BAB II LANDASAN TEORI
B. Urgensi Pendidikan Akhlak
“Sesungguhnya Allah tidak segan memperbuat perumpamaan seekor nyamuk atau yang lebih kecil dari itu. Adapun orang-orang yang beriman,mereka hanya tau bahwa itu kebenaran dari Tuhan. Tetapi mereka yang kafir berkata,”apa maksud Allah dengan perumpamaan ini?” Dengan (perumpamaan ) itu banyak orang yang dibiarkan-Nya sesat,dan dengan itu banyak pula orang yang Diberi-Nya petunjuk. Tetapi tidak ada yang Dia sesatkan dengan (perumpamaan) itu selain oran-orang fasik.
Berdasarkan ayat diatas, jelaslah bahwa menerapkan metode perumpamaan akan meningkatkan pemahaman dan pengertian tentang sesuatu.
Kemudian dalam pembinaan akhlak peserta didik dapat juga dilakukan dengan metode praktek atau latihan.
Hal ini sesuai dengan pendapat Abdurrahman an nahlawi yang mengatakan bahwa metode praktek dan latihan akan mengarahkan perhatian peserta didik menjadi individu yang stabil, berakhlak mulia serta menghasilkan suatu yang produktif.
Dari keterangan yang telah diuraikan diatas mengenai metode pembinaan akhlak dapat difahami bahwa metode merupkan suatu hal yang sangat menentukan terhadap ketercapaian suatu tujuan yang diinginkan.
Pelaksanaan dan pemilihan metode yang tepat guna, selain memudahkan dalam melaksanakan pendidikan juga mudah diterima dan difahamoi oleh peserta didik.
B. Urgensi Pendidikan Akhlak Bagi Siswa
Sebelum mengetahui lebih dalam lagi tentang apa itu akhlak, maka kharus mengenal terlebih dahulu apa itu urgensi. Urgensi merupakan hal terpenting atau kepentingan. Sedangkan akhlak merupakan tabiat, perangai, tingkah laku dan kebiasaan. Jadi, urgensi akhlak adalah hal-hal yang penting atau kepentingan akhlak. Pentingnya akhlak adalah untuk membentuk manusia menjadi budi pekerti yang baik dan sopan, santun, ramah dan sebagainya.
Pendidikan akhlak pada dasarnya adalah suatu proses edukasi untuk membantu setiap peseta didik mengaktualisasi potensi dirinya, baik jasmani maupun rohani (al-’aql, al- qalb, dan al-nafs), agar berkemampuan menata hubungan baik dengan Allah Swt, diri sendiri, sesama manusia, dan alam semesta.38
Pendidikan akhlak sama dengan pendidikan agama,dalam arti kata pendidikan dasar dan konsep Islam.39 Pendidikan akhlak inilah yang harus dimulai orang tua di lingkungan rumah tangga. Memulai pembinaan kebiasaan-kebiasaan baik kepada anak, karena anak yang berusia muda dan kecil lebih banyak di lingkungan rumah tangga dari pada di luar.
Ibnu Sina sangat memperhatikan pendidikan akhlak, sebab menurut beliau akhlak itu penting bagi kehidupan manusia. Nilai kehidupan itu sendiri sebenarnya terletak pada akhlak itu tadi. Apalagi pendidikan modern dewasa ini pun dengan tegas mengingatkan kepada guru bahwa pendidikan itu tidak hanya bertujuan mendapatkan ilmu semata, namun lebih dari itu bertujuan terwujudnya
38 H.M Arifin, Ilmu Pendidikan Islam Suatu Tinjauan Teoritis dan Praktis Berdasarkan Pendekatan Interdisipliner, (Jakarta: Bumi Aksara, 2000), Cet. 5, h. 32.
39 Sudirman,Pilar-Pilar Islam Menuju Kesempurnaan Sumber Daya Muslim,(Malang:Husna qarina,2011)hal.265
akhlak yang mulia, seperti terbentuknya siswa yang berkepribadian baik, mandiri, rajin bekerja, berlaku adil dalam segala hal, membiasakan diri berbuat baik dan bersikap hati-hati,berbicara baik, jujur dan lainnya.40 Semua itu tentu akan lebih pergunabagi seorang anak dibandingkan daripada segudang ilmu pengetahuan teoritas yang memenuhi otaknya, yang sering kurang diperlukan dalam kehidupan praktis sehari-hari.
Sejalan dengan kaidah dalam dunia kedokteran bahwa preventif itu lebih baik dari refresif, menjaga lebih baik dari pada mengobati. Begitu juga dalam bidang pendidikan akhlak bahwa membina akhlak anak didik sedini mungkin itu lebih baik dari pada memperbaiki akhlakanak yang sudah rusak. Diantara bukti perhatian Ibnu Sina terhadap pendidikan akhlak ini, tercemin dalam pandangan beliau tentang penting nya memilih teman yang baik bagi akhlak nya. Karena menurut beliau kecendrungan anak meniru temannya baik ucapan, tingkah laku, maupun kebiasaan hidupnya. Oleh karena itu pendidik harus pandai-pandia memilih lingkungan tempat bergaul anak atau anak didik kita. Kita harus sering menanyakan kepada dia siapa saja teman-teman nya, selalu ingatkan agar selalu pandai memilih teman dan jangan bergaul dengan teman yang tidak baik.
Kita tahu bahwa masa kanak-kanak itu merupakan fase kehidupan yang sangat penting dan pendidikan pada masa itu merupakan dasar pokok pendidikan.
Tak ubahnya fondasi bagi suatu bangunan, masa kanak-kanak itu adalah
40K.H. Syamsudin Asyrofi, Beberapa Pemikiran Pendidikan, (Yogyakarta: Aditya Media Publishing,2012),hal.186
kehidupan seseorang.oleh karena itu, belajar di masa kecil seperti mengukir di atas batu, sedangkan belajar pada usia dewasa tak ubahnya melukis di atas air.41
Oleh karena itu kita selaku pendidik harus selalu menunjuki akhlak yang baik kepada anak didik, dari segi hal apa pun. Begitu juga akhlak kepada Allah, Manusia, Lingkungan.
Adapun hal-hal yang penting dalam akhlak itu dalah sebagai berikut:
1. Akhlak kepada sang pencipta (Allah)
Hubungan manusia dengan Allah adalah hubugan manusia dengan khaliknya. Dalam masalah ketergantungan hidup manusia selalau ketergatungan kepada yang lain. Dan tumpuan serta ketergantungan adalah kepada sang maha kuasa, yang perkasa, yang maha bijaksana, yang maha sempurna ialah Allah tuhan maha esa.42
Bentuk pengimplentasian akhlak manusia terhadap Allah adalah sebagai
berikut :
a. Cinta dan ikhlas kepada Allah SWT.
b. Berbaik sangka kepada Allah SWT.
c. Rela terhadap kadar dan qada (takdir baik dan buruk) dari Allah SWT.
d. Bersyukur atas nikmat Allah SWT.
e. Bertawakal/ berserah diri kepada Allah SWT.
f. Senantiasa mengingat Allah SWT.
41K.H. Syamsudin Asyrofi, Beberapa Pemikiran Pendidikan, (Yogyakarta: Aditya Media Publishing,2012),hal 188
42 Ibid. 38
g. Memikirkan keindahan ciptaan Allah SWT.
h. Melaksanakan apa-apa yang diperintahkan Allah SWT.43 2. Akhlak terhadap sesama manusia
Hubungan dan akhlak yang baik manusia dengan manusia itu merupakan bentuk pengabdian dan ketaatan manusia terhadap sang penciptanya,Sehingga dalam kehidupan satu dengan yang lainnya akan dipandang sebagai pribadi yang baik.
Bentuk akhlak terhadap manusia terbagi atas:
1. Akhlak terhadap orang tua 2. Akhlak terhadap guru 3. Akhlak terhadap tetangga 4. Akhlak dalam bermasyarakat
5. Akhlak pergaulan laki-laki dan perempuan44 3. Akhlak terhadap lingkungan atau alam sekitar
Manusia hidup memerlukan lingkungan karena memang manusia hidup didalam lingkungan. Lingkungan perlu dijaga dan diperhatikan. Kahar Mansyur mengemukakan pengertian lingkungan adalah lingkungan sekeliling sedangkan pengertian hidup adalah sesuatu yang terus ada, bergerak dan bekerja. Jadi lingkungan hidup ialah keadaan sekeliling dari kehidupan manusia dimuka bumi ini, seperti udara yang dibutuhkan untukk pernafasan, sunbgai untuk keperluan air minum. Dan ikan-ikan yang terdapat didalamnuya bisa
43. Zakiah Daradjat, Ilmu Jiwa Agama, (Jakarta: Bulan Bintang, 1970), h. 63.
44 Ibid.h.124
dimakan, hutan untuk perlindungan, serta kayu-kayunya bermanfaat bagi keperluan untuk mebangun rumah. Oleh sebab itu orang-orang yang beriman dianjurkan mempunyai akhlak terhadap lingkungan, berakhhlak terhadap lingkungan artinya memperlakukan lingkungan hidup secara baik dan dengan sewajarnya.45
Akhlak terhadap lingkungan,terkait erat dengan fungsi manusia sebagai khalifah di muka bumi.46 Fungsi kekhalifan manusia itu terkait dengan ekploitasi kekayaan alam semesta ini. Firman Allah dalam QS.
Al-Baqarah : 30
Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada Para Malaikat:
"Sesungguhnya aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi." mereka berkata: "Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, Padahal Kami Senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?" Tuhan berfirman:
"Sesungguhnya aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui."
Dari ayat di atas berakhlak dengan lingkungan dapat dilakukan dengan cara:
a. Melestarikan lingkungan
45 Muchlas Samani, Menggagas Pendidikan Bermakna, ( Surabaya: SIC, 2007), hlm. 108.
46 Daulay Haidar,Pendidikan Islam Dalam Perspektif Islam,(Jakarta:Kencana,2014),hlm.140.
b. Menjaga lingkungan dari pencemaran
c. Memanfaatkan sumberdaya untuk kesejahteraan bersama.
Tidak di perkenankan seseorang merusak tanam-tanaman, membunuh hewan yang tidak diperkenankanmembunuhnya. Tidak diperbolehkan seseorang membuat kerusakan di bumi.47
Firman Allah dalam QS.Al-Qasas:77 (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik, kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.