• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III: ANALISIS IMPLEMENTASI BANTUAN LUAR NEGERI AMERIKA SERIKAT DALAM BENTUK HIBAH KEPADA INDONESIA

DI SUMATERA UTARA

B. BANTUAN AMERIKA SERIKAT TERHADAP INDONESIA

B. 1 USAID di Indonesia

Beberapa kerjasama pembangunan memberikan bantuan pembangunan Indonesia – Amerika Serikat dibawah strategi kerjasama Indonesia – Amerika (Indonesia – USA Country Strategy 2009 – 2014 adalah: 90

1. Penguatan kualitas pendidikan

Di bidang pendidikan, program USAID bertujuan untuk meningkatkan kualitas sistem pendidikan, mempromosikan kerjasama antara universitas yang ada di Indonesia dan di Amerika Serikat dan memperluas akses terhadap

87Ibid., hal.43.

88USAID. “Mission, vision, and value”. Loc. Cit.,

89USAID. “Who we are”. Loc. Cit.,

90Ibid.,hal. 46.

pendidikan dasar. USAID telah menyediakan lebih dari 4.0000 beasiswa untuk warga Indonesia yang berada di Universitas yang ada di Indonesia dan di Amerika Serikat. USAID juga bekerjasama dengan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan dalam peningkatan peningkatan kinerja membaca dengan model pembelajaran untuk siswa. USAID berupaya meningkatkan kualitas pendidikan dasar dan menengah lebih dari 780.000 siswa, 13.000 guru di lebih dari 6.000 sekolah di seluruh Indonesia. Adapun program yang sudah terlaksana saat ini di Indonesia, yaitu : (1). Pendidikan tinggi dan kemitraan universita, (2). Program beasiswa, (3). Pendidikan dasar, (4). Ilmu pengetahuan, teknologi, inovasi, dan kemitraan, dan (5). Pembangunan tenaga kerja yang inklusif .91

2. Peningkatan pengelolahan sumber daya alam

Bantuan teknis USAID mendukung penyusunan dan pelaksanaan kebijakan lingkungan, hukum, dan peraturan, dan serta menerapkan startegi pembangunan ekonomi alternatif yang melindungi lingkungan dan mendorong sumber daya secara berkelanjutan. Terdapat bebrapa sektor sumber daya alam yang terancam, yaitu :

Sektor Kelautan : terumbu karang Indonesia sangat terancam akibat dari perubahan iklim, penangkapan ikan yang berlebihan, polusi, dan penyakit. Di tingkat regional, USAID mendukung Coral Triangle Initiative yaitu penurunan stok ikan dan mempromosikan mata pencarian yang berkelanjutan. Di tingkat

91USAID. “Pendidikan”. Diakses melalui https://www.usaid.gov/id/indonesia/education pada 26 Februari 2017.

lokal, USAID mempunyai program yang memperkuat kapasitas teknis Kementrian Kelautan dan Perikanan serta memperkuat pengelolahan Kawasan Konservasi Perairan.

Sektor Keutanan : USAID mendukung pelestarian keanekaragaman hayati di tujuh daerah yang membentang lima provinsi, yaitu Papua, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Sumatera Utara, dan Aceh. Program USAID dalam sektor kehutanan berfokus pada pelestarian dataran rendah dan hutan gambut yang memiliki konsentrasi keanekaragaman hayati yang tinggi.92

3. Penciptaan tata demokrasi yang berlaku sama rata

Salah satu program kemitraan yang sedang berlangsung adalah program Tropical Forest Conservation Action for Sumatera (TFCA - Sumatera) atau yang dikenal dengan aksi nyata konservasi hutan tropis di Sumatera yang sudah berlangsung sejak tahun 2009 dan berakhir setelah delapan tahun penandatanganan perjanjian pengalihan hutang Indonesia – Amerika Serikat.

USAID dalam rangka peningkatan kemakmuran dan stabilitas Indonesia dan sekitarnya, USAID bekerjasama memerangi korupsi, melindungi hak warga – warga negara, memberikan dukungan terhadap warga, dukungan terhadap pemerintah daerah, mempromosikan tata kelola pelayanan publik seperti pendidikan, kesehatas, serta mendukung memajukan demokrasi inklusif dengan melibatkan peran aktif masyarakat sipil. Pada tahun 2015, USAID memberikan

92USAID. “Lingkungan”. Diakses melalui https://www.usaid.gov/id/indonesia/environment pada 26 Februari 2017.

anggran sekitar USD 9,6 juta kepada pemerintah dalam program demokrasi dan tata kelola pemerintahan.93

4. Peningkatan status kesehatan dan pengurangan ancaman

USAID bekerjasama dengan Pemerintah Indonesia dalam rangka menurunkan penyakit menular dan menurunkan angka kematian terkhusus ibu dan bayi yang baru lahir. Pada tahun 2015, USAID telah mengeluarkan anggran hampir mencapai USD 60 juta untuk program kesehatan di Indonesia. Adapun program yang terlaksana saat ini, yaitu : (1). Penurunan angka kematian yang dapat dicegah terutama kepada ibu dan anak yang baru lahir, (2). Pengendalian penyakit menular seperti tuberkulosis, HIV/AIDS, ancaman Pandemi, penyakit tropis yang terabaikan, (3). meningkatkan akses terhadap air bersih dan sanitasi.94

93 USAID. “Demokrasi, hak dan tat kelola pemerintahan” diakses melalui https://www.usaid.gov/id/indonesia/democracy-human-rights-and-governance pada 27 Februari 2017.

94USAID “Kesehatan”. Diakses melalui https://www.usaid.gov/id/indonesia/health pada 26 Februari 2017.

Tabel 4: Prioritas Kerjasama Indonesia – Amerika Serikat

Kemitraan Komprehensif Indonesia – Amerika Serikat (Indonesia-USA Comprehensive Partnership)

Lembaga Pihak /Donor

Prioritas Kegiatan

1. Politik dan Keamanan USAID Pemerintahan demokrasi (penegakan hukum, perundangan, dan pengefektifan tata pemerintahan).

MCC Reformasi dan modernisasi

e-procurement (governance).

2. Ekonomi dan Pembangunan USAID Lapangan pekerjaan (kebijakan ekonomi untuk mendorong lapangan pekerjaan, modal investasii, pengurangan kemiskinan, dan peningkatan produksi tanaman terpilih ).

USTDA Ekspor barang & jasa untuk proyek pembangunan prioritas di negara berkembang.

3. Sosial Budaya, Teknologi, Pendidikan, dan Ilmu Pengetahaun

USAID Kualitas pendidikan (pendidikan dasar dan tinggi).

Pengelolaan sumber daya alam (pengelolaan ekosistem hutan dan laut, air minum dan energi).

Peningkatan status kesehatan (menurunkan angka kematian ibu, melahirkan, bayi, dan anak).

MCC Masyarakat berbasis kesehatan dan nutrisi untuk mengurangi kekerdilan Green prosperity.

Peace Corps Pengiriman relawan/ volunteer di bidang pendidikan dan kesehatan.

Sumber: Bappenas. 2012. Pengembangan Kerangka Dialog Kerjasama Bilateral dalam Rangka Optimalisasi Sumber Pendanaan Luar Negeri Bilateral. hal 49. Diakses

melaluihttp://pendanaan.bappenas.go.id/index.php?option=com_rubberdoc&view=doc&id=122&f ormat=raw&Itemid=45 pada 25 Februari 2017.

Indonesia disatu sisi menghadapi tantanan yang signifikan di bidang kesehatan, pendidikan, dan lingkungan. Di tahun 2013, Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit yang menyebabkan kematian pada sekitar 65.000 orang di Indonesia. Angka kematian ibu Indonesia termaksud yang tertinggi di kawasan Asia Tenggara. Di bidang lain, untuk akses terhadap pendidikan di Indonesia sangat rendah dibandingkan negara – negara seperti Cina, Malaysia, dan Thailand.

Di bidang lingkungan, Indonesia mengalami degradasi lingkungan serta bencana alam akibat dari perubahan iklim. Deforestasi hutan (Kerusakan Hutan) menyumbang 80 persen emisi karbon pertahun dan menjadikan Indonesia sebagai penghasil emisi gas rumah kaca tertinggi di dunia.95

Indonesia merupakan negara prioritas Pemerintah Amerika Serikat untuk inisiatif perubahan iklim global disebabkan tingginya emisi gas rumah kaca ketiga tertinggi di dunia. Untuk mengurangi emisi gas rumah kaca di Indonesia, maka diperlukan hutan untuk mengeluarkan oksigen di dunia. Indonesia yang merupakan negara yang mempunyai luas hutan terbesar keiga atau 10 persen luas hutan dunia yang memiliki keanekaragaman hayati terkaya di dunia, maka Indonesia menjadi titik fokus dunia untuk perlindungan spesies karismatik, terutama mamalia, burung, reptil, karang dan ikan. Namun, karena rendahnya pertumbuhan ekonomi mendorong masyarakat untuk mengeksploitasi alam secara komersial yang pada akhirnya mengancam kelangsungan hidup berbagai spesies

95USAID Indonesia. 2013. Investasi Pembangunan di Indonesia : Indonesia yang Lebih Kokok dalam Memajukan Pembangunan Nasional dan Global.

https://www.usaid.gov/sites/default/files/documents/1861/Indonesia%20CDCS%20Final%20Version%20%2 8Indonesian%29.pdf hal. 9.

dan habitat di darat dan dilaut. International Union for Conservation of Nature (IUNC) pada tahun 2012 menyatakan 5.015 spesies Indonesia beresiko untuk mengalami kepunahan.96

C. Implementasi Kebijakan TFCA – Sumatera di Kawasan Sumatera