HASIL DAN PEMBAHASAN
3. Uji Secara Parsial (Uji t)
Uji t dilakukan untuk menguji secara parsial apakah harga ayam pedaging (X1), modal kerja (X2), lama usaha (X3), waktu kerja (X4), secara parsial atau masing-masing berpengaruh signifikan terhadap pendapatan peternak ayam pedaging (Y) di Kabupaten Aceh Tamiang.
Rumusan Hipotesis:
: .=0..artinya variabel harga ayam pedaging (X1), modal kerja (X2), lama usaha (X3), waktu kerja (X4) secara serentak tidak berpengaruh signifikan terhadap pendapatan peternak ayam pedaging (Y) di Kabupaten Aceh Tamiang.
: ≠0 artinya variabel harga ayam pedaging (X1), modal kerja (X2), lama usaha (X3), waktu kerja (X4) secara serentak berpengaruh signifikan terhadap pendapatan peternak ayam pedaging (Y) di Kabupaten Aceh Tamiang.
Kriteria pengambilan keputusan:
diterima jika nilai prob. ≥ tingkat kesalahan (𝛼) 0,1 diterima jika nilai prob. < tingkat kesalahan (𝛼) 0,1
Derajat nilai probability diperoleh dari hasil pengolahan program Eviews 7 seperti terlihat pada tabel berikut ini:
a. Pengaruh Harga Ayam Pedaging terhadap Pendapatan Peternak Ayam ...Pedaging
Berdasarkan Tabel 4.17., nilai probability untuk variabel harga ayam pedaging adalah 0,015 pada tingkat kepercayaan (𝛼) 10%, sehingga dapat disimpulkan bahwa secara parsial variabel pendidikan berpengaruh positif dan signifikan (0,015
< 0,1) terhadap pendapatan peternak ayam pedaging di Kabupaten Aceh Tamiang.
Jika harga ayam pedaging naik maka pendapatan peternak ayam pedaging pun meningkat.
Harga adalah sejumlah uang yang ditagihkan atas suatu produk atau jasa, atau jumlah dari nilai yang ditukarkan para pelanggan untuk memperoleh manfaat dari memiliki atau menggunakan suatu produk atau jasa (Kotler dan Keller, 2009:345).
Hasil penelitian yang menunjukkan bahwa harga ayam berpengaruh positif dan signifikan terhadap pendapatan peternak ayam di Kabupaten Aceh Tamiang baik itu peternak ayam pedaging. Hasil penelitian ini didukung oleh penelitian Affandi (2009:10) bahwa harga ayam berpengaruh positif di mana semakin naik tingkat harga maka pendapatan peternak ayam cenderung semakin meningkat. Apabila terjadi penurunan harga ayam maka peternak akan mengalami kerugian karena pendapatan peternak akan menurun. Akan tetapi, jika harga ayam meningkat, para peternak akan cenderung mendapatkan keuntungan (Samantha, 2015:7).
b. Pengaruh Modal Kerja terhadap Pendapatan Peternak Ayam Pedaging Berdasarkan Tabel 4.17., nilai probability untuk variabel modal kerja adalah 0,000 pada tingkat kepercayaan (𝛼) 10%, sehingga dapat disimpulkan bahwa secara parsial variabel modal kerja berpengaruh positif dan signifikan (0,016 < 0,1) terhadap pendapatan peternak ayam pedaging di Kabupaten Aceh Tamiang. Jika modal kerja meningkat maka pendapatan peternak ayam pedaging pun meningkat.
Sutrisno (2007:11) menyatakan bahwa modal kerja adalah dana yang diperlukan oleh perusahaan untuk memenuhi kebutuhan operasional perusahaan sehari-hari, seperti pembelian bahan baku, pembayaran upah buruh, membayar hutang dan pembayaran lainnya. Hasil penelitian yang menunjukkan bahwa modal kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap terhadap pendapatan peternak ayam di Kabupaten Aceh Tamiang didukung oleh penelitian Ilham (2010:4) dan Ratih (2012:44) bahwa semakin tinggi modal kerja maka pendapatan peternak ayam cenderung semakin meningkat.
Modal kerja dalam penelitian ini tidak secara spesifik membahas laporan kelancaran perputaran kas usaha, sebab pada umumnya peternak ayam yang menjadi respoden dalam penelitian ini tidak melakukan pendataan tersebut sepenuhnya. Modal kerja dalam penelitian ini berkaitan dengan modal usaha yang dipergunakan oleh pelaku usaha untuk membiayai seluruh kegiatan operasional usaha tersebut. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa semakin besar modal usaha yang digunakan dalam menjalankan operasional usaha, semakin besar pula pendapatan yang dapat diperoleh dari peternak ayam tersebut. Modal yang semakin besar mengundang banyak sumber daya yang ada, seperti bahan baku, peralatan yang lebih baik, atau sumber daya manusia dan pengelolaan yang lebih baik lagi Sawir (2001:87). Pengalokasian modal usaha untuk masing-masing komponen
tersebut juga menjadi lebih fleksibel sehingga dapat lebih mengakomodasi permintaan pasar. Kegiatan ini akan berdampak pada peningkatan omset atau pendapatan usaha yang semakin tinggi.
c. Pengaruh Lama Usaha terhadap Pendapatan Peternak Ayam Pedaging Berdasarkan Tabel 4.17., nilai probability untuk variabel lama usaha adalah 0,469 pada tingkat kepercayaan (𝛼) 10%, sehingga dapat disimpulkan bahwa secara parsial variabel lama usaha berpengaruh positif dan tidak signifikan (0,226 ≥ 0,1) terhadap pendapatan peternak ayam pedaging di Kabupaten Aceh Tamiang. Jika semakin lama usaha maka pendapatan peternak ayam pedaging pun meningkat.
Dalam menjalankan suatu usaha, lama usaha memegang peranan penting dalam proses melakukan usaha perdagangan (Utama, 2012:65). Lamanya suatu usaha dapat menimbulkan suatu pengalaman berusaha, di mana pengalaman dapat mempengaruhi pengamatan seseorang dalam bertingkah laku (Asmie, 2008:32).
Hasil penelitian yang menunjukkan bahwa lama usaha memiliki berpengaruh positif terhadap pendapatan peternak ayam di Kabupaten Aceh Tamiang didukung oleh penelitian Affandi (2009:13) bahwa semakin lama usaha maka pendapatan peternak ayam cenderung semakin meningkat.
Dalam penelitian ini lama usaha berpengaruh tidak signifikan terhadap pendapatan peternak ayam pedaging di Kabupaten Aceh Tamiang dikarenakan lama usaha peternak ayam pedaging tidak mempengaruhi produktivitasnya sehingga tidak dapat menambah efisiensi dan tidak menekan biaya produksi lebih kecil daripada penjualan (Firdausa, 2013:56). Kedua, kurangmya pengetahuan tentang manajemen usaha, pemasok, pelanggan, serta persaingan usaha yang lebih baik dari mereka yang baru memasuki usaha tersebut. Semakin lama menekuni bidang usaha perdagangan akan makin meningkatkan pengetahuan tentang selera
dan perilaku konsumen serta semakin banyak relasi bisnis dan pelanggan. Usaha yang semakin lama beroperasi akan mencapai pengetahuan tentang manajemen usaha, pemasok, pelanggan, serta persaingan usaha yang lebih baik dari mereka yang baru memasuki usaha tersebut. Dengan modal tersebut usaha akan mampu beroperasi dengan lebih baik lagi dan meningkatkan pendapatan usaha.
d. Pengaruh Waktu Kerja terhadap Pendapatan Peternak Ayam Pedaging Berdasarkan Tabel 4.17., nilai probability untuk variabel waktu kerja adalah 0,000 pada tingkat kepercayaan (𝛼) 10%, sehingga dapat disimpulkan bahwa secara parsial variabel status pekerjaan berpengaruh positif dan tidak signifikan (0,545 ≥ 0,1) terhadap pendapatan peternak ayam pedaging di Kabupaten Aceh Tamiang.
Jika semakin bertambah waktu kerja maka pendapatan peternak ayam pedaging pun meningkat.
Menurut Ehrenberg dan Smith (1988:76) keputusan untuk bekerja merupakan suatu keputusan puncak mengenai bagaimana seharusnya memanfaatkan waktu.
Hasil penelitian yang menunjukkan bahwa waktu kerja berpangaruh positif terhadap pendapatan peternak ayam di Kabupaten Aceh Tamiang didukung oleh penelitian Ilham (2010:6) bahwa semakin bertambah waktu kerja maka pendapatan peternak ayam cenderung semakin meningkat.
Pada umumnya jam kerja yang lebih tinggi akan menjadi peningkatan biaya operasional yang semakin tinggi pula. Jam operasional yang semakin tinggi juga mendukung perluasan pasar serta permintaan pasar yang baru. Preferensi masyarakat juga dipengaruhi oleh lama jam operasional tersebut. Opini dan preferensi masyarakat tentang ketersediaan usaha dipengaruhi oleh jam operasional usaha.
Dalam penelitian ini waktu kerja berpengaruh tidak signifikan terhadap pendapatan peternak ayam pedaging di Kabupaten Aceh Tamiang dikarenakan waktu kerja tidak mampu menambah tingkat produktivitas kerja peternak ayam pedaging di Kabupaten Aceh Tamiang serta tidak mampu meningkatkan pendapatan usaha.