• Tidak ada hasil yang ditemukan

GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

2.7. Proses Produksi

2.7.2. Uraian Proses

1 Accacia crassicarpa 25-30

2 Acacia mangium 5

3 Eucaliptus europhylia 5

4 Mix Tropical Hardwood 55-70

2.7.2. Uraian Proses

2.7.2.1. Wood Preperation and Chip Handling

Proses wood preparation dan chip handling di PT IKPP berada dalam kewenangan bagian WP (Wood Preparation). Bagian WP mempunyai tugas utama yaitu mensuplai kebutuhan chip ke digester untuk bahan baku pemasakan.

Proses WP di mulai dari penanganan kayu log di log yard sampai menjadi chip.

Log kayu yang berasal dari logyard akan dibawa dengan truck pengangkut menuju log spliter. Log spliter berfungsi untuk membelah log yang berdiameter besar. Lalu log yang tidak besar akan langsung di bawa truck ke Log Receiving Conveyor (LRC). LRC berfungsi untuk meneruskan log ke Drum Feed Conveyor (DFC). Conveyor LRC didesain khusus untuk menerima kayu. DFC berfungsi sebagai feeding log menuju Drum Barker atau alat untuk mengelupaskan kulit kayu. Drum barker bergerak dengan menggunakan roda gigi sebagai penggerak utama bersama motor dan roll bearing sebagai penopang drum. Selain motor Drum barker juga dibantu oleh ban sebagai penggerak utama. Untuk mengikis kulit kayu, drum barker menggunakan alat Easy Rotor Barker. Dibawah drum barker telah dipersiapkan saringan dan conveyor untuk membawa kulit dan kayu

berdiameter sangat kecil ke bark shredder . Bark shredder yang berfungsi untuk menghancurkan kulit kayu yang nantinya akan diteruskan ke boiler.

Setelah log bebas dari kulit, log akan masuk ke Drum Discharge Conveyor untuk di alirkan ke Washing Roll Conveyor. Washing Roll Conveyor berfungsi untuk mencuci kayu dan memisahkan benda asing seperti batu, pasir, dan lainlain.

Setelah log selesai di cuci, log masuk ke chiper feed untuk masuk ke mesin chiper. Di chiper log di cincang dan di ubah menjadi serpih (Chip). Setelah menjadi chip, chip akan ditampung di chip cyclo untuk masuk ke mesin screener.

Screener berfungsi untuk memisahkan chip berdasarkan ukuran-ukuran yang ditentukan.

2.7.2.2. Pulping Proses

PT IKPP Perawang memiliki bagian yang khusus menangani pembuatan pulp setelah selesai dari bagian WP. Bagian tersebut adalah Pulp Making (PM).

PM pada PT IKPP Perawang memiliki 4 mesin digester. Dua digester bertipe Batch digester dan 2 digester bertipe continous digester. PT IKPP Perawang dikenal 4 seksi PM yaitu PM 1A, PM 2, PM 8, dan PM 9. PM 1A dan PM 2 bergabung dalam departemen yang sama yaitu PUM 1 dan PM 8 dan PM 9 bergabung dalam departemen yang sama yaitu PUM 2. Penggabungan divisi berguna untuk menyesuaikan target dan mempermudah manajemen pengelolaan.

PT IKPP pada bagian PM memiliki keterangan-keterangan tanda pada setiap mesin, pompa, serta proses yang penting untuk diketahui. Pump atau pompa

memiliki inisial U sedangkan mesin atau mashinery memiliki inisial M.

Sedangkan proses, PM 8 membawahi bagian bagian antara lain : 1. Feeding dan Cooking , berinisial 821

2. Washing, berinisial 822 3. Screening, berinisial 823 4. MCO2, berinisial 824 5. Bleaching, berinisial 825

2.7.2.3. Cooking Proses

Pada PM 8 cooking proses dan feeding proses memiliki inisial yang sama yaitu 821. Proses cooking pada PM 8 berlangsung mulai dari chip bersama WL dan BL masuk ke top separator hingga chip matang dan siap di blow up dan masuk ke pressure diffuser dan ditampung di blow tank. Untuk mengetahui kandungan Active alkali yang terkandung dalam WL, petugas operator mengambil sampel WL sebelum masuk ke dalam digester dan menentukan L/W ratio. Secara keseluruhan volume total continous digester adalah 2500 m3 .

2.7.2.3. Washing Proses

Proses pencucian awal berlangsung setelah di blow up. Pada Pulp Making 8 proses keluarnya pulp dari bottom digester menuju ke Pressure Diffuse. Dalam tahapan pencucian ini berinisial tag nomor 822. Perlu diketahui fungsi dari pencucian pulp antara lain :

1. Memisahkan zat-zat kimia pemasak dari pulp untuk produksi selanjutnya dengan demikian soda loss berkurang.

2. Memudahkan pemulihan zat-zat kimia pemasak untuk penghematan cost produksi.

3. Memungkinkan zat-zat terlarut digunakan sebagai energi pemanas dalam recovery boiler.

Proses pencucian pertama terjadi di Pressure Diffuser (PD). Pulp dari bottom digester dialirkan melaui pipa menuju PD. Pada PD pencucian menggunakan sistem tekanan dan hidrolik serta diaduk untuk menimbulkan dan mempercepat terjadinya difusi antara black liquor dengan air pencuci untuk mencapai kondisi kesetimbangan. Liquor diextract, sehingga pulp mampu meninggalkan liquor. Hasil dari PD akan dialirkan menuju Blow tank.

2.7.2.4. Screening Proses

Proses screening atau proses penyaringan pada Pulp Making 8 berlangsung dari primary screen sampai pulp di cuci di wash filter dan sampai pada MC pump. Tujuan screening adalah secara selektif memisahkan bahanbahan terlarut yang tidak diinginkan dalam pulp dengan pemisahan secara mechanical.

2.7.2.5. Bleaching Proses

Pada Pulp Making - 8 proses bleaching memiliki inisial tag number 825.

Proses bleching berawal dari unbleach tower sebagai hasil MCO2 proses sampai pulp hingga pulp siap didistribusikan ke Pulp Machine atau Paper Machine.

Secara umum sifat dari selulosa berwarna putih sedangkan lignin berwarna coklat oleh karena itu gabungan lignin didalam pulp akan menyebabkan lignin berwarnan coklat. Sehingga Proses bleaching memiliki dua tujuan utama yaitu membuang komponen-komponen berwarna terutama lignin dengan menurunnya bilangan kappa dan meningkatkan kecerahan pulp atau brightness. Proses yang bertujuan menurunkan bilangan kappa adalah CD stage, EO Reaktor, dan E1 stage. Sedangkan proses yang bertujuan meningkatkan kecerahan adalah D1 stage dan D2 stage. Sedangkan tujuan lainnya adalah membersihkan pulp dari sisa bark dan shives.

2.7.2.6. Pulp Machine

Pulp machine adalah bagian PT IKPP Perawang yang berfungsi membuat lembaran pulp. Pulp yang berasal dari bagian Pulp Making berbentuk bubur putih yang mengandung air dalam konsentrasi yang cukup tinggi. Oleh karena itu untuk alasan penyimpanan, pengangkutan, serta permintaan pasar maka pulp dibentuk menjadi lembaran dengan kadar air kurang dari 10 %

2.7.2.7. Paper Making

Proses pembuatan paper di PT IKPP Perawang berada pada bagian Paper Mechine Section (PPM). Proses pembuatan kertas secara umum hampir sama dengan pembuatan pulp sheet. kertas merupakan lembaran tipis dari pulp yang telah dicampur dengan bahan kimia penolong guna meningkatkan kekuatan mekanis kertas. Mesin kertas pada PT IKPP Perawang terdapat lima buah yaitu

PPM 1, PPM 2, PPM 3, PPM 4, dan PPM 5. terbagi menjadi 3 bagian utama yaitu Stock Preparation, Paper Machine, dan Finishing.

2.7.2.8. Stock Preparation

Stock Preparation merupakan langkah awal dalam memproduksi kertas.

Stock preparation mempersiapkan bahan baku pembuatan kertas berupa serat sebelum menjadi lembaran kertas. Adapun proses yang terjadi pada bagian ini yaitu, Pulper (pembuburan),pressing, screening, thickener, refining (pengilingan), penambahan additive.

2.7.2.9. Paper Machine

Paper Machine mempunyai tugas pokok yaitu mengubah pulp dan bahan kimia addictive menjadi lembaran-lembaran kertas dengan cara mengeringkannya oleh karena itu proses ini disebut juga wet end. Paper machine mempunyai bagian-bagian dengan fungsi yang berbeda-beda yaitu, wire part, press part, dryer part, metering size press, calender and reel, dan rewinder

2.7.2.10. Finishing

Pekerjaan Finishing adalah tahap akhir dari proses pembuatan produk kertas, adapun pekerjaan utamanya adalah menetukan ukuran dan mutu kertas , serta melakukan penyortiran (sorting) , penghitungan (counting) , dan pengepakan (packing).

Di PT IKPP Perawang bagian finishing mempunyai inisial FCP. Bagian FCP dibagi menjadi beberapa bagian kembali yaitu:

1. FND : Mempunyai tugas membuat big sheet paper, rol paper, dan cut size paper

2. CVD : Mempunyai tugas membuat cut size paper (A4,A3.B4,B5)

3. PKD : Mempunyai tugas membuat packaging material seperti box,wrapper, P.

Agular, dan paper core .

4. FMD : Bagian penunjang finishing diantaranya adalah maintenance, electrical, mechanical, dan hydrolic.

BAB III

Dokumen terkait