METODOLOGI PENELITIAN
B. Metode Penentuan Sampel
2. Uji Kualitas Data
da u
1.
is dan skewness
(kemencengan distribusi), Ghozali (2005:19).
2. Uji Kualitas Data
Untuk melakukan uji kualitas data atas data primer ini, maka
gunakan uji validitas dan reliabilitas.
mengukur sah atau tidak suatu
kuesioner dikatakan valid jika pertanyaan pada
yaan. Apabila Pearson
g didapat memiliki nilai di bawah 0,05 berarti data
s digunakan untuk mengukur konsistensi jawaban
responden. Suatu kuesioner dikatakan reliable jika jawaban tode Analisis
Metode analisis data menggunakan statistik deskriptif, uji kualitas
ta, uji as msi klasik dan uji hipotesis.
Statistik Deskriptif
Statistik deskripstif memberikan gambaran atau deskripsi suatu
data yang dilihat dari nilai rata-rata (mean), standar deviasi, varian,
maksimum, minimum, sum, range, kurtos
peneliti meng
a. Uji Validitas
Uji validitas digunakan untuk
kuesioner. Suatu
kuesioner mampu mengungkapakan sesuatu yang akan diukur oleh
kuesioner tersebut. Pengujian validitas ini menggunakan Pearson
Correlation yaitu dengan cara menghitung korelasi antara nilai yang diperoleh dari pertanyaan-pertan
Correlation yan
yang diperoleh adalah valid (Ghozali, 2005:45).
b. Uji Reliabilitas
Uji reliabilita
seseorang terhadap pertanyaan adalah konsisten atau stabil dari
waktu ke waktu. Pengukuran reliabilitas dapat dilakukan dengan 2
cara yaitu:
1) Repeated Measure atau pengukuran ulang.
2) One Shot atau pengukuran sekali saja, pengukurannya hanya sekali dan kemudian hasilnya dibandingkan dengan pertanyaan
lain atau mengukur korelasi antar jawaban pertanyaan.
Kriteria pengujian dilakukan dengan menggunakan pengujian
a (α). Suatu variabel dikatakan reliable jika
3. Uji As U penelit heteros . lantion el
multikolonieritas dilihat dari nilai tolerance dan
Variance Inflantion Factor (VIF) serta besaran korelasi antar variabel Cronbach Alph
memberikan nilai Cronbach Alpha > 0,60 (Ghozali 2005:45-55).
umsi Klasik
ntuk melakukan uji asumsi klasik atas data primer ini, maka
i melakukan uji multikolonieritas, uji normalitas dan uji
kedastisitas
a. Uji Multikolonieritas
Uji Multikolinearitas bertujuan untuk menguji apakah model regresi
ditemukan adanya korelasi antar variabel independen. Uji
multikolonieritas dilihat dari nilai tolerance dan Variance Inf
Factor (VIF) (Ghozali, 2005:91). Jika terjadi korelasi, maka dinamakan terdapat problem multikoliniearitas (multiko). Model
regresi yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi di antara variab
independen. Uji
in
ka tolerance mendekati 1, sedangkan jika dilihat
si antar variabel independen, maka suatu model
b.
c.
m suatu
terjadi ketidaksamaan variance dari residual satu dependen (Ghozali, 2005:91). Suatu model regresi dapat dikatakan
bebas multiko jika mempunyai nilai VIF di sekitar angka 1 dan
mempunyai ang
dengan besaran korela
regresi dapat dikatakan bebas multiko jika koefisien korelasi antar
variabel independen haruslah lemah (dibawah 0,5). Jika korelasinya
kuat, maka terjadi problem multiko, Santoso (2004:203-206).
Uji Normalitas
Uji normalitas bertujuan untuk mengukur apakah di dalam model
regresi variabel independen dan variabel dependen keduanya
mempunyai distribusi normal atau mendekati normal. Model regresi
yang baik adalah memiliki distribusi normal atau mendekati normal.
Dalam penelitian ini, uji normalitas menggunakan Normal Probability
Plot (P-P Plot). Suatu variabel dikatakan normal jika gambar distribusi dengan titik-titik data yang menyebar di sekitar garis diagonal, dan
penyebaran titik-titik data searah mengikuti garis diagonal (Santoso,
2004:212).
Uji Heteroskedastisitas
Uji heteroskedastisitas bertujuan untuk menguji apakah dala
model regresi
pengamatan ke pengamatan yang lain. Uji heteroskedastisitas dapat
dilihat dengan menggunakan grafik plot antara nilai prediksi variabel
terikat (ZPRED) dengan residual (SRESID). Jika grafik plot
menunjukkan suatu pola titik seperti titik yang bergelombang atau
melebar kemudian menyempit, maka dapat disimpulkan bahwa telah
terjadi heteroskedastisitas. Tetapi jika grafik plot tidak membentuk
pola yang jelas, maka tidak terjadi heteroskedastisitas (Ghozali,
2005:105).
Hipotesis 4. Uji
itian ini diuji dengan menggunakan model
regr besa yan untu vari p suat inde waj dep
Rum erganda yang digunakan adalah sebagai berikut. Hipotesis dalam penel
esi berganda. Model regresi berganda bertujuan untuk memprediksi
r variabel dependen dengan menggunakan data variabel independen
g sudah diketahui besarnya (Santoso, 2004:163). Model ini digunakan
k menguji pengaruh dua atau lebih variabel independen terhadap
abel de enden dengan skala pengukuran interval atau rasio dalam
u persamaan linier (Indriantoro dan Supomo, 2002:211). Variabel
penden terdiri dari reformasi administrasi perpajakan, pengetahuan
ib pajak tentang perpajakan, kesadaran perpajakan. Sedangkan variabel
endennya adalah kepatuhan wajib pajak.
us regresi b
Y = Kepatuhan wajib pajak
a = Konstanta
X1 = Reformasi administrasi perpajakan
X2 = Pengetahuan dasar perpajakan Y = a + bДXД+ bЕXЕ+ bЖXЖ+ e
X3 = Penghasilan
b1, b2, b3, = Koefisien regresi untuk masing–masing variabel
independen
e = Standart Error
a. Koefisien Determinasi
Koefisien Determinasi (R²) pada intinya mengukur seberapa jauh
k mpua kan variasi variabel dependen.
Nilai koefi si adalah antara 0 (nol) dan 1 (satu). Nilai R²
y kecil independen dalam
m at terbatas. Nilai yang
m ekati ariabel-variabel independen memberikan
h
variabel dependen (Ghozali, 2005:83).
b.
Uji statistik t menunjukkan seberapa jauh pengaruh satu variabel
vidual dalam menerangkan variasi
igunakan untuk mengetahui ada atau tidaknya Pengujian hipotesis dilakukan melalui:
ema n model dalam menerang
sien determina
ang berarti kemampuan variabel-variabel
enjelaskan variasi variabel dependen am
end satu berarti v
ampir semua informasi yang dibutuhkan untuk memprediksi variasi
Uji statistik t
penjelas atau independen secara indi
variabel dependen dan d
pengaruh masing-masing variabel independen secara individual
terhadap variabel dependen yang diuji pada tingkat signifikansi 0,05
(Ghozali, 2005:84).
Menurut Santoso (2004:168) dasar pengambilan keputusan adalah
sebagai berikut:
1) Jika nilai probabilitas lebih besar dari 0,05, maka H0 diterima atau
Ha ditolak, ini berarti menyatakan bahwa variabel independen atau
k mempunyai pengaruh secara individual terhadap
c.
atistik F menunjukkan apakah semua variabel independen atau
beb
rhadap variabel dependen atau terikat. Uji statistik F
yan
var
2005:84). Menurut Santoso (2004:120) dasar pengambilan keputusan
1)
mpunyai pengaruh secara
bersama-ap variabel dependen atau terikat. bebas tida
variabel dependen atau terikat.
2) Jika nilai probabilitas lebih kecil dari 0,05, maka H0 ditolak atau
Ha diterima, ini berarti menyatakan bahwa variabel independen
atau bebas mempunyai pengaruh secara individual terhadap
variabel dependen atau terikat.
Uji statistik F
Uji st
as yang dimasukkan dalam model mempunyai pengaruh secara
bersama-sama te
digunakan untuk mengetahui pengaruh semua variabel independen
g dimasukkan dalam model regresi secara bersama-sama terhadap
iabel dependen yang diuji pada tingkat signifikan 0,05 (Ghozali,
adalah sebagai berikut:
Jika nilai probabilitas lebih besar dari 0,05, maka H0 diterima atau
Ha ditolak, ini berarti menyatakan bahwa semua variabel
independen atau bebas tidak me
sama terhad
2) Jika nilai probabilitas lebih kecil dari 0,05, maka H0 ditolak atau
Ha diterima, ini berarti menyatakan bahwa semua variabel
independen atau bebas mempunyai pengaruh secara bersama-sama
terhadap variabel dependen atau terikat.
asional Variabel Penelitian
ada bagian ini akan diuraikan definisi dari masing-masing variabel E. Oper
P
yang digunakan berikut dengan definisi operasional dan cara
pengu
1. Refo
Refo
perp g menjadi prioritas
m
(tiga
kepa
adm tiga, produktivitas aparat
perpajakan yang tinggi. Instrumen pengukuran variabel ini
dikembangkan oleh sofyan (2005) dan
2), ragu-ragu (3), setuju (4) sangat setuju (5).
kurannya.
rmasi administrasi perpajakan (X1)
rmasi perpajakan adalah perubahan yang mendasar disegala aspek
ajakan. Reformasi perpajakan yang sekaran
enyangkut modernisasi administrasi perpajakan jangka menengah
hingga enam tahun) dengan tujuan tercapainya, pertama, tingkat
tuhan sukarela yang tinggi. Kedua, kepercayaan terhadap
inistrasi perpajakan yang tinggi. Dan ke
menggunakan pertanyaan yang
digunakan oleh Satriyo (2009) Terdiri dari 5 (lima) item pertanyaan
dengan menggunakan skala likert 5 poin dari sangat tidak setuju (1),
tidak setuju (
2.
e
f. Pengetahuan tentang manfaat pajak.
Instrumen yang digunakan untuk mengukur pengetahuan
ng diadopsi dari
o
ikert lima poin
uju (2), ragu-Pengetahuan Dasar Wajib Pajak Tentang Perpajakan
Yaitu tingkatan sejauh mana wajib pajak memahami dan
mengetahui peraturan dan undang-undang yang berlaku, sehingga
mampu menyesuaikan perhitungan perpajakan dan dapat lebih
memahami dalam memenuhi kewajiban membayar pajak.Pengetahuan
perpajakan yang mempunyai indikator sebagai berikut:
a. Pendidikan terakhir yang t lah ditempuh Wajib Pajak.
b. Pendidikan perpajakan formal.
c. Pengetahuan tentang pajak.
d. Pengetahuan tentang peraturan perpajakan.
e. Pengetahuan tentang sanksi perpajakan.
perpajakan terdiri dari enam item pertanyaan ya
Noviani (2005) dan Wulandari (2008) yang telah dimodifikasi leh
peneliti, dimana masing-masing indikator terdiri dari tiga item
pertanyaan dengan menggunakan pertanyaan tertutup yaitu responden
memberikan jawaban yang telah disediakan. Masing-masing item
pertanyaan tersebut diukur dengan menggunakan skala L
dengan kategori jawaban sangat tidak setuju (1), tidak set
ragu (3), setuju (4) sangat setuju (5).
3. Kesadaran Pepajakan
Kesadaran perpajakan adalah suatu sikap sadar terhadap fungsi pajak,
inal, yaitu skala pengukuran yang
enyatakan kategori, kelompok, atau klasifikasi konstruk yang diukur
alam bentuk variabel.
k
berupa konstelasi komponen kognitif, afektif dan konatif, yang
berinteraksi dalam memahami, merasakan dan berprilaku terhadap
makna dan fungsi pajak. Kesadaran perpajakan berkonsekuensi logis
untuk wajib pajak, yaitu kerelaan wajib pajak memberikan kontribusi
dana untuk pelaksanaan fungsi perpajakan, dengan cara membayar
kewajiban pajaknya secara tepat waktu dan tepat jumlah. Instrumen
pengukuran variabel ini menggunakan pertanyaan yang dikembangkan
oleh Puspowarsito (2008:73), metode pengukuran yang digunakan
pada variable terikat adalah skala nom
m
d
4. Kepatuhan Wajib Paja
Kepatuhan wajib pajak adalah tingkah laku wajib pajak yang
memasukkan dan melaporkan pada waktunya informasi yang
diperlukan, mengisi secara benar jumlah pajak yang terutang, dan
membayar pajak pada waktunya, tanpa ada tindakan pemaksaan.
Pengukuran variabel ini menggunakan 11 item pertanyaan yang
digunakan oleh Muhamad Nur Gesang (2009), dengan menggunakan
skala likert dimana Setiap responden diminta untuk menjawab beberapa
butir pertanyaan yang berkaitan dengan 5 poin penilaian dari sangat
tidak setuju (1), tidak setuju (2), kurang setuju (3), setuju (4), dan
sangat setuju (5).
Tabel 3.1 Operasional Variabel
Variabel Sub Variabel Indikator No. Butir Skala an Pertanyaan Pengukur Reformasi Administrasi Perpajakan (X1) Andika Satriyo (2009) a. b. Jalur tugas pemeriksaan. c. d. Perubahan dan informasi. 3. Pemberian sanksi
5. Penilaian prestasi pegawai
3 5 l Pembenahan fungsi pelayanan dan pemeriksaan. pengawasan pelayanan dan Perubahan metode pelayanan dan pemeriksaan. metode operasi
1. Pembagian tugas yang jelas
2. Tindakan pelanggaran disiplin
4. Penyederhanaan prosedur
6. Penyederhanaan formulir 7. Fasilitas yang memadai
1 2 4 6 7 Ordina Pengetahuan Wajib Pajak H a. Penguasaan ilmu ahuan 1.
4. sas-asas pemungutan pajak 5. ndang-undang tentang tata
. Pengetahuan tentang sanksi
. Pengalaman 8 9 2 3 14 7 Ordinal Dasar-dasar perpajakan tentang Pepajakan (X2) Nur Imaniyah & Bestari Dwi andayan (2009) i b perpajakan . Penget 2. Fungsi pajak 3. Jenis-jenis pajak A U cara perpajakan 6 perpajakan 7 10 11 1 1 15 16 1 62
Va el Indikator No. Butir Pertanyaan
Skala Pengukuran riabel Sub Variab
Kesadaran Perpajakan (X3) Arief Ranhman sendiri b. epercay asyarakat 1. Mendaftarkan diri sebagai Wajib Pajak 2. Dorongan hati . Tidak mengharapkan hadiah rat kewajiban as 18 19 Ordinal (2008) dan Ratih Ruslia (2010) a. Dorongan diri K m
aan 5. Mempercayai apa pa
c. Hak dan Kewajiban
3. Tidak ada paksaan 4
jak
6. Sudah suatu kewajiban 7. Bangga menjadi WP
. Memahami hak dan 8 9. Rasa solidarit 20 21 22 23 24 25 26 Kepatuhan Wajib Pajak a. Menghitung b. emperhitung an c. embayar e. elaksanak eraturan erpajakan ang berlak
1. Menghitung dengan benar pajak ya bayar Dilakukan sendiri
. Memakai jasa konsultan pajak
4. oran
S a a
Tepat waktu mem
rkan ke
pajak
. Tidak melakukan kejahatan perpajakan 33 35 Ordinal Muhamad Nur Gesang (2009) pajak M k M d. Melaporkan
M an 7. Tidak memiliki tunggakan p p y u ng harus di 2. 3
Menghitung Surat Set Pajak (SSP) dsn PT m s dan tahunan dengan benar
5. bayar pajak
6. Tepat waktu melapo kantor pajak 8 27 28 29 30 31 32 34 36 63
BAB IV
PENEM MBAHASAN
aran Um
Tempat dan Waktu Penelitian
n instrum t angket atau
k isioner yan Pelayan Pajak yang
kuisio dengan
a wajib pajak yang sedang melakukan
k giatan p P ak Pratama, yaitu
No Nama Kantor Pelayanan Pajak Alamat UAN DAN PE
A. Gam 1.
b um Objek Penelitian
Penelitian ini dilakukan dengan menggunaka
g disebar ke beberapa Kantor
en
u an
berwilayah di Jakarta selatan. Peneliti membagikan ner cara
memberikan secara langsung kepad
e erpajakannya di Kantor Pelayanan aj
diantaranya:
Tabel 4.1
Data Distribusi Sampel Penelitian
1 KPP Pratama Jakarta Pasar Minggu Jl. TB Simatupang Kav. 39
2 KPP Pratama Jakarta Cilandak Jl. TB Simatupang Kav. 32
3 KPP Pratama Jakarta Kebayoran Lama
Jl. Ciledug Raya No.65
4 B
KPP Pratama Jakarta Kebayoran
Jl. Ciputat Raya No.2 Pondok Pinang
aru Dua
Bersambung pada halaman selanjutnya
No. Nama Kantor Pelayanan Pajak Alamat 5 KPP P
Prapatan
ratama Jakarta Mampang Jl. Raya Pasar Minggu No.1
6 KPP Pratama Jakarta Pancoran Jalan T.B. Simatupang Kav.5 Kebagusan
S er:
melalui penyebaran kuesioner
pe liti melalui p en.
Pe eb ngga mpai 24
November 2010 dan dilakukan ke 6 Kantor Pelayanan Pajak yang berada
di lay distr bagai berikut:
el 4.2
No. Nama KPP Kuesioner dikirim
Kuesioner dikembalikan umb Data primer yang diolah
Pengumpulan data dilaksanakan
ne an secara langsung maupun erantara kepada respond
ny aran kuesioner dimulai pada ta l 1 November 2010 sa
wi ah Jakarta Selatan dengan peta ibusi se
Tab
Data Penyebaran Kuisioner
1 KPP Pratama Kebayoran Lama 15 10 2 KPP Pratama Pasar Minggu 15 12
3 KPP Pratama Cilandak 15 14
4 KPP Pratama Pondok Pinang 15 12
5
Prapatan
KPP Pratama Jakarta Mampang 10 8
6 KPP Pratama Jakarta Pancoran 10 9 65
Total 80
Sumber : Data primer yang diolah
Kuesioner yang disebarkan berjumlah 80 buah, dan jumlah yang
kembali adalah sebanyak 65 buah atau 81,25%. Jumlah kuesioner yang
tidak kembali adalah 15 buah atau 18,75%. Kuesioner sebanyak 15 buah
yang tidak kembali disebabkan hilangnya kuesioner pada kantor pelayanan
pajak dikarenakan kesal karyawan kantor. Oleh karena
itu wajib paja at untuk m oner i.
Tabel 4.3
litian
No. Kete Wajib Pajak Persentase
ahan dari staf atau
, para k tidak semp engisi kuesi penelitian in
Data Sampel Pene rangan
1 Jumlah kusesioner yang disebar 80 100%
2 Ju k
kem
18,75% mlah kuesioner yang tida
bali 15
3 Jumlah kuesioner yang diolah 65 81,25% Su er: D
2. Karakteristik Responden
Deskripsi data d ini adalah enyajikan identitas
KPP Pratama yang berada di wilayah
Jakarta
l 4.4
Deskripsi Respo is Kelamin dan Pekerjaan
Jenis Kela
Pekerjaan
Jumlah mb ata primer yang diolah
alam penelitian untuk m
responden yaitu wajib pajak pada 6
Selatan. Berikut ini adalah deskripsi mengenai identitas responden
penelitian yang terdiri dari jenis kelamin, pekerjaan, usia, dan
pendidikan.
a. Deskripsi responden berdasarkan jenis kelamin dan pekerjaan.
Karakteristik responden berdasarkan jenis kelamin dan pekerjaan
dapat dilihat pada tabel 4.4 dibawah ini.
Tabe nden Berdasarkan Jen Pegawai Wiraswasta min Swasta PNS Pria 13 20 9 42 Wanita 11 12 - 23 Jumlah 24 32 9 65
Sumber : Data primer yang diolah
an bahwa j ah wajib pajak erjenis
ang atau 64,6% dan jumlah wajib pajak
ta adalah 23 orang atau 35,4%. Berdasarkan data
ebagai wiraswasta dimana pria 9 dan wanita tidak ada.
Hasil Uji Deskripsi Respond
Tabel 4.4 diatas menunjukk uml
kelamin pria adalah 42 or
berjenis kelamin wani
yang telah diperoleh bahwa mayoritas responden sebanyak 32 orang
atau sebesar 49,2% bekerja sebagai PNS dimana pria 20 dan wanita
12. 24 responden atau sebesar 36,9% bekerja sebagai sebagai pegawai
swasta dimana pria 13 dan wanita 11. 9 responden atau sebesar 13,9%
bekerja s
b. Deskripsi responden berdasarkan usia
Berikut ini hasil uji deskripsi responden berdasarkan jenis usia.
Tabel 4.5
en Berdasarkan Usia
Pekerjaan Usia (Tahun) Jumlah
20-30 30-40 40-50 >50
Pegawai Swasta 17 6 1 0 24
PNS 22 0 10 0 32
Wiraswasta 0 7 2 0 9
Jumlah 39 23 3 0 65
Sumber: Data primer yang diolah
Tabel 4.5 diatas menunjukkan wajib pajak pada Kantor Pelayanan
Pajak di Jakarta Selatan sebesar 60% diantaranya berusia 20-30 tahun,
sedangkan yang berusia 30-40 tahun sebanyak 35,4%. Wajib pajak
yang berusia 40-50 tahun sebanyak 4,6%, sedangkan yang berusia
>50 tahun sebanyak 0%. Mayoritas wajib pajak yang berada pada
Kantor Pelayanan Pajak di wilayah Jakarta Selatan berusia 20-30
i hasil uji deskripsi responden berdasarkan pendidikan
terakhir.
Tabel 4.6
Hasil Uji Deskripsi Responden Berdasarkan Pendidikan Terakhir
Jumlah tahun atau 60%.
c. Deskripsi responden berdasarkan pendidikan terakhir
Berikut in Pekerjaan Pendidikan SMA D3 S1 S2 Pegawai Swasta 3 9 12 0 24 PNS 0 11 19 2 32 Wiraswasta 6 0 3 0 9 Jumlah 9 20 34 2 65
Sumber: Data primer yang diolah
Tabel 4.6 mengindikasikan bahwa rata-rata wajib pajak
berpendidikan SMA ditunjukkan dengan angka 13,9% atau sekitar 9
orang. Diploma III (D3) ditunjukkan dengan angka 30,8% atau sekitar
20 orang. Strata Satu (S1) atau yang sederajat, ini ditunjukkan dengan
angka 52,3% atau sebanyak 34 orang, sedangkan Strata Dua (S2)
B. Hasil
1. Hasil Uji S tik Deskriptif
reforma asi perpajakan, pengetahuan dasar wajib pajak tentang ditunjukkan dengan angka 3% atau sebanyak 2 orang.
Uji Instrumen Penelitian tatis
Variabel-variabel yang digunakan dalam penelitian ini yang meliputi
si administr
perpajakan, dan kesadara ajak kan diuji secara statistik deskriptif
seperti yang terlihat dalam tabel 4.7 berikut.
Tabel 4.7
Hasil Uji Statistik Deskriptif n perp an a Statistics RAP PDWP KP KWP N 65 65 65 65 Std. Error of Mean .359 .627 .621 .372 Median 28.00 35.00 35.00 40.00 Mode 27 39 37 40 Std. Deviation 2.893 5.056 5.008 3.000 Minimum 22 27 19 34 Maximum 35 49 42 48 um 1847 2308 2192 2616 S g diola
ahwa pada variabel reformasi administrasi
dan maksimum sebesar 49,
dengan rata-rata total jawaban standar deviasi sebesar 5,06.
Variabel kesadaran per onden sebesar 19 dan
maksimum sebesar 42, dengan rata-rata total jawaban 33,72 dan standar
deviasi sebesar 008. Variabel tuhan wajib pajak minimum
responden sebesar 34 dan maksi sebe , dengan rata-rata total
jaw ,00 dan standar deviasi sebesar 3 Sumber: Data primer yan
Tabel 4.7 menjelaskan b
perpajakan jawaban minimum responden sebesar 22 dan maksimum
sebesar 35, dengan rata-rata total jawaban 28,42 dan standar deviasi
sebesar 2,9 Pada variabel Pengetahuan dasar wajib pajak tentang perpajakan
minimum jawaban responden sebesar 27
35,51 dan
pajakan minimum jawaban resp
5, kepa jawaban
mum sar 48
aban 40 ,0.
2. Hasil Uji Kualitas Data
a. ditas
untuk mengukur valid atau tidaknya suatu
ioner. Pengujian ini dil n d me n son
Co del dikatakan valid jika tingkat
Pertanyaan r table Keterangan
Hasil Uji Vali
Uji validitas digunakan
kues akuka engan nggunaka Pear
relation, pedoman suatu mo
signifikansinya dibawah 0,05 maka butir pertanyaan tersebut dapat
dikatakan valid. Tabel 4.9 menunjukkan hasil uji validitas dari tiga
variabel yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu reformasi
administrasi perpajakan (RAP), Pengetahuan dasar wajib pajak
tentang perpajakan (PDWPTP), kesadaran perpajakan(KP), serta
kepatuhan wajib pajak (KWP).
Tabel 4.8 Hasil Uji Validitas
Pearson Correlation 0,726** 0,000 RAP 1 Valid RAP 2 0,776** 0,000 Valid RAP 3 0,699** 0,000 Valid RAP 4 0,545** 0,000 Valid RAP 5 0,361** 0,003 Valid RAP 6 0,552** 0,000 Valid RAP 7 0,678** 0,000 Valid PDWPTP 1 0,365** 0,013 Valid PDWPTP 2 0,583** 0,000 Valid PDWPTP 3 0,546** 0,000 Valid PDWPTP 4 0,554** 0,000 Valid 70
Pertanyaan Pearson
Correlation r table Keterangan
PDWPTP 5 0,638** 0,000 Valid PDWPTP 6 0,558** 0,000 Valid PDWPTP 7 0,584** 0,000 Valid 0,717** 0,000 Valid PDWPTP 8 PDWPTP 9 0,781** 0,000 Valid PDWPTP 10 0,722** 0,000 Valid KP 1 0,398** 0,001 Valid KP 2 0,866** 0,000 Valid KP 3 0,748** 0,000 Valid KP 4 0,752** 0,000 Valid KP 5 0,473** 0,000 Valid KP 6 0,548** 0,000 Valid KP 7 0,541** 0,000 Valid KP 8 0,427** 0,000 Valid KP 9 0,594** 0,000 Valid KWP 1 0,435** 0,000 Valid KWP 2 0,443** 0,000 Valid KWP 3 0,502** 0,000 Valid KWP 4 0,479** 0,000 Valid KWP 5 0,683** 0,000 Valid KWP 6 0,554** 0,000 Valid KWP 7 0,499** 0,000 Valid KWP 8 0,271** 0,029 Valid KWP 9 0,532** 0,000 Valid KWP 10 0,375** 0,002 Valid Sumber iolah :data primer d 71
Tabel nunjukkan variabel reformas
(RAP), Pe uan dasar wa entan jakan ( TP),
kesadaran jakan(KP), atuha ib paj WP)
memiliki krite lid untuk setiap item pertanyaan de i
signifikansi lebih kecil dari 0,05 (Ghozali, 2005:49).
Hal i rti bahwa s pernyataan yang digunakan
dalam penelitian ini mampu m pkan yang d ada
kuesioner tersebut.
b. Hasil Uji tas
Uji relia lakukan un lai ko si dari men
penelitian. Suatu instrumen penelitian dapat dikatakan reliabel jika
nilai Cronbach Alpha berada diatas 0,6. Tabel 4.9 menunjukkan hasil
uji reliab tuk tiga var elitian diguna lam
penelitian
Tabel 4.9 asil Uji Reliabilitas
4.8 me i administrasi perpajakan
ngetah jib pajak t g perpa PDWP
perpa serta kep n waj ak (K
ria va ngan nila
ni bera emua item
engungka sesuatu iukur p
Reliabili
bilitas di tuk meni nsisten instru
ilitas un iabel pen yang kan da
ini.
H
Variabel Cronbach’s
Alpha N of Items Keterangan Reformasi Administrasi
0,685 7 Reliabel
Perpajakan
Pengetahuan Dasar Wajib
0,810 10 Reliabel
Pajak Tentang Perpajakan
Kesadaran Perpajakan 0,778 9 Reliabel
Kepatuhan Wajib Pajak 0,610 10 Reliabel
Sumber: Data primer yang diolah
Tabel 4.9 menunjukkan nilai cronbach’s alpha atas variabel time
mempunyai nilai cronbach’s alpha lebih besar dari 0,6
(Ghozali, 2005:45-55) .
Hal ini menunjukkan bahwa setiap item pernyataan yang
digunak mpu memperoleh data ya y
aan itu diajukan k akan dipe eh jawab
n seb a.
3. Has
a. H s
lem multiko, maka dapat dilakukan
d
s
reformasi administrasi perpajakan sebesar 0,685, pengetahuan dasar
wajib pajak tentang perpajakan sebesar 0,810, kesadaran perpajakan
sebesar 0,778, serta kepatuhan wajib pajak sebesar 0,610. Dengan
demikian, dapat disimpulkqn bahwa pernyataan dalam kuesioner ini
reliabel karena
an akan ma ng konsisten ang berarti
bila pernyat embali rol an yang
relatif sama dengan jawaba elumny
il Uji Asumsi Klasik
asil Uji Multikolonierita
Untuk mendeteksi adanya prob
engan melihat nilai Tolerance dan Variance Inflation Factor (VIF) erta besaran korelasi antar variabel independen.
Tabel 4.10
Hasil Uji Multikolonieritas
Coefficientsa Model Unstandardized t Sig. Collinearity Standardized
Coefficients Coefficients Statistics
B Std. Error Beta Tolerance VIF
1 (Constant) 20.532 4.500 4.563 .000 RAP .262 .114 .252 2.290 .025 .999 1.001 PDWP .161 .066 .272 2.445 .017 .984 1.017 KP .195 .067 .325 2.923 .005 .983 1.017 a. Dependent Variable: KWP 73
Berdasarkan tabel 4.10 diatas terlihat bahwa nilai tolerance mendekati
angka 1 dan nilai variance inflation factor (VIF) disekitar angka 1
yang ditunjukkan dengan nilai tolerance 0,999;
F sebesar 1,001; 1,017; dan 1,017 untuk
wa model persamaan
regresi tidak terdapat proble dan dapat digunakan dalam
penelitian ini.
b . Hasil Uji Norm
engujian rm ilaku untuk enguji a l
e si, v el depe den da iab epe den ata
keduanya mempunyai distribusi normal atau tidak. Model regresi yang
baik adalah distribusi data normal atau m at al ( untuk setiap variabel,
0,984; dan 0,983 serta VI
variabel reformasi administrasi perpajakan, pengetahuan dasar wajib
pajak tentang perpajakan, kesadaran perpajakan, serta kepatuhan wajib
pajak. Dengan demikian, dapat disimpulkan bah m multiko
alitas
P no alitas d kan m pakah da am
sebuah mod l regre ariab n n var el ind n u
endek i norm Ghozali,
2005:147-149) .
Sumber:data primer diolah
Gambar 4.1
Hasil Uji Normalitas Menggunakan Grafik P-Plot
Berdasarkan tampilan grafik normal P-Plot (gambar 4.1) dapat
disimpulkan bahwa terlihat titik-titik menyebar disekitar garis
diagonal, serta penyebarannya mengikuti arah garis diagonal.
Sedangkan pada grafik histogram terlihat bahwa grafik histogram
memberikan pola distribusi yang mendekati normal.
Gambar 4.2
Hasil Uji Normalitas Menggunakan Grafik Histogram
Dengan mbar
4.2) menunjukkan bahwa model regresi layak dipakai karena asumsi
b. Hasil Uji He
Uji heteroskedastisitas dilakukan untuk menguji apakah dalam
samaan varians dari residual dari
satu pengamatan ke pengamatan yang lain. Deteksi ada tidaknya