3. Dukungan sosial
4.4 Uji Hipotesis Penelitian
Pada tahap uji hipotesis penelitian, peneliti menggunakan teknik analisis Multiple Regression atau analisis regresi berganda. Tahap ini digunakan untuk mengetahui besar pengaruh independent variabel terhadap dependent variabel. Dalam menggunakan analisis regresi peneliti menggunakan software SPSS. Terdapat tiga hal yang dapat dilihat dalam melakukan analisis regresi. Pertama, dengan menggunakan analisis regresi, peneliti dapat melihat seberapa besar pengaruh yang diberikan independent variable terhadap dependent variable dengan melihat nilai R-square. Kedua, melihat apakah seluruh independent variable yang
digunakan berpengaruh signifikan terhadap dependent variable melalui uji F.
Ketiga, melihat signifikan atau tidaknya koefisien regresi dari setiap independent variable melalui uji t.
Langkah pertama, peneliti melihat seberapa besar independent variable berpengaruh terhadap dependent variable dengan melihat besaran R-square.
Adapun besarnya R-square dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 4.5 R Square
Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate
1 .408a .166 .131 8.81466
Berdasarkan tabel 4.5, analisis regresi menghasilkan nilai R-square sebesar 0,166 atau 16,6%. Dengan demikian besarnya pengaruh seluruh independent variable (problem focused coping, emotion focused coping, maladaptive coping, attachment, social integration, reassurance of worth, reliable alliance, guidance dan opportunity for nurturance) terhadap dependent variable (stres akademik) ialah 16,6%, sedangkan sisanya 83,4% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.
Setelah mengetahui besar pengaruh seluruh independent variable terhadap dependent variable, langkah kedua ialah menghitung signifikansi model penelitian dengan seluruh independent variable melalui uji F.
Tabel 4.6 Tabel Anova
Model Sum of Squares Df Mean Square F Sig.
1
Regression 3273.818 9 363.758 4.682 .000b
Residual 16394.328 211 77.698
Total 19668.146 220
Berdasarkan tabel 4.6, dapat dilihat bahwa taraf signifikan pada penelitian ini lebih kecil (sig < 0,05). Hal ini berarti hipotesis nihil penelitian ditolak, sehingga terdapat pengaruh signifikan variabel problem focused coping, emotion focused coping, maladaptive coping, attachment, social integration, reassurance of worth, reliable alliance, guidance, dan opportunity for nurturance terhadap variabel stres akademik.
Langkah ketiga adalah menjawab hipotesis minor, yaitu melihat nilai signifikan atau tidaknya koefisien regresi dari masing-masing independent variabel (IV). Apabila nilai independent variabel (IV) signifikansi yang terdapat pada kolom sig menunjukan angka dibawah 0.05, maka koefisien regresi yang dihasilkan signifikan pengaruhnya terhadap dependent variabel (DV) dan sebaliknya. Adapun hasilnya dapat dilihat pada table berikut:
Tabel 4.7
Berdasarkan tabel 4.7, terdapat tiga koefisien independent variable yang memiliki nilai p < 0,05 yaitu variable maladaptive coping, reassurance of worth dan reliable alliance. Maka dari itu, maladaptive coping, reassurance of worth
dan reliable alliance berpengaruh signifikan terhadap stres akademik. Maka diperoleh persamaan regresi sebagai berikut:
Stres Akademik = 58,889 – 0,058 Problem focused coping – 0,008 Emotion focused coping + 0,295 Maladaptive coping* – 0,117 Attachment – 0,045Social integration – 0,231 Reasurance of worth* – 0,232 Reliable alliance* + 0,155 Guidance + 0,062 Opportunity of nurturance
Keterangan: tanda (*) menunjukkan variabel signifikan. Penjelasan mengenai masing-masing koefisien variabel adalah sebagai berikut:
1. Variabel Problem Focused Coping
Diperoleh nilai koefisien sebesar -0,058 dan nilai signifikansi sebesar 0,562 (sig > 0,05). Dengan demikian, hipotesis yang menyatakan bahwa “tidak ada pengaruh problem focused coping terhadap stres akademik” diterima. Dapat diartikan bahwa problem focused coping tidak berpengaruh secara signifikan terhadap stres akademik.
2. Variabel Emotion Focused Coping
Diperoleh nilai koefisien regresi sebesar -0,008 dan nilai signifikansi sebesar 0,940 (sig > 0,05). Dengan demikian, hipotesis yang menyatakan bahwa “tidak ada pengaruh emotion focused coping terhadap stres akademik” diterima.
Dapat diartikan bahwa emotion focused coping tidak berpengaruh secara signifikan terhadap stres akademik.
3. Variabel Maladaptive Coping
Diperoleh nilai koefisien regresi sebesar 0.295 dengan nilai signifikansi 0.001 (sig < 0,05). Hal ini bermakna bahwa Hipotesis yang menyatakan “tidak ada
pengaruh yang signifikan dari maladaptive coping terhadap stres akademik”
ditolak. Artinya ada pengaruh yang signifikan dari maladaptive coping terhadap stres akademik. Koefisien bertanda positif artinya semakin tinggi maladaptive coping individu dapatkan mengenai stres akademik, akan semakin tinggi individu untuk mengalami stres akademik.
4. Variabel attachment
Diperoleh nilai koefisien sebesar -0,117 dan nilai signifikansi sebesar 0,318 (sig > 0,05). Dengan demikian, hipotesis yang menyatakan bahwa “tidak ada pengaruh attachment terhadap stres akademik” diterima, sehingga tidak ada pengaruh signifikan attachment terhadap stres akademik.
5. Variabel social integration
Diperoleh nilai koefisien sebesar -0,045 dan nilai signifikansi sebesar 0,730 (sig > 0,05). Dengan demikian, hipotesis yang menyatakan bahwa “tidak ada pengaruh social integration terhadap stres akademik” diterima, sehingga tidak ada pengaruh signifikan social integration terhadap stres akademik.
6. Variabel reassurance of worth
Diperoleh nilai koefisien sebesar -0,231 dan nilai signifikansi sebesar 0,015 (sig < 0,05). Dengan demikian, hipotesis yang menyatakan bahwa “tidak ada pengaruh reassurance of worth terhadap stress akademik” ditolak, sehingga terdapat pengaruh signifikan reassurance of worth terhadap stres akademik.
Nilai koefisien regresi reassurance of worth bernilai negatif, berarti semakin tinggi skor reassurance of worth individu dapatkan mengenai stres akademik, akan semakin rendah individu untuk mengalami stres akademik.
7. Variabel Reliable Alliance
Diperoleh nilai koefisien sebesar -0,232 dan nilai signifikansi sebesar 0,046 (sig < 0,05). Dengan demikian, hipotesis yang menyatakan bahwa “tidak ada pengaruh Reliable Alliance terhadap stress akademik” ditolak, sehingga terdapat pengaruh signifikan Reliable Alliance terhadap stres akademik. Nilai koefisien regresi Reliable Alliance bernilai negatif, berarti semakin tinggi skor Reliable Alliance dapatkan mengenai stres akademik, akan semakin rendah individu untuk mengalami stres akademik.
8. Variabel guidance
Diperoleh nilai koefisien sebesar 0,155 dan nilai signifikansi sebesar 0,267 (sig
> 0,05). Dengan demikian, hipotesis yang menyatakan bahwa “tidak ada pengaruh guidance terhadap stres akademik” diterima, sehingga tidak ada pengaruh signifikan guidance terhadap stres akademik.
9. Variabel opportunity for nurturance
Diperoleh nilai koefisien sebesar 0,062 dan nilai p sebesar 0,359 (sig > 0,05).
Dengan demikian, hipotesis yang menyatakan bahwa “tidak ada pengaruh opportunity for nurturance terhadap stres akademik” diterima, sehingga tidak ada pengaruh signifikan opportunity for nurturance terhadap stres akademik.