V. HASIL DAN PEMBAHASAN
5.1 Karakteristik Responden
5.2.3 Unit Produksi
pelestarian lingkungan, serta menaati dan melaksanakan kesepakatan yang dihasilkan bersama.
5.2.3 Unit Produksi
Untuk mengetahui peran kelompok tani Kuncup Mekar II sebagai unit produksi, terdapat 8 indikator yang perlu dicapai. Untuk mengetahui tercapainya indikator tersebut, peneliti mengembangkan 8 indikator tersebut dalam bentuk pertanyaan dan melakukan proses wawancara pada 30 orang responden. Hasil wawancara yang diperoleh memiliki skor, yang kemudian dikategorikan menjadi tinggi, sedang dan rendah. Adapun indikator dan jawaban anggota kelompok tani Kuncup Mekar II dapat dilihat pada tabel 11.
Tabel 12.Peran Kelompok Wanita Tani Kuncup Mekar II Sebagai Unit Produksi di Desa Balangpesoang, Kecamatan Bulukumpa, Kabupaten Bulukumba, 2021.
No
. Unit Produksi
Kategori
Tinggi Sedang Rendah
1
Mengambil keputusan dalam
menentukan pengembangan produksi yang menguntungkan
26 - 4
2 Menyusun rencana dan melaksanakan
kegiatan bersama 21 5 4
3 Memfasilitasi penerapan teknologi
sesuai dengan rencana kegiatan 26 - 4
4 Menjalin kerjasama dengan kemitraan
usahatani 26 - 4
5 Melaksanakan kesepakatan yang
dihasilkan 20 6 4
6 Mengevaluasi kegiatan bersama dan
rencana kebutuhan kelompok 23 3 4
7
Meningkatkan kesinambungan
produktivitas dan kelestarian
sumberdaya alam dan lingkungan
1 25 4
53
Tabel 12 menunjukkan bahwa 26 orang anggota kelompok wanita tani Kuncup Mekar II termasuk dalam kategori tinggi pada indikator mengambil keputusan dalam menentukan pengembangan produksi yang menguntungkan. Dimana mereka mengambil keputusan dengan mengelola lahan pekarangan mereka masing-masing yang dapat menguntungkan mereka. Sedangkan 4 orang lainnya termasuk dalam kategori rendah karena dengan tidak mengikuti kegiatan kelompok yang ada maka mereka juga tidak mengambil keputusan dalam menentukan pengembangan produksi yang menguntungkan.
Indikator menyusun rencana dan melaksanakan kegiatan bersama, terdapat 21 orang yang termasuk dalam kategori tinggi, 5 orang kategori sedang, dan 4 orang kategori rendah. Dimana yang termasuk kategori tinggi yaitu anggota kelompok wanita tani Kuncup Mekar II yang rajin dalam melaksanakan kegiatan bersama sedangakan yang masuk dalam kategori sedang yaitu mereka yang kadang melaksanakan kegiatan dan kadang juga tidak melaksanakan kegiatan bersama.
Indikator memfasilitasi penerapan teknologi sesuai dengan rencana kegiatan, semua anggota kelompok wanita tani Kuncup Mekar II yang aktif menjalankan kegiatan mendapatkan bimbingan dari penyuluh pertanian dan juga sarana pertanian. Sarana pertanian yang mereka dapatkan berupa benih sayuran dan alat-alat untuk mengelola lahan pekarangan mereka seperti sabit, kaos tangan, gembor, dan pupuk.
“Puraka diareng subbe silong kaos tangan. Nakko bibi hada makkuling-kulingna diareng silong pupuk to engka pura diarengnga”. (SA, wawancara, April 2021).
54
Pernyataan di atas menjelaskan bahwa sebagai anggota kelompok wanita tani Kuncup Mekar II, dia sudah mendapatkan fasilitas berupa sabit dan kaos tangan serta juga pupuk. Selain mendapatkan alat-alat pertanian, dia juga sering diberikan bibit yang nantinya akan dibudidayakan di pekarangan yang dikelolanya.
Indikator menjalin kerjasama dengan kemitraan usahatani, 26 termasuk dalam kategori tinggi dan 4 orang termasuk dalam kategori rendah. Anggota kelompok wanita tani Kuncup Mekar II yang termasuk kategori tinggi mereka menggunakan benih dan pupuk yang telah disediakan dimana benih dan pupuk yang mereka gunakan memiliki merek yang bisa ia perkenalkan dengan orang lain.
Indikator melaksanakan kesepakatan yang dihasilkan, terdapat 20 orang yang termasuk dalam kategori tinggi karena telah melaksanakan kesepakatan yang dihasilkan seperti mengelola lahan mereka masing-masing dan mengelola lahan bersama (demplot) yang dilakukan secara bergiliran. Sedangkan 6 orang termasuk dalam kategori sedang merupakan anggota kelompok wanita tani Kuncup Mekar II yang telah melaksanakan kesepakatan yang dihasilkan dalam mengelola lahannya masing-masing tetapi tidak maksimal dalam mengelola lahan bersama.
Indikator mengevaluasi kegiatan bersama dan rencana kebutuhan pokok, 23 orang termasuk dalam kategori tinggi, 3 orang termasuk kategori sedang, dan 4 orang kategori rendah. Evaluasi kegiatan dilaksanakan atau dibahas dalam pertemuan. Sehingga yang sering hadir dalam pertemuan termasuk dalam kategori tinggi dan yang sesekali hadir dalam pertemuan termasuk dalam kategori sedang. Sedangkan yang tidak pernah hadir sama sekali termasuk kategori rendah.
55
Indikator meningkatkan kesinambungan produktivitas dan kelestarian sumber daya alam dan lingkungan, 26 orang menginginkan agar dapat melanjutkan mengelola lahan pekarangan kedepannya. Tetapi dalam melanjutkan pengelolaan lahan kedepennya, hanya 1 orang yang memiliki solusi untuk itu yaitu dengan membuat kembali benih yang telah dari hasil produksinya seperti lada. Maka dalam indikator meningkatkan kesinambungan produktivitas hanya 1 orang yang termasuk dalam kategori tinggi dan 25 orang kategori sedang.
Indikator mengelola administrasi secara baik, 26 orang anggota kelompok wanita tani Kuncup Mekar II yang termasuk dalam kategori tinggi karena mereka telah mengisi buku administrasi kelompok dan juga memiliki buku administrasi masing-masing. Sedangkan 4 orang yang termasuk dalam kategori rendah yang tidak mengikuti kegiatan-kegiatan yang ada selama kelompok wanita tani Kuncup Mekar II menjalankan program pekarangan pangan lestari tentunya juga tidak pernah mengisi buku administrasi yang ada.
“Engka diarengngi taue buku elokke diisi nakko panenngi, ko mala toi taue bibi dicatat to di buku kelompok”. (M, wawancara, April 2021).
Pernyataan di atas menjelaskan bahwa ada buku yang dibagikan ke masing-masing anggota yang diisi jika panen dan juga terdapat buku yang mereka isi ketika mereka mengambil bibit. Dimana hal tersebut merupakan bagian dari administrasi yang ada di kelompok wanita tani Kuncup Mekar II dalam menjalankan program Pekarangan Pangan Lestari.
Administrasi sangat penting dalam suatu organisasi. Keberhasilan suatu organisasi dapat diukur dari administrasinya. Dalam perangkat administrasi dibedakan menjadi 2 pokok yaitu administrasi kegiatan dan administrasi keuangan.
56
Dalam administrasi kegiatan, segala catatan dilakukan oleh kelompok berkaitan dengan kegiatan kelompok di luar urusan keuangan seperti buku induk anggota, buku tamu, buku kegiatan kelompok, buku produktivitas dan hasil produksi, dan buku daftar hadir (Dewi Susanti, 2020). Dimana anggota kelompok wanita tani Kuncup Mekar II masing-masing telah memiliki buku produktivitas dan hasil produksi dan juga terdapat buku administrasi yang lain di ketua kelompok seperti buku tamu, buku induk anggota dan buku daftar hadir.
Adapun jumlah skor keseluruhan kelompok wanita tani Kuncup Mekar II sebagai unit produksi di Desa Balangpesoang dapat dilihat pada tabel 13 berikut.
Tabel 13. Tingkat Peran Kelompok Wanita Tani Kuncup Mekar II Sebagai Unit Produksi di Desa Balangpesoang, Kecamatan Bulukumpa, Kabupaten Bulukumba, 2021.
No. Kategori Interval Skor Jumlah Responden (orang) Persentase (%) 1 Rendah 8-12 4 13 2 Sedang 13-18 - - 3 Tinggi 19-24 26 87 Jumlah 30 100
Tabel 13 menunjukkan bahwa 4 orang (13%) anggota kelompok wanita tani Kuncup Mekar II sebagai unit produksi termasuk kategori rendah. Dan anggota kelompok wanita tani Kuncup Mekar II yang termasuk kategori tinggi sebanyak 18 orang (60 %). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peran anggota kelompok wanita tani Kuncup Mekar II sebagai unit produksi tergolong tinggi karena anggota kelompok wanita tani Kuncup Mekar II dapat mengambil keputusan dalam menentukan pengembangan produksi yang menguntungkan, menyusun rencana dan melaksanakan kegiatan bersama, memfasilitasi penerapan teknologi, menjalin