• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENYELENGGARAAN URUSAN PEMERINTAHAN DAERAH

B. URUSAN WAJIB YANG DILAKSANAKAN 1. Urusan Pendidikan

3. Urusan Lingkungan Hidup

Pembangunan Bidang Lingkungan Hidup bertujuan untuk mewujudkan kualitas lingkungan dan daya dukung lingkungan untuk menunjang pembangunan secara berkelanjutan, implementasinya melalui program-program sebagai berikut:

Program

a. Pengendalian Pencemaran dan Perusakan Lingkungan, dengan sasaran sebagai berikut;

1) Terpantaunya kualitas air, dengan indikasi kegiatan pengujian dan analisa kualitas air sungai dana air sumur, 2) Terpantaunya kualitas udara dengan indikasi kegiatan

pengujian dan analisa kualitas udara

3) Terpantaunya kualitas tanah dengan indikasi kegiatan pengujian dan analisa kualitas tanah;

LKPJ-AMJ WALIKOTA BOGOR TAHUN 2009 - 2013 IV-63

4) Meningkatnya pengawasan pelaksanaanpengelolaan lingkungan dengan indikasi kegiatan pemantauan pelaksana SPPL, UKL-UPL, AMDAL pada usaha kegiatan b. Peningkatan Pengendalian Polusi, dengan sasaran sebagai

berikut:

1) terkendalinya polusi udara dengan indikasi kegiatan pengujian dan analisa beban emisi kendaraan bermotor dan dari kegiatan usaha;

2) Terkendalinya polusi limbah cair dari usaha dan atau kegiatan dengan indikasi kegiatan pengujian dan analisa kualitas limbah cair.;

3) Terpantaunya pengelolaan limbah B3 dengan indikasi kegiatan pengawasan dan pembinaan kegiatan penghasil B3;

4) Menurunnya dampak lingkungan akibat emisi gas buang dengan indikasi kegiatan pengumpulan dan pengolahan minyak jelantah, Penyediaan sarana dan prasarana bioisel, Gasifikasi kendaraan, Penyediaan sarana dan prasarana pengisian gas untuk kendaraan .

c. Peningkatan Kualitas dan Akses Informasi Sumberdaya Alam dan Lingkungan Hidup, dengan sasaran sebagai berikut;

1) Meningkatnya edukasi dan komunikasi masyarakat di bidang lingkungan hidup dengan indikasi kegiatan Pembinaan sekolah peduli dan berbudaya lingkungan dan sekolah adiwiyata, Pembinaan kelompok masyarakat peduli lingkungan, Pembinaan hari-hari besar lingkungan hidup,

2) Meningkatnya ketersediaan data dan informasi lingkungan dengan indikasi kegiatan Penyusunan status lingkungan hidup daerah Kota Bogor yang memuat data, analisa

LKPJ-AMJ WALIKOTA BOGOR TAHUN 2009 - 2013

IV-64

kebijakan dan tindak lanjut, penyusunan ketentuan di bidang lingkungan hidup.

d. Kemitraan Lingkungan Hidup, dengan sasaran Meningkatkan kemitraan pemerintah, perguruan tinggi, masyarakat, swasta dalam bidang lingkungan hidup dengan indikasi kegiatan kemitraan dalam penyediaan sarana prasarana, edukasi dan penanganan dampak lingkungan hidup.

e. Perlindungan dan Konservasi Sumberdaya Alam, dengan sasaran sebagai berikut;

1) Meningkatnya penanganan lahan kritis dengan indikasi kegiatan inventarisasi dan rehabilitasi lahan kritis;

2) Meningkatnya konservasi sumber daya air, dengan indikasi kegiatan Perlindungan mata air , Pemantauan dan pengendalian eksploitasi air tanah dan Pengembangan sumur resapan.

f. Pengembangan Kinerja Pelayanan Persampahan, dengan sasaran meningkatnya kualitas sarana dan prasarana persampahan dengan indikasi kegiatan; Penyediaan, peremajaan, pemeliharaan sarana pengangkutan sampah, Penyediaan sarana pengelolaan sampah di TPA Galuga , Penambahan dan pemeliharaan sarana dan prasarana TPA Galuga, Perbaikan pengelolaan sampah di TPA Galuga, Persiapan dukungan pada TPA Nambo, Persiapan TPPAS, Pengelolaan sampah dan penyediaan sarana dan prasarana sampah program 3R, Sosialisasi dan pembinaan masyarakat dalam mengelola sampah secara mandiri.

g. Pengelolaan Ruang Terbuka Hijau, dengan sasaran sebagai berikut; Peningkatan kuantitas dan kualitas taman kota dan taman lingkungan dengan indikasi kegiatan Perencanaan RTH, Pembangunan RTH Pemeliharaan RTH, Penataan RTH,

LKPJ-AMJ WALIKOTA BOGOR TAHUN 2009 - 2013 IV-65

Penyediaan dan pemutakhiran data RTH, Pengujian pohon peneduh rawa tumbang,

Tertatanya lokasi eks PKL dengan indikasi kegiatan penataan jalur hijau eks PKL sebanyak 17 titik lokasidari tahun 2010 sampai dengan tahun 2014.

Pencapaian

Dari pelaksanaan program-program dan kegiatan-kegiatan sepanjang 2009-2013, hasilnya adalah :

a. Pencapaian program pengendalian pencemaran dan perusakan lingkungan diukur dari beberapa indikator sebagai berikut;

 Tingkat pemenuhan baku mutu kualitas air tahun 2011 dan 2012 sebesar 100 persen dengan persentase jumlah sampling yang dipantau sebesar 100 persen pada tahun 2010 sebanyak 27 sampel air sungai dan 4 sampel air situ, pada tahun 2011 sebanyak 27 sampel air sungai, 2 sampel air situ dan 10 sampel air sumur. Sedangkan pada tahun 2012 sebanyak 27 sampel air sungai, 2 sampel air situ, dan 5 sampel air sumur. Sementara untuk tahun 2013 pengujian masih dalam proses pelaksanaan. Adapun hasil dari pengujian tersebut adalah sebagai berikut :

 Data hasil pengujian kualitas sungai menunjukan semua sampel air sungai kurang memenuhi persyaratan baku mutu PP 82/2001, untuk peruntukan kelas dua. Parameter yang melebihi baku mutu pada umumnya adalah tingginya kadar BOD, deterjen, fosfat, sulfat, jumlah total coliform dan sebagian lokasi ternidikasi adanya parameter fenol

LKPJ-AMJ WALIKOTA BOGOR TAHUN 2009 - 2013

IV-66

 Kualitas air situ menunjukan semua sampel air situ kurang memenuhi persyaratan baku mutu pada umumnya untuk parameter BOD, Oksigen terlarut, deterjen dan bakteri total coliform.

 Untuk kualitas air sumur penduduk, hampir semua lokasi sumur terindikasi tercemar deterjen sedangkan untuk sumur di daerah Kecamatan Bogor Tengah terindikasi meningkatnya kandungan bakteri koli.

 Tingkat pemenuhan baku mutu kualitas udara tahun 2011 dan 2012 sebesar 100 persen dengan persentase jumlah sampling sebesar 100 persen pada 2010 adalah sebanyak 15 titik, pada tahun 2011 dan 2012 adalah masing-masing sebanyak 30 titik dan pada tahun 2013 pengujian masih dalam pelaksanaan.

Hasil dari pengujian dan analisa kualitas udara sebagai berikut :

 Kualitas udara ambient untuk parameter debu, hampir di setiap titik lokasi pengambilan menunjukkan hasil yang relatif tinggi terhadap baku mutu namun masih berada di bawah baku mutu yang dipersyaratkan dan terdapat satu lokasi pengambilan sampel yang melebihi baku mutu yaitu di perbatasan kota arah Bogor Barat – Dramaga, hal ini harus diwaspadai dan harus mendapatkan perhatian

 Kualitas udara untuk parameter kebisingan dari semua lokasi pengambilan sampel menunjukkan hasil yang melebihi baku mutu yang dipersyaratkan

 Hasil pengujian kualitas udara emisi terhadap 4 kegiatan usaha atau industri di Kota bogor menunjukkan hasil yang masih di bawah baku mutu

LKPJ-AMJ WALIKOTA BOGOR TAHUN 2009 - 2013 IV-67

udara emisi berdasarkan Permen LH No. 07/2007 dari empat kegiatan industri yang diuji

 Kondisi kualitas udara Kota Bogor berdasarkan hasil pemantauan dan pengujian kualitas udara (pada periode pengujian Oktober 2012) tersebut, secara umum menunjukkan bahwa sebagian besar parameter yang diukur masih belum melebihi kriteria mutu udara ambient

 Penilaian dilakukan berdasarkan kriteria baku mutu kualitas udara ambient sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 41 tahun 1999 tentang Pengendalian Pencemaran Udara dan berdasarkan surat keputusan Gubernur Kepala Daerah tingkat I Propinsi Jawa Barat No. 60.31 / SK. 694-BKPMD/ 1962 tentang Baku Mutu Gas H2S, NH3 dan Kebisingan.

 Tingkat pemenuhan baku mutu kualitas limbah cair sebesar 100 persen dengan persentase jumlah sampling yang dipantau tahun 2010, 2011, 2012 dan 2013 masing-masing sebanyak 41 sampel limbah kegiatan usaha, dengan hasil sebagai berikut :

 Hasil pengujian dan analisa kualitas limbah cair terhadap 10 kegiatan rumah sakit menunjukan sebagian besar telah memenuhi nilai baku mutu KepMenLH 58/1995, namun masih terdapat beberapa parameter yang nilainnya melebihi baku mutu yang dipersyaratkan diantaranya : BOD, COD, Fosfat dan TSS di beberapa RS

 Hasil pengujian dan analisa kualitas limbah cair terhadap 12 kegiatan rumah makan terdapat beberapa parameter yang melebihi nilai baku mutu KepMenLH

LKPJ-AMJ WALIKOTA BOGOR TAHUN 2009 - 2013

IV-68

112/2003 diantaranya : BOD, TSS, Minyak dan Lemak untuk dibeberapa kegiatan rumah makan.

 Hasil pengujian dan analisa kualitas limbah cair terhadap 6 kegiatan perbengkelan terdapat beberapa parameter yang melebihi nilai baku mutu SK Gub Jabar 06/1999 Gol. I diantaranya : COD, Minyak lemak dan H2S.

 Hasil pengujian dan analisa kualitas limbah cair terhadap 5 kegiatan Swalayan/Supermarket terdapat parameter yang melebihi nilai baku mutu KepMenLH 112/2003 yaitu : Parameter ZPT terdeteksi di dua Swalayan.

 Hasil pengujian dan analisa kualitas limbah cair terhadap 1 kegiatan Rumah Potong Hewan untuk semua parameter telah memenuhi nilai baku mutu yang dipersyaratkan.

 Hasil pengujian dan analisa kualitas limbah cair terhadap 1 kegiatan Industri terdapat beberapa parameter yang melebihi nilai baku mutu KepMenLH 112/2003 diantaranya : Parameter TSS dan Seng (Zn).  Hasil pengujian dan analisa kualitas limbah cair

terhadap 5 kegiatan Perhotelan terdapat parameter yang melebihi nilai baku mutu KepMenLH 52/1995 yaitu : Parameter COD terdapat didua Hotel

 Tingkat pemenuhan baku mutu kualitas tanah pada tahun 2012 adalah 10 lokasi dan 22 titik.

 Tingkat pemenuhan kualitas lingkungan pada tahun 2009 adalah sebanyak 27 sampel sungai, 4 sampel situ dan 12 sampel limbah cair. Sementara untuk tahun 2013 pengujian dilakukan pada semester II.

LKPJ-AMJ WALIKOTA BOGOR TAHUN 2009 - 2013 IV-69

 Pencapaian indikator penguatan kapasitas DAS Cisadane adalah sebanyak 1 lokasi DAS pada tahun 2010 dan pada tahun 2011 adalah dalam bentuk booklet, lembar kebijakan dan manual book.

 Pencapaian indikator jumlah alat pantau kualitas udara yang terpelihara pada tahun 2010, 2011 dan 2013 adalah masing-masing sebanyak 1 titik dan pada tahun 2012 tidak terserap. Sedangkan untuk tahun 2013 adalah 1 titik yang akan dilaksanakan pada semester II.

 Pencapaian indikator SPPL,UKL/UPL dan Amdal dari kegiatan usaha yang ada di Kota Bogor yang telah dipantau dan diawasi pada tahun 2009 adalah sebanyak 15 kegiatan /usaha, meningkat pada tahun 2010 dan 2011 menjadi masing-masing 100 kegiatan/usaha dan pada tahun 2012 dan 2013 masing-masing sebanyak 150 dan 110 kegiatan/usaha.

 Pencapaian indikator sumber pencemaran air sepanjang DAS Cisadane dan Ciliwung yang telah di inventarisasi serta diidentifikasi pada tahun 2012 dan 2013 adalah sebanyak 6 kecamatan dengan titik yang tersebar di sepanjang DAS.

 Pencapaian indikator jumlah naskah akademik yang tersusun adalah sebanyak 1 naskah yaitu draf Raperda tentang perlindungan dan pengelolaan Lingkungan Hidup Kota Bogor di tahun 2012.

 Pencapaian indikator jumlah IPAL Biogas terbangun pada tahun 2012 adalah sebanyak 8 Unit yaitu di Keliurahan Muarasari dan Kelurahan Harjasari. Sedangkan pada tahun 2013 meningkat menjadi 10 Unit.

LKPJ-AMJ WALIKOTA BOGOR TAHUN 2009 - 2013

IV-70

 Pencapaian indikator kasus pengaduan dugaan pencemaran yang tertangani pada tahun 2012 adalah sebanyak 10 kasus dan 2013 adalah sebanyak 4 kasus. b. Pencapaian Program Peningkatan dan Pengendalian Polusi

diukur dari beberapa indikator adalah sebagai berikut:

 Jumlah kegiatan usaha yang diawasi dan dibina pada tahun 2011 dan 2012 masing-masing sebanyak 30 kegiatan usaha dan 75 persennya belum memiliki ijin TPS limbah B3, sedangkan pencapaian tahun 2013 sebanyak 30 kegiatan usaha dan industri 100 persen telah memiliki TPS B3 dan ijin TPS limbah B3.

 Pencapaian indikator jumlah minyak jelantah yang terkumpul pada tahun 2010 adalah sebanyak 8.760 liter/tahun, meningkat menjadi 12.050 liter minyak jelantah atau 16.070 liter/tahunbiodesel di tahun 2011, 23.142 liter minyak jelantah atau 16.658 liter/tahun bodesel pada tahun 2012 dan tahun 2013 sebanyak 40.000/tahun liter minyak jelantah atau 32.000 liter/tahun biodesel.

c. Pencapaian Program Peningkatan Pengendalian Kualitas dan Akses Informasi Sumberdaya Alam dan Lingkungan Hidup diukur dari beberapa indikator adalah sebagai berikut:

 Tingkat ketersediaan SLDH tahun 2009 sampai dengan tahun 2013 adalah berurut sebagai berikut 6 buah buku laporan dan 3 buah cd, 30 buah buku laporan dan 5 buah cd, 10 buah buku laporan dan 5 cd, 2 buku laporan dan 2 buku laporan SLHD pada tahun 2013.

 Jumlah sekolah yang dibina untuk menjadi sekolah berbudaya lingkungan pada tahun 2010 adalah sebanyak 20 sekolah untuk SBL dan 5 Sekolah untuk Adiwijaya serta sosialisasi pada 40 orang. Pada tahun

LKPJ-AMJ WALIKOTA BOGOR TAHUN 2009 - 2013 IV-71

2011 adalah sebanyak 50 orang dan 15 sekolah. Pada tahun 2012 sebanyak 25 sekolah dan 45 orang,

 Jumlah kelompok masyarakat yang terbina aspek lingkungan hidup tahun 2009 adalah sebanyak 40 orang dari 20 sekolah, pada tahun 2011 adalah sebanyak 300 orang, pada tahun 2012 capaian sosialisasi dan edukasi di 6 Kecamatan dengan menggunakan mobil hijau, selanjutnya pada tahun 2013 capaian indikator sebanyak 80 sekolah serta soialisasi edukasi lingkungan hidup di 6 Kecamatan dengan menggunakan mobil hijau yang dilaksanakan pada semester II.

d. Pencapaian Program Kemitraan Lingkungan Hidup dapat diukur dengan beberapa indikator sebagai berikut;

 Jumlah kemitraan pada tahun 2010 adalah 1 kemitraan kegiatan gerakan peduli lingkungan di 6 kecamatan di Kota Bogor, pada tahun 2012 adalah terbentuk 2 kemitraan koordinasi dan pemutakhiran data non fisik adipura, dan pada tahun 2013 terbentuk 1 kemitraan dengan PT Fasfood Indonesia.

e. Pencapaian Program Perlindungan dan Konservasi Sumber Daya Alam dapat diukur dari beberapa indikator sebagai berikut;

 Indikator jumlah sumber mata air yang dilindungi pada tahun 2009 adalah 2 sumber mata air di Kelurahan Tegal Gundil dan Ciparigi. Pada tahun 2010 dan 2011 masing-masing terdapat 3 sumber daya air yang terlindungi yaitu di Kelurahan Ciparigi, Pamoyanan dan Tegalega. Selanjutnya pada tahun 2012 terdapat 2 sumber mata air terlindungi di Kelurahan Pamoyanan

LKPJ-AMJ WALIKOTA BOGOR TAHUN 2009 - 2013

IV-72

dan Tegalega. Pada Tahun 2013 terdapat 6 sumber mata air terlindungi yaitu di Kelurahan Cimahpar, Ciparigi, Mekarwangi, Cikaret, Cipaku dan Sindangrasa.

 Indikator jumlah pohon yang tertanam pada tahun 2010 adalah sebanyak 500 batang pohon di bantaran sungai Ciliwung dan Cisadane Kelurahan Katulampa dan Batu Tulis. Pada tahun 2011 adalah sebanyak 600 pohon dengan luas penanaman sesuai dengan target RPJMD sebesar 0,54 Ha.

 Pencapaian terhadap indikator jumlah RTH yang tertanam pohon pada tahun 2012 adalah di 3 lokasi RTH yaitu di Kelurahan Kertamaya, Ranggamekar dan Tanah Baru.

 Pencapaian terhadap indikator jumlah laporan Kajian Pengelolaan Air Tanah pada tahun 2011 adalah tersusunnya 1 laporan Rencana Induk Terpadu Pengelolaan Air Tanah di Kota Bogor yang selanjutnya digunakan sebagai dasar pemberian ijin pemakaian air tanah dan perhitungan nilai perolehan air (pajak air tanah). Selanjutnya tahun 2012 laporan hasil kajian tersebut disosialisasikan kepada masyarakat swasta dan internal pemerintahan.

 Pencapaian terhadap indikator data lahan kritis yang terinventaris di seluruh Kota Bogor pada tahun 2010 adalah inventarisasi lahan kritis di Kecamatan Bogor Selatan, pada tahun 2011 di Kecamatan Bogor Barat dan Bogor Tengah, pada tahun 2012 di Kecamatan Bogor utara dan tahun 2013 di kecamatan Bogor Timur dan Tanah Sareal.

LKPJ-AMJ WALIKOTA BOGOR TAHUN 2009 - 2013 IV-73

 Pencapaian indikator jumlah perusahaan/kegiatan yang dipantau penggunaan air tanah didalamnya di Kota Bogor pada tahun 2009, 2010, 2012 adalah masing-masing sebanyak 150 perusahaan, namun pada 2011 capaian hanya sebesar 80 perusahaan dari target 150 perusahanan. Untuk tahun 2013 kegiatan dilaksanakan pada semester II.

 Capaian terhadap indikator jumlah perusahaan pemanfaatan air tanah pada tahun 2011 adalah sebanyak 160 perusahaan, tahun 2012 sebanyak 169 perusahaan dan pada tahun 2013 adalah sebanyak 184 perusahaan.

 Pencapaian terhadap indikator jumlah pohon yang tertanam dan luas lahan kritis yang tertangani dalam rangka Gerakan Penanaman 1 Milyar Pohon pada tahun 2011 adalah sebanyak 300 pohon dan seluas 7600m2 penanganan lahan kritis bertempat di arboretum kota Kelurahan Tanah Baru Kecamatan Bogor Utara.

 Pencapaian terhadap indikator jumlah lokasi sekolah dalam rangka program green school dan green province pada tahun 2011 sebanyak 15 Sekolah

 Pencapaian terhadap indikator tersusunnya laporan kajian

 Pencapaian Program Pengembangan Kinerja Pelayanan Persampahan Sepanjang tahun 2009 tercatat adanya kenaikan jumlah timbulan sampah sebesar 3,13% dibandingkan dengan kondisi tahun 2008 yang mencapai 2.224 m3 / hari, karena rata-rata timbulan sampah total mencapai 2.294 m3/ hari. Meningkatnya jumlah timbulan sampah disebabkan oleh bertambahnya jumlah penduduk

LKPJ-AMJ WALIKOTA BOGOR TAHUN 2009 - 2013

IV-74

Kota Bogor, berubahnya pola konsumsi masyarakat Kota Bogor sebagai kota jasa dan perdagangan, dan bertambahnya tingkat kunjungan wisata baik lokal maupun internasional di Kota Bogor yang secara tidak langsung turut menyumbang proses kenaikan volume sampah, namun peningkatan yang relatif kecil ini, pada dasarnya masih dapat tertangani melalui berbagai kegiatan peningkatan pelayanan kebersihan dengan mengoptimalkan pelayanan persampahan.

Target RPJMD Tahun 2009 sebesar 70%, jumlah sampah yang terangkut pada tahun 2009 sebesar 1.602 m3/hari atau telah mencapai 69,83% dari target sampah terangkut, hal ini berarti kurang 0,17% dari target yang telah ditetapkan. Kurangnya pencapaian target ini antara lain disebabkan karena ditutupnya jalan akses menuju TPA Galuga oleh sekelompok orang selama kurang lebih dua belas hari, sehingga menyebabkan terhambatnya proses pembuangan sampah ke TPA Galuga.

Timbulan sampah Kota Bogor pada tahun 2010 sebesar 2.337 m3 atau meningkat 1,8% dari 2.294 m3 pada tahun 2009. Dari timbulan sampah ini baru dapat terlayani sebanyak 1.638 m3/hari ke TPA atau meningkat 36 m3

dibanding tahun 2009 yaitu sebesar 1.602 m3/hari. Apabila melihat tingkat pelayanan berdasarkan jumlah sampah terangkut dibandingkan dengan timbulan sampah, maka capaian layanan tahun 2010 adalah 70% atau meningkat 0,17% dibandingkan dengan tahun 2009. Capaian layanan ini sesuai dengan target RPJMD kota Bogor tahun 2010 sebesar 70%.

Pada tahun 2011 jumlah wilayah pelayanan persampahan sebesar 70,14 % dari total luas wilayah

LKPJ-AMJ WALIKOTA BOGOR TAHUN 2009 - 2013 IV-75

administrative Kota Bogor. Target tersebut relevan dengan volume sampah terangkut/terolah dibandingkan dengan total timbulan sampah. Volume sampah Kota Bogor tahun 2011 diperhitungkan mencapai 2.402.4 M3

atau naik sebanyak 2.8% dari 2.337 m3 pada tahun 2010 (asumsi kenaikan jumlah penduduk sebesar 2,8%). Target penambahan wilayah layanan sebesar 0,14% dari tahun 2010,

Pada tahun 2012 jumlah wilayah pelayanan sampah sebesar 70,21 % dari total luas wilayah administrative Kota Bogor. Target tersebut relevan dengan volume sampah terangkut/terolah dibandingkan dengan total timbulan sampah. Volume sampah Kota Bogor tahun 2012 diperhitungkan mencapai 2.447 m3/hari atau naik sebanyak 1.87% dari 2.402 m3/hari pada tahun 2011, luas cakupan wilayah pelayanan persampahan mencapai 70,1% (seluas 8.306 Ha) dari luas wilayah Kota Bogor (11.850 Ha). Pada Tahun 2012, luas wilayah pelayanan meningkat menjadi 70,21 % (8.318,7 Ha) dengan melakukan intervensi terhadap wilayah yang belum terlayani oleh armada pengangkutan sampah. Tambahan wilayah layanan Tahun 2012 seluas ± 17,1 Ha (melampaui target RPJMD seluas 16,9 Ha).

Tahun 2013 sampai dengan semester 1 jumlah timbulan sampah mencapai2.484 m3/hari dengan luas cakupan wilayah pelayanan persampahan meningkat menjadi 70.32% dari luas cakupan wilayah pelayanan persampahan. Capaian ini lebih besar dari dengan target RPJMD sebesar 70.30%. Dengan adanya hibah motor sampah sebanyak 25 unit dari Propinsi Jawa Barat yang akan diserahkan pada akhir September 2013 kepada

LKPJ-AMJ WALIKOTA BOGOR TAHUN 2009 - 2013

IV-76

Pemerintah Kota Bogor dan penambahan armada angkutan sampah yang dialkukan oleh Dinas Kebersihan dan Pertamanan berupa pengadaan dump truck, bak container dan compector truck sedang dalam proses pelelangan di Unit Pelayanan Pengadaan Kota Bogor dan diperkirakan pada bulan September dan Oktober 2013 pengadaan dimaksud sudah dapat direalisasikan sehingga dapat menambah luas cakupan wilayah pelayanan hingga 70,38%.

f. Pencapaian Program Pengelolaan Ruang Terbuka Hijau diukur dari dua indikator:

Indikator luas taman kota dan taman lingkungan. Capaian luas taman kota dan taman lingkungan Kota Bogor tahun2009 penambahan luas taman kota hanya

16 m2 atau 4% dari target RPJMD 400 m2, dengan