YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA
D. HASIL DAN PEMBAHASAN 1. Data Penelitian
6. Uji Hipotesis
Tabel 10
Hasil Pengujian Regresi Linear Berganda Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. B Std. Error Beta (Constant) 42.787 4.232 10.111 .000 Reputasi_Un derwriter -15.235 6.664 -.291 -2.286 .026 Reputasi_Au ditor -10.730 6.841 -.205 -1.568 .122 ROA -.257 .361 -.084 -.712 .479
EPS -.042 .037 -.146 -1.147 .256 Firm_Size 8.896E-13 .000 .207 1.623 .110
a. Dependent Variable: Underpricing
Dari tabel 10 menunjukkan, kelima variabel independen yang dimasukkan ke dalam model regresi, hanya terdapat satu variabel yang berpengaruh signifikan pada tingkat underpricing yaitu reputasi underwriter. Hal ini dapat dilihat dari tingkat signifikansi untuk reputasi underwriter sebesar 0,026 dimana lebih kecil dari 0,05. Sedangkan variabel-variabel lainnya yaitu reputasi auditor,return on asset, earning per
share, firm size dengan tingkat signifikansi diatas 0,05, tidak memiliki pengaruh
yang signifikan pada tingkat underpricing. Hasil uji pengaruh masing-masing variabel independen terhadap variabel dependen dapat disimpulkan sebagai berikut:
a. Pengaruh reputasi underwriter terhadap underpricing pada perusahaan yang melakukan IPO.
Pada hipotesis alternatif pertama, variabel reputasi underwriter memiliki nilai sinifikansi 0.026 lebih kecil dari derajat kepercayaan 0.05 yang berarti bahwa pengaruh variabel reputasi underwriter terhadap tingkat underpricing signifikan. Hal ini berarti hipotesis (Ha1) yang menyatakan bahwa reputasi
underwriter berpengaruh negatif terhadap tingkat underpricing terdukung.
Hal ini menunjukkan bahwa underwriter yang bereputasi tinggi lebih berani memberikan harga yang tinggi sebagai konsekuensi dari kualitas penjaminannya, sehingga tingkat underpricing rendah. Dalam menghadapi IPO calon investor cenderung melihat terlebih dahulu pihak yang menjadi
underwriter, karena menurut investor, underwriter dianggap memiliki informasi
yang lebih lengkap tentang kondisi emiten. Begitu pula jika dibandingkan dengan emiten, underwriter dianggap memiliki informasi yang lebih lengkap tentang pasar (Kristiantari, 2012). Hasil ini sesuai dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Ariawati (2005) bahwa reputasi underwriter berpengaruh secara signifikan terhadap underpricing.
b. Pengaruh reputasi auditor terhadap underpricing pada perusahaan yang melakukan IPO.
Pada hipotesis kedua, variabel reputasi auditor memiliki nilai sinifikansi 0.122 lebih besar dari derajat kepercayaan 0.05 yang berarti bahwa pengaruh variabel reputasi auditor terhadap tingkat underpricing tidak signifikan. Hal ini berarti hipotesis (Ha2) yang menyatakan bahwa reputasi auditor berpengaruh negatif terhadap tingkat underpricing tidak terdukung. Hasil yang tidak signifikan ini dapat disebabkan karena runtuhnya citra akuntan publik akibat kasus Enron yang melibatkan KAP Arthur Andersen tampaknya membuat kepercayaan publik (dalam hal ini adalah investor) atas objektifitas dan independensi akuntan publik, bahkan yang memiliki reputasi tinggi (KAP big
4) berkurang, banyak emiten yang menggunakan jasa KAP non Big 4. Hasil ini sesuai dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Sandhiaji (2004) bahwa reputasi auditor tidak berpengaruh secara signifikan terhadap underpricing.
c. Pengaruh ROA terhadap underpricing pada perusahaan yang melakukan IPO.
Pada hipotesis ketiga, variabel ROA memiliki nilai sinifikansi 0.479 lebih besar dari derajat kepercayaan 0.05 yang berarti bahwa pengaruh variabel ROA terhadap tingkat underpricing tidak signifikan. Hal ini berarti hipotesis (Ha3) yang menyatakan bahwa ROA berpengaruh negatif terhadap tingkat
underpricing tidak terdukung. Hasil yang tidak signifikan ini dapat disebabkan
para investor tidak hanya memperhatikan ROA dalam prospectus, tetapi mungkin investor juga memperhatikan ROA untuk beberapa tahun sebelum perusahaan melakukan IPO, dengan demikian investor mengetahui apakah laporan keuangan tersebut dimark-up atau tidak. Hasil ini sesuai dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Handayani (2008) bahwa ROA tidak berpengaruh secara signifikan terhadap underpricing.
d. Pengaruh EPS terhadap underpricing pada perusahaan yang melakukan IPO.
Pada hipotesisalternatif keempat. variabel EPS memiliki nilai sinifikansi 0.256 lebih besar dari derajat kepercayaan 0.05 yang berarti bahwa pengaruh variabel EPS terhadap tingkat underpricing signifikan. Hal ini berarti hipotesis (Ha4) yang menyatakan bahwa EPS berpengaruh negatif terhadap tingkat
underpricing tidak terdukung.
Hasil yang tidak signifikan ini disebabkan karena investor berpendapat dunia pasar modal tidak memiliki kepastian untuk mendapatkan bagian keuntungan dalam suatu periode tertentu dengan memiliki suatu saham. Hasil penelitian ini konsisten dengan penelitian Trisnawati (1999) bahwa EPS tidak berpengaruh signifikan terhadap underpricing.
e. Pengaruh Firm Size terhadap underpricing pada perusahaan yang melakukan IPO.
Pada variabel control, variabel ukuran perusahaan memiliki nilai sinifikansi 0.110 lebih besar dari derajat kepercayaan 0.05 yang berarti bahwa pengaruh variabel ukuran perusahaan terhadap tingkat underpricing tidak signifikan. Hal ini berarti variabel kontrol yang menyatakan bahwa firm size berpengaruh negatif terhadap tingkat underpricing tidak terdukung.
Hasil yang tidak signifikan ini dapat disebabkan karena ukuran perusahaan yang diukur dengan total aset yang besar tidak dapat mencerminkan apakah aset yang dimiliki oleh perusahaan dapat memberikan keuntungan atau malah menimbulkan biaya. Sebuah perusahaan belum tentu
sepenuhnya mengoperasikan aset dengan efektif dan efisien.Hasil ini sesuai dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Handayani (2008) yang menemukan hubungan tidak signifikan antara ukuran perusahaan dengan tingkat underpricing.
5. KESIMPULAN DAN SARAN 1. Kesimpulan
Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empiris apakah variabel reputasi underwriter, reputasi auditor, return on assets, earning per share berpengaruh negatif terhadap underpricing saat perusahaan melakukan penawaran perdana (IPO) di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2007-2011. Berdasarkan hasil dan analisis data yang telah dikemukakan pada bab sebelumnya maka dapat diambil kesimpulan bahwa variabel reputasi underwriter berpengaruh negatif terhadap
underpricing, sedangkan reputasi auditor, return on assets, earning per share dan firm size
tidak berpengaruh terhadap underpricing.
2. Saran
Dari hasil penelitian ini. penulis menyampaikan saran agar penelitian selanjutnya diharapkan dapat menambah rentan periode tahun penelitian, memperluas penelitian dengan cara menggunakan data beberapa tahun sebelum IPO dan menambah atau mengganti variabel independen lainnya yang lebih spesifik dan memiliki kombinasi yang lebih tepat yag diduga berpengaruh terhadap variabel dependen.
DAFTAR PUSTAKA
Ardiansyah, Misnen. 2004. Pengaruh Variabel Keuangan terhadap Return Awal dan
Return 15 Hari Setelah IPO serta Moderasi Besaran Perusahaan terhadap Hubungan antara Variabel Keuangan dengan Return Awal dan Return 15 Hari Setelah IPO di Bursa Efek Jakarta. Jurnal Riset Akuntansi Indonesia, Vol. 7,
No. 2, Mei, 125-153.
Ariawati, Siti. 2005. Analisis Faktor-Faktor yang Menpengaruhi Tingkat Underpricing
pada Penawaran Saham Perdana (IPO). Tesis. Program Pascasarjana
Magister Manajemen. Universitas Diponegoro.
Bodie, Kane, dan Marcus. 2006. Investments. Buku 1. Jakarta : Salemba Empat. Diananingsih, Harum Indinah. 2003. Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi
Tingkat Underpricing pada Penawaran Umum Perdana (IPO). Tesis. Program
Handayani, Sri Retno. 2008. Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Underpricing
pada Penawaran Umum Perdana . Tesis. Program Pascasarjana Magister
Manajemen. Universitas Diponegoro.
Isfaatun, Eliya. Hatta. dan Atika, Jauharia. 2010. Analisis Informasi Penentuan Harga
Saham saat Initial public offering. Jurnal Ekonomi Bisnis No. 1, Volume 15.
Jurusan Akuntansi . Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Nusa Megarkencana Kurniawan, Benny. 2007. Analisis Variabel keuangan dan Non Keuangan terhadap
Initial Return dan Return 7 Hari Setelah Initial Public. Tesis. Program
Pascasarjana Magister Manajemen. Universitas Diponegoro.
Kustiarina, Risa. 2008. Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Tingkat
Underpricing pada Perusahaan yang Terdaftar di Bursa Efek Jakarta
Periode tahun 2001-2005. Skripsi. Jurusan Akuntansi. Fakultas Ekonomi, Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Kusuma, Hadri. 2001. Prospektus Perusahaan dan Keputusan Investasi: Studi Empiris
Perusahaan yang Terdaftar di Bursa Efek Jakarta. JSB No. 6 Vol. Fakultas
Ekonomi Universitas Islam Indonesia. Yogyakarta.
Murtaqiyah, Siti. 2010. Faktor-Faktor yang Menpengaruhi Underpricing pada Penawaran Saham Perdana di Bursa Efek Indonesia. Skripsi. Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Surakarta. Puspita, Tifani. 2011. Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Tingkat
Underpricing saham pada Saat Initial Public Oferring (IPO) di Bursa Efek
Indonesia Periode 2005-2010. Skripsi. Program Sarjana Fakultas Ekonomi. Universitas Diponegoro.
Sandhiaji, Bram Nugroho. 2004. Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Tingkat
Underpricing pada Penawaran Umum Perdana (IPO) periode 1996-2002. Tesis.
Program Pascasarjana Magister Manajemen. Universitas Diponegoro. Sari, Ardhini Yuma. 2011. Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi
Underpricing pada Penawaran Umum Perdana. Skripsi. Program Sarjana
Fakultas Ekonomi.Universitas Diponegoro.
Setianingrum, Tia. 2005. Pengaruh Informasi ProspektusPerusahaan terhadap Initial
return pada Penawaran Saham Perdana. Tesis. Magister Manajemen,
Universita Widyatama.
Wijayanto, Andhi. 2009. Analisis Pengaruh ROA, EPS, Financial Leverage,
ProceedTerhadap Initial return. Dinamika Manajemen, Vol. 1, No. 1,
Nopember 2009. Universitas Negeri Semarang.
Wulandari, Afifah. 2011. Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Tingkat
Underpricing pada Penawaran Umum Perdana (IPO). Skripsi. Program
Sarjana Fakultas Ekonomi. Universitas Diponegoro.
Yasa, Gerianta Wirawan. 2008. Penyebab Underpricing pada Penawaran Saham Perdana di Bursa Efek Jakarta. Skripsi. Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Udayana.