• Tidak ada hasil yang ditemukan

Uji Signifikansi Simultan (Overall Model Fit Test)

BAB IV ANALISIS HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASA

4.5 Uji Hipotesis

4.5.1 Uji Signifikansi Simultan (Overall Model Fit Test)

Uji statistik F adalah pengujian untuk menguji secara fit variabel X terhadap Y. Signifikan F < α (0,05) maka variabel X berpengaruh secara fit terhadap variabel Y. Namun sebaliknya, jika > α (0,05) maka tidak terdapat pengaruh fit pada variabel X terhadap Y.

Tabel 4.10

Hasil Uji Signifikansi Simultan (Uji Overall Model Fit)

ANOVAa

Model Sum of Squares df Mean Square F Sig.

1

Regression ,251 5 ,050 4,398 ,001b

Residual 1,597 140 ,011

Total 1,847 145

a. Dependent Variable: Unstandardized Residual

b. Predictors: (Constant), Profitabilitas, Ukuran Perusahaan, Intensitas Aset Tetap, Koneksi Politik, Leverage

Dari tabel 4.9 hasil pengujian hipotesis diketahui bahwa nilai signifikansi sebesar 0,001 atau dengan kata lain lebih kecil dari profitabilitas (p-Value) sebesar 0,05. Berdasarkan hasil uji F tersebut, maka dapat dikatakan bahwa model persamaan regresi yang digunakan dalam penelitian ini dalam kondisi fit dan layak untuk diinterprestasikan.

59 4.5.2 Uji Regresi Parsial/uji t

Uji statistik t pada dasarnya menunjukkan seberapa jauh pengaruh satu variabel independen secara individual dalam menerangkan variabel dependen.

Pengujian dilakukan dengan menggunakan tingkat signifikansi 0,05 (α=5%). Jika t hitung < (0,05) maka tidak terdapat pengaruh secara parsial variabel X terhadap Y.

Tabel 4.11

Hasil Uji Signifikansi Parameter Individual (Uji Statistik t)

Coefficientsa

Model Unstandardized Coefficients Standardized

Coefficients

T Sig.

B Std. Error Beta

1

(Constant) -,665 ,154 -4,322 ,000

Leverage -,077 ,037 -,168 -2,060 ,041

Intensitas Aset Tetap ,009 ,018 ,042 ,526 ,600

Ukuran Perusahaan ,022 ,005 ,335 4,109 ,000

Koneksi Politik ,028 ,020 ,117 1,443 ,151

Profitabilitas -,064 ,107 -,047 -,592 ,555

a. Dependent Variable: Unstandardized Residual

Berdasarkan hasil analisis uji t pada tabel 4.10 maka dapat disimpulkan sebagai berikut :

Hasil Uji Hipotesis 1 : Leverage berpengaruh terhadap Tax Avoidance

Variabel Leverage (X1) memiliki nilai signifikansi sebesar 0,041 atau lebih kecil dari 0,05. Hal tersebut dapat dikatakan bahwa hipotesis pertama (H1) diterima sehingga dapat dikatakan bahwa leverage berpengaruh terhadap tax avoidance.

Hasil Uji Hipotesis 2 : Intensitas Aset Tetap tidak berpengaruh terhadap Tax Avoidance

60

Variabel Intensitas Aset Tetap (X2) memiliki nilai signifikansi sebesar 0,600 atau lebih besar dari 0,05. Hal tersebut dapat dikatakan bahwa hipotesis kedua (H2) ditolak sehingga dapat dikatakan bahwa Intensitas Aset Tetap tidak berpengaruh terhadap Tax Avoidance.

Hasil Uji Hipotesis 3 : Ukuran Perusahaan berpengaruh terhadap Tax Avoidance

Variabel Ukuran Perusahaan (X3) memiliki nilai signifikansi sebesar 0,000 atau lebih kecil dari 0,05. Hal tersebut dapat dikatakan bahwa hipotesis ketiga (H3) diterima sehingga dapat dikatakan bahwa ukuran perusahaan berpengaruh terhadap tax avoidance.

Hasil Uji Hipotesis 4 : Koneksi Politik tidak berpengaruh terhadap Tax Avoidance

Variabel Koneksi Politik (X4) memiliki nilai signifikansi sebesar 0,151 atau lebih besar dari 0,05. Hal tersebut dapat dikatakan bahwa hipotesis keempat (H4) ditolak sehingga dapat dikatakan bahwa Koneksi Politik tidak berpengaruh terhadap Tax Avoidance.

Hasil Uji Hipotesis 5 : Profitabilitas tidak berpengaruh terhadap Tax Avoidance

61

Variabel Profitabilitas (X5) memiliki nilai signifikansi sebesar 0,555 atau lebih besar dari 0,05. Hal tersebut dapat dikatakan bahwa hipotesis kelima (H5) ditolak sehingga dapat dikatakan bahwa Intensitas Aset Tetap tidak berpengaruh terhadap Tax Avoidance.

4.6 Pembahasan dan Hasil Penelitian

4.6.1 Pengaruh Leverage terhadap Tax Avoidance

Berdasarkan dari uji t pada tabel 4.11 dapat diketahui bahwa leverage memiliki signifikan sebesar 0,041. Tingkat signifikan tersebut lebih kecil dari tarif signifikan α = 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa berpengaruh signifikan antara leverage terhadap tax avoidance. Semakin tinggi leverage maka semakin tinggi pula effective tax rate (ETR) atau dapat dikatakan tingkat tax avoidance rendah.

Perusahaan yang berhutang akan memberikan hasil kinerja yang baik dengan dibuktikan dari perolehan laba yang lebih baik dari pada perusahaan yang tidak berhutang (Hartadinata dan Tjaraka, 2013). Perusahaan akan menunjukkan keadaaan laba yang baik agar perusahaan tidak dipandang kurang sehat oleh kreditur karena masih terkait dengan kontrak hutang. Hutang dapat meningkatkan nilai perusahaan, namun apabila penggunaan hutang dengan jumlah yang besar maka akan menimbulkan risiko yang dihadapi perusahaan juga akan besar, sehingga pihak manajemen akan bertindak hati-hati dan tidak mengambil resiko atas hutang tersebut untuk melakukan tindakan tax avoidance.

Tingginya tingkat leverage akan menurunkan tingkat tax avoidance karena semakin tinggi leverage maka perusahaan cenderung meningkatkan laba (Watts dan Zimmerman 1986) dalam . Hasil penelitian ini sebanding dengan penelitian yang

62

dilakukan oleh Mulyani (2014) dan Swingly dan Sukartha (2014) dalam I Made Surya Dharma dan Putu Agus Ardiana (2016) yang menyatakan bahwa leverage berpengaruh terhadap ETR atau semakin tinggi leverage maka akan menurunkan tingkat tax avoidance.

4.6.2 Pengaruh Intensitas Aset Tetap Terhadap Tax Avoidance

Berdasarkan dari uji t pada tabel 4.11 dapat diketahui bahwa leverage memiliki signifikan sebesar 0,600. Tingkat signifikan tersebut lebih besar dari tarif signifikan α = 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa intensitas aset tetap tidak berpengaruh terhadap effective tax rate (ETR). Hasil penelitian ini tidak sebanding dengan penelitian yang dilakukan oleh Darmadi (2013) yang menyatakan bahwa besarnya kepemilikan aset tetap akan menurunkan tingkat tax avoidance suatu perusahaan.

Dengan tidak adanya pengaruh dari Intensitas Aset Tetap pada tingkat tax avoidance diakibatkan oleh perusahaan dengan tingkat Intensitas Aset Tetap yang tinggi memang menggunakan aset tetap tersebut untuk kepentingan perusahaan.

Aset tetap tidak mampu memengaruhi kecenderungan perusahaan untuk melakukan tindakan tax avoidance. Hasil ini sesuai dengan hasil penelitian Chiou et al. (2012) dan Haryadi (2012). Perusahaan bukan sengaja menyimpan proporsi aset yang besar untuk menghindari pajak melainkan perusahaan memang menggunakan aset tetap tersebut untuk tujuan operasional perusahaan. Sehingga proporsi aset tetap yang tinggi tidak akan memengaruhi tingkat agresivitas yang akan dilakukan perusahaan.

63

Penelitian Imelia (2015) menunjukkan bahwa intensitas aset tetap perusahaan tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap praktik manajemen pajak. Hal tersebut bertentangan dengan penelitian dari Dharma dan Ardiana (2016) yang menunjukkan bahwa intensitas aset tetap memberikan pengaruh negatif yang signifikan terhadap tindakan tax avoidance. Artinya, semakin tinggi nilai intensitas aset tetap yang dimiliki perusahaan menyebabkan semakin menurunnya aktivitas tax avoidance.

Dharma dan Agus (2015) yang menyatakan besarnya kepemilikan aset tetap tidak memberikan pengaruh yang cukup besar dalam hal mengurangi pembayaran pajak yang dibayarkan perusahaan. Penyimpanan aset tetap yang besar oleh suatu perusahaan bukan semata-mata untuk menghindari pajak melainkan bertujuan untuk menjalankan operasional perusahaan. Aset tetap yang memiliki nilai depresasi dan berpotensi mengurangi penghasilan kena pajak dari hasil analisis terbukti tidak mempengaruhi kecenderungan perusahaan untuk melakukan penghindaran pajak, karena dari adanya aset tetap yang tinggi memberikan dampak yang terlalu berisiko bagi perusahaan yaitu adanya beban pemeliharaan aset tetap, tempat penyimpanan yang besar dan risiko keusangan terhadap aset tetap menjadikan intensitas aset tetap yang tinggi kurang efisien bagi perusahaan sehingga intensitas aset tetap yang tinggi tidak akan mempengaruhi penghindaran pajak yang dilakukan oleh perusahaan. Hasil penelitian ini juga searah dengan penelitian yang dilakukan oleh Adisamartha (2015) yang menyatakan tidak adanya pengaruh yang signifikan dari intensitas aset tetap terhadap tax avoidance melainkan karena aset tetap tersebut semata-mata memang digunakan untuk kepentingan operasional perusahaan.

64

4.6.3 Pengaruh Ukuran Perusahaan terhadap Tax Avoidance

Berdasarkan dari uji t pada tabel 4.11 dapat diketahui bahwa ukuran perusahaan memiliki signifikan sebesar 0,000. Tingkat signifikan tersebut lebih kecil dari tarif signifikan α = 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa semakin besar ukuran perusahaan maka effective tax rate perusahaan semakin rendah atau dapat dikatakan bahwa tingkat tax avoidance suatu perusahaan semakin besar.

Perusahaan besar dengan total asel yang besar menggambarkan bahwa perusahaan lebih stabil dan lebih mampu dalam menhasilkan laba dibanding perusahaan dengan total aset yang lebih kecil (Indriani, 2005 dalam Rachmawati dan Triamoko,2007) dalam I Made Surya Dharma dan Putu Agus Ardiana (2016).

Perusahaan yang total asetnya cenderung laba yang dihasilkan juga besar, sehingga jumlah beban pajak yang dibayarkan semakin besar. Perusahaan besar memiliki aktivitas operasi yang lebih besar dan kualitas sumber daya yang dimilikinya juga lebih unggul dibandingkan dengan perusahaan kecil. Sumber daya yang dimiliki oleh perusahaan dapat dimanfaatkan oleh agent untuk menekan beban pajak dengan cara memanfaatkan celah (loopholes) dari peraturan perpajakan yang berlaku secara legal sehingga agent dapat memaksimalkan kompensasi kinerjanya dan kinerja perusahaan (Nicodome, 2007 dalam Darmadi 2013).

Hasil penelitian ini sesuai dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh I Made Surya Dharma dan Putu Agus Ardiana (2016) yang mendukung bahwa ukuran perusahaan berpengaruh pada tax avoidance dan mendukung teori biaya politik (political cost). Teori kekuasan politik (political power theory) menyatakna bahwa perusahaan besar dengan sumber daya yang dimilikinya akan lebih mudah untuk memengaruhi peraturan pemerintah dan melakukan penghindaran pajak

65

untuk mencapai penghematan pajak yang optimal. Hasil penelitian ini sebanding dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Adelina (2012), Fatharani (2012), Hendy dan Sukartha (2014), dan Ardyansah (2014) yang menyatakan bahwa ukuran perusahaan berpengaruh postif terhadap tax avoidance.

4.6.4 Pengaruh Koneksi Politik terhadap Tax Avoidance

Berdasarkan dari uji t pada tabel 4.11 dapat diketahui bahwa leverage memiliki signifikan sebesar 0,151. Tingkat signifikan tersebut lebih besar dari tarif signifikan α = 0,05.Hal ini menunjukkan bahwa koneksi politik tidak berpengaruh terhadap tax avoidance. Sehingga penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Nugroho (2011) dan Fatharani (2012) yang menyatakan bahwa koneksi politik tidak berpengaruh terhadap penghindaran pajak. Perusahaan yang dimiliki oleh pemerintah akan muncul konflik pada diri pemerintah itu sendiri, yaitu dari sisi peran pemerintah sebagai pemili dan perannya sebagai penyelenggara kegiatan Negara. Pemerintah sebagai pemilik perusahaan berkepentingan atas perusahaan untuk meningkatkan kinerja perusahaan dalam bentuk pengambilan investasi atas perusahaan tersebut dengan salah satu cara menekan pajak yang terhutang (Handayani, 2013). Pemerintah juga berperan sebagai pelaksana kegiatan Negara memiliki kewajiban untuk meningkatkan penerimaan Negara yang digunakan untuk pembangunan Negara dan memberikan pelayanan sosial kepada masyarakat.

Variabel koneksi politik tidak berpengaruh terhadap tax avoidance diduga karena perusahaan yang mayoritas sahamnya dimiliki secara langsung oleh Pemerintah Pusat dan atau Pemerintah Daerah (BUMN/BUMD) merupakan wajib pajak berisiko rendah berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor

66

71/PMK.03/2010. Penetapan tersebut mengindikasikan bahwa Derektorat Jendral Pajak mempercayai perusahaan tersebut sebagai wajib pajak yang tidak mungkin melakukan tindakan penghindaran pajak. Bukti lain terkait kepercayaan fiskus terhadap perusahaan yang mayoritas sahamnya dimiliki secara langsung oleh Pemerintah Pusat dan atau Pemerintah Daerah adalah dengan ditunjukan BUMN sebagai pemungut.

4.6.5 Pengaruh Profitabilitas terhadap Tax Avoidance

Berdasarkan dari uji t pada tabel 4.11 dapat diketahui bahwa profitabilitas memiliki signifikan sebesar 0,555. Tingkat signifikan tersebut lebih besar dari tarif signifikan α = 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa profitabilitas tidak berpengaruh terhadap effective tax rate (ETR).

Hasil penelitian Rosalia & Sapari (Rosalia & Sapari, 2017), Nursari, Diamonalisa, & Sukarmanto (2017), Diawati (Diawati, 2017), Rosalia & Sapari (2017), Ambarukmi & Diana (2017), Cahyono, Andini, & Raharjo (2016), mengenai ROA yang tidak berpengaruh terhadap penghindaran pajak mendukung penelitian ini. Tax Avoidance merupakan aktivitas berisiko, sehingga manajemen tidak akan mengambil risiko dalam meminimalkan risiko investasinya. Tax Avoidance juga dapat membebankan biaya yang signifikan, termasuk biaya yang dibayarkan kepada konsultan pajak, waktu yang dihabiskan untuk penyelesaian audit pajak, denda reputasi, dan denda yang dibayarkan kepada otoritas pajak.

67 BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan

Berdasarkan hasil pengujian statistik yang telah dilakukan terhadap leverage, intensitas aset tetap, ukuran perusahaan, koneksi politik, dan profitabilitas terhadap tax avoidance, maka kesimpulan dari penelitian ini adalah :

1. Leverage berpengaruh terhadap Tax Avoidance pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.

2. Intensitas Aset Tetap tidak berpengaruh terhadap Tax Avoidance pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.

3. Ukuran Perusahaan berpengaruh terhadap Tax Avoidance pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.

4. Koneksi Politik tidak berpengaruh terhadap Tax Avoidance pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.

5. Profitabilitas tidak berpengaruh terhadap Tax Avoidance pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.

5.2 Keterbatasan

Meskipun peneliti telah berusaha merancang dan mengembangkan penelitian sedemikian rupa, namun masih terdapat keterbatasan dalam penelitian ini yang masih perlu direvisi bagi peneliti selanjutnya yaitu nilai koefisien 𝑎𝑑𝑗𝑢𝑠𝑡𝑒𝑑 𝑅 𝑠𝑞𝑢𝑎𝑟𝑒 yang dihasilkan oleh variabel-variabel independen sebesar 0,067 yang artinya 6,7% variabel dependen yaitu tax avoidance dijelaskan oleh variabel independen leverage, intensitas aset tetap, ukuran perusahaan, koneksi

68

politik dan profitabilitas, sedangkan sisanya 93,3% dijelaskan oleh variabel lain diluar variabel independen yang digunakan.

5.3 Saran

Dengan memperhatikan keterbatasan penelitian yang telah disampaikan, maka dapat diberikan saran-saran untuk penelitian selanjutnya. Saran yang diajukan untuk penelitian selanjutnya yaitu:

1. Penelitian selanjutnya disarankan untuk meneliti kembali di luar variabel tersebut dengan hasil 6,7% yang lebih kecil dari nilai R square, misalnya variabel X.

2. Penelitian selanjutnya diharapkan untuk menggunakan proksi lain untuk mengukur tindakan agresivitas pajak penghasilan yang dilakukan oleh perusahaan agar dapat diperoleh hasil perbandingan antara tarif pajak efektif atau current ETR dengan proksi lainnya.

3. Penelitian selanjutnya diharapkan bisa menggunakan perusahaan yang ada dibidang transportasi, telekomunkasi dan perbankan.

Saran yang peneliti untuk pihak lainnya. Untuk melihat adanya tax avoidance yang dilakukan suatu perusahaan adalah sebagai berikut :

1. Bagi pihak Direktorat Jendral Pajak, agar lebih mengawasi pelaksanaan kewajiban pajak perusahaan serta mengevaluasi kebijakan dan peraturan pajak yang telah berlaku untuk perusahaan. Karena dengan hasil penelitian tersebut, masih terdapat celah untuk suatu perusahaan melakukan tax avoidance.

69

2. Bagi perusahaan untuk lebih berhati-hati dalam memanfaatkan aturan perpajakan agar tidak menyimpang dari kebijakan yang berlaku, serta menjadikan pengaruh tax avoidance sebagai salah satu dasar dalam mengambil keputusan yang tepat dimasa yang akan datang.

70

DAFTAR PUSTAKA

Annisa. (2017). Pengaruh Return On Asset, Leverage, Ukuran Perusahaan Dan Koneksi Politik Terhadap Penghindaran Pajak. JOM Fekon, Vol. 4 No.1 (Februari) 2017 .

Budiman, J., & Setiyono. (2012). Pengaruh Karakter Eksekutif terhadap Penghindaran Pajak (Tax Avoidance).

Cahyono, D. D., Andini, R., & Raharjo, K. (2016). Pengaruh Komite Audit, Kepemilikan Institusional, Dewan Komisaris, Ukuran Perusahaan (Size), Leverage (DER) Dan Profitabilitas (ROA) Terhadap Tindakan Penghindaran Pajak (Tax Avoidance) Pada Perusahaan Perbankan Yang Listing BEI Periode Tahun 2011 – 201. Journal Of Accounting, Volume 2 No.2 Maret 2016 .

Chen et al. (2010). Are Family Firms more Tax Aggressive than Non Nonfamily.

Journal of Financial Economics. 91, (1), 41-61. Research Collection School Of Accountancy .

Darmawan, I. G., & Sukartha, I. M. (2014). Pengaruh Penerapan Corporate Governance,Leverage, Return On Assets dan Ukuran Perusahaan pada Penghindaran Pajak. EJurnal Akuntansi Universitas Udayana. 9.1 (2014):

143-161 .

Dewinta, I. A., & Setiawan, P. E. (2016). Pengaruh Ukuran Perusahaan, Umur Perusahaan,Profitabilitas, Leverage, Dan Pertumbuhan Penjualan Terhadap Tax Avoidance. E-Jurnal Akuntansi Universitas Udayana Vol.14.3. Maret (2016): 1584-1613 ISSN: 2302-8556 .

Dharma, I. M., & Ardiana, P. A. (2016). Pengaruh Leverage, Intensitas Aset Tetap, Ukuran Perusahaan, Dan Koneksi Politik Terhadap Tax Avoidance.

E-Jurnal Akuntansi Universitas Udayana Vol.15.1 April (2016): 584-613 ISSN: 2302-8556 .

Diawati, A. A. (2017). Analisis Pengaruh Good Corporate Governance,Karakter Eksekutif, Profitabilitas, Dan Ukuran Perusahaan Terhadap Tax Avoidance.

Direktorat Jenderal Pajak. (2017, Juli Jum'at). Pajak dan Dukungan Publik.

Retrieved Oktober Kamis, 2017, from

http://www.pajak.go.id/content/article/pajak-dandukungan-publik.

Kementrian Keuangan Republik Indonesia. (2017, September Rabu). Informasi Keuangan Penting Untuk Tingkatkan Kepatuhan Membayar Pajak.

Retrieved Oktober 23, 2017, from

https://www.kemenkeu.go.id/publikasi/berita/wamenkeu-informasikeuangan-penting-untuk-tingkatkankepatuhan-membayar-pajak/

71

Kurniasih, T., & Sari, M. M. (2013). Pengaruh Return On Assets,Leverage, Corporate Governance, Ukuran Perusahaan Dan Kompensasi Rugi Fiskal Pada Tax Avoidance. Buletin Studi Ekonomi, Volume 18, No. 1, Februari 2013 ISSN 1410-4628.

Lanis, R., & Richardson, G. (2012). "Corporate social responsibility and tax aggressiveness: a test of legitimacy theory". Accounting, Auditing &

Accountability Journal .

Mahanani, A., & Titisari, K. H. (2016). Pengaruh Ukuran Perusahaan Dan Sales Growth Terhadap Tax Avoidance. Seminar Nasional Dan Call Paper Fakultas Ekonomi Uniba Surakarta .

Mahanani, A., Titisari, K., & Nurlaela, S. (2017). Pengaruh Karakteristik

Perusahaan, Sales Growth Dan CSR Terhadap Tax Avoidance. Seminar Nasional IENACO – 2017.

Maharani, I. G., & Suardana, K. A. (2014). Pengaruh Corporate Governance, Profitabilitas dan Karakteristik Eksekutif pada Tax Avoidance Perusahaan Manufaktur. E-jurnal Akuntansi Universitas Udayana 9.2 (2014) : 525-539 Perusahaan Manufaktur. E-Jurnal Akuntansi Universitas Udayana 9.2 ISSN: 2302-8556, 526-539.

Melisa, M., & Tandean, V. A. (2017). FaktorFaktor Yang Mempengaruhi

Penghindaran Pajak (Tax Avoidance). Jurnal Akuntansi Bisnis Vol.8 No.1.

Ngadiman, & Puspitasari, C. (2013). Pengaruh Leverage, Kepemilikan

Institusional, Dan Ukuran Perusahaan Terhadap Penghindaran Pajak (Tax Avoidance) Pada Perusahaan Sektor Manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia 2010-2012. Jurnal Akuntansi.

Nursari, M., Diamonalisa, & Sukarmanto, E. (2017). Pengaruh Profitabilitas Dan Kepemilikan Institusional Terhadap Tax Avoidance. Prosding Akuntansi.

Oktaviyani, R., & Munandar, A. (2017). Effect of Solvency, Sales Growth, and Institutional Ownership on Tax Avoidance with Profitability as Moderating Variables in Indonesian Property and Real Estate Companies. Binus Business Review, 8(3), November 2017, 183-188 ISSN: 2087-1228 E-ISSN:

24769053.

Pohan, C.A. (2016). Manajemen Perpajakan (Strategi Perencanaan Pajak dan Bisnis) Edisi Revisi. Jakarta: PT Gramedia Jakarta.

Pradipta, D. H., & Supriyadi. (2014). Pengaruh Corporate Social Responsibility (CSR), Profitabilitas, Leverage, dan Komisaris Independen Terhadap Praktik Penghindaran Pajak.

Pustipa, D., & Febrianti, M. (2017). Faktor Factor Yang Mempengaruhi

72

Penghindaran Pajak Pada Perusahaan Manufaktur Di Bursa Effek Indoesia.

Jurnal Bisnis Dan Akuntansi Vol.19 No.1 Juni 2017 ISSN : 1410-9875.

Putra, I. G., & Merkusiwati, N. K. (2016). Pengaruh Komisaris Independen, Leverage, Size Dan Capital Intensity Ratio Pada Tax Avoidance. E-Jurnal Akuntansi Universitas Udayana Vol.17.1. Oktober (2016): 690-714 ISSN:

2302-8556.

Rachmithasari, A. F. (2015). Pengaruh Return On Assets, Leverage, Corporate Governance, Ukuran Perusahaan Dan Kompensasi Rugi Fiskal Pada Tax Avoidance.

Rinaldi, & Cheisviyanny, C. (2015). Pengaruh Profitabilitas, Ukuran Perusahaan Dan Kompensasi Rugi Fiskal Terhadap Tax Avoidance. Seminar Nasional Ekonomi Manajemen Dan Akuntansi (Snema) Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Padang ISBN: 978-60217129-5-5.

Rosalia, Y. (2017). Pengaruh Profitabilitas, Likuiditas Dan Corporate Governance Terhadap Penghindaran Pajak. Jurnal Ilmu dan Riset Akuntansi Volume 6, Nomor 3, Maret 2017 ISSN : 2460-0585.

Adelina, Theresa. 2012. Pengaruh Karakteristik Perusahaan dan Reformasi Perpajakan terhadap Penghindaran Pajak di Industri Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2008-2010. Skripsi. Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia Depok.

Burton, Richard dan Ilyas, Wirawan B.. 2010. Hukum Pajak Edisi 5. Jakarta:

Darmadi, Iqbal Nul Hakim dan Zulaikha. 2013. Analisis Faktor yang Mempengaruhi Manajemen Pajak dengan Indikator Tarif Pajak Efektif (Studi Empiris pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di BEI pada tahun 2012013). Diponegoro Journal of Accounting. Vol. 2, No. 4, Hal 1-12.

Derashid, C., and Zhang, H. 2003. Effective Tax Rates and The Industrial Policy Hypothesis: Evidence from Malaysia. Journal of International Accounting, Auditing, and Taxation. pp. 45-62.

Dewi, Ni Nyoman Kristiana dan Jati, I Ketut. 2014. Pengaruh Karakter Eksekutif, Karakteristik Perusahaan, dan Dimensi Tata Kelola Perusahaan yang Baik Pada Tax Avoidance di Bursa Efek Indonesia. E-Jurnal Akuntansi Universitas Udayana. Vol. 6, No. 2, Hal. 249-260.

Faccio, Mara. 2006. Politically Connected Firms. The American Economic Review, 96 (1). 369- 386.

Fatharani, Nazhaira. 2012. Pengaruh Karaketeristik Kepemilikan, Reformasi Perpajakan, dan Hubungan Politik Terhadap Tindakan Pajak Agresif.

Skripsi. Fakultas Ekonomi Program Studi Akuntansi Universitas Indonesia.

73

Gupta, S., Newberry, K. 1997. Determinants of Variabillity in Corporate Tax Rate : Evidance from Longitudinal Data. Journal of Accounting and Public Policy. 16(1), pp. 1-34.

Handayani, Desi dan Wulandari, Hesty. 2014. Pengaruh Kepemilikan Pemerintah dan Ukuran Perusahaan Terhadap Tarif Pajak Efektif Perusahaan. Jurnal Akuntansi Keuangan dan Bisnis. Vol. 7, Hal. 01-10.

Handayani, Desi. 2013. Pengaruh Kecakapan Manajerial, Set Kesempatan

Investasi dan Kepemilikan Pemerintah Terhadap Tarif Pajak Efektif. Jurnal Akuntansi Keuangan dan Bisnis. Vol.6, Desember 2013, Hal: 26-35.

Hartadinata, Okta S. dan Tjaraka, Heru. 2013. Analisis Pengaruh Kepemilikan Manajerial, Kebijakan Utang dan Ukuran Erusahaan Terhadap Tax Aggressiveness pada Perusahaan Manufaktur Di Bursa Efek Indonesia Periode Tahun 2008-2010. Jurnal Ekonomi dan Bisnis. Tahun XXIII, No.

3.

Harto, Puji dan Puspita, Ratih Silvia. 2014. Pengaruh Tata Kelola Perusahaan terhadap Penghindaran Pajak. Diponegoro Journal of Accounting. Vol. 3, No. 2, Hal. 1-13.

Hendy Darmawan, I Gede dan Sukartha, I Made. 2104. Pengaruh Penerapan Corporate Governance, Leverage, Return On Assets, dan Ukuran Perusahaan pada Penghindaran Pajak. E-Jurnal Akuntansi Universitas Udayana. Vol. 9, No. 1, Hal. 143-161.

Kim, Chansog (Francis), and Liandong Zhang. 2013. Corporate Political Connections and Tax Aggressiveness. City University of Hong Kong.

Kirchler E, Maciejovsky B, Schneider F. 2002. Everyday representations of tax avoidance, tax evasion, and tax flight: Do legal differences matter?, Journal of Economics Psycology (2003). Vol. 24, Pages. 535-553.

Lestari, Indah. 2010. Pengaruh Karakteristik Perusahaan, Kepemilikan

Manajerial, dan Reformasi Perpajakan Terhadap Tarif Pajak Efektif. Skripsi.

Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia Departemen Akuntansi Depok.

Mulyani, S., Darminto., dan Endang, M.W. 2014. Pengaruh Karakteristik

Perusahaan, Koneksi Politik dan Reformasi Perpajakan Terhadap Penghindaran Pajak (Studi pada perusahaan manufaktur yeng terdaftar di BEI tahun 2008-2012). Jurnal Mahasiswa Perpajakan Universitas Brawijaya, Vol. 1, No. 2, 2014, hal 1-9.

Noor, Rohaya Md, Nur Syazwani M .Fadzillah, and Nor’ Azam Matsuki. 2010.

74

Corporate Tax Planning: A Study on Corporate Effective Tax Rates of Malaysian Listed Companies. International Journal of Trade, Economics and Finance. 1 (2):189-193.

Nugroho, Andri Adi. 2011. Pengaruh Hubungan Politik dan Reformasi Perpajakan terhadap Tarif Pajak Efektif. Skripsi. Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.

Purwoto, Lukas. 2011. Pengaruh Koneksi Politis, Kepemilikan Pemerintah dan Keburaman Laporan Keuangan terhadap Kesinkronan dan Risiko Crash Harga Saham. Ringkasan Disertasi Program Doktor Ilmu Ekonomi Manajemen. Universitas Gadjah Mada.

Rahmawati. 2015. Pengaruh Penghindaran Pajak dan Good Corporate

Governance terhadap Biaya Utang (Studi Empiris Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar diBEI Tahun 2009-2013). Artikel. Prodi Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Padang.

Richardson, G., and Lanis, R. 2007. Determinants of variability in corporate effective tax rates and tax reform: Evidence from Australia. Journal of Accounting and Public Policy. 26 (2007), 689- 704.

Rodriguez, E. F. And Arias, A. M. 2012. Do Business Characteristics

Determinean Effective Tax Rate?. The Chinese Economy. Vol. 45, No. 6.

Sugiyono. 2013. Metode Penelitian Bisnis. Bandung: Alfabeta.

Sumarsan, Thomas. 2010. Perpajakan Indonesia: Pedoman Perpajakan yang Lengkap Berdasarkan Undang-undang Terbaru. Jakarta: Indeks.

Swingly, Calvin dan Sukartha, I Made. 2014. Pengaruh Karakteristik Eksekutif, Komite, Ukuran Perusahaan, Leverage dan Sales Growth Terhadap Tax Avoidance. E-Jurnal Akuntansi Universitas Udayana. Vol. 10, No. 1, Hal.

47- 62.

Undang-undang Nomor 16 Tahun 2009 tentang Ketentuan Umum Perpajakan dan

Undang-undang Nomor 16 Tahun 2009 tentang Ketentuan Umum Perpajakan dan

Dokumen terkait