• Tidak ada hasil yang ditemukan

Uji Reliabilitas

Dalam dokumen OLEH: JEREMIA SIHARDO PANAILI ARITONANG (Halaman 88-0)

BAB IV PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN

4.2 Gambaran Umum Responden

4.3.2 Uji Reliabilitas

Setelah dilakukan uji validitas, selanjutnya dilakukan uji reliabilitas untuk mengetahui apakah indikator atau kuesioner yang digunakan dapat dipercaya sebagai alat ukur variabel dan menunjukkan konsistensi dalam mengukur gejala yang sama. Pertanyaan yang sudah dinyatakan valid dalam uji validitas akan ditentukan reliabilitasnya dengan melihat nilai dari cronbach’s alpha, apabila koefisien cronbach’s alpha lebih dari 0,70, maka instrumen yang digunakan dikatakan reliabel. Setelah dilakukan uji reliabilitas terhadap kuesioner yang telah terkumpul, nilai cronbach’s alpha dari masing-masing variabel lebih dari 0,70 hal tersebut dapat dilihat pada tabel 4.9, hal ini berarti bahwa instrumen yang digunakan dalam penelitian ini dinyatakan reliabel.

Tabel 4.9 Uji Reliabilitas

Variabel Cronbach’s

Alpha Kualitas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah 0,813

Kompetensi Sumber Daya Manusia 0,888 Penerapan Sistem Pengendalian Internal 0,853 Penerapan Standar Akuntansi Pemerintahan 0,934 Pemenafaatan Teknologi Informasi 0,879 Sumber : Diolah dari data primer 2018

4.4 Uji Asumsi Klasik 4.4.1 Uji Normalitas

Uji normalitas dapat dilakukan dengan melihat grafik histogram dan probability plot. Jika persebaran data pada grafik probability plot searah dengan garis diagonal maka data dapat dikatakan terdistribusi dengan normal, atau jika grafik histogramnya menunjukkan dan mengikuti pola distribusi yang normal,

maka data dapat dikatakan terdistribusi normal. Setelah dilakukan uji normalitas dapat dikatakan data penelitian terdistribusi dengan normal hal itu dapat dilihat dari gambar 4.1 dimana persebaran data searah dengan garis diagonal, dan pada gambar 4.2 dapat dilihat bahwa grafik histogram mengikuti pola distribusi yang normal.

Gambar 4.1. Uji Normalitas dengan Grafik Probability Plot Sumber : Diolah dari data primer 2018

Gambar 4.2. Uji Normalitas dengan Grafik Histogram Sumber : Diolah dari data primer 2018

Disamping dengan memperhatikan persebaran titik-titik dalam diagram plot, uji normalitas juga dapat dilakukan dengan uji statistik Kolmogrov-Smirnov, dasar pengambilan keputusan ialah dengan melihat nilai signifikansinya, jika nilai signifikansinya lebih besar dari 0,05 maka data terdistribusi dengan normal dan sebaliknya, jika nilai signifikansinya lebih kecil dari 0,05 maka data tidak terdistribusi dengan normal. Setelah dilakukan pengujian statistic Kolmmogrov-Smirnov maka didapat nilai signifikansi sebesar 0,064, artinya dapat dikatakan bahwa data terdistribusi dengan normal hal ini dapat dilihat dari tabel 4.10 yang mengatakan bahwa setelah dilakukan pengujian data terdistribusi normal

Tabel 4.10. Uji Statistik Kolmogrov-Smirnov

One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

Unstandardized Residual

N 78

Normal Parametersa,b Mean .0000000

Std. Deviation 1.02607474

Most Extreme Differences Absolute .097

Positive .086

Negative -.097

Test Statistic .097

Asymp. Sig. (2-tailed) .064c

a. Test distribution is Normal.

b. Calculated from data.

c. Lilliefors Significance Correction.

Sumber : Diolah dari data primer, 2018 4.4.2 Uji Multikolinearitas

Uji multikolinearitas bertujuan untuk menguji apakah model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel independen. Model regresi yang baik selayaknya tidak terjadi multikolinearitas (bebas dari multikolinearitas).

Multikolinearitas ini dapat dilihat dari VIF (Varians Inflation Factor). Jika VIF 10 maka tingkat multikolinearitas dapat ditoleransi. Multikolinearitas juga dapat dilihat dari TOL (Tolerance) jika TOL > 10% (0,10) maka multikolinearitas dapat ditoleransi, artinya data yang bebas dari multikolinearitas ialah yang nilai VIF<10 dan TOL >0,10. Setelah dilakukan uji multikolinearitas, maka dapat dilihat bahwa nilai VIF < 10 dan TOL > 0,10 yang berarti bahwa multikolinearitas dapat ditoleransi.

Tabel 4.11 Uji Multikolinearitas

a. Dependent Variable: Kualitas LKPD

Sumber : Diolah dari data primer 2018

a. Variabel kompetensi sumber daya manusia (KSDM) memiliki nilai tolerance 0,814 dan VIF 1,228 maka dinyatakan bebas dari multikolinearitas

b. Variabel penerapan sistem pengendalian internal (PSPI) memiliki nilai tolerance 0,575 dan VIF 1,740 maka dinyatakan bebas dari multikolinearitas

c. Variabel penerapan standar akuntansi pemerintahan (PSAP) memiliki nilai tolerance 0,805 dan VIF 1,242 maka dinyatakan bebas dari multikolinearitas

d. Variabel pemanfaatan teknologi informasi (PTI) memiliki nilai tolerance 0,603 dan VIF 1,657 maka dinyatakan bebas dari multikolinearitas 4.4.3 Uji Heterokedastisitas

Uji heterokedastisitas digunakan untuk mengetahui apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan varian dari residual satu pengamatan kepengamatan lainnya. Uji ini dilakukan dengan memerhatikan diagram plot, dan memerhatikan persembaran titik-titik pada diagram tersebut, titik-titik tersebut harus menyebar diatas, dibawah maupun disekitar angka 0, titik-titik tersebut tidak boleh hanya

diatas atau dibawah saja, serta persebaran titik-titik tersebut tidak boleh membentuk pola-pola tertentu seperti mengumpul, menyebar bergelombang, atau membentuk pola-pola tertentu. Setelah dilakukan uji heterokedastisitas maka titik-titik pada diagram plot tersebar dibawah, diatas dan disekitar angka 0, serta tidak membentuk pola-pola tertentu, maka dapat dikatakan bahwa data yang telah terkumpul lolos uji heterokedastisitas hal ini dapat dilihat pada gambar 4.2.

Gambar 4.2. Uji Heterokedastisitas Sumber : Diolah dari data primer 2018 4.1 Analisis Regresi Linier Berganda

Analisis ini digunakan untuk mengetahui besarnya pengaruh variabel – variabel bebas (independen) yaitu kompetensi sumber daya manusia, penerapan system pengendalian internal, penerapan standar akuntansi pemerintahan dan pemanfaatan teknologi informasi terhadap variabel terikat yaitu Kualitas Laporan Keuangan, apabila variabel independen mengalami kenaikan dan penurunan, juga

untuk mengetahui arah hubungan antara variable independen dengan variabel dependen apakah masing – masing variable independen berhubungan positif atau negatif.

Adapun model persamaan yang digunakan adalah menurut Sugiyono (2014:224) sebagai berikut:

Y = a + b1X1 + b2X2 + b3X3 + b4X4

Dimana : Y : Kualitas Laporan Keuangan

X1 : Kompetensi Sumber Daya Manusia X2 : Penerapan Sistem Pengendalian Internal X3 : Penerapan Standar Akuntansi Pemerintahan X4 : Pemanfaatan Teknologi Informasi

a : Konstanta

Tabel 4.12 Analisis Regresi Linier Berganda

Coefficientsa a. Dependent Variable: Kualitas LKPD

Sumber : Diolah dari data primer 2018

Dari tabel 4.12 diatas dapat disusun persamaan regresi linier berganda sebagai berikut: Y = 0,326 + 0,096X1 + 0,095X2 +0,037X3 + 0,270X4 persamaan

1. Nilai Konstanta

Nilai kostanta sebesar 0,326 hal ini menunjukkan bahwa variabel bebas (X1, X2, X3dan X4) berupa kompetensi sumber daya manusia, penerapan sistem penendalian internal, penerapan standar akuntansi pemerintahan dan pemanfaatan teknologi informasi mampu memberikan kontribusi yang besardalam mempengaruhi kualitas laporan keuangan (variabel terikat) sebesar kelipatan 0,326

2. Nilai Variabel X1 (kompetensi sumber daya manusia)

Nilai Variabel X1 (kompetensi sumber daya manusia) sebesar 0,096 artinya variabel kompetensi sumber daya manusia memberikan kontribusi positif dalam mempengaruhi pemahaman tentang Kualitas Laporan Keuangan yaitu sebesar 0,069 atau 9,6%. Hal ini berarti bila kompetensi sumber daya manusia meningkat sebesar kelipatan 1 x maka akan mempengaruhi Kualitas Laporan Keuangan dan ikut meningkat yaitu sebesar 9,6%, demikian juga sebaliknya.

3. Nilai Variabel X2 (Penerapan Sistem Pengendalian Internal) Nilai Variabel X2 (penerapan sistem pengendalian internal) sebesar 0,095 artinya variabel penerapan sistem pengendalian internal memberikan kontribusi positif dalam mempengaruhi Kualitas Laporan Keuangan yaitu sebesar 0,095 atau 9,5%. Hal ini berarti bila kompetensi sumber daya manusia meningkat sebesar kelipatan 1 x maka akan mempengaruhi Kualitas

Laporan Keuangan dan ikut meningkat yaitu sebesar 9,5%, demikian juga sebaliknya.

4. Nilai Variabel X3 (Penerapan Standar Akuntansi Pemerintahan)

Nilai Variabel X3 (penerapan standar akuntansi pemerintahan) sebesar 0,037 artinya variabel penerapan standar akuntansi pemerintahan memberikan kontribusi positif dalam mempengaruhi Kualitas Laporan Keuangan yaitu sebesar 0,037atau 3,7%. Hal ini berarti bila penerapan standar akuntansi pemerintahan meningkat sebesar kelipatan 1 x maka akan mempengaruhi KualitasLaporan Keuangan dan meningkat yaitu sebesar 3,7%demikian juga sebaliknya.

5. Nilai Variabel X4 (Pemanfaatan Teknologi Informasi)

Nilai Variabel X4 (pemanfaatan teknologi informasi) sebesar 0,270 artinya variabel pemanfaatan teknologi informasi memberikan kontribusi positif dalam mempengaruhi Kualitas Laporan Keuangan yaitu sebesar 0,270 atau 27%. Hal ini berarti bila pemanfaatan teknologi meningkat sebesar kelipatan 1 x maka akan mempengaruhi Kualitas Laporan Keuangan dan ikut meningkat yaitu sebesar 27%

demikian juga sebaliknya.

4.6 Uji Hipotesis

4.6.1 Uji Simultan (Uji-F)

Uji F digunakan untuk melihat apakah semua variabel bebas (Independen) berpengaruh secara bersama-sama (simultan) terhadap variabel terikat. Uji simultan dilakukan dengan menganalisis data penelitian yang telah diolah dengan kriteria pengujian yaitu jika nilai Sig F lebih besar dari 0,05 maka secara simultan variabel bebas tidak berpengaruh signifikan terhadap variabel terikat, dan sebaliknya jika Sig F lebih kecil sama dengan (≤) dari 0,05 maka secara bersama-sama (simultan) variabel bebas berpengaruh signifikan terhadap variabel terikat (dependen).

Tabel 4.13 Uji Simultan

ANOVAa

Model Sum of Squares Df Mean Square F Sig.

1 Regression 17.022 4 4.256 3.832 .007b

Residual 81.068 73 1.111

Total 98.090 77

a. Dependent Variable: Kualitas LKPD

b. Predictors: (Constant), Pemanfaatan TI, Penerapan SAP, Kompetensi SDM, Penerapan SPI

Sumber : Diolah dari data primer 2018

Dari tabel 4.13 dengan menggunakan tingkat keyakinan 95% dan tingkat signifikan 0,05,df 1= (jumlah variabel – 1) = (5 - 1= 4) dan df 2 (n-k-1) atau (78-4-1 = 73) maka diperoleh nilai Ftabel sebesar 2,50.

Pada tabel 4.7 nilai F hitung> F tabel ( 3,832 > 2,50) hal ini berarti bahwa secara simultan (bersama-sama) kompetensi sumber daya manusia, penerapan sistem pengendalian internal, penerapan standar akuntansi pemerintahan dan

keuangan pemerintah daerah Kabupaten Dairi dengan nilai signifikansi 0,007<

0,05.

4.6.2 Uji Parsial (Uji-T)

Uji statistik T pada dasarnya menunjukkan seberapa jauh pengaruh satu variabel bebas atau independen secara individual dalam menerangkan variabel dependen dengan asumsi variabel bebas lainnya konstan. Uji ini dilakukan dengan melihat nilai signifikansi. Jika signifikansi lebih besar dari 0,05 (α) maka secara individu variabel bebas tidak berpengaruh terhadap variabel terikat, dan sebaliknya jika signifikasi lebih kecil (<) dari 0,05 (α) maka secara individu (parsial) variabel bebas berpengaruh terhadap variabel terikat (dependen).

Tabel 4.14 Uji Parsial

a. Dependent Variable: Kualitas LKPD

Sumber : Diolah dari data primer, 2018 Dari tabel 4.14 dapat dikatakan bahwa :

1. Secara parsial kompetensi sumber daya manusia tidak berpengaruh signifikan terhadap kualitas laporan keuangan pemerintah daerah Kabupaten Dairi, hal ini dapat dilihat dari nilai signifikansi sebesar 0,476, nilai signifikansi tersebut diatas 0,05.

2. Secara parsial penerapan sistem pengendalian internal tidak berpengaruh signifikan terhadap kualitas laporan keuangan pemerintah daerah Kabupaten Dairi, hal ini dapat dilihat dari nilai signifikansi sebesar 0,468, nilai signifikansi tersebut diatas 0,05.

3. Secara parsial penerapan standar akuntansi pemerintahan tidak berpengaruh signifikan terhadap kualitas laporan keuangan pemerintah daerah Kabupaten Dairi, hal ini dapat dilihat dari nilai signifikansi sebesar 0,685, nilai signifikansi tersebut diatas 0,05.

4. Secara parsial pemanfaatan teknologi informasi berpengaruh signifikan terhadap kualitas laporan keuangan pemerintah daerah Kabupaten Dairi, hal ini dapat dilihat dari nilai signifikansi sebesar 0,044, nilai signifikansi tersebut dibawah 0,05.

4.6.3 Uji Koefisien Determinasi

Uji ini dilakukan untuk mengukur kemampuan variabel-variabel independen yaitu kompetensi sumber daya manusia, penerapan system pengendalian internal, penerapan standar akuntansi pemerintahan dan pemanfaatan teknologi informasi dalam menjelaskan dan memengaruhi variabel dependen yaitu Kualitas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Kabupaten Dairi. Koefisiendeterminasi dapat dilihat pada kolom R square, yang ditampilkan pada tabel berikut:

Tabel 4.15 Uji Koefisien Determinasi

Model Summaryb

Model R R Square

Adjusted R Square

Std. Error of the Estimate

1 .417a .174 .128 1.05381

Sumber : Diolah dari data primer, 2018

Dari tabel 4.15 Nilai R Square sebesar 0.174 atau 17,4%, ini menunjukkan bahwa variabel kualitas laporan keuangan pemerintah daerah dalam hal ini Kabupaten Dairi yang dapatdijelaskan oleh kompetensi sumber daya manusia, penerapan system pengendalian internal, penerapan standar akuntansi pemerintahan dan pemanfaatan Teknologi Informasi adalah sebesar 17,4 %, sedangkan sisanya sebesar 0,826 atau 82,6% dijelaskan oleh faktor-faktor lain yang tidak disertakan dalam model penelitian ini.

4.7 Pembahasan Hasil Penelitian

4.7.1 Kompetensi Sumber Daya Manusia Terhadap Kualitas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Kabupaten Dairi

Secara parsial variabel kompetensi sumber daya manusia tidak berpengaruh signifikan terhadap kualitas laporan keuangan pemerintah daerah Kabupaten Dairi, hal ini disebabkan oleh banyaknya responden yang terdiri dari kepala sub bagian keuangan, bendahara dan staff sub bagian keuangan di lingkungan SKPD Kabupaten Dairi yang tidak memiliki latar belakang pendidikan dalam bidang ilmu akuntansi/keuangan, hal ini dapat dilihat dari data responden, bahwa hanya 23,1% responden tersebut yang berlatar belakang pendidikan ilmu akuntansi/ keuangan, sedangkan sisanya 76,9% memiliki latar belakang pendidikan diluar ilmu akuntansi/keuangan seperti ilmu manajemen,

ilmu sosial, hukum dan ilmu-ilmu lainnya, tentu hal ini dapat dikatakan sebagai penyebab kompetensi sumber daya manusia tidak berpengaruh signifikan terhadap kualitas laporan keuangan pemerintah daerah Kabupaten Dairi. Penyebab lain ialah sebagian besar responden yang terlibat langsung dalam penyusunan laporan keuangan SKPD tersebut mengikuti pelatihan 1-2 kali saja, hal ini dapat dilihat dari data bahwa 60,3% responden mengikuti pelatihan sebanyak 1-2 kali saja dan ditambah lagi 2,6% responden belum pernah mengikuti pelatihan, hal tersebut dapat menjadi penyebab kompetensi sumber daya manusia tidak berpengaruh signifikan terhadap kualitas laporan keuangan pemerintah daerah Kabupaten Dairi sementara latar belakang pendidikan dalam bidang akuntansi dan didukung oleh pelatihan yang cukup sangat diperlukan dalam penyusunan laporan keuangan pemerintah daerah.

Penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan Wijayanti (2017) yang dilakukan di Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Sukoharjo, dan penelitian yang dilakukan Prabangsari (2018) yang dilakukan di lingkungan SKPD Kabupaten Wonogiri serta penelitian yang dilakukan Kalumata dkk (2016) yang dilakukan di SKPD Provinsi Sulawesi Utara, yang mengatakan bahwa kompetensi sumber daya manusia tidak berpengaruh signifikan terhadap kualitas laporan keuangan pemerintah daerah, namun penelitian ini tidak sejalan dengan penelitian yang dilakukan Pamungkas (2017) yang dilakukan di lingkungan Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Boyolali yang mengatakan bahwa kompetensi

sumber daya manusia berpengaruh positif signifikan terhadap kualitas laporan keuangan pemerintah daerah.

4.7.2 Penerapan Sistem Pengendalian Internal Terhadap Kualitas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Kabupaten Dairi

Secara parsial penerapan sistem pengendalian internal berpengaruh tidak signifikan terhadap kualitas laporan keuangan pemerintah daerah Kabupaten Dairi, hal ini dapat dilihat dari nilai signifikansi sebesar 0,468, nilai signifikansi tersebut diatas 0,05. Penerapan sistem pengendalian internal tidak berpengaruh signifikan terhadap kualitas laporan keuangan pemerintah daerah Kabupaten Dairi dapat disebabkan karena sistem pengendalian internal tersebut belum diterapkan secara efektif dan sepenuhnya di lingkungan SKPD Kabupaten Dairi, hal ini terlihat dari beberapa jawaban responden yaitu mengenai salah satu unsur pengendalian internal yaitu pemantauan (monitoring) yang belum optimal dilaksanakan di lingkungan SKPD seperti pemeriksaan catatan akuntansi oleh pimpinan dalam waktu tidak ditentukan yang belum sepenuhnya dilakukan, tentu hal tersebut dapat dikatakan sebagai penyebab lemahnya dan belum optimalnya penerapan sistem pengendalian internal tersebut. Penyebab lainnya ialah lingkungan pengendalian yang belum optimal tercipta, seperti penerapan kode etik di instansi/lembaga yang masih belum efektif diterapkan.

Penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan Budiawan dan Purnomo (2014) yang dilakukan di lingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota di wilayah I Bogor Provinsi Jawa Barat,dan penelitian yang dilakukan oleh Prabangsari (2018) yang melakukan penelitian di lingkungan

SKPD Kabupaten Wonogiri, serta penelitian yang dilakukan Maysaroh (2018) yang dilakukan di SKPD Kabupaten Sukoharjo, yang mengatakan bahwa penerapan sistem pengendalian internal tidak berpengaruh signifikan terhadap kualitas laporan keuangan pemerintah daerah.

Penelitian ini tidak sejalan dengan penelitian yang dilakukan Wijayanti (2017) yang dilakukan di Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Sukoharjo yang mengatakan bahwa penerapan sistem pengendalian internal berpengaruh terhadap kualitas laporan keuangan pemerintah daerah.

4.7.3 Penerapan Standar Akuntansi Pemerintahan Terhadap Kualitas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Kabupaten Dairi

Secara parsial penerapan standar akuntansi pemerintahan tidak berpengaruh signifikan terhadap kualitas laporan keuangan pemerintah daerah Kabupaten Dairi, hal ini dapat dilihat dari nilai signifikansi sebesar 0,685, nilai signifikansi tersebut diatas 0,05. Penerapan standar akuntansi pemerintahan tidak berpengaruh signifikan terhadap kualitas laporan keuangan pemerintah daerah Kabupaten Dairi dapat disebabkan karena masih banyaknya pegawai di lingkungan SKPD Kabupaten Dairi yang belum memahami standar akuntansi pemerintahan sebagaimana dijelaskan di Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2010 hal ini menjadi penyebab standar akuntansi pemerintah belum diterapkan dengan maksimal di lingkungan SKPD Kabupaten Dairi, terlebih lagi perubahan basis akuntansi pemerintahan dari basis kas menjadi basis akrual masih sulit untuk dipahami oleh beberapa responden, hal ini dapat dilihat dari jawaban dari

beberapa responden, beberapa orang responden mengartikan perubahan basis kas menjadi basis akrual tersebut maka semua jenis laporan keuangan pemerintah daerah harus disusun dengan basis akrual, sementara jika dicermati pada PP 71 Tahun 2010, Laporan Realisasi Anggaran (LRA) harus disusun berbasis kas, hal tersebut dapat dijadikan sebagai penyebab belum maksimalnya penerapan standar akuntansi pemerintahan di SKPD Kabupaten Dairi.

Penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Inapty dan Martianingsih (2016) yang melakukan penelitian di SKPD Provinsi Nusa Tenggara Barat, dan penelitian yang dilakukan oleh Nurlis (2018) yang dilakukan di SKPD Kabupaten Klaten, serta penelitian Gamayuni (2018) yang melakukan penelitian di lingkungan Kantor Inspektorat Provinsi dan kantor inspektorat Kabupaten/Kota di Provinsi Lampung yang mengatakan bahwa penerapan standar akuntansi pemerintahan tidak berpengaruh signifikan terhadap kualitas laporan keuangan pemerintah daerah. Penelitian ini tidak sejalan dengan penelitian Adhi dan Suardjo (2013) yang melakukan penelitian di Pemerintah Kota Tual, yang mengatakan penerapan standar akuntansi pemerintahan berpengaruh signifikan terhadap kualitas laporan keuangan pemerintah daerah.

4.7.4 Pemanfaatan Teknologi Informasi Terhadap Kualitas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah

Secara parsial pemanfaatan teknologi informasi berpengaruh signifikan terhadap kualitas laporan keuangan pemerintah daerah Kabupaten Dairi, hal ini dapat dilihat dari nilai signifikansi sebesar 0,044, nilai signifikansi tersebut dibawah 0,05. Pemanfaatan teknologi informasi dalam rangka pengelolaan

keuangan dan penyusunan laporan keuangan dipandang perlu mengingat semakin kompleksnya transaksi-transaksi keuangan yang dilakukan oleh pemerintah daerah. Pemanfaatan teknologi informasi berupa penggunaan perangkat-perangkat komputer dan sambungan internet yang memadai sangat membantu para responden dalam penyusunan laporan keuangan SKPD yang nantinya menjadi dasar penyusunan laporan keuangan pemerintah daerah. Di masing-masing SKPD Pemerintah Kabupaten Dairi sudah tersedia perangkat komputer dan jaringan internet yang memadai, proses akuntansi sejak awal dari pencatatan hingga penyusunan laporan keuangan sebagian besar sudah dilakukan secara komputerisasi yang tentu dapat membantu pekerjaan para responden dalam hal penyederhanaan pekerjaan, efisiensi waktu dan mencegah terjadinya kesalahan yang material.

Penelitian ini sejalan dengan penelitian Pamungkas (2017) yang dilakukan pada Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Boyolali, dan penelitian Kalumata dkk (2016) yang dilakukan di Pemerintahan Provinsi Sulawesi Utara, serta penelitian Wibawa dkk (2017) yang dilakukan di lingkungan SKPD Kabupaten Buleleng yang mengatakan bahwa pemanfaatan teknologi informasi berpengaruh signifikan terhadap kualitas laporan keuangan pemerintah daerah. Penelitian ini tidak sejalan dengan penelitian Riandani (2017) yang dilakukan pada SKPD Kabupaten Limapuluh Kota yang mengatakan bahwa pemanfatan teknologi informasi tidak berpengaruh signifikan terhadap kualitas laporan keuangan pemerintah daerah.

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan

Berdasarkan hasil pengujian hipotesis dan mengacu pada perumusan serta tujuan dari penelitian ini, maka dapat ditarik kesimpulan - kesimpulan sebagai berikut :

1. Hasil pengujian parsial menunjukkan :

a. Variabel kompetensi sumber daya manusia tidak berpengaruh signifikan terhadap kualitas laporan keuangan pemerintah daerah Kabupaten Dairi, hal ini dapat dilihat dari nilai signifikansi sebesar 0,476, nilai signifikansi tersebut diatas 0,05.

b. Variabel penerapan system pengendalian internal tidak berpengaruh signifikan terhadap kualitas laporan keuangan pemerintah daerah Kabupaten Dairi, hal ini dapat dilihat dari nilai signifikansi sebesar 0,468, nilai signifikansi tersebut diatas 0,05.

c. Variabel standar akuntansi pemerintahan tidak berpengaruh signifikan terhadap kualitas laporan keuangan pemerintah daerah Kabupaten Dairi, hal ini dapat dilihat dari nilai signifikansi sebesar 0,685, nilai signifikansi tersebut diatas 0,05.

d. Variabel pemanfaatan teknologi informasi berpengaruh signifikan terhadap kualitas laporan keuangan pemerintah daerah Kabupaten Dairi, hal ini dapat dilihat dari nilai signifikansi sebesar 0,044, nilai signifikansi tersebut dibawah 0,05.

2. Hasil pengujian secara simultan menunjukkan bahwa kompetensi sumber daya manusia, penerapan sistem pengendalian internal, penerapan standar akuntansi pemerintahan dan pemanfaatan teknologi informasi berpengaruh signifikan terhadap kualitas laporan keuangan pemerintah daerah Kabupaten Dairi dapat dilihat dari nilai signifikansi 0,007< 0,05 dan nilai F hitung> F tabel ( 3,832 > 2,50).

5.2 Saran

1. Bagi Pemerintah Pusat dan Daerah

Disarankan bagi pemerintah daerah Kabupaten Dairi agar memerhatikan kompetensi sumber daya manusia para pegawai pemerintahan dengan cara menempatkan pegawai dengan memerhatikan dan mempertimbangkan latar belakang pendidikan pegawai tersebut, serta disarankan agar memberikan pelatihan yang memadai kepada para pegawai pemerintahan guna membantu dalam melaksanakan tugas dan fungsinya. Pemerintah Kabupaten Dairi perlu memerhatikan dan meningkatkan penerapan sistem pengendalian internal di lingkungan SKPD serta memaksimalkan penerapan standar akuntansi pemerintahan.Pemanfaatan teknologi informasi di tingkat SKPD perlu menjadi bahan perhatian, karena sangat membantu para pegawai dalam melaksanakan tugasnya, pemeliharaan peralatan komputer dan jaringan internet sangat perlu dilakukan.

2. Bagi Penelitian Selanjutnya

Bagi penelitian selanjutnya, disarankan untuk penelitian mendatang sebaiknya menambah variabel independen lainnya guna mengetahui variabel-variabel lain yang dapat mempengaruhi kualitas laporan keuangan pemerintah daerah.

DAFTAR PUSTAKA

Adhi, Daniel Kartika, danYohanes Suhardjo. (2013). Pengaruh Penerapan Standar Akuntansi Pemerintahan dan Kualitas Aparatur Pemerintah Daerah Terhadap Kualitas Laporan Keuangan (Studi Kasus pada Pemerintah Kota Tual), Jurnal STIE Semarang, 5, 93-111.

Afiah, Nunuy Nur, Rahmatika. (2014). Factors Influencing The Quality Of Financial Reporting and Its Implications On Good Government Governance (Research on Local Government Indonesia). International Journal of Business, Economics and Law, 5, 111-121.

Aini, Fitratul. (2015). Pengaruh Pengendalian Intern, Pemanfaatan Teknologi Informasi, dan Kualitas Sumber Daya Manusia Terhadap Keterandalan Pelaporan Keuangan Daerah (Studi Pada Satuan Kerja Perangkat Daerah Kota Payakumbuh), Jom FEKON, 2, 1-16.

Artika, Yuli. (2016). Pengaruh Penerapan Sistem Akuntansi Keuangan Pemerintah Daerah, Kapasitas Sumber Daya Manusia dan Pemanfaatan Teknologi Informasi Terhadap Kualitas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Kabupaten Rokan Hulu (Studi Pada SKPD). JOM Fekon,3, 219-233.

Asril, M. Yusuf. (2017). Pengaruh Kompetensi Sumber Daya Manusia, Penerapan Sistem Informasi Akuntansi Keuangan Daerah dan Sistem Pengendalian Internal Pemerintah terhadap Kualitas Laporan Keuangan Pemerintah Kota Medan, Skripsi, Medan:Universitas Sumatera Utara.

Badan Kepegawaian Negara. (2003). Keputusan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor 46a Tahun 2003 tentang Pedoman Penyusunan Standar Kompetensi Jabatan Struktural Pegawai Negeri Sipil, Jakarta

Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia. (2017). Ikhtisar Hasil Pemeriksaan Semester I Tahun 2017 :Jakarta.

Budiawan, dan Budi Purnomo. (2014). Pengaruh Sistem Pengendalian Internal

Budiawan, dan Budi Purnomo. (2014). Pengaruh Sistem Pengendalian Internal

Dalam dokumen OLEH: JEREMIA SIHARDO PANAILI ARITONANG (Halaman 88-0)

Dokumen terkait