• Tidak ada hasil yang ditemukan

Uji Secara Serempak (Uji F)

Dalam dokumen UNIVERSITAS SUMATERA UTARA (Halaman 95-105)

HASIL DAN PEMBAHASAN

4. Uji Secara Serempak (Uji F)

Uji F dilaksanakan untuk menguji apakah harga ayam (X1), modal kerja (X2), lama usaha (X3), waktu kerja (X4) secara bersama-sama atau serentak mempunyai pengaruh yang signifikan pendapatan peternak ayam pedaging (Y) di Kabupaten Aceh Tamiang.

Rumusan Hipotesis:

: .=0..artinya variabel harga ayam pedaging (X1), modal kerja (X2), lama usaha (X3), waktu kerja (X4) secara serentak tidak berpengaruh signifikan terhadap pendapatan peternak ayam pedaging (Y) di Kabupaten Aceh Tamiang.

: ≠0 artinya variabel harga ayam pedaging (X1), modal kerja (X2), lama usaha (X3), waktu kerja (X4) secara serentak berpengaruh signifikan terhadap pendapatan peternak ayam pedaging (Y) di Kabupaten Aceh Tamiang.

Nilai probability F dapat dicari dari hasil pengolahan Eviews 7.

Kriteria pengambilan keputusan:

diterima jika nilai prob. F ≥ tingkat kesalahan (𝛼) 0,1 diterima jika nilai prob. F < tingkat kesalahan (𝛼) 0,1

Berdasarkan Tabel 4.17., nilai probability F sebesar 0,000 < tingkat kepercayaan (𝛼) 0,1. Dengan demikian maka Ho ditolak dan Ha diterima. Hal ini menunjukkan

harga ayam pedaging (X1), modal kerja (X2), lama usaha (X3), waktu kerja (X4) secara serentak berpengaruh signifikan terhadap pendapatan peternak ayam pedaging (Y) di Kabupaten Aceh Tamiang.

Model Peternak Ayam Kampung Y = α + β1X1 + β2X2 + β3X3 + β4X4 Keterangan:

Y = Pendapatan Peternak Ayam Kampung (Juta Rupiah/Bulan) X1 = Harga Ayam Kampung (Satuan Rupiah)

X2 = Modal Kerja (Juta Rupiah/Bulan) X3 = Lama Usaha (Tahun)

X4 = Waktu Kerja (Jam/Hari) α = Konstanta

β1 β2 β3 β4 = Koefisien Regresi ε = Kesalahan Gangguan

Koefisien statistik dari masing-masing variabel independen dapat dihitung dengan bantuan komputer melalui program Eviews 7 dengan hasil sebagai berikut:

Tabel 4.18.

Hasil Regresi Harga Ayam Kampung, Modal Kerja, Lama Usaha, Waktu Kerja terhadap Pendapatan Peternak Ayam Kampung

Variabel Koefisien Prob. Keterangan

Konstanta 140,087 0,000

X1 (Harga Ayam Kampung) 0,290 0,669 Tidak Signifikan

X2 (Modal Kerja) 0,194 0,058 Signifikan

X3 (Lama Usaha) 6,305 0,012 Signifikan

X4 (Waktu Kerja) 14,663 0,003 Signifikan

= 0,820 Prob. F = 0,000

Sumber: Hasil Penelitian, 2019 (Data Diolah)

Berdasarkan hasil model estimasi fungsi pendapatan peternak ayam kampung yang disajikan pada tabel 4.18., diperoleh hasil persamaan sebagai berikut:

Y = 140,087 + 0,290X1 + 0,194X2 + 6,305X3 + 14,663X4

Analisis hasil model estimasi tersebut dapat diinterpretasikan sebagai berikut:

1. Pengaruh Variabel Secara Parsial a. Konstanta (a)

Berdasarkan Tabel 4.18., dapat diketahui bahwa koefisien konstanta adalah 140,087. Koefisien ini memberi makna bahwa dalam keadaan tetap atau tidak ada perubahan pada variabel harga ayam kampung (X1), modal kerja (X2), lama usaha (X3), waktu kerja (X4) maka pendapatan peternak ayam kampung (Y) tetap sebesar 140,087 juta per bulan.

b. Koefisien Harga Ayam Kampung (X1)

Berdasarkan Tabel 4.18., dapat diketahui bahwa koefisien variabel harga ayam kampung hasil empiris sebesar 0,290. Koefisien empiris variabel harga ayam menunjukkan pengaruh yang positif yang memberi makna bahwa apabila harga ayam bertambah satu rupiah dengan asumsi variabel lain konstan maka akan menambah pendapatan peternak ayam kampung sebesar 0,290 juta per bulan.

c. Koefisien Modal Kerja (X2)

Berdasarkan Tabel 4.18., dapat diketahui bahwa variabel koefisien modal kerja hasil empiris sebesar 0,194. Koefisien empiris variabel modal kerja menunjukkan pengaruh yang positif yang memberi makna bahwa apabila modal kerja bertambah sebesar satu rupiah per bulan dengan asumsi variabel lain konstan maka akan menambah pendapatan peternak ayam kampung sebesar 0,194 juta per bulan.

d. Koefisien Lama Usaha (X3)

Berdasarkan Tabel 4.18., dapat diketahui bahwa variabel koefisien lama usaha hasil empiris sebesar 6,305. Koefisien empiris variabel lama usaha menunjukkan pengaruh yang positif yang memberi makna bahwa apabila lama usaha bertambah sebesar satu tahun dengan asumsi variabel lain konstan maka akan menambah pendapatan peternak ayam kampung sebesar 6,305 juta per bulan.

e. Koefisien Waktu Kerja (X4)

Berdasarkan Tabel 4.18., dapat diketahui bahwa variabel koefisien waktu kerja hasil empiris sebesar 14,663. Koefisien empiris variabel waktu kerja menunjukkan pengaruh yang positif yang memberi makna bahwa apabila waktu kerja bertambah sebesar satu jam per hari dengan asumsi variabel lain konstan maka akan menambah pendapatan peternak ayam kampung sebesar 14,663 juta per bulan.

2. Koefisien Determinasi (R-Square)

Model statistik yang dibangun perlu diuji untuk mengukur seberapa jauh kemampuan model dalam menerangkan variasi variabel independen. Uji model estimasi dapat dilihat dari koefisien determinasi (R2) dengan keputusan:

1. Bagus apabila R2 ≥ 0,90

2. Kurang bagus apabila 50 < R2 > 0,90 3. Tidak bagus apabila 0 < R2 < 0,90

Berdasarkan Tabel 4.18., hasil model empiris menunjukkan R2 sebesar 0,820 berada di 50 < R2 > 0,90. Hal ini memberikan makna bahwa model empiris yang dibangun tentang pendapatan peternak ayam kampung yang ditentukan oleh variabel harga ayam kampung (X1), modal kerja (X2), lama usaha (X3), waktu kerja (X4) adalah kurang bagus karena R2 = 50 < 0,820 > 0,90.

Nilai koefisien determinasi (R-Square) sebesar 0,820 memberi informasi bahwa secara bersama-sama variabel harga ayam kampung (X1), modal kerja (X2), lama usaha (X3), waktu kerja (X4) mampu menjelaskan variasi variabel pendapatan peternak ayam kampung sebesar 82%, sedangkan sisanya sebesar 18% dijelaskan oleh faktor lain yang tidak disertakan pada model penelitian ini.

3. Uji Secara Parsial (Uji t)

Uji t dilakukan untuk menguji secara parsial apakah harga ayam kampung (X1), modal kerja (X2), lama usaha (X3), waktu kerja (X4), secara parsial atau masing-masing berpengaruh signifikan terhadap pendapatan peternak ayam kampung (Y) di Kabupaten Aceh Tamiang.

Rumusan Hipotesis:

: .=0..artinya variabel harga ayam kampung (X1), modal kerja (X2), lama usaha (X3), waktu kerja (X4) secara serentak tidak berpengaruh signifikan terhadap pendapatan peternak ayam kampung (Y) di Kabupaten Aceh Tamiang.

: ≠0 artinya variabel harga ayam kampung (X1), modal kerja (X2), lama usaha (X3), waktu kerja (X4) secara serentak berpengaruh signifikan terhadap pendapatan peternak ayam kampung (Y) di Kabupaten Aceh Tamiang.

Kriteria pengambilan keputusan:

diterima jika nilai prob. ≥ tingkat kesalahan (𝛼) 0,1 diterima jika nilai prob. < tingkat kesalahan (𝛼) 0,1

Derajat nilai probability diperoleh dari hasil pengolahan program Eviews 7 seperti terlihat pada tabel berikut ini:

a. Pengaruh Harga Ayam Kampung terhadap Pendapatan Peternak Ayam ...Kampung

Berdasarkan Tabel 4.18., nilai probability untuk variabel harga ayam kampung adalah 0,669 pada tingkat kepercayaan (𝛼) 10%, sehingga dapat disimpulkan bahwa secara parsial variabel pendidikan berpengaruh positif dan tidak signifikan (0,669 ≥ 0,1) terhadap pendapatan peternak ayam kampung di Kabupaten Aceh Tamiang. Jika harga ayam kampung naik maka pendapatan peternak ayam kampung pun meningkat.

Harga adalah sejumlah uang yang ditagihkan atas suatu produk atau jasa, atau jumlah dari nilai yang ditukarkan para pelanggan untuk memperoleh manfaat dari memiliki atau menggunakan suatu produk atau jasa (Kotler dan Keller, 2009:345).

Hasil penelitian yang menunjukkan bahwa harga ayam berpengaruh positif terhadap pendapatan peternak ayam di Kabupaten Aceh Tamiang baik itu peternak ayam pedaging maupun peternak ayam kampung. Hasil penelitian ini didukung oleh penelitian Ayu (2015:18) bahwa harga ayam berpengaruh positif di mana semakin naik tingkat harga maka pendapatan peternak ayam cenderung semakin meningkat. Apabila terjadi penurunan harga ayam maka peternak akan mengalami kerugian karena pendapatan peternak akan menurun. Akan tetapi, jika harga ayam meningkat, para peternak akan cenderung mendapatkan keuntungan (Samantha, 2015:7).

Dalam penelitian ini harga berpengaruh tidak signifikan terhadap pendapatan peternak ayam kampung di Kabupaten Aceh Tamiang dikarenakan faktor harga tidak menjadi komponen yang paling berpengaruh oleh konsumen dalam membeli ayam kampung. Sedangkan bagi produsen ayam dalam hal ini peternak ayam

kampung penetepan harga ayam yang terlampau tinggi akan menganggu keutungan usaha.

b. Pengaruh Modal Kerja terhadap Pendapatan Peternak Ayam Kampung Berdasarkan Tabel 4.18., nilai probability untuk variabel pendapatan adalah 0,058 pada tingkat kepercayaan (𝛼) 10%, sehingga dapat disimpulkan bahwa secara parsial variabel modal kerja berpengaruh positif dan signifikan (0,058 < 0,1) terhadap pendapatan peternak ayam kampung di Kabupaten Aceh Tamiang. Jika modal kerja meningkat maka pendapatan peternak ayam kampung pun meningkat.

Sutrisno (2007:11) menyatakan bahwa modal kerja adalah dana yang diperlukan oleh perusahaan untuk memenuhi kebutuhan operasional perusahaan sehari-hari, seperti pembelian bahan baku, pembayaran upah buruh, membayar hutang dan pembayaran lainnya. Hasil penelitian yang menunjukkan bahwa modal kerja berpengaruh positif terhadap terhadap pendapatan peternak ayam di Kabupaten Aceh Tamiang didukung oleh penelitian Affandi (2009:15) bahwa semakin tinggi modal kerja maka pendapatan peternak ayam cenderung semakin meningkat.

Modal kerja dalam penelitian ini tidak secara spesifik membahas laporan kelancaran perputaran kas usaha, sebab pada umumnya peternak ayam yang menjadi respoden dalam penelitian ini tidak melakukan pendataan tersebut sepenuhnya. Modal kerja dalam penelitian ini berkaitan dengan modal usaha yang dipergunakan oleh pelaku usaha untuk membiayai seluruh kegiatan operasional usaha tersebut. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa semakin besar modal usaha yang digunakan dalam menjalankan operasional usaha, semakin besar pula pendapatan yang dapat diperoleh dari peternak ayam tersebut. Modal yang semakin besar mengundang banyak sumber daya yang ada, seperti bahan baku, peralatan yang lebih baik, atau sumber daya manusia dan pengelolaan yang lebih baik lagi

Sawir (2001:87). Pengalokasian modal usaha untuk masing-masing komponen tersebut juga menjadi lebih fleksibel sehingga dapat lebih mengakomodasi permintaan pasar. Kegiatan ini akan berdampak pada peningkatan omset atau pendapatan usaha yang semakin tinggi.

c. Pengaruh Lama Usaha terhadap Pendapatan Peternak Ayam Kampung Berdasarkan Tabel 4.18., untuk variabel lama usaha adalah 0,012 pada tingkat kepercayaan (𝛼) 10%, sehingga dapat disimpulkan bahwa secara parsial variabel lama usaha berpengaruh positif dan signifikan (0,012 < 0,1) terhadap pendapatan peternak ayam kampung di Kabupaten Aceh Tamiang. Jika semakin lama usaha maka pendapatan peternak ayam kampung pun meningkat.

Dalam menjalankan suatu usaha, lama usaha memegang peranan penting dalam proses melakukan usaha perdagangan (Utama, 2012:65). Lamanya suatu usaha dapat menimbulkan suatu pengalaman berusaha, di mana pengalaman dapat mempengaruhi pengamatan seseorang dalam bertingkah laku (Asmie, 2008:32).

Hasil penelitian yang menunjukkan bahwa lama usaha memiliki berpengaruh positif terhadap pendapatan peternak ayam di Kabupaten Aceh Tamiang didukung oleh penelitian Yoris (2017:56) bahwa semakin lama usaha maka pendapatan peternak ayam cenderung semakin meningkat.

Lama pembukaan usaha dapat mempengaruhi tingkat pendapatan, lama seorang pelaku bisnis menekuni bidang usahanya akan mempengaruhi produktivitasnya sehingga dapat menambah efisiensi dan menekan biaya produksi lebih kecil daripada penjualan (Firdausa, 2013:56). Semakin lama menekuni bidang usaha perdagangan akan makin meningkatkan pengetahuan tentang selera dan perilaku konsumen serta semakin banyak relasi bisnis dan pelanggan. Usaha yang semakin lama beroperasi akan mencapai pengetahuan tentang manajemen usaha, pemasok,

pelanggan, serta persaingan usaha yang lebih baik dari mereka yang baru memasuki usaha tersebut. Dengan modal tersebut usaha akan mampu beroperasi dengan lebih baik lagi dan meningkatkan pendapatan usaha.

d. Pengaruh Waktu Kerja terhadap Pendapatan Peternak Ayam Kampung Berdasarkan Tabel 4.18., untuk variabel waktu kerja adalah 0,003 pada tingkat kepercayaan (𝛼) 10%, sehingga dapat disimpulkan bahwa secara parsial variabel status pekerjaan berpengaruh positif dan signifikan (0,003 < 0,1) terhadap pendapatan peternak ayam kampung di Kabupaten Aceh Tamiang. Jika semakin bertambah waktu kerja maka pendapatan peternak ayam kampung pun meningkat.

Menurut Ehrenberg dan Smith (1988:76) keputusan untuk bekerja merupakan suatu keputusan puncak mengenai bagaimana seharusnya memanfaatkan waktu.

Hasil penelitian yang menunjukkan bahwa waktu kerja berpangaruh positif terhadap pendapatan peternak ayam di Kabupaten Aceh Tamiang didukung oleh penelitian Ilham (2010:7) bahwa semakin meningkat waktu kerja maka pendapatan peternak ayam cenderung semakin meningkat.

Pada umumnya jam kerja yang lebih tinggi akan menjadi peningkatan biaya operasional yang semakin tinggi pula. Jam operasional yang semakin tinggi juga mendukung perluasan pasar serta permintaan pasar yang baru. Preferensi masyarakat juga dipengaruhi oleh lama jam operasional tersebut. Opini dan preferensi masyarakat tentang ketersediaan usaha dipengaruhi oleh jam operasional usaha.

4. Uji Secara Serempak (Uji F)

Uji F dilaksanakan untuk menguji apakah harga ayam kampung (X1), modal kerja (X2), lama usaha (X3), waktu kerja (X4) secara bersama-sama atau serentak

mempunyai pengaruh yang signifikan pendapatan peternak ayam kampung (Y) di Kabupaten Aceh Tamiang.

Rumusan Hipotesis:

: .=0..artinya variabel harga ayam kampung (X1), modal kerja (X2), lama usaha (X3), waktu kerja (X4) secara serentak tidak berpengaruh signifikan terhadap pendapatan peternak ayam kampung (Y) di Kabupaten Aceh Tamiang.

: ≠0 artinya variabel harga ayam kampung (X1), modal kerja (X2), lama usaha (X3), waktu kerja (X4) secara serentak berpengaruh signifikan terhadap pendapatan peternak ayam kampung (Y) di Kabupaten Aceh Tamiang.

Nilai probability F dapat dicari dari hasil pengolahan Eviews 7.

Kriteria pengambilan keputusan:

diterima jika nilai prob. F ≥ tingkat kesalahan (𝛼) 0,05 diterima jika nilai prob. F < tingkat kesalahan (𝛼) 0,05

Berdasarkan Tabel 4.18.,, nilai prob. F sebesar 0,000 < tingkat kepercayaan (𝛼) 0,1. Dengan demikian maka Ho ditolak dan Ha diterima. Hal ini menunjukkan harga ayam kampung (X1), modal kerja (X2), lama usaha (X3), waktu kerja (X4) secara serentak berpengaruh signifikan terhadap pendapatan peternak ayam kampung (Y) di Kabupaten Aceh Tamiang.

BAB V

Dalam dokumen UNIVERSITAS SUMATERA UTARA (Halaman 95-105)

Dokumen terkait