Perlindungan buruh migran A Latar Belakang Buruh Migran
D. Upaya Pemerintah Dalam Perlindungan Buruh Migran
Perlindungan TKI adalah segala upaya untuk melindungi kepentingan calon TKI maupun sesudah bekerja. dalam mewujudkan terjaminnya pemenuhan hak-haknya sesuai dengan peraturan perundang-undangan baik sebelum, selama penyelesaian masalah dalam upaya perwujudan perlindungan hak pembantu rumah tangga.
Kebijakan pemerintah dalam rangka menangani TKI keluar negeri diwujudkan dengan dikeluarkannya undang-undang dan peraturan pelaksana, yaitu:
* Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor 1 Tahun 1983 tentang Perusahaan Pengerah TKI Ke Luar Negeri.
* Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor 1 Tahun 1984 tentang Kewajiban Bagi PPTKI Untuk Memiliki BLK.
* Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor 408 Tahun 1984 tentang Pengerahan Tenaga Kerja Ke Malaysia.
* Peraturan Menteri Tenaga Kerja Nomor 1 Tahun 1986 tentang Antar Kerja Antar Negara.
* Peraturan Menteri Tenaga Kerja Nomor 05 Tahun 1988 tentang Antar Kerja Antar Negara.
* Peraturan Menteri Tenaga Kerja Nomor 01 Tahun 1991 tentang Antar Kerja Antar Negara.
* Keptusan Menteri Tenaga Kerja Nomor 44 Tahun 1994 tentang Petunjuk Pelaksana Penempatan Tenaga Kerja Di Dalam Dan Di Luar Negeri.
* Keputusan Menteri Tenaga Kerja Nomor 204 Tahun 1999 tentang Petunjuk Pelaksana Penempatan Tenaga Kerja Ke Luar Negeri.
* Keputusan Direktur Jenderal Binapenta Nomor 107/BP/1999 tentang Petunjuk Teknis Perlindungan TKI Di Luar Negeri Melalui Asuransi. * Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 29 Tahun 1999 tentang
Badan Kordinasi Penempatan Tenaga Kerja.
* Peraturan pelaksana lainnya sampai dikeluarkannya UU No. 39-2004.
Pemerintah dalam hal ini adalah perangkat negara kesatuan Republik Indonesia yang terdiri dari presiden beserta para menteri dan perangkat negara lainnya berkewajiban untuk menerapkan
116
peraturan-peraturan terkait perlindungan pekerja migran, antara lain:
Meningkatkan manajemen penempatan dan perlindungan TKI, baik dilakukan pemerintah maupun swasta. Seperti harus ada program wajib lapor ke KBRI di negara tujuan. Perencanaan kartu cerdas berbasis mayantara yang berguna untuk jika paspor hilang kartu ini dapat digunakan untuk pengganti paspor. Selain itu kartu juga berfungsi untuk mendapatkan informasi pekerjaan yang lebih layak guna untuk meningkatkan kesejahteraan pekerja.
Menyederhanakan prosedur birokrasi yang berorientasi pada kualitas pelayanan (mudah,murah dan cepat). Mulai dari pemberangkatan hingga kembali sampai ke negara asal.
Kompetensi TKI agar memiliki daya saing di pasar kerja internasional. Pelatihan serta pendidikan TKI harus ditingkatkan. Syarat dan ketentuannya, sebagai berikut:
(1) Calon TKI wajib memiliki sertifikat kompetensi kerja sesuai dengan persyaratan jabatan.
(2)Dalam hal TKI belum memiliki kompetensi kerja, pelaksana penempatan TKI swasta wajib melakukan pendidikan dan pelatihan sesuai dengan pekerjaan yang akan dilakukan.
(3) Calon TKI berhak mendapat pendidikan dan pelatihan kerja sesuai dengan pekerjaan yang akan dilakukan.
(4) Pendidikan dan pelatihan kerja bagi calon TKI sebagaimana dimaksud dimaksudkan untuk:
a. membekali, menempatkan dan mengembangkan kompetensi kerja calon TKI;
b. memberi pengetahuan dan pemahaman tentang situasi, kondisi, adat istiadat, budaya agama, dan resiko bekerja di luar negeri; c. membekali kemampuan berkomunikasi dalam bahas negara tujuan;
dan
d. memberi pengetahuan dan pemahaman tentang hak dan kewajiban calon TKI/TKI.
(5) Pendidikan dan pelatihan kerja dilaksanakan oleh pelaksana penempatan tenaga kerja swasta atau lembaga pelatihan kerja yang telah memenuhi persyaratan.
(6)Pendidikan dan pelatihan sebagaimana dimaksud harus memenuhi persyaratan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan pendidikan dan pelatihan kerja.
117
(7) Calon TKI memperoleh pengakuan kompetensi kerja setelah mengikuti pendidikan dan pelatihan kerja yang diselenggarakan lembaga pendidikan dan pelatihan kerja, dalam bentuk sertifikat kompetensi dari lembaga pendidikan dan pelatihan yang telah terakreditasi oleh instansi yang berwenang apabila lulus dalam sertifikasi kompetensi kerja.
(8) Pelaksana penempatan TKI swasta dilarang menempatkan calon TKI yang tidak lulus dalam uji kompetensi kerja.
(9)Calon TKI yang sedang mengikuti pendidikan dan pelatihan dilarang untuk dipekerjakan.
(10) Ketentuan mengenai pendidikan dan pelatihan kerja diatur lebih lanjut dengan peraturan menteri.
Penegakan hukum yang tegas. Mengingat budaya calo dan pungli marak di Indonesia maka harus ada sanksi yang tegas bagi para pelakunya. Konsekuen di bidang penempatan dan perlindungan TKI. Setiap calon
TKI/TKI mempunyai hak untuk memperoleh perlindungan sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Dilaksanakan mulai dari pra penempatan, masa penempatan, sampai dengan purna penempatan. Perwakilan Republik Indonesia harus memberikan perlindungan terhadap TKI di luar negeri sesuai dengan peraturan perundang- undangan serta hukum dan kebiasaan internasional. Dalam rangka perlindungan TKI di luar negeri.
Dalam rangka pemberian perlindungan selama masa penempatan TKI di luar negeri, perwakilan Republik Indonesia melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap perwakilan pelaksana penempatan TKI swasta dan TKI yang ditempatkan di luar negeri secara berkala dan berkesinambungan.
Harus ada keadilan penetapan upah minimum regional pada pekerja lokal dengan pekerja migran dari Indonesia.
Penempatan dan perlindungan calon TKI harus berasaskan keterpaduan, persamaan hak, demokrasi, keadilan sosial, kesetaraan, dan keadilan jender, anti diskriminasi serta anti perdagangan orang.
Dengan melakukan berbagai upaya di atas tindakan semena- semena dari pengguna jasa TKI bisa dikurangi. Sebenernya kedua negara baik yang mengirim maupun menerima TKI adalah saling diuntungkan, karena TKI akan membangun perekonomian kedua negara. Di negara penerima, TKI mengurus urusan rumah tangga
118
pengguna, sehingga pengguna dapat konsentrasi dipekerjaannya dan di negara pengirim, TKI dapat meningkatkan devisa negara.
Pemerintah bertugas mengatur, membina, melaksanakan dan mengawasi penyelenggaraan, penempatan dan perlindungan TKI di luar negeri. Pemerintah untuk memudahkan dan mengoptimalkan tugasnya dapat melimpahkan sebagai wewenangnya dan atau tugas perbantuan kepada pemerintah daerah, tugas dan wewenangnya sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Pemerintah juga bertanggung jawab untuk meningkatkan upaya perlindungan TKI di luar negeri. Dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya, pemerintah berkewajiban:
‡ menjamin terpenuhinya hak-hak calon TKI/TKI, baik yang bersangkutan berangkat melalui pelaksana penempatan TKI, maupun yang berangkat secara mandiri;
‡ mengawasi pelaksanaan penempatan calon TKI;
‡ membentuk dan mengembangkan sistem informasi penempatan calon TKI di luar negeri;
‡ melakukan upaya diplomatik untuk menjamin pemenuhan hak dan perlindungan TKI secara optimal di negara tujuan; dan
‡ memberikan perlindungan kepada TKI selama masa sebelumnya pemberangkatan, masa penempatan, dan masa purna penempatan. E. Badan Nasional Penempatan Dan Perlindungan Tenaga Kerja
Indonesia
Untuk menjamin dan mempercepat terwujudnya tujuan penempatan dan perlindungan TKI di luar negeri, diperlukan pelayanan dan tanggung jawab yang terpadu. Untuk mencapai tujuan pemerintah membentuk Badan Nasional Penempatan Dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2 TKI).
BNP2 TKI merupakan lembaga pemerintah non departemen yang bertanggung jawab kepada presiden yang berkedudukan di ibu kota negara.
BNP2 TKI sebagaimana dimaksud mempunyai fungsi melaksanaan kebijakan di bidang penempatan dan perlindungan TKI di luar negeri secara terkoordinasi dan terintegrasi. Untuk melaksanakan fungsinya BNP2 TKI bertugas:
119
1. melakukan penempatan atas dasar perjanjian secara tertulis antara pemerintah dengan pemerintah negara pengguna TKI atau pengguna berbadan hukum di negara tujuan penempatan.
2. memberikan pelayanan, mengkoordinasikan, dan melakukan pengawasan mengenai:
€ dokumen;
€ pembekalan akhir pemberangkatan (PAP); € penyelesaian masalah;
€ sumber-sumber pembiayaan;
€ pemberangkatan sampai pemulangan; € peningkatan kualitas calon TKI; € informasi;
€ kualitas pelaksana penempatan TKI; dan
€ peningkatan kesejahteraan TKI dan keluarganya.
Keanggotaan BNP2 TKI terdiri dari wakil-wakil instansi pemerintah terkait. Dalam melaksanakan tugasnya, BNP2 TKI dapat melibatkan tenaga-tenaga professional. Ketentuan lebih lanjut mengenai pembentukan, fungsi, tugas, struktur organisasi, dan tata kerja BNP2 TKI diatur dengan peraturan presiden.
Untuk kelancaran pelaksanaan pelayanan penempatan TKI, BNP2 TKI membentuk Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan TKI di ibu kota provinsi dan atau tempat pemberangkatan TKI yang dianggap perlu. Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan TKI juga bertugas memberikan kemudahan pelayanan pemrosesan seluruh dokumen penempatan TKI.
Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan TKI berada di bawah dan bertanggung jawab kepada kepala badan. Tata cara pembentukan dan susunan organisasi Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan TKI diatur lebih lanjut dengan keputusan kepala Badan BNP2 TKI.
120
F. Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia Berbasis Hak Asasi Ma-