PERMASALAH DAN ISU STRATEGI DAERAH
4.1. Permasalahan Pembangunan
4.1.3.2. Urusan Pemerintahan Wajib Non Pelayanan Dasar 1. Tenaga Kerja
a. Belum adanya sarana Balai Latihan Kerja (BLK);
b. Kurang optimalnya hubungan industrial, pengantar kerja dan instruktur pelatihan ketenagakerjaan;
c. Masih kurangnya media informasi ketenagakerjaan;
d. Masih rendahnya perlindungan tenaga kerja;
e. Belum optimalnya peran lembaga ketenagakerjaan;
f. Belum optimalnya link and match antara dunia pendidikan dan pelatihan dengan dunia usaha;
g. Masih kurangnya penempatan angkatan kerja.
2. Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak
a. Masih banyak terjadi kejadian kekerasan dan eksploitasi terhadap perempuan dan anak;
b. Belum optimalnya capaian Indeks Pembangunan dan Pemberdayaan Gender;
c. Belum optimalnya perlindungan terhadap perempuan dan anak;
d. Rendahnya pemahaman masyarakat terhadap pemenuhan hak-hak perempuan dan anak;
e. Belum memadainya fasilitas umum yang ramah perempuan dan anak;
f. Belum tersedianya informasi dan data gender secara mudah diakses dan berkelanjutan.
3. Pangan
a. Belum optimalnya implementasi keragaman pangan dan gizi;
b. Belum optimalnya pengelolaan pangan dan gizi.
c. Belum optimalnya pengelolaan distribusi pangan 4. Pertanahan
a. Masih banyaknya tanah masyarakat yang belum mempunyai bukti kepemilikan yang sah/disertifikatkan
b. Masih adanya konflik/sengketa kepemilikan lahan 5. Lingkungan Hidup
a. Belum optimalnya pengendalian, pengelolaan dan penegakan hukum lingkungan untuk pelestarian lingkungan hidup;
b. Masih rendahnya tingkat kesadaran masyarakat dalam pengelolaan dan pelestarian lingkungan;
c. Belum optimalnya penanganan persampahan;
d. Belum optimalnya peran masyarakat dalam pengelolaan persampahan
6. Kependudukan dan Catatan Sipil
a. Belum optimalnya pelayanan administrasi kependudukan;
b. Belum optimalnya pemanfaatan data kependudukan;
c. Belum semua penduduk wajib KTP-el dapat memiliki KTP-el
d. Belum optimalnya pengelolaan administrasi kependudukan sebagai akibat dinamika penduduk yang dipengaruhi oleh kelahiran, kematian dan perpindahan penduduk;
e. Masih rendahnya kesadaran masyarakat dalam tertib administrasi kependudukan;
f. Masih kurangnya sarana dan prasarana pengelolaan dan pelayanan kependudukan.
7. Pemberdayaan Masyarakat
a. Masih banyak masyarakat yang perlu diberdayakan baik secara kapasitas, ekonomi dan sosial
b. Kurangnya koordinasi dan sinergi program pemberdayaan masyarakat yang dilaksanakan antara pemerintah, dunia usaha dan masyarakat
c. Belum optimalnya peran dan fungsi kelembagaan masyarakat dalam pembangunan secara langsung
8. Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana
a. Belum optimalnya capaian Total Fertility Rate ( TFR );
b. Belum optimalnya sarana dan prasarana pengendalian kependudukan seperti POS KB dan dan sub pos KB;
c. Masih tingginya pernikahan diusia muda;
d. Masih rendahnya partisipasi keluarga dalam kegiatan BKB;
e. Kepesertaan KB pria masih rendah;
f. Masih kurangnya wawasan reproduksi bagi remaja.
9. Perhubungan
a. Belum optimalnya pelayanan angkutan umum.
b. Belum optimalnya pengelolaan perparkiran.
c. Belum terpenuhinya kebutuhan sarana dan prasarana fasilitas perhubungan.
d. Masih rendahnya wawasan serta pemahaman masyarakat terhadap keselamatan berlalu lintas.
e. Belum optimalnya manajemen rekayasa lalu lintas.
10. Komunikasi dan Informatika
a. Sarana dan prasarana teknologi informasi dan komunikasi belum memadai;
b. Belum optimalnya pengelolaan dan pemanfaatan data, teknologi informasi dan komunikasi
c. Belum terintegrasinya sistem informasi instansi pemerintah (e-government)
d. Kurang optimalnya pengendalian penggunaan informasi yang negatif
e. Belum optimalnya pelaksanaan keterbukaan informasi publik 11. Koperasi, Usaha Mikro dan Kecil
a. Masih rendahnya jumlah koperasi sehat dan rendahnya kapasitas pengurus dalam manajemen koperasi;
b. Belum optimalnya pembinaan dan pengawasan serta rendahnya kesadaran masyarakat dalam berkoperasi;
c. Masih rendahnya pengembangan jenis koperasi;
d. Masih rendahnya daya saing Usaha Mikro Kecil (UMK) baik dari kapasitas SDM, maupun standarisasi dan mutu produk
e. Belum optimalnya pembinaan dan pemberdayaan UMK
f. Masih kurangnya akses permodalan dan pemasaran
g. Rendahnya penggunaan iptek dalam pengelolaan dan pengembangan UMK
h. Masih kurangnya dukungan regulasi terhadap UMK dalam kepemilikan legalitas izin usaha;
i. Belum optimalnya potensi unggulan, pengembangan sentra dan klaster UMK
j. Belum optimalnya pengelolaan data base dan informasi UMK 12. Penanaman Modal
a. Iklim investasi masih kurang kondusif;
b. Belum optimalnya pemetaan potensi dan peluang investasi c. Belum optimalnya promosi investasi daerah.
13. Kepemudaan dan Olahraga
a. Masih terbatasnya sarana dan prasarana kepemudaan dan olahraga;
b. Belum optimalnya pembinaan dan pengembangan kepemudaan dan keolahragaan;
c. Belum optimalnya peran serta pemuda dalam pembangunan 14. Statistik
a. Belum tersedianya satu basis data yang valid dan up to date b. Belum optimalnya pengelolaan dan pemanfaatan data untuk
pembangunan 15. Persandian
• Belum optimalnya pengamanan data dan informasi daerah 16. Kebudayaan
a. Masih terbatasnya sarana dan prasarana seni dan budaya;
b. Belum optimalnya pembinaan seni dan budaya lokal;
c. Belum optimalnya pelestarian terhadap seni dan budaya daerah seperti pelestarian terhadap benda, situs dan cagar budaya.
17. Perpustakaan
a. Terbatasnya sarana dan prasarana perpustakaan daerah;
b. Masih rendahnya budaya literasi masyarakat
c. Pergeseran paradigma dan budaya baca dari manual ke digital akibat kemajuan teknologi informasi
18. Kearsipan
a. Belum optimalnya pengelolaan kearsipan b. Belum tersedia gedung depo arsip daerah 4.1.3.3. Urusan Pemerintahan Pilihan
1. Kelautan dan Perikanan.
a. Belum optimalnya hasil produksi dan pengolahan perikanan;
b. Belum berfungsinya kawasan minapolitan
c. Belum optimalnya penggunaan teknologi perikanan;
2. Pariwisata.
a. Belum adanya Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Daerah (RIPPDA);
b. Kurangnya objek wisata dan daya tarik wisata unggulan;
c. Belum optimalnya pembinaan, koordinasi dan sinergi antar stakeholder kepariwisataan;
3. Pertanian.
a. Infrastruktur pendukung pertanian khususnya penyediaan sumber air/irigasi masih kurang memadai.
b. Berkurangnya lahan pertanian produktif akibat perkembangan dan pertumbuhan kota;
c. Belum adanya regulasi daerah tentang lahan pertanian berkelanjutan;
d. Penggunaan teknologi pertanian yang belum memadai;
e. SDM di sektor pertanian didominasi oleh petani penggarap dan buruh tani;
f. Tingginya harga agroinput (sarana produksi pertanian dan alat mesin pertanian)
g. Masih rendahnya pengetahuan dan keterampilan petani dalam hal budidaya dan penganekaragaman produk pengolahan hasil pertanian;
h. Produk pertanian kurang berdaya saing;
i. Diversifikasi pertanian belum optimal.
4. Perdagangan.
a. Masih belum refresentatifnya dan terbatasnya jumlah pasar rakyat;
b. Rendahnya kesadaran para pedagang dalam melakukan tera ulang alat ukur;
c. Belum optimalnya penataan, pembinaan dan pemberdayaan Pedagang Kaki Lima
d. Belum optimalnya pengendalian tata niaga pangan, bahan bakar, dan pasar modern;
e. Belum optimalnya pengawasan terhadap peredaran barang dan jasa;
f. Belum tersedianya pusat pemasaran produk unggulan.
5. Perindustrian
a. Masih terbatasnya sumber daya manusia yang memiliki kompetensi dalam bidang industri;
b. Masih terbatasnya kemampuan permodalan para pelaku Industri Kecil Menengah (IKM);
c. Terbatasnya inovasi dan pemanfaatan teknologi oleh IKM;
d. Daya saing produk IKM masih rendah;
e. Belum optimalnya pemanfaatan kawasan peruntukan industri.
6. Transmigrasi.
a. Rendahnya minat masyarakat untuk mengikuti program transmigrasi;
b. Terbatasnya quota keluarga yang akan mengikuti program transmigrasi dari provinsi dan pusat.
4.1.3.4. Urusan Pemerintahan Fungsi Penunjang