• Tidak ada hasil yang ditemukan

TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Paradigma Penelitian

2.3. Uraian Teoritis

2.3.1. Komunikasi dan Komunikasi Penyuluhan a. Komunikasi

Komunikasi adalah suatu proses yang memungkinkan seseorang atau komunikator dapat memikat biasanya dengan menggunakan lambang-lambang verbal untuk menyadarkan dan merubah perilaku khalayak atau komunikan oleh Hovland (Saragi, 2013:5), proses penyampaian pikiran oleh seseorang kepada orang lain dengan menggunakan lambang atau simbol.

Pada hakekatnya adalah proses penyampaian pikiran oleh seseorang kepada orang lain dengan menggunakan lambang atau simbol. Pikiran bisa dikatakan sebagai gagasan, informasi, opini, ide, peristiwa dan lainnya. Dalam prosesnya komunikasi dibangun oleh unsur secara fundamental terdiri dari komponen dan unsur-unsur yang berkaitan.

Komunikasi memiliki beberapa komponen, ada komponen atau

unsur-unsur yang terkandung didalamnya. Komponen atau unsur-unsur-unsur-unsur komunikasi sebagai berikut, (1) Komunikator (Communicator) adalah seseorang yang menyampaikan pesan dalam berkomunikasi atau orang yang berbicara. (2) Pesan (Message) adalah materi pembicaraan yang pada dasarnya bersifat abstrak. (3) Penerima pesan (Communican) Adalah orang yang menerima pesan. (4) Tujuan (Destination) adalah tujuan dari suatu komunikasi, yakni tujuan yang ingin dicapai dari proses komunikasi.(5) Efek adalah perubahan yang terjadi di pihak komunikan sebagai akibat yang diterimanya pesan melalui komunikasi. (6) Umpan balik (Feed Back) adalah “tanggapan, jawaban atau respon komunikan kepada komunikator, bahwa komunikasinya dapat diterima dan berjalan (Roudhonah, 2019:55-57).

b. Komunikasi Penyuluhan

Apabila dimaknai secara harfiah, penyuluhan berasal dari kata dasar “suluh”

yang berarti obor. Obor adalah alat untuk menerangi keadaan yang gelap agar segala sesuatunya menjadi terlihat lebih jelas. Berdasarkan makna harfiah tersebut, penyuluhan berarti memberikan penjelasan kepada mereka yang disuluh, agar tidak lagi berada dalam kegelapan mengenai sesuatu masalah tertentu.

Menurut Claar et al. penyuluhan merupakan jenis khusus pendidikan pemecahan masalah (problem solving) dan berorientasi pada tindakan.

Penyuluhan meliputi mengajarkan sesuatu, mendemonstrasikan, dan memotivasi, tapi tidak melakukan pengaturan (regulating) dan juga tidak melaksanakan program yang non-edukatif.

Ahli lain, Samsudin, menyebut penyuluhan sebagai suatu usaha pendidikan non-formal untuk menyadarkan dan mau melaksanakan ide-ide baru. Penyuluhan merupakan suatu usaha menyebarluaskan hal-hal yang baru agar masyarakat tertarik dan kemudian bersedia melaksanakan dalam kehidupan mereka sehari-hari. Penyuluhan juga merupakan suatu kegiatan mendidikkan sesuatu kepada masyarakat, memberi mereka pengetahuan, informasi-informasi, dan kemampuan-kemampuan baru agar mereka dapat membentuk sikap dan berperilaku hidup menurut apa yang seharusnya.

Penyuluhan pada hakekatnya merupakan suatu kegiatan pendidikan non-formal dalam rangka mengubah masyarakat menuju keadaan yang lebih baik seperti yang dicita-citakan. Dalam upaya mengubah masyarakat tersebut, terdapat unsur-unsur seperti: gagasan/ide/konsep yang dididikkan, lembaga/badan/pihak yang memprakarsai perubahan masyarakat secara keseluruhan, tenaga penyebar ide/konsep yang dimaksud, dan anggota masyarakat baik secara individu maupun secara keseluruhan yang menjadi sasaran dari kegiatan penuluhan tersebut.

Dalam melakukan penyuluhan, faktor penyampaian hal-hal yang disuluhkan adalah amat penting. Karena itu, penyuluhan menuntut dipersiapkannya lebih dahulu suatu desain, yang secara terperinci dan spesifik menggambarkan hal-hal pokok berikut ini:

1) Masalah yang dihadapi 2) Siapa yang akan disuluh

3) Apa tujuan (objectivites) yang hendak dicapai dari setiap kegiatan penyuluhan.

4) Pengembangan pesan

5) Metoda atau saluran yang digunakan

6) Sistem evaluasi “telah terpasang” atau “built-in” di dalam rencana keseluruhan kegiatan dimaksud (Nasution, 1990: 7-11).

1. Pendukung Efektifitas Penyuluhan

Efektivitas penyuluhan didasarkan pada beberapa aspek pendukung, yakni:

a) Metode Penyuluhan

Berdasarkan pendekatan sasaran metode ini dibagi atas tiga yakni pendekatan perorangan, pendekatan kelompok, dan pendekatan massal.

b) Media Penyuluhan

Media penyuluhan meruupakan alat bantu penyuluhan yang berfungsi sebagai perantara yang menghubungkan antara penyuluh dengan sasaran sehingga pesan atau informasi akan lebih jelas dan nyata.

Dalam penyuluhan dikenal beragam media atau alat bantu penyuluhan, seperti benda (sample, model tiruan), barang cetakan (brosur, poster, photo, leaflet, sheet), gambar diproyeksikan (slide, film, film-strip, video, movie-film) dan lambing grafika (grafik batang dan garis, diagram, skema, peta).

b) Materi penyuluhan

Materi penyuluhan adalah segala sesuatu yang disampaikan dalam kegiatan penyuluhan berupa informasi-informasi atau pesan. Pesan merupakan seperangkat symbol verbal dan nonverbal yang mewakili perasaan, nilai, gagasan atau maksud. Selanjutnya Lasswell (Mulyana,

2005:63) mengatakan pesan mempunyai tiga komponen yaitu makna (gagasan, ide, dan nilai), simbol yang digunakan (bahasa atau kata-kata) dan bentuk pesan (verbal dan nonverbal). Materi dalam penyuluhan adalah yang sesuai dengan kebutuhan sasaran dan dapat memecahkan masalah yang sedang dihadapai oleh sasaran penyuluhan.

c. Waktu dan Tempat Penyuluhan

Dalam penyuluhan, waktu dan tempat yang tepat harus sesuai situasi dan kondisi masyarakat sasaran penting dan saling berkaitan dalam mencapai tujuan penyuluhan. Kapan dan dimana dilaksanakan penyuluhan harus terkesan tidak mengganggu dan merugikan sasaran.

2. Tujuan Komunikasi Penyuluhan

Dalam perencanaan dan pelaksanaan penyuluhan, harus mencakup tujuan jangka pendek dan tujuan jangka panjang.

a) Tujuan Jangka Pendek

1) Perubahan tingkat pengetahuan

2) Perubahan tingkat kecakapan atau kemampuan 3) Perubahan sikap

4) Perubahan motif tindakan b) Tujuan Jangka Panjang

1) Better farming, mau dan mampu mengubah cara-cara hidup lama dengan cara-cara yang lebih baik.

2) Better business, berusaha yang lebih menguntungkan.

3) Better living, menghemat dan tidak berfoya-foya setelah tujuan utama

telah tercapai.

3. Fungsi Komunikasi Penyuluhan

Penyuluhan harus berfungsi memberikan jalan kepada para objek penyuluhan untuk mendapatkan kebutuhan-kebutuhannya itu. Fungsi penyuluhan dengan demikian menimbulkan dan merangsang kesadaran para peserta penyuluhan agar dengan kemauan sendiri dapat memenuhi kebutuhan-kebutuhannya itu. Penyuluhan juga harus dapat menjembatani gap antara praktek yang harus atau biasa dijalankan oleh para objek yang disuluh dengan pengetahuan teknologi atau umum yang selalu berkembang menjadi kebutuhan sehari-hari. Sebagai penyampai, pengusaha, dan penyesuai program nasional dan regional agar dapat diikuti dan dilaksanakan oleh objek yang disuluh.

Adapun sebagai pemberian pendidikan dan bimbingan yang kontinyu, yang artinya penyuluhan tidak akan berhenti karena yang dikehendakinya, keadaan yang berkembang, lebih baik dan lebih maju dengan perkembangan zaman.

(Kartasapoetra, 1987: 7-13)

Dokumen terkait