• Tidak ada hasil yang ditemukan

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 5 Tahun

1986 tentang Peradilan Tata Usaha Negara menyatakan bahwa

Pengadilan bertugas dan berwenang memeriksa, memutus dan menyelesaikan sengketa Tata Usaha Negara; ---

Menimbang, bahwa setelah Majelis Hakim mempelajari dan mencermati objek sengketa in litis (vide Bukti P-1) ternyata berbentuk penetapan tertulis yang diterbitkan oleh Kepala Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional Provinsi Riau selaku badan atau pejabat tata usaha negara dalam rangka penyelenggaraan pemerintahan, khususnya yang berkaitan dengan pencatatan dan pendaftaran tanah yang bersifat konkrit, individual dan final; ---

Menimbang, bahwa berdasarkan pertimbangan hukum a quo, objek sengketa in litis telah memenuhi ketentuan Pasal 1 angka 9 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 51 Tahun 2009 juncto Pasal 1 angka 7 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 30 Tahun 2014 tentang Administrasi Pemerintahan, dengan demikian telah termasuk kategori keputusan tata usaha negara yang dapat dijadikan objek sengketa di Peradilan Tata Usaha Negara; ---

Menimbang, bahwa selanjutnya Majelis Hakim akan mempertimbangkan Eksepsi Tergugat yang pada pokoknya mendalilkan bahwa keputusan objek sengketa in litis merupakan pelaksanaan putusan peradilan yang telah berkekuatan hukum tetap sehingga termasuk dalam kategori keputusan tata usaha negara yang dikeluarkan atas dasar hasil pemeriksaan Badan Peradilan berdasarkan Ketentuan Peraturan Perundang-undangan yang berlaku sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 huruf e Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2004

tentang Perubahan Atas Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 1986 tentang Peradilan Tata Usaha Negara; ---

Menimbang, bahwa Pasal 2 Huruf e Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2004 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 1986 tentang Peradilan Tata Usaha Negara menyebutkan: ---

Pasal 2: --- Tidak termasuk dalam pengertian Keputusan Tata Usaha Negara menurut Undang-Undang ini: ---

e. Keputusan Tata Usaha yang dikeluarkan atas dasar hasil pemeriksaan Badan Peradilan berdasarkan Ketentuan Peraturan Perundang-undangan yang berlaku; ---

Menimbang, bahwa setelah mencermati objek sengketa in litis, Majelis Hakim mendapatkan fakta hukum yang tidak dibantah kebenarannya oleh para pihak sebagai berikut: ---

- Bahwa pada Tanggal 16 Juli 1997, Kepala Kantor Pertanahan Kota Pekanbaru menerbitkan Sertipikat Hak Guna Bangunan Nomor: 01 Tahun 1997 atas nama PT. Gerindo Investa Internasional Surat Ukur/Gambar Situasi Nomor: 04/1997 tanggal 27 Juni 1997 seluas 109, 602 Ha (vide bukti: P-9, T-1, T-2, dan T-3); ---

- Bahwa pada Tahun 2009 Yusni Yunis, Ismail Djamaluddin dan Roy Sihombing mengajukan gugatan di Pengadilan Tata Usaha Negara Pekanbaru melawan Kepala Kantor Pertanahan Kota Pekanbaru dengan objek sengketa berupa Sertipikat Hak Guna Bangunan Nomor: 01/1997 Tanggal 16 Juli 1997 atas nama PT.

Gerindo Investa Internasional Surat Ukur/Gambar Situasi Nomor: 04/1997 Tanggal 27 Juni 1997 seluas 109, 602 Ha dan telah dicatat dalam Register Perkara Nomor: 35/G/2009/ PTUN.Pbr (vide Bukti P-9, T-1, T-2, dan T-3); ---

- Bahwa Pengadilan Tata Usaha Negara pekanbaru telah mengeluarkan Putusan dalam Perkara Nomor: 35/G/2009/ PTUN.Pbr Tanggal 21 Januari 2010 dengan amar sebagai berikut: ---

- Mengabulkan Gugatan Penggugat untuk seluruhnya; ----

- Menyatakan batal surat keputusan Kepala Kantor Pertanahan Kota Pekanbaru berupa Sertipikat Hak Guna Bangunan Nomor: 01 tanggal 16 Juli 1997, Surat Ukur/Gambar Situasi Nomor: 04/1997 Tanggal 27 Juni 1997 seluas 109, 602 Ha atas nama PT. Gerindo Investa Internasional; ---

- Memerintahkan kepada Tergugat Kepala Kantor Pertanahan Kota Pekanbaru untuk mencabut surat keputusan berupa Sertipikat Hak Guna Bangunan Nomor 01 Tanggal 16 Juli 1997, Surat Ukur/Gambar Situasi Nomor: 04/1997 tanggal 27 Juni 1997 seluas 109, 602 Ha atas nama PT. Gerindo Investa Internasional; ---

- Menghukum Tergugat untuk membayar biaya perkara yang jumlahnya sebesar Rp. 471.000 (empat ratus tujuh puluh satu ribu rupiah);---

- Bahwa Putusan Pengadilan Tata Usaha Negara pekanbaru Nomor: 35/G/2009/PTUN.Pbr Tanggal 21 Januari 2010 a quo

telah dikuatkan di Tingkat Banding maupun pada Tingkat Kasasi melalui Putusan Nomor: 49/B/2010/PT.TUN-MDN Tanggal 10 Mei 2010 jo. Putusan Kasasi Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor: 341 K/TUN/2010 Tanggal 31 Januari 2011; ---

- Bahwa Ketua Pengadilan Tata Usaha Negara Pekanbaru telah menerbitkan Surat Nomor: W1.TUN.352/PRK.02.02/IV/2012 Tanggal 23 April 2012 perihal Surat Perintah Pelaksanaan Putusan Mahkamah Agung RI Nomor: 341 K/TUN/2010 Tanggal 31 Januari 2011 jo. Putusan Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Medan Nomor: 49/BDG/2010/PT.TUN-MDN jo. Putusan Pengadilan Tata Usaha Negara Pekanbaru Nomor: 35/G/2009/PTUN.Pbr, Tanggal 21 Januari 2010; ---

- Bahwa Kepala Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional Provinsi Riau telah mengeluarkan Keputusan Nomor: SK.01/ Pbt/BPN.14/2013 tentang Pembatalan Sebagian Sertipikat Hak Guna Bangunan Nomor: 01 Tahun 1997 seluas 51.700 M2 Atas Nama PT.Gerindo Investa Internasional yang Terletak di Kelurahan Sail Kecamatan Tenayan Raya (DH. Desa Tebing Okura Kecamatan Bukit Raya) Kota Pekanbaru Provinsi Riau sebagai Pelaksanaan Putusan Pengadilan yang telah Berkekuatan Hukum Tetap; ---

- Bahwa pada Tanggal 20 Februari 2013, Kepala Kantor Pertanahan Kota Pekanbaru telah melaksanakan pembatalan sebagian Sertipikat Hak Guna Bangunan Nomor: 01 Tahun 1997 a quo seluas 51.700 M2 yang tumpang tindih dengan

Sertipikat Hak Milik atas nama Para Penggugat dalam Perkara Nomor: 35/G/2009/PTUN.Pbr; ---

- Bahwa pada Tanggal 26 April 2016, Tergugat, yakni Kepala Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional Provinsi Riau menerbitkan objek sengketa in litis; ---

Menimbang, bahwa setelah mencermati fakta-fakta hukum yang tidak dibantah oleh para pihak sebagaimana disebutkan di atas, Majelis Hakim menyimpulkan bahwa pada Tanggal 20 Februari 2013, Kepala Kantor Pertanahan Kota Pekanbaru selaku Tergugat dalam Perkara Nomor 35/G/2009/PTUN-Pbr telah melaksanakan eksekusi dengan membatalkan sebagian Sertipikat Hak Guna Bangunan Nomor: 01 Tanggal 16 Juli 1997 atas nama PT. Gerindo Investa Internasional yang tumpang tindih dengan tanah yang disebutkan dalam 3 (tiga) Sertipikat Hak Milik atas nama Para Penggugat yang didasarkan pada Putusan Pengadilan Tata Usaha Negara Pekanbaru Nomor: 35/G/2009/PTUN.Pbr, Tanggal 21 Januari 2010 dan surat Keputusan Kepala Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional Provinsi Riau Nomor: SK.01/Pbt/BPN.14/2013 tentang Pembatalan Sebagian Sertipikat Hak Guna Bangunan Nomor: 01 Tahun 1997 seluas 51.700 M2 Atas Nama PT.Gerindo Investa Internasional yang Terletak di Kelurahan Sail Kecamatan Tenayan Raya (DH. Desa Tebing Okura Kecamatan Bukit Raya) Kota Pekanbaru Provinsi Riau sebagai Pelaksanaan Putusan Pengadilan yang telah Berkekuatan Hukum Tetap; ---

Menimbang, bahwa oleh karena Putusan Pengadilan Tata Usaha Negara Pekanbaru Nomor : 35/G/2009/PTUN.Pbr yang telah berkekuatan hukum tetap telah dilaksanakan oleh Kepala Kantor Pertanahan Kota Pekanbaru selaku Tergugat, maka selanjutnya Majelis Hakim akan

mempertimbangkan apakah penerbitan objek sengketa in litis yang membatalkan Surat Keputusan Kepala Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional Provinsi Riau Nomor: SK.01/Pbt/BPN.14/2013 Tanggal 7 Februari 2013 tentang Pembatalan Sebagian Sertipikat Hak Guna Bangunan Nomor: 01 Tahun 1997 seluas 51.700 M2 Atas Nama PT.Gerindo Investa Internasional yang Terletak di Kelurahan Sail Kecamatan Tenayan Raya (DH. Desa Tebing Okura Kecamatan Bukit Raya) Kota Pekanbaru Provinsi Riau sebagai Pelaksanaan Putusan Pengadilan yang telah Berkekuatan Hukum Tetap, masih dalam lingkup pelaksanaan putusan peradilan yang telah berkekuatan hukum tetap dalam Perkara Nomor 35/G/2009/PTUN-Pbr atau bukan, akan dipertimbangkan sebagai berikut: ---

Menimbang, bahwa berdasarkan fakta-fakta hukum yang tidak dibantah oleh para pihak sebagaimana diuraikan a quo, Majelis Hakim mengetahui bahwa pihak yang didudukkan sebagai Tergugat dalam Perkara Nomor: 35/G/2009/PTUN.Pbr adalah Kepala Kantor Pertanahan Kota Pekanbaru; ---

Menimbang, bahwa oleh karena pihak yang didudukkan selaku Tergugat dalam Perkara Nomor: 35/G/2009/PTUN.Pbr adalah Kepala Kantor Pertanahan Kota Pekanbaru, maka berdasarkan ketentuan Pasal 116 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 51 Tahun 2009 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 1986 tentang Peradilan Tata Usaha Negara, maka pihak yang terutama dibebankan kewajiban untuk melaksanakan Putusan Nomor: 35/G/2009/PTUN.Pbr yang telah berkekuatan hukum tetap tersebut adalah Kepala Kantor Pertanahan Kota Pekanbaru selaku Tergugat dalam

perkara Nomor: 35/G/2009/PTUN.Pbr, bukan Kepala Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional Provinsi Riau (Tergugat in litis); ---

Menimbang, bahwa oleh karena Kepala Kantor Pertanahan Kota Pekanbaru selaku Tergugat yang dibebankan kewajiban melaksanakan Putusan Pengadilan Tata Usaha Negara Pekanbaru dalam Perkara Nomor: 35/G/2009/ PTUN.Pbr telah melaksanakan eksekusi Putusan a quo yang didasarkan atas Keputusan Tergugat Kepala Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional Provinsi Riau Nomor: SK.01/Pbt/BPN.14/2013 Tanggal 7 Februari 2013, maka Majelis Hakim berpendapat bahwa tindakan Tergugat menerbitkan objek sengketa in litis tidaklah dapat digolongkan sebagai pelaksanaan putusan peradilan yang telah berkekuatan hukum tetap mengingat Tergugat in litis bukanlah pihak Tergugat dalam sengketa Perkara Nomor: 35/G/2009/PTUN.Pbr, terlebih Putusan Perkara Nomor: 35/G/2009/PTUN.Pbr yang telah berkekuatan hukum tetap tersebut telah dilaksanakan oleh Kepala Kantor Pertanahan Kota Pekanbaru selaku Tergugat dalam Perkara Nomor: 35/G/2009/PTUN.Pbr; ---

Menimbang, bahwa selanjutnya berdasarkan dalil Tergugat yang pada pokoknya menyampaikan asas hukum litis finiri oportet yang diartikan oleh Tergugat sebagai setiap sengketa harus berakhir berdasarkan putusan peradilan yang telah berkekuatan hukum tetap, Majelis Hakim berpendapat bahwa berakhirnya sebuah sengketa di peradilan tata usaha negara tidak semata-mata ditandai dengan terbitnya putusan yang berkekuatan hukum tetap, melainkan ditandai dengan dilaksanakannya putusan yang telah berkekuatan hukum tetap tersebut oleh para pihak mengingat secara filosofis tujuan para pihak dalam menempuh proses hukum di peradilan tata usaha negara tidak

semata-mata untuk mendapatkan putusan peradilan melainkan menyelesaikan sengketa yang timbul antara para pihak sebagaimana tercermin dalam ketentuan Pasal 47 yang pada pokoknya menyatakan bahwa Pengadilan Tata Usaha Negara tidak hanya bertugas dan berwenang memeriksa dan memutus sengketa tata usaha negara, melainkan juga bertugas dan berwenang menyelesaikan sengketa tata usaha negara; ---

Menimbang, bahwa berkaitan dengan pemaknaan dan penerapan asas litis finiri oportet yang berkaitan dengan sengketa in litis, Muhammad Husnu Abadi, S.H.,M.H.,Ph.D selaku Ahli, yang dihadirkan Penggugat dalam sengketa in litis, telah memberikan keterangannya di bawah sumpah yang pada pokoknya menerangkan bahwa Perkara Nomor: 35/G/2009/PTUN.Pbr telah selesai pada saat Tergugat Kepala Kantor Pertanahan Kota Pekanbaru telah melaksanakan putusan yang telah berkekuatan hukum tetap dan telah memenuhi kepentingan Para Penggugat yaitu dengan memisahkan keseluruhan tanah Para Penggugat dari Sertipikat Hak Guna Bangunan Nomor: 01 Tahun 1997 Tanggal 16 Juli 1997, dengan demikian objek sengketa in litis yang terbit setelah pelaksanaan putusan oleh Kepala Kantor Pertanahan Kota Pekanbaru tersebut tidak dapat lagi dimaknai sebagai bagian dari proses Perkara Nomor: 35/G/2009/PTUN.Pbr dan tidak dapat pula dimaknai sebagai keputusan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 Huruf e Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2004 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 1986 tentang Peradilan Tata Usaha Negara; ---

Menimbang, bahwa berdasarkan pertimbangan a quo dan berdasarkan keterangan Ahli, Muhammad Husnu Abadi, S.H.M.H.Ph.D, Majelis Hakim berpendapat bahwa sengketa tata usaha negara dalam

Perkara Nomor: 35/G/2009/PTUN.Pbr telah berakhir sejak Kepala Kantor Pertanahan Kota Pekanbaru selaku Tergugat melaksanakan pembatalan sebagian terhadap Sertipikat Hak Guna Bangunan Nomor: 01 Tanggal 16 Juli 1997 atas nama PT. Gerindo Investa Internasional Tanggal 7 Februari 2013. Selain itu, objek sengketa in litis tidak dapat dimaknai sebagai tindak lanjut dan tidak dapat pula dimaknai sebagai pelaksanaan Putusan Nomor: 35/G/2009/PTUN.Pbr yang telah berkekuatan hukum tetap, dengan demikian objek sengketa in litis tidak termasuk dalam keputusan tata usaha negara yang dikecualikan bukan menjadi kewenangan peradilan tata usaha negara sebagaimana dimaksud ketentuan Pasal 2 Huruf e Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2004 tentang Perubahan atas Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 1986 tentang Peradilan Tata Usaha Negara; ---

Menimbang, bahwa selanjutnya Majelis Hakim akan mempertimbangkan dalil dalam Eksepsi Tergugat, yang pada pokoknya menyatakan bahwa Gugatan Penggugat mengandung sengketa hak kepemilikan, dengan pertimbangan sebagai berikut; ---

Menimbang, bahwa objek sengketa in litis merupakan keputusan Tergugat yang pada pokoknya berisi pembatalan atas keputusan yang sebelumnya telah diterbitkan Tergugat Nomor: SK.01/ Pbt/BPN.14/2013, Tanggal 7 Februari 2013 dan tidak memberikan atau membatalkan hak keperdataan apapun bagi Penggugat; ---

Menimbang, bahwa dalil Penggugat yang pada pokoknya menyatakan bahwa keputusan objek sengketa in litis secara administratif bertentangan dengan asas-asas umum pemerintahan yang baik khususnya asas tertib administrasi dikarenakan objek sengketa in litis tidak mempertimbangkan status hak Penggugat terhadap tanah sisa

seluas 104,432 Ha, yang hak keperdataannya masih pada Penggugat, Majelis Hakim berpendapat bahwa pernyataan Penggugat tentang tidak dipertimbangkannya tanah sisa seluas 104,432 Ha, yang hak keperdataannya masih pada Penggugat tersebut haruslah dimaknai dalam konteks dalil Penggugat yang menyatakan bahwa terbitnya objek sengketa in litis bertentangan dengan asas tertib administrasi, sehingga tidak dapat dijadikan dasar untuk menyatakan bahwa Gugatan Penggugat mengandung sengketa hak kepemilikan;---

Menimbang, bahwa berdasarkan rangkaian pertimbangan hukum a quo, Majelis Hakim berkesimpulan bahwa sengketa in litis bukan merupakan sengketa yang bersifat keperdataan, dengan demikian Eksepsi Tergugat tentang kewenangan absolut Pengadilan Tata Usaha Negara Pekanbaru haruslah dinyatakan ditolak;---

Menimbang, bahwa selanjutnya Majelis Hakim akan mempertimbangkan Eksepsi Tergugat tentang Penggugat tidak memiliki kepentingan yang cukup sebagai dasar mengajukan gugatan, dengan pertimbangan sebagai berikut: ---

Menimbang, bahwa kepentingan sebagai dasar untuk mengajukan gugatan diatur dalam Pasal 53 ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2004 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 1986 tentang Peradilan Tata Usaha Negara yang menentukan sebagai berikut: “Orang atau badan hukum perdata yang merasa kepentingannya dirugikan oleh suatu Keputusan Tata Usaha Negara dapat mengajukan gugatan tertulis kepada pengadilan yang berwenang yang berisi tuntutan agar Keputusan Tata Usaha Negara yang disengketakan itu dinyatakan batal atau tidak sah, dengan atau tanpa disertai tuntutan ganti rugi dan/atau direhabilitasi.”; ---

Menimbang, bahwa berdasarkan Pasal 53 ayat (1) a quo, Majelis Hakim berpendapat bahwa hak untuk menggugat haruslah didasarkan pada adanya kepentingan Penggugat yang dirugikan akibat terbitnya keputusan yang digugat sebagaimana adagium point d’interet point d’action, yang pada pokoknya berarti adanya kepentingan yang dirugikan mengakibatkan lahirnya hak untuk menggugat; ---

Menimbang, bahwa penerbitan objek sengketa in litis merupakan keputusan Tergugat yang berisi pembatalan atas surat Keputusan yang sebelumnya telah diterbitkan Tergugat, yakni SK.01/ Pbt/BPN.14/2013, Tanggal 7 Februari 2013, yang pada diktum kedua objek sengketa in litis secara konstitutif membatalkan Sertipikat Hak Guna Bangunan Nomor: 01 Tahun 1997 Tanggal 16 Juli 1997 Surat Ukur/Gambar Situasi Nomor : 04/1997 Tanggal 27 Juni 1997 seluas 109,602 Ha atas nama Penggugat, dengan demikian Majelis Hakim berpendapat bahwa Penggugat nyata-nyata memiliki kepentingan hukum yang dirugikan akibat terbitnya keputusan objek sengketa, dengan demikian Penggugat berkualitas untuk mengajukan gugatan dalam sengketa in litis; ---

Menimbang, bahwa oleh karena Majelis Hakim berpendapat bahwa Penggugat memiliki kepentingan sebagai dasar mengajukan gugatan, maka selayaknya Eksepsi Tergugat yang menyatakan Penggugat tidak memiliki kedudukan (persona standi in judicio) haruslah dinyatakan ditolak; ---

Menimbang, bahwa oleh karena eksepsi-eksepsi Tergugat dinyatakan ditolak seluruhnya, maka selanjutnya Majelis Hakim akan mempertimbangkan di dalam Pokok Sengketanya sebagai berikut: ---

DALAM POKOK SENGKETA: ---

Menimbang, bahwa dalil-dalil Gugatan Penggugat terkait pokok sengketa, selengkapnya adalah sebagaimana terurai dalam gugatannya dan telah dimuat dalam bagian Duduk Sengketa putusan ini; ---

Menimbang, bahwa Keputusan Tata Usaha Negara yang digugat dan dimohonkan pembatalannya atau dinyatakan tidak sah oleh Penggugat adalah: Surat Keputusan Kepala Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional Provinsi Riau Nomor: SK.03/Pbt/BPN-14/2016,

Dokumen terkait