• Tidak ada hasil yang ditemukan

Uji Asumsi Klasik

Dalam dokumen OLEH: JEREMIA SIHARDO PANAILI ARITONANG (Halaman 61-0)

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

3.6 Metode Analisis Data

3.6.3 Uji Asumsi Klasik

Untuk mengetahui model regresi benar-benar menujukkan hubungan yang signifikan dan representatif, maka model tersebut harus memenuhi asumsi klasik regresi. Uji asumsi klasik yang dilakukan ialah uji normalitas, uji multikolinearitas, dan uji heterokedastisitas

3.6.3.1 Uji Normalitas

Uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah data yang dikumpulkan untuk dianalisis memiliki distribusi normal ataukah tidak. Menurut Erlina

(2008:154), uji ini berguna sebagai tahap awal dalam metode analisis data. Jika data normal, gunakan statistik parametrik, dan jika data tidak normal gunakan statistik non parametrik. Cara yang digunakan untuk melihat apakah data normal atau tidak adalah dengan menggunakan analisis grafik dengan melihat grafik histogram dan probability plot dan dengan melakukan analisis statistik. Analisis grafik dapat dilakukan dengan melihat grafik histogram dan probability plot sedangkan analisis statistik dapat dilakukan dengan uji Kolmogorov Smirnov.

1. Analisis Grafik

Salah satu cara termudah untuk melihat normalitas adalah dengan melihat grafik histogram yang membandingkan antara data observasi dengan distrimusi yang mendekati normal. Namun demikian, hanya dengan melihat histogram, hal ini dapat membingungkan, khususnya untuk jumlah sampel yang kecil. Metode lain yang dapat digunakan yaitu dengan melihat normal probability plot yang membandingakn distribusi kumulatif dari distribusi normal.

Dasar dalam pengambilan keputusan adalah :

a) Jika data menyebar di sekitar garis diagonal dan mengikuti arah garis diagonal atau grafik histogramnya menunjukkan pola distribusi normal, maka model regresi memenuhi asumsi normalitas.

b) Jika data menyebar jauh dari garis diagonal dan/atau tidak mengikuti arah garis diagonal atau grafik histogram tidak menunujukkan pola distribusi yang normal, maka model regresi tidak memnuhi asumsi normalitas.

2. Analisis Statistik

Uji yang dapat digunakan untuk melihat normalitas ialah dengan uji statistik Kolmogorov Smirnov. Dasar pengambilan keputusan untuk melihat normal atau tidaknya data ialah sebagai berikut :

a) Apabila hasil signifikansi lebih besar (>) dari 0,05 maka data tersebut terdistribusi dengan normal

b) Apabila hasil signifikansi lebih kecil (<) dari 0,05 maka data tersebut tidak terdistribusi dengan normal.

3.6.3.2 Uji Multikolinieritas

Uji multikolinearitas bertujuan untuk menguji apakah model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel independen. Model regresi yang baik selayaknya tidak terjadi multikolinearitas (bebas dari multikolinearitas).

Multikolinearitas ini dapat dilihat dari VIF (Varians Inflation Factor). Jika VIP 10 maka tingkat multikolinearitas dapat ditoleransi. Multikolinearitas juga dapat dilihat dari TOL (Tolerance) jika TOL > 0,10 maka multikolinearitas dapat ditoleransi, artinya data yang bebas dari multikolinearitas ialah yang nilai VIP<10 dan TOL > 0,10.

3.6.3.3 Uji Heterokedastisitas

Uji heterokedastisitas digunakan untuk mengetahui apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan varian dari residual satu pengamatan kepengamatan lainnya. Model yang digunakan untuk menguji ada atau tidaknya heterokedastisitas adalah dengan melihat grafik plot antar variabel dependen (ZPRED) dan nilai residual (SRESID). Dasar analisis ini adalah

a) Titik-titik tersebar di atas, di bawah atau disekitar angka 0 b) Titik-titik tidak mengumpul diatas atau dibawah saja

c) Penyebaran dari titik-titik data tersebut tidak boleh berbentuk pola bergelombang, melebar, kemudian menyempit, dan melebar kembali.

3.6.4 Analisis Regresi Linier Berganda

Alat uji yang digunakan untuk menganalisis hipotesis dalam peneitian ini adalah Analisis Regresi Linier Berganda untuk menguji variabel bebas. Analisis regresi linier berganda digunakan karena variabel terikat yang dicari dipengaruhi oleh lebih dari satu variabel bebas.

Adapun model persamaan yang digunakan adalah menurut Sugiyono (2014:224) sebagai berikut: Y = a + b1X1 + b2X2 + b3X3 + b4X4

Dimana :

Y : Kualitas Laporan Keuangan

X1 : Kompetensi Sumber Daya Manusia X2 : Penerapan Sistem Pengendalian Internal X3 : Penerapan Standar Akuntansi Pemerintahan X4 : Pemanfaatan Teknologi Informasi

a : Konstanta

3.6.5 Pengujian Hipotesis

3.6.5.1 Uji Signifikansi Simultan (Uji-F)

Uji F digunakan untuk melihat apakah semua variabel bebas (Independen) berpengaruh secara bersama-sama terhadap variabel terikat. Uji ini

dilakukan dengan membandingkan Fhitung dengan Ftabel. Tahap pengujiannya adalah sebagai berikut:

a) H0 : β1= β23 = β4 = 0, berarti tidak ada pengaruh yang signifikan dari variable bebas secara bersama-sama terhadap variabel terikat (dependen) Ha : β1= β23 = β4 = 0, berarti ada pengaruh yang signifikan dari variabel bebas secara bersama-sama (simultan) terhadap variable terikat

b) Menentukan besarnya nilai Fhitung dan signifikan F (Sig F) c) Menentukan tingkat signifikan (α) yaitu sebesar 5%

d) Menganalisis data penelitian yang telah diolah dengan kriteria pengujian yaitu jika nilai Sig F lebih besar dari 0,05 maka secara simultan variabel bebas tidak berpengaruh signifikan terhadap variabel terikat, dan sebaliknya jika Sig F lebih kecil sama dengan (≤) dari 0,05 maka secara bersama-sama (simultan) variabel bebas berpengaruh signifikan terhadap variabel terikat (dependen).

3.6.5.2 Uji Signifikan Parsial (Uji t)

Uji statistik t pada dasarnya menunjukkan seberapa jauh pengaruh satu variabel bebas atau independen secara individual dalam menerangkan variabel dependen dengan asumsi variabel bebas lainnya konstan. Tahap pengujian adalah sebagai berikut :

a) H0 : β = 0, berarti tidak ada pengaruh yang signifikan dari variabel bebas terhadap variabel terikat (dependen)

Ha : β = 0, berarti ada pengaruh yang signifikan dari variabel bebas terhadap variable terikat

b) Menentukan tingkat signifikan (α) yaitu sebesar 5%

c) Jika signifikansi lebih besar dari 0,05 (α) maka secara individu variable bebas tidak berpengaruh terhadap variabel terikat, dan sebaliknya jika signifikasi lebih kecil (<) dari 0,05 (α) maka secara individu (parsial) variabel bebas berpengaruh terhadap variabel terikat (dependen).

3.6.5.3 Uji Koefisien Determinasi (R2)

Koefisien determinasi adalah sebuah koefisien yang menunjukkan persentase pengaruh semua variabel independen terhadap variabel terikat.

Persentase tersebut menunjukkan seberapa besar variabel bebas mempengaruhi variabel terikat. Semakin besar koefisien determinasi semakin besar pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat. Nilai dari koefisien determinasi (R2) yaitu 0-1, jika koefisien determinasi mendekati 1 maka pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat semakin kuat

BAB IV

PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN

4.1 Profil Umum Objek Penelitian

Kabupaten Dairi merupakan salah satu kabupaten yang ada di Provinsi Sumatera Utara.Daerah Kabupaten Dairi mempunyai Luas 191.625 Hektar yaitu sekitar 2,68 % dari luas Provinsi Sumatera Utara (7.160.000 Hektar) dimana Kabupaten Dairi terletak sebelah Barat Laut Propinsi Sumatera Utara. Kabupaten Dairi yang terletak disebelah barat laut propinsi Sumatera Utara yang berbatasan di sebelah utara dengan Kabupaten Aceh Tenggara (Propinsi NAD ) dan Kabupaten Tanah Karo, sebelah timur dengan Kabupaten Toba Samosir, sebelah selatan dengan Kabupaten Pakpak Bharat, sebelah barat dengan Kabupaten Aceh Selatan (Propinsi Nanggroe Aceh Darussalam).

Kabupaten Dairi sebagian besar terdiri dari dataran tinggi dan berbukit-bukit yang terletak antara 98000' - 98030'dan 2015'-3000'LU.Sebagian besar tanahnya didapati gunung-gunung dan bukit-bukit dengan kemiringan bervariasi sehingga terjadi iklim hujan tropis. Kota Sidikalang adalah ibukota Kabupaten Dairi berada pada ketinggian 1.066 meter diatas permukaan laut.

Pada umumnya Kabupaten Dairi berada pada ketinggian rata-rata 700 s/d 1.250 m diatas permukaan laut. Sedangkan Kecamatan Tigalingga, Kec. Siempat Nempu dan Kecamatan Silima Pungga-Pungga terletak pada ketinggian antara 400 - 1.360 m diatas permukaan laut. Kecamatan Sumbul, Sidikalang, Kerajaan dan Kec.Tanah Pinem berada pada ketinggian 700- 1.600 meter diatas permukaan laut.

Berdasarkan proyeksi penduduk pertengahan tahun 2014, jumlah penduduk Kabupaten Dairi 279.090 jiwa, terdiri dari 139.401 penduduk laki-laki ( 49,95% ) dan 139.689 penduduk perempuan ( 50.05% ) dengan rasio jenis kelamin 99.79%, dan rata-rata kepadatan penduduk mencapapai 144.77 jiwa/km2.

Sementara itu jumlah rumah tangga adalah 66.825 dengan rata-rata penduduk tiap rumah tangga sebesar 4,18 jiwa/rumah tangga. Menurut persebaran penduduk tiap kecamatan, penduduk yang lebih banyak adalah di Kecamatan Sidikalang, yaitu 50.050 jiwa ( 17.93% ), dengan rata-rata kepadatan penduduk mencapai 708.22 jiwa/km2, sedangkan penduduk yang paling sedikit adalah di Kecamatan Silahisabungan, yaitu 4.605 jiwa ( 1.65% ), dengan rata-rata kepadatan penduduk hanya 60.90 jiwa/km2.

Kabupaten Dairi merupakan pemekaran dari Kabupaten Tapanuli Utara, Kabupaten Dairi dimekarkan dengan diterbitkannya Peraturan Pemerintah pengganti Undang-Undang (PERPU) Nomor 4 tahun 1964 tanggal 13 Pebruari 1964 tentang pembentukan Kabupaten Daerah Tingkat II Dairi dan pemilihan Bupati yang Defenitif, maka diangkatlah Rambio Muda Aritonang sebagai pejabat Bupati KDH Dairi, setelah beliau selesai menyusun Anggota DPRD sebanyak 20 orang, dilanjutkan dengan pemilihan Bupati. Saat itulah terpilih Mayor Raja Nembah Maha, yang memperoleh suara terbanyak menjadi Bupati KDH Tingkat II Dairi dan Wal Mantas Habeahan terpilih sebagai Sekretaris Daerah.Kemudian oleh Pemerintah Pusat dan DPR RI, ditetapkanlah Undang-Undang Nomor 15 Tahun 1964 tentang pembentukan Kabupaten Daerah Tingkat II Dairi (sebagai Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 4 Tahun

1964). Peresmian Kabupaten Daerah Tingkat II Otonom dilakukan oleh Gubernur Sumatera Utara pada tanggal 2 Mei 1964 bertempat di Gedung Nasional Sidikalang. Pada tahun 2003 diterbitkan Undang-Undang RI Nomor 9 tahun 2003 tentang pembentukan Kabupaten Nias Selatan, Kabupaten Pakpak Bharat, dan Kabupaten Humbang Hasundutan di Provinsi Sumatera Utara, dengan diterbitkannya undang-undang tersebut maka diresmikan Kabupaten Pakpak Bharat yang dimekarkan dari Kabupaten Dairi. Hingga saat ini, Kabupaten Dairi terdiri dari 15 kecamatan yaitu,

a. Kecamatan Sidikalang, ibukotanya Sidikalang;

b. Kecamatan Sumbul, ibukotanya Sumbul;

c. Kecamatan Silima Pungga-Pungga, ibukotanya Parongil;

d. Kecamatan Siempat Nempu, ibukotanya Buntu Raja;

e. Kecamatan Tigalingga, ibukotanya Tigalingga;

f. Kecamatan Tanah Pinem, ibukotanya Kuta Buluh;

g. Kecamatan Parbuluan, ibukotanya Sigalingging;

h. Kecamatan Pegagan Hilir, ibukotanya Tigabaru;

i. Kecamatan Siempat Nempu Hulu, ibukotanya Silumboyah j. Kecamatan Siempat Nempu Hilir, ibukotanya Sopo Butar;

k. Kecamatan Lae Parira, ibukotanya Lae Parira;

l. Kecamatan Gunung Sitember, ibukotanya Gunung Sitember;

m. Kecamatan Berampu, ibukotanya Berampu;

n. Kecamatan Silahisabungan, ibukotanya Silalahi;

o. Kecamatan Sitinjo, ibukotanya Sitinjo

4.2 Gambaran Umum Responden

Responden dalam penelitian ini terdiri dari, kepala sub bagian keuangan SKPD, bendahara SKPD, dan salah satu staff sub bagian keuangan SKPD. Dalam penelitian ini terdapat 26 SKPD, maka total responden ialah 78 orang dengan gambaran umum responden sebagai berikut :

Tabel 4.1. Gambaran Umum Responden

Keterangan Jumlah

1. Berdasarkan jenis kelamin, responden terdiri dari 28 orang pria (35,9%) dan 50 orang wanita (64,1%)

2. Berdasarakan jenjang pendidikan terakhir, 15 orang responden (19,2%) tamatan SLTA, 25 orang responden (32,1%) dengan pendidikan terakhir diploma, 34 orang responden (43,6%) dengan pendidikan terakhir S-1, dan 4 orang responden (5,1%) dengan pendidikan terakhir S-2.

3. Berdasarkan masa kerja, 1 orang (1,3%) dengan masa kerja dibawah 1 tahun, 3 orang (3,8%) dengan masa kerja 1-3 tahun, 36 orang (46,2%) dengan masa kerja 4-10 tahun, dan 38 orang (48,7%) dengan masa kerja diatas 10 tahun.

4. Berdasarkan pelatihan yang pernah diikuti, 47 orang responden (60,3%) mengikuti 1-2 kali pelatihan, 5 orang responden (6,4%) mengikuti pelatihan sebanyak 3 kali, 6 orang responden (7,7%) mengikuti pelatihan sebanyak 4 kali, 1 orang responden (1,3%) mengikuti pelatihan sebanyak 5 kali, 17 orang responden (21,8%) sudah mengikuti pelatihan lebih dari 5 kali, dan ada 2 orang responden (2,6%) yang belum pernah mengikuti pelatihan.

5. Berdasarkan usia responden, 7 orang responden (9%) berusia dibawah 30 tahun, 47 orang responden (60,2%) berusia 31-40 tahun, 17 orang responden (21,8%) berusia 41-50 tahun, dan 7 orang responden (9%) berusia lebih dari 51 tahun.

6. Berdasarkan jurusan/bidang ilmu pendidikan akhir responden, 18 orang responden (23,1%) dengan bidang ilmu akuntansi, 17 orang responden

(21,8%) dengan bidang ilmu manajemen, 2 orang responden (2,6%) dengan bidang ilmu hukum, 4 orang responden (5,1%) dengan bidang ilmu sosial, 22 orang ressponden (28,2%) dengan bidang ilmu lainnya, dan 15 orang responden (19,2%) tamatan SLTA.

Tabel 4.2. Statistik Deskriptif Descriptive Statistics

N Minimum Maximum Mean Std. Deviation

KLKPD 78 26.00 45.00 41.9487 3.92427

KSDM 78 21.00 40.00 31.9615 4.18855

PSPI 78 22.00 45.00 38.2692 4.90606

PSAP 78 9.00 40.00 35.7564 5.94386

PTI 78 23.00 40.00 35.4231 4.18258

Valid N (listwise) 78

Sumber : Diolah dari data primer 2018

1. Hasil pengukuran variabel Kualitas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (KLKPD), jumlah data valid sebanyak 78 dengan nilai maksimum 45 dan nilai minimum 26, serta nilai rata-rata 41,9487

2. Hasil pengukuran variabel Kompetensi Sumber Daya Manusia (KSDM), jumlah data valid sebanyak 78 dengan nilai maksimum 40 dan nilai minimum 21 serta nilai rata-rata 31,9615

3. Hasil pengukuran variabel Penerapan Sistem Pengendalian Internal (PSPI), jumlah data valid sebanyak 78 dengan nilai maksimum 45 dan nilai minimum 22 serta nilai rata-rata 38,2692

4. Hasil pengukuran variabel Penerapan Standar Akuntansi Pemerintahan (PSAP), jumlah data valid sebanyak 78 dengan nilai maksimum 40 dan nilai minimum 9 serta nilai rata-rata 35,7564

5. Hasil pengukuran variabel Pemanfaatan Teknologi Informasi (PTI), jumlah data valid sebanyak 78 dengan nilai maksimum 40 dan nilai minimum 23 serta nilai rata-rata 35.4231

Tabel 4.3 Statistik Deksriptif dari Jawaban Responden Variabel Kualitas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah

Sumber : Diolah dari Data Primer 2018

1. Berdasarkan data kuesioner yang dibagikan kepada responden, untuk item pertanyaan pertama variabel kualitas laporan keuangan pemerintah daerah 55 orang responden (70,5%) menjawab Selalu, 14 orang (17,9%) menjawab Sering, 7 orang responden (9%) menjawab kadang-kadang, 2 orang responden (2,6%) menjawab Jarang dan tidak ada responden menjawab Tidak Pernah

2. Berdasarkan data kuesioner yang dibagikan kepada responden, untuk item pertanyaan kedua variabel kualitas laporan keuangan pemerintah

Jawaban Item Pertanyaan

daerah 52 orang responden (66,7%) menjawab Selalu, 16 orang (20,5%) menjawab Sering, 7 orang responden (9%) menjawab kadang-kadang, 1 orang responden (1,3%) menjawab Jarang dan 2 orang responden (2,6%) menjawab Tidak Pernah

3. Berdasarkan data kuesioner yang dibagikan kepada responden, untuk item pertanyaan ketiga variabel kualitas laporan keuangan pemerintah daerah 64 orang responden (82,1%) menjawab Selalu, 11 orang (14,1%) menjawab Sering, 3 orang responden (3,8%) menjawab kadang-kadang, dan tidak ada responden yang menjawab Jarang dan Tidak Pernah

4. Berdasarkan data kuesioner yang dibagikan kepada responden, untuk item pertanyaan keempat variabel kualitas laporan keuangan pemerintah daerah 65 orang responden (83,3%) menjawab Selalu, 10 orang (12,8%) menjawab Sering, tidak ada responden yang menjawab kadang-kadang, 1 orang responden (1,3%) menjawab Jarang dan 2 orang responden (2,6%) menjawab Tidak Pernah

5. Berdasarkan data kuesioner yang dibagikan kepada responden, untuk item pertanyaan kelima variabel kualitas laporan keuangan pemerintah daerah 46 orang responden (59%) menjawab Selalu, 23 orang (29,5%) menjawab Sering, 7 orang responden (9%) menjawab kadang-kadang, tidak ada responden yang menjawab Jarang dan 2 orang responden (2,6%) menjawab Tidak Pernah

6. Berdasarkan data kuesioner yang dibagikan kepada responden, untuk item pertanyaan keenam variabel kualitas laporan keuangan pemerintah

daerah 64 orang responden (59,2%) menjawab Selalu, 16 orang (20,5%) menjawab Sering, 8 orang responden (10,3%) menjawab kadang-kadang, dan tidak ada responden menjawab Jarang dan Tidak Pernah

7. Berdasarkan data kuesioner yang dibagikan kepada responden, untuk item pertanyaan ketujuh variabel kualitas laporan keuangan pemerintah daerah 65 orang responden (83,3%) menjawab Selalu, 13 orang (16,7%) menjawab Sering, dan tidak ada responden yang menjawab Kadang-kadang, Jarang dan Tidak Pernah

8. Berdasarkan data kuesioner yang dibagikan kepada responden, untuk item pertanyaan kedelapan variabel kualitas laporan keuangan pemerintah daerah 66 orang responden (84,6%) menjawab Selalu, 9 orang (11,5%) menjawab Sering, 2 orang responden (2,6%) menjawab kadang-kadang, tidak ada responden yang menjawab Jarang dan 1 orang responden (1,3%) menjawab Tidak Pernah

9. Berdasarkan data kuesioner yang dibagikan kepada responden, untuk item pertanyaan kesembilan variabel kualitas laporan keuangan pemerintah daerah 64 orang responden (82,1%) menjawab Selalu, 11 orang (14,1%) menjawab Sering, 2 orang responden (2,6%) menjawab kadang-kadang, 1 orang responden (1,3%) menjawab Jarang dan tidak ada responden menjawab Tidak Pernah

Tabel 4.4 Statistik Deksriptif dari Jawaban Responden Variabel Kompetensi Sumber Daya Manusia

Jawaban Item Pertanyaan

Sumber : Diolah dari Data Primer, 2018

1. Berdasarkan data kuesioner yang dibagikan kepada responden, untuk item pertanyaan pertama variabel kompetensi sumber daya manusia 26 orang responden (33,3%) menjawab Sangat Setuju, 49 orang (62,8%) menjawab Setuju, 3 orang responden (3,8%) menjawab Netral, dan tidak ada responden yang menjawab Tidak Setuju dan Sangat Tidak Setuju 2. Berdasarkan data kuesioner yang dibagikan kepada responden, untuk

item pertanyaan kedua variabel kompetensi sumber daya manusia 27 orang responden (34,6%) menjawab Sangat Setuju, 45 orang (54,7%) menjawab Setuju, 6 orang responden (7,7%) menjawab Netral, dan tidak ada responden yang menjawab Tidak Setuju dan Sangat Tidak Setuju 3. Berdasarkan data kuesioner yang dibagikan kepada responden, untuk

orang responden (33,3%) menjawab Sangat Setuju, 44 orang (56,4%) menjawab Setuju, 6 orang responden (7,7%) menjawab Netral, 2 responden (2,6%) menjawab Tidak Setuju dan tidak ada responden yang menjawab Sangat Tidak Setuju

4. Berdasarkan data kuesioner yang dibagikan kepada responden, untuk item pertanyaan keempat variabel kompetensi sumber daya manusia 14 orang responden (17,9%) menjawab Sangat Setuju, 44 orang (56,4%) menjawab Setuju, 17 orang responden (21,8%) menjawab Netral, 3 responden (3,8%) menjawab Tidak Setuju dan tidak ada responden yang menjawab Sangat Tidak Setuju

5. Berdasarkan data kuesioner yang dibagikan kepada responden, untuk item pertanyaan kelima variabel kompetensi sumber daya manusia 12 orang responden (15,4%) menjawab Sangat Setuju, 46 orang (59%) menjawab Setuju, 17 orang responden (21,8%) menjawab Netral, 3 responden (3,8%) menjawab Tidak Setuju dan tidak ada responden yang menjawab Sangat Tidak Setuju

6. Berdasarkan data kuesioner yang dibagikan kepada responden, untuk item pertanyaan keenam variabel kompetensi sumber daya manusia 21 orang responden (26,9%) menjawab Sangat Setuju, 41 orang (52,6%) menjawab Setuju, 13 orang responden (16,7%) menjawab Netral, 3 responden (3,8%) menjawab Tidak Setuju dan tidak ada responden yang menjawab Sangat Tidak Setuju

7. Berdasarkan data kuesioner yang dibagikan kepada responden, untuk item pertanyaan ketujuh variabel kompetensi sumber daya manusia 11 orang responden (14,1%) menjawab Sangat Setuju, 40 orang (51,3%) menjawab Setuju, 23 orang responden (29,5%) menjawab Netral, 4 responden (5,1%) menjawab Tidak Setuju dan tidak ada responden yang menjawab Sangat Tidak Setuju

8. Berdasarkan data kuesioner yang dibagikan kepada responden, untuk item pertanyaan kedelapan variabel kompetensi sumber daya manusia 9 orang responden (11,5%) menjawab Sangat Setuju, 39 orang (50%) menjawab Setuju, 26 orang responden (33,3%) menjawab Netral, 4 responden (5,1%) menjawab Tidak Setuju dan tidak ada responden yang menjawab Sangat Tidak Setuju

Tabel 4.5 Statistik Deksriptif dari Jawaban Responden Variabel Penerapan Sistem Pengendalian Internal Jawaban

Sumber : Diolah dari Data Primer, 2018

1. Berdasarkan data kuesioner yang dibagikan kepada responden, untuk item pertanyaan pertama Penerapan Sistem Pengendalian Internal 38 orang responden (48,7%) menjawab Selalu, 26 orang (33,3%) menjawab Sering, 12 orang responden (15,4%) menjawab kadang-kadang, 2 orang responden (2,6%) menjawab Jarang dan tidak ada responden menjawab Tidak Pernah

2. Berdasarkan data kuesioner yang dibagikan kepada responden, untuk item pertanyaan kedua Penerapan Sistem Pengendalian Internal 35 orang responden (44,9%) menjawab Selalu, 34 orang (43,6%) menjawab Sering, 9 orang responden (11,5%) menjawab kadang-kadang, dan tidak ada responde yang menjawab menjawab Jarang dan Tidak Pernah

3. Berdasarkan data kuesioner yang dibagikan kepada responden, untuk item pertanyaan ketiga Penerapan Sistem Pengendalian Internal 28 orang responden (35,9%) menjawab Selalu, 37 orang (47,4%) menjawab Sering, 11 orang responden (14,1%) menjawab kadang-kadang, 2 orang responden (2,6%) menjawab Jarang dan tidak ada responden menjawab Tidak Pernah

4. Berdasarkan data kuesioner yang dibagikan kepada responden, untuk item pertanyaan keempat Penerapan Sistem Pengendalian Internal 32 orang responden (41%) menjawab Selalu, 38 orang (46,2%) menjawab Sering, 8 orang responden (10,3%) menjawab kadang-kadang, 2 orang responden (2,6%) menjawab Jarang dan tidak ada responden menjawab Tidak Pernah

5. Berdasarkan data kuesioner yang dibagikan kepada responden, untuk item pertanyaan kelima Penerapan Sistem Pengendalian Internal 40 orang responden (51,3%) menjawab Selalu, 25 orang (32,1%) menjawab Sering, 9 orang responden (11,5%) menjawab kadang-kadang, 2 orang responden (2,6%) menjawab Jarang dan 2 orang responden (2,6%) menjawab Tidak Pernah

6. Berdasarkan data kuesioner yang dibagikan kepada responden, untuk item pertanyaan keenam Penerapan Sistem Pengendalian Internal 35 orang responden (44,9%) menjawab Selalu, 31 orang (39,7%) menjawab Sering, 10 orang responden (12,8%) menjawab kadang-kadang, 2 orang responden (2,6%) menjawab Jarang dan tidak ada responden menjawab Tidak Pernah

7. Berdasarkan data kuesioner yang dibagikan kepada responden, untuk item pertanyaan ketujuh Penerapan Sistem Pengendalian Internal 40 orang responden (51,3%) menjawab Selalu, 33 orang (42,3%) menjawab Sering, 3 orang responden (3,8%) menjawab kadang-kadang, 1 orang responden (1,3%) menjawab Jarang dan 1 orang responden (1,3%) menjawab Tidak Pernah

8. Berdasarkan data kuesioner yang dibagikan kepada responden, untuk item pertanyaan kedelapan Penerapan Sistem Pengendalian Internal 43 orang responden (55,1%) menjawab Selalu, 30 orang (38,5%) menjawab Sering, 4 orang responden (5,1%) menjawab kadang-kadang, 1 orang

responden (1,3%) menjawab Jarang dan tidak ada responden menjawab Tidak Pernah

9. Berdasarkan data kuesioner yang dibagikan kepada responden, untuk item pertanyaan kesembilan Penerapan Sistem Pengendalian Internal 21 orang responden (26,9%) menjawab Selalu, 31 orang (39,7%) menjawab Sering, 19 orang responden (24,4%) menjawab kadang-kadang, 4 orang responden (5,1%) menjawab Jarang dan 3 orang responden (3,8%) menjawab Tidak Pernah

Tabel 4.6 Statistik Deksriptif dari Jawaban Responden Variabel Penerapan Standar Akuntansi Pemerintahan

Jawaban Item Pertanyaan

Sumber : Diolah dari data Primer. 2018

1. Berdasarkan data kuesioner yang dibagikan kepada responden, untuk item pertanyaan pertama Penerapan Standar Akuntansi Pemerintahan 51 orang

7 orang responden (9%) menjawab kadang-kadang, tidak ada responden yang menjawab Jarang dan 7 orang responden (9%) menjawab Tidak Pernah

2. Berdasarkan data kuesioner yang dibagikan kepada responden, untuk item pertanyaan kedua Penerapan Standar Akuntansi Pemerintahan 55 orang responden (70,5%) menjawab Selalu, 18 orang (23,1%) menjawab Sering, 2 orang responden (2,6%) menjawab kadang-kadang, tidak ada responden yang menjawab Jarang dan 3 orang responden (3,8%) menjawab Tidak Pernah

3. Berdasarkan data kuesioner yang dibagikan kepada responden, untuk item pertanyaan ketiga Penerapan Standar Akuntansi Pemerintahan 57 orang responden (73,1%) menjawab Selalu, 14 orang (17,9%) menjawab Sering, 6 orang responden (7,7%) menjawab kadang-kadang, 1 orang responden (1,3%) yang menjawab Jarang dan tidak ada responden yang menjawab Tidak Pernah

4. Berdasarkan data kuesioner yang dibagikan kepada responden, untuk item pertanyaan keempat Penerapan Standar Akuntansi Pemerintahan 59 orang responden (75,6%) menjawab Selalu, 12 orang (15,4%) menjawab Sering, 5 orang responden (6,4%) menjawab kadang-kadang, tidak ada responden yang menjawab Jarang dan 2 orang responden (2,6%) menjawab Tidak Pernah

5. Berdasarkan data kuesioner yang dibagikan kepada responden, untuk item pertanyaan kelima Penerapan Standar Akuntansi Pemerintahan 49 orang

responden (62,8%) menjawab Selalu, 23 orang (29,5%) menjawab Sering, 4 orang responden (5,1%) menjawab kadang-kadang, tidak ada responden yang menjawab Jarang dan 2 orang responden (2,6%) menjawab Tidak Pernah

6. Berdasarkan data kuesioner yang dibagikan kepada responden, untuk item pertanyaan keenam Penerapan Standar Akuntansi Pemerintahan 45 orang responden (57,7%) menjawab Selalu, 22 orang (28,2%) menjawab Sering, 9 orang responden (11,5%) menjawab kadang-kadang, tidak ada responden yang menjawab Jarang dan 2 orang responden (2,6%) menjawab Tidak Pernah

7. Berdasarkan data kuesioner yang dibagikan kepada responden, untuk item pertanyaan ketujuh Penerapan Standar Akuntansi Pemerintahan 41 orang responden (52,6%) menjawab Selalu, 27 orang (34,6%) menjawab Sering, 6 orang responden (7,7%) menjawab kadang-kadang, tidak ada responden yang menjawab Jarang dan 4 orang responden (5,1%) menjawab Tidak Pernah

8. Berdasarkan data kuesioner yang dibagikan kepada responden, untuk item pertanyaan kedelapan Penerapan Standar Akuntansi Pemerintahan 45 orang responden (57,7%) menjawab Selalu, 26 orang (33,3%) menjawab Sering, 3 orang responden (3,8%) menjawab kadang-kadang, 1 orang responden (1,3%) yang menjawab Jarang dan 3 orang responden (3,8%) menjawab Tidak Pernah

Tabel 4.7 Statistik Deksriptif dari Jawaban Responden

Sumber : Diolah dari Data Primer, 2018

1. Berdasarkan data kuesioner yang dibagikan kepada responden, untuk item pertanyaan pertama Pemanfaatan Teknologi Informasi 64 orang responden (82,1%) menjawab Selalu, 12 orang (15,4%) menjawab Sering, 1 orang responden (1,3%) menjawab kadang-kadang, 1 orang responden (1,3%) yang menjawab Jarang dan tidak ada responden yang menjawab Tidak Pernah

2. Berdasarkan data kuesioner yang dibagikan kepada responden, untuk item pertanyaan kedua Pemanfaatan Teknologi Informasi 43 orang responden (55,1%) menjawab Selalu, 24 orang (30,8%) menjawab Sering, 6 orang responden (7,7%) menjawab kadang-kadang, 2 orang responden (2,6%)

yang menjawab Jarang dan 3 orang responden (3,8%) yang menjawab Tidak Pernah

3. Berdasarkan data kuesioner yang dibagikan kepada responden, untuk item pertanyaan ketiga Pemanfaatan Teknologi Informasi 45 orang responden (57,7%) menjawab Selalu, 25 orang (32,1%) menjawab Sering, 5 orang responden (6,4%) menjawab kadang-kadang, 2 orang responden (2,6%) yang menjawab Jarang dan 1 orang responden (1,3%) yang menjawab Tidak Pernah

4. Berdasarkan data kuesioner yang dibagikan kepada responden, untuk item pertanyaan keempat Pemanfaatan Teknologi Informasi 58 orang responden (74,4%) menjawab Selalu, 19 orang (24,4%) menjawab Sering, 1 orang responden (1,3%) menjawab kadang-kadang, dan tidak ada responden yang menjawab Jarang dan Tidak Pernah

4. Berdasarkan data kuesioner yang dibagikan kepada responden, untuk item pertanyaan keempat Pemanfaatan Teknologi Informasi 58 orang responden (74,4%) menjawab Selalu, 19 orang (24,4%) menjawab Sering, 1 orang responden (1,3%) menjawab kadang-kadang, dan tidak ada responden yang menjawab Jarang dan Tidak Pernah

Dalam dokumen OLEH: JEREMIA SIHARDO PANAILI ARITONANG (Halaman 61-0)

Dokumen terkait