METODE PENELITIAN
H. Teknik Pengumpulan Data
I. Teknik Analisis Data 1 Analisis Deskriptif
3) Uji hipotesis
Sebelum melakukan uji hipotesis, dilakukan uji perbedaan kemampuan awal siswa menggunakan uji t. Uji perbedaan rata-rata kemampuan awal bertujuan mengetahui apakah kemampuan awal siswa pada kelas eksperimen sama atau berbeda dengan kelas kontrol. Data yang akan diuji adalah data pretest pemahaman konsep matematika dan data skor awal angket motuvasi belajar siswa dari kedua kelas.
Hipotesis uji untuk variabel pemahaman konsep adalah: H0 : ߤଵଵൌ ߤଵଶ
H1 : ߤଵଵ് ߤଵଶ
dengan:
ߤଵଵ: rata-rata nilai pretest kelas eksperimen
ߤଵଵ: rata-rata nilai pretest kelas kontrol
Kriteria penolakan: H0 ditolak jika nilai signifikansi lebih kecil dari
0,05 atau H0 ditolak jika ݐ௧௨ ݐ௧.
58 H0 : ߤଶଵ ൌ ߤଶଶ
H1 : ߤଶଵ ് ߤଶଶ
dengan:
ߤଶଵ: rata-rata skor awal motivasi belajarkelas eksperimen
ߤଶଶ: rata-rata skor awal motivasi belajarkelas kontrol
Kriteria penolakan: H0 ditolak jika nilai signifikansi lebih kecil dari
0,05 atau H0 ditolak jika ݐ௧௨ ݐ௧.
Harga ݐ௧௨ dapat dicari dengan rumus berikut :
ݐ ൌ ݔҧെ ݔҧ
ටሺ݊െ ͳሻݏଶ ሺ݊െ ͳሻݏଶ
݊ ݊షమ ቀ ͳ݊ ͳ݊ቁ
dengan:
ݔҧ: rata-rata nilai pretest/skor awal kelas eksperimen
ݔҧ: rata-rata nilai pretest/skor awal kelas kontrol
݊: banyaknya siswa kelas eksperimen ݊: banyaknya siswa kelas kontrol ݏଶ: varians kelas eksperimen
ݏଶ: varians kelas kontrol
a) Pengujian hipotesis jika tidak terdapat perbedaan kemampuan awal pemahaman konsep matematika dan skor motivasi belajar siswa
a) Uji Hipotesis Pertama
Uji hipotesis pertama untuk menjawab rumusan masalah yang pertama yaitu apakah penerapan pendekatan kontekstual efektif ditinjau dari pemahaman konsep matematika siswa.
59
Secara statistik, hipotesis dapat disimbolkan sebagai berikut. H0 : ߤଵ Ͷǡͻͻ
H1 : ߤଵ Ͷǡͻͻ
Keterangan:
ߤଵ: rata-rata nilai posttest pemahaman konsep matematika kelas eksperimen
Kriteria pengujiannya adalah H0 ditolak jika angka signifikasi
yang dihasilkan lebih kecil dari 0,05 atau H0 ditolak jika ݐ௧௨ ݐ௧. Harga ݐ௧௨ dapat dicari dengan rumus berikut
ݐ ൌ ݔҧെ ߤݏ ξ݊
dengan:
ݔҧ: rata-rata nilai posttest kelas eksperimen
ߤ: nilai yang dihipotesiskan
ݏ: simpangan baku
݊: banyaknya siswa
Hipotesis di atas dapat diartikan bahwa pendekatan kontekstual tidak efektif terhadap dari pemahaman konsep matematika yaitu jika rata-rata nilai posttest memperoleh nilai Ͷǡͻͻ. Pendekatan kontesktual efektif terhadap pemahaman konsep matematika jika rata-rata nilai posttest pemahaman konsep Ͷǡͻͻ, karena kriteria keefektifan pendekatan kontekstual terhadap pemahaman konsep ditetapkan jika rata-rata nilai posttest mencapai KKM yaitu 75.
60 b) Uji hipotesis kedua
Uji hipotesis kedua untuk menjawab rumusan masalah yang kedua yaitu apakah pendekatan kontekstual efektif terhadap motivasi belajar siswa. Hipotesis yang digunakan adalah sebagai berikut sebagai berikut:
Secara statistik, hipotesis dapat disimbolkan sebagai berikut. H0 : ߤଶ ͳͲʹ
H1: ߤଶ ͳͲʹ
Keterangan:
ߤଶ: rata-rata skor motivasi belajar kelas eksperimen
Kriteria pengujiannya adalah H0 ditolak jika angka signifikasi
yang dihasilkan lebih kecil dari 0,05 atau H0 ditolak jika ݐ௧௨ ݐ௧. Uji hipotesis menggunakan bantuan SPSS versi 23.
Hipotesis di atas dapat diartikan bahwa pendekatan kontekstual tidak efektif ditinjau dari motivasi belajar siswa yaitu jika rata- rata skor motivasi belajar siswa memperoleh nilai ͳͲʹ. Pendekatan kontekstual dikatakan efektif jika rata-rata skor motivasi belajar siswa memperoleh nilai ͳͲʹ, karena kriteria efektif pada aspek motivasi belajar adalah 102.
c) Uji hipotesis ketiga
Uji hipotesis ketiga untuk menjawab rumusan masalah yang ketiga yaitu apakah pendekatan konvensional efektif terhadap pemahaman konsep matematika. Secara statistik, hipotesis dapat disimbolkan sebagai berikut.
61 H0 : ߤଷ ͲǡͶͲ
H1 : ߤଷ ͲǡͶͲ
Keterangan:
ߤଷ: rata-rata nilai posttest pemahaman konsep matematika kelas kontrol
Kriteria pengujiannya adalah H0 ditolak jika angka signifikasi
yang dihasilkan lebih kecil dari 0,05 atau H0 ditolak jika ݐ௧௨ ݐ௧. Uji hipotesis menggunakan bantuan SPSS versi 23.
Hipotesis di atas dapat diartikan bahwa pendekatan konvensional tidak efektif terhadap dari pemahaman konsep matematika yaitu jika rata-rata nilai posttest memperoleh nilai Ͷǡͻͻ. Pendekatan konvensional efektif terhadap pemahaman konsep matematika jika rata-rata nilai posttest pemahaman konsep Ͷǡͻͻ, karena kriteria keefektifan pendekatan konvensional terhadap pemahaman konsep ditetapkan jika rata-rata nilai posttest
mencapai KKM yaitu 75. d) Uji hipotesis keempat
Uji hipotesis keempat untuk menjawab rumusan masalah yang keempat yaitu apakah pendekatan konevensional efektif terhadap motivasi belajar siswa. Secara statistik, hipotesis dapat disimbolkan sebagai berikut.
H0 : ߤସ ͳͲʹ
H1 : ߤସ ͳͲʹ
62
ߤସ: rata-rata skor motivasi belajar kelas kontrol
Kriteria pengujiannya adalah H0 ditolak jika angka signifikasi
yang dihasilkan lebih kecil dari 0,05 atau H0 ditolak jika ݐ௧௨ ݐ௧. Uji hipotesis menggunakan bantuan SPSS versi 23.
Hipotesis di atas dapat diartikan bahwa pendekatan konvensional tidak efektif ditinjau dari motivasi belajar siswa yaitu jika rata- rata skor motivasi belajar siswa memperoleh nilai ͳͲʹ. Pendekatan konvensional dikatakan efektif jika rata-rata skor motivasi belajar siswa memperoleh nilai ͳͲʹ, karena kriteria efektif pada aspek motivasi belajar adalah 102.
e) Uji Hipotesis Kelima
Rumusan masalah kelima yaitu manakah yang lebih efektif antara pembelajaran kontekstual dan konvensional ditinjau dari pemahaman konsep. Apabila tidak terdapat perbedaan rata-rata pada kelompok kelas eksperimen dan kontrol maka dikatakan pembelajaran kontekstual sama efektifnya dengan pembelajaran konvensional ditinjau dari pemahaman konsep. Namun jika terdapat perbedaan rata-rata antara kelompok kelas eksperimen dan kontrol, maka dilakukan uji hipotesis lanjutan. Secara statistik, hipotesis dapat disimbolkan sebagai berikut.
H0: ߤଵ ߤଷ
H1: ߤଵ ߤଷ
63
ߤଵ: rata-rata nilai posttest pemahaman konsep belajar kelas
ekperimen
ߤଷ: rata-rata nilai posttest pemahaman konsep belajar kelas
kontrol
Kriteria pengujiannya adalah H0 ditolak jika angka signifikasi
yang dihasilkan lebih kecil dari 0,05 atau H0 ditolak jika ݐ௧௨ ݐ௧. Harga ݐ௧௨ dapat dicari dengan rumus berikut :
ݐ ൌ ݔҧെ ݔҧ
ටሺ݊െ ͳሻݏଶ ሺ݊െ ͳሻݏଶ
݊ ݊షమ ቀ ͳ݊ ͳ݊ቁ
dengan:
ݔҧ: rata-rata nilai posttesst/skor akhirkelas eksperimen
ݔҧ: rata-rata nilai posttest/skor akhir kelas kontrol
݊: banyaknya siswa kelas eksperimen ݊: banyaknya siswa kelas kontrol ݏଶ: varians kelas eksperimen
ݏଶ: varians kelas kontrol
f) Uji Hipotesis Keenam
Rumusan masalah keenam yaitu manakah yang lebih efektif antara pembelajaran kontekstual dan konvensional ditinjau dari motivasi belajar. Apabila tidak terdapat perbedaan rata-rata pada kelompok kelas eksperimen dan kontrol maka dikatakan pembelajaran kontekstual sama efektifnya dengan pembelajaran konvensional ditinjau dari motivasi belajar. Namun jika terdapat perbedaan rata-rata antara kelompok kelas eksperimen dan
64
kontrol, maka dilakukan uji hipotesis lanjutan. Secara statistik, hipotesis dapat disimbolkan sebagai berikut.
H0: ߤଶ ߤସ
H1: ߤଶ ߤସ
Keterangan:
ߤଶ: rata-rata nilai motivasi belajar kelas ekperimen
ߤସ: rata-rata nilai motivasi belajar kelas kontrol
Kriteria pengujiannya adalah H0 ditolak jika angka signifikasi
yang dihasilkan lebih kecil dari 0,05 atau H0 ditolak jika ݐ௧௨ ݐ௧. Uji hipotesis menggunakan bantuan SPSS versi 23.
b) Pengujian hipotesis jika terdapat perbedaan kemampuan awal pemahaman konsep matematika dan skor motivasi belajar siswa
1) Uji Hipotesis Pertama
Uji hipotesis pertama untuk menjawab rumusan masalah yang pertama yaitu apakah penerapan pendekatan kontekstual efektif ditinjau dari pemahaman konsep matematika siswa. Secara statistik, hipotesis dapat disimbolkan sebagai berikut. H0 : ߤଵ ͲǡͶͲ
H1 : ߤଵ ͲǡͶͲ
Keterangan:
ߤଵ: rata-rata skor gain ternormalisasi tes pemahaman konsep matematika kelas eksperimen
Kriteria pengujiannya adalah H0 ditolak jika angka signifikasi
65
ݐ௧. Harga ݐ௧௨ dapat dicari dengan rumus berikut ݐ ൌ ݔҧെ ߤݏ
ξ݊
dengan:
ݔҧ: rata-rata skor gainkelas eksperimen ߤ: nilai yang dihipotesiskan
ݏ: simpangan baku
݊: banyaknya siswa
Hipotesis di atas dapat diartikan bahwa pendekatan kontekstual tidak efektif terhadap dari pemahaman konsep matematika yaitu jika skor gain ternormalisasi memperoleh nilai
ͲǡͶͲ. Pendekatan kontesktual efektif terhadap pemahaman
konsep matematika jika skor gain ternormalisasi tes pemahaman konsep ͲǡͶͲ, karena kriteria keefektifan pendekatan kontekstual terhadap pemahaman konsep ditetapkan jika skor gain ternormalisasi mencapai 0,40 atau minimal berada pada kategori baik.
2) Uji hipotesis kedua
Uji hipotesis kedua untuk menjawab rumusan masalah yang kedua yaitu apakah pendekatan kontekstual efektif terhadap motivasi belajar siswa. Hipotesis yang digunakan adalah sebagai berikut sebagai berikut:
Secara statistik, hipotesis dapat disimbolkan sebagai berikut. H0 : ߤଶ ͲǡͲͶ
66 H1: ߤଶ ͲǡͲͶ
Keterangan:
ߤଶ: rata-rata skor gain ternormalisasi motivasi belajar kelas eksperimen
Kriteria pengujiannya adalah H0 ditolak jika angka signifikasi
yang dihasilkan lebih kecil dari 0,05 atau H0 ditolak jika ݐ௧௨ ݐ௧. Uji hipotesis menggunakan bantuan SPSS versi 23.
Hipotesis di atas dapat diartikan bahwa pendekatan kontekstual tidak efektif ditinjau dari motivasi belajar siswa yaitu jika rata- rata skor gain ternormalisasi aspek motivasi belajar siswa memperoleh nilai ͲǡͲͶ. Pendekatan kontekstual dikatakan efektif jika rata-rata skor gain ternormalisasi aspek motivasi belajar siswa memperoleh nilai ͲǡͲͶ.
3) Uji hipotesis ketiga
Uji hipotesis ketiga untuk menjawab rumusan masalah yang ketiga yaitu apakah pendekatan konvensional efektif terhadap pemahaman konsep matematika. Secara statistik, hipotesis dapat disimbolkan sebagai berikut.
H0 : ߤଷ ͲǡͶͲ
H1 : ߤଷ ͲǡͶͲ
Keterangan:
ߤଷ: skor gain ternormalisasi tes pemahaman konsep matematika kelas kontrol
67
Kriteria pengujiannya adalah H0 ditolak jika angka signifikasi
yang dihasilkan lebih kecil dari 0,05 atau H0 ditolak jika ݐ௧௨ ݐ௧. Uji hipotesis menggunakan bantuan SPSS versi 23.
Hipotesis di atas dapat diartikan bahwa pendekatan konvensional tidak efektif terhadap dari pemahaman konsep matematika yaitu jika skor gain ternormalisasi memperoleh nilai ͲǡͶͲ. Pendekatan konvensional efektif terhadap pemahaman konsep matematika jika skor gain ternormalisasi tes pemahaman konsep
ͲǡͶͲ, karena kriteria keefektifan pendekatan konvensional
terhadap pemahaman konsep ditetapkan jika skor gain ternormalisasi mencapai 0,40 atau minimal berada pada kategori baik.
4) Uji hipotesis keempat
Uji hipotesis keempat untuk menjawab rumusan masalah yang keempat yaitu apakah pendekatan konevensional efektif terhadap motivasi belajar siswa. Secara statistik, hipotesis dapat disimbolkan sebagai berikut.
H0 : ߤସ ͲǡͲͶ
H1 : ߤସ ͲǡͲͶ
Keterangan:
ߤସ: rata-rata skor gain ternormalisasi motivasi belajar kelas kontrol
68
Kriteria pengujiannya adalah H0 ditolak jika angka signifikasi
yang dihasilkan lebih kecil dari 0,05 atau H0 ditolak jika ݐ௧௨ ݐ௧. Uji hipotesis menggunakan bantuan SPSS versi 23.
Hipotesis di atas dapat diartikan bahwa pendekatan konvensional tidak efektif ditinjau dari motivasi belajar siswa yaitu jika rata- rata skor gain ternormalisasi aspek motivasi belajar siswa memperoleh nilai ͲǡͲͶ. Pendekatan konvensional dikatakan efektif jika rata-rata skor motivasi belajar siswa memperoleh nilai
ͲǡͲͶ.
5) Uji Hipotesis Kelima
Rumusan masalah kelima yaitu manakah yang lebih efektif antara pembelajaran kontekstual dan konvensional ditinjau dari pemahaman konsep. Apabila tidak terdapat perbedaan rata-rata pada kelompok kelas eksperimen dan kontrol maka dikatakan pembelajaran kontekstual sama efektifnya dengan pembelajaran konvensional ditinjau dari pemahaman konsep. Namun jika terdapat perbedaan rata-rata antara kelompok kelas eksperimen dan kontrol, maka dilakukan uji hipotesis lanjutan. Secara statistik, hipotesis dapat disimbolkan sebagai berikut.
H0: ߤଵ ߤଷ
H1: ߤଵ ߤଷ
Keterangan:
ߤଵ: rata-rata skor gain tes pemahaman konsep belajar kelas ekperimen
69
ߤଷ: rata-rata skor gain tes pemahaman konsep belajar kelas
kontrol
Kriteria pengujiannya adalah H0 ditolak jika angka signifikasi
yang dihasilkan lebih kecil dari 0,05 atau H0 ditolak jika ݐ௧௨ ݐ௧. Harga ݐ௧௨ dapat dicari dengan rumus berikut :
ݐ ൌ ݔҧെ ݔҧ
ටሺ݊െ ͳሻݏଶ ሺ݊െ ͳሻݏଶ
݊ ݊షమ ቀ ͳ݊ ͳ݊ቁ
dengan:
ݔҧ: rata-rata nilai skor gain kelas eksperimen ݔҧ: rata-rata nilai skor gain kelas kontrol ݊: banyaknya siswa kelas eksperimen ݊: banyaknya siswa kelas kontrol
ݏଶ: varians kelas eksperimen ݏଶ: varians kelas kontrol
6) Uji Hipotesis Keenam
Rumusan masalah keenam yaitu manakah yang lebih efektif antara pembelajaran kontekstual dan konvensional ditinjau dari motivasi belajar. Apabila tidak terdapat perbedaan rata-rata pada kelompok kelas eksperimen dan kontrol maka dikatakan pembelajaran kontekstual sama efektifnya dengan pembelajaran konvensional ditinjau dari motivasi belajar. Namun jika terdapat perbedaan rata-rata antara kelompok kelas eksperimen dan kontrol, maka dilakukan uji hipotesis lanjutan. Secara statistik, hipotesis dapat disimbolkan sebagai berikut.
70 H0: ߤଶ ߤସ
H1: ߤଶ ߤସ
Keterangan:
ߤଶ: rata-rata gain ternormalisasi motivasi belajar kelas ekperimen
ߤସ: rata-rata gain ternormalisasi motivasi belajar kelas kontrol
Kriteria pengujiannya adalah H0 ditolak jika angka signifikasi
yang dihasilkan lebih kecil dari 0,05 atau H0 ditolak jika ݐ௧௨ ݐ௧. Uji hipotesis menggunakan bantuan SPSS versi 23.
71 BAB IV