ABDULLAH HASBY DI YAYASAN PENDIDIKAN ISLAM AL-
E. Unsur-Unsur Dakwah
Sistem dakwah adalah kebulatan dari unsur-unsur yang terdiri dari doktrin Islam atau materi, da’i, mad’u dan tujuan yang saling berinteraksi dalam model yang terdiri dari masukan, konversi, keluaran, umpan balik dan lingkungan dalam mencapai tujuan organisasi dakwah secara bertingkat.36 Sebagai suatu sistem usaha mewujudkan nilai-nilai Islam, dakwah merupakan suatu kebulatan dari sejumlah unsur-unsur/bagian/elemen yang antara satu dengan yang lainnya saling berhubungan dan berinteraksi dalam rangka mencapai suatu tujuan mewujudkan masyarakat adil dan makmur, material dan spiritual yang diridhai Allah SWT dalam rangka menghantarkan kedamaian dan kebahagiaan di dunia dan di akhirat.37
Adapun sistem dakwah terdiri dari unsur-unsur :
1. Da’i (subjek dakwah)
35 Syukir, Dasar-Dasar Strategi Dakwah, h. 55-56.
36
Hasanuddin, Manajemen Dakwah, (Jakarta: UIN Jakarta Press, 2005), h.
37
Amrullah Achmad, ed., Dakwah Islam dan Perubahan Sosial (Yogyakarta: Prima Duta, 1983), h.14.
Da’i artinya orang yang mengajak /mubaligh,yaitu orang yang mengajak kesatu tujuan.
Menurut HSM Nasrudin Latief, yang dimaksud da’i adalah orang
muslimin yang menjadikan dakwah sebagai suatu tugas amaliah pokok
baginya, selaku “corps” ulama, ahli dakwah, juru dakwah, mubaligh atau
mustami’in (juru penerang agama) yang menyeru, mengajak dan memberi pengajaran dan pelajaran agama Islam. Dengan demikian da’i adalah orang yang melakukan dakwah yaitu orang yang berusaha merubah situasi kepada situasi yang sesuai dengan ketentuan-ketentuan Allah SWT. Baik secara individual maupun berbentuk organisasi sekaligus sebagai pemberi informasi dan pembawa misi.38
Mubaligh sebagai komunikator, berperan menyampaikan ide-ide tertentu untuk menuju kepada sasaran pokok yaitu yitu diterimanya ide-ide tersebut sehingga ada perubahan sikap atau adanya pengukuhan terhadap sikap-sikap terentu. Dengan demikian mubaligh juga merupakan seorang pelaku utama untuk mempengaruhi perubahan sikap komunikannya, yang dikenal dengan agen of social change.39
2. Mad’u
Mad’u adalah objek dakwah baik individual ataupun kolektif atau masayarakat secara umum. Masyarakat sebagai objek atau sasaran dakwah adalah salah satu unsur yang penting didalam sistem dakwah yang tidak kalah penting peranannya dibandingkan dengan unsur-unsur dakwah lain. Oleh sebab itu masalah masyarakat ini seharusnya dipelajari dengan
38
Hasanuddin, Manajemen Dakwah, h.57.
39
sebaik-baiknya sebelum melangkah ke aktivitas dakwah yang sebenarnya.40
Klasifikasi sasaran dakwah :
a.Tempat tinggal Masyarakat kota Masayarakat desa b. Struktur masyarakat Masyarakat industri Masyarakat agraris c. Pendidikan Berpendidikan. Tidak berpendidikan d. Kekuasaan Elite/Pemimpin Rakyat e. Agama Islam Bukan Islam f. Sikap terhadap dakwah
Cinta terhadap agamanya
Simpatisan agama lain tapi bukan Islam
Kelompok membenci Islam
40
g. Umur
Anak-anak (6-13 tahun)
Remaja ( 14-18 tahun)
Pemuda (18-35 tahun)
Orang tua (35- 55 tahun)
Lanjut usia (55 tahun ke atas)41 3. Materi Dakwah
Materi dakwah tidak lain adalah ajaran-ajaran Islam yang bersumber dari Al-Quar’an dan Hadist sebagai sumber utama yang meliputi aqidah, syari’ah, dan akhlak dengan berbagai macam cabang ilmu yang diperoleh darinya. Materi yang disampaikan oleh seseorang da’i haruslah sesuai dengan kemampuan seseorang dalam memahami sesuatu. Seseorang yang intelektualitasnya rendah harus disampaikan dengan bahasa dan contoh yang dimengerti oleh mereka.42
4. Media Dakwah
Media dakwah adalah peralatan yang dipergunakan untuk menyampaikan materi dakwah, pada zaman modern umpamanya : televisi, radio, video, kaset rekaman, majalah, surat kabar, dan melalui berbagai macam upaya mencari napkah dalam berbagai sektor kehidupan.43
Dengan begitu banyaknya media dakwah yang tersedia, maka seorang da’I haruslah pandai memilih salah satu atau beberapa media dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut :
41 Ibid h., 58-59. 42 Ibid 43 Ibid
a. Tujuan dakwah yang hendak dicapai
Media dakwah yang dipakai semestinya haruslah sesuai dengan tujuan yang dicapai sehingga tujuannya dapat tercapai dengan efektif dan efisien.
b. Materi dakwah
Media yang dipakai semestinya sesuai dengan bahan dakwahnya yang akan disampaikan.
c. Objek dakwah d. Media dakwah
Media yang dipilih haruslah mempermudah objek dakwah memahami materi dakwah, sesuai dengan kondisi daerahnya, sesuai dengan pola pikir objek dakwah.
e. Ketersediaan media
Memilih media juga harus memperhatikan kemudahan mendapat media tersebut dan biaya untuk menggunakannya.
f. Kualitas media
Kuallitas media pun harus diperhatikan.44 5. Metode Dakwah
Metode dakwah adalah cara-cara tertentu yang dilakukan oleh seorang da’i (komunikator) kepada mad’u untuk mencapai suatu tujuan atasa dasar hikmah dan kasih sayang.45
Beberapa metode dakwah a. Metode ceramah 44 Ibid., h. 59-60. 45 Ibid., h. 60.
Ceramah adalah bentuk dakwah yang banyak diwarnai oleh ciri/ karakteristik bicara oleh seorang da’i pada suatu aktivitas dakwah.
b. Metode tanya jawab
Metode ini adalah penyampaian materi dakwah dengan cara mendorong sasarannya (objek dakwah) untuk menyatakan sesuatu masalah yang dirasa belum dimengerti dan da’i sebagai penjawabnya.
c. Debat
Debat sebagai metode dakwah pada dasarnya mencari kebenaran bukan kemenangan dalam arti menunjukan kebenaran dan kehebatab Islam.
d. Percakapan antar pribadi
Percakapan antar pribadi atau individual conference adalah
percakapan bebas antara seorang da’i dengan individu-individu
sebagain sasaran dakwahnya. e. Metode peragaan
Suatu metode dakwah dimana seorang da’i memperlihatkan suatu contoh yang baik terhadap muridnya dalam rangka mencapai tujuan yang diinginkan. Misalnya memperagakan cara shalat.46
6. Tujuan Dakwah
Dakwah merupakan suatu rangkaian kegiatan atau proses, dalam rangka mencapai suatu tujuan. Tujuan ini dimaksudkan untuk memberikan
46
arah atau pedoman bagi gerak langkah kegiatan dakwah, sebab tanpa tujuan yang jelas seluruh aktivitas dakwah akan sia-sia.47
Dengan demikian, tujuan dakwah sebagai bagian dari seluruh aktivitas dakwah sama pentingnya dengan unsur-unsur lainnya, karena dengan demikian akan berpengaruh terhadap penggunaan metode dan media dakwah, sasaran dakwah sekaligus strategi dakwah.48
47
Ibid,. h. 61-62.
48
33
PROFILE DR. (HC). KH. ABDULLAH HASBY
DAN GAMBARAN UMUM YAYASAN PENDIDIKAN ISLAM