorang baik fisik maupun mental tidak bisa dipisahkan dari faktor umur. Umur muda relatif mempunyai kemampuan semangat dan ide yang segar, namun disisi lain usia muda relatif belum stabil mental dan emosinya. Hubungan produktifitas dengan umur bahwa produktifitas seseorang akan menurun disebabkan bertambahnya umur. Mahasiswa yang usianya masih muda membutuhkan bimbingan dan asuhan serta menumbuhkan motivasi mereka agar kapasitas, kemampuan dan energi yang mereka miliki bisa dioptimalkan dalam rangka meningkatkan prestasi dan kemampuan belajarnya.

Dalam penelitian ini dari 112 responden semuanya berjenis

kelamin perempuan, jenis Kelamin diindikasikan memoderasi

pengaruh dari kecerdasan emosional terhadap prestasi belajar mahasiswa. Seorang mahasiswa pria diindikasikan lebih dapat mengontrol berbagai bentuk elemen kecerdasan emosi atau lebih memiliki kecenderungan EI (Emotional Intelligence) yang relatif

commit to user

stabil dibandingkan dengan mahasiswa wanita dalam menghadapi berbagai permasalahan yang dihadapi ketika belajar. Sehingga diasumsikan bahwa jenis kelamin akan memoderasi pengaruh antara kecerdasan emosional terhadap prestasi belajar mahasiswa tidak membandingkan antara pencapaian prestasi pria dan wanita. Hasil dari penelitian Chaput dan Dunn (2001) pria memiliki standar internal sendiri dalam pencapaian prestasi dan tidak terlalu terpengaruh oleh lingkungan belajar yang ada, sedangkan wanita pencapaian prestasi secara signifikan berkaitan dengan lingkungan belajar yang ada. Wanita akan berespon jika lingkungan belajar yang ada tidak mendukung, misalkan mereka cenderung tidak suka pada dosen yang sibuk dan tidak pernah memberikan bimbingan atau feedback, sebaliknya pria kurang peduli apakah dosen atau sarana belajar yang ada mencukupi atau tidak karena mereka punya standar internal sendiri.

B. Hubungan Kemandirian Belajar (X1) dan Prestasi Belajar (Y)

Dalam dokumen Dhevita Sulistya Murti R0107064 (Halaman 41-52)

Dokumen terkait