• Tidak ada hasil yang ditemukan

Uji Simultan (Uji F)

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

4.3 Analisis Data

4.3.3 Analisis Linier Berganda

4.3.4.2 Uji Simultan (Uji F)

Uji F dilakukan untuk melihat apakah variabel bebas yang terdiri dari variabel kualitas pelayanan dan variabel kelengkapan produk yang dimasukkan dalam model yang mempunyai pengaruh secara bersama-sama terhadap variabel terikat yakni keputusan pembelian.

Kriteria pengambilan keputusannya adalah:

1. H0 ditolak jika nilai f hitung < nilai f tabel atau nilai sig < 0,05 pada α = 5%

2. Ha diterima jika nilai f hitung > nilai f tabel atau nilai sig < 0,05 pada α = 5%

3. F tabel dapat dilihat pada α = 0,05

Model Sum of Squares df Mean Square F Sig.

1

Regression 179.601 2 89.801 22.966 .000b

Residual 363.638 93 3.910

Total 543.240 95

a. Dependent Variable: Keputusan Pembelian (Y)

b. Predictors: (Constant), Kelengkapan Produk (X2), Kualitas Pelayanan (X1)

Sumber: Hasil Pengolahan Data (2019)

Berdasarkan tabel 4.41 dapat dilihat pengaruh dari setiap variabel secara simultan dapat dilihat bahwa nilai F hitung 22,966 > F tabel 3,09 atau sig. sebesar 0,000 < 0,05. Dikaitkan dengan teori yang ada, hal ini menunjukkan bahwa variabel bebas yang terdiri dari variabel kualitas pelayanan (X1), variabel kelengkapan produk (X2), secara serentak berpengaruh positif dan signifikan terhadap variabel terikat yaitu keputusan pembelian (Y).

4.3.5 Uji Koefisien Determinasi (R2)

Koefisien Goodness of Fit (R2) atau koefisien determinasi digunakan untuk mengukur seberapa jauh kemampuan variabel-variabel bebas dalam menerangkan variasi variabel terikat dan menentukan berapa besar pengaruh kualitas pelayanan dan kelengkapan produk terhadap keputusan pembelian.

Perhitungan determinasi pada penelitian ini sebagai berikut:

Tabel 4.42

Uji Koefisien Determinasi (R2)

Model Summaryb

Model R R Square Adjusted R Square

Std. Error of the

Estimate

1 .575a .331 .316 1.97739

a. Predictors: (Constant), Kelengkapan Produk (X2), Kualitas Pelayanan (X1)

b. Dependent Variable: Keputusan Pembelian (Y)

Sumber: Hasil Pengolahan Data (2019)

Berdasarkan pada tabel 4.42 dapat dilihat bahwa nilai R yaitu sebesar 0,575 (57,5%). Dimana nilai koefisien korelasi ini menunjukkan bahwa hubungan antara kualitas pelayanan dan kelengkapan produk terhadap keputusan pembelian adalah cukup erat. Nilai R square atau nilai koefisien determinasi diatas menunjukkan bahwa variabel keputusan pembelian 33,1%, sedangkan sisanya sebesar 66,9% dipengaruhi oleh variabel lainnya yang tidak terdapat di dalam penelitian ini seperti harga, brand image, dan variabel-variabel lainnya.

4.4 Pembahasan

Secara umum penelitian ini menunjukkan penilaian responden terhadap variabel-variabel penelitian ini yaitu variabel kualitas pelayanan (X1) dan variabel kelengkapan produk (X2). Secara umum sudah baik. Hal ini dapat

ditunjukkan dari banyaknya tanggapan setuju yang tinggi dari responden terhadap kondisi dari masing-masing variabel penelitian. Hasil tersebut selanjutnya diperoleh bahwa variabel independent variabel kualitas pelayanan, variabel kelengkapan produk terhadap keputusan pembelian konsumen pada bisnis ritel di 212 Mart SMK Tritech Jalan Bayangkara Medan.

Melalui hasil pengolahan data kuesioner pada tabel diperoleh responden paling banyak berjenis kelamin perempuan, hal ini menunjukkan bahwa perempuan dominan merasakan kemudahan terhadap tempat perbelanjaan dikarenakan perempuan ingin belanja praktis. Pada tabel 4.1 dapat dilihat usia responden terbanyak yaitu diantara 34-39 tahun atau 40,6%. Menunjukkan responden usia matang lebih sering berbelanja di tempat yang nyaman. Tabel 4.3 menunjukkan bahwa sebagian besar responden mempunyai tingkat pendidikan tamatan SMA yaitu sebanyak 34 responden atau 35,4%, diketahui bahwa tingkat pendidikan memiliki pengaruh terhadap keputusan pembelian di 212 Mart SMK Tritech Medan. Dimana para konsumen telah mampu mengetahui apakah kebutuhan dan keinginan membeli produk tersebut. Tabel 4.4 menunjukkan mayoritas responden adalah wiraswasta, yaitu sebanyak 36 responden atau 37,5%. Diketahui bahwa responden terbanyak yang melakukan keputusan pembelian untuk berbelanja di 212 Mart adalah wiraswasta atau para UKM. Hal ini menunjukkan wiraswasta lebih banyak melakukan pembelian kebutuhan sehari-hari dikarenakan banyaknya wiraswastawan atau UKM yang membuka usaha di sekitaran lokasi penelitian tersebut. Tabel 4.5 ini menunjukkan bahwa sebagian besar responden melakukan jumlah kunjungan sebanyak >5 kali dalam

satu bulan terakhir, hal ini menunjukkan bahwa 212 Mart memiliki pengaruh terhadap keputusan pembelian masyarakat.

H1: Kualitas pelayanan berpengaruh positif terhadap keputusan pembelian

Berdasarkan jawaban responden yang diperoleh terhadap beberapa indikator dari variabel kualitas pelayanan seperti: tangible (bukti fisik), reliability (keandalan), responsivess (ketanggapan), assurance (jaminan) dan emphaty (empati), diketahui bahwa konsumen merasa senang saat berbelanja di 212 SMK Tritech. Hal ini terlihat dari distribusi jawaban responden dari 10 item pernyataan tersebut memberikan jawaban positif dan dari 10 item pernyataan tersebut sudah dapat menggambarkan bagaimana kualitas pelayanan yang diberikan dari karyawan mampu membuat konsumen mengambil keputusan untuk membeli produk tersebut.

Variabel kualitas pelayanan menurut Jusuf Suit dan Almasdi (2012:88) mengatakan untuk melayani pelanggan secara prima kita diwajibkan untuk memberikan layanan yang pasti handal, cepat serta lengkap dengan tambahan empati dan penampilan menarik. Dalam penelitian indikator ataupun pernyataan yang paling tinggi pada indikator assurance (jaminan), reliability (keandalan), responsivess (ketanggapan) dan emphaty (empati). Hal ini dapat dilihat pada tabel 4.8, 4.9, 4.10, 4.11, 4.12 dan 4.14. Bahwa responden dominan menjawab setuju dan sangat setuju karena menurut mereka, berbelanja di ritel modern memiliki tingkat pelayanan yang berbeda, para karyawan selalu bersikap sopan, santun, serta memberikan pelayanan yang maksimal kepada para konsumen yang akan membeli produk.

Meskipun secara umum responden memberikan penilaian positif terhadap variabel kualitas pelayanan, namun jika dilihat kembali ada beberapa responden yang menyatakan netral dan tidak setuju. Jika dilihat secara menyeluruh, maka dapat disimpulkan bahwa aspek variabel kualitas pelayanan sudah termasuk kedalam kategori cukup baik.

Berdasarkan pengujian parsial atau (Uji T) hal ini dapat dilihat dari nilai signifikansinya variabel kualitas pelayanan yaitu sig. sebesar 0,000 < 0,05 dan nilai t hitung sebesar 4,253 > t tabel 1,661. Hal ini menunjukkan bahwa kualitas pelayanan berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian.

Artinya, ketika kualitas pelayanan yang diberikan oleh perusahaan meningkat maka keputusan pembelian juga akan meningkat. Oleh karena itu, hipotesis pertama (H1) yaitu kualitas pelayanan berpengaruh positif terhadap keputusan pembelian, terbukti.

Dengan demikian apabila 212 Mart mampu menyediakan pelayanan yang baik dan terus lebih baik lagi dengan melakukan strategi promosi maupun layanan fasilitas yang terus meningkat maka keputusan pembelian juga akan terus semakin meningkat. Temuan ini sesuai dengan penelitian terdahulu dan memperkuat hasil penelitian. Tri Widodo (2016), dengan judul “Pengaruh kelengkapan produk dan kualitas pelayanan terhadap keputusan pembelian (studi kasus pada Swalayan Ada Baru di Kota Salatiga).” Hasil penelitian menunjukkan

bahwa kualitas pelayanan berpengaruh positif dan signfikan terhadap keputusan pembelian. Artinya semakin meningkatnya kualitas pelayanan maka semakin meningkat pula keputusan pembelian. Kemudian Andhinisari (2016), dengan judul “pengaruh lokasi, fasilitas, kualitas layanan, dan keragaman barang

terhadap keputusan pembelian di Toserba dan Swalayan Laris Purworejo.” Hasil

penelitian menunjukkan bahwa kualitas pelayanan berpengaruh positif dan signfikan terhadap keputusan pembelian. Artinya semakin meningkatnya kualitas pelayanan maka semakin meningkat pula keputusan pembelian.

H2: Kelengkapan produk berpengaruh positif terhadap keputusan pembelian Berdasarkan jawaban responden yang diperoleh, diketahui bahwa responden merasa puas terhadap beberapa indikator dari variabel kelengkapan produk seperti: keragaman produk yang dijual, variasi produk yang dijual, ketersediaan produk yang dijual dan macam merk yang tersedia. Hal ini terlihat dari 5 pernyataan yang diberikan jawaban positif dan 5 pernyataan ini sudah dapat menggambarkan indikator yang mempengaruhi didalamnya serta berpengaruh baik buruknya dalam berbelanja produk-produk kebutuhan di 212 Mart.

Variabel kelengkapan produk menurut Kotler (2008:347) yaitu tersedianya semua jenis produk yang ditawarkan untuk dimliki, dipakai atau dikonsumsi oleh konsumen yang dihasilkan oleh produsen. Dalam penelitian ini indikator ataupun pernyataan yang paling tinggi pada indikator keragaman produk yang dijual dan variasi produk yang dijual. Hal ini dapat dilihat pada tabel 4.16 dan 4.18, bahwa responden mayoritas menjawab setuju dan sangat setuju karena salah satu yang utama menurut konsumen yaitu lengkapnya produk-produk yang dijual serta memiliki variasi yang beragam sesuai keinginan yang dibutuhkan untuk mendorong konsumen membeli produk tersebut.

Meskipun secara umum responden memberikan penilaian positif terhadap variabel kelengkapan produk, namun jika diperhatikan lebih dalam lagi masih

terdapat indikator ataupun pernyataan yang dijawab responden dengan netral bahkan ada beberapa responden menjawab tidak setuju pada beberapa pernyataan. Maka dari hasil penelitian yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa aspek variabel kelengkapan produk sudah dikategorikan cukup baik.

Berdasarkan pengujian parsial (Uji T) hal ini dapat dilihat dari nilai signifikan variabel kelengkapan produk yaitu sig. sebesar 0,000 < 0,05 dan nilai t hitung sebesar 3,871 > t tabel 1,661. Hal ini menunjukkan bahwa kelengkapan produk berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian.

Artinya, ketika kelengkapan produk yang dilakukan oleh konsumen meningkat maka keputusan pembelian juga akan meningkat. Oleh karena itu, hipotesis kedua (H2) yaitu kelengkapan produk berpengaruh positif terhadap keputusan pembelian, terbukti.

Penelitian ini sesuai dengan penelitian terdahulu dan memperkuat hasil penelitian Tri Widodo (2016), dengan judul “pengaruh kelengkapan produk dan kualitas pelayanan terhadap keputusan pembelian (studi kasus pada Swalayan Ada Baru di Kota Salatiga).” Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat

pengaruh positif antara kelengkapan produk dan keputusan pembelian. Artinya, semakin meningkatnya kelengkapan produk maka semakin meningkat pula keputusan pembelian. Kemudian Ifhan Handoko (2016), dengan judul “analisis

pengaruh keragaman produk, harga, lokasi dan kualitas pelayanan terhadap keputusan pembelian (studi kasus di Pujasera Sumbersari Kabupaten Jember).”

Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh positif antara kelengkapan produk dan signifikan terhadap keputusan pembelian. Dapat

disimpulkan bahwa semakin meningkatnya kelengkapan produk maka semakin meningkat pula keputusan pembelian.

H3: Kualitas pelayanan dan kelengkapan produk berpengaruh positif terhadap keputusan pembelian

Berdasarkan hasil jawaban responden yang diperoleh terhadap beberapa indikator dari variabel keputusan pembelian seperti: kebutuhan yang dirasakan, harga, kegiatan sebelum membeli, perilaku waktu memakai dan perilaku pasca pembelian. Diketahui bahwa berdasarkan hasil responden sebagian besar konsumen merasa kualitas pelayanan dan kelengkapan produk yang dijual di 212 Mart sudah cukup baik. Hal ini terlihat dari distribusi jawaban responden terhadap 9 item pernyataan yang diberikan jawaban positif dan 9 item pernyataan tersebut sudah dapat menggambarkan bagaimana baik atau buruknya perusahaan untuk mendorong keputusan pembelian pada konsumen.

Variabel keputusan pembelian menurut Buchari Alma (2013:96) mengemukakan bahwa keputusan pembelian adalah suatu keputusan konsumen yang dipengaruhi oleh ekonomi. Dalam penelitian ini indikator ataupun pernyataan yang paling tinggi pada indikator kebutuhan yang dirasakan, harga, perilaku waktu memakai dan perilaku pasca pembelian. Hal ini dapat dilihat pada tabel 4.21, 4.23, 4.26, 4.27, 4.28, bahwa responden mayoritas responden menjawab setuju dan tidak setuju karena konsumen yang membeli produk telah menentukan tingkat keputusan pembelian dari konsumen tersebut. Meskipun secara umum responden memberikan penilaian positif dan ada pernyataan yang dijawab responden dengan netral bahkan ada responden menjawab tidak setuju.

Maka dinyatakan cukup baik.

Berdasarkan pengujian simultan (Uji F) hal ini dapat dilihat dari nilai f hitung 22,966 > f tabel 3,09 atau sig. sebesar 0,000 < 0,05. Dikaitkan dengan teori yang ada, hal ini menunjukkan bahwa variabel bebas yang terdiri dari variabel kualitas pelayanan dan kelengkapan produk secara serentak berpengaruh positif dan signifikan terhadap variabel terikat yaitu keputusan pembelian.

Menurut hasil penelitian kualitas pelayanan dan kelengkapan produk berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian dimana nilai koefisien korelasi (R) yaitu sebesar 0,575 menunjukkan bahwa hubungan antara pengaruh kualitas pelayanan dan kelengkapan produk terhadap keputusan pembelian adalah kuat. Besarnya (R square) adalah sebesar 0,331. Hal ini menunjukkan bahwa kualitas pelayanan dan kelengkapan produk mempengaruhi keputusan pembelian produk sebesar 33,1%, sedangkan sisanya sebesar 66,9% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak terdapat dalam penelitian ini. Oleh karena itu, hipotesis ketiga (H3) yaitu kualitas pelayanan dan kelengkapan produk berpengaruh positif terhadap keputusan pembelian, terbukti.

Penelitian ini sesuai dengan penelitian terdahulu dan memperkuat hasil penelitian Tri Widodo (2016), dengan judul “pengaruh kelengkapan produk dan kualitas pelayanan terhadap keputusan pembelian (studi kasus pada Swalayan Ada Baru di Kota Salatiga).” Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan antara kelengkapan produk dan kualitas pelayanan secara bersama-sama terhadap keputusan pembelian.

BAB V PENUTUP

5.1 Kesimpulan

Setelah hasil penelitian ini diinterpretasikan dan dianalisis maka dalam bab ini penulis dapat menarik kesimpulan yang menjadi inti dari penelitian yang telah dilakukan, sebagai berikut:

1. Menurut hasil pengolahan data diketahui bahwa responden paling berpengaruh melakukan keputusan pembelian dikarenakan oleh faktor kualitas pelayanan dan kelengkapan produk adalah berjenis kelamin perempuan, berumur sekitar 34-39 tahun dan mendominasi wiraswasta, hal ini menunjukkan bahwa yang paling berpengaruh dalam terjadinya keputusan pembelian yaitu perempuan karena dominan sangat menyukai belanja, dengan usia yang matang lebih sering melakukan keputusan pembelian dan hal ini menunjukkan bahwa wiraswasta atau para UKM paling banyak melakukan pembelian produk-produk karena untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya.

2. Menurut tanggapan konsumen mengenai pengaruh dari kualitas pelayanan dan kelengkapan produk sudah sangat baik dan berhasil menarik konsumen untuk melakukan keputusan pembelian, bahwa sebagian besar konsumen setuju jika kualitas pelayanan dan kelengkapan produk memiliki pengaruh terhadap keputusan pembelian konsumen pada 212 Mart, namun jika diperhatikan lebih dalam lagi masih terdapat indikator ataupun pernyataan yang dijawab responden dengan netral bahkan ada beberapa responden menjawab tidak setuju pada beberapa pernyataan. Maka dari hasil penelitian yang dilakukan,

dapat disimpulkan bahwa aspek variabel kualitas pelayanan dan kelengkapan produk terhadap keputusan pembelian, sudah dikategorikan cukup baik.

3. Hasil analisis data menunjukkan bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan antara kualitas pelayanan terhadap keputusan pembelian di 212 Mart SMK Tritech Jalan Bayangkara, Medan. Hal ini ditunjukkan dari nilai sig.

sebesar 0,000 < 0,05 dan nilai t hitung sebesar 4,253 > t tabel 1,661.

4. Hasil analisis data menunjukkan bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan antara kelengkapan produk terhadap keputusan pembelian di 212 Mart SMK Tritech Jalan Bayangkara, Medan. Hal ini ditunjukkan dari nilai sig. sebesar 0,000 < 0,05 dan nilai t hitung sebesar 3,871 > t tabel 1,661.

Hasil analisis data menunjukkan bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan antara kualitas pelayanan dan kelengkapan produk secara bersama-sama terhadap keputusan pembelian di 212 Mart SMK Tritech Jalan Bayangkara, Medan. Hal ini dibuktikan berdasarkan pengujian simultan (Uji F) nilai f hitung 22,966 > f tabel 3,09 atau sig. sebesar 0,000 < 0,05 dan nilai koefisien korelasi (R) yaitu sebesar 0,575 menunjukkan bahwa hubungan antara pengaruh kualitas pelayanan dan kelengkapan produk terhadap keputusan pembelian adalah kuat.

Besarnya (R square) adalah sebesar 0,331. Hal ini menunjukkan bahwa kualitas pelayanan dan kelengkapan produk mempengaruhi keputusan pembelian produk sebesar 33,1%, sedangkan sisanya sebesar 66,9% dipengaruhi oleh variabel atau faktor lain seperti harga, brand image, dan variabel-variabel lainnya.

5.2 Saran

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan maka peneliti memberikan beberapa saran yaitu:

1. Bagi 212 Mart SMK Tritech diharapkan mampu menjaga kualitas produk, kelengkapan produk dan meningkatkan kualitas pelayanan yang baik sehingga terciptanya rasa kepuasan setelah memutuskan untuk membeli produk.

Menciptakan suasana toko yang baik sehingga konsumen yang datang merasa nyaman dan ingin melakukan kunjungan berikutnya secara terus-menerus.

2. Selain itu 212 Mart SMK Tritech sebaiknya memperhatikan faktor-faktor penentu keputusan pembelian dimana kualitas dan lengkapnya produk yang dijual menjadi keunggulan dan dapat bersaing dengan peritel lain. Dengan cara produk yang dikembangkan atau dipasarkan oleh peritel dan hanya tersedia dan dijual oleh peritel yang secara eksklusif ditemukan hanya pada toko yang menjualnya.

3. Bagi peneliti selanjutnya disarankan untuk meneliti dengan variabel lain yang dapat mempengaruhi keputusan pembelian konsumen 212 Mart SMK Tritech Jalan Bayangkara Medan seperti harga, brand image, dan variabel-variabel lainnya.

Buku:

Burhan, Bungin. (2006). Analisis Data Penelitian Kualitatif. Jakarta: Raja Grafindo.

C Mowen, John, Michael Minor. (2002). Perilaku Konsumen.. edisi ke dua.

Jakarta: Erlangga

Djaslim, saladin, 2006, Manajemen Pemasaran, analisis, perencanaan pelaksanaanan dan unsur pemasaran, Bandung : Cv Linda Karya.

Hasan, Iqbal. 2002. Teori Pengambilan Keputusan. Jakarta: Ghalia Indonesia.

Junaidi. (2010). Pengujian Hipotesis. Artikel diakses pada bulan April.

Kotler dan Keller. 2009. Manajemen Pemasaran. Jilid I. Edisi ke 13 Jakarta:

Erlangga.

Kotler, Philip, dan Kevin Lane Keller. 2015. Manajemen Pemasaran.. Edisi ke 13 Jakarta:Erlangga.

Kotler Philip, 2004, Manajemen Pemasaran, Yogyakarta : PT. Prenhalindo.

Kotler dan Keller. 2010. Manajemen Pemasaran. Edisi ke 12 Jakarta:Erlangga.

Kotler, Philip dan Amstrong Gary . (2008). Prinsip-Prinsip Pemasaran. Alih bahasa Bob Sabran M.M. Edisi Bahasa Indonesia. Jilid 1. Jakarta: Erlangga.

Kotler, Philip. (2009). Manajemen Pemasaran edisi kesebelas. Jilid 2, Edisi Bahasa Indonesia. Jakarta: Indeks.

Kotler, Philip dan Amstrong Gary . (2013). Prinsip-Prinsip Pemasaran. Alih bahasa Bob Sabran M.M. Edisi Bahasa Indonesia. Jilid 3. Jakarta: Erlangga.

Levy & Weitz. 2001. Retailing Management. 4thedition. New York: Mc Graw Hill.

Ma’ruf, Hendri. 2006. Pemasaran Ritel. Cetakan Kedua. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.

Peter, J. Paul, dan Jerry, C. Olson. 2013. Perilaku Konsumen dan Strategi Pemasaran. Jakarata: Salemba Empat.

Yogyakarta: Graha Ilmu

Swastha, Basu & Irawan. 2001.Manajemen Pemasaran Modern.

Yogyakarta: Liberty Offsett.

Tjiptono, Fandy, Ph.D. 2017. Service, Quality dan Satisfaction. Edisi Keempat.

Yogyakarta: Penerbit Andi Yogyakarta.

Tjiptono, Fandy. 2016. Pemasaran Esensi & Aplikasi. Edisi Pertama. Yogyakarta.

Penerbit: Penerbit Andi

Keragaman Barang terhadap Keputusan Pembelian di Toserba dan Swalayan Laris Purworejo”. Purworejo.

Ganang Wahyu Septianto, dan Drs. Agus Hermani DS, MM. 2017. Pengaruh Harga dan Kualitas Pelayanan Terhadap Keputusan Pembelian di Hypermart Paragon Semarang (Studi Kasus pada Konsumen Hypermart Paragon Semarang)”. Semarang

Ifan Handhoko. 2016. “Analisis Pengaruh Keragaman Produk, Harga, Lokasi dan Kualitas Pelayanan Terhadap Keputusan Pembelian (Study Kasus di Pujasera Sumbersari Kabupaten Jember). Malang.

Ike Wulandari. 2016. “Pengaruh Kualitas Pelayanan, Kelengkapan Produk dan Kualitas Produk Terhadap Minat Beli Konsumen Supermarket Top Bangunan Kediri”. Kediri.

Rahmi Rosita. 2016. “Pengaruh Lokasi, Kelengkapan Produk, Kualitas Produk, Pelayanan, Harga, dan Kenyamanan Berbelanja Terhadap Minat Beli Ulang Konsumen Pada Lotte Mart Bekasi Junction”. Bekasi.

Siti Alfiyah. 2017. “Pengaruh Atmosfer Toko, Display Toko, dan Kelengkapan Produk terhadap Keputusan Pembelian pada Toko Samu Pace”. Kediri.

Tri Widodo. 2016. “Pengaruh Kelengkapan Produk dan Kualitas Pelayanan Terhadap Keputusan Pembelian (Studi Kasus Pada Swalayan Ada Baru di Kota Salatiga). Semarang.

2019.

https://ekonomi.bisnis.com/read/20190107/12/876089/2019-bisnis-ritel-modern-ditarget-tumbuh-10 diakses tanggal 16 April 2019.

KELENGKAPAN PRODUK TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN KONSUMEN PADA BISNIS RITEL (Studi Pada Konsumen 212 Mart SMK Tritech Jalan

Bayangkara Medan)

Konsumen 212 Mart Medan yang terhormat,

Saya Annisa Rizqia Ramadhani, mahasiswi Program Studi Ilmu Administrasi Niaga/Bisnis Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara (FISIP USU). Dalam rangka penyusunan laporan tugas akhir (Skripsi), saya meminta kesediaan Bapak/Ibu dan Saudara/i meluangkan waktu sejenak untuk mengisi kuesioner ini sesuai dengan petunjuk yang telah tersedia.

Saya berharap Bapak/Ibu dan Saudara/i mengisi kuesioner ini dengan jawaban yang objektif. Setiap Informasi dan data yang saya peroleh akan dijamin kerahasiaannya. Atas kesediaan dan kerja samanya saya ucapkan Terimakasih.

No. Responden (diisi oleh peneliti)

Berilah tanda ( √ ) centang pada kolom yang tersedia yang berhubungan dengan identitas responden.

I. Identitas Responden

a. Usia : a. 16-21 Tahun d. 34-39 Tahun

b. 22-27 Tahun e. >40Tahun c. 28-33 Tahun

b. Jenis Kelamin : a. Laki-laki b. Perempuan

c. Pendidikan : a. SMP d. S1

b. SMA e. S2/S3

c. D3 f. Lainnya

d. Pekerjaan : a. Pelajar / Mahasiswa d. Wiraswasta b. Pegawai Negeri e. Lain-Lain c. Pegawai Swasta

e. Jumlah Kunjungan : a. 2 Kali c. >5 Kali

b. 3-4 Kali

1. Kuisioner ini ditujukan untuk konsumen 212 Mart SMK Tritech Jalan Bayangkara Medan.

2. Pilihlah alternatif jawaban untuk setiap pernyataan yang menurut anda paling benar.

3. Berilah tanda centang pada pilihan jawaban yang telah tersedia.

4. Saya ucapkan terimakasih atas kesempatan waktu anda.

Alternatif Jawaban

Keterangan Skor

STS = Sangat Tidak Setuju 1

TS = Tidak Setuju 2

2 Menurut saya karyawan 212 Mart berpenampilan sopan dan rapi

3 Saya merasa karyawan 212 Mart cepat tanggap dalam melayani konsumen untuk mencari kebutuhan.

4 Saya merasa keakuratan perhitungan administrasi oleh kasir 212 Mart pada saat membayar

5 Saya merasa konsumen tidak terlalu lama mengantri pada saat pembayaran di kasir

6 Saya merasa ketika membutuhkan sesuatu, karyawan 212 Mart memiliki banyak waktu luang untuk membantu saya 7 Saya merasa karyawan 212 Mart selalu bersikap sopan

dan sabar kepada konsumen

8 Saya merasa aman dan nyaman saat berbelanja di 212 Mart

9 Saya merasa karyawan 212 Mart memberikan pelayanan yang sama tanpa memandang status sosial

10 Saya merasa karyawan 212 Mart memiliki kesungguhan

1 Saya merasa produk yang dijual oleh 212 Mart sangat

4 Saya merasa adanya ketersediaan stock produk yang sejenis di 212 Mart

5 Saya merasa adanya berbagai macam pilihan merk produk yang tersedia di 212 Mart

6 Saya merasa 212 Mart menyediakan produk kebutuhan pokok konsumen sehari-hari dengan kemampuan atau daya beli konsumen

4 Saya mendapatkan informasi mengenai 212 Mart dari keluarga, teman atau orang lain

5 Menurut saya 212 Mart sebagai tempat yang tepat untuk berbelanja

6 Saya membutuhkan waktu yang relatif singkat untuk memutuskan membeli di 212 Mart

7 Saya merasa jika membutuhkan produk kembali saya akan membeli di 212 Mart

8 Saya merasa puas memilih 212 Mart sebagai tempat berbelanja

Identitas Responden

USIA

Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent

Valid

16-21 TAHUN 18 18.8 18.8 18.8

22-27 TAHUN 7 7.3 7.3 26.0

28-33 TAHUN 27 28.1 28.1 54.2

34-39 TAHUN 39 40.6 40.6 94.8

>40 TAHUN 5 5.2 5.2 100.0

Total 96 100.0 100.0

JENIS_KELAMIN

Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent

Valid

LAKI LAKI 34 35.4 35.4 35.4

PEREMPUAN 62 64.6 64.6 100.0

Valid

PELAJAR / MAHASISWA 17 17.7 17.7 17.7

PEGAWAI NEGERI 13 13.5 13.5 31.3

PEGAWAI SWASTA 21 21.9 21.9 53.1

WIRASWASTA 36 37.5 37.5 90.6

>5 KALI 69 71.9 71.9 100.0

Total 96 100.0 100.0

Valid

Valid

Valid

Valid

Valid

X1.1 X1.2 X1.3 X1.4 X1.5 X1.6 X1.7 X1.8 X1.9 X1.10 Total X1

X1.1

Pearson

Correlation 1 .485** .353** .160 .137 .030 .040 .080 .160 .092 .534**

Sig. (2-tailed) .000 .000 .119 .182 .770 .698 .437 .119 .373 .000

N 96 96 96 96 96 96 96 96 96 96 96

X1.2

Pearson

Correlation .485** 1 .293** .114 -.058 -.023 -.047 .031 .114 -.020 .377**

Sig. (2-tailed) .000 .004 .271 .574 .827 .651 .764 .271 .844 .000

N 96 96 96 96 96 96 96 96 96 96 96

N 96 96 96 96 96 96 96 96 96 96 96

X1.4

Pearson

Correlation .160 .114 .193 1 .263** .297** -.024 .144 1.000*

* .132 .453**

Sig. (2-tailed) .119 .271 .059 .010 .003 .815 .162 .000 .200 .000

N 96 96 96 96 96 96 96 96 96 96 96

X1.5

Pearson

Correlation .137 -.058 .045 .263** 1 .368** .354** .128 .263** .108 .519**

Sig. (2-tailed) .182 .574 .661 .010 .000 .000 .213 .010 .295 .000

N 96 96 96 96 96 96 96 96 96 96 96

X1.6

Pearson

Correlation .030 -.023 .069 .297** .368** 1 .369** .267** .297** .063 .540**

Sig. (2-tailed) .770 .827 .506 .003 .000 .000 .008 .003 .539 .000

N 96 96 96 96 96 96 96 96 96 96 96

X1.7

Pearson

Correlation .040 -.047 .073 -.024 .354** .369** 1 .420** -.024 .008 .497**

Sig. (2-tailed) .698 .651 .482 .815 .000 .000 .000 .815 .941 .000

N 96 96 96 96 96 96 96 96 96 96 96

X1.8

Pearson

Correlation .080 .031 .076 .144 .128 .267** .420** 1 .144 .083 .516**

Sig. (2-tailed) .437 .764 .462 .162 .213 .008 .000 .162 .424 .000

N 96 96 96 96 96 96 96 96 96 96 96

X1.9

Pearson

Correlation .160 .114 .193 1.000*

* .263** .297** -.024 .144 1 .132 .453**

Sig. (2-tailed) .119 .271 .059 .000 .010 .003 .815 .162 .200 .000

N 96 96 96 96 96 96 96 96 96 96 96

X1.1 0

Pearson

Correlation .092 -.020 .137 .132 .108 .063 .008 .083 .132 1 .387**

Sig. (2-tailed) .373 .844 .184 .200 .295 .539 .941 .424 .200 .000

Sig. (2-tailed) .373 .844 .184 .200 .295 .539 .941 .424 .200 .000