• Tidak ada hasil yang ditemukan

HUKUM KETENAGAKERJAAN DAN PERKEMBANGANNY (1)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "HUKUM KETENAGAKERJAAN DAN PERKEMBANGANNY (1)"

Copied!
162
0
0

Teks penuh

  • Penulis:
    • Mahdi Bin Achmad Mahfud, S.H., M.Kn.
    • Vinaricha Sucika Wiba, S.H.
  • Pengajar:
    • L S Resignata
  • Sekolah: Perpustakaan Nasional Republik Indonesia
  • Mata Pelajaran: Hukum Ketenagakerjaan
  • Topik: Hukum Ketenagakerjaan Dan Perkembangannya
  • Tipe: buku
  • Tahun: 2014
  • Kota: Surabaya

I. Ilmu Hukum Dan Filsafat Hukum

Bab ini menjelaskan pengertian hukum menurut berbagai pakar, termasuk Bellefroid dan ensiklopedia, serta menjelaskan hubungan antara hukum dan berbagai disiplin ilmu lain seperti sejarah, politik, dan sosiologi. Pemahaman tentang hukum sebagai aturan yang mengatur perilaku masyarakat penting untuk mencapai ketertiban sosial. Selain itu, tata hukum di Indonesia yang terdiri dari berbagai sistem hukum, termasuk hukum Eropa, hukum adat, dan hukum agama, memberikan konteks yang lebih dalam terhadap penerapan hukum di masyarakat.

1.1 Pengertian Hukum

Hukum didefinisikan sebagai peraturan yang mengatur tata tertib masyarakat, berdasarkan kekuasaan yang ada. Dalam konteks ini, hukum berfungsi sebagai alat untuk menciptakan ketenteraman dan mengatur tingkah laku manusia. Berbagai disiplin ilmu, seperti sejarah dan sosiologi, memberikan perspektif tambahan dalam memahami perkembangan hukum dan peranannya dalam masyarakat.

1.2 Tata Hukum Di Indonesia

Tata hukum di Indonesia mencakup sistem hukum yang beragam, termasuk hukum Eropa, hukum agama, dan hukum adat. Pemahaman tentang sistem hukum ini penting bagi mahasiswa hukum untuk mengetahui bagaimana hukum diterapkan dan berkembang di Indonesia, serta dampaknya terhadap masyarakat dan hubungan antar individu.

1.3 Klasifikasi Hukum

Hukum dapat diklasifikasikan berdasarkan sifat, fungsi, isi, waktu berlakunya, dan bentuknya. Klasifikasi ini membantu mahasiswa memahami berbagai jenis hukum yang ada, termasuk hukum privat dan publik, serta hukum tertulis dan tidak tertulis. Pengetahuan ini penting untuk analisis hukum yang lebih mendalam dan aplikatif.

II. Filsafat Hukum Perburuhan

Filsafat hukum perburuhan membahas masalah fundamental dalam hukum ketenagakerjaan dan pentingnya nilai-nilai yang terkandung dalam masyarakat. Filsafat hukum ini juga memberikan landasan bagi perlindungan hak-hak pekerja dan menekankan pentingnya keadilan dalam hubungan industrial. Dengan memahami filsafat hukum, mahasiswa dapat menganalisis dan menyelesaikan masalah hukum yang kompleks dalam konteks ketenagakerjaan.

2.1 Latar Belakang Filsafat Hukum Perburuhan

Filsafat hukum perburuhan berfungsi sebagai dasar untuk memahami dan menyelesaikan masalah hukum yang belum terjawab oleh peraturan. Dengan menekankan nilai-nilai seperti keadilan dan kesetaraan, filsafat hukum ini membantu mahasiswa untuk memahami konteks sosial dan budaya yang mempengaruhi hukum ketenagakerjaan.

2.2 Ontologi, Aksiologi, Epistemologi Hukum Perburuhan

Ontologi, aksiologi, dan epistemologi hukum perburuhan membahas hakikat hukum, nilai-nilai yang terkandung dalam hukum, serta pengetahuan tentang hukum itu sendiri. Dengan memahami ketiga aspek ini, mahasiswa dapat mengembangkan pemikiran kritis terhadap hukum ketenagakerjaan dan aplikasinya dalam masyarakat.

2.3 Korelasi Perburuhan dengan Pancasila

Korelasi antara hukum perburuhan dan Pancasila menunjukkan bagaimana nilai-nilai Pancasila dapat diterapkan dalam hubungan industrial. Hal ini penting untuk menciptakan keharmonisan antara buruh, pengusaha, dan pemerintah, serta memastikan bahwa hak-hak pekerja dilindungi.

III. Teori-Teori Hukum Perburuhan

Teori-teori hukum perburuhan memberikan kerangka kerja untuk menganalisis dan memahami hukum ketenagakerjaan. Teori-teori ini membantu mahasiswa untuk menggali lebih dalam mengenai prinsip-prinsip hukum yang mendasari hubungan industrial dan perlindungan pekerja. Dengan pengetahuan ini, mahasiswa dapat berkontribusi dalam pengembangan kebijakan dan praktik hukum yang lebih baik.

3.1 Teori Kedaulatan Negara

Teori kedaulatan negara menjelaskan bahwa hukum adalah perintah dari pihak yang berdaulat. Dalam konteks ketenagakerjaan, teori ini menekankan pentingnya perlindungan hukum bagi pekerja sebagai bagian dari tanggung jawab negara terhadap warganya.

3.2 Teori Utilitarianisme

Teori utilitarianisme mengedepankan tujuan hukum untuk mencapai kebahagiaan terbesar bagi jumlah orang terbanyak. Dalam hukum perburuhan, ini berarti menciptakan kondisi kerja yang adil dan sejahtera bagi pekerja, sehingga meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan.

3.3 Teori Hukum Positif

Teori hukum positif menekankan bahwa hukum adalah seperangkat norma yang harus diikuti tanpa mempertimbangkan moralitasnya. Dalam konteks ketenagakerjaan, pemahaman ini penting untuk memahami bagaimana undang-undang ketenagakerjaan diterapkan dan diimplementasikan di lapangan.

Referensi Dokumen

  • Health and Safety Management System, An Annalysis of System types and Effectiveness ( Clare Gallagher )
  • Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 1992 tentang Jaminan Sosial Tenaga Kerja ( UU No. 3-1992 )

Gambar

Tabel 1. Proyeksi Penempatan Tenaga Kerja Indonesia Tahun 1999-2003

Referensi

Dokumen terkait

uang sebagai imbalan dari pengusaha atau pemberi kerja kepada pekerja/buruh yang ditetapkan dan dibayarkan menurut suatu ditetapkan dan dibayarkan menurut suatu perjanjian

(4) Bagi pekerja/buruh sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) yang tugas dan fungsinya tidak mewakili kepentingan pengusaha secara langsung, selain uang penggantian

(4) Bagi pekerja/buruh sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) yang tugas dan fungsinya tidak mewakili kepentingan pengusaha secara langsung, selain uang penggantian

Pembentukan Serikat Pekerja/Serikat Buruh, serta fungsi, hak dan kewajibanya. 2) Memberikan sanksi yang tegas terhadap siapapun yang menghalang- halangi atau memaksa

• Pekerja / buruh di dalam proses produksi barang dan jasa, tidak saja sumber daya tapi juga sekaligus asset yang dapat dari upaya untuk kelangsungan usaha. Oleh karena

dihindari, maka maksud pemutusan hubungan kerja wajib dirundingkan oleh pengusaha dan serikat pekerja/serikat buruh atau dengan pekerja/buruh apabila pekerja/buruh yang

Dalam Hubungan Industrial baik pihak perusahaan maupun. pekerja/buruh mempunyai hak yang sama dan sah untuk melindungi

Hukum ketenagakerjaan merupakan kesepakatan antara Pekerja/Buruh dengan Pemberi Kerja/Pengusaha untuk bekerja secara bersama-sama dalam menjalankan suatu kegiatan usaha yang didasari oleh sebuah perjanjian