Sumber: BKPM Provinsi DIY
10 URUSAN KOPERASI DAN USAHA KECIL MENENGAH (UKM)
10 URUSAN KOPERASI DAN USAHA KECIL MENENGAH (UKM)
Program pembangunan dalam mengembangkan koperasi dan UKM di Provinsi DIY adalah dengan memberdayakan usaha mikro, kecil dan menengah yang disinergikan dengan kebijakan program dari pemerintah pusat. Salah satu upaya pembinaan UKM adalah melalui sentra industri, karena upaya ini lebih efektif dan efisien, disamping itu juga banyak melibatkan usaha mikro dan kecil. Dalam jangka panjang, koperasi dan UKM perlu terus ditumbuh kembangkan untuk menopang roda perekonomian daerah, khususnya dan perekonomian nasional pada umumnya.
Tabel 4.24
Perbandingan Jumlah Koperasi dan UKM di Provinsi DIY, 2008‐2011
Indikator 2008 2009 2010 2011
jumlah koperasi aktif 2.195 2.316 1.926 1.981
jumlah UKM 152.340 164.847 182.232 201.975
Sumber: Disperindagkop Provinsi DIY
Perkembangan jumlah koperasi dan UKM di Provinsi DIY, dari tahun ke tahun 2008–2011 per 31 Desember 2011 mengalami kenaikan. Tercatat pada tahun 2010, jumlah koperasi aktif sebanyak 1.926 koperasi, mengalami kenaikan sebanyak 55 koperasi atau 2,86% dibanding tahun 2010 yaitu sebanyak 1.926 koperasi. Demikian halnya untuk UKM pada tahun 2011 juga mengalami kenaikan sebesar 19.743 UMKM atau sebesar 10,83% debanding dengan tahun 2010.
Pembangunan di bidang koperasi dan UKM tahun 2008–2011 dilaksanakan melalui program‐program sebagai berikut:
1. Program Penciptaan Iklim Usaha Kecil Menengah yang Kondusif.
2. Program Pengembangan Kewirausahaan dan Keunggulan Kompetitif Usaha Kecil Menengah.
3. Program Pengembangan Sistem Pendukung Usaha Bagi Usaha Mikro Kecil Menengah.
4. Program Peningkatan Kualitas Kelembagaan Koperasi.
Tabel 4.25
2008 2 15 449.277.500 425.760.520 95,00 100,00
2009 2 12 307.243.000 291.266.178 95,00 100,00
2010 4 18 947.498.550 882.939.550 93,00 100,00
2011 4 8 509.587.284 461.753.280 90,56 100,00
2012* 3 9 640.675.000 148.996.000 23,24 25,00
Catatan: Posisi s/d Juli 2012
Sumber: Disperindagkop Provinsi DIY
Pada tahun 2011 jumlah program dilaksanakan sebanyak 4 program, dengan jumlah kegiatan sebanyak 8 kegiatan. Sampai dengan akhir tahun, capaian fisik rata‐rata sebesar 100% dengan capaian realisasi keuangan sebesar Rp.461.753.280,‐ atau 90,56%. Pada tahun 2012 jumlah program dilaksanakan sebanyak 3 program, dengan jumlah kegiatan sebanyak 9 kegiatan. Sampai dengan bulan Juli 2012, capaian realisasi keuangan sebesar Rp.148.996.000,‐ atau
2. Pengembangan KUKM dan sektor pembiayaan perekonomian syariah mengalami kesulitan dalam mengakses sumber‐sumber pembiayaan dan permodalan dan terbatasnya kemampuan untuk meningkatkan modal yang dimiliki. Perbankan masih terikat kepada berapa persyaratan klasik yang mempersulit KUKM‐KUKM memperoleh sumber permodalan.
Karakteristik yang melekat pada KUKM seringkali dijadikan alasan untuk mengecilkan KUKM dengan perbankan, dan sebagian KUKM masih belum menggunakan manajemen modern dan SDM yang memadai, sehingga mempersulit/menghambat akses KUKM bermitra dengan lembaga lain termasuk lembaga keuangan perbankan/non perbankan.
Solusi
Beberapa upaya solusi yang dapat dilakukan untuk mengatasi permasalahan‐
permasalahan tersebut adalah:
1. Perlunya diadakan inventarisasi dan identifikasi terhadap koperasi, UKM maupun pembiayaan perekonomian syariah untuk dapat dicari apa penyebabnya.
2. Langkah‐langkah yang perlu diambil adalah melaksanakan program yang telah ditetapkan baik dari sektor koperasi, sektor UKM maupun dari sektor pembiayaan perekonomian syariah agar lebih konkrit dalam mengatasi permodalan dan ada kemajuan dan saling kordinasi diantara sektor yang berkaitan, demi untuk kemajuan bersama.
Urusan administrasi kependudukan merupakan urusan yang sangat penting dalam tata pemerintahan nasional. Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 38 tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Antara Pemerintah, Pemerintah Provinsi, Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota, pasal 7 ayat (2) dan (3) disebutkan bahwa urusan administrasi kependudukan merupakan salah satu urusan wajib yang harus diselenggarakan oleh Kabupaten/Kota berkaitan dengan pelayanan dasar.
Maksudnya adalah bahwa hasil kinerja dari urusan administrasi dan kependudukan tersebut, nantinya dapat dijadikan sebagai basis data untuk penyediaan pelayanan dasar, khususnya pelayanan bidang kesehatan dan pendidikan bagi masyarakat.
Dalam implementasi yang lebih luas, data administrasi kependudukan akan menjadi rujukan penting bagi kebijakan‐kebijakan di sektor lain bidang politik, sosial dan ekonomi. Administrasi kependudukan merupakan rangkaian kegiatan penataan dan penertiban dalam penerbitan dokumen dan data kependudukan melalui pendaftaran penduduk, pencatatan sipil, pengelolaan informasi administrasi kependudukan serta pendayagunaan yang hasilnya untuk pelayanan publik dan pembangunan sektor lain.
Beberapa kegiatan yang telah dilakukan dalam rangka penanganan kependudukan di Provinsi DIY antara lain: Pembangunan dan Pengembangan Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) secara terpadu, implementasi sistem administrasi kependudukan dimulai dari pembangunan, updating dan pemeliharaan, serta koordinasi pelaksanaan kebijakan kependudukan, pemberian bimbingan dan supervisi pelaksanaan pendaftaran penduduk dan pencatatan sipil, koordinasi data kependudukan orang asing Kartu Izin Tinggal Sementara (KITAS) dan Kartu Izin Tinggal Tetap (KITAP), pengelolaan dan penyelesaian data kependudukan berskala Provinsi dan koordinasi pengawasan dan penyelenggaraan administrasi kependudukan.
Rekapitulasi pelaksanaan program dan kegiatan urusan pertanahan selama kurun waktu 2008‐2012 sebagaimana tercantum pada tabel berikut:
2008 1 11 1.660.960.110 550.362.759 33,14 100,00
2009 1 13 818.631.000 808.081.114 98,71 100,00
2010 1 14 605.800.000 598.757.966 98,84 100,00
2011 1 15 710.270.000 702.935.131 98,97 102,11
2012 1 12 532.555.060 274.504.923 51,54 57,34
Catatan: *)Posisi s/d Juli 2012
Sumber: Biro Tata Pemerintahan Setda Provinsi DIY
Pada tahun 2012 jumlah program dilaksanakan sebanyak satu program dengan jumlah kegiatan sebanyak 12 kegiatan. Sampai dengan Bulan Juli 2012, capaian fisik rata‐rata sebesar 57,34% dengan capaian realisasi keuangan sebesar 51,54%.
Adapun daftar kegiatan yang dilaksanakan pada tahun 2012 adalah sebagai berikut:
1. Pembangunan dan Pengoperasian SIAK secara Terpadu.
2. Implementasi Sistem Administrasi Kependudukan (membangun, updating dan pemeliharaan).
3. Koordinasi Pelaksanaan Kebijakan Kependudukan.
4. Pengembangan Database Kependudukan.
5. Penyusunan Kebijakan Kependudukan.
6. Monitoring, Evaluasi dan Pelaporan.
7. Koordinasi Data Kependudukan Orang Asing.
8. Fasilitasi Koordinasi Penanganan Penduduk Rentan Administrasi Kependudukan.
9. Dukungan Implementasi e‐KTP
10. Pelatihan Standard Operating Procedure bagi Aparatur Administrasi Kependudukan.
11. Fasilitasi dan Koordinasi Penyusunan Analisis Persebaran Penduduk.
12. Fasilitasi dan Koordinasi Penyelesaian Permasalahan Pencatatan Sipil.
Permasalahan dan Solusi Permasalahan
1. Belum semua aparat memahami kebijakan mengenai administrasi kependudukan, dan hampir setiap tahun terbit peraturan perundang‐
undangan baru sehingga kegiatan sosialisasi kebijakan kependudukan harus terus dilaksanakan.
2. Adanya peraturan perundang‐undangan, yang dalam implementasinya mengalami ketidaksesuaian dengan kondisi di lapangan, sehingga diperlukan kegiatan koordinasi penyusunan kebijakan kependudukan.
3. Belum adanya kesamaan data orang asing pemegang KITAS/KITAP antar instansi yang berwenang, sehingga diperlukan koordinasi data kependudukan orang asing. Kedepan untuk meningkatkan pelayanan diperlukan adanya pelayanan satu atap yang terpusat di Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia c.q. Kantor Imigrasi Provinsi DIY.
4. Adanya beberapa permasalahan di lapangan mengenai administasi kependudukan dan pencatatan sipil, untuk sinkronisasi pemecahan masalah diperlukan rapat koordinasi kebijakan kependudukan dan pencatatan sipil.
5. Sering terjadi keterlambatan pencatatan dan pelaporan perkawinan pemeluk agama non Islam, salah satu sebabnya karena jarak dengan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil jauh, sehingga diperlukan pengangkatan Pembantu Pegawai Pencatat Perkawinan (P4) oleh Bupati.
6. Kewajiban Penduduk melaporkan Peristiwa Kependudukan dan Peristiwa Penting yang dialaminya kepada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten/Kota dengan memenuhi persyaratan yang diperlukan dalam Pendaftaran Penduduk dan Pencatatan Sipil, belum sepenuhnya terlaksana sebagaimana diamanatkan dalam Pasal 3 Undang Undang Nomor 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan.
7. Penanganan permasalahan pelaksanaan Administrasi Kependudukan antar Instansi terkait belum berjalan sinergi, misal : turun waris tidak menggunakan Akta Kematian, pelayanan keluarga miskin belum mendasari pada kepemilikan Kartu Keluarga (KK).
8. Aplikasi SIAK merupakan sistem program yang bersifat nasional maka Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri untuk segera menyelesaikan konsolidasi database kependudukan dengan kabupaten/kota agar terwujud data
data Warehouse/Mirroring (database kependudukan statis yang diperbaharui/di‐update secara periodik) dari data center Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri.
Solusi
1. Sosialisasi kebijakan kepedudukan dan administrasi kependudukan perlu ditingkatkan dan dilanjutkan, khususnya bagi para tokoh agama, tokoh masyarakat, pengurus organisasi kemasyarakatan maupun partai politik.
2. Perlu peningkatan koordinasi dalam penyusunan kebijakan kependudukan dan administrasi kependudukan, agar antar instansi terkait berjalan sinergi.
3. Peningkatan koordinasi data, penyusunan dan updating data orang asing pemegang KITAS/KITAP.
4. Koordinasi penyelesaian permasalahan kependudukan dan pencatatan sipil.
5. Peningkatan kualitas bagi P4.
6. Peningkatan kemampuan dan kualitas aparat kependudukan dan pencatatan sipil.
7. Data Warehouse/Mirroring database kependudukan secara online dari data center Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri kepada Provinsi DIY agar segera direalisasikan.
8. Pengembangan database kependudukan yang lebih berkualitas untuk mendukung aplikasi program SIAK.