BAB IV. HASIL DAN PEMBAHASAN
D. Analisis Data
2. Uji Hipotesis
a. Analisis uji beda skor Pretest
Tahap awal analisis data penelitian ini adalah dengan menguji skor
pretest masing-masing kelompok. Uji beda skor pretest dilakukan untuk melihat apakah tingkat kecemasan antara kelompok kontrol dan kelompok
eksperimen secara nyata tidak berbeda sebelum dilakukannya penelitian.
Tidak adanya perbedaan skor pretest merupakan indikasi bahwa kedua kelompok benar-benar berada dalam tingkat kecemasan yang sama
sebelum dikenakan treatment. Analisis uji beda dilakukan dengan metode
independent sample t-test pada skor prettest kedua kelompok. Tabel 4.3
Ringkasan Group Statistics Uji Beda Skor Pretest
Group Statistics
Kelompok N Mean Std. Deviation Std. Error Mean Pretest Kelompok Eksperimen 15 171.87 9.657 2.494
Kelompok Kontrol 17 177.65 12.728 3.087
Tabel 4.3 menunjukkan data statistik deskriptif rerata skor pretest
kedua kelompok. Rerata skor pretest menunjukkan perbedaan tingkat
kecemasan subjek dari kedua kelompok sebelum pelaksanaan eksperimen
yang rentang perbedaannya tidak terlalu jauh. Rerata skor pretest kontrol
Tabel 4.4
Ringkasan Independent Samples Test Uji Beda Skor Pretest
Independent Samples Test
Levene's Test for Equality of
Variances t-test for Equality of Means
F Sig. T Df Sig. (2-tailed) Mean Differenc e Std. Error Difference 95% Confidence Interval of the Difference Lower Upper Pretest Equal variances assumed .656 .425 -1.432 30 .163 -5.780 4.038 -14.027 2.466 Equal variances not assumed -1.457 29.39 1 .156 -5.780 3.968 -13.892 2.331
Pedoman pengambilan keputusan :
- H0 = Data tingkat kecemasan antara kelompok eksperimen dan
kelompok kontrol memiliki varians sama sebelum penelitian.
- Ha = Data tingkat kecemasan antara kelompok eksperimen dan
kelompok kontrol memiliki varians yang berbeda sebelum penelitian.
- Jika probabilitas ≥ 0.05 maka H0 diterima. - Jika probabilitas ≤ 0.05 maka H0 ditolak.
Tabel 4.4 menunjukkan hasil uji beda t harga pretest antara kelompok eksperimen dan kontrol. Pada analisis uji t untuk asumsi varians
-1.432 dengan signifikansi 0.163 atau berada diatas nilai probabilitas 0.05.
Hasil yang diperoleh juga menunjukkan harga pretest untuk kelompok eksperimen dan kelompok kontrol terbukti tidak ada perbedaan yang
signifikan.
Hasil analisis uji-t harga pretest antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol menunjukkan tidak ada perbedaan yang signifikan.
Tingkat kecemasan pada kelompok kontrol sekilas tampak lebih tinggi
dibandingkan tingkat kecemasan kelompok eksperimen, namun dalam
statistik menyatakan tidak ada perbedaan yang signifikan diantara
keduanya.
b. Analisis uji beda skor posttest
Tahap kedua analisis data penelitian ini adalah dengan menguji
skor posttest masing-masing kelompok. Uji beda skor posttest dilakukan untuk melihat apakah tingkat kecemasan antara kelompok kontrol dan
kelompok eksperimen secara nyata berbeda setelah dilakukannya
penelitian. Adanya perbedaan skor posttest merupakan indikasi bahwa kedua kelompok berbeda tingkat kecemasannya setelah dikenakan
treatment. Analisis uji beda dilakukan dengan metode independent sample t-test pada skor posttest kedua kelompok.
Tabel 4.5
Ringkasan Group Statistics Uji Beda Skor Posttest
Group Statistics
Kelompok N Mean Std. Deviation Std. Error Mean Posttest Kelompok Eksperimen 15 155.87 17.828 4.603
Kelompok Kontrol 17 176.41 17.107 4.149
Tabel 4.5 menunjukkan data statistik deskriptif rerata skor posttest
kedua kelompok. Rerata skor posttest menunjukkan perbedaan tingkat kecemasan subjek dari kedua kelompok setelah pelaksanaan eksperimen
yang rentang perbedaannya cukup jauh. Rerata skor posttest kontrol ialah 176.41 dan rerata skor posttesteksperimen ialah 155.8
Tabel 4.6
Ringkasan Independent Samples Test Uji Beda Skor Posttest
Independent Samples Test
Levene's Test for Equality of
Variances t-test for Equality of Means
F Sig. T Df Sig. (2-tailed) Mean Difference Std. Error Difference 95% Confidence Interval of the Difference Lower Upper Posttest Equal variances assumed .087 .770 -3.324 30 .002 -20.545 6.181 -33.167 -7.923 Equal variances not assumed -3.315 29.15 2 .002 -20.545 6.197 -33.217 -7.874
Pedoman pengambilan keputusan :
- H0 = Data tingkat kecemasan antara kelompok eksperimen dan
kelompok kontrol memiliki varians sama sesudah penelitian.
- Ha = Data tingkat kecemasan antara kelompok eksperimen dan
kelompok kontrol memiliki varians yang berbeda setelah penelitian.
- Jika probabilitas ≥ 0.05 maka H0 diterima. - Jika probabilitas ≤ 0.05 maka H0 ditolak.
Tabel 4.6 menunjukkan hasil uji beda t harga posttest antara kelompok eksperimen dan kontrol. Pada analisis uji t untuk asumsi varians
yang berbeda (equal variances not assumed). Nilai uji t yang diperoleh ialah -1,315 dengan signifikansi 0.002 atau berada di bawah nilai
probabilitas 0.05. Hasil yang diperoleh juga menunjukkan harga posttest
untuk kelompok eksperimen dan kelompok kontrol terbukti ada perbedaan
yang signifikan.
c. Analisis uji beda Pretest dan Posttest pada kelompok kontrol
Tahap ketiga analisis data dalam penelitian ini ialah dengan
menguji skor pretest dan posttest pada kelompok kontrol. Uji beda skor
pretest dan posttest dilakukan untuk melihat apakah tingkat kecemasan kelompok kontrol berbeda secara nyata setelah dilakukannya penelitian.
Tidak adanya perbedaan yang signifikan mengindikasi bahwa tingkat
kecemasan kelompok kontrol tidak mengalami penurunan karena tidak
menggunakan metode paired sample t-test pada skor pretest dan posttest
kelompok kontrol.
Tabel 4.7
Ringkasan Paired Samples Statistics
Uji Beda Pretest dan Posttest Kelompok Kontrol
Paired Samples Statistics
Mean N Std. Deviation Std. Error Mean
Pair 1 Pretest 177.65 17 12.728 3.087
Posttest 176.41 17 17.107 4.149
Tabel 4.7 menunjukkan data statistik deskriptif rerata skor pretest
dan posttes kelompok kontrol. Rerata skor pretest dan posttest
menunjukkan adanya perbedaan tingkat kecemasan subjek yang tidak
terlalu jauh pada kelompok kontrol dari hasil pelaksanaan eksperimen.
Tabel 4.8
Ringkasan Paired Samples Test
Uji Beda Pretest dan Posttest Kelompok Kontrol
Paired Samples Test
Paired Differences T Df Sig. (2-tailed) Mean Std. Deviation Std. Error Mean 95% Confidence Interval of the Difference Lower Upper Pair 1 Pretest – Posttest 1.235 11.734 2.846 -4.798 7.268 .434 16 .670
Pedoman pengambilan keputusan :
- H0 = Tidak ada perbedaan tingkat kecemasan antara skor pretest dan
posttest pada kelompok kontrol.
- Ha = Ada perbedaan tingkat kecemasan antara skor pretest dan posttest
pada kelompok kontrol.
- Jika probabilitas ≥ 0.05 maka H0 diterima. - Jika probabilitas ≤ 0.05 maka H0 ditolak.
Tabel 4.8 menunjukkan hasil uji beda t selisih harga posttest dan
pretest pada kelompok kontrol. Nilai uji t yang diperoleh adalah 0.434 dengan signifikansi 0.670 atau berada di atas nilai probabilitas 0.05. Hasil
yang diperoleh juga menunjukkan selisih harga posttest dan pretest untuk kelompok kontrol terbukti tidak ada perbedaan yang signikfikan. Hasil
analisis uji-t selisih posttest dan pretest pada kelompok kontrol menunjukkan tidak adanya perbedaan yang signifikan.
d. Analisis uji beda Prestest dan Posttest pada kelompok eksperimen
Tahap ketiga analisis data penelitian ini ialah dengan menguji skor
pretest dan posttest pada kelompok eksperimen. Uji beda skor pretest dan
posttest dilakukan untuk melihat apakah tingkat kecemasan pada kelompok eksperimen berbeda secara nyata setelah dilakukan penelitian.
Adanya perbedaan yang signifikan merupakan indikasi awal adanya
pengaruh pelatihan yoga terhadap tingkat kecemasan kelompok
eksperimen. Analisis uji beda dilakukan dengan menggunakan metode
paired sample t-test pada skor pretest dan posttest kelompok eksperimen.
Tabel 4.9
Ringkasan Paired Samples Statistics
Uji Beda Pretest dan Posttest Kelompok Eksperimen
Paired Samples Statistics
Mean N Std. Deviation Std. Error Mean
Pair 1 Pretest 171.67 15 9.861 2.546
Posttest 155.87 15 17.828 4.603
Tabel 4.9 menunjukkan data statistik deskriptif rerata skor pretest
dan posttest kelompok eksperimen. Rerata skor pretest dan posttest
menunjukkan adanya perbedaan tingkat kecemasan subjek pada kelompok
eksperimen dari hasil pelaksanaan eksperimen. Rerata skor pretest ialah 171.67 dan rerata skor posttes ialah 155.87.
Tabel 4.10
Ringkasan Paired Samples Test
Uji Beda Pretest dan Posttest Kelompok Eksperimen
Paired Samples Test
Paired Differences T Df Sig. (2-tailed) Mean Std. Deviation Std. Error Mean 95% Confidence Interval of the Difference Lower Upper Pair 1 Pretest – Posttest 15.800 19.192 4.955 5.172 26.428 3.189 14 .007
Pedoman pengambilan keputusan :
- H0 = Tidak ada perbedaan tingkat kecemasan antara skor pretest dan
posttest pada kelompok eksperimen.
- Ha = Ada perbedaan tingkat kecemasan antara skor pretest dan posttest
pada kelompok eksperimen.
- Jika probabilitas ≥ 0.05 maka H0 diterima. - Jika probabilitas ≤ 0.05 maka H0 ditolak.
Tabel 4.10 menunjukkan hasil uji beda t selisih harga posttest dan
pretest pada kelompok eksperimen. Nilai uji t yang diperoleh adalah 3.189 dengan signifikansi 0.007 atau berada di bawah nilai probabilitas 0.05.
Hasil yang diperoleh juga menunjukkan selisih harga posttest dan pretest
untuk kelompok eksperimen terbukti ada perbedaan yang signikfikan.
Hasil analisis uji-t selisih posttest dan pretest pada kelompok eksperimen menunjukkan adanya perbedaan secara signifikan.
e. Analisis uji beda selisih Pretest dan Posttest
Tahap akhir analisis data yang menggunakan metode One Group Pretest-Posttest Desaign ialah dengan mencari selisih skor pretest dan
posttest masing-masing subjek. Selisih harga posttest dan pretest
dilambangkan dengan (d). Uji beda selisih posttest dan pretest dilakukan untuk melihat apakah tingkat kecemasan antara kelompok eksperimen dan
kelompok kontrol berbeda secara nyata. Selisih harga d juga merupakan
indikasi adanya penurunan tingkat kecemasan subjek pada kedua
kelompok penelitian.
Adanya perbedaan yang signifikan merupakan indikasi adanya
pengaruh pelatihan yoga terhadap tingkat kecemasan kelompok
eksperimen. Analisis uji beda menggunakan metode independent sample t-test pada selisih skor posttest dan pretest kedua kelompok.
Tabel 4.11
Ringkasan Group Statistics Uji Beda Selisih Pretest dan Posttest
Group Statistics
Kelompok N Mean Std. Deviation Std. Error Mean Selisih Eksperimen 15 16.00 19.131 4.940
Control 17 .82 11.126 2.698
Tabel 4.11 menunjukkan data statistik deskriptif rerata selisih skor
pretest dan posttest (d). Rerata harga d menunjukkan penurunan tingkat kecemasan subjek dari hasil pelaksanaan eksperimen. Rerata dkontrol ialah
Tabel 4.12
Ringkasan Independent Sample Test Uji Beda selisih Prestest dan Posttest
Independent Samples Test
Levene's
Test for Equality of
Variances t-test for Equality of Means
F Sig. T Df Sig. (2-tailed) Mean Difference Std. Error Difference 95% Confidence Interval of the Difference Lower Upper Selisih Equal variances assumed 6.05 2 .02 0 2.784 30 .009 15.176 5.451 4.043 26.13 0 Equal variances not assumed 2.696 21.896 .013 15.176 5.629 3.500 26.65 3
Tabel 4.12 menunjukkan hasil uji beda t selisih harga posttest dan
pretest dari kedua kelompok. Nilai F hitung menunjukkan 6.052 dengan signifikansi 0.020 atau berada dibawah nilai probabilitas 0,05. Fakta ini
mengasumsikan bahwa varians selisih harga posttest dan pretest untuk kelompok eksperimen dan kontrol berbeda.
Fakta kedua didasarkan pada analisis uji-t untuk asumsi varians
yang tidak sama (equal variances not assumed). Nilai uji-t yang diperoleh ialah 2.696 dengan signifikansi 0.013 atau berada di bawah nilai
probabilitas 0.05. Hasil yang diperoleh juga menunjukkan selisih harga
posttest dan pretest untuk kelompok eksperimen dan kelompok kontrol terbukti berbeda secara signifikan.
Hasil uji-t selisih harga posttest dan pretest antara kelompok eskperimen dan kelompok kontrol menunjukkan adanya perbedaan yang
signifikan. Penurunan tingkat kecemasan pada kelompok eksperimen yang
lebih tinggi dibandingkan penurunan tingkat kecemasan yang juga terdapat
pada kelompok kontrol, ternyata secara statistik berbeda secara signifikan.