• Tidak ada hasil yang ditemukan

Uji Multikoloniearitas

Dalam dokumen FRANSISCA KRISTIANI PASARIBU (Halaman 70-0)

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

4.2 Hasil Penelitian

4.2.1 Analisis Statistik Deskriptif

4.2.2.2 Uji Multikoloniearitas

Uji multikoloniearitas digunakan untuk menguji apakah dalam sebuah model regresi ditemukan adanya korelasi antara variabel independen. Jika terjadi korelasi, maka dikatakan terdapat masalah multikoliniearitas . Untuk memeriksa apakah terjadi multikolinearitas atau tidak dapat dilihat dari nilai variance inflation factor (VIF) dan

nilai Tolerance. Model regresi yang baik jika nilai Tolerance > 0,10 dan VIF < 10. Hasil uji multikoloniearitas dapat dilihat pada tabel 4.3 berikut ini.

Tabel 4.3

Hasil Uji Multikoloniearitas

Model

Collinearity Statistics Tolerance VIF 1 (Constant)

Arus Kas Operasi .819 1.221

ROE .808 1.238

Pertumbuhan Penjualan

.984 1.017

Dalam penelitian ini data yang digunakan dalam uji multikolinearitas ini adalah data dari variabel independen. Berdasarkan tabel 4.3 diatas diketahui masing-masing nilai VIF sebagai berikut:

a. Nilai VIF untuk variabel Arus Kas Operasi adalah 1.221 < 10 dengan nilai Tolerance adalah 0.819 > 0.10 maka variabel Arus Kas Operasi dapat dinyatakan tidak terjadi gejala multikoloniearitas.

b. Nilai VIF untuk variabel ROE adalah 1.238 < 10 dengan nilai Tolerance adalah 0.808 > 0.10 maka variabel ROE dapat dinyatakan tidak terjadi multikoloniearitas.

c. Nilai VIF untuk variabel Pertumbuhan Penjualan adalah 1.017 < 10 dengan nilai Tolerance adalah 0.984 > 0.10 maka variabel pertumbuhan penjualan dinyatakan tidak terjadi multikoloniearitas.

4.2.2.3 Uji Autokorelasi

Uji autokorelasi bertujuan untuk menguji apakah dalam suatu model regresi linear terdapat korelasi antara residual pada periode t dengan residual periode t-1 (sebelumnya). Model regresi yang baik adalah regresi yang bebas dari autokorelasi. Uji autokorelasi dalam penelitian ini digunakan uji Durbin-Watson. Berikut hasil berdasarkan uji Durbin-Watson.

Tabel 4.4

Hasil Uji Autokorelasi

Model Summaryb

Model R R Square

Adjusted R Square

Std. Error of the

Estimate Durbin-Watson

1 .635a .403 .359 1.28507 2.532

a. Predictors: (Constant), Pertumbuhan Penjualan, Arus Kas Operasi, ROE b. Dependent Variable: Harga Saham

Berdasarkan Tabel 4.4, nilai dari statistik Durbin-Watson adalah 2,535. Karena nilai statistik Durbin-Watson terletak di antara 1 dan 3, yakni 1 < 2,535 < 3, maka asumsi non-autokorelasi terpenuhi.

Dengan kata lain, tidak terjadi gejala autokorelasi yang tinggi pada residual.

4.2.2.4 Uji Heteroskedastisitas

Deteksi ada tidaknya heteroskedastisitas dapat dilakukan dengan melihat ada tidaknya pola tertentu pada grafik scatter plot antara SRESID pada sumbu Y, dan ZPRED pada sumbu X. Jika ada pola tertentu, seperti titik-titik yang ada membentuk pola tertentu yang

teratur (bergelombang, melebar, kemudian menyempit), maka mengindikasikan telah terjadi heteroskedastisitas. Jika tidak ada pola yang jelas, serta titik-titik menyebar di atas dan di bawah angka 0 pada sumbu Y, maka tidak terjadi heteroskedastisitas.

Gambar 4.3 Grafik Scatter Plot

Pada grafik scatterplot diatas, tidak terdapat pola yang begitu jelas, serta titik-titik menyebar di atas dan di bawah angka 0 pada sumbu Y, sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi heteroskedastisitas pada model regresi yang digunakan.

4.2.3 Analisis Regresi

4.2.3.1 Analisis Regresi Linear Berganda

Tabel berikut ini menunjukkan hasil estimasi regresi linier berganda melalui pengolahan data dengan SPSS 22 for Windows.

Tabel 4.5

Hasil Uji Analisis Regresi Linear Berganda

Coefficientsa a. Dependent Variable: Harga Saham

Berdasarkan hasil analisis regresi linear berganda yang digunakan untuk menguji pengaruh dua atau lebih variabel independen terhadap satu variabel dependen. Persamaan regresi dapat dilihat dari tabel hasil uji coefficients. Pada tabel coefficients yang dibaca adalah nilai dalam kolom B pada baris pertama menunjukkan konstanta (a) dan baris selanjutnya menunjukkan konstanta variabel independen.

Berdasarkan tabel 4.5 diatas maka model regresi yang digunakan adalah sebagai berikut: e = Tingkat kesalahan pengganggu

Dari persamaan tersebut dapat diinterpretasikan beberapa hal yaitu:

a. Nilai konstanta persamaan di atas adalah 7,757 yang menunjukkan apabila semua variabel independen dianggap konstan atau nol maka nilai dari harga saham adalah sebesar 7,278.

b. Koefisien regresi arus kas operasi sebesar 0,001 menyatakan bahwa setiap peningkatan satu satuan arus kas operasi akan meningkatkan harga saham sebesar 0,001 dengan asumsi nilai variabel lain konstan.

c. Koefisien regresi ROE sebesar 3,873 menyatakan bahwa setiap peningkatan satu satuan ROE akan meningkatkan harga saham sebesar 3,873 dengan asumsi bahwa nilai variabel lain konstan.

d. Koefisien regresi pertumbuhan penjualan sebesar 1,219 menyatakan bahwa setiap peningkatan satu satuan pertumbuhan penjualan akan meningkatkan harga saham sebesar 0,032 dengan asumsi nilai variabel lain konstan.

4.2.3.2 Analisis Regresi Moderasi

“Variabel moderating adalah variabel independen yang akan memperkuat atau memperlemah hubungan antara variabel independen lainnya terhadap variabel dependen” (Ghozali, 2006:163). Dalam pengujian moderating ada tiga cara yaitu , uji interaksi, uji selisih nilai mutlak, dan uji residual. Pengujian variabel moderating dengan uji interaksi maupun uji selisih nilai mutlak mempunyai kecenderungan akan terjadi multikolinieritas yang tinggi antar variabel dan hal ini akan menyalahi asumsi klasik. Oleh sebab itu dalam penelitian ini

menggunakan uji residual dalam menguji moderating. Hipotesis moderating diterima jika nilai t hitung adalah negatif dan signifikan.

Model ini terbebas dari gangguan multikolinearitas karena hanya menggunakan satu variabel bebas.

Tabel 4.6

Uji Signifikansi DPR dalam memoderasi hubungan antara arus kas operasi dan harga saham

Berdasarkan tabel 4.6 terlihat bahwa nilai koefisien regresi tak bebas mempunyai nilai sebesar 0.024 dan nilai signifikannya sebesar 0.221 . Diketahui bahwa nilai koefisiennya bernilai positif. Maka dapat disimpulkan bahwa variabel DPR tidak signifikan dalam memoderasi hubungan antara arus kas operasi dengan harga saham.

Tabel 4.7

Uji Signifikansi DPR dalam memoderasi hubungan antara ROE dan harga saham

Berdasarkan tabel 4.7 terlihat bahwa nilai koefisien regresi tak bebas mempunyai nilai sebesar 0.015 dan nilai signifikannya sebesar 0.382 . Diketahui bahwa nilai koefisiennya bernilai positif. Maka dapat disimpulkan bahwa variabel DPR tidak signifikan dalam memoderasi hubungan antara ROE dengan harga saham.

Tabel 4.8

Uji Signifikansi DPR dalam memoderasi hubungan antara pertumbuhan penjualan dan harga saham

Coefficientsa

Model

Unstandardized Coefficients

Standardized Coefficients

t Sig.

B Std. Error Beta

1 (Constant) -.044 .205 -.214 .832

Harga Saham .029 .023 .192 1.284 .206

a. Dependent Variable: moderasi_x3

Berdasarkan tabel 4.8 terlihat bahwa nilai koefisien regresi tak bebas mempunyai nilai sebesar 0.029 dan nilai signifikannya sebesar 0.206 . Diketahui bahwa nilai koefisiennya bernilai positif. Maka dapat disimpulkan bahwa variabel DPR tidak signifikan dalam memoderasi hubungan antara pertumbuhan penjualan dengan harga saham.

4.2.4 Uji Hipotesis

4.2.4.1 Uji Signifikansi Pengaruh Simultan (Uji 𝑭)

Hasil uji simultan (uji F) digunakan untuk menjelaskan pengaruh Arus Kas Operasi, ROE, dan Pertumbuhan Penjualan secara bersama-sama terhadap harga saham. Dari hasil analisis data diperoleh hasil uji simultan berikut ini :

Tabel 4.9

Uji Pengaruh Simultan dengan Uji 𝑭

ANOVAb

Model Sum of Squares df Mean Square F Sig.

1 Regression 45.692 3 15.231 9.223 .000a

Residual 67.708 41 1.651

Total 113.400 44

a. Predictors: (Constant), Pertumbuhan Penjualan, Arus Kas Operasi, ROE b. Dependent Variable: Harga Saham

Pada tabel 4.9 menunjukkan nilai Sig. sebesar 0,000. Karena Sig. 0,000 < 0,05, maka disimpulkan bahwa pengaruh simultan dari seluruh variabel bebas, yakni arus kas operasi, ROE dan pertumbuhan penjualan, signifikan secara statistika terhadap harga saham. Diketahui nilai F hitung 9,223 > 2,83 F tabel , maka pengaruh simultan dari seluruh variabel bebas, yakni arus kas operasi, ROE, dan pertumbuhan penjualan, signifikan secara statistika terhadap harga saham.

4.2.4.2 Uji Signifikansi Pengaruh Parsial (Uji t)

Uji t dilakukan untuk menguji pengaruh pada masing-masing variabel independen terhadap variabel dependen. Untuk menguji pengaruh parsial tersebut dapat dilakukan dengan cara berdasarkan nilai signifikansi. Jika nilai signifikansi lebih kecil dari 0.05 atau 5% maka hipotesis yang diajukan diterima atau dikatakan signifikan namun apabila nilai signifikansi lebih besar dari 0.05 atau 5% maka hipotesis ditolak atau dikatakan tidak signifikan. Hasil uji t dapat dilihat pada tabel 4.10 berikut:

Tabel 4.10

Uji Signifikansi Pengaruh Parsial (Uji 𝒕)

Model

Unstandardized Coefficients

Standardized Coefficients

t Sig.

B Std. Error Beta

1 (Constant) 7.757 .344 22.552 .000

Arus Kas Operasi .001 .000 .389 2.921 .006

ROE 3.873 1.430 .364 2.708 .010

Pertumbuhan Penjualan -1.219 1.818 -.082 -.671 .506 a. Dependent Variable: Harga Saham

Berdasarkan Tabel 4.10, maka hasil regresi berganda dapat menganalisis pengaruh dari masing-masing variabel Arus Kas Operasi, ROE dan Pertumbuhan yang dapat dilihat dari arah tanda dan tingkat signifikansi (probalilitas) sebagai berikut:

a. Koefisien variabel Arus Kas Operasi adalah sebesar 0.001 dan nilai signifikansi sebesar 0.006 < 0.05 yang berarti terdapat pengaruh positif dan signifikan variabel arus kas operasi terhadap harga saham b. Koefisien variabel ROE adalah sebesar 3.873 dan nilai signifikansi

sebesar 0.010 < 0.05 yang berarti terdapat pengaruh positif dan signifikan variabel ROE terhadap harga saham.

c. Koefisien variabel pertumbuhan penjualan adalah sebesar -1.219 dan nilai signifikansi 0.506 > 0.05 yang berarti terdapat pengaruh negatif dan tidak signifikan variabel pertumbuhan penjualan terhadap harga saham.

4.2.4.3 Analisis Koefisien Determinasi (R2)

Koefisien determinasi (𝑅2) merupakan suatu nilai (nilai proporsi) yang mengukur seberapa besar kemampuan variabel-variabel bebas yang digunakan dalam persamaan regresi, dalam menerangkan variasi variabel tak bebas.

Tabel 4.11

Koefisien Determinasi (R2)

Model Summaryb

Model R R Square

Adjusted R Square

Std. Error of the

Estimate Durbin-Watson

1 .635a .403 .359 1.28507 2.532

a. Predictors: (Constant), Pertumbuhan Penjualan, Arus Kas Operasi, ROE b. Dependent Variable: Harga Saham

Berdasarkan Tabel 4.11, nilai koefisien determinasi 𝑅2 terletak pada kolom Adjusted R-Square. Diketahui nilai koefisien determinasi sebesar 𝑅2 = 0,359. Nilai tersebut berarti seluruh variabel bebas, yakni arus kas operasi, ROE, dan pertumbuhan penjualan, secara simultan mempengaruhi variabel harga saham sebesar 35,9%, sisanya sebesar 64,1% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain.

4.3 Pembahasan

Arus kas operasi (X1) berpengaruh terhadap Harga Saham (Y)

Berdasarkan hasil uji statistik pada tabel 4.10 dapat dilihat bahwa Arus Kas Operasi (X1) memiliki nilai signifikansi 0,006 < 0,05 dan nilai koefisien positif yaitu 0,001. Hal ini menunjukkan bahwa variabel Arus Kas operasi (X1) berpengaruh positif dan siginifikan terhadap Harga Saham (Y).

Hubungan positif ini menunjukan bahwa setiap arus kas yang diukur dengan menggunakan arus kas dari aktivitas operasi naik akan diikuti dengan peningkatan harga saham. Hasil penelitian ini mendukung teori yang dikemukakan oleh Brigham et al (2001:110) yang menyatakan bahwa “jika arus kas meningkat nilai perusahaan akan naik, yang selanjutnya juga akan menaikkan harga saham.”

Hasil penelitian ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Ariandi (2015) dan Adiliawan (2010) mengatakan bahwa arus kas operasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap harga saham. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan positif yang sangat kuat antara arus kas dengan harga saham, dimana semakin tinggi arus kas maka akan diikuti semakin tingginya harga saham pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI periode 2013-2015.

ROE (X2) berpengaruh terhadap Harga Saham (Y)

Pengujian hipotesis mengenai pengaruh ROE (X2) terhadap Harga Saham (Y) menunjukkan nilai koefisien sebesar 3,873 dengan nilai signifikansi sebesar 0,010. Dengan nilai signifikansi dibawah 0,05 menunjukkan bahwa ROE (X2) berpengaruh signifikan. Maka hal ini berarti bahwa ROE (X2) memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap Harga Saham (Y).

Hasil penelitian ini mendukung teori yang dikemukaan oleh Halim (2005:12)

“ apabila laba yang diperoleh perusahaan relatif tinggi, maka kemungkinan besar, bahwa dividen yang dibayarkan juga relatif tinggi. Apabila dividen yang dibagikan relatif tinggi, akan berpengaruh positif terhadap harga saham di bursa, dan investor tertarik untuk membelinya”. Hasil penelitian ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Tarigan (2016) dan Suyatna (2014) yang

menyatakan bahwa ROE berpengaruh positif dan signifikan tehadap harga saham.

Hasil penelitian ini juga didukung oleh penelitian Deitiana (2011) yang mana menyatakan bahwa profitabilitas yang diproksikan dengan ROE memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap harga saham. Sehingga dapat disimpulkan bahwa ROE yang semakin tinggi memberikan indikasi bagi para pemegang saham bahwa tingkat pengembalian investasi yang semakin tinggi dan harga saham pun cenderung akan tinggi.

Pertumbuhan Penjualan (X3) berpengaruh terhadap Harga Saham (Y) Pengujian hipotesis mengenai pengaruh variabel Pertumbuhan Penjualan (X3) terhadap Harga Saham (Y) menunjukkan nilai koefisien sebesar -1,219 dengan nilai signifikansi sebesar 0,506. Dengan nilai signifikansi diatas 0,05 menunjukkan bahwa Pertumbuhan Penjualan (X3) tidak berpengaruh signifikan.

Maka hal ini berarti bahwa Pertumbuhan Penjualan (X3) memiliki pengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap Harga Saham (Y).

Pertumbuhan penjualan tidak berpengaruh terhadap harga saham dikarenakan tidak semua investor selalu mengambil keputusan berdasarkan kenaikan pertumbuhan penjualan. Dimana pertumbuhan penjualan belum tentu menaikkan laba perusahaan. Hasil penelitian ini juga menunjukkan hasil yang konsisten atau mendukung penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Novitasari (2015), Suyatna (2014) dan Deitiana (2011) yang mengemukakan bahwa Pertumbuhan Penjualan tidak berpengaruh terhadap Harga Saham.

H4 : Arus Kas Operasi (X1), ROE (X2) dan Pertumbuhan Penjualan (X3) berpengaruh terhadap Harga Saham (Y)

Berdasarkan hasil uji statistik pada tabel 4.9, dapat dilihat bahwa Arus Kas Operasi (X1), ROE (X2) dan Pertumbuhan Penjualan (X3) memiliki nilai signifikansi 0,000 < 0,05 dan diketahui nilai F hitung 9,223 > 2,83 F tabel. Hal ini menunjukkan bahwa variabel Arus Kas Operasi (X1), ROE (X2) dan Pertumbuhan Penjulan (X3) secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap Harga Saham (Y).

Kebijakan Dividen (Z) mampu secara signifikan memoderasi pengaruh Arus Kas Operasi (X1) terhadap Harga Saham (Y)

Hasil uji residual Arus Kas Operasi (X1) dan Kebijakan Dividen (Z) yang diproksikan dengan Dividen Payout Ratio (DPR) pada tabel 4.6 terlihat bahwa nilai koefisien regresi tidak bebas mempunyai nilai sebesar 0.024 dan nilai signifikannya sebesar 0.221 . Diketahui bahwa nilai koefisiennya bernilai positif.

Maka dapat disimpulkan bahwa variabel Dividend Payout Ratio (DPR) tidak signifikan dalam memoderasi hubungan antara Arus Kas Operasi (X1) dengan Harga Saham (Y).

Kebijakan Dividen (Z) mampu secara signifikan memoderasi pengaruh ROE (X2) terhadap Harga Saham (Y)

Berdasarkan hasil uji residual pada tabel 4.7 terlihat bahwa nilai koefisien regresi tidak bebas mempunyai nilai sebesar 0.015 dan nilai signifikannya sebesar 0.382. Diketahui bahwa nilai koefisiennya bernilai positif. Maka dapat disimpulkan bahwa variabel Kebijakan Dividen (Z) yang diproksikan dengan

Dividend Payout Ratio (DPR) tidak signifikan dalam memoderasi hubungan antara ROE (X2) dengan Harga Saham (Y).

Kebijakan Dividen (Z) mampu secara signifikan memoderasi pengaruh Pertumbuhan Penjualan (X3) terhadap Harga Saham (Y)

Berdasarkan hasil uji residual pada tabel 4.8 terlihat bahwa nilai koefisien regresi tidak bebas mempunyai nilai sebesar 0.029 dan nilai signifikannya sebesar 0.206. Diketahui bahwa nilai koefisiennya bernilai positif. Maka dapat disimpulkan bahwa variabel Kebijakan Dividen (Z) yang diproksikan dengan Dividend Payout Ratio (DPR) tidak signifikan dalam memoderasi hubungan antara Pertumbuhan Penjualan (X3) dengan Harga Saham (Y).

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh arus kas operasi, profitabilitas dan pertumbuhan penjualan terhadap harga saham dengan kebijakan dividen sebagai variabel moderating. Penelitian ini menggunakan menggunakan SPSS versi 22 untuk melakukan uji regresi linear. Dari hasil uji Moderated Regression Analysis dan pembahasan yang telah diuraikan sebelumnya diperoleh kesimpulan sebagai berikut ini :

1. Arus Kas Operasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap harga saham dengan nilai koefisien sebesar 0,001 dan nilai signifikansi sebesar 0,006.

2. Profitabilitas yang diproksikan dengan Return On Equity (ROE) berpengaruh positif dan signifikan terhadap harga saham dengan nilai koefisien sebesar 3,873 dengan nilai signifikansi sebesar 0,010.

3. Pertumbuhan penjualan berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap harga saham dengan nilai koefisien sebesar -1,219 dengan nilai signifikansi sebesar 0,506.

4. Arus Kas Operasi, Return On Equity (ROE) dan Pertumbuhan Penjualan secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap harga saham dengan nilai signifikansi 0,000 dan nilai F hitung 9,223 > 2,83 F tabel.

5. Kebijakan dividen yang diproksikan dengan dividend payout ratio (DPR) tidak signifikan dalam memoderasi hubungan secara parsial antara arus

kas operasi, ROE dan pertumbuhan penjualan terhadap harga saham karena seluruh nilai koefisien harga saham bernilai positif.

5.2 Keterbatasan Penelitian

Penelitian ini memiliki keterbatasan yaitu :

1. Penelitian ini dalam menganalisis nilai perusahaan dengan menggunakan tiga variabel independen saja dengan penggunaan variabel moderating.

2. Terbatas pada perusahaan Maufaktur , sehingga hasil penelitian ini hanya mewakili informasi keuangan yang ada pada perusahaan Manufaktur.

3. Terbatas pada periode pengamatan yang hanya selama tiga tahun yaitu tahun 2013-2015.

5.3 Saran

Berdasarkan kesimpulan dan keterbatasan penelitian yang diuraikan sebelumnya maka saran dalam penelitian ini adalah :

1. Penelitian berikutnya diharapkan dapat menambahkan variabel lain dalam meneliti harga saham dan menggunakan kebijakan dividen sebagai variabel moderasi.

2. Bagi penelitian selanjutnya, sebaiknya objek penelitian agar ditambah menjadi seluruh perusahaan yang ada di Bursa Efek Indonesia (BEI), sehingga hasil penelitian dapat digeneralisasi. Interval periode penelitian agar ditambah sehingga sampel yang diperoleh lebih akurat.

DAFTAR PUSTAKA

Astuti, Dewi. 2004. Manajemen Keuangan Perusahaan. Cetakan Pertama. Ghalia Indonesia, Jakarta.

Brigham & Houston, 2010. Dasar-Dasar Manajemen Keuangan. Edisi 11. Buku 1. Salemba Empat, Jakarta.

Ghozali, Imam. 2006. Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program SPSS.

Cetakan IV. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro.

Ghozali, Imam. 2013. Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program IBM SPSS19, Semarang: Penerbit Universitas Diponegoro.

Gumanti, Tatang Ary. 2011. Manajemen Investasi: Konsep, Teori dan Aplikasi.

Edisi Pertama. Mitra Wacana Media, Jakarta.

Halim, Abdul. 2005. Analisis Investasi. Edisi Kedua. Penerbit Salemba Empat, Jakarta. 2005

Idrus, Muhammad. 2009. Metode Penelitian ilmu Sosial. Edisi Kedua. Erlangga, Jakarta.

Ikatan Akuntan Indonesia. 2014. Standar Akuntansi Keuangan. Jakarta: Graha Akuntan.

Kasmir, 2010. Pengantar Manajemen Keuangan. Edisi Pertama, Cetakan ke-2.

Perdana Media Group, Jakarta.

Kieso, D. E., Weygandt, J. J., & Warfield, T. D, 2011. Intermediate Accounting Volume 1 IFRS Edition. United States of America,Wiley.

Kodrat, David Sukardu & Kurniawan Indonanjaya. 2010. Manajemen Investasi:

pendekatan Teknikal dan Fundamental untuk Analisis Saham. Edisi Pertama.

Graha Ilmu, Yogyakarta.

Oggi Bagus Suyatna. 2014. “Pengaruh Return On Equity, Pertumbuhan Penjualan, Dividen dan Inflasi Terhadap Harga Saham Pada Perusahaan Food and Baverage (Studi Empiris di BEI 2009-2013)”. Jurnal Akuntansi.

Sadalia, Isfenti. 2010. Manajemen Keuangan. Medan: USU Press.

Sudana, I Made. 2011. Manajemen Keuangan Perusahaan: Teori & Praktik.

Erlangga, Jakarta

Syahyunan, 2013. Manajemen Keuangan: Perencanaan, Analisis dan Pengendalian keuangan. Usu Press, Medan.

Syamsuddin, Lukman. 2009. Manajemen Keuangan Perusahaan. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Tita Deitiana. 2011. “Pengaruh Rasio Keuangan, Pertumbuhan Penjualan dan Dividen terhadap Harga saham”, Jurnal Bisnis dan Akuntansi, Vol 13, No 3.

Yudi Pratama Ariandi. 2015. “Pengaruh Arus Kas Operasi dan Laba Bersih terhadap Harga Saham (Penelitian Pada Perusahaan Sub Sektor Perkebunan Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia perode (2010-2014)”. Jurnal Akuntansi

www.idx.co.id

L A M

P

I

R

A

N

Lampiran 1

Data Arus Kas Operasi Tahun 2013-2015

NO NAMA PERUSAHAAN KODE ARUS KAS OPERASI

2013 2014 2015 1 Argha Karya Prima Ind Tbk AKPI -39,644 611,6822 -83,0004 2 Astra Otoparts Tbk AUTO 114,4722 54,889 179,8274 3 Astra International Tbk ASII 524,8987 369,6028 649,3924 4 Charoen Pokphand Indonesia Tbk CPIN 125,7027 28,23363 104,1248 5 Ekadharma International Tbk EKAD 33,21847 6,642061 144,4463 6 Gudang Garam Tbk GGRM 1285,269 861,5905 1663,552 7 Hanjaya mandala Sampoerna Tbk HMSP 1714,632 1762,412 128,756 8 Indocement Tunggal Prakarsa tbk INTP 1472,134 1452,46 1371,584 9 Indofood CBP Sukses Makmur Tbk ICBP 341,8789 662,1236 597,759 10 Indofood Sukses Makmur Tbk INDF 789,1201 1055,683 479,8885 11 Indomobil Sukses International IMAS -851,468 190,1011 286,9051 12 Kalbe Farma Tbk KLBF 19,77944 49,41056 52,41577

13 Merck Tbk MERCK 5,941922 12,93419 9,09425

14 Semen Gresik Tbk SMGR 1019,494 1052,992 1228,789 15 Unilever Indonesia Tbk UNVR 818,0444 847,0147 825,5637

Lampiran 2

Data Return On Equity (ROE) Tahun 2013-2015

NO NAMA PERUSAHAAN KODE Return On Equity (ROE) 2013 2014 2015 1 Argha Karya Prima Ind Tbk AKPI 0,0337 0,0336 0,025

2 Astra Otoparts Tbk AUTO 0,106 0,094 0,032

3 Astra International Tbk ASII 0,21 0,18 0,12

4 Charoen Pokphand Indonesia Tbk CPIN 0,26 0,16 0,15 5 Ekadharma International Tbk EKAD 0,1659 0,153 0,1611

6 Gudang Garam Tbk GGRM 0,149 0,164 0,170

7 Hanjaya mandala Sampoerna Tbk HMSP 0,764 0,754 0,324 8 Indocement Tunggal Prakarsa tbk INTP 0,264 0,218 0,176 9 Indofood CBP Sukses Makmur Tbk ICBP 0,180 0,188 0,189 10 Indofood Sukses Makmur Tbk INDF 0,096 0,136 0,089 11 Indomobil Sukses International IMAS 0,0912 -0,0221 -0,0081

12 Kalbe Farma Tbk KLBF 0,2264 0,2116 0,1832

13 Merck Tbk MERCK 0,3425 0,3347 0,3010

14 Semen Gresik Tbk SMGR 0,257 0,232 0,171

15 Unilever Indonesia Tbk UNVR 0,1324 0,1345 0,1222

Lampiran 3

Data Pertumbuhan Penjualan Tahun 2013-2015

NO NAMA PERUSAHAAN KODE PERTUMBUHAN PENJUALAN

2013 2014 2015

1 Argha Karya Prima Ind Tbk AKPI 0,102174 0,169532 0,037054 2 Astra Otoparts Tbk AUTO 0,292903 0,145154 -0,04338 3 Astra International Tbk ASII 0,030986 0,040339 -0,08679 4 Charoen Pokphand Indonesia Tbk CPIN 0,204218 0,135888 0,032845 5 Ekadharma International Tbk EKAD 0,087347 0,257733 0,009427 6 Gudang Garam Tbk GGRM 0,130704 0,175856 0,079461 7 Hanjaya mandala Sampoerna Tbk HMSP 0,126063 0,075507 0,103844 8 Indocement Tunggal Prakarsa tbk INTP 0,081025 0,069817 -0,10993 9 Indofood CBP Sukses Makmur Tbk ICBP 0,155536 0,196368 0,057245 10 Indofood Sukses Makmur Tbk INDF 0,150004 0,101546 0,007351 11 Indomobil Sukses International IMAS 0,015869 -0,03168 -0,0698 12 Kalbe Farma Tbk KLBF 0,173486 0,085389 0,029878

13 Merck Tbk MERCK 0,28399 -0,27702 0,139293

14 Semen Gresik Tbk SMGR 0,250175 0,101456 -0,00145 15 Unilever Indonesia Tbk UNVR 0,126512 0,122055 0,057155

Lampiran 4

Data Dividend Payout Ratio (DPR) Tahun 2013-2015

NO NAMA PERUSAHAAN KODE Dividend Payout Ratio (DPR) 2013 2014 2015 1 Argha Karya Prima Ind Tbk AKPI 0,6670 0,1567 0,2213 2 Astra Otoparts Tbk AUTO 0,5053 0,5308 0,4085 3 Astra International Tbk ASII 0,4504 0,4559 0,4954 4 Charoen Pokphand Indonesia Tbk CPIN 0,2980 0,1690 0,2589 5 Ekadharma International Tbk EKAD 0,1619 0,1571 0,1482

6 Gudang Garam Tbk GGRM 0,3556 0,2867 0,7773

7 Hanjaya mandala Sampoerna Tbk HMSP 1,3771 0,8645 0,9989 8 Indocement Tunggal Prakarsa tbk INTP 0,6613 0,9429 0,3507 9 Indofood CBP Sukses Makmur Tbk ICBP 0,4979 0,4971 0,4975 10 Indofood Sukses Makmur Tbk INDF 0,4980 0,4972 0,4970 11 Indomobil Sukses International IMAS 0,0987 -0,2157 -0,6047

12 Kalbe Farma Tbk KLBF 0,4497 0,4314 0,4444

13 Merck Tbk MERCK 0,0008 0,8023 0,5343

14 Semen Gresik Tbk SMGR 0,4500 0,4000 0,4000 15 Unilever Indonesia Tbk UNVR 0,9993 0,4467 0,4459

Lampiran 5

Data Harga Saham Tahun 2013-2015

NO NAMA PERUSAHAAN KODE HARGA SAHAM

2013 2014 2015 1 Argha Karya Prima Ind Tbk AKPI 810 830 875

2 Astra Otoparts Tbk AUTO 3650 4200 1600

3 Astra International Tbk ASII 6800 7425 6000 4 Charoen Pokphand Indonesia Tbk CPIN 3375 3780 2600 5 Ekadharma International Tbk EKAD 390 515 400 6 Gudang Garam Tbk GGRM 42000 60700 55000 7 Hanjaya mandala Sampoerna Tbk HMSP 62400 69500 94000 8 Indocement Tunggal Prakarsa tbk INTP 20000 25000 22325 9 Indofood CBP Sukses Makmur Tbk ICBP 10200 13100 13475 10 Indofood Sukses Makmur Tbk INDF 6600 6750 5175 11 Indomobil Sukses International IMAS 4900 4000 2365

12 Kalbe Farma Tbk KLBF 1250 1830 1320

13 Merck Tbk MERCK 189000 160000 6775

14 Semen Gresik Tbk SMGR 14150 16200 11400 15 Unilever Indonesia Tbk UNVR 26000 32300 37000

Lampiran 6 Hasil Output SPSS

Hasil Statistik Deskriptif Variabel Penelitian

Descriptive Statistics

N Minimum Maximum Mean Std. Deviation Harga Saham 45 390.000 189000.000 23510.33333 3.947468E4 Arus Kas Operasi 45 -851.468 1762.412 534.00760 590.069065

ROE 45 -.022 .764 .18788 .150717

Pertumbuhan Penjualan 45 -.277 .293 .08491 .107420

DPR 45 -.605 1.377 .43927 .326743

Valid N (listwise) 45

Grafik Histogram

Normal Probability Plot

Hasil Uji Normalitas

One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

Unstandardized Residual

N 45

Normal Parametersa,,b Mean .0000000

Std. Deviation 1.24049176

Most Extreme Differences Absolute .107

Positive .107

Negative -.063

Kolmogorov-Smirnov Z .719

Asymp. Sig. (2-tailed) .679

a. Test distribution is Normal.

b. Calculated from data.

Hasil Uji Multikoloniearitas

Model

Collinearity Statistics Tolerance VIF 1 (Constant)

Arus Kas Operasi .819 1.221

ROE .808 1.238

Pertumbuhan Penjualan

.984 1.017

Hasil Uji Autokorelasi

Model Summaryb

Model R R Square

Adjusted R Square

Std. Error of the

Estimate Durbin-Watson

1 .635a .403 .359 1.28507 2.532

a. Predictors: (Constant), Pertumbuhan Penjualan, Arus Kas Operasi, ROE b. Dependent Variable: Harga Saham

Hasil Uji Heteroskedastisitas

Hasil Uji Regresi Linear Berganda

Uji Signifikansi DPR dalam Memoderasi hunbungan antara Arus Kas Operasi dan Harga Saham

Uji Signifikansi DPR dalam memoderasi hubungan antara ROE dan harga saham

Uji Signifikansi DPR dalam memoderasi hubungan antara pertumbuhan penjualan dan harga saham

Uji Pengaruh Simultan dengan Uji F

a. Predictors: (Constant), Pertumbuhan Penjualan, Arus Kas Operasi, ROE b. Dependent Variable: Harga Saham

Uji Signifikansi Pengaruh Parsial (Uji t)

Uji Signifikansi Pengaruh Parsial (Uji t)

Dalam dokumen FRANSISCA KRISTIANI PASARIBU (Halaman 70-0)

Dokumen terkait