PENYELENGGARAAN URUSAN PEMERINTAHAN DAERAH
B. URUSAN WAJIB YANG DILAKSANAKAN 1. Urusan Pendidikan
2. Urusan Kesehatan
Pembangunan bidang Kesehatan ditujukan untuk mewujudkan Misi Ketiga yaitu “Meningkatkan kualitas sumberdaya manusia dengan
LKPJ-AMJ WALIKOTA BOGOR TAHUN 2009 - 2013 IV-49
penekanan pada penuntasan wajib belajar 12 tahun, serta peningkatan kesehatan dan keterampilan masyarakat”.
Penanganan urusan kesehatan dilaksanakan oleh Dinas Kesehatanyang implementasinya dilakukan melalui program sebagai
berikut:
a. Program Pelayanan Kesehatan Penduduk Miskin, dengan sasaran Meningkatkan pelayanan terhadap Pasien Keluarga miskin
b. Program Kesehatan Ibu melahirkan dan Anak, dengan sasaran:
c. Program Peningkatan Pelayanan Kesehatan Remaja dan Lansia 1) Meningkatkan keterampilan remaja serta memperkuat mental
remaja dalam perannya sebagai kader kesehatan remaja (Peer Councellor) ;
2) Meningkatkan pengetahuan dalam pengelolaan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) bagi MI, MTs, MA, dan Pontren ; 3) Meningkatkan jumlah dokcil dan Peer Councelor di Sekolah ; 4) Meningkatkan koordinasi dengan Stake Holder terkait dalam
penanganan kasus Kekerasan Terhadap Anak (KTA) serta diketahuinya sistem alur penanganan dan alur rujukan kasus kekerasan terhadap anak dan sistem Pencatatan dan Pelaporan KTA ;
1) Meningkatkan pelayanan terhadap kelas ibu yang tersebar di 24 Puskesmas ;
2) Meningkatkan kunjungan Ibu dan Anak ke posyandu ; 3) Menjalin kemitraan dengan paraji dan bidan ;
4) Meningkatkan pelayanan Jampersal : sosialisasi, verifikasi dan supervisi jampersal, ANC,PNC, persalinan dan KB;
5) Meningkatkan cakupan program KIA dan imunisasi ;
6) Meningkatkan pelacakan kasus kematian, pertemuan internal tim AMP dan pertemuan lokakarya AMP ;
LKPJ-AMJ WALIKOTA BOGOR TAHUN 2009 - 2013
IV-50
5) Meningkatkan kemampuan tenaga kesehatan dalam mengatasi masalah kesehatan lansia.
d. Program Obat dan Perbekalan Kesehatan, dengan sasaran:
1) Meningkatkan persediaan obat dengan jenis dan mutu terjamin serta jumlah yang cukup dalam rangka memenuhi pelayanan kesehatan dasar ;
2) Meningkatkan sistem pengelolaan dan pelayanan obat di puskesmas ;
3) Meningkatkan pengetahuan tenaga farmasi di puskesmas mengenai pengobatan rasional.
e. Program Pengawasan Obat dan Makanan, dengan sasaran :
1) Meningkatkan pengawasan terhadap peredaran produk obat, kosmetik, obat tradisional dan pangan yang tidak memenuhi syarat mutu, keamanan dan kemanfaatannya.
f. Program Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat, dengan sasaran :
1) Meningkatkan Pelaksana Promosi Kesehatan (Promkes) Puskesmas yang handal dan profesional sesuai peran fungsi dan tugas pokoknya
2) Meningkatkan perilaku sehat dimasyarakat sehingga masyarakat memiliki kemandirian untuk hidup sehat.
g. Program Perbaikan Gizi Masyarakat, dengan sasaran : 1) Meningkatkan status gizi masyarakat dan gizi balita ; 2) Memantau pertumbuhan balita di pos yandu ;
3) Memantau garam beryodium di rumah tangga melalui pos yandu ;
4) Meningkatkan pengetahuan petugas tentang standar perkembangan balita.
LKPJ-AMJ WALIKOTA BOGOR TAHUN 2009 - 2013 IV-51
h. Program Pengembangan Lingkungan Sehat, dengan sasaran: 1) Meningkatkan kesehatan lingkungan baik fisik, kimia, biologi,
udara, air dan tanah serta peningkatan mutu makanan ;
2) Mengidentifikasi potret sanitasi dasar di wilayah kota Bogor meliputi cakupan akses terhadap air bersih, cakupan jamban keluarga, cakupan rumah sehat, cakupan SPAL serta cakupan pengelolaan sampah rumah tangga ;
3) Menciptakan lingkungan yang kondusif untuk percepatan pengarusutamaan pembangunan sanitasi dan hygiene ;
4) Meningkatkan kualitas tempat-tempat umum seperti Rumah Sakit, sarana ibadah, pasar, salon, kolam renang, hotel, rumah makan, restoran, terminal, stasiun, Spa serta sarana pendidikan ;
5) Meningkatkan pengetahuan penjamah makanan jasa boga, hotel, RM/Restoran, pedagang makanan jajanan anak sekolah dan depot air minum tentang hygiene sanitasi makanan ;
6) Meningkatkan mutu kualitas makanan yang dihasilkan jasa boga.
i. Program Sumberdaya Kesehatan, dengan sasaran :
1) Meningkatkan kualitas dan kuantitas pelayanan kesehatan di puskesmas ;
2) Meningkatkan layanan kesehatan yang bermutu, murah kepada masyarakat melalui pembangunan dan rehabilitasi puskesmas ; 3) Meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dengan
penyediaan fasilitas kesehatan bagi penderita akibat asap rokok.
j. Program Standarisasi Pelayanan Kesehatan, dengan sasaran: 1) Meningkatkan mutu dan pemerataan pelayanan kesehatan
LKPJ-AMJ WALIKOTA BOGOR TAHUN 2009 - 2013
IV-52
2) Meningkatkan jumlah puskesmas yang terakreditasi untuk memacu puskesmas memberikan pelayanan yang bermutu dan dapat dipertanggungjawabkan.
k. Program Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Menular, dengan sasaran :
1) Meningkatkan kualitas tenaga kesehatan dalam bentuk pelatihan tenaga surveilans DBD bagi petugas DBD dan surveilans di 24 Puskesmas ;
2) Meningkatkan pengelolaan program TB Paru di 24 Puskesmas ; 3) Meningkatkan pengetahuan dalam pencegahan terjadinya
penularan HIV/AIDS di masyarakat ;
4) Meningkatkan penanganan penyakit ISPA, kusta, Flu Burung dan diare di masyarakat.
l. Program Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Tidak Menular, dengan sasaran:
1) Meningkatkan pelayanan kesehatan mata dan indera pendengaran ;
2) Meningkatkan cakupan layanan kesehatan jiwa karena deteksi dini berjalan dengan baik sehingga berdampak berkurangnya treatment gap/yang belum terlayani ;
3) Meningkatkan kerjasama lintas sektor terkait termasuk peran masyarakat dan kemitraan swasta, LSM, kelompok profesi dalam rangka meningkatkan kesadaran dalam menghadapi masalah kesehatan jiwa.
LKPJ-AMJ WALIKOTA BOGOR TAHUN 2009 - 2013 IV-53
Pencapaian kinerja urusan kesehatan dapat dilihat melalui indikator sebagai berikut:
a. Cakupan Pelayanan Kesehatan bagi Masyarakat Miskin
Tabel : 4.20
Cakupan Pelayanan Kesehatan bagi Masyarakat Miskin
No Uraian TAHUN 2010 Jumlah Jmlah tahun 2011 2012 Jumlah Jumlah tahun 2013)* APBD II APBD I APBN APBD II APBD I APBN 1 Rawat Inap 1850 523 16.385 18.758 3.711 2.427 202 3.377 6.006 1.242 2 Rawat Jalan 668 142 1.633 2.443 21.603 5.735 529 24.303 30.567 152.928
)* data tahun 2013 adalah data s.d Juli 2013
Cakupan pelayanan kesehatan terhadap masyarakat miskin mengalami peningkatan pada tahun 2012 untuk rawat inap 6.006 kasus, dibanding tahun 2011 sejumlah 3.711 kasus, demikian pula untuk rawat jalan ada peningkatan dibanding tahun 2011 yaitu sejumlah 30.567 kasus yang ditangani di tahun 2012.
b. Cakupan pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan yang memiliki kompetensi kebidanan tahun 2010 mencapai88 %, 2011 mencapai 85% dan tahun 2012 mencapai 88.78%.
c. Angka kematian ibu dan bayi di Kota Bogor
Tabel 4.21
Pelacakan Kasus Kematian Ibu dan Bayi
2009 2010 2011 2012 2013)*
Kematian Ibu 11 13 7 10 8
Kematian Bayi 57 72 44 28 27
)* data tahun 2013 adalah data s.d Juli 2013
d. Cakupan kelurahan Universal Child Immunization (UCI) mencapai 97,05%, mengalami peningkatan dari tahun 2009 yang mencapai sebesar 86,76%, dan kembali mengalami peningkatan pada tahun 2011 yang mencapai 99,30% dan tahun 2012 telah mencapai 100%.
LKPJ-AMJ WALIKOTA BOGOR TAHUN 2009 - 2013
IV-54
e. Cakupan balita gizi buruk mendapat perawatan mencapai tahun 2009 s.d 2012 telah mencapai 100%.
f. Cakupan kunjungan bayiyangmanajumlahkunjungan bayi memperoleh layanan kesehatansesuai standar tahun 2010 mencapai80%, meningkat dibandingkan dengan tahun 2009 sebesar76.10%, ditahun 2011 meningkat mencapai 93.40% dan meningkat kembali ditahun 2012 menjadi 99.30%.
g. Pemantauan Status pertumbuhan Balita di Posyandu di Kota Bogor.
LKPJ-AMJ WALIKOTA BOGOR TAHUN 2009 - 2013 IV-55
Tabel 4.22
Hasil Pemantauan Status Pertumbuhan Balita di Posyandu
)* data tahun 2013 adalah data s.d Juli 2013
- D/S ( cakupan program)
Target D/S (Balita yang datang ke posyandu dibandingkan jumlah balita yang ada di wilayah tersebut) Berbagai upaya telah dilakukan untuk meningkatkan D/S di posyandu, antara lain berupa : pemberian stimulan dana operasional posyandu. Penggerakan sasaran di posyandu juga melibatkan mitra kerja, yaitu tim pokjanal posyandu dari tingkat Kota, tingkat Kelurahan, berbagai tokoh masyarakat dan PKK.
- N/D (Balita yang naik Berat Badannya dibandingkan jumlah balita ditimbang)
Pengukuran ini menunjukkan keberhasilan pembinaan Gizi Balita melalui Posyandu yang ditunjukkan dengan Naiknya Berat Badan setiap balita yang datang ke Posyandu. Untuk mencapai tujuan tersebut maka dilaksanakan penyuluhan dan konseling gizi yang dilakukan oleh Kader dan petugas kesehatan.
h. Cakupan Pemberian Vitamin A pada Balita
Tabel 4.23
Cakupan Pemberian Vit. A pada Balita
No Uraian Tahun 2010 2011 2012 (Semester 1) 2013 1. Pemberian Vitamin A untuk Balita (2x setahun) 95% 91,20% 91,10% 90,9% (feb)
i. Cakupan penemuan dan penanganan penderita penyakit DBD tahun 2010 s.d 2012 mencapai 100%.
j. Pemberantasan Penyakit TB Paru
2009 2010 2011 2012 2013)*
D/S 73,6 72,8 69,1 69,8 67,3
LKPJ-AMJ WALIKOTA BOGOR TAHUN 2009 - 2013
IV-56
Tabel 4.24
Persentase Pemberantasan Penyakit TB Paru
No Uraian
Tahun
2010 2011 2012 (Semester 1) 2013
1. Penemuan kasus (Case
Detection Rate) 100% 95,3% 86% 49% 2. Konversi 81% 85% 80% 80% 3. Kesembuhan (Cure Rate) 87% 87% 85% 90%
k. Pencegahan dan Pengendalian Penyakit HIV/AIDS
Tabel. 4.25
Persentase pencegahan dan pengendalian penyakit HIV?AIDS
l. T a h u n 2 0 1 0 D
dikembangkannya Puskesmas Rawat Inap untuk umum di Kota Bogor, terdiri dari Puskesmas Pasir Mulya, Puskesmas TanahSareal danPuskesmasMekarwangi yang rencana operasionalnya pada tahun 2011.
m. Tahun 2010 dikembangkanPuskesmasRawat Inap Persalinan atau PONED (Pelayanan Obstetri Neonatal emergensi Dasar) terdiri dari Puskesmas Bogor Timur, PuskesmasTegal Gundil, Puskesmas Cipaku, Puskesmas Pasir Mulya dan penambahan di tahun 2013 Puskesmas Tegal Gundil.
No Uraian
Tahun
2011 2012 2013
(Semester 1)
1. Prevalensi HIV/AIDS (persen) dari
total populasi 0,2% 0,1% 0,18%
2. Prevalensi HIV/AIDS (persen) dari
total populasi usia 15-49 tahun 0,6% 0,5% 0,3%
3. Penggunaan kondom pada
hubungan seks berisiko tinggi 36,4% 40,6%
Belum ada data
4. Persentasi populasi laki-laki usia
15-24 tahun yang memiliki
pengetahuan komprehensif tentang HIV/AIDS 13% 18% Belum ada data (Survei akan dilaksanakan di bulan September)
5. Persentase populasi perempuan
usia 15-24 tahun yang memiliki pengetahuan komprehensif tentang HIV/AIDS
6. Proporsi penduduk terinfeksi HIV
lanjut yang memiliki akses pada obat-obatan anti retroviral
LKPJ-AMJ WALIKOTA BOGOR TAHUN 2009 - 2013 IV-57
Tabel 4.26
Data layanan kesehatan dan Puskesmas tersertifikasi ISO 9001:2008
n. Jumlah Rumah Sakit di Kota Bogor sebanyak 12 unit terdiri dari Rumah Sakit Umum8unit, Rumah Sakit Bersalin3 unit, Rumah Sakit Jiwa 1 unit.
o. Pemberian kacamata gratis bagi anak sekolah dari keluarga miskin sudah dilakukan sejak tahun 2010.
Tabel 4.27
Pemberian Kacamata bagi anak sekolah keluarga miskin
No Uraian Tahun
2010 2011 2012 2013
1
Jumlah anak sekolah dari keluarga miskin yang mendapat Kacamata gratis
300 150 170 200
p. Pembinaan ACT(Asertive Community Treatment) di Puskesmas
No Tahun Puskesmas Badan Sertifikasi
1 2010 Labkesda KAN
2 2011 Bogor Timur WQA
3 Bogor Selatan WQA
4 Bogor Tengah Sucofindo
5 2012 Tegal Gundil WQA
6 Kedung Badak WQA
7 Semplak WQA
8 2013 Sindang Barang (dalam proses)
9 Pasir Mulya (dalam proses)
LKPJ-AMJ WALIKOTA BOGOR TAHUN 2009 - 2013
IV-58
Tabel 4.28
Puskesmas yang melaksanakan program ACT
q. Kelurahan Siaga Sehat Jiwa dibentuk di Puskesmas dengan bekerjasama dengan Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia. Puskesmas yang sudah memiliki Kelurahan Siaga Sehat Jiwa adalah:
Tabel 4.29
Kelurahan Siaga Sehat
r. P e n g a d
aan obat, reagen (bahan kimia laboratorium) dan perbekalan kesehatan habis pakai pada semester I tahun 2013, dalam proses pengadaan, capaian melebihi target yang ditetapkan di RPJMD. Pada Bulan November 2013 ditargetkan seluruh item telah diterima.
No Nama Puskesmas
Jumlah pasien dengan pelayanan ACT
2010 2011 2012 2013 (semester 1) 1 Sindang Barang 16 20 7 3 2 Bogor Timur 9 12 14 18 3 Gang Kelor 7 9 11 7 4 Pondok Rumput 2 7 14 6 5 Pulo Arymn - 1 7 9 6 Bogor Selatan - 1 13 2 7 Pancasan - 1 14 3 8 Merdeka - 1 13 6
No Puskesmas Kelurahan Siaga Sehat Jiwa Tahun
1 Sindang Barang Marga Jaya 2009
Situ Gede 2010
2 Bogor Timur Bogor Timur 2010
Pulo Arymn 2011
3 Bogor Utara Tanah Baru 2012
Cimahpar 2013
4 Mekar Wangi (akan ditentukan kemudian
mengikuti masuknya mahasiswa pada bulan Oktober)
LKPJ-AMJ WALIKOTA BOGOR TAHUN 2009 - 2013 IV-59 Tabel 4.30 Ketersediaan Obat Indikator Tahun 2009 2010 2011 2012 2013 Semester 1 Ketersediaan obat sesuai
dengan kebutuhan standar terapi
98,0% 98,0% 98,0% 98.3% 99,52%
Tabel 4.31
Pendistribusian Obat yang dilaksanakan pada tahu 2009 s.d 2013
Indikator
Tahun
2009 2010 2011 2012 2013
Semester 1 Terpenuhinya distribusi obat
ke 24 Puskesmas sesuai jadwal
100% 100% 100% 100% 50%
Tabel 4.32
Pemeriksaan sarana distribusi obat, kosmetika, tradisional dan pangan
Indikator
Tahun
2011 2012 2013
Semester 1 Sarana distribusi obat, kosmetika, obat
tradisional dan pangan yang diperiksa
29 Sarana 48 Sarana 20 (51,28%) Sarana
s. Pembinaan keamanan pangan terhadap pemilik / penanggung jawab sarana produksi pangan industri rumah tangga (IRTP), dalam rangka Sertifikasi produksi Pangan Industri Rumah Tangga (SPP-IRT) realisasi sesuai dengan target RPJM.
Tabel 4.33
Pembinaan Keamanan Pangan terhadap IRPT dan SPP-IRT
Indikator Tahun
2011 2012 2013
Semester 1 Industri Rumah Tangga
Pangan yang mendapatkan sertifikat PKP 70 Industri 98 Industri 67 dari target 150 Industri (44,7%) Produk Pangan Industri
Rumah Tangga yang
mendapatkan Sertifikat P-IRT 147 Produk 198 produk 201 Produk
LKPJ-AMJ WALIKOTA BOGOR TAHUN 2009 - 2013
IV-60
t. Pelayanan Perawatan Kesehatan Masyarakat (Perkesmas) dilakukan dalam bentuk pelayanan di dalam dan luar gedung dengan sasaran pelayanan adalah pelayanan terhadap Individu, keluarga, kelompok dan masyarakat dengan selalu memprioritaskan sasaran rawan terhadap masalah kesehatan (Rentan Resiko Tinggi).
Tabel 4.34
Pelayanan Perawatan Kesehatan Masyarakat (Perkesmas)
NO VARIABEL JUMLAH 2010 2011 2012 2013 (semester 1) 1. Keluarga Rawan 36.802 145.966 146.021 150.725
2. Keluarga Rawan Tercacat 11.487 65.684 69.533 37.681
3. Keluarga Rawan yang Dibina 8.972 58.386 63.211 30.071
4. Keluarga Rawan yang selesai
di Bina
8.884 46.708 57.464 15.035
5. Keluarga Rawan yang perlu
tindak lanjut Perawatan
- 4844 5985 -
Tabel. 4.35
Jumlah sarana kesehatan tahun 2012
Kecamatan
Jumlah Praktek
Laboratorium RS Apotik Klinik Dr Umum Drg Dr. Spesialis Bidan Bogor Tengah 100 43 90 37 7 3 32 31 Bogor Utara 123 38 59 42 6 1 17 28 Bogor Timur 72 33 51 32 1 1 20 16 Bogor Barat 135 53 167 52 2 3 18 17 Bogor Selatan 61 23 18 41 2 1 19 21 Tanah Sereal 121 53 29 56 1 3 20 24 Jumlah 612 243 414 260 19 12 126 137
LKPJ-AMJ WALIKOTA BOGOR TAHUN 2009 - 2013 IV-61
Tabel. 4.36
Data SANDAS Se Wilayah Kota Bogor Tahun 2012
No Uraian Tahun 2011 Tahun 2012 Target
1 2 3 4 5
Cakupan air bersih Rumah sehat Jamban SPAL SAMPAH 95,96 % 76,27 % 78,16 % 22,64 % 67,19 % 97.74 % 77,7 % 78,66 % 25, 6% 68,22 % 87,5 % 79,5 % 79,5 % 28 % 68,6 %
Capaian pada urusan Kesehatan tersebut merupakan wujud pelaksanaan program dan kegiatan kesehatan diantaranya:
1) Peningkatan pelayanan mutu kesehatan berupa daya dukung sarana dan tenaga kesehatan diantaranya yaitu penguatan Puskesmas PONED (Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Dasar), peningkatan pelayanan jampersal, dikembangkannya puskesmas Rawat Inap untuk Umum di Kota Bogor, terdiri dari Puskesmas Pasir Mulya, Puskesmas TanahSareal danPuskesmasMekarwangi dan PuskesmasRawat Inap Persalinan terdiri dari Puskesmas Bogor Timur, PuskesmasTegal Gundil, Puskesmas Cipaku dan Puskesmas Pasir Mulya, peningkatan pelayanan laboratorium kesehatan daerah, meningkatnya jumlah bidan dan dokter di Puskesmas dan Puskesmas PONED, sampai dengan tahun 2012 jumlah dokter umum 612 orang, dokter spesialis sebanyak 414 orang, dokter gigi sebanyak 243 orang dan jumlah bidan sebanyak 260 orang.
2) Peningkatan pelayanan kesehatan ibu dan bayi dalam bentuk penguatan PONED, pelatihan manajemen terpadu KIA di 24 Puskesmas, pelatihan kader kesehatan Ibu dan Anak, pelaksanaan kelas ibu hamil di 24 puskesmas, dengan anggaran yang bersumber dari APBD Kota Bogor tahun 2012 Rp. 332.693.500,- APBN Dekonsentrasi bidang
LKPJ-AMJ WALIKOTA BOGOR TAHUN 2009 - 2013
IV-62
kesehatan sebesar Rp. 43.427.000,- dan bantuan hibah GAVI sebesar Rp. 131.360.000,-
3) Program Pelayanan Kesehatan Penduduk Miskin telah diberikan tahun 2009 s.d 2013 kepada penduduk miskin dengan anggaran bersumber APBD Kota Bogor sebesar Rp. 53.020.704.796 dan APBD Provinsi sebesar Rp. 8.975.088.000,-.
4) Tahun 2012, dilakukan pemberian bantuan perlengkapan posyandu kepada 956 posyandu. Dimana terdapat peningkatan setiap tahun terhadap jumlah posyandu,pada tahun2012jumlah posyandu menjadi956, tahun 2011 berjumlah 947 posyandu dan tahun 2010 sebanyak 945 posyandu.