• Tidak ada hasil yang ditemukan

OLEH: JEREMIA SIHARDO PANAILI ARITONANG

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "OLEH: JEREMIA SIHARDO PANAILI ARITONANG"

Copied!
143
0
0

Teks penuh

(1)

SKRIPSI

PENGARUH KOMPETENSI SUMBER DAYA MANUSIA, PENERAPAN SISTEM PENGENDALIAN INTERNAL, PENERAPAN STANDAR

AKUNTANSI PEMERINTAHAN DAN PEMANFAATAN TEKNOLOGI INFORMASI TERHADAP KUALITAS

LAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH DAERAH (Studi Kasus pada SKPD Kabupaten Dairi)

OLEH:

JEREMIA SIHARDO PANAILI ARITONANG 140503113

PROGRAM STUDI S-1 AKUNTANSI DEPARTEMEN AKUNTANSI FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

MEDAN 2018

(2)
(3)
(4)

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS MEDAN

Telah diuji pada

Tanggal 9 November 2018

TIM PENGUJI

Ketua Penguji : Dr. Rina br. Bukit, S.E., M.Si., Ak.

Penguji : Drs. Hasan Sakti Siregar, M.Si, Ak.

Pembanding : Dr. Keulana Erwin, S.E., M.Si., Ak

(5)

PERNYATAAN

Saya yang bertanda tangan di bawah ini menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi saya yang berjudul “Pengaruh Kompetensi Sumber Daya Manusia, Penerapan Sistem Pengendalian Internal, Penerapan Standar Akuntansi Pemerintahan dan Pemanfaatan Teknologi Informasi Terhadap Kualitas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (Studi Kasus Pada SKPD Kabupaten Dairi) ” adalah benar hasil karya tulis saya sendiri yang disusun sebagai tugas akademik guna menyelesaikan beban akademik pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara.

Bagian atau data tertentu yang saya peroleh dari perusahaan atau lembaga, dan/atau saya kutip dari hasil karya orang lain telah mendapat izin, dan/atau dituliskan sumbernya dengan jelas sesuai dengan norma, kaidah dan etika penulisan ilmiah.

Apabila kemudian hari ditemukan adanya kecurangan dan plagiat dalam skripsi ini, saya bersedia menerima sanksi sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Medan, 21 November 2018 Yang membuat pernyataan

Jeremia Sihardo Panaili Aritonang NIM. 140503113

(6)

ABSTRAK

PENGARUH KOMPETENSI SUMBER DAYA MANUSIA, PENERAPAN SISTEM PENGENDALIAN INTERNAL, PENERAPAN STANDAR AKUNTANSI PEMERINTAHAN DAN PEMANFAATAN TEKNOLOGI

INFORMASI TERHADAP KUALITAS LAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH DAERAH

(Studi Kasus Pada SKPD Kabupaten Dairi)

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Kompetensi Sumber Daya Manusia, Penerapan Sistem Pengendalian Internal, Penerapan Standar Akuntansi Pemerintahan dan Pemanfaatan Teknologi Informasi Terhadap Kualitas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Kabupaten Dairi.

Responden dalam penelitian ini sebanyak 78 responden. Responden merupakan, Kepala Sub Bagian Keuangan, Bendahara SKPD SKPD, dan salah satu Staf Keuangan SKPD. Berdasarkan hasil pengolahan data primer (kuesioner) dengan menggunakan metode regresi linier berganda, Uji F, dan uji T diketahui variabel kompetensi sumber daya manusia, penerapan sistem pengendalian internal, penerapan standar akuntansi pemerintahan dan pemanfaatan teknologi informasisecara simultan berpengaruh signifikan terhadap variabel kualitas laporan keuangan pemerintah daerah Kabupaten Dairi. Secara parsial, Kompetensi Sumber Daya Manusia, Penerapan Sistem Pengendalian Internal, dan Penerapan Standar Akuntansi Pemerintahan tidak berpengaruh terhadap Kualitas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Kabupaten Dairi namun, Pemanfaatan Teknologi Informasi berpengaruh signifikan terhadap Kualitas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Kabupaten Dairi.

Kata Kunci: Kompetensi Sumber Daya Manusia, Penerapan Sistem Pengendalian Internal, Penerapan Standar Akuntansi Pemerintahan Pemanfaatan Teknologi Informasi, dan Kualitas LaporanKeuangan Pemerintah Daerah

(7)

ABSTRACT

THE INFLUENCE OF HUMAN RESOURCE COMPETENCE, THE APPLICATIONS OF INTERNAL CONTROL SYSTEM, THE

APPLICATIONS OF GOVERNMENT ACCOUNTING STANDARDS AND THE UTILIZATION OF INFORMATION TECHNOLOGY TOWARD

QUALITY OF LOCAL GOVERMENT FINANCIAL REPORTING (Case Study in SKPD’s Dairi Regency)

This study aimed to analyze the influence ofhuman resource competence, the applications of internal control system, the applications of government accounting standards and the utilization of information technology toward quality of local government financial reporting of Dairi Regency

The respondents in this study were 78 respondents. Respondents are head of sub-section of finance SKPD, treasurers SKPD and staff of sub-section of finance SKPD. Based on the results of primary data (questionnaire) processing using multiple liniear regression method, F test, and T test known variables human resource competence, the applications of internal control system, the applications of government accounting standardsand the utilization of information technology affect quality of local goverment financial reporting of Dairi regency simultaneously significante influence. Partially, ofhuman resource competence, the applications of internal control system, the applications of government accounting standards did not have any influence on quality of local goverment financial reporting. The utilization of information technology had influence significantly on quality of local goverment financial reporting of Dairi regency.

Key Words : Human Resource Competence, The Applications of Internal Control System, The Applications of Government Accounting Standards, and The Utilization of Information Technology and Quality of Local Goverment Financial Reporting

(8)

KATA PENGANTAR

Segala pujian, hormat dan syukur kepada Tuhan Maha Esa atas kasih dan karuniaNya yang telah memampukan penulis untuk meyelesaikan skripsi ini dengan baik dan pada waktunya.

Adapun skripsi ini berjudul: Pengaruh Kompetensi Sumber Daya Manusia, Penerapan Sistem Pengendalian Internal, Penerapan Standar Akuntansi Pemerintahan dan Pemanfaatan Teknologi Informasi Terhadap Kualitas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (Studi Kasus Pada SKPD Kabupaten Dairi). Skripsi ini disusun guna memenuhi salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Ekonomi pada Departemen Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Sumatera Utara.

Dalam penulisan skripsi ini, penulis mendapat banyak bimbingan, bantuan, serta dukungan dan doa dari banyak pihak. Untuk itu dalam kesempatan ini, penulis ingin mengucapkan terima kasih kepada:

1. Bapak Prof. Dr. Ramli, S.E., M.S. selaku Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara.

2. Bapak Dr. Syafruddin Ginting Sugihen, MAFIS, Ak, CPA selaku Ketua Departemen/Program Studi S1 Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara

3. Dr. Rina br. Bukit, S.E., M.Si., Ak. selaku Dosen Pembimbing yang telah banyak memberikan bimbingan dan pengarahan kepada penulis untuk menyelesaikan skripsi ini. Bapak Drs Hasan Sakti Siregar, M.Si, Ak. selaku

(9)

Pembanding yang telah memberikan kritik dan saran kepada penulis untuk menyelesaikan skripsi ini.

4. Bapak Ibu dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara, yang sudah banyak berbagi ilmu pengetahuan dan keterampilan. Bapak Ibu karyawan Tata Usaha Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara, yang telah membantu dalam menyelesaikan administrasi perkuliahan.

5. Orangtua penulis yang terkasih, Ayahanda Drs. Junjungan Aritonang, Ibu Dormas Sitorus, dan adik-adik saya Esra Adika Aritonang dan Markus Aritonang serta keluarga penulis. Terima kasih atas segala kasih sayang melalui doa, perhatian, dukungan, dan pengorbanan yang selama ini telah diberikan.

6. Bapak dan Ibu Responden yang telah bersedia menjadi responden dalam penelitian ini dan mengisi kuesioner yang disebar guna memperoleh data riset untuk penyusunan skripsi ini, dan bapak/ibu para pegawai dan staff di Lingkungan SKPD Kabupaten Dairi yang telah banyak membantu dalam proses pengumpulan data dalam penelitian ini. Teman-teman penulis mahasiswa jurusan S1 Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara yang banyak membantu dalam penyusunan skripsi ini serta Terima kasih untuk semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan skripsi ini yang tidak dapat disebutkan satu per satu.

Penulis menyadari bahwa skripsi ini masih jauh dari kesempurnaan karena keterbatasan kemampuan penulis. Oleh sebab itu, penulis mengharapkan kritik dan saran membangun demi kesempurnaan skripsi ini. Akhir kata, Penulis

(10)

mengucapkan rasa terimakasih kepada semua pihak dan apabila ada yang tidak tersebutkan Penulis mohon maaf, dengan besar harapan semoga skripsi yang ditulis oleh Penulis ini dapat bermanfaat khususnya bagi Penulis sendiri dan umumnya bagi pembaca.

Medan, 21 November 2018 Penulis,

Jeremia Sihardo Panaili Aritonang NIM. 140503113

(11)

DAFTAR ISI

Halaman

PERNYATAAN... i

ABSTRAK... ii

ABSTRACK... iii

KATA PENGANTAR... iv

DAFTAR ISI……….. vii

DAFTAR TABEL………. x

DAFTAR GAMBAR………. xi

DAFTAR LAMPIRAN………. xii

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang ……….………... 1

1.2 Perumusan Masalah……… 12

1.3 Tujuan Penelitian……… 12

1.4 Manfaat Penelitian………. 13

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Landasan Teori……….. 14

2.1.1 Laporan Keuangan Pemerintah Daerah…….. 14

2.1.2 Kualitas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah ……… 18

2.1.3 Kompetensi Sumber Daya Manusia………… 20

2.1.4 Penerapan Sistem Pengendalian Internal……. 23

2.1.5 Penerapan Standar Akuntansi Pemerintahan… 26 2.1.6 Pemanfaatan Teknologi Informasi……… 28

2.2 Tinjauan Penelitian Terdahulu……… 29

2.3 Kerangka Konseptual………. 33

2.4 Pengembangan Hipotesis……… 34

2.4.1 Hubungan Kompetensi Sumber Daya Manusia Terhadap Kualitas Laporan Keuangan……… 34

2.4.2 Hubungan Penerapan Sistem Pengendalian Internal Terhadap Kualitas Laporan Keuangan……….. 35

2.4.3 Hubungan Penerapan Standar Akuntansi Pemerintahan Terhadap Kualitas Laporan Keuangan………... 36

2.4.4 Hubungan Pemanfaatan Teknologi Informasi Terhadap Kualitas Laporan Keuangan……... 36 2.4.5 Hubungan Kompetensi Sumber Daya Manusia,

Penerapan Sistem Pengendalian Internal, Penerapan Standar Akuntansi Pemerintahan, dan Pemanfaatan Teknologi Informasi Terhadap Kualitas Laporan

(12)

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

3.1 Jenis Penelitian……….. 39

3.2 Defenisi Operasional dan Skala Pengukuran Variabel 3.2.1 Kualitas Laporan Keuangan……… 39

3.2.2 Kompetensi Sumber Daya Manusia……… 39

3.2.3 Penerapan Sistem Pengendalian Internal……… 40

3.2.4 Penerapan Standar Akuntansi Pemerintahan…… 40

3.2.5 Pemanfaatan Tekologi Informasi………. 40

3.3 Populasi dan Sampel……….. 42

3.4 Tempat dan Jadwal Penelitian……… 43

3.5 Jenis dan Sumber Data……….. 44

3.6 Metode Analisis Data……… 44

3.6.1 Uji Kualitas Data……….. 44

3.6.2 Statistik Deskriptif……… 45

3.6.3 Uji Asumsi Klasik………. 45

3.6.4 Analisis Regresi Linear Berganda……… 48

3.6.5 Pengujian Hipotesis……….. 48

BAB IV PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN 4.1 Profil Umum Objek Penelitian... 51

4.2 Gambaran Umum Responden... 54

4.3 Uji Kualitas Data 4.3.1 Uji Validitas... 70

4.3.2 Uji Reliabilitas... 72

4.4 Uji Asumsi Klasik 4.4.1 Uji Normalitas... 72

4.4.2 Uji Multikolinearitas... 75

4.4.3 Uji Heterokedastisitas... 76

4.5 Analisis Regresi Linier Berganda... 77

4.6 Uji Hipotesis 4.6.1 Uji Simultan (Uji-F)... 81

4.6.2 Uji Parsial (Uji-T)... 82

4.6.3 Uji Koefisien Determinasi... 83

4.7 Pembahasan Hasil Penelitian 4.7.1 Kompetensi Sumber Daya Manusia Terhadap Kualitas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Kabupaten Dairi... 84

4.7.2 Penerapan Sistem Pengendalian Internal Terhadap Kualitas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Kabupaten Dairi... 86

4.7.3 Penerapan Standar Akuntansi Pemerintahan Terhadap Kualitas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Kabupaten Dairi... 87 4.7.4 Pemanfaatan Teknologi Informasi Terhadap

Kualitas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah

(13)

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan... 90

5.2 Saran... 91

DAFTAR PUSTAKA………. 93

LAMPIRAN... 98

(14)

DAFTAR TABEL

No. Tabel Judul Halaman Tabel 1.1 Perkembangan Opini BPK atas LKPD Kabupaten/Kota

Di Provinsi Sumatera Utara ……… 10

Tabel 1.2 Kesenjangan Penelitian Terdahulu……… 11

Tabel 2.1 Tinjauan Penelitian Terdahulu ………. 29

Tabel 3.1 Defenisi Operasional, Indikator dan Skala Ukur ………. 41

Tabel 3.2 Populasi dan Sampel Penelitian SKPD Kabupaten Dairi………. 43

Tabel 4.1 Gambaran Umum Responden... 54

Tabel 4.2 Statistik Deskriptif... 56

Tabel 4.3 Statistik Deksriptif dari Jawaban Responden Variabel Kualitas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah... 57

Tabel 4.4 Statistik Deksriptif dari Jawaban Responden Variabel Kompetensi Sumber Daya Manusia... 60

Tabel 4.5 Statistik Deksriptif dari Jawaban Responden Variabel Penerapan Sistem Pengendalian Internal... 62

Tabel 4.6 Statistik Deksriptif dari Jawaban Responden Variabel Penerapan Standar Akuntansi Pemerintahan... 65

Tabel 4.7 Statistik Deksriptif dari Jawaban Responden Variabel Pemanfaatan Teknologi Informasi... 68

Tabel 4.8 Uji Validitas... 71

Tabel 4.9 Uji Reliabilitas... 72

Tabel 4.10 Uji Statistik Kolmogrov-Smirnov... 75

Tabel 4.11 Uji Multikolinearitas... 76

Tabel 4.12 Analisis Regresi Linier Berganda... 78

Tabel 4.13 Uji Simultan... 81

Tabel 4.14 Uji Parsial... 82

Tabel 4.15 Uji Koefisien Determinasi... 84

(15)

DAFTAR GAMBAR

No. Gambar Judul Halaman

Gambar 1.1 Opini BPK Atas LKPD Tahun 2016……….. 4

Gambar 1.2 Opini LKPD Tahun 2012-2016 Berdasarkan Tingkat Pemerintah Daerah……… 5

Gambar 1.3 Akun yang Disajikan Tidak Sesuai dengan SAP pada LKPD Tahun 2016………. 6

Gambar 1.4 Komposisi Permasalahan Kelemahan SPI atas Pemeriksaan LKPD Tahun 2016………. 7

Gambar 1.5 Perkembangan Opini BPK Atas LKPD Kabupaten Dairi…….. 9

Gambar 2.1 Kerangka Konseptual………. 34

Gambar 4.1 Uji Normalitas dengan Grafik Probability Plot... 73

Gambar 4.2 Uji Normalitas dengan Grafik Histogram... 74

Gambar 4.3 Uji Heterokedastisitas... 77

(16)

DAFTAR LAMPIRAN

No. Lampiran Judul Halaman

Lampiran I Kuisioner Penelitian……… 98

Lampiran II Surat Rekomendasi Penelitian... 105

Lampiran III Gambaran Umum Responden... 106

Lampiran IV Jawaban Pertanyaan Responden Masing-Masing Variabel... 108

Lampiran V Hasil Olah Data SPSS... 119

(17)

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Tuntutan masyarakat terhadap tata kelola pemerintahan yang baik semakin meningkat, hal ini mendorong pemerintah baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah untuk menerapkan asas akuntabilitas publik. Asas Akuntabilitas publik dapat diartikan sebagai bentuk kewajiban pihak pemegang amanah untuk memberikan pertanggungjawaban, menyajikan, melaporkan, dan mengungkapkan segala aktivitas dan kegiatan yang menjadi tanggungjawabnya kepada pihak pemberi amanah yang memiliki hak dan kewenangan untuk meminta pertanggungjawaban tersebut

Salah satu asas umum penyelenggaraan pemerintah sebagaimana disebutkan dalam Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 pasal 20 ialah asas transparansi. Transparansi ialah memberikan informasi keuangan yang terbuka dan jujur kepada masyarakat berdasarkan pertimbangan bahwa masyarakat memiliki hak untuk mengetahui secara terbuka dan menyeluruh atas pertanggungjawabanpemerintah dalam pengelolaan sumber daya yang dipercayakan kepadanya dan ketaatannya pada peraturan perundang-undangan

Sebagai salah satu bentuk pertanggungjawaban dari pemerintah ialah dengan menyusun laporan keuangan pemerintah yang berkualitas yaitu sesuai dengan standar akuntansi pemerintahan yang ditetapkan oleh pemerintah.

Pemerintah mengeluarkan Undang-Undang No. 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah, yang menjelaskan upaya pemerintah dalam mewujudkan

(18)

transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan pemerintah, baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah, dengan menyampaikan laporan pertanggungjawaban berupa laporan keuangan.

Dengan adanya laporan keuangan, baik keuangan pemerintah pusat maupun pemerintah daerah diharapkan dapat dikelola dengan baik secara transparan, efektif, efisien dan ekonomis, disamping itu dengan adanya laporan keuangan pemerintah dapat dijadikan sebagai dasar dalam pengambilan kebijakan dalam hal mengembangkan daerah tersebut pada masa yang akan datang.

Dalam UU No.32 Tahun 2004 Pasal 27 ayat 2 disebutkan bahwa kepala daerah mempunyai kewajiban untuk memberikan laporan penyelenggaraan pemerintahan daerah kepada Pemerintah, dan memberikan laporan keterangan pertanggungjawaban kepada DPRD, serta menginformasikan laporan penyelenggaraan pemerintahan daerah kepada masyarakat,yang dimaksud dengan menginformasikan dalam ketentuan ini dilakukan melalui media yang tersedia di daerah dan dapat diakses oleh publik sesuai dengan peraturan perundang- undangan.

Laporan keuangan pemerintah pusat yang telah diperiksa oleh Badan Pemeriksa Keuangan harus disampaikan kepada DPR selambat-lambatnya 6 (enam) bulan setelah berakhirnya tahun anggaran yang bersangkutan, demikian pula laporan keuangan pemerintah daerah yang telah diperiksa oleh Badan Pemeriksa Keuangan harus disampaikan kepada DPRD selambat-lambatnya 6 (enam) bulan setelah berakhirnya tahun anggaran yang bersangkutan.

(19)

Laporan keuangan disusun untuk menyediakan informasi yang relevan mengenai posisi keuangan dan seluruh transaksi yang dilakukan olehsuatu entitas pelaporan selama satu periode pelaporan. Laporan keuangan terutama digunakan untuk mengetahui nilai sumber daya ekonomi yangdimanfaatkan untuk melaksanakan kegiatan operasional pemerintahan, menilai kondisi keuangan, mengevaluasi efektivitas dan efisiensi suatu entitas pelaporan, dan membantu menentukan ketaatannya terhadap peraturan perundang-undangan.

Menurut Halim (2002 : 2), Salah satu tujuan dari akuntansi keuangan daerah adalah menyediakan informasi keuangan yang lengkap, cermat dan akurat, sehingga dapat menyediakan laporan keuangan yang andal, dapat dipertanggungjawabkan, dan dapat digunakan sebagai dasar untuk mengevaluasi pelaksanaan keuangan masa lalu dalam rangka pengambilan keputusan serta perencanaan untuk masa yang akan datang.

Dalam PP Nomor 71 Tahun 2010 mengatakan karakteristik kualitatif dari suatu laporan keuangan pemerintah ialah relevan, andal, dapat diperbandingakan dan dapat dipahami. Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) setiap tahunnya akan diperiksa dan mendapat penilaian berupa Opini dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), ketika BPK memberikan Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) terhadap Laporan Keuangan Pemerintah Daerah, dapat dikatakan bahwa laporan keuangan suatu entitas pemerintah daerah tersebut disajikan dan diungkapkan secara wajar dan berkualitas.

Berdasarkan Ikhtisar Hasil Pemeriksaan Semester (IHPS) 1 Tahun 2017 yang diterbitkan oleh BPK dijelaskan hasil pemeriksaan atas 537 LKPD (34

(20)

Provinsi, 415 Kabupaten, 93 Kota) Tahun 2016, mengungkapkan opini WTP atas 375 (70%) LKPD, opini Wajar Dengan Pengecualian (WDP) atas 139 (26%) LKPD, dan opini Tidak Menyatakan Pendapat (TMP) atas 23 (4%) LKPD artinya masih ada permasalahan dalam penyusunan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah.

Gambar 1.1 Opini BPK atas LKPD Tahun 2016 Sumber: IHPS 1 Tahun 2017

Apabila dibandingkan dengan capaian tahun 2015, kualitas LKPD Tahun 2016 mengalami peningkatan yang ditunjukkan dengan kenaikan opini WTP sebesar 12 poin persen yaitu dari 58% pada LKPD Tahun 2015 menjadi 70% pada LKPD Tahun 2016. Pada LKPD Tahun 2015, sebanyak 313 dari 542 LKPD yang memperoleh opini WTP (58%), sedangkan pada LKPD Tahun 2016 sebanyak 375 dari 537 LKPD yang memperoleh opini WTP (70%). Selain kenaikan jumlah opini WTP, juga terjadi kenaikan opini dari opini Tidak Wajar (TW) atau TMP menjadi opini WDP sebanyak 15 LKPD.

(21)

Gambar 1.2 Opini LKPD Tahun 2012-2016 Berdasarkan Tingkat Pemerintah Daerah

Sumber: IHPS 1 Tahun 2017

Dalam 5 tahun terakhir (2012-2016), opini LKPD mengalami perbaikan.

Selama periode tersebut, LKPD yang memperoleh opini WTP naik sebanyak 47 poin persen, yaitu dari 23% pada LKPD Tahun 2012 menjadi 70% pada LKPD Tahun 2016. Sementara itu, jumlah LKPD yang memperoleh opini TMP mengalami penurunan sebanyak 11 poin persen dari 15% pada LKPD Tahun 2012 menjadi 4% pada LKPD Tahun 2016.

Menurut hasil pemeriksaan yang dilakukan BPK terhadap LKPD tahun 2016 permasalahan dalam penyusunan laporan keuangan pemerintah daerah ialah banyak ditemukannya pencatatan akun-akun dalam laporan keuangan pemerintah daerah yang tidak sesuai dengan standar akuntansi pemerintahan, seperti saldo- saldo dalam laporan keuangan yang tidak dapat diyakini kewajarannya dan tidak dapat ditelusuri keberadaannya.

(22)

Gambar 1.3 Akun yang Disajikan Tidak Sesuai dengan SAP pada LKPD Tahun 2016

Sumber: IHPS 1 2017

Persentase permasalahan ketidaksesuaian penyajian akun dalam LKPD tahun 2016 dengan SAP terbesar terletak pada akun asset tetap.Permasalahan dalam penyajian aset tetap disebabkan oleh ketidakakuratan nilai aset tetap pemerintah daerah tersebut, aset tetap yang tidak diketahui keberadaannya dan tidak didukung oleh bukti kepemilikan aset tersebut, serta inventarisasi aset tetap yang tidak dilakukan. Ketidaksesuaian penyajian dengan SAP juga terdapat pada akun aset lancar, hal ini disebabkan karena saldo kas yang tidak disajikan secara wajar, saldo kas yang tidak dapat dilihat bukti fisiknya dan ada juga kasus penggunaan kas pemerintah untuk kepentingan pribadi bendahara dan belum dipertanggungjawaban dan masih banyak lagi permasalahan yang tentu memengaruhi kualitas laporan keuangan pemerintah daerah tersebut.

Hasil pemeriksaan BPK atas 537 LKPD mengungkapkan 6.053 kelemahan Sistem Pengendalian Internal (SPI) yang terdiri atas 2.156 (36%) permasalahan kelemahan sistem pengendalian akuntansi dan pelaporan (karena

(23)

double posting), 2.657(44%) permasalahan kelemahan sistem pengendalian pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja (seperti adanya pelaksanaan belanja diluar APBD), dan 1.240 (20%) permasalahan kelemahan struktur pengendalian intern (seperti entitasyang tidak memiliki satuan pengendali intern dan tidak adanya pemisahan tugas dan fungsi).

Gambar 1.4 Komposisi Permasalahan Kelemahan SPI atas Pemeriksaan LKPD Tahun 2016

Sumber: IHPS 1 Tahun 2017

Dalam pasal 33 ayat 1 PP Nomor 8 tahun 2006 ditekankan bahwa untuk meningkatkan keandalan Laporan Keuangan dan Kinerja, setiap Entitas Pelaporan dan Akuntansi wajib menyelenggarakan Sistem Pengendalian Intern, dari fenomena tersebut dapat dikatakan bahwa salah satu faktor yang memengaruhi kualitas laporan keuangan pemerintah daerah (LKPD) adalah penerapan sistem pengendalian internal yang baik pada entitas pemerintah tersebut. Terkait masalah pengendalianinternal, pemerintah telah mengeluarkan PP No. 60 tahun 2008, tentang Sistem Pengendalian Internal Pemerintahan (SPIP), dengan mengoptimalkan SPIP diharapkan pengendalian intern semakin efektif sehingga dapat membantu dalam meningkatkan kualitas informasi keuangan.

(24)

Disamping variabel penerapan sistem pengendalian internal, penerapan standar akuntansi pemerintahan juga sangat erat kaitannya dengan kualitas LKPD.

Hasil temuan audit BPK juga mengatakan masih banyaknya permasalahan dalam penyusunan LKPD yang tidak sesuai ketentuan (standar akuntansi pemerintahan).

Menurut Sinaga dalam Halim dan Kusufi (2014:227) standar akuntansi merupakan aturan utama yang harus diacu dalam penyajian laporan keuangan dalam kerangka prinsip akuntansi berterima umum. Standar tersebut penting agar laporan keuangan lebih berguna, dapat dimengerti dan dapat diperbandingkan serta tidak menyesatkan, dari fenomena tersebut dapat dikatakan bahwa laporan keuangan pemerintah daerah harus disusun berdasarkan standar akuntansi pemeritahan.

Dalam rangka penyusunan dan penyajian laporan keuangan pemerintah daerah tersebut dibutuhkan sumber daya manusia yang berkompeten. Sumber daya manusia menjadi faktor penentu keberhasilan pelaksanaan organisasi yang efektif (Griffin dan Ebert, 2010:321). Laporan keuangan harus disusun dan disajikan berdasarkan standar akuntansi pemerintahan, maka dari itu dibutuhkan sumber daya manusia yang memiliki pengetahuan dan keterampilan. Sumber daya manusia yang berkualitas dan kompeten dalam bidang akuntansi (keuangan) menjadi penyangga utama untuk dapat tersusunnya laporan keuangan yang berkualitas, hal ini berarti kualitas sumber daya manusia di bidang akuntansi (keuangan) merupakan faktor yang berpengaruh terhadap kualitas laporan keuangan yang disusun pemerintah daerah (Adhi dan Suardjo, 2013).

(25)

Teknologi informasi yang semakin berkembang dewasa ini juga perlu dimanfaatkan oleh pemerintah dalam mengelola keuangannya. Teknologi informasi juga dapat dimanfaatkan sebagai alat bantu dalam penyusunan laporan keuangan agar sesuai dengan standar akuntansi pemerintahan. Secara umum adapun manfaat yang dapat ditawarkan oleh suatu teknologi informasi yaitu berupa kecepatan pemrosesan data transaksi, dapat membantu penyiapan laporan dan dapat juga meningkatkan ketepatwaktuan penyusunan dan pelaporan LKPD.

Kualitas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Kabupaten Dairi dapat dikatakan sudah cukup baik. Hal ini dapat dilihat dari opini BPK terhadap LKPD Kabupaten Dairi untuk tahun 2016 yaitu WTP (wajar tanpa pengecualian). Sementara untuk tahun 2012 dan 2013 LKPD Kab.Dairi mendapat opini WDP (wajar dengan pengecualian), dan pada tahun 2014 sampai 2016 mendapat opini WTP (wajar tanpa pengecualian), dengan mendapatkan opini WTP dari BPK dapat dikatakan bahwa kualitas laporan keuangan pemerintah Kabupaten Dairi sudah berkualitas dan disajikan secara wajar.

Gambar 1.5 Perkembangan opini BPK atas LKPD Kab. Dairi Sumber:www.medan.bpk.go.id/?page _id=18979 diakses 19 februari 2018

(26)

Kemampuan Kabupaten Dairi dalam mempertahankan opini wajar tanpa pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) selama 3 tahun berturut-turut yaitu dari tahun 2014 hingga tahun 2016 tentu menarik untuk dipelajari. Menurut IHPS semester I 2017 yang diterbitkan oleh BPK, hanya ada beberapa LKPD di Provinsi Sumatera Utara yang mampu mempertahankan opini WTP dari BPK untuk tahun 2014-2016 secara berturut-turut, yaitu LKPD Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, LKPD Kabupaten Dairi, LKPD Kabupaten Labuhanbatu Selatan, LKPD Kabupaten Labuhanbatu Utara, LKPD Kabupaten Tapanuli Selatan, dan LKPD Kabupaten Tapanuli Utara, artinya dari 33 kabupaten/kota di Provinsi Sumatera Utara hanya ada 5 Kabupaten yang mampu mempertahankan opini WTP dari BPK selama 3 tahun berturut-turut (2014-2016), tentu hal tersebut menarik untuk dipelajari.

Tabel 1.1 Perkembangan Opini BPK atas LKPD Kabupaten/Kota di Provinsi Sumatera Utara

Opini BPK

Tahun

2012 2013 2014 2015 2016

Wajar Tanpa Pengecualian 2 4 15 5 11

Wajar Dengan Pengecualian 22 21 15 24 18

Tidak Wajar 1 0 0 0 0

Tidak Menyatakan Pendapat 8 8 3 4 4

Sumber: IHPS 1 Tahun 2017

Penelitian ini dilakukan pada Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Kabupaten Dairi. Tahun amatan penelitian ini adalah tahun 2018. Penelitian ini merupakan pengembangan dari beberapa penelitian terdahulu.Rahmadani (2015)

(27)

yang melakukan penelitian pada SKPD Kabupaten Pasaman Barat mengatakan bahwa kompetensi sumber daya manusia, pemanfaatan teknologi informasi dan sistem pengendalian internal secara parsial berpengaruh terhadap kualitas laporan keuangan. Peneliti menambahkan variabel penerapan standar akuntansi pemerintahan disebabkan penelitian Nugraeni dan Budiantara (2015) menunjukkan bahwa koefisien determinasi dari variabel penerapan standar akuntansi pemerintahan sebesar 56,1 % yang berarti bahwa variabel penerapan standar akuntansi juga punya kaitan yang erat dengan kualitas laporan keuangan peerintah daerah. Terdapat beberapa kesenjangan hasil penelitian terdahulu (reseach gap) mengenai hal-hal yang memengaruhi kualitas laporan keuangan pemerintah daerah.

Tabel 1.2 Kesenjangan Hasil Penelitian Terdahulu

Peneliti Variabel Hasil Penelitian

Pamungkas (2017) Kompetensi Sumber Daya Manusia

Berpengaruh Positif

Wijayanti (2017) Tidak Berpengaruh

Wijayanti (2017)

Penerapan Sistem Pegendalian Internal

Berpengaruh Positif Budiawan dan Purnomo

(2014) Tidak Berpengaruh

Adhi dan Suhardjo (2013) Penerapan Standar Akuntansi Pemerintahan

Berpengaruh Positif Inapty dan Martiningsih

(2016) Tidak Berpengaruh

Pamungkas (2017) Pemanfaatan

Teknologi Informasi

Berpengaruh Positif

Riandani (2017) Tidak Berpengaruh

Sumber : Diolah dari penelitian terdahulu, 2018

Berdasarkan latar belakang tersebut dan hasil penelitian terdahulu yang menunjukkan hasil yang berbeda-beda maka peneliti tertarik untuk meneliti kembali dan ingin melihat pengaruh kompetensi sumber daya manusia, penerapan sistem pengendalian internal, penerapan standar akuntansi pemerintahan, dan

(28)

pemanfaatan teknologi informasi terhadap kualitas laporan keuangan pemerintah daerah (studi kasus pada SKPD Pemerintah Kabupaten Dairi).

1.2 Perumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang diuraikan sebelumnya, maka dapat dirumuskan permasalahan:

a) Apakah kompetensi sumber daya manusiaberpengaruh terhadap kualitas laporan keuanganpemerintah daerah Kabupaten Dairi

b) Apakah Penerapan sistem pengendalian internal berpengaruh terhadap kualitas laporan keuanganpemerintah daerah Kabupaten Dairi

c) Apakah Penerapan standar akuntansi pemerintahan berpengaruh terhadap kualitas laporan keuanganpemerintah daerah Kabupaten Dairi d) Apakah pemanfaatan teknologi informasi berpengaruh terhadap kualitas

laporan keuanganpemerintah daerah Kabupaten Dairi

e) Apakah kompetensi sumber daya manusia, penerapan system pengendalian internal, penerapan standar akuntansi pemerintahan dan pemanfaatan teknologi informasi berpengaruh secara simultan terhadap kualitas laporan keuangan pemerintah daerah Kabupaten Dairi.

1.3 Tujuan Penelitian

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kompetensi sumber daya manusia, penerapan sistem pengendalian internal, penerapan standar akuntansi pemerintahan, dan pemanfaatan teknologi informasi terhadap kualitas laporan keuangan Pemerintah Daerah Kabupaten Dairi

(29)

1.4 Manfaat Penelitian a) Bagi Penulis

Untuk menambah pengetahuan dan wawasan mengenai pengelolaan keuangan daerah dan faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas laporan keuangan pemerintah daerah dan memahami perbandingan antara konsep yang diberikan pada masa perkuliahan dengan penerapannya lngsung di instansi pemerintahan.

b) Bagi Pemerintah Pusat dan Daerah

Sebagai bahan masukan kepada pemerintah daerah dalam mengambil kebijaksanaan untuk terus meningkatkan dan mengembangkan daerahnya di masa yang akan datang.

c) Bagi Penelitian Selanjutnya

Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai referensi untuk pengembangan serta sumber informasi atau masukan pada penelitian selanjutnya dalam bidang yang sama.

(30)

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Landasan Teori

2.1.1 Laporan Keuangan Pemerintah Daerah

Pernyataan Standar Akuntansi Pemerintahan (PSAP) Nomor 1 paragraf 9 sebagaimana terdapat di Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2010 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan menyatakan bahwa laporan keuangan merupakan laporan yang terstruktur mengenai posisi keuangan dan transaksi- transaksi yang dilakukan oleh suatu entitas pelaporan.

Tujuan umum laporan keuangan adalah menyajikan informasi mengenai posisi keuangan, realisasi anggaran, arus kas, dan kinerja keuangan suatu entitas pelaporan yang bermanfaat bagi para pengguna dalam membuat dan mengevaluasi keputusan mengenai alokasi sumber daya. Laporan keuangan adalah produk akhir dari proses akuntansi. Laporan keuangan yang disusun harus memenuhi prinsip- prinsip sebagaimana yang dinyatakan dalam PP No. 71 tahun 2010.

Laporan keuangan dihasilkan dari masing-masing Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang kemudian dijadikan dasar dalam membuat laporan keuangan pemerintah provinsi/kabupaten/kota. Pembuatan laporan keuangan dilakukan oleh masing-masing SKPD. Laporan keuangan tersebut akan dikonsolidasikan oleh entitas pelaporan dalam hal ini disebut dengan satuan kerja pengelola keuangan daerah (SKPKD) menjadi Laporan keuangan pemerintah provinsi/kabupaten/kota.

(31)

Laporan keuangan pemerintah daerah yang merupakan gabungan dari laporan keuangan SKPD yang ada dalam laporan keuangan pemerintah daerah itu sesuai PP No 71 Tahun 2010 paragraf 24 disusun untuk menyediakan informasi yang relevan mengenai posisi keuangan seluruh transaksi yang dilakukan oleh suatu entitas pelaporan selama satu periode pelaporan. Laporan keuangan terutama digunakan untuk mengetahui nilai sumber daya ekonomi yang dimanfaatkan untuk melaksanakan kegiatan operasional pemerintahan, menilai kondisi keuangan, mengevaluasi efektivitas dan efisiensi suatu entitas pelaporan, dan membantu menentukan ketaatannya terhadap peraturan perundang-undangan (Erlina, dkk 2015:19)

Menurut Erlina, dkk (2015), Laporan keuangan SKPD adalah suatu hasil dari proses pengidentifikasian, pengukuran, pencatatan, dan transaksi ekonomi (keuangan) dari entitas akuntansi yang ada dalam suatu pemerintah daerah yang dijadikan sebagai informasi dalam rangka pertanggungjawaban pengelolaan keuangan entitas akuntansi dan pengambilan keputusan ekonomi oleh pihak-pihak yang memerlukan.

Menurut Kerangka Konseptual Standar Akuntansi Pemerintahan Paragraf 26 dikatakan bahwa :

Pelaporan keuangan pemerintah seharusnya menyajikan informasi yang bermanfaat bagi para pengguna dalam menilai akuntabilitas dan membuat keputusan baik keputusan ekonomi, sosial, maupun politik dengan:

(a) Menyediakan informasi tentang sumber, alokasi dan penggunaan sumber daya keuangan;

(b) Menyediakan informasi mengenai kecukupan penerimaan periode berjalan untuk membiayai seluruh pengeluaran;

(c) Menyediakan informasi mengenai jumlah sumber daya ekonomi yang digunakan dalam kegiatan entitas pelaporan serta hasil-hasil yang telah

(32)

(d) Menyediakan informasi mengenai bagaimana entitas pelaporan mendanai seluruh kegiatannya dan mencukupi kebutuhan kasnya;

(e) Menyediakan informasi mengenai posisi keuangan dan kondisi entitas pelaporan berkaitan dengan sumber-sumber penerimaannya, baik jangka pendek maupun jangka panjang, termasuk yang berasal dari pungutan pajak dan pinjaman;

(f) Menyediakan informasi mengenai perubahan posisi keuangan entitas pelaporan, apakah mengalami kenaikan atau penurunan, sebagai akibat kegiatan yang dilakukan selama periode pelaporan.

Pelaporan keuangan juga menyajikan informasi bagi pengguna mengenai:

1) Indikasi apakah sumber daya telah diperoleh dan digunakan sesuai dengan anggaran; dan

2) Indikasi apakah sumber daya diperoleh dan digunakan sesuai dengan ketentuan, termasuk batas anggaran yang ditetapkan oleh DPR/DPRD.

Menurut PSAP No. 1 paragraf 3 dikatakan Laporan keuangan untuk tujuan umum adalah laporan yang dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan pengguna, yang dimaksud dengan pengguna adalah masyarakat, termasuk lembaga legislatif, pemeriksa/pengawas, pihak yang memberi atau berperan dalam proses donasi, investasi, dan pinjaman, serta pemerintah.

Selanjutnya menurut Halim (2002 : 22-23), adapun pihak-pihak pemakai laporan keuangan pemerintah daerah tersebut antara lain ialah, DPRD, Badan Eksekutif (gubernur/bupati/walikota serta para pimpinan unit pemerintahan daerah), Badan Pengawas Keuangan (badan yang melakukan pengawasan atas pengelolaan keuangan daerah seperti Inspektorat Jenderal, Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan dan Badan Pemeriksa Keuangan), para investor, kreditur dan donatur, para analis ekonomi dan pemerhati pemerintah daerah, rakyat, dan pemerintah pusat.

(33)

Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2010 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP), Laporan Keuangan Pemerintah Daerah terdiri dari :

a. Laporan Realisasi Anggaran (LRA) menyajikan ikhtisar sumber, alokasi, dan pemakaian sumber daya keuangan yang dikelola oleh pemerintah pusat/daerah, yang menggambarkan perbandingan antara anggaran dan realisasinya dalam satu periode pelaporan.

b. Laporan Perubahan Saldo Anggaran Lebih menyajikan informasi kenaikan atau penurunan Saldo Anggaran Lebih tahun pelaporan dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

c. Neraca menggambarkan posisi keuangan suatu entitas pelaporan mengenai aset, kewajiban, dan ekuitas pada tanggal tertentu.

d. Laporan Operasional menyajikan ikhtisar sumber daya ekonomi yang menambah ekuitas dan penggunaannya yang dikelola oleh pemerintah pusat/daerah untuk kegiatan penyelenggaraan pemerintahan dalam satu periode pelaporan.

e. Laporan Arus Kas menyajikan informasi kas sehubungan dengan aktivitas operasi, investasi, pendanaan, dan transitoris yang menggambarkan saldo awal, penerimaan, pengeluaran, dan saldo akhir kas pemerintah pusat/daerah selama periode tertentu.

f. Laporan Perubahan Ekuitas menyajikan informasi kenaikan atau penurunan ekuitas tahun pelaporan dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

(34)

g. Catatan Atas Laporan Keuangan meliputi penjelasan naratif atau rincian dari angka yang tertera dalam Laporan Realisasi Anggaran, Laporan Perubahan SAL, Laporan Operasional, Laporan Perubahan Ekuitas, Neraca, dan Laporan Arus Kas. Catatan atas Laporan Keuangan juga mencakup informasi tentang kebijakan akuntansi yang dipergunakan oleh entitas pelaporan dan informasi lain yang diharuskan dan dianjurkan untuk diungkapkan di dalam Standar Akuntansi Pemerintahan serta ungkapan- ungkapan yang diperlukan untuk menghasilkan penyajian laporan keuangan secara wajar.

2.1.2 Kualitas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah

Menurut PP No. 71 Tahun 2010 tentang kerangka konseptual akuntansi pemerintahan, pada paragraf 35 - 40 menyebutkan bahwa:

karakteristik kualitatif dari laporan keuangan adalah ukuran-ukuran normatif yang perlu diwujudkan dalam informasi akuntansi, sehingga dapat memenuhi tujuannya.

Ada empat karakteristik yang merupakan prasyarat normatif yang diperlukan agar laporan keuangan pemerintah dapat memenuhi kualitas yang dikehendaki. Keempat karakteristik tersebut adalah :

1) Relevan

Laporan keuangan dikatakan relevan yaitu informasi yang terkandung dalam laporan keuangan pemerintah tersebut dapat dijadikan sebagai dasar pengambilan keputusan atau kebijakan. Ciri–ciri informasi yang relevan ialah :

(35)

a. Memiliki manfaat umpan balik (feedback value), yaitu informasi dalam laporan keuangan tersebut dapat mengoreksi ekspektasi para penggunanya pada masa lalu

b. Memiliki manfaat prediktif (predictive value), yaitu infomasi yang terkandung dalam laporan keuangan pemerintah tersebut dapat digunakan sebagai dasar meramalkan atau memprediksi masa yang akan datang c. Tepat waktu, yaitu bahwa laporan keuangan disajikan tepat waktu

sehingga dapat berpengaruh dan berguna dalam pengambilan keputusan.

d. Lengkap, yaitu Informasi yang disajikan mencakup semua informasi akuntansi yangdapat mempengaruhi pengambilan keputusan. Informasi yang melatarbelakangi setiap butir informasi utama yang termuat dalam laporan keuangan diungkapkan dengan jelas agar kekeliruan dalam penggunaan informasi tersebut dapat dicegah.

2) Andal

Informasi yang disajikan dalam laporan keuangan bebas dari pengertian yang menyesatkan dan kesalahan yang material, menyajikan setiap fakta secara jujur, dan sesuai dengan keaadan yang sebenarnya serta dapat diverifikasi. Karakteristik dari informasi yang andal ialah:

a. Penyajian jujur, yaitu informasi menggambarkan dengan jujur transaksi serta peristiwa lainnya yang seharusnya disajikan atau secara wajar dapat diharapkan untuk disajikan.

b. Dapat diverifikasi (Verifiability), yaitu Informasi yang disajikan dalam laporan keuangan dapat diuji, dan apabila pengujian dilakukan lebih dari

(36)

sekali oleh pihak yang berbeda, hasilnyatetap menunjukkan simpulan yang tidak berbeda jauh.

c. Netralitas, yaitu Informasi diarahkan pada kebutuhan umum dan tidak berpihak pada kebutuhan pihak tertentu.

3) Dapat Dibandingkan

Informasi yang termuat dalam laporan keuangan akan lebih berguna jika dapat dibandingkan dengan laporan keuangan periode sebelumnya atau laporan keuangan entitas pelaporan lain pada umumnya, dalam hal ini termasuk di dalamnya kekonsistenan dalam metode akuntansi yang digunakan dengan periode sebelumnya.

4) Dapat Dipahami

Informasi yang disajikan dalam laporan keuangan dapat dipahami oleh pengguna dan dinyatakan dalam bentuk serta istilah yangdisesuaikan dengan batas pemahaman para pengguna, untuk itu pengguna diasumsikan memiliki pengetahuan yang memadai atas kegiatan dan lingkungan operasi entitas pelaporan, serta adanya kemauan pengguna untuk mempelajari informasi yang dimaksud.

2.1.3 Kompetensi Sumber Daya Manusia

Sumber daya manusia menjadi faktor penentu keberhasilan pelaksanaan organisasi yang efektif (Griffin dan Ebert, 2010:321). Kompetensi sumber daya manusia melukiskan suatu karakteristik yang terdiri dari pengetahuan, keterampilan, serta perilaku dan pengalaman yang dimiliki oleh manusia dalam melakukan suatu pekerjaan atau peran tertentu secara efektif.

(37)

Dalam organisasi publik, peran SDM lebih ditekankan pada kemampuan memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat, sehingga organisasi tetap memiliki reputasi kinerja yang unggul dan akuntabel dimata masyarakat.Oleh karenanya, kompetensi SDM pada setiap level manajemen menjadi urgen baik level pimpinan maupun staf pemerintahan. (Syarifudin Akhmad, 2014).

Undang-undang No. 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan pasal 1 ayat 10 menyatakan bahwa Kompetensi adalah kemampuan kerja setiap individu yang mencakup aspek pengetahuan, keterampilan dan sikap kerja yang sesuai dengan standar yang ditetapkan. UU No. 20/2003 tentang Sisdiknas penjelasan pasal 35(1): “Kompetensi lulusan merupakan kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan sesuai dengan standar nasional yang telah disepakati”.

Lebih lanjut dijelaskan dalam Keputusan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor 46a tahun 2003 Kompetensi adalah kemampuan dan karakteristik yang dimiliki oleh seorang Pegawai Negeri Sipil berupa pengetahuan, keterampilan, dan sikap perilaku yang diperlukan dalam pelaksanaan tugas jabatannya, sehingga Pegawai Negeri Sipil tersebut dapat melaksanakan tugasnya secara profesional, efektif dan efisien.

Seseorang yang memiliki kompetensi akan bekerja dengan pengetahuan dan keterampilannya sehingga dapat bekerja dengan mudah, cepat, intuitif dan dengan pengalamannya bisa meminimalkan kesalahan. Tiga kecenderungan ini juga selaras dengan pengertian kompetensi dalam penjelasan pasal 3 PP No.101 Tahun 2000 tentang Pendidikan dan Pelatihan Jabatan Pegawai Negeri Sipil

(38)

bahwa, yang dimaksud dengan kompetensi adalah kemampuan dan karakteristik yang dimiliki oleh PNS berupa pengetahuan, keterampilan, dan sikap perilaku yang diperlukan dalam pelaksanaan tugas jabatannya.

Dalam pengelolaan keuangan daerah yang baik, SKPD harus memiliki sumber daya yang berkualitas, didukung dengan latar belakang pendidikan akuntansi, sering mengikuti pendidikan dan pelatihan, dan mempunyai pengalaman dibidang keuangan hal tersebut diperlukan untuk menerapkan sistem akuntansi yang ada. Sumber daya manusia (SDM) yang kompeten tersebut akan mampu memahami logika akuntansi dengan baik. Kegagalan sumber daya manusia di Pemerintahan Daerah dalam memahami dan menerapkan logika akuntansi tentu akan berdampak pada kekeliruan dalam laporan keuangan yang dibuat dan ketidaksesuaian laporan dengan standar yang ditetapkan oleh pemerintah.

Dengan adanya sumber daya manusia yang kompeten maka waktu yang dibutuhkan dalam pembuatan laporan keuangan akan dapat dihemat. Semakin cepat suatu laporan keuangan disajikan maka akan semakin baik dan semakin dapat digunakan dalam hal pengambilan suatu keputusan.

Menurut PSAP 1 Paragraf 24 dikatakan bahwa, kegunaan laporan keuangan berkurang bilamana laporan tidak tersedia bagi pengguna dalam suatu periode tertentu setelah tanggal pelaporan. Faktor-faktor yang dihadapi seperti kompleksitas operasi suatu entitas pelaporan bukan merupakan alasan yang cukup atas kegagalan pelaporan yang tepat waktu.

(39)

2.1.4 Penerapan Sistem Pengedalian Internal

Pasal 33 ayat 1 PP Nomor 8 tahun 2006 tentang pelaporan keuangan dan kinerja instansi pemerintah, mengatakan untuk meningkatkan keandalan Laporan Keuangan dan Kinerja, setiap Entitas Pelaporan dan Akuntansi wajib menyelenggarakan Sistem Pengendalian Intern. Dijelaskan lebih lanjut dalam PP No. 60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Internal Pemerintah (SPIP), bahwa:

Sistem Pengendalian Intern adalah proses yang integral pada tindakan dan kegiatan yang dilakukan secara terus menerus oleh pimpinan dan seluruh pegawai untuk memberikan keyakinan memadai atas tercapainya tujuan organisasi melalui kegiatan yang efektif dan efisien, keandalan pelaporan keuangan, pengamanan aset negara, dan ketaatan terhadap peraturan perundang- undangan.

Pengawasan Intern adalah seluruh proses kegiatan audit, reviu, evaluasi, pemantauan, dan kegiatan pengawasan lain terhadap penyelenggaraan tugas dan fungsi organisasi dalam rangka memberikan keyakinan yang memadai bahwa kegiatan telah dilaksanakan sesuai dengan tolok ukur yang telah ditetapkan secara efektif dan efisien untuk kepentingan pimpinan dalam mewujudkan tata kepemerintahan yang baik. Pengendalian intern ini diselenggarakan secara menyeluruh di lingkungan pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Untuk mencapai pengelolaan keuangan negara yang efektif, efisien, transparan, dan akuntabel, menteri/pimpinan lembaga, gubernur, dan bupati/walikota wajib melakukan pengendalian atas penyelenggaraan kegiatan pemerintahan.

Dengan adanya Sistem Pengendalian Intern diharapkan dapat menciptakan kondisi dimana terdapat budaya pengawasan terhadap seluruh organisasi dan kegiatan sehingga dapat mendeteksi terjadinya sejak dini

(40)

kemungkinan penyimpangan serta meminimalkan terjadinya tindakan yang dapat merugikan negara.

Sistem Pengendalian Internal Pemerintah sebagaimana tercantum dalam PP No. 60 Tahun 2008 terdiri atas unsur:

1) Lingkungan Pengendalian

Dalam hal ini, pimpinan Instansi Pemerintah wajib menciptakan dan memelihara serta menjaga lingkungan pengendalian yang menimbulkan perilaku positif dan kondusif untuk penerapan Sistem Pengendalian Intern dalam lingkungan kerjanya melalui, penegakan integritas dan nilai etika, komitmen para pegawai, kepemimpinan yang kondusif, pembentukan struktur organisasi yang sesuai dengan kebutuhan, pendelegasian wewenang dan tanggung jawab yang tepat, penyusunan dan penerapan kebijakan yang sehat dan pembinaan sumber daya manusia, perwujudan peran aparat pengawasan intern pemerintah yang efektif, serta hubungan kerja yang baik dengan Instansi Pemerintah terkait.

2) Penilaian Resiko

Dalam hal penilaian resiko, pimpinan instansi pemerintahan terlebih dahulu menetapkan visi dan misi dan serta tujuan dalm instansi pemerintahn tersebut, selanjutnya Instansi Pemerintah mengidentifikasi secara efisien dan efektif risiko yang dapat menghambat pencapaian tujuan tersebut, baik yang bersumber dari dalam maupun luar instansi Penilaian risiko sebagaimana dimaksud terdiri atas, identifikasi risiko dan analisis risiko.

(41)

3) Kegiatan Pengendalian

Kegiatan pengendalian ialah serangkaian prosedur-prosedur dan tindakan-tindakan dalam rangka dilakukannya pengendalian dan meyakini instruksi pimpinan terlaksana dengan baik. Kegiatan pengendalian harus efisien dan efektif dalam pencapaian tujuan organisasi.Kegiatan pengendalian terdiri atas reviu atas kinerja Instansi Pemerintah yang bersangkutan, adanya pembinaan sumber daya manusia, pengendalian atas pengelolaan sistem informasi, adanya pengendalian fisik atas aset, penetapan indikator dan ukuran kinerja, adanya pemisahan fungsi, adanya otorisasi atas transaksi dan kejadian yang dianggap penting, pencatatan yang akurat dan tepat waktu atas transaksi dan kejadian, akuntabilitas dan dokumentasi yang baik atas Sistem Pengendalian Intern serta transaksi dan kejadian penting.

4) Informasi dan Komunikasi

Pimpinan Instansi Pemerintah wajib mengidentifikasi, mencatat, dan mengkomunikasikan informasi dalam bentuk dan waktu yang tepat dalam instansi pmerintah tersebut, untuk menyelenggarakan komunikasi yang efektif sebagaimana, pimpinan Instansi Pemerintah harus sekurang-kurangnya, menyediakan dan memanfaatkan berbagai bentuk dan sarana komunikasi serta, mengelola, mengembangkan, dan memperbarui sistem informasi secara terus menerus.Instansi Pemerintah harus memiliki informasi yang relevan dan dapat diandalkan baik informasi keuangan maupun nonkeuangan, yang berhubungan dengan peristiwa-peristiwa eksternal serta internal.Instansi Pemerintah mengelola,

(42)

mengembangkan, dan memperbarui sistem informasi untuk meningkatkan kegunaan dan keandalan komunikasi informasi secara terus menerus.

5) Pemantauan

Pemantauan Sistem Pengendalian Intern dilaksanakan melalui pemantauan berkelanjutan, evaluasi terpisah, dan tindak lanjut rekomendasi hasil audit dan reviu lainnya. Pemantauan berkelanjutan diselenggarakan melalui kegiatan pengelolaan rutin, supervisi, pembandingan, rekonsiliasi, dan tindakan lain yang terkait dalam pelaksanaan tugas. Evaluasi terpisah diselenggarakan melalui penilaian sendiri, reviu, dan pengujian efektivitas Sistem

Pelaksanaan audit intern di lingkungan Instansi Pemerintah dilakukan oleh pejabat yang mempunyai tugas melaksanakan pengawasan dan yang telah memenuhi syarat kompetensi keahlian sebagai auditor. Menurut PP Nomor 60 Tahun 2008 Pasal 49 mengatakan bahwa Aparat pengawasan intern pemerintah terdiri atas:

a. BPKP;

b. Inspektorat Jenderal atau nama lain yang secara fungsional melaksanakan pengawasan intern;

c. Inspektorat Provinsi; dan d. Inspektorat Kabupaten/Kota.

2.1.5 Penerapan Standar Akuntansi Pemerintahan

Penerapan Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP) harus mengacu pada Peraturan Pemerintah yang berlaku, dalam hal ini Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2010 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan. Standar Akuntansi Pemerintahan, yang selanjutnya disingkat SAP, adalah prinsip-prinsip akuntansi yang diterapkan dalam menyusun dan menyajikan laporan keuangan pemerintah.

(43)

(Pasal 1 ayat 3 PP No 71 Tahun 2010). Penerapan standar akuntansi pemerintahan merupakan suatu proses dilaksanakannya standar akuntansi pemerintahan sebagaimana diatur dalam PP 71 Tahun 2010 oleh entitas atau instansi pemerintahan dalam rangka menyusun laporan keuangannya.

Menurut Halim dan Kusufi (2014:263) standar akuntansi merupakan pedoman dan prinsip-prinsip yang mengatur pelaksanaan akuntansi dalam penyusunan laporan keuangan untuk tujuan pelaporan kepada para pengguna laporan keuangan. Jika standar akuntansi yang memadai tidak ada maka akan menimbulkan implikasi yang negatif, yaitu berupa rendahnya reliabilitas dan objektivitas suatu informasi yang disajikan, inkonsistensi dalam pelaporan keuangan serta dapat menyulitkan dalam proses pengauditan.

Laporan Keuangan untuk tujuan umum adalah laporan keuangan yang ditujukan untuk memenuhi kebutuhan bersama sebagian besar pengguna laporan, untuk mencapai hal tersebut, Standar Akuntansi Pemerintahan menetapkan seluruh pertimbangan dalam rangka penyusunan dan penyajian suatu laporan keuangan, pedoman struktur laporan keuangan dan persyaratan minimum akan isi laporan keuangan tersebut.

Melalui penerapan SAP akan dapat disusun laporan keuangan yang useful. Kegunaan laporan keuangan ditentukan oleh isi informasi yang disajikan dalam laporan keuangan tersebut, agar laporan keuangan berisi informasi yang bermakna maka laporan keuangan harus disusun berpedoman pada SAP (Adhi dan Suhardjo, 2013).

(44)

Dengan diterbitkannya PP Nomor 71 Tahun 2010 tentang standar akuntansi keuangan, maka komponen laporan keuangan pemerintah terdiri atas tujuh laporan yang terbagi dalam pelaporan pelaksanaan anggaran yaitu laporan realisasi anggaran dan Laporan perubahan saldo anggaran lebih, dan laporan finansial yaitu neraca, laporan operasional, laporan arus kas dan laporan perubahan ekuitas ditambah catatan atas laporan keuangan. (Halim dan Kusufi, 2014:263).

2.1.6 Pemanfaatan Teknologi Informasi

Menurut Aini (2017), Teknologi informasi dapat diartikan sebagai suatu teknologi yang digunakan untuk mengolah data, termasuk memproses, mendapatkan, menyusun, menyimpan, memanipulasi data dalam berbagai cara untuk menghasilkan informasi yang berkualitas, yaitu informasi yang relevan, akurat dan tepat waktu, yang digunakan untuk keperluan pribadi, bisnis, dan pemerintahan dan merupakan informasi yang strategis untuk pengambilan keputusan.

Dalam PP Nomor 56 Tahun 2005 tentang sistem informasi keuangan daerah dikatakan bahwa, Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah berkewajiban untuk mengembangkan dan memanfaatkan kemajuan teknologi informasi untuk meningkatkan kemampuan mengelola keuangan daerah, dan menyalurkan Informasi Keuangan Daerah kepada pelayanan publik. Pemerintah perlu mengoptimasikan pemanfaatan kemajuan teknologi informasi untuk membangun jaringan sistem informasi manajemen dan proses kerja yang memungkinkan

(45)

pemerintahan bekerja secara terpadu dengan menyederhanakan akses antar unit kerja.

Tersedianya teknologi informasi diharapkan dapat membantu dalam proses pelaporan keuangan sehingga dapat menghasilkan laporan keuangan yang handal dan tepat waktu (Pamungkas, 2017)

2.2 Tinjauan Penelitian Terdahulu

Tabel 2.1 Tinjauan Penelitian Terdahulu Nama

Peneliti

Judul Penelitian

Variabel

Penelitian Hasil Penelitian Adhi dan

Suhardjo (2013)

Pengaruh penerapan standar akuntansi pemerintahan dan kualitas aparatur pemerintah daerah terhadap kualitas laporan keuangan (studi kasus pada

pemerintah kota Tual)

Independen:

1) Penerapan Standar Akuntansi Pemerintahan 2) Kualitas

aparatur pemerintah daerah

Dependen

Kualitas Laporan Keuangan

1) Penerapan Standar Akuntansi Pemerintahan berpengaruh positif terhadap Kualitas Laporan Keuangan 2) Kualitas aparatur

pemerintah daerah brpengaruh positif terhadap kualitas laporan keuangan

Budiawan dan Purnomo (2014)

Pengaruh Sistem Pengendalian Internal dan Kekuatan KoersifTerhad ap Kualitas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah

Independen:

1) S

istem

Pengendalian Internal

2) K

ekuatan Koersif

Dependen : Kualitas Laporan Keuangan

Pemerintah Daerah

1) Sistem Pengendalian Internal tidak berpengaruh positif terhadap kualitas laporan keuangan pemerintah daerah

2) Kekuatan Koersif berpengaruh positif terhadap kualitas laporan keuangan pemerintah daerah

(46)

Inapty, Martiningsih (2016)

Pengaruh Penerapan Standar Akuntansi Pemerintah, Kompetensi Aparatur dan Peran Audit Internal Terhadap Kualitas Informasi Laporan Keuangan

Independen:

1) Penerapan Standar Akuntansi Pemerintahan 2) Kompetensi

Aparatur 3) Peran Audit

Internal Dependen :

Kualitas Informasi Laporan Keuangan

1) Penerapan Standar Akuntansi Pemerintahan tidak berpengaruh signifikan terhadap kualitas informasi laporan keuangan

2) Kompetensi Aparatur tidak berpengaruh signifikan terhadap kualitas informasi laporan keuangan

3) Peran Audit Internal tidak berpengaruh signifikan terhadap kualitas informasi laporan keuangan

Pamungkas (2017)

Pengaruh Kompetensi Sumber Daya Manusia dan Pemanfaatan Teknologi Informasi Terhadap Kualitas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah

Independen : 1) Kompetensi

Sumber Daya Manusia

2) Pemanfaatan Teknologi Informasi Dependen :

Kualitas Laporan Keuangan

1) Kompetensi Sumber

Daya Manusia

berpengaruh signifikan terhadap kualitas laporan keuangan

2) Pemanfaatan Teknologi Informasi berpengaruh signifikan terhadap kualitas laporan keuangan

Wijayanti (2017)

Pengaruh Kompetensi Sumber Daya Manusia, Sistem Pengendalian Intern, dan Teknologi Informasi Terhadap Kualitas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah

Independen : 1) Kompetensi

Sumber Daya Manusia

2) Sistem Pengendalian Internal 3) Teknologi

Informasi

Dependen:

Kualitas Laporan Pemerintah Daerah

1) Kompetensi Sumber Daya Manusia tidak berpengaruh signifikan terhadap kualitas laporan keuangan pemerintah daerah

2) Sistem Pengendalian Internal berpengaruh signifikan terhadap kualitas laporan pemerintah daerah

3) Teknologi Informasi berpengaruh signifikan terhadap kualitas laporan pemerintah daerah.

(47)

Synthia (2017)

The Effect of Human Resources Competence and

Application of Regional Financial Accounting Systems on Quality of Financial Report (SKPD Batam

Government)

Dependen:

1) Human Resources Competence 2) Application of

Regional Financial Accounting Systems Independen :

Quality of

Financial Report

1) Human resources positive influence on the quality of local government financial statements Batam

2) The regional financial accounting system positive influence on the quality of local government financial statements Batam

Sumber : Diolah dari penelitian terdahulu

Adhi dan Suhardjo (2013) melakukan penelitian tentang Pengaruh penerapan standar akuntansi pemerintahan dan kualitas aparatur pemerintah daerah terhadap kualitas laporan keuangan (studi kasus pada pemerintah kota Tual), dengan melakukan analisis regresi linear berganda, didapat hasil yaitu Penerapan Standar Akuntansi pemerintahan dan aparatur pemerintah daerah berpengaruh postif terhadap kualitas laporan keuangan baik secara simultan maupun parsial.

Budiawan dan Purnomo (2014) meneliti tentang Pengaruh Sistem Pengendalian Internal dan Kekuatan Koersif Terhadap Kualitas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Studi Pada Pemerintah Daerah Kabupaten/ Kota di wilayah I BogorProvinsi Jawa Barat.Hasil peneitian tersebut ialah Sistem Pengendalian Internal tidak berpengaruh positif terhadap kualitas laporan keuangan pemerintah daerah, dan Kekuatan Koersif berpengaruh positif terhadap kualitas laporan keuangan pemerintah daerah.

(48)

Inapty, dan Martiningsih (2016) meneliti Pengaruh Penerapan Standar Akuntansi Pemerintah, Kompetensi Aparatur dan Peran Audit Internal Terhadap Kualitas Informasi Laporan Keuangan yang dilakukan pada SKPD Provinsi NTB adapun hasil penelitian tersebut ialah, Penerapan Standar Akuntansi Pemrintahan tidak berpengaruh signifikan terhadap kualitas informasi laporan keuangan, Kompetensi Aparatur tidak berpengaruh signifikan terhadap kualitas informasi laporan keuangan dan Peran Audit Internal tidak berpengaruh signifikan terhadap kualitas informasi laporan keuangan.

Pamungkas (2017) meneliti Pengaruh Kompetensi Sumber Daya Manusia dan Pemanfaatan Teknologi Informasi Terhadap Kualitas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah studi Empiris pada Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan danAset Daerah (DPPKAD) Kabupaten Boyolali dengan uji regresi linear berganda maka hasil dari penelitian ini ialah, Kompetensi Sumber Daya Manusia dan Pemanfaatan Teknologi Informasi berpengaruh signifikan terhadap kualitas laporan keuangan pemerintah daerah baik secara simultan maupun parsial.

Wijayanti (2017) malakukan penelitian tentang Pengaruh Kompetensi Sumber Daya Manusia, Sistem Pengendalian Intern, dan Teknologi Informasi Terhadap Kualitas Laporan Keuangan Pemerintah DaerahstudiEmpiris pada Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Kabupaten Sukoharjo, dengan analisis regresi linear berganda maka didapat hasil yaitu, Kompetensi Sumber Daya Manusia tidak berpengaruh signifikan terhadap kualitas laporan keuangan pemerintah daerah, Sistem Pengendalian Internal berpengaruh

Gambar

Gambar 1.1 Opini BPK atas LKPD Tahun 2016  Sumber: IHPS 1 Tahun 2017
Gambar 1.2 Opini LKPD Tahun 2012-2016 Berdasarkan Tingkat Pemerintah  Daerah
Gambar 1.3 Akun yang Disajikan Tidak Sesuai dengan SAP pada LKPD Tahun  2016
Gambar 1.4 Komposisi Permasalahan Kelemahan SPI atas Pemeriksaan  LKPD Tahun 2016
+7

Referensi

Dokumen terkait

mengambil darah Bapak / Ibu sebanyak 5 cc pada lengan Bapak / Ibu. Dalam penelitian Bapak / Ibu tidak dikenakan biaya apa-apa. Manfaat yang akan Bapak / Ibu peroleh dari penelitian

Informasi yang Bapak/ Ibu/ Saudara berikan akan membantu kami untuk memahami dengan baik tentang pengaruh budaya organisasi dan kepuasan kerja terhadap kinerja karyawan

penulis selama mengikuti perkuliahan, semoga ilmu yang telah Bapak dan Ibu berikan mendapatkan keberkahan dari Allah SWT. Pimpinan dan Staff Perpustakaan Umum dan Perpustakaan

Bersama ini saya memohon kesediaan Bapak/Ibu untuk mengisi daftar kuesioner yang saya berikan.. Kuesioner ini dimaksudkan untuk mendukung penelitian saya yang berjudul

Tujuan manajemen proyek adalah untuk mendapatkan metode atau cara teknis yang paling baik agar dengan sumber – sumber daya yang terbatas di peroleh hasil maksimal

Bukti fisik yang dilampirkan berupa dokumen hasil penilaian dari atasan dan pengawas tentang kompetensi kepribadian dan kompetensi sosial Bapak/Ibu dengan menggunalan Format

Kuesioner ini didesain untuk mempelajari good government governance atau tata kelola pemerintahan yang baik yang Bapak/Ibu berikan akan membantu peneliti untuk

Informasi yang Bapak/Ibu berikan dalam rangka penyusunan skripsi yang berjudul “Pengaruh Kualitas Produk Dan Harga Terhadap Kepuasan Konsumen Pokat Kocok Barokah