BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Deskripsi Data
Data dalam penelitian ini meliputi data awal dan data hasil eksperimen.
Data awal berupa tes prestasi awal materi pokok Lingkaran dan angket minat belajar matematika siswa. Data hasil eskperimen adalah data hasil tes prestasi belajar matematika pada materi pokok geometri, data angket minat belajar matematika siswa, dan data tes skala Likert kecerdasan emosional siswa.
Data hasil eksperimen diperoleh dengan instrumen yang sebelumnya telah dilakukan uji coba. Berikut adalah uraian tentang data-data penelitian.
1. Uji Keseimbangan a. Data Prestasi Awal
Data ini diperoleh dari tes prestasi yang terdiri dari 15 butir pilihan ganda pada materi pokok lingkaran. Tes prestasi dibuat berdasarkan indikator pada materi pokok lingkaran. Materi ini dipilih karena diajarkan sebelum materi pokok yang diuji pada penelitian ini. Tes dikonsultasikan pada salah satu guru SMP kelas VIII, yaitu Sukarmin, S.Pd dan tidak dilakukan uji coba mengingat waktu yang tidak cukup untuk melakukan uji coba dan analisis butir soal. Soal tes prestasi awal dapat dilihat pada Lampiran 6.
b. Data Minat Belajar Matematika Siswa Awal
Data ini diperoleh dari angket minat belajar matematika siswa.
Namun sebelum angket ini digunakan, terlebih dahulu dilakukan uji validasi dan uji coba. Hasil uji validasi dan uji coba adalah sebagai berikut.
1) Uji Validitas
Validitas yang diuji adalah validitas isi yang dilakukan oleh dua orang yaitu dosen Universitas Muhammadiyah Surakarta yaitu Muhammad Toyib, S.Pd dan guru Bahasa Indonesia, yaitu Joko Purwanto, S.Pd. Angket yang diajukan kepada validator terdiri dari 32 butir dan semua butir dinyatakan valid dengan beberapa catatan untuk direvisi.
62 commit to user
Validator pertama memberi beberapa catatan. Pada aspek kesesuaian butir soal dengan indikator, semua soal dinyatakan sesuai dengan indikator.
Pada aspek telaah yang lain, semua butir soal juga dinyatakan sesuai dengan kriteria yang ditelaah. Namun, terdapat beberapa saran pembetulan pada penulisan kata yang tidak sempurna, misalnya kelebihan atau kekurangan huruf.
Validator kedua memberi beberapa catatan, diantaranya adalah pada aspek kesesuaian perumusan butir soal dengan kaidah bahasa Indonesia.
Penelaahan aspek ini meliputi pemilihan kata yang tepat yang sesuai dengan bahasa baku, penggunaan tanda baca koma dan huruf kapital, serta penyusunan kalimat. Pada aspek pilihan jawaban sesuai dengan urutan logis pemberian skor, terdapat beberapa pilihan jawabaan yang tidak sesuai dengan urutan logis pemberian skor yaitu butir nomor 3, 9, dan 25. Oleh karena itu, pilihan jawaban harus diurutkan kembali sesuai dengan urutan logis pemberian skor. Pada aspek penggunaan bahasa yang komunikatif, nomor 1, 5, 10, 12, 15, 20, 21, 22, dan 26 terdapat catatan untuk direvisi dengan bahasa yang lebih komunikatif sesuai dengan saran validator. Hasil validasi dapat dilihat pada Lampiran 10 dan 11.
2) Uji Konsistensi Internal
Uji ini menggunakan rumus korelasi momen produk dari Karl Pearson sehingga diperoleh 25 butir yang konsisten internal. Sebanyak 7 butir tidak konsisten internal karena memiliki nilai ⹐껈Ė kurang dari 0,3. Nilai
⹐껈Ė butir nomor 1 adalah -0,0321; nomor 4 adalah 0,2179; nomor 6 adalah 0,2326; nomor 14 adalah 0,2683; nomor 19 adalah 0,1428; nomor 20 adalah 0,0633; dan nomor 26 adalah 0,2980. Ketujuh soal tersebut untuk selanjutnya dibuang. Namun demikian, semua indikator telah terwakili oleh butir-butir soal yang konsisten. Berdasarkan uji konsistensi interal tersebut, butir soal yang dipakai dalam penelitian ini sebanyak 25 butir soal yaitu nomor 2, 3, 5, 7, 8, 9, 10, 11,12, 13, 15, 16, 17, 18, 21, 22, 23, 24, 25, 27, 28, 29, 30, 31, dan 32. Hasil perhitungan konsistensi internal selengkapnya dapat dilihat pada Lampiran 14. commit to user
3) Uji Reliabilitas
Uji Realibilitas ini menggunakan rumus Alpha pada 25 butir soal yang dipakai sehingga diperolah ⹐侨侨= 0,8992. Dengan nilai tersebut, instrumen ini termasuk reliabel karena memiliki nilai ⹐侨侨 0,7. Hasil perhitungan reliabilitas selengkapnya dapat dilihat pada Lampiran 14.
c. Uji Keseimbangan Rata-rata
Data hasil tes prestasi awal dan angket minat tersebut selanjutnya digunakan untuk menguji keseimbangan antara kedua kelas eksperimen.
Namun, sebelum melakukan uji keseimbangan, dilakukan uji normalitas multivariat awal dan homogenitas matriks variansi-kovariansi awal.
1) Uji Normalitas Multivariat Awal
a) Uji Normalitas Multivariat Awal Populasi
Data yang diperoleh dari tes prestasi awal dan minat belajar siswa awal sebelum diberi perlakuan, diuji apakah memenuhi syarat normal multivariat. Hasil yang diperoleh adalah sebagai berikut.
Tabel 4.1 Hasil Uji Normalitas Multivariat Awal Populasi
c2(2; 0,05) Persentase Nilai d2
Keputusan Uji d2 ≤ c2(2; 0,05) d2 > c2(2; 0,05)
5,991 97,222% 2,778% H0 tidak ditolak
Berdasarkan hasil uji normalitas multivariat diatas, diperoleh bahwa hanya ada 2,778% dari nilai d2 yang bernilai lebih dari c2(2; 0,05)
artinya, pada taraf signifikansi 5%, data tes prestasi awal dan minat belajar siswa berdistribusi normal multivariat. Hasil uji normalitas multivariat awal populasi selengkapnya dapat dilihat pada Lampiran 16.
b) Uji Normalitas Multivariat Awal Setiap Kelompok
Populasi dikelompokkan menjadi dua, kemudian kedua kelompok akan dikenai perlakuan yang berbeda. Data tes prestasi awal dan minat belajar siswa setiap kelompok sebelum diberi perlakuan, diuji apakah memenuhi syarat normal multivariat. Hasil yang diperoleh adalah sebagai
berikut. commit to user
Tabel 4.2 Hasil Uji Normalitas Multivariat Awal Setiap Kelompok
Kelompok c2(2; 0,05) Persentase Nilai d2
Keputusan Uji d2 ≤ c2(2; 0,05) d2 > c2(2; 0,05)
I 5,991 97,222% 2,778% H0 tidak ditolak
II 5,991 97,222% 2,778% H0 tidak ditolak
Berdasarkan hasil uji normalitas multivariat di atas, untuk kelompok eksperimen I diperoleh bahwa ada 2,778% nilai d2 yang lebih dari c2(2; 0,05) artinya, pada taraf signifikansi 5%, data tes prestasi awal
dan minat belajar siswa awal kelompok eksperimen I berdistribusi normal multivariat. Untuk kelompok eksperimen II diperoleh bahwa nilai d2 yang lebih dari c2(2; 0,05) sebanyak 2,778% artinya, pada taraf signifikansi 5%, data tes prestasi awal dan minat belajar siswa kelompok eksperimen II juga berdistribusi normal multivariat. Hasil perhitungan uji normalitas multivariat awal untuk setiap kelompok selengkapnya dapat dilihat pada Lampiran 17 dan 18
2) Uji Homogenitas Matriks Variansi–Kovariansi Awal.
Untuk menguji syarat ini dipergunakan statistik uji Box-M. Hasil yang diperoleh adalah sebagai berikut.
Tabel 4.3 Hasil Uji Homogenitas Matriks Variansi – Kovariansi Awal
Kelompok Matriks Variansi
Kovariansi c2hitung c2(3;
0,05)
Keputusan Uji
I 235 286 1 465
1 465 98 601
, ,
, ,
é ù
ê ú
ë û
0,056 7,815 H0 diterima
II 333 864 19 819 19 819 96 394
, ,
, ,
é - ù
ê- ú
ë û
Uji homogenitas matriks variansi kovariansi memberikan hasil yaitu nilai dari c2hitung ≤ c2(3;0,05) artinya, dengan taraf signifikansi 5%, matriks variansi-kovariansi untuk variabel prestasi belajar dan minat belajar matematika siswa pada setiap kelompok adalah homogen. Hasil Perhitungan uji homogenitas matriks variansi-kovariansi awal selengkapnya dapat dilihat pada Lampiran 19. commit to user
3) Uji Keseimbangan rata-rata
Hasil digunakan uji F dengan statistik Hotelling’s T2 diperoleh adalah sebagai berikut.
Tabel 4.4 Hasil Uji Keseimbangan Menggunakan Uji F
Klp. W S F F(0,05;2;141)
Keputusan uji
I 16.705,319 104,014
104,014 7000,653 284,575 9,177
9,177 97,497 1,574 3,00 H0 diterima
II 23.704,319 1.407,153
1.407,153 6.843,986
Berdasarkan tabel di atas diperoleh nilai F sebesar 1,574. Daeerah kritis DK = {F | F > 3,00 } sehingga F bukan merupakan anggota daerah kritis akibatnya H0 diterima. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa Kedua populasi memiliki kondisi awal yang seimbang. Hasil perhitungan uji keseimbangan rata-rata selengkapnya dapat dilihat pada Lampiran 20.
2. Data Kecerdasan Emosional Siswa
Data ini diperoleh dengan menggunakan intrumen berupa skala Likert.
Namun sebelum instrumen ini digunakan, terlebih dahulu dilakukan uji validasi dan uji coba. Hasil uji validasi dan uji coba adalah sebagai berikut.
a. Uji Validitas
Validitas yang diuji adalah validitas isi yang dilakukan oleh dua orang yaitu dosen Universitas Muhammadiyah Surakarta yaitu Muhammad Toyib, S.Pd dan guru Bahasa Indonesia yaitu Joko Purwanto, S.Pd. Angket yang diajukan kepada validator terdiri dari 60 butir dan semua butir dinyatakan valid dengan beberapa catatan untuk direvisi.
Validator pertama memberi beberapa catatan. Pada aspek kesesuaian butir soal dengan indikator, semua soal dinyatakan sesuai dengan indikator.
Pada aspek telaah yang lain, semua butir soal juga dinyatakan sesuai dengan kriteria yang ditelaah. Namun, terdapat beberapa saran pembetulan pada penulisan kata yang tidak sempurna, misalnya kelebihan atau kekurangan
huruf. commit to user
Validator kedua memberi beberapa catatan, diantaranya adalah pada aspek telaah kesesuaian butir soal dengan indikator, terdapat dua butir soal yang redaksionalnya sama namun digunakan untuk mengukur dua indikator yang berbeda. Butir soal tersebut adalah butir nomor 6 dan 43. Oleh karena itu disarankan untuk membuat butir soal yang redaksionalnya berbeda yang mengukur masing-masing indikator yang diinginkan. Pada aspek telaah kesesuaian perumusan butir soal dengan kaidah bahasa Indonesia terdapat beberapa catatan yaitu pemilihan kata yang tepat yang sesuai dengan bahasa baku, penggunaan tanda baca koma dan huruf kapital, serta penyusunan kalimat. Pada telaah aspek penggunaan bahasa yang komunikatif, nomor 50 dan 58 terdapat catatan untuk direvisi dengan bahasa yang lebih komunikatif sesuai dengan saran validator.
Dari 63 butir soal yang telah ditelaah, selanjutnya direvisi. Namun, penelitian ini hanya mengambil 60 butir soal dari soal yang telah ditelaah tersebut untuk diuji coba. Butir soal yang ditidak diuji cobakan adalah butir soal nomor 6, 10, dan 53. Butir soal nomor 6 tidak dipakai karena mempunyai redaksional sama dengan butir soal nomor 43 dan keduanya mengukur indikator yang sama, serta pada indikator yang diukur oleh butir soal nomor 6, terdapat dua butir lain yang mewakili. Hasil validasi dapat dilihat pada Lampiran 23 dan 24.
b. Uji Konsistensi Internal
Uji ini menggunakan rumus korelasi momen produk dari Karl Pearson.
Sebanyak 24 butir tidak konsisten internal karena memiliki nilai ⹐껈Ė kurang dari 0,3. Nilai ⹐껈Ė butir nomor 3 adalah 0,2953; nomor 4 adalah 0,084; nomor 6 adalah 0,2555; nomor 17 adalah 0,0727; nomor 19 adalah 0,0350; nomor 22 adalah 0,1233; nomor 24 adalah 0,1685; nomor 25 adalah 0,1457; nomor 29 adalah 0,1601; nomor 30 adalah -0,4030; nomor 33 adalah 0,0766 ; nomor 34 adalah 0,2935; nomor 35 adalah 0,2478; nomor 39 adalah 0,0978; nomor 41 adalah 0,0435 ; nomor 42 adalah 0,1824; nomor 43 adalah -0,2169; nomor 46 adalah -0,1689 ; nomor 50 adalah 0,1646; nomor 51 adalah -0,1868; nomor 52 adalah 0,28836; nomor 54 adalah 0,1349; nomor 56 adalah -0,4279, dan commit to user
nomor 57 adalah 0,0352. Kedua puluh empat butir soal tersebut untuk selanjutnya tidak dipakai. Namun demikian, semua indiator telah terwakili oleh butir-butir soal yang konsisten. Berdasarkan uji konsistensi internal tersebut, butir soal yang dipakai dalam penelitian ini adalah sebanyak 36 butir yaitu butir nomor 1, 2, 5, 7, 8, 9, 10, 11, 12, 13, 14, 15, 16, 18, 20, 21, 23, 26, 27, 28, 31, 32, 36, 37, 38, 40, 44, 45, 47, 48, 49, 53, 55, 58, 59, 60. Hasil perhitungan konsistensi internal selengkapnya dapat dilihat pada Lampiran 27.
c. Uji Reliabilitas
Uji Realibilitas ini menggunakan rumus Alpha dari 36 butir soal yang dipakai sehingga diperolah ⹐侨侨= 0,9011. Dengan nilai tersebut, instrumen ini termasuk reliabel karena memiliki nilai ⹐侨侨 0,7. Hasil perhitungan reliabilitas selengkapnya dapat dilihat pada Lampiran 27.
3. Data Hasil Penelitian
Data prestasi diperoleh dari tes prestasi belajar matematika siswa.
Namun sebelum tes ini digunakan, terlebih dahulu dilakukan uji validasi dan uji coba. Hasil uji validasi dan uji coba adalah sebagai berikut.
1) Uji Validitas
Validitas yang diuji adalah validitas isi yang dilakukan oleh dua orang guru matematika yaitu guru SMP Negeri 1 Sragen yaitu Yuli Setyorini, S.Pd dan guru SMP Negeri 2 Sidoharjo, Sragen, yaitu Sukarmin, S.Pd.
Instrumen tes terdiri dari 32 butir dengan 32 butir dinyatakan valid dengan beberapa catatan untuk direvisi. Hasil validasi dapat dilihat pada Lampiran 30 dan 31.
2) Uji Tingkat Kesukaran Butir Soal
Hasil uji coba instrumen tes prestasi belajar matematika menunjukkan bahwa dari 32 butir soal uji coba ada 8 butir soal yang tingkat kesukarannya (P) diluar 0 30, £ £P 0 70, . Nilai P pada soal nomor 2 adalah 0,9429; nomor 6 adalah 0,7429; nomor 10 adalah 0,7429; nomor 11 adalah 0,7143; nomor 15 adalah 0,8286; dan nomor 30 adalah 0,7143. Keenam butir tersebut mempunyai nilai diatas 0,70 berarti butir-butir soal tersebut commit to user
termasuk ke dalam butir soal mudah. Nilai P pada nomor 24 adalah 0,2571, dan nomor 28 adalah 0,2571. Kedua butir tersebut mempunyai nilai dibawah 0,3 berarti butir-butir soal tersebut termasuk ke dalam butir soal sukar. Hasil perhitungan tingkat kesukaran butir soal selengkapnya dapat dilihat pada Lampiran 36.
3) Uji Daya beda
Hasil perhitungan daya beda butir tes menunjukkan bahwa dari 32 butir soal yang diuji cobakan ada 3 butir soal yang tidak memenuhi kriteria karena memiliki nilai ⹐껈Ė kurang dari 0,3. Nilai ⹐껈Ė pada nomor 12 adalah 0,0330; nomor 20 adalah -0,07863; dan nomor 32 adalah 0,0185. Ketiga butir soal tersebut untuk selanjutnya dibuang. Hasil perhitungan daya beda selengkapnya dapat dilihat pada Lampiran 36.
Berdasarkan uji tingkat kesukaran butir soal dan daya beda terdapat 11 butir soal yang tidak dipakai yaitu butir soal nomor 2, 6, 10, 11, 12, 15, 20, 24, 28, 30, dan 32. Butir nomor 11 dan 12 mewakili indikator pencapaian kompetensi yang sama pada kisi-kisi penulisan tes prestasi, yaitu indikator:
menemukan rumus luas permukaan kubus, balok, limas, dan prisma tegak.
Apabila kedua butir soal tidak dipakai maka indikator tersebut tidak terwakili dalam soal. Oleh karena itu, peneliti mengambil salah satu diantara kedua butir tersebut yang lebih baik untuk dipakai.
Nilai daya beda butir nomor 11 yaitu 0,3809 sedangkan butir nomor 12 adalah 0,0330 dan nilai tingkat kesukaran butir nomor 11 adalah 0,7143.
Berdasarkan hal tersebut maka butir soal yang dipilih adalah butir soal nomor 11 karena memiliki nilai daya beda yang lebih baik dan sesuai kriteria serta memiliki nilai tingkat kesukaran yang dekat dengan kriteria. Dengan demikian butir soal yang dipakai dalam penelitian ini ada 22 butir yaitu butir commit to user
soal nomor 1, 3, 4, 5, 7, 8, 9, 11, 13, 14, 16, 17, 18, 19, 21, 22, 23, 25, 26, 27, 29, dan 31.
4) Uji Reliabilitas
Dari hasil uji coba tersebut diperoleh ⹐侨侨= 0,8723 berarti dapat dikatakan bahwa tes prestasi tersebut reliabel. Hasil perhitungan reliabilitas selengkapnya dapat dilihat pada Lampiran 36.
Data minat diperoleh dari angket minat belajar matematika siswa.
Data kecerdasan emosional siswa diperoleh dari skala Likert. Rataan hasil tes prestasi, hasil angket minat belajar, dan hasil skala Likert kecerdasan emosional siswa adalah sebagai berikut.
Tabel 4.5 Rataan Data Hasil Penelitian
Model Pembela-jaran
Kecerdasan Emosional Rataan
marginal Prestasi
Rataan marginan
Minat
Tinggi Sedang Rendah
Prestasi Minat Prestasi Minat Prestasi Minat Model
ARCS 78.83333 79.83333 70.45833 68 65.625 63.83333 71.6388889 70.55556 Model
ARIAS 83.29167 81 79.16667 81.83333 69.91667 72.5 77.4583333 78.44444 Rataan
Marginal 81.0625 80.41667 74.8125 74.91667 67.77083 68.16667