• Tidak ada hasil yang ditemukan

METODE PENELITIAN

3.6 Metode Analisis Data

3.6.2.3 Uji Kesamaan Rata-rata

Uji kesamaan rata-rata dalam penelitian ini digunakan untuk mengetahui kemampuan awal siswa pada kelas kontrol dan eksperimen sebelum pembelajaran

49 dilaksanakan. Uji ini dilakukan dengan cara menganalisis hasil tes awal siswa kelas kontrol dan eksperimen.

Uji kesamaan rata-rata dilakukan dengan menggunakan SPSS versi 17. Menu yang digunakan yaitu analyze – compare means – independent sample t test. Untuk mengetahui apakah Ha atau Ho diterima atau ditolak yaitu dengan melihat nilai t dalam kolom T-Test for Equality of Means. Nilai thitung dibandingkan dengan nilai ttabel. Jika didapatkan nilai thitung > ttabel, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa Ha diterima dan Ho ditolak. Pengambilan keputusan juga bisa dilihat dari nilai signifikansinya. Jika nilai signifikansinya lebih dari 0,05 maka Ho diterima, sedangkan jika nilai signifikansinya kurang dari 0,05 maka Ho ditolak (Priyatno 2010: 35).

3.6.3 Analisis Akhir

Analisis akhir digunakan untuk menganalisis data yang diperoleh setelah dilakukan penelitian. Analisis ini untuk menguji hasil belajar siswa pada materi sifat-sifat cahaya dari kelompok eksperimen dan kontrol setelah masing-masing kelompok mendapatkan perlakuan yang berbeda. Analisis akhir ini dilaksanakan saat semua data di lapangan telah terkumpul. Analisis akhir yang dilakukan yaitu analisis hasil belajar yang diuji secara empiris dan statistik.

Pada analisis akhir secara statistik, pengujian hipotesis pertama normalitas menyatakan data berdistribusi normal, maka analisis hasil belajar menggunakan statistik parametris menerapkan rumus independent sample t-test yang penghitungannya dilakukan dengan program SPSS versi 17. Menu yang digunakan yaitu analyze – compare means – independent samples t test. Untuk

mengetahui apakah Ha atau Ho diterima atau ditolak, yaitu dengan melihat nilai t dalam kolom t-test for equality of means. Nilai thitung dibandingkan dengan nilai ttabel. Jika didapatkan nilai thitung lebih besar daripada ttabel, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa Ha diterima dan Ho ditolak. Pengambilan keputusan bisa juga dilihat dari nilai signifikansinya. Jika nilai signifikansinya lebih dari 0,05 maka Ho diterima, sedangkan jika nilai signifikansinya kurang dari 0,05 maka Ho ditolak (Priyatno 2010: 35). Ketentuan di atas digunakan untuk menguji hipotesis dengan uji dua pihak (two tailed).

Apabila pengujian normalitas menyatakan data tidak berdistribusi normal, maka analisis hasil belajar menggunakan statistik nonparametris. Untuk pengujian hipotesis menggunakan U Mann Whitney, menu yang dipilih yaitu analyze –

nonparametrics tests – 2 independent samples. Untuk mengetahui apakah Ha atau

Ho diterima atau ditolak yaitu dengan melihat nilai pada kolom asymp. Sig. (2-tailed). Ketentuan dalam uji U Mann Whitney yaitu apabila Uhitung kurang dari Utabel atau nilai signifikansi kurang dari 0,05, maka Ho ditolak dan Ha diterima. Sebaliknya, apabila Uhitung lebih dari atau sama dengan Utabel atau nilai signifikansi lebih dari atau sama dengan 0,05, maka Ho diterima dan Ha ditolak.

Menurut Sugiyono (2014: 118), analisis akhir secara empiris menggunakan rumus:

Keterangan:

O1 =rata-rata nilai hasil tes awal kelas eksperimen O2 = rata-rata nilai hasil tes awal kelas kontrol

51 O3 = rata-rata nilai hasil tes akhir kelas eksperimen

O4 = rata-rata nilai hasil tes akhir kelas kontrol

Sementara itu, analisis statistik untuk uji keefektifan (hipotesis 2) menggunakan uji pihak kanan (Sugiyono 2014: 219). Untuk melakukan uji pihak kanan, harus mencari thitung terlebih dulu, kemudian dibandingkan dengan ttabel. Jika menggunakan software SPSS, maka menggunakan pengujian one sample t test. Langkah-langkahnya yaitu analyze - compare means - one sample t test. Dari pengujian menggunakan uji t ini akan diketahui perbedaan rata-rata nilai sampel di kelas eksperimen yang dibandingkan dengan rata-rata nilai sampel di kelas kontrol. Dengan pengambilan keputusan jika –ttabel≤thitung ≤ttabel, maka Ho diterima, artinya hasil belajar IPA materi sifat-sifat cahaya siswa kelas eksperimen tidak lebih baik daripada kelas kontrol. Jika –ttabel>thitung dan thitung> ttabel, maka Ho ditolak, artinya hasil belajar IPA materi sifat-sifat cahaya siswa kelas eksperimen lebih baik daripada kelas kontrol (Priyatno 2010: 31).

BAB 5

PENUTUP

Penutup merupakan kajian kelima dalam penelitian. Bab ini berisi

simpulan dan saran dari hasil penelitian. Simpulan dan saran dari hasil penelitian ini yaitu sebagai berikut.

5.1 Simpulan

Berdasarkan hasil dan pembahasan dari penelitian eksperimen yang berjudul “Keefektifan Metode Eksperimen terhadap Hasil Belajar Sifat-sifat Cahaya Siswa Kelas V SDN 1 Prigi Kabupaten Banjarnegara”, dapat dikemukakan simpulan penelitian sebagai berikut.

(1) Terdapat perbedaan hasil belajar IPA materi sifat-sifat cahaya siswa kelas V antara yang menggunakan metode pembelajaran eksperimen dengan yang menerapkan metode pembelajaran demonstrasi. Hal ini dibuktikan dengan data hasil penghitungan menggunakan rumus independent samples t test

melalui program SPSS versi 17 yang menunjukkan nilai thitung= 2,648, ttabel = 2,020, dan nilai signifikansi sebesar 0,011. Artinya thitung > ttabel dan nilai signifikansi < 0,05. Dengan demikian maka Ho1 ditolak dan Ha1 diterima. (2) Hasil belajar IPA materi sifat-sifat cahaya siswa kelas V yang menggunakan

metode pembelajaran eksperimen lebih efektif daripada yang menggunakan metode pembelajaran demonstrasi. Hal ini ditunjukkan dengan uji hipotesis secara empiris yang menunjukkan bahwa tingkat keefektifan sebesar 8,85.

83 Selain itu juga dengan perolehan uji pihak kanan dengan one sample t test

yang menunjukkan bahwa thitung = 3,588 ttabel = 2,086 dan nilai signifikansi 0,002. Artinya bahwa thitung > ttabel dan nilai signifikansi < 0,05. Dengan demikian maka Ho2 ditolak dan Ha2 diterima.

5.2 Saran

Berdasarkan simpulan yang telah dipaparkan, bahwa metode pembelajaran eksperimen terbukti efektif meningkatkan hasil belajar siswa pada pembelajaran IPA materi sifat-sifat cahaya, sehingga disarankan:

5.2.1 Bagi Guru

Guru hendaknya mulai menggunakan metode eksperimen dalam pembelajaran. Hal ini didasarkan pada hasil penelitian, dimana metode pembelajaran eksperimen efektif untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Sementara itu, dalam rangka mendapatkan hasil belajar siswa yang lebih maksimal dalam penerapan metode pembelajaran eksperimen pada mata pelajaran IPA, guru disarankan untuk:

(1) Membimbing siswa dalam kegiatan diskusi. Dalam kegiatan diskusi, meskipun antaranggota dalam sebuah kelompok sudah saling memotivasi, tetap saja ada beberapa siswa yang kurang termotivasi untuk mencari pengetahuan dan pasif berpartisipasi. Oleh karena itu, guru perlu membimbing siswa dalam kegiatan diskusi, sehingga siswa mampu berpartisipasi aktif dan termotivasi untuk mencari dan membangun pengetahuannya sendiri.

(2) Memberikan pengarahan kepada siswa untuk bersikap sportif atas keputusan guru, sehingga siswa tidak mengeluh atau menggerutu.

(3) Menjelaskan tata cara pelaksanaan pembelajaran dengan metode eksperimen secara rinci dan jelas, agar siswa benar-benar memahami tata cara pelaksanaan model pembelajaran tersebut Dengan demikian, pembelajaran dapat berlangsung sesuai dengan yang direncanakan.

(4) Menambah pengetahuan mengenai metode dalam pembelajaran, terutama metode pembelajaran eksperimen. Dengan demikian, guru dapat lebih memahami tata cara pelaksanaan metode pembelajaran, sehingga pembelajaran berjalan lancar dan dapat mencapai tujuan yang diharapkan.

5.2.2 Bagi Sekolah

Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode pembelajaran eksperimen lebih efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa daripada metode pembelajaran demonstrasi dalam pembelajaran IPA di SDN 1 Prigi Kabupaten Banjarnegara, oleh karena itu kepada pihak sekolah disarankan untuk:

(1) Memberikan fasilitas dan kelengkapan yang mendukung metode pembelajaran eksperimen baik bagi guru maupun siswa. Fasilitas dan kelengkapan yang dimaksud antara lain media pembelajaran, sumber belajar yang memadai, dan buku-buku relevan yang dapat digunakan guru untuk lebih memahami metode pembelajaran eksperimen.

Memberikan sosialisasi kepada guru-guru kelas mengenai metode pembelajaran eksperimen. Melalui sosialisasi, diharapkan semua guru kelas mengetahui bahwa metode pembelajaran eksperimen efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa. Dengan demikian, guru kelas dapat menerapkan metode tersebut di kelas lain untuk meningkatkan hasil belajar siswa.

Dokumen terkait