III. METODOLOGI PENELITIAN
2. Data sekunder
3.5. Pengolahan dan Analisis Data
3.5.2. Uji Reliabilitas
Jika kuesioner telah dinyatakan valid, maka berikutnya kuesioner tersebut diuji reliabilitasnya. Reliabilitas pada dasarnya adalah sejauh mana hasil suatu pengukuran dapat dipercaya (Suliyanto, 2005). Menurut Umar (2003), reliabilitas adalah suatu nilai yang menunjukkan konsistensi suatu alat pengukur di dalam mengukur gejala yang sama. Hasil penelitian dikatakan reliabel jika hasil penelitian tersebut mendapatkan hasil yang sama jika dilakukan penelitian berulang. Uji reliabilitas dalam penelitian ini menggunakan teknik Alpha Cronbach. Kuesioner dalam penelitian ini memiliki rentangan nilai 1-5 sehingga akan digunakan koefisien alpha (α) dari Cronbach.
Rumus Alpha Cronbach: r11 = k
k−1 1 − σb2
σt2 ... (3) Di mana:
r11 = reliabilitas instrumen k = banyak butir pertanyaan σt2 = varian total
∑σb2 = jumlah varian butir
Jumlah varian butir dicari terlebih dahulu dengan cara mencari nilai varian tiap butir, kemudian jumlahkan nilai varian tiap butir secara keseluruhan.
Rumus varian yang digunakan adalah: 𝜎2 = X 2 X2 n n ...(4) Di mana: n = jumlah responden
X = nilai skor yang dipilih (total nilai dari nomor-nomor butir pertanyaan)
Jika melihat batas nilai Alpha Cronbach sebesar >0,60 maka pertanyaan dalam kuesioner dianggap sudah reliabel, konsisten dan relevan terhadap variabel atau faktor dalam penelitian.
3.5.3. EPIC Model
Menurut Durianto, dkk (2003) efektivitas promosi dapat diukur dengan menggunakan EPIC Model. EPIC Model yang dikembangkan oleh perusahaan peneliti pemasaran terkemuka di dunia, AC. Nielsen, mencakup empat dimensi kritis, yaitu: empati, persuasi, dampak, dan komunikasi.
1. Dimensi Empati
Dimensi empati menginformasikan, apakah konsumen menyukai kegiatan promosi dan menggambarkan bagaimana konsumen melihat hubungan antara suatu kegiatan promosi dengan pribadi mereka. Empati merupakan keadaan mental yang membuat seseorang mengidentifikasikan dirinya atau merasa dirinya pada keadaan perasaan atau pikiran yang sama dengan orang atau kelompok lain.
2. Dimensi Persuasi
Dimensi persuasi menginformasikan apa yang dapat diberikan suatu promosi untuk peningkatan atau penguatan karakter suatu merek, sehingga pemasar memperoleh pemahaman tentang dampak promosi terhadap keinginan konsumen untuk membeli serta memperoleh gambaran kemampuan suatu promosi dalam mengembangkan daya tarik suatu merek. Persuasi adalah perubahan kepercayaan, sikap, dan keinginan berperilaku yang disebabkan suatu komunikasi promosi.
3. Dimensi Impact
Dimensi impact menunjukkan apakah suatu merek dapat terlihat menonjol dibandingkan dengan merek lain pada kategori yang serupa dan apakah suatu kegiatan promosi mampu melibatkan
konsumen dalam pesan yang disampaikan. Dampak (impact) yang diinginkan dari suatu kegiatan promosi adalah jumlah pengetahuan produk (product knowledge) yang dicapai konsumen melalui tingkat keterlibatan (involvement) konsumen dengan produk atau proses pemilihan.
4. Dimensi Komunikasi
Dimensi komunikasi memberikan informasi tentang kemampuan konsumen dalam mengingat pesan utama yang disampaikan, pemahaman konsumen, serta kekuatan kesan yang ditinggalkan pesan tersebut.
Untuk mengevaluasi efektivitas kegiatan promosi Lasagna Gulung, hasil jawaban kuesioner yang diberikan oleh responden selanjutnya akan diolah menggunakan Analisis Tabulasi Sederhana dan Perhitungan Rata-rata Terbobot sebagai berikut:
1. Analisis Tabulasi Sederhana
Dalam analisis tabulasi sederhana, data yang diperoleh diolah ke bentuk persentase dengan rumus:
𝑃 = 𝑓𝑖
𝑓𝑖 × 100% ... (5) Di mana:
P = persentase responden yang memilih kategori tertentu fi = jumlah responden yang memilih kategori tertentu ∑fi = banyaknya jumlah responden
2. Skor Rata-rata
Setiap jawaban responden dari pertanyaan yang diberikan, diberikan bobot. Cara menghitung skor adalah menjumlahkan seluruh hasil kali nilai masing-masing bobotnya dibagi dengan jumlah total frekuensi. Bobot nilai yang digunakan pada EPIC Model disajikan pada Tabel 1. Untuk menghitung skor rata-rata menggunakan rumus sebagai berikut:
𝑥 = 𝑓𝑖.𝑤𝑖
Di mana:
x = rata-rata berbobot fi = frekuensi
wi = bobot
Tabel 1. Bobot nilai EPIC Model
Kriteria Jawaban Bobot Nilai
Sangat Tidak Setuju 1
Tidak Setuju 2
Cukup 3
Setuju 4
Sangat Setuju 5
Setelah menghitung skor rata-rata, langkah selanjutnya adalah menggunakan rentang skala penilaian untuk menentukan posisi tanggapan responden dengan menggunakan nilai skor setiap variabel. Bobot alternatif jawaban yang terbentuk dari teknik skala peringkat terdiri dari kisaran antara 1 hingga 5 yang menggambarkan posisi yang sangat negatif ke posisi yang positif. Selanjutnya rentang skala dihitung dengan rumus sebagai berikut:
Rs =
R (bobot)M ...(7)
Di mana:
Rs = bobot terbesar – bobot terkecil M = banyaknya kategori bobot
Rentang skala Likert yang digunakan dalam penelitian ini adalah 1 hingga 5, maka rentang skala penilaian yang didapat adalah:
Rs = 5-1
5 = 0,8
Nilai rentang skala sebesar 0,8 digunakan untuk menentukan rentang skala keputusan. Rentang skala keputusan EPIC Model yang digunakan dapat dilihat pada Tabel 2.
Tabel 2. Rentang skala keputusan EPIC Model
Kriteria Rentang Skala
Sangat Tidak Efektif 1,0 < X ≤ 1,8 Tidak Efektif 1,8 < X ≤ 2,6 Cukup Efektif 2,6 < X ≤ 3,4
Efektif 3,4 < X ≤ 4,2
Sangat Efektif 4,2 < X ≤ 5,0
3. Menentukan EPIC Rate
Langkah terakhir adalah menentukan nilai EPIC Rate dengan rumus sebagai berikut (Durianto, 2003):
EPIC Rate = X Empati + X Persuasi + X Dampak + X Komunikasi
4 ... (8)
Hasil EPIC Rate akan menggambarkan posisi promosi suatu produk dalam persepsi responden, sesuai dengan rentang skala yang telah ditentukan.
3.5.4. Direct Rating Method
Durianto, dkk (2003) menyatakan bahwa Direct Rating Method (Metode Penentuan Peringkat Langsung) menggunakan lima variabel, yaitu perhatian, pemahaman, respon kognitif, respon afektif, dan sikap terhadap promosi.
Untuk mengevaluasi efektivitas promosi dengan Direct Rating Method digunakan analisis tabulasi sederhana dan penghitungan rata-rata terbobot sebagai berikut:
1. Analisis Tabulasi Sederhana
Dalam analisis tabulasi sederhana, data yang diperoleh diolah ke dalam bentuk persentase dengan rumus:
𝑃 = 𝑓𝑖
𝑓𝑖 × 100% ... (9) Di mana:
P = persentase responden yang memilih kategori tertentu fi = jumlah responden yang memilih kategori tertentu ∑fi = banyaknya jumlah responden
2. Skor Rata-rata
Setiap jawaban responden dari pertanyaan yang diberikan, diberikan bobot. Pembobotan yang dilakukan pada Direct Rating Method disajikan pada Tabel 3. Cara menghitung skor adalah menjumlahkan seluruh hasil kali nilai masing-masing bobotnya dibagi dengan jumlah total frekuensi. Untuk menghitung skor rata-rata menggunakan rumus sebagai berikut:
𝑥 = 𝑓𝑖.𝑤𝑖 𝑓𝑖 ... (10) Di mana: x = rata-rata berbobot fi = frekuensi wi = bobot
Tabel 3. Bobot nilai Direct Rating Method
Kriteria Jawaban Bobot Nilai
Sangat Tidak Setuju 1
Tidak Setuju 2
Cukup 3
Setuju 4
Sangat Setuju 5
Langkah selanjutnya adalah menggunakan rentang skala penilaian untuk menentukan posisi tanggapan responden dengan menggunakan nilai skor setiap variabel. Bobot alternatif jawaban yang terbentuk dari teknik skala peringkat terdiri dari kisaran antara 1 hingga 5 yang menggambarkan posisi yang sangat negatif ke posisi yang positif. Selanjutnya rentang skala dihitung dengan rumus sebagai berikut:
Rs =𝑅 (𝑏𝑜𝑏𝑜𝑡 )
𝑀 ... (11) Di mana:
Rs = bobot terbesar – bobot terkecil M = banyaknya kategori bobot
Rentang skala Likert yang digunakan dalam penelitian ini adalah 1 hingga 5, maka rentang skala penilaian yang didapat adalah: Rs = 5-1
5 = 0,8
Nilai rentang skala sebesar 0,8 digunakan untuk menentukan rentang skala keputusan. Rentang skala keputusan Direct Rating Method yang digunakan dapat dilihat pada Tabel 4.
Tabel 4. Rentang skala keputusan Direct Rating Method
Kriteria Rentang Skala
Sangat Tidak Efektif 1,0 < X ≤ 1,8 Tidak Efektif 1,8 < X ≤ 2,6 Cukup Efektif 2,6 < X ≤ 3,4
Efektif 3,4 < X ≤ 4,2
Sangat Efektif 4,2 < X ≤ 5,0
Setelah skor rata-rata diperoleh, langkah selanjutnya adalah mengkonversi skor rata-rata ke skala pada tabel direct rating (g) dengan menggunakan rumus:
g = 𝑋 × 20
5 ... (12) Langkah terakhir adalah menjumlahkan seluruh nilai X direct rating untuk mendapatkan nilai total direct rating. Rentang keputusan pada Direct rating dapat dilihat pada Tabel 5.
Tabel 5. Direct Rating
Kategori Promosi Rentang Skala
Buruk 0 < g ≤ 20 Kurang Baik 20 < g ≤ 40 Rata-rata 40 < g ≤ 60 Baik 60 < g ≤ 80 Hebat 80 < g ≤ 100