HASIL DAN PEMBAHASAN
3. Uji Multikolonearitas
4.2.4 Pengujian Hipotesis
4.2.4.3 Uji Koefisien Determinasi (Uji R²)
Dalam penelitian ini dapat diketahui berapa besar variabel Pelatihan (X1) dan Pengembangan (X2) mampu menjelaskan variabel Efektivitas Kerja (Y). Melalui koefisien determinasi (R²) dapat dilihat pada Tabel 4.14 berikut:
Tabel 4.14
Hasil Uji Koefisien Determinasi (R²)
Model Summaryb Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Durbin-Watson 1 .737a .544 .528 1.45426 2.340
a. Predictors: (Constant), Pengembangan, Pelatihan b. Dependent Variable: Efektivitas_Kerja
Sumber: Pengolahan SPSS (2015)
Berdasarkan Hasil Uji Determinasi (R²) pada Tabel 4.14 diketahui bahwa nilai Adjusted R Square adalah sebesar 0,528 artinya, variabel Pelatihan (X1) dan variabel Pengembangan (X2), mampu menjelaskan variabel Efektivitas Kerja (Y) sebesar 52,8% sedangkan sisanya sebesar 47,2% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain seperti Kompetensi, Pengawasan, Lingkungan Kerja, dan Kompensasi yang tidak diikutsertakan dalam penelitian ini.
4.3 Pembahasan
4.3.1 Pengaruh Pelatihan Terhadap Efektivitas Kerja
Dalam upaya meningkatkan kompetensi karyawan terutama meningkatkan keterampilan kerja sangat diperlukan suatu pelatihan yang terarah dan berkesinambungan. Dengan pelatihan yang terarah dan berkesinambungan diharapkan karyawan dapat bekerja lebih efektif sehingga memberikan hasil kerja yang memuaskan. Ruky (2003:124) menyatakan bahwa pelatihan adalah sebagai usaha untuk meningkatkan kinerja karyawan dalam pekerjaannya sekarang atau dalam pekerjaan lain yang akan dijabatnya segera. Dari pernyataan tersebut, menunjukkan bahwa pelatihan memiliki peran penting dalam meningkatkan kinerja karyawan termasuk didalamnya efektivitas kerja, karena jika karyawan
bekerja dengan efektivitas yang tinggi tentunya kinerjanya secara keseluruhan akan meningkat.
Hasil pengujian secara parsial menunjukkan bahwa pelatihan berpengaruh positif dan signifikan terhadap efektivitas kerja pada PT. Duta Agung Group Medan. Hal ini menunjukkan bahwa jika pelatihan ditingkatkan, maka akan mendorong karyawan mampu bekerja dengan efektif. Semakin bagus pelatihan yang diberikan maka semakin efektif karyawan bekerja. Hal ini umumnya karena dengan memberikan pelatihan kepada karyawan dapat meningkatkan kemampuan karyawan dibidangnya terutama meningkatkan keterampilan karyawan terlebih sebagian besar karyawan PT. Duta Agung Group Medan bertugas dilapangan mengerjakan berbagai proyek perusahaan sehingga keterampilan teknis yang dimiliki karyawan akan sangat berdampak pada efektivitas kerjanya.
Secara umum program pelatihan yang diadakan perusahaan sudah cukup baik, dimana masing-masing bidang dalam perusahaan diberikan berbagai pelatihan terutama untuk bagian lapangan. Diharapkan dengan pelatihan yang diberikan karyawan akan bekerja dengan efektif sehingga berbagai target yang ditentukan perusahaan dapat tercapai dengan baik. Hal ini juga tergambar dari deskripsi jawaban responden yang secara umum menunjukkan jawaban “Setuju” untuk berbagai item pernyataan dalam kuesioner namun demikian, masih ditemukan kekurangan-kekurangan dalam program pelatihan yang diberikan terutama menyangkut keseriusan peserta dalam mengikuti pelatihan, kemampuan peserta dalam memahami dan menerapkan berbagai materi yang diberikan, serta
kebutuhan karyawan. Dengan berbagai kekurangan-kekurangan tersebut, dalam pelaksanaan kerja masih ditemukan berbagai kendala terutama menyangkut ketepatan waktu dalam menyelesaikan suatu proyek, karena beberapa karyawan masih kurang terampil dibidangnya sehingga sering harus membutuhkan arahan maupun bantuan dari rekan kerjanya yang lebih terampil.
Hasil penelitian ini, sesuai dengan pendapat yang dikemukakan oleh Nitisemito, (2002: 68) yang menyatakan bahwa pelatihan merupakan suatu kegiatan perusahaan yang bermaksud untuk dapat memperbaiki dan mengembangkan keterampilan, sikap, tingkah laku, dan pengetahuan dari para karyawan sesuai dengan keinginan dari perusahaan yang bersangkutan. Selanjutnya hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh
Noviantoro, Djatmiko (2009) hasil penelitiannya menunjukkan bahwa pelatihan dan pengembangan serta kompensasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai pada PT Perusahaan Perkebunan London Sumatra Indonesia Tbk, Medan.
4.3.2 Pengaruh Pengembangan Terhadap Efektivitas Kerja
Dalam menghadapi berbagai perubahan yang bergerak dinamis, seperti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sangat pesat, perubahan berbagai aturan pemerintah, perubahan perilaku konsumen serta menghadapi persaingan yang semakin kompetitif, perusahaan dituntut untuk senantiasa menyesuaikan diri dengan berbagai perubahan tersebut, salah satu upaya yang harus dilakukan adalah melakukan pengembangan diberbagai bidang terutama pengembangan sumber daya manusia atau karyawannya agar dapat menghadapi berbagai tantangan dimasa sekarang maupun dimasa mendatang.
Pengembangan merupakan penyiapan manusia atau karyawan untuk menyiapkan kemampuan intelektual yang diperlukan untuk memikul tanggung jawab lebih tinggi dalam suatu organisasi atau perusahaan. Menurut Saydam (2000: 496), “Pengembangan sumber daya manusia merupakan kegiatan yang harus dilaksanakan organisasi, agar pengetahuan (knowledge), kemampuan (ability), keterampilan (skill) mereka sesuai dengan tuntutan pekerjaan yang mereka lakukan. Dengan kegiatan pengembangan ini, maka diharapkan dapat memperbaiki dan mengatasi kekurangan dalam melaksanakan pekerjaan dengan lebih baik, sesuai dengan perkembangan ilmu dan teknologi yang digunakan oleh organisasi.”
Hasil pengujian secara parsial pengembangan yang dilakukan PT. Duta Agung Group Medan menunjukkan pengaruh yang bernilai positif dan signifikan terhadap efektivitas kerja. hal ini menunjukkan bahwa program pengembangan karyawan yang dilakukan telah mampu mendorong karyawan untuk bekerja dengan lebih efektif sehingga dengan meningkatnya pengembagan yang dlakukan maka efektivitas kerja akan meningkat secara signifikan. . Program pengembangan karyawan pada PT. Duta Agung Group Medan secara umum sudah cukup bagus seperti memperhatikan perbedaan individu karyawan seperti latar belakang pendidikan, pengalaman kerja, dan kemampuan karyawan dalam program pengembangan sehingga pengembangan yang diberikan disesuaikan dengan kebutuhan karyawan dan perusahaan serta adanya motivasi karyawan untuk mengembangkan kompetensinya secara mandiri. Hal ini terlihat dari
menyatakan “Setuju” untuk pernyataan yang diajukan dalam kuesioner hal ini menunjukkan bahwa mayoritas responden memberikan penilaian yang positif terhadap pengembangan karyawan yang dilakukan perusahaan, namun demikian, masih ditemukan hal-hal yang dinilai masih kurang oleh beberapa responden terutama hubungan pengembangan dengan analisis jabatan, sebagian responden menilai terkadang program pengembangan yang diberikan perusahaan tidak berorientasi pada karir dimasa mendatang, karena pengembangan yang dilakukan kurang terencana namun lebih kepada pemenuhan kebutuhan perusahaan, artinya perencanaan karir karyawan sulit dilakukan karena sangat bergantung pada kondisi dan perkembangan perusahaan dimasa mendatang.
Secara umum hasil penelitian ini sesuai dengan pendapat yang dikemukakan oleh Hasibuan (2002: 87) yang menyatakan bahwa tujuan pengembangan diantaranya adalah untuk meningkatkan produktivitas kerja, efisiensi, meminimalisir kecelakaan kerja, meningkatkan pelayanan pada konsumen, serta kebijakan meningkatkan karir karyawan.
Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Novi Syahrifadilla (2008) hasil penelitiannya menunjukkan bahwa secara parsial pengembangan karyawan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan pada PT. Carsurindo Superintendent. Serta penelitian yang dilakukan oleh Nadeem Ahmed Bashir (2012) yang menyatakan bahwa bahwa pelatihan dan pengembangan berpengaruh positif dan signifikan terhadap manfaat yang diterima karyawan dan perusahaan.
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN