• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENYELENGGARAAN URUSAN PEMERINTAHAN DAERAH

B. URUSAN WAJIB YANG DILAKSANAKAN 1. Urusan Pendidikan

4. Urusan Pekerjaan Umum

Pembangunan Bidang Pekerjaan Umum dilaksanakan sebagai upaya penyediaan pelayanan infrastruktur serta pengelolaan, pengendalian dan penataan ruang dan sumber daya alam yang mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat. Upaya pembangunan Bidang Pekerjaan Umum ini meliputi peningkatan kuantitas dan kualitas infrastruktur berbagai sektor antara lain : Infrastruktur Jalan Jembatan, Sumber Daya Air, Persampahan, Air Minum, Air Limbah, Bangunan Gedung, Penataan Ruang, Perumahan dan Permukiman, Mitigasi Bencana dan Fasilitas Umum Penunjang Lainnya.

Pembangunan Bidang Pekerjaan Umum ini juga ditujukan untuk mendukung program prioritas Kota Bogor serta mewujudkan Misi Kota Bogor yaitu Misi Kedua “Mewujudkan kota yang bersih dengan sarana prasarana transportasi yang berkualitas” yang diimplementasikan melalui program-program sebagai berikut:

a. Program Pembangunan Jalan dan Jembatan dan drainase, dengan sasaran:

LKPJ-AMJ WALIKOTA BOGOR TAHUN 2009 - 2013

IV-80

Meningkatkan panjang jaringan jalan, drainase, jembatan dan trotoar yang diantaranya dilaksanakan melalui kegiatan berikut :

1) Pembebasan lahan untuk pembangunan jalan, jembatan dan drainase untuk ruas jalan R3 (Villa Duta-Parung Banteng), Pembebasan lahan untuk Pembangunan Ruas Jalan Soleh Iskandar-Rencana Stasiun KA Sukaresmi dan Pembebasan lahan untuk Pembangunan Jalan Inner Ring Road (Wangun-Pasirkuda) serta Pembangunan Jalan Tembus Penerus Jaringan lainnya;

2) Pembangunan jalan R3 section I, Pembangunan jalan R3 Lanjutan, Pembangunan Jalan-jalan tembus serta pembangunan jalan Inner Ring road;

3) Pembangunan drainase pada ruas-ruas jalan di Wilayah Kota Bogor;

4) Pembangunan jembatan Bubulak – Margajaya; 5) Pembangunantrotoardi wilayah Kota Bogor;

6) Dukungan fasilitasi dan Koordinasi Pembangunan Jalan Tol BORR Seksi I dan II serta Pembangunan Replikasi Jembatan S. Cidepit & S. Cisadane pada ruas JL. KH Abdullah Bin Nuh. b. Programpeningkatan Jalan, Jembatan dan Drainase, dengan

sasaran:

1) Meningkatkan Kapasitas Ruang Milik Jalan (Rumija) termasuk ruang lalu lintas jalan, jembatan, drainase dan trotoar/jalur pedestrian;

2) Meningkatkan daya dukung beban lintas Jalan; 3) Meningkatkan Kapasitas Simpang Jalan;

4) Meningkatkan dukungan peningkatan kondisi kemantapan jalan melalui peningkatan.

c. ProgramPemeliharaan Jalan, Jembatan dan Drainase, dengan sasaran : Terpeliharanya kondisi jalan, jembatan dan drainase agar tetap mantap (baik dan sedang) melalui berbagai kegiatan

LKPJ-AMJ WALIKOTA BOGOR TAHUN 2009 - 2013 IV-81

diantaranya :

1) Pemeliharaan rutin Jalan Jembatan Drainase dan Trotoar; 2) Pemeliharaan Berkala Jalan Jembatan Drainase dan Trotoar; 3) Rehabilitasi dan Perbaikan Jalan Jembatan Drainase dan

Trotoar.

d. Program Pembangunan Sistem Informasi/data base jalan, jembatan dan drainase dengan sasaran:

1) Tersedianya data jaringan jalan sepanjang 120 km yang terbagi lebih dari 200 ruas jalan sebagai bahan untuk memperoleh gambaran yang akurat, lengkap dan mutakhir mengenai keadaan ruas jalan;

2) Tersedianya data spasial (Peta jalan) dan data atribut jalan seperti nama ruas, panjang ruas dan lebar ruas jenis permukaan jalan, dan kondisi jalan.

e. Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Kebinamargaan, dengan sasaran terwujudnya sarana prasarana transportasi yang layak dan berkualitas.

f. Program Pengembangan, Pengelolaan dan Konservasi Sungai, Danau dan Sumber Daya Air Lainnya, dengan sasaran :

1) Meningkatkankondisi danau/situ dan kolam retensi existing; 2) Meningkatkan jumlah danau/situ dan kolam retensi baru

(pembangunan).

g. Program Pengembangan dan Pengelolaan Jaringan Irigasi Rawa dan Jaringan Pengairan Lainnya, dengan sasaran:

Terlaksananya pembangunan, peningkatan, pemeliharaan dan perbaikan saluran, sungai, dan situ wilayah I dan II;

1) Pemeliharaan rutin sungai dan saluran (normalisasi)

2) Terlaksananya pembangunan TPT Sungai di Cimahpar Tanah

Baru, TPT sungai Cisadane kel Menteng,

LKPJ-AMJ WALIKOTA BOGOR TAHUN 2009 - 2013

IV-82

Barat, pembuatan TPT sungai Ciluar Tanah Baru, pembangunan TPT Kali Keramat, dan Pembangunan Turap Sungai Muara.

h. Program Pengendalian Banjir, dengan sasaran penurunan luas kawasan rawan genangan dan banjir.

i. Program Pengembangan Kinerja Pengelolaan Air Minum dan Air Limbah, dengan sasaran Meningkatnya kinerja pengelolaan air minum dan meningkatnya kinerja pengelolaan air limbah.

j. Program Penataan dan Pengaturan Bangunan Gedung, dengan sasaran:

1) Meningkatnya pengelolaan bangunan gedung pemerintah; 2) Meningkatnya pengawasan dan pengendalian bangunan

gedung.

k. Program Pengaturan, Pembinaan, Pengawasan Jasa Konstruksi, dengan sasaran Meningkatnya kualitas pelaku konstruksi.

l. Program Peningkatan Utilitas Perkotaan, dengan sasaran:

1) Terpenuhinya pengadaan dan pemasangan PJU dijalan-jalan utama dan permukiman;

2) Terlaksananya pemeliharaan PJU secara rutin setiap hari berdasarkan laporan piket petugas dan pengaduan masyarakat.

m. Program Pengelolaan Areal Pemakaman, dengan sasaran meningkatnya pelayanan terhadap masyarakat Kota Bogor yang membutuhkan lokasi pemakaman.

Capaian-capaian indikator umum program pembangunan, peningkatan dan pemeliharaan jalan jembatan tergambar pada tabel berikut :

LKPJ-AMJ WALIKOTA BOGOR TAHUN 2009 - 2013 IV-83 No. Indikator Realisasi s/d Tahun 2009 Capaian s/d Tahun 2012 Realisasi s/d Tahun 2013**

1. Rasio Panjang Jalan

Terhadap 11.850 Ha Luas Wilayah

5,292 5,302 5,302

2. Rasio Panjang Jalan

Berkondisi Baik Terhadap Jumlah Panjang Jalan

34,98 45,467 48,96

3. Rasio Panjang Trotoar /

Pedestrian Yang Tersedia Dibandingkan Panjang Jalan.

15,87 16,335 16,49

4 Rasio Panjang Drainase

yang berkondisi baik terhadap Panjang Jalan

20.52 21,573 21,92

Ket : * Data Sementara ** Data Sangat Sementara

Hingga tahun 2013 prosentase indeks rasio panjang jalan terhadap luas wilayah Kota Bogor mengalami peningkatan 0,01 dimana peningkatan tersebut merupakan hasil intervensi Pemerintah Kota Bogor melalui kegiatan pembangunan ruas jalan R3 seksi 1 yang telah terbangun sekitar ± 1,34 km dan pembangunan ruas jalan tembus alternatif gunung batu – pasir mulya ± 0,1 km, meskipun peningkatan pertumbuhan panjang jalan tersebut tidak begitu besar namun sejumlah ruas telah siap untuk dilanjutkan pembangunan fisik konstruksinya sebagai hasil dari pelaksanaan kegiatan pembebasan lahan R3 yang telah tersedia sekitar ±1,1km sehingga ruas jalan R3 seksi 1 sudah sangat feasible untuk diselesaikan. Selain dari pada itu beberapa ruas lainnya yang pembebasan lahannya tengah berlangsung di Tahun Anggaran 2013 ini antara lain : Pembebasan Lahan Rencana Ruas Soleh Iskandar – Rencana Stoplate sukaresmi; Pembebasan Lahan Ruas R3 Seksi 2 dan Pengadaan Lahan untuk Inner Ring Road (IRR) yang sebagian melalui proses kerjasama dengan para stake holder pemilik lahan.

Untuk capaian Rasio Panjang Jalan Berkondisi Baik Terhadap Jumlah Panjang Jalan mengalami peningkatan yang cukup signifikan terhadap kondisi tahun 2009 yang baru mencapai 34,98% dan di tahun 2012

LKPJ-AMJ WALIKOTA BOGOR TAHUN 2009 - 2013

IV-84

telah mencapai 45,467% dan estimasi sementara untuk tahun 2013 dapat mencapai 48,96%, hal ini dapat terwujud dengan intervensi Program Pembangunan, Peningkatan dan Pemeliharaan Jalan Jembatan dan Drainase yang ditunjang juga dengan program lainnya seperti program peningkatan sarana dan prasarana kebinamargaan. Program tersebut juga turut berkontribusi meningkatkan indikator lainnya antara lain : Rasio Panjang Trotoar / Pedestrian Yang Tersedia Dibandingkan Panjang Jalan meningkat sebesar 0,62%; dan Rasio Panjang Drainase yang berkondisi baik terhadap Panjang Jalan meningkat sebesar 1,4%.

Capaian-capaian tersebut dapat terlihat pada indikator output kinerja program tahunan yang sebagai berikut :

No. Indikator Capaian s/d Tahun 2010 Capaian s/d Tahun 2011 Capaian s/d Tahun 2012 Capaian s/d Tahun 2013 Program pembangunan jalan, jembatan, dan drainase

1 Ketersediaan Lahan 0,87 km 1,31 km 1,94 km 2,74 km**

2 Panjang Jalan Terbangun 0 km 0,0975 km 1,44 km 1,44 km*

3 Pembangunan Drainase Jalan @ Tahun 3,55 km 2 km 1,36 km On Progress Kumulatif 3,55 km 5,55 km 6,91 km 4 Pembangunan Jembatan @ Tahun

2 unit 0 unit 1 unit On Progress

5 Pembangunan Trotoar @

Tahun

1514 m2 480 m2 5720 m2 On Progress

Program Peningkatan Jalan, Jembatan, dan Drainase

1 Ketersediaan Lahan @

Tahun

0,487 km 0,306 km 0,439 km On Progress

2 Peningkatan Jalan 11,15 km 10,54 km 14,35 km On Progress

Kumulatif 11,15 km 21,69 km 36,04 km

Program Pemeliharaan Jalan, Jembatan, dan Drainase

1 Panjang Jalan Berkondisi

Baik

249,77 km 260,4 km 288,715 km 307.617

km**

2 Panjang Pedestrian/trotoar

Berkualitas Baik 209,169 km 218,4 km 233,313 km On Progress

3 Perbaikan/Pemeliharaan

Jembatan @ Tahun 5 unit 21 unit 25 unit On Progress

Program Pembangunan Sistem Informasi/Database Jalan, Jembatan, dan Drainase

1 Leger Jalan 28,76% 44,4% 63,31% 63,31%*

Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Kebinamargaan

1 Penyediaan Sarana/

Instrument Kebinamargaan 40% 50% 60% On Progress

Ket : * Data Sementara ** Data Sangat Sementara

LKPJ-AMJ WALIKOTA BOGOR TAHUN 2009 - 2013 IV-85

Secara keseluruhan kondisi infrastruktur jalan di Kota Bogor berada pada kondisi jalan mantap ±86%, ini dapat tercapai antara lain melalui berbagai kegiatan diantaranya dengan peningkatan simpang pomad, simpang talang, peningkatan jalan raya pemda, Nyi Raja Permas, Brigjen Saptaji, Jalan Pangeran Shogiri, Jl. Kayu Manis, Jl. Bina Marga, Jl. Kayumanis Bondol, Jalan Situ Pete, Pembangunan Jembatan Bubulak-Margajaya, Pemeliharaan berkala Jl. Rancamaya-Warung Nangka-Dekeng, Jl. Paledang, Jl. Tumenggung Wiradireja, Jl. Gunung Gadung, Jl. Otista, Jl. Mayjen Ishak Djuarsa.

Upaya meningkatkan kondisi infrastruktur sumber daya air ditujukan dalam rangka konservasi air, pengendalian daya rusak air (pengendalian banjir) serta pemanfaatan air. Adapun upaya tersebut diwujudkan dengan 3 program yang ketercapaian indikatornya hingga saat ini adalah sebagai berikut :

No. Indikator Capaian s/d Tahun 2010 Capaian s/d Tahun 2011 Capaian s/d Tahun 2012 Capaian s/d Tahun 2013 Program Pengembangan, Pengelolaan dan Konservasi Sungai, Danau, dan Sumber Daya Air Lainnya

1 Ketersediaan Lahan 6 Situ

=16,4Ha 6 Situ =16,4Ha 6 Situ =16,4Ha 6 Situ =16,4Ha*

2 Danau/Situ dan Kolam

Retensi Berkondisi Baik 4 Situ 5 Situ 6 Situ 6 Situ*

3 Pembangunan

Danau/Situ dan Kolam Retensi

0 0 0 0*

Program Pengembangan dan Pengelolaan Jaringan Irigasi, Rawa dan Jaringan Pengairan Lainnya

1 Ketersediaan Lahan 0 0 0 0*

2 Panjang saluran, sungai

dan jaringan irigasi dengan kapasitas memadai @ Tahun

5,521 km 2,085 km On Progress

3 Panjang saluran dan

sungai berkondisi baik 242,91 km 271 km 197,66 km On Progress

Program Pengendalian Banjir

1 Penurunan luas

kawasan rawan genangan dan banjir

52 Ha 42 Ha 32 Ha 22 Ha**

Ket : * Data Sementara ** Data Sangat Sementara

LKPJ-AMJ WALIKOTA BOGOR TAHUN 2009 - 2013

IV-86

Pencapaian sasaran indikator tersebut dengan intervensi kegiatan seperti normalisasi, rekonstruksi saluran, pembangunan TPT/Talud, dengan pelaksanaan kegiatan-kegiatan tersebut keenam situ yang terdapat di Kota Bogor dapat dipertahankan dan berfungsi sebagaimana mestinya yang bersama kegiatan lainnya secara langsung dan tidak langsung dapat menurunkan kawasan rawan genangan dan banjir.

Beberapa kegiatan tersebut yang dilaksanakan Tahun 2010 – Tahun 2012 diantaranya : Pembangunan TPT Sal. Ciselajambe, Sungai Ciheuleut, Kali Kandang Sapi, Saluran Irigasi Cinangka, Cisempur, Cibenda, Cibanon, Cikerti, TPT Cibuluh, TPT Ciangke, TPT Cisindang Barang, TPT Kali Cibagolo, TPT Sungai Cibeureum, TPT Ciliwung Pulo. Selain hal tersebut 1 (satu Lokasi) calon kolam retensi telah siap Detail Engineering Designnya (DED) yaitu kolam retensi kampung keramat yang terletak di Kelurahan Tanah Baru dan Kelurahan Ciluar Kecamatan Bogor Utara, serta terdapat 4 (empat) lokasi kolam retensi yang studi kelayakannya telah dilaksanakan, yaitu :

1. Kolam Retensi Kalibuluh Kelurahan Mekarwangi Kecamatan Tanah Sareal.

2. Kolam Retensi Kelurahan Kedung Badak Kecamatan Tanah Sareal.

3. Kolam Retensi sungai Ciheuleut yang terletak di Kelurahan Cibuluh dan Kelurahan Tanah Baru Kecamatan Bogor Utara. 4. Kolam Retensi Kel. Kedung Waringin Kecamatan Tanah

Sareal.

Dalam upaya peningkatan pelayanan PDAM Tirta Pakuan, sepanjang tahun 2012 PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor telah menambah jaringan pipa dengan berbagai ukuran sepanjang

LKPJ-AMJ WALIKOTA BOGOR TAHUN 2009 - 2013 IV-87

88,079 km. Selain itu, telah pula dilaksanakan penggantian meter air periodik terhadap 19.011 meter air pelanggan, realisasi penyesuaian tarif secara proporsional dan pelayanan K3 yang meliputi pemenuhan pasokan air baku, kontinuitas, pengaliran 24 jam diseluruh daerah pelayanandan menjaga kualitas air sesuai dengan PERMENKES Nomor 492/MENKES/PER/IV/2010.

Selain itu, telah dilaksanakan pembangunan dengan menggunakan dana dari World Bank yaitu pembangunan reservoir 2.000 m3 Kota Batu, pembangunan backwash recycle WTP Dekeng, Pembangunan WTP Dekeng II dengan kapasitas 400 liter/detik.

Juga telah dilaksanakan pembangunan 2 unit filter WTP I Dekeng, perluasan jaringan pipa distribusi Paket I, perluasan jaringan pipa distribusi Paket II,penggantian pipa lama untuk menurunkan tingkat kehilangan air, dan perluasan jaringan pipa distribusi Paket III.

Peningkatan jumlah pelanggan PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor, ditunjang oleh penambahan jumlah sambungan baru sebanyak 9.014 sambungan atau 100,16% dari target 9.000 sambungan. Jumlah penambahan Pemasangan Baru air minum tersebut termasuk 1.000 SL dari Program MBR (Masyarakat Berpenghasilan Rendah) dengan sumber dana hibah dari AusAid. Sampai dengan tahun 2012, pelayanan PDAM Tirta Pakuan melebihi target pencapaian persentase penduduk berakses air minum, yaitu 66,47% dibandingkan target pencapaian sebesar 61,72%. Data pencapaian target pelayanan air minum dapat dilihat pada tabel di bawah ini.

LKPJ-AMJ WALIKOTA BOGOR TAHUN 2009 - 2013

IV-88

Tabel 4.37

Jumlah Pelanggan dan Cakupan Pelayanan

No. Uraian Tahun

2009 2010 2011 2012

1 Jumlah Pelanggan 86.587 95.995 103.841 112.111

2 Cakupan Pelayanan 50,09% 58,47% 63,10% 66,47%

Untuk air minum non PDAM dilaksanakan oleh SKPD terkait yaitu pada Tahun 2012 melalui Dinas Pengawasan Bangunan dan Permukiman dengan sumber dana dari DAK dan APBD II Kota Bogor dengan target penambahan cakupan pelayanan sebanyak 1.120 KK (940 KK DAK dan 180 KK APBD II) dengan rincian kegiatan sebagai berikut : a. Infrastruktur Air Minum (DAK 2012 dan dana Pendamping)

terdapat di 9 Kelurahan yaitu Kel. Katulampa, Kel. Harjasari, Kel. Semplak, Kel. Situgede, Kel. Rancamaya, Kel. Pamoyanan dan Kel. Ciluar dengan menambah cakupan pelayanan sebanyak 940 KK

b. Selain dari kegaitan yang bersumber dari DAK terdapat juga kegiatan yang bersumber dari APBD-P Kota Bogor di 4 Kelurahan yaitu Kel. Bondongan, Kel. Bubulak, Kel. Gunungbatu dan Kel. Mulyaharja dengan menambah cakupan pelayanan sebanyak 180 KK

Kondisi penanganan air limbah di Kota Bogor pada saat ini adalah sebagai berikut ;

1. Air dari dapur, mandi dan cuci :

a. On-site Disposal System, seperti dibuang langsung ke pekarangan rumah tanpa menggunakan saluran

LKPJ-AMJ WALIKOTA BOGOR TAHUN 2009 - 2013 IV-89

b. Imperfect Sewerage System, yaitu dengan menggunakan saluran (sewerage system)

2. Sistem Terpusat (on-site) a. Kotoran manusia

b. On-site Disposal System, yang meliputi penggunaan cubluk dan septic tank.

3. Sistem Terpusat (off-site)

Kota Bogor hanya memiliki satu Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang dibangun pada tahun 1997, terletak di Tegal Gundil dengan system pengolahan biologis berupa kolam-kolam (ponds) yang terdiri dari bak pengumpul, kolam anaerob, kolam fakultatif, kolam maturasi dan kolam pengolah lumpur dengan kapasitas 1,4 liter/detik dan dapat melayani sebanyak 600 sambungan rumah (SR).

Sejak dibangun tahun 1997 sampai dengan tahun 2010, IPAL Tegal Gundil baru melayani 300 SR, sehingga pemanfaatannya kurang optimal. Untuk itu pada tahun 2010 Pemerintah Kota Bogor mendapat bantuan dana dari Kementrian Pekerjaan Umum, melalui Satuan Kerja Pengembangan Penyehatan Lingkungan Permukiman Jawa Barat membuat rewiew DED Optimalisasi IPAL Tegal Gundil. Untuk mengoptimalkan IPAL Tegal Gundil dilakukan penambahan jaringan pelayanan untuk sambungan rumah di wilayah Perumahan Villa Citra padatahun 2011 dilakukan penambahan 55 SR, disamping itu juga dibangun IPLT Tegal Gundil. Tahun 2012 tidak ada penambahan sambungan rumah karena terkendala kesediaan masyarakat dalam pemasangan pipa, baik pipa primer maupun pipa sekunder sehingga lebih banyak dilakukan sosialisasi untuk peningkatan kesadaran masyarakat terhadap sanitasi. Tahun 2012 Pemerintah Kota

LKPJ-AMJ WALIKOTA BOGOR TAHUN 2009 - 2013

IV-90

Bogor mendapat bantuan truk tinja sebagai penilaian kinerja pemerintah daerah dalam penanganan sanitasi. Sampai dengan triwulan ketiga 2013 penambahan sambungan rumah sebanyak 26 SR. Program ini dilaksanakan oleh tiga SKPD, yaitu sambungan rumah yang terkait dengan IPAL Tegal Gundil dilaksanakan oleh Dinas Kebersihan dan Pertamanan, sanimas oleh Dinas Pengawasan Bangunan dan Permukiman, serta rumah tangga bersanitasi yang terkait dengan cubluk dan BABS oleh Dinas Kesehatan.

Tabel target dan realisasi Rumah Tangga Bersanitasiberdasarkan RPJMD 2010 – 2014 PROGRAM INDIKATOR KINERJA TAHUN TARGET (%) REALISASI (%) Program Pengembangan Kinerja Pengelolaan Air Minum dan Limbah dengan sasaran : Meningkatnya Kinerja Pengelolaan Air Limbah

Cakupan rumah tangga bersanitasi per jumlah rumah tangga

2009 - - 2010 78,67% 78,67 % 2011 78,74% 78,74 % 2012 78,78% 78,78 % 2013 (Sem. 1) 78,82% 78,82 %

Sumber : Dinas Kebersihan dan Pertamanan, 2013

Capaian program pengelolaan areal pemakaman yang dilaksanakan oleh Dinas Kebersihan dan Pertamanan, jumlah TPU (Tempat Pemakaman Umum) yang terdata sampai dengan 2013 berjumlah 9 lokasi yang tersebar di Kecamatan Bogor Selatan, Bogor Barat, Tanah Sareal dan Bogor Utara melebihi target RPJMD yang berjumlah 3 lokasi dari tahun 2010-2014.

LKPJ-AMJ WALIKOTA BOGOR TAHUN 2009 - 2013 IV-91

Tabel. 4.38

Lokasi TPU berikut jumlah makam

NO KECAMATAN KELURAHAN NAMA TPU LUAS JUMLAH

MAKAM

1. Bogor Selatan Cipaku TPU Cipaku 21.800 5.635

Cipaku TPU Cipaku baru 140.000 7.075

Genteng TPU Gunung Gadung 350.000 14.085

Empang TPU Dreded 64.815 -

Mulyaharja TPU Mulyaharja 21.615 -

2. Bogor Barat Situ Gede TPU Situ Gede 32.654 -

3. Tanah Sareal Kebon Pedes TPU Blender 66.715 12.115

Kayu Manis TPU Kayu Manis 26.672 102

4. Bogor Utara Cimahpar TPU Cimahpar 6.150 -

Untuk peningkatan pelayanan tahun 2011 dibeli 1 unit mobil jenazah, hingga tahun 2013 jumlah mobil jenazah yang dimiliki oleh Dinas Kebersihan dan Pertamanan berjumlah 5 unit. Tahun 2012 dibuat Naskah Akademis Raperda Pemakaman dan Perencanaan Areal TPU. Untuk peningkatan sarana dan prasarana penunjang infrastruktur TPU dilakukan renovasi bangunan kantor TPU, pembuatan gapura, pengaspalan jalan lingkungan areal pemakaman maupun pembuatan tempat tunggu untuk ahli waris/pengunjung TPU.

Capaian program peningkatan utilitas perkotaan target penambahan PJU sebanyak 200 TL setiap tahunnya, untuk tahun 2009 penambahan PJU sebanyak 208 TL dan pemeliharaan PJU sebanyak 875 TL sedangkan untuk tahun

2010 penambahan PJU sebanyak 181 TL dan

pemeliharaanPJU sebanyak 1.475 TL. Jumlah PJU terpelihara pada tahun 2011 sebanyak 1.820 TL dan jumlah lampu terpasang dengan rincian sebagai berikut 190 TL PJU di lingkungan permukiman, 20 TL lampu taman, 7 TL lampu highmast dan 25 unit panel yang termeterisasi. Tahun 2011

LKPJ-AMJ WALIKOTA BOGOR TAHUN 2009 - 2013

IV-92

Pemerintah Kota Bogor mendapat bantuan keuangan dari Propinsi Jawa Barat sebesar Rp. 9.000.000.000,00 untuk pengadaan dan pemasangan PJU Sistem Dimming di Kota Bogor sehingga terpasang 1.641 TL lampu system Dimming di jalan-jalan protokol dan penghubung serta Rp. 4.000.000.000,00 untuk pengadaan komponen PJU dan Rp. 1.000.000.000,00 untuk pembuatan Masterplan dan DED PJU Kota Bogor yang kegiatannya dilaksanakan di Bappeda sehingga jumlah lampu terpasang pada tahun 2011 sebanyak 1.820 TL. Tahun 2012, jumlah PJU terpelihara sebanyak 2.081 TL dari total 9000 TL jumlah PJU yang ada. Pemerintah Kota Bogor tahun 2012 mendapat bantuan keuangan dari Pemerintah Propinsi Jawa Barat sebesar Rp.20.000.000.000,00 untuk pemasangan 1.146 TL PJU lingkungan permukiman dan 67 TL lampu PJU tipe kujang dan highmast yang dipasang di Jalan Pajajaran dari mulai JL. Salak s.d Pintu Tol Baranagsiang serta lampu PJU LED, highmast dan lampu hias sebanyak 164 TL di Jalan Jalak Harupat, Jalan Djuanda dan Jalan Otista sebagai implementasi dari Masterplan dan DED PJU Kota Bogor yang dibuat tahun 2011 oleh Bappeda sehingga jumlah lampu terpasang pada tahun 2012 sebanyak 2.081. Tahun 2013 jumlah PJU terpelihara sebanyak 2.628 TL dan jumlah PJU terpasang terdiri atas 103 TL, Pemasangan PJU Di Jalan Gang Lingkungan Permukiman sebanyak 105 TL dan Relokasi PJU Ex Underpass sebanyak 30 TL sehingga jumlah lampu terpasang tahun 2013 sebanyak 238 TL.

LKPJ-AMJ WALIKOTA BOGOR TAHUN 2009 - 2013 IV-93

Tabel target dan realisasi program peningkatan utilitas perkotaan berdasarkan RPJMD 2010 – 2014 PROGRAM INDIKATOR KINERJA TAHUN TARGET (Titik ) REALISASI (Titik) Program Peningkatan Utilitas Perkotaan

Jumlah PJU 2009 5.854 titik 6.062 (208)

2010 6.062 titik 6.451 (181)

2011 6.262 titik 8.271 (1.820)

2012 6.462 titik 10.352 (2.081)

2013 (Sem. 1) 6.666 titik 10.590 (238)

Sumber : Dinas Kebersihan dan Pertamanan 2013

Kegiatan relokasi/pembangunan/perbaikan gedung pemerintah Tahun Anggaran 2012 dengan tujuan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Kegiatan ini dilaksanakan pada 17 lokasi (2 unit merupakan pembangunan gedung dan 15 unit merupakan perbaikan gedung). Capaian kerja mencapai 113,33% karena dari target 15 gedung dapat terealisasi 17 gedung pemerintah.

Kegiatan pengendalian dan pengawasan bangunan bertujuan mengawasi jumlah unit bangunan per tahun di Kota Bogor. Pada tahun 2012, jumlah target kinerja tercapai 355% karena target bangunan sebanyak 480 bangunan terealisasi 1.708 bangunan.