BAB III. METODE PENELITIAN
3.7 Teknik Pengujian Instrumen
3.7.1 Uji Validitas
Validitas merupakan tingkat ketepatan suatu alat tes. Uji Validitas dilakukan untuk mengetahui instrumen yang digunakan dalam pengukuran tepat mengukur yang seharusnya diukur atau belum. Sugiyono (2013:173) menjelaskan bahwa valid berarti instrumen tersebut dapat digunakan untuk mengukur apa yang seharusnya diukur.
Menurut Sukardi (2008:33) dalam evaluasi pendidikan, validitas suatu tes dapat dibedakan menjadi 4 macam, yaitu validitas isi,validitas kosntruk, Validitas
konkuren, dan validitas prediksi. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah validitas isi, dan konstruk.
Menurut Sukardi (2008:33) mengungkapkan bahwa validitas isi pada umumnya ditentukan melalui pertimbangan para ahli. Pengujian validitas isi dilakukan oleh validator yang ahli dalam bidangnya atau berkompeten. Validitas isi digunakan oleh penelti untuk seluruh instrumen pembelajaran dan penelitian. Instrumen pembelajaran tersebut terdiri dari silabus, RPP, LKS, materi ajar, dan soal evaluasi. Instrumen penelitian meliputi lembar observasi dan lembar kuesioner motivasi belajar.
Validitas kedua yang digunakan oleh peneliti adalah validitas konstruk. Menurut Sukardi (2008:33) validitas konstruk merupakan derajat yang menunjukkan suatu tes mengukur sebuah konstruk sementara. Peneliti melakukan validitas konstuk secara empiris karena data yang diperoleh berdasarkan pengalaman dari data lapangan. Validitas konstruk digunakan oleh peneliti pada intrumen pembelajaran berupa soal evaluasi.
Validitas isi yang digunakan dalam penelitian ini dilakukan oleh beberapa validator yang ahli dalam bidangnya. Instrumen pembelajaran berupa silabus, RPP, bahan ajar, dan soal evaluasi divalidasi oleh dosen ahli sebagai validator 1, kepala sekolah sebagai validator 2, guru I sebagai validator 3, sedangkan instrumen penelitian berupa lembar kuesioner motivasi belajar dan lembar observasi motivasi belajar siswa divalidasi oleh dosen ahli sebagai validator 1, kepala sekolah sebagai validator 2, guru I sebagai validator 3 dan guru II sebagai validator 4.
Peneliti juga mempertimbangkan komentar yang diberikan oleh ahli. Jika komentar yang diberikan adalah komentar yang dapat mendukung perbaikan intrumen, maka peneliti akan mengubah atau menambah hal yang dikomentari. Hasil validitas isi pada intrumen pembelajaran dan penelitian akan diuraikan oleh peneliti, sedangkan bukti penilaian yang diberikan oleh validator dapat dilihat pada lampiran 18 dan 19.
3.7.1.1 Validitas Silabus
Penilaian silabus dilakukan oleh tiga validator, yakni validator 1 (dosen), validator 2 (kepala sekolah), validator 3 (guru I). Aspek yang dinilai pada validitas silabus terdiri atas 5 komponen. Komponen-komponen tersebut yaitu: 1) Kelengkapan komponen silabus; 2) Kesesuaian SK,KD, dan indikator; 3) Kesesuaian pemilihan metode pembelajaran; 4) Penggunaan bahasa dan tata tulis baku; 5) Kesesuaian antara penilaian dengan indikator yang dirumuskan. Hasil validitas silabus dapat dilihat pada tabel 3.10
Tabel 3.10 Hasil Validitas Silabus
Validator Komponen Rata-rata nilai
tiap validator 1 2 3 4 5 1 4 4 4 4 4 4 2 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 Rata-rata keseluruhan 4
Hasil perhitungan rata-rata perolehan yang diberikan oleh validator dapat terlihat pada tabel 3.10. Rata- rata nilai yang diperoleh dari validator 1 adalah 4; dari validator 2 adalah 4; dan dari validator 3 adalah 4. Rata-rata keseluruhan hasil penilaian silabus yang diperoleh peneliti dari tiga validator yaitu sebesar 4. Perolehan rata-rata nilai tersebut lebih dari 3 (layak), sehingga peneliti tidak
melakukan perbaikan pada intrumen pembelajaran dan penelitian berdasarkan data kuantitaif yang peneliti peroleh.
Komentar juga diberikan oleh para validator berkaitan dengan silabus yang dibuat peneliti. Komentar yang diberikan oleh validator 1 yaitu; “Sudah baik; silabus telah sesuai dengan BNSP; Bahasa yang digunakan sesuai EYD”. Komentar yang diberikan oleh validator 2 yaitu “Kelengkapan komponen silabus, kesesuaian SK, KD dan indikator, pemilihan metode pembelajaran sangat baik! Lanjutkan!. Komentar yang diberikan oleh validator 3 yaitu “Silabus telah sesuai dengan BNSP dan bahasa yang digunakan sesuai EYD”. Ketiga validator mengungkapkan bahwa silabus sudah baik dan sesuai BNSP, sehingga hasil validitas permukaan tersebut menunujukan bahwa silabus dapat digunakan.
3.7.1.2 Validitas Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
Penilaian Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dilakukan oleh tiga validator, yakni validator 1 (dosen), validator 2 (kepala sekolah), validator 3 (guru I). Aspek yang dinilai pada validitas Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) terdiri dari 6 komponen, yang terdiri dari beberapa poin. Komponen-komponen tersebut yaitu: I) Perumusan indikator keberhasilan belajar; II) Pemilihan dan pengorganisasian materi pembelajaran; III) Kegiatan inti pembelajaran; IV) Skenario atau kegiatan pembelajaran; V) Penilaian hasil belajar; VI) Penggunaan bahasa tulis.
Pada komponen I terdapat tiga poin, yaitu: 1) Kejelasan rumusan; 2) Kelengkapan cakupan rumusan indikator; 3) Kesesuain dengan kompetensi dasar.
Pada komponen II terdapat empat poin yaitu: 1) Kesesuaian dengan kompetensi yang akan dicapai; 2) Kesesuaian dengan karakter peserta didik; 3) Ketentuan dan sistematika materi; 4) Kesesuaian materi dengan alokasi waktu. Pada komponen III terdapat tiga poin, yaitu: 1) Kesesuaian sumber belajar atau media pembelajaran dengan kompetensi (tujuan) yang ingin dicapai; 2) Kesesuaian sumber belajar/media pembelajaran dengan materi pembelajaran; 3) Kesesuaian sumber belajar/ media pembelajaran dengan karakteristik peserta didik. Pada komponen IV terdapat empat poin yaitu: 1) Kesesuaian strategi dan metode pembelajaran dengan kompetensi (tujuan pembelajaran); 2) Kesesuaian strategi dan metode pembelajaran dengan materi pembelajaran; 3) Kesesuaian strategi dan metode pembelajaran dengan karakteristik peserta didik; 4) Kesesuaian langkah-langkah dalam setiap tahapan pembelajaran dan kesesuaian alokasi waktu. Pada komponen V terdapat tiga poin, yaitu: 1) Kesesuaian teknik dan penilaian dengan kompetensi yang ingin dicapai; 2) Kejelasan prosedur penilaian (awal, proses, akhir); 3) Kelengkapan intrumen (soal, rubrik penilaian, kunci jawaban). Pada komponen VI terdapat empat poin, yaitu: 1) Ketepatan ejaan; 2) Ketepatan pilihan kata; 3) Kebakuan struktur kalimat; 4) Kebakuan bentuk huruf dan angka. Hasil validitas Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dapat dilihat pada tabel 3.11.
Tabel 3.11 Hasil Validitas Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
Validator Komponen Rata-rata nilai dari tiap validator I II III IV V VI 1 2 3 1 2 3 4 1 2 3 1 2 3 4 1 2 3 1 2 3 4 1 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 2 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3,95 3 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 3,90
Hasil perhitungan rata-rata perolehan nilai yang diberikan oleh validator dapat terlihat pada tabel 3.11. Rata-rata yang diperoleh dari valodator 1 adalah 4; dari validator 2 adalah 3,95; dan dari validator 3 adalah 3,90. Rata-rata keseluruhan hasil penilaian Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang diperoleh peneliti dari tiga validator yaitu sebesar 3,95. Perolehan rata-rata nilai tersebut lebih dari 3 (layak), sehingga peneliti tidak melakukan perbaikan pada Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) berdasarkan data kuantitatif yang peneliti peroleh.
Komentar juga diberikan oleh para validator berkaitan dengan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang dibuat peneliti. Komentar yang diberikan oleh validator 1, yaitu: “Sudah baik. Namun perlu dipertimbangkan agar pada RPP dicantumkan prosedur penilaianya”. Sedangkan komentar yang diberikan dari validator 2, yaitu: “Perumusan indikator jelas, materi sesuai Kompetensi Dasar & karakteristik siswa, sesuai alokasi waktu. Kegiatan inti & skenario pembelajaran runtut sesuai tahapan. Penilaian sesuai Kompetensi Dasar. Instumen lengkap, tata tulis baku”. Komentar juga diberikan oleh validator 3, yaitu “RPP sudah cukup lengkap, lebih baik lagi jika pada RPP dicantumkan prosedur penilaianya pada awal, proses, dan akhir”. Peneliti selanjutnya mempertimbangkan komentar yang diberikan oleh validator. Penambahan prosedur penilaian dilakukan oleh peneliti yang dilampirkan pada lampiran 4 sesuai dengan komentar yang diberikan oleh validator 1 dan 3. Hasil perbaikan yang telah peneliti lakukan menandakan bahwa RPP sudah dapat digunakan.
3.7.1.3 Validitas Lembar Kerja Siswa (LKS)
Penilaian Lembar Kerja Siswa (LKS) dilakukan oleh tiga validator, yakni validator 1 (dosen), 2 (kepala sekolah), dan validator 3 (guru I). Aspek yang dinilai pada validitas Lembar Kerja Siswa (LKS) terdiri atas 7 komponen. Komponen-komponen tersebut, yaitu: 1) Kelengkapan unsur LKS; 2) Kesesuaian indikator/tujuan pembelajaran; 3) Rumusan petunjuk pengerjaan LKS sederhana dan mudah dipahami siswa; 4) LKS membantu siswa dalam memahami materi ajar; 5) LKS menunjukkan keruntutan kegiatan belajar; 6) Tampilan LKS menarik dan indah; dan 7) Penggunaan bahasa dan tata tulis baku. Hasil validitas Lembar Kerja Siswa (LKS) dapat dilihat pada tabel 3.12.
Tabel 3.12 Hasil Validitas Lembar Kerja Siswa (LKS)
Validator
Komponen Rata-rata nilai
dari tiap validator 1 2 3 4 5 6 7 1 4 4 4 4 4 4 4 4 2 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 Rata-rata keseluruhan 4
Hasil perhitungan rata-rata perolehan nilai yang diberikan oleh validator dapat terlihat pada tabel 3.12. Rata-rata nilai yang diperoleh dari validator 1 adalah 4; dari validator 2 adalah 4; dan dari validator 3 adalah 4. Rata-rata keseluruhan hasil penilaian Lembar Kerja Siswa (LKS) yang diperoleh peneliti dari tiga validator adalah 4. Perolehan nilai rata-rata tersebut lebih dari 3 (layak), sehingga peneliti tidak melakukan perbaikan pada Lembar Kerja Siswa (LKS) berdasarkan data kuantitatif yang peneliti peroleh.
Komentar juga diberikan oleh para validator berkaitan dengan Lembar kerja siswa (LKS) yang dibuat oleh peneliti. Komentar yang diberikan oleh validator 1,
yaitu: “Soal evaluasi sudah mencakup seluruh materi ajar yang hendak disampaikan. Sesuai dengan indikator pembelajaran. Penulisan perintah, soal dan jawaban sudah jelas, baku dan sederhana”. Sedangkan validator 2 juga memberikan komentar, yaitu: “Unsur LKS lengkap, rumusan sederhana, mudah dipahami siswa, tampilan menarik, menggunakan bahasa baku”. Komentar yang diberikan oleh validator 3, yaitu: “LKS mudah dipahami bagi anak dan gambarnya menarik”. Ketiga validator mengungkapkan bahwa Lembar Kerja Siswa (LKS) sudah baik dan menarik, sehingga hasil validitas permukaan tersebut menunujukan bahwa lembar Kerja Siswa (LKS) dapat digunakan.
3.7.1.4 Validitas Materi Ajar
Penilaian lembar materi ajar dilakukan oleh tiga validator, yakni validator 1 (dosen),validator 2 (kepala sekolah), dan validator 3 (guru I). Aspek yang dinilai pada validitas bahan ajar terdiri atas 6 komponen. Komponen-komponen tersebut, yaitu: 1) Materi ajar sesuai dengan kompetensi yang akan dicapai; 2) Kesesuaian materi ajar dengan karakteristik peserta didik; 3) Materi ajar cakupannya luas dan memadai; 4) Pengorganisasian materi ajar runtut dan sistematik; 5) Kesesuaian alokasi waktu dengan kesesuaian materi ajar; dan 6) Penggunaan bahasa dan tata tulis baku. Hasil validitas materi ajar dapat dilihat pada tabel 3.13.
Tabel 3.13. Hasil Validitas Materi Ajar
Validator Komponen Rata-rata nilai dari
tiap validator 1 2 3 4 5 6 1 4 4 4 4 4 4 4 2 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 Rata-rata keseluruhan 4
Hasil perhitungan rata-rata perolehan nilai yang diberikan oleh validator dapat terlihat pada tabel 3.13. Rata-rata nilai yang diperoleh dari validator 1 adalah 4; dari validator 2 adalah 4; dan dari validator 3 adalah 4. Rata-rata keseluruhan hasil penilaian materi ajar yang diperoleh peneliti dari 3 validator adalah 4. Perolehan rata-rata tersebut lebih dari 3 (layak), sehingga peneliti tidak melakukan perbaikan pada bahan ajar berdasarkan data kuantitatif yang peneliti peroleh.
Komentar juga diberikan oleh para validator berkaitan dengan materi ajar yang dibuat peneliti. Komentar yang diberikan oleh validator 1, yaitu “Materi ajar mampu disampaikan berdasarkan kompetensi yang akan dicapai”. Komentar yang diberikan oleh validator 2, yaitu: ’Materi sesuai kompetensi dasar, runtut, sesuai dengan karakteristik siswa, dan alokasi waktu. Tata bahasa baku”. Sedangkan komentar yang diberikan oleh validator 3, adalah sebagai berikut: “Materi sesuai pada silabus, Kompetensi Dasar, dan indikator pembelajaran. Materi ajar disampaikan secara runtut dan sistematik”. Ketiga validator mengungkapkan bahwa Materi ajar sudah runtut dan sesuai dengan kompetensi yang akan dicapai sehingga hasil validitas permukaan tersebut menunujukkan bahwa materi ajar dapat digunakan.
3.7.1.5 Validitas Soal Evaluasi
Penilaian soal evaluasi dilakukan oleh tiga validator, yakni validator 1 (dosen), 2 (kepala sekolah), dan validator 3 (guru I). Aspek yang dinilai pada validitas Soal Evaluasi terdiri atas 8 komponen. Komponen-komponen tersebut, yaitu: 1) Kesesuaian indikator dengan butir soal; 2) Kalimat yang digunakan sederhana dan tidak berlebihan; 3) Bahasa jelas, baku, dan sederhana; 4) Keluasan cakupan soal; 5) Pilihan jawaban tidak mengandung ambiguitas; 6) Urutan alternative jawaban logis; 7) Soal tidak berisi jebakan yang tidak ada jawabannya; dan 8)Pertanyaan tidak mengandung kunci jawaban . Hasil validitas Lembar Kerja Siswa (LKS) dapat dilihat pada tabel 3.14.
Tabel 3.14. Hasil Validitas Soal Evaluasi
Validator Komponen Rata-rata nilai
dari tiap validator
1 2 3 4 5 6 7 8
1 4 4 4 4 4 4 4 4 4
2 4 4 4 4 4 4 4 4 4
3 4 4 4 4 4 4 4 4 4
Rata-rata keseluruhan 4
Hasil perhitungan rata-rata perolehan nilai yang diberikan oleh validator dapat terlihat pada tabel 3.14. Rata-rata nilai yang diperoleh dari validator 1 adalah 4; dari validator 2 adalah 4; dan dari validator 3 adalah 4. Rata-rata keseluruhan hasil penilaian materi ajar yang diperoleh peneliti dari 3 validator adalah 4. Perolehan rata-rata tersebut lebih dari 3 (layak), sehingga peneliti tidak melakukan perbaikan pada soal evaluasi berdasarkan data kuantitatif yang peneliti peroleh.
Komentar juga diberikan oleh para validator berkaitan dengan Soal Evaluasi yang dibuat peneliti. Komentar yang diberikan oleh validator 1, yaitu “Soal evaluasi sudah menggunakan bahasa yang jelas, baku dan sederhana” Validator 1
juga menambahkan komentar secara lisan, yaitu : “Soal evaluasinya sudah baik mbak, semua yang ada di soal sudah sesuai dengan materi ajarnya. Tapi coba dicek ulang ya mbak ya.. soalnya saya beberapa kali melihat penulisan yang salah misalnya dalam jadi dakam, dan menjadi dna. Coba nanti dibetulkan”. Komentar yang diberikan oleh validator 2, yaitu: ”Soal sesuai dengan indikator pembelajaran, kalimatnya jelas dan sederhana. Jawabanya tidak mengandung makna ganda”. Sedangkan komentar yang diberikan oleh validator 3, adalah sebagai berikut: “Soal evaluasi telah mencakup ingatan, pemahaman, dan penerapan”. Ketiga validator mengungkapkan bahwa Soal Evaluasi sudah runtut dan sesuai dengan materi ajar dan kompetensi yang akan dicapai sehingga hasil validitas permukaan tersebut menunujukan bahwa soal evaluasi dapat digunakan.
3.7.1.6 Validitas Lembar Observasi Siswa
Penilaian lembar observasi dilakukan oleh empat validator, yakni validator 1 (dosen), validator 2 (kepala sekolah), validator 3 (guru I), dan validator 4 (guru II). Aspek yang dinilai pada validitas lembar observasi terdiri atas 6 komponen. Komponen–komponen tersebut, yaitu: 1) Kesesuaian isi indikator motivasi belajar, 2) Kalimat yang digunakan sederhana dan tidak berlebihan, 3) Isi mudah dipahami observer, 4) Kesesuaian pernyataan dengan tingkat perkembangan siswa, 5) Keterperincian pernyataan, dan 6) Penggunaan bahasa Indonesia dan tata tulis baku. Hasil validitas lembar observasi dapat dilihat pada tabel 3.15.
Tabel 3.15 Hasil Validitas Lembar Observasi Siswa
Validator Komponen Rata-rata nilai dari
tiap validator 1 2 3 4 5 6 1 4 4 4 4 4 4 4 2 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 3 4 4 3,8 4 4 4 4 4 4 4 4 Rata-rata keseluruhan 3,95
Hasil perhitungan rata–rata perolehan nilai yang diberikan oleh validator dapat dilihat pada tabel 3.15. Rata-rata nilai yang diperoleh dari validator 1 adalah 4; dari validator 2 adalah 4; dari validator 3 adalah 3,8; dan dari validator 4 adalah 4. Rata-rata keseluruhan hasil penilaian lembar observasi motivasi belajar siswa yang diperoleh penelitidari empat validator yaitu sebesar 3,95. Peroleh rata-rata nilai tersebut lebih dari 3 (layak), sehingga peneliti tidak melakukan perbaikan pada lembar observasi motivasi belajar siswa berdasarkan data kuantitatif yang peneliti peroleh.
Komentar juga diberikan oleh para validator berkaitan dengan lembar observasi motivasi belajar yang dibuat oleh peneliti. Validator 1 memberikan komentar yaitu: “Isi sudah sesuai dengan indikator motivasi belajar siswa, keterperincian pernyataan juga sudah sangat jelas”. Validator 2 juga memberikan
komentar yaitu: “lembar observasinya sangat rinci dan jelas sehingga tidak membingungkan observer dalam mengamati pembelajaran berkaitan dengan motivasi belajar”. Validator 3 juga menambahkan komentar “ LOS cukup baik, rinci, isinya mudah di pahamu karena ada kriteria jadi lebih mudah untuk menilai”, validator 3 juga menambahkan komentar secara lisan yaitu; “maaf mbak, berarti ini nanti saat observasi siswanya dibikin berkelompok gitu ya? kok ada keterangan kelompok dilembar observasinya?” dan peneliti menjawab “tidak Bu,
itu hanya untuk mempermudah saja. Jadi nanti misalnya kelompok satu itu deretan yang depan meja guru, kemudian kelompok 2 yang deretan sebelahnya, jadi tidak per anak Bu mengamatinya. Komentar yang diberikan oleh validator 4, yaitu: Lembar Observasi Siswa sudah sesuai dengan indikator yang digunakan, Isi dan kalimatnya juga mudah dipahami siswa, pernyataan juga rinci dan jelas”.
Validitas permukaan juga dilakukan oleh peneliti kepada observer lain yang membantu peneliti dalam melakukan observasi. Peneliti menanyakan hal yang berkaitan dengan penggunaan bahasa dan tata tulis baku serta pemahamanya terhadap lembar observasi. Observer tersebut menjawab “ Udah bagus kok, jelas”. Dari hasil validitas permukaan tersebut dapat disimpulkan bahwa lembar observasi dapat digunakan.
3.7.1.7 Validitas Lembar Kueioner
Penilaian lembar kuesioner dilakukan oleh empat validator, yakni validator 1 (dosen), validator 2 (kepala sekolah), validator 3 (guru I), dan validator 4 (guru II). Aspek yang dinilai pada validitas lembar observasi terdiri atas 6 komponen. Komponen–komponen tersebut, yaitu: 1) Kesesuaian isi indikator motivasi belajar, 2) Kalimat yang digunakan sederhana dan tidak berlebihan, 3) Isi mudah dipahami siswa, 4) Kesesuaian pernyataan dengan tingkat perkembangan siswa, 5) Keterperincian pernyataan, dan 6) Penggunaan bahasa Indonesia dan tata tulis baku. Hasil validitas lembar kuesioner dapat dilihat pada tabel 3.16.
Tabel 3.16 Hasil Validitas Kuesioner Motivasi Belajar Siswa
Validator Komponen Rata-rata nilai dari
tiap validator 1 2 3 4 5 6 1 4 4 4 4 4 4 4 2 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 Rata-rata keseluruhan 4
Hasil perhitungan rata–rata perolehan nilai yang diberikan oleh validator dapat dilihat pada tabel 3.16. Rata-rata nilai yang diperoleh dari validator 1 adalah 4; dari validator 2 adalah 4; dari validator 3 adalah 4; dan dari validator 4 adalah 4. Rata-rata keseluruhan hasil penilaian lembar kuesioner yang diperoleh peneliti dari empat validator yaitu sebesar 4. Peroleh rata-rata nilai tersebut lebih dari 3 (layak), sehingga peneliti tidak melakukan perbaikan pada lembar kuesioner motivasi belajar siswa berdasarkan data kuantitatif yang peneliti peroleh.
Komentar juga diberikan oleh para validator berkaitan dengan kuesioner yang dibuat oleh peneliti. Validator 1 memberikan komentar yaitu: “Isi sudah sesuai dengan indikator motivasi belajar siswa, dan mudah dipahami siswa”. Validator 2 juga memberikan komentar yaitu: “Pernyataan pada kuesioner sudah cukup jelas, tidak terlalu banyak, tetapi sudah mencakup keseluruhan”. Validator 3 juga menambahkan komentar “ Bahasa dan penulisan sudah baku, isi dan perintah juga mudah dipahami siswa”. Komentar yang diberikan oleh validator 4, yaitu: “pernyataan pada kuesioner mudah dipahami siswa, rinci tapi tidak terlalu banyak sehingga tidak membuat siswa cepat bosan”.
Keempat validator mengungkapkan bahwa kuesioner motivasi belajar sudah sesuai dengan indikator pembelajaran, pernyataannya mudah dipahami siswa
dan jumlah pernyataannya pun tidak terlalu banyak sehingga hasil validitas permukaan tersebut menunujukan bahwa lembar kuesioner dapat digunakan.
Validitas selanjutnya yang digunakan oleh peneliti adalah validitas konstruk. Instrumen yang menggunakan validitas konstruk adalah instrumen pembelajaran berupa soal evaluasi. Peneliti mengujikan 60 soal berbentuk pilihan ganda, yang terdiri dari 30 soal untuk soal evaluasi siklus I dan 30 soal untuk soal evaluasi siklus II. Soal evaluasi tersebut diujikan kepada 30 siswa di kelas VA karena siswa pada kelas tersebut telah mendapatkan materi pada Kompetensi Dasar 6.1 Mengidentifikasi wujud benda padat, cair, dan gas memiliki sifat tertentu dan Kompetensi Dasar 6.2 Mendeskripsikan terjadinya perubahan wujud cair padat cair; cair gas cair; padat gas. Jumlah siswa kelas VA adalah 32 siswa yang terdiri dari 15 Siswa laki-laki dan 17 siswa perempuan. Karena pada saat pengujian soal evaluasi ada 2 siswa yang tidak hadir, maka soal evaluasi diujikan kepada 30 siswa.
Uji validitas soal evaluasi dalam penelitian ini menggunakan rumus korelasi
product moment atau metode. Pearson menurut Sudijono (2001:191) adalah sebagai
berikut:
rXY = N ∑ XY − ∑X ∑Y
√ N∑X − ∑x N∑Y − ∑Y
Keterangan
rxy : Koefisien korelasi antara x dan y N : Number of Case ( Jumlah subyek)
∑xy : jumlah hasil perkalian antara skor x dan skor y x : jumlah skor x
y : jumlah skor y
: jumlah dari kuadrat x : jumlah kuadrat y
Menentukan validitas soal evaluasi secara manual yaitu dengan cara membandingkan perolehan r hitung dengan r tabel. r hitung diperoleh dari hasil perhitungan , sedangkan r tabel diperoleh dari tabel nilai product moment berdasarkan jumlah siswa. Jumlah siswa kelas IVA adalah 30 siswa, jadi r tabel pada taraf signifikansi 5% adalah 0,361 sedangkan r tabel pada signifikansi 1% adalah 0,463 (Sugiyono 2013:455). Soal dikatakan valid apabila perolehan r hitung lebih besar dari r tabel.
Analisis validitas dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan bantuan program SPSS for Window Release 17. Cara untuk mengetahui soal valid yaitu dengan melihat tanda asterix satu (*) dan asterix dua (**). Menurut Dambariana (dalam Mayasari, 2014:101) Tanda asterix satu (*) pada output SPSS memiliki tingkat kepercayaan 95% atau taraf signifikasi 5%. Sedangkan menurut Taniredja dan Mustafidah (2012:97). Tanda asterix dua (**) pada output SPSS menunjukkan validitas yang memiliki tingkat kepercayaan sebesar 99% atau taraf signifikasi 1%. Tabel 3.17 dan 3.18 berikut ini adalah uraian dari perhitungan validasi soal evaluasi yang telah peneliti hitung dengan menggunakan bantuan program SPSS Statistic 17.0 beserta hasil perbandingannya dengan r tabel secara manual.
Tabel 3.17 Validitas soal evaluasi SIKLUS I berdasarkan progam SPSS No soal r hitung (taraf sign 5%) r tabel (n=30) Keterangan 1 0,341 0,361 Tidak Valid 2 0,305 0,361 Tidak Valid 3 0,810** 0,361 Valid 4 0,484** 0,361 Valid 5 0,697** 0,361 Valid 6 0,489** 0,361 Valid 7 0,412** 0,361 Valid 8 0,516** 0,361 Valid 9 0,461* 0,361 Valid 10 0,367* 0,361 Valid 11 0,624** 0,361 Valid 12 0,373** 0,361 Valid 13 0,435** 0,361 Valid 14 0,555** 0,361 Valid 15 0,638** 0,361 Valid 16 0,497** 0,361 Valid 17 0,552** 0,361 Valid 18 0,513** 0,361 Valid 19 0,379* 0,361 Valid 20 0,589* 0,361 Valid 21 0,321 0,361 Tidak Valid 22 0,254 0,361 Tidak Valid 23 0,078 0,361 Tidak Valid 24 0,441* 0,361 Valid 25 0,452* 0,361 Valid 26 0,271 0,361 Tidak Valid 27 0,162 0,361 Tidak Valid 28 0,306 0,361 Tidak Valid 29 0,309 0,361 Tidak Valid 30 0,259 0,361 Tidak Valid
Tabel 3.17 menunjukkan hasil perhitungan validitas dengan menggunakan
SPSS 17. Hasil perhitungan tersebut memperlihatkan bahwa dari 30 item soal, 10
item soal tidak valid, 5 item soal menunjukkan tanda asterix satu (*) dan memiliki r hitung lebih besar daripada r tabel pada taraf signifikansi 5%, lebih besar daripada r table untuk n=30, dan 15 soal menunjukkan tanda asterix dua (**) dan memiliki r hitung lebih besar daripada r tabel pada taraf signifikansi 1% lebih besar dari pada
r tabel untuk n=30. Hasil perhitungan validitas soal evaluasi selengkapnya dengan menggunakan SPSS 17 dapat dilihat pada lampiran 14.
Tabel 3.18 Validitas soal evaluasi SIKLUS II berdasarkan progam SPSS
No soal r hitung (taraf sign 5%) r tabel (n=30) Keterangan 1 0,637** 0,361 Valid 2 0,324 0,361 Tidak Valid 3 0,804** 0,361 Valid 4 0,501** 0,361 Valid 5 0,436* 0,361 Valid 6 0,529** 0,361 Valid 7 0,583** 0,361 Valid 8 0,557** 0,361 Valid 9 0,377** 0,361 Valid 10 0,149 0,361 Tidak Valid 11 0,613** 0,361 Valid 12 0,376* 0,361 Valid 13 0,485** 0,361 Valid 14 0,492** 0,361 Valid 15 0,611** 0,361 Valid 16 0,508** 0,361 Valid 17 0,565** 0,361 Valid 18 0,532** 0,361 Valid 19 0,388** 0,361 Valid 20 0,590** 0,361 Valid 21 0,298 0,361 Tidak Valid 22 0,198 0,361 Tidak Valid 23 0,470** 0,361 Valid 24 0,478** 0,361 Valid 25 0,436** 0,361 Valid 26 0,160 0,361 Tidak Valid 27 0,098 0,361 Tidak Valid 28 0,173 0,361 Tidak Valid 29 0,376* 0,361 Valid 30 0,133 0,361 Tidak Valid
Tabel 3.18 menunjukkan hasil perhitungan validitas dengan menggunakan
SPSS 17. Hasil perhitungan tersebut memperlihatkan bahwa dari 30 item soal, 8
item soal tidak valid, 3 item soal menunjukkan tanda asterix satu (*) dan memiliki r hitung lebih besar daripada r tabel pada taraf signifikansi 5% lebih besar daripada r tabel untuk n=30, dan 19 soal menunjukkan tanda asterix dua (**) dan memiliki r hitung lebih besar daripada r tabel pada taraf signifikansi 1% lebih besar daripada r
tabel untuk n=30. Hasil perhitungan validitas soal evaluasi selengkapnya dengan menggunakan SPSS 17 dapat dilihat pada lampiran 14.