• Tidak ada hasil yang ditemukan

TEMUAN PENELITIAN

A. Uji Validitas dan Reliabilitas

2. Uji Reliabilitas

Uji reliabilitas dilakukan pada kuesioner penelitian ini. Kemudian untuk melihat reliabel atau tidaknya kuesioner yang digunakan, maka peneliti melihat nilai Cronbach’s Alpha yang diperoleh. Apabila nilai Cronbach’s Alpha > 0,60 s.d. 0,80 maka dianggap reliabel, kemudian apabila dalam kisaran > 0,80 s.d. 1,00 maka dianggap sangat baik atau sangat reliabel (Veronika, 2016: 44). Berikut akan dipaparkan hasil uji reliabilitas yang telah diolah dengan menggunakan SPSS.

75 Tabel 4.4

Hasil Uji Reliabilitas untuk Variabel Penggnaan Instagram Stories (X) Cronbach’s Alpha N of Items

0,914 10

Sumber: Data yang diolah menggunakan SPSS, 2020

Berdasarkan hasil yang dipaparkan pada tabel 4.4 di atas, dapat dilihat bahwa nilai Cronbach’s alpha untuk variabel penggunaan instagram stories sebesar 0,914 dan berada di kisaran angka 0,80 s.d. 1,00. Sehingga dapat dikatakan bahwa instrumen yang digunakan pada penelitian ini dapat dikatakan reliabel atau konsisten jika digunakan di waktu yang berbeda dan layak digunakan untuk pengambilan data.

Tabel 4.5

Hasil Uji Reliabilitas untuk Variabel Brand Awareness (Y1) Cronbach’s Alpha N of Items

0,893 10

Sumber: Data yang diolah menggunakan SPSS, 2020

Berdasarkan hasil yang dipaparkan pada tabel 4.5 di atas, dapat dilihat bahwa nilai Cronbach’s alpha untuk variabel brand awareness sebesar 0,893 dan berada di kisaran angka 0,80 s.d. 1,00. Sehingga dapat dikatakan bahwa instrumen yang digunakan pada penelitian ini dapat dikatakan reliabel atau konsisten jika digunakan di waktu yang berbeda dan layak digunakan untuk pengambilan data.

Tabel 4.6

Hasil Uji Reliabilitas untuk Variabel Minat Beli (Y2) Cronbach’s Alpha N of Items

0,904 13

Sumber: Data yang diolah menggunakan SPSS, 2020

Berdasarkan hasil yang dipaparkan pada tabel 4.6 di atas, dapat dilihat bahwa nilai Cronbach’s alpha untuk variabel minat beli sebesar 0,904 dan berada di kisaran angka 0,80 s.d. 1,00. Sehingga dapat dikatakan bahwa instrumen yang digunakan pada penelitian ini dapat dikatakan reliabel atau konsisten jika digunakan di waktu yang berbeda dan layak digunakan untuk pengambilan data.

76 B. Uji Asumsi Klasik

1. Uji Normalitas

Uji normalitas dilakukan untuk mengetahui sebaran data pada sebuah kelompok data atau variabel, apakah sebaran data tersebut berdistribusi normal atau tidak. Pada penelitian ini, peneliti melihat nilai signifikansi pada hasil Kolmogorov-Smirnov Test melalui SPSS untuk mengetahui data yang terkumpul terdistribusi secara normal atau tidak. Apabila nilai signifikansi > α = 0,05 maka data tersebut berdistribusi normal, dan sebaliknya apabila nilai signifikansi < α = 0,05 maka data tersebut tidak berdistribusi normal.

Pada penelitian ini terdiri dari dua variabel Y, sehingga uji normalitas dilakukan sebanyak dua kali, yaitu antara variabel X dengan Y1, dan X dengan Y2. Berikut akan dipaparkan mengenai hasil uji normalitas yang telah dilakukan melalui program SPSS.

Tabel 4.7

Uji Normalitas Variabel Penggunaan Instagram Stories (X) dengan Brand Awareness (Y1)

Sumber: Data yang diolah menggunakan SPSS, 2020

Berdasarkan hasil perhitungan di atas, dapat dilihat bahwa nilai Asymp.Sig.(2-tailed) = 0,083, di mana nilai tersebut > dari α = 0,05, sehingga hal ini menunjukkan data tersebut berdistribusi normal. Hal ini juga diperkuat dengan hasil dari bentuk

77 histogram dan sebaran data pada plot yang ditunjukkan melalui gambar di bawah ini.

Gambar 4.1

Histogram dan Plot Uji Normalitas

Variabel Penggunaan Instagram Stories (X) dengan Brand Awareness (Y1)

Sumber: Data yang diolah menggunakan SPSS, 2020

Dari gambar 4.1 di atas memperlihatkan bahwa data tersebar di sekitar garis dan mengikuti garis, di mana menurut Al Ijie dan Santoso (2015: 5) apabila data menyebar di sekitar dan mengikuti garis diagonal pada plot atau mengikuti grafik histogramnya, maka data tersebut dikatakan berdistribusi normal. Sehingga dilihat dari histogram dan plot di atas, maka dapat dikatakan data tersebut berdistribusi normal.

78 Tabel 4.8

Uji Normalitas Variabel Penggunaan Instagram Stories (X) dengan Minat Beli (Y2)

Sumber: Data yang diolah menggunakan SPSS, 2020

Melalui hasil perhitungan di atas, dapat dilihat bahwa nilai Asymp.Sig.(2-tailed) = 0,200, di mana nilai tersebut > dari α = 0,05, sehingga hal ini menunjukkan data tersebut berdistribusi normal. Hal ini juga didukung oleh hasil dari bentuk histogram dan sebaran data pada plot yang dapat dilihat melalui gambar di bawah ini.

79 Gambar 4.2

Histogram dan Plot Uji Normalitas

Variabel Penggunaan Instagram Stories (X) dengan Minat Beli (Y2)

Sumber: Data yang diolah menggunakan SPSS, 2020

Dari gambar 4.2 di atas memperlihatkan bahwa data tersebar di sekitar garis dan mengikuti garis, di mana menurut Al Ijie dan Santoso (2015: 5) apabila data menyebar di sekitar dan mengikuti garis diagonal pada plot atau mengikuti grafik histogramnya, maka data tersebut dikatakan berdistribusi normal. Sehingga dilihat dari histogram dan plot di atas, maka dapat dikatakan data tersebut berdistribusi normal.

2. Uji Linearitas

Uji linearitas dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui hubungan antar dua variabel yaitu variabel X dan Y, apakah kedua variabel tersebut mempunyai hubungan secara linar atau tidak. Uji linearitas dilakukan dengan melihat nilai signifikansi dari hasil perhitungan yang telah dilakukan, apabila nilai signifikansi > α = 0,05 maka kedua variabel tersebut berhubungan secara linear, dan juga sebalikanya jika nilai signifikansi yang diperoleh < α = 0,05 maka kedua variabel tersebut tidak berhubungan secara linear.

Pada penelitian ini terdiri dari dua variabel Y, sehingga uji linearitas dilakukan sebanyak dua kali, yaitu pengujian untuk variabel X dengan Y1, dan Variabel X dengan Y2. Berdasarkan pengolahan data yang telah dilakukan dengan menggunakan SPSS, berikut akan dipaparkan hasil dari uji linearitas antara variabel independen dan variabel dependen.

80 Tabel 4.9

Uji Linearitas Variabel Penggunaan Instagram Stories (X) dengan Brand Awareness (Y1)

Sumber: Data yang diolah menggunakan SPSS, 2020

Berdasarkan hasil uji linearitas di atas, dapat dilihat bahwa nilai signifikansi pada kolom Deviation from Linearity sebesar 0,118, di mana nilai tersebut > α = 0,05. Hal ini memperlihatkan bahwa variabel penggunaan instagram stories (X) berhubungan secara linear dengan variabel brand awareness (Y1).

Tabel 4.10

Uji Linearitas Variabel Penggunaan Instagram Stories (X) dengan Minat Beli (Y2)

Sumber: Data yang diolah menggunakan SPSS, 2020

Berdasarkan hasil uji linearitas di atas, dapat dilihat bahwa nilai signifikansi pada kolom Deviation from Linearity sebesar 0,089, di mana nilai tersebut > α = 0,05. Hal ini memperlihatkan bahwa variabel penggunaan instagram stories (X) berhubungan secara linear dengan variabel minat beli (Y1).

Dokumen terkait